cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Analisis Potensi dan Permasalahan Usaha Perikanan Budidaya di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat Uidita Octaviola CST; Iin Siti Djunaidah; Walson Halomoan Sinaga
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.119

Abstract

Kecamatan Bungursari memiliki 253.890 m2 lahan perikanan dan sumber air yang berasal dari sungai Cirombang dan Cidungkui. Terdapat 10 kelurahan yang mencangkup wilayah Kecamatan Bungursari. Dimana 4 kelurahan merupakan kelurahan potensial dibidang Perikanan. Salah satu kelurahannya adalah Kelurahan Cibunigeulis yang memiliki luas wilayah seluas 93.330 m2. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi dan permasalahan usaha perikanan budidaya di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas umur penduduk Kecamatan Bungursari usia 15-64 tahun sebanyak 67,1 % yang termasuk dalam kategori usia produktif. Sebanyak 41 % masyarakat Kecamatan Bungursari berpendidikan SMP. Terdapat 32 % responden yang berpendidikan SD, 23 % berpendidikan SMA, dan sangat sedikit yang berpendidikan sarjana yaitu 4 %. Tingkat pendapatan Responden di Kecamatan Bungursari rata-rata Rp. 2.538.042.bulan-1. Permasalahan yang terdapat adalah teknologi tradisional, belum ada lembaga penyedia SAPRAS, dan keuntungan masih rendah. Kondisi ini menunjukan bahwa perlu dilakukan identifikasi potensi wilayah untuk meningkatkan sosial ekonomi responden di Kecamatan Bungursari.
Identifikasi Potensi Perikanan di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat Yeni Nurpajri; Ganjar Wiryati; Ade Sunaryo
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.122

Abstract

Identifikasi potensi suatu wilayah merupakan salah satu kegiatan untuk menggali data dan informasi yang dilakukan secara partisipatif. Sektor kelautan dan perikanan paling banyak melibatkan masyarakat pada setiap kegiatannya sehingga menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. Potensi perikanan tersebar diberbagai daerah termasuk Kecamatan Parigi. Kecamatan Parigi merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pangandaran yang memilki desa sebanyak 10 desa. Potensi dalam bidang perikananan yang ada di Kecamatan Parigi yaitu budidaya, pengolahan dan penangkapan ikan, karena sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah pesisir. Kecamatan Parigi memiliki jumlah RTP sebanyak 294 dan nelayan mendominasi jumlah RTP. Teknologi yang digunakan dalam semua bidang RTP yaitu tradisional, baik budidaya, pengolahan maupun penangkapan. Tujuan penelitian adalah mengumpulkan, mengolah serta menyusun data identifikasi potensi perikanan yang ada di Kecamatan Parigi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Parigi pada tanggal 1-30 November 2018. Data yang dikumpulkan yaitu berupa data sekunder dan data primer, dengan menggunakan metode wawancara, kuisioner dengan observasi langsung ke lapangan. Dari 10 desa yang memiliki potensi perikanan tertinggi yaitu 5 desa yang dikembangkan dalam bidang budidaya, pengolahan serta penangkapan ikan.
Potensi dan Permasalahan Usaha Perikanan di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu Arrofi Nur Risyandi; Iin Siti Djunaidah; M Harja Supena
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i2.117

Abstract

Kecamatan Cantigi merupakan salah satu wilayah adminitrasi di Kabupaten Indramayu yang memiliki potensi geografis dan sumberdaya yang baik untuk produksi usaha perikanan. Kecamatan Cantigi memiliki potensi perikanan budidaya air payau yang merata dari masing komoditas dan memiliki potensi terbesar dalam komoditas rumput laut, bandeng dan udang windu (DKP Indramayu, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan perikanan di Kecamatan Cantigi, meliputi penggalian data potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sehingga dapat diperoleh data aktual dan potensialnya yang kemudian di analisis untuk mengetahui masalah yang dihadapi dalam suatu wilayah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 dengan menggunakan metode survei. Penentuan responden dilakukan bedasarkan  Purposive Sampling dan penetapan responden menggunakan rumus Slovin dengan galat (e) 20%, Analisa data deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Pohon Masalah (Fault Tree Analysis) untuk menentukan sebab – akibat permasalahan yang ada (Anthony, 2015). Hasil penelitian menunjukkan besarnya potensi perikanan yang ada di Kecamatan Cantigi, namun dalam segi pemanfaatan dalam produksi di masing-masing sektor bidang perikanan masih kurang, didasarkan pada permasalahan teknis, sosial dan ekonomi yang ada di Kecamatan Cantigi. Permasalahan yang terdapat di Kecamatan Cantigi yang umum terjadi di masyarakat dalam bidang teknis ; a) nelayan yang masih belum menerapkan rantai dingin, b) pembudidaya belum melaksanakan pengelolaan pakan yang sesuai dan c) pengolah yang belum menerapkan sanitasi higiens pada proses produksi. Analisa GMP pada aspek sosial ; a) Kesadaran anggota kelompok dalam partisipasi kegiatan kelompoknya masih rendah, pada aspek ekonomi; a) harga bahan produksi yang tinggi.
Analisa Permasalahan Penyuluhan Perikanan di Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka Jasmine Addinda Putri; Tatty Yuniarti; Ita Junita Puspa Dewi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan mengenai (1) karakteristik dan potensi wilayah perikanan (2) sistem produksi perikanan (3) sistem usaha perikanan (4) sistem penyuluhan perikanan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka, pada bulan November 2018. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kecamatan Cigasong memiliki ketersediaan air sepanjang tahun dari Sungai Cideres sehingga cocok sebagai lahan pengelolaan usaha perikanan air tawar; (2) memiliki permasalahan sistem produksi permasalahan kematian massal akibat tidak ada aklimatisasi dan munculnya hama diakibatkan oleh pelaku utama tidak memasang biosecurity; (3)sistem usaha perikanan di Kecamatan Cigasong masih belum memiliki lembaga akses permodalan yang dapat membantu proses pembangunan perikanan;(4) Kecamatan Cigasong memiliki 1 penyuluh perikanan PNS yang tidak sejalan dengan UU Nomor 19 tahun 2013 dan masih banyak pelaku utama perikananyang belum tergabung dalam kelompok. Kecamatan Cigasong memiliki potensi perikanan air tawar dan permasalahan yang harus segera diselesaikan.
Resiko Investasi dalam Usaha Pendederan Ikan Patin (Pangasius hypothalamus) pada Akuarium di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Paidi Paidi; Aan Hermawan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i2.140

Abstract

Kegiatan pendederan ikan patin menjadi salah satu usaha tersendiri pada budidaya perikanan. Suatu usaha mengandung resiko, salah satunya adalah resiko investasi. Setiap investasi yang dilakukan mengandung resiko atau ketidakpastian hasil. Penanam modalpun tidak tahu dengan pasti hasil yang akan diperolehnya dari investasi yang telah dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterkaitan resiko investasi dengan pendapatan yang diperoleh oleh pelaku usaha. Variabel pada penelitian ini adalah faktor internal perusahaan terdiri dari harga dan jumlah produksi. Tahapan prosedur penelitian dimulai dari pengadaan sarana prasarana produksi yang dilakukan pada tiga periode. Hasil penelitian pada tiga periode diperoleh Hasil pada periode pertama dan periode kedua tidak memperoleh keuntungan akan tetapi kegiatan masih dapat dilanjutkan pada periode ketiga. Tinggi rendahnya biaya investasi yang digunakan, tetap dapat memberikan ketidakpastian pada hasil yang diperoleh. Penyebab kejadian tersebut karena lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor ketidakpastian, yaitu faktor teknis seperti . investasi, resio, pendapatan.
Adopsi Inovasi Probiotik pada Kolam Dempond Pendederan Ikan Mas (Cyprinus carpio) di Kelompok “Mina Pojok Jaya” Kecamatan Subang Nursahla Nursahla; Tatty Yuniarti; Herry Maryuto; Dedi Sutarso
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i2.194

Abstract

Budidaya ikan mas merupakan salah satu kegiatan unggulan perikanan di Kecamatan Subang. Produksi budidaya tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan probiotik. Penyuluhan merupakan cara dalam rangka untuk menginformasikan teknologi baru seperti probiotik sehingga sasaran dapat mengadopsi teknologi baru tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Melakukan penyuluhan dan mengevaluasi kemampuan adopsi inovasi teknologi probiotik pada pendederan ikan mas, (2) membandingkan tingkat produksi pendederan ikan mas menggunakan probiotik dan pendederan ikan mas tanpa menggunakan probiotik. Penelitian adopsi inovasi ini dilakukan di Kecamatan Subang, kelurahan Sukamelang dengan jumlah responden sebanyak 10 orang yang ada di Kelompok Mina Pojok Jaya. Penelitian adopsi inovasi ini menggunakan perlakuan probiotik atau suplemen, yaitu probiotik viterna plus yang diaplikasikan di dalam pakan untuk diberikan pada ikan mas sebagai suplemen penambah nafsu makan ikan sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ikan mas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan adopsi inovasi ini dapat meningkatkan produksi pembudidaya dengan jumlah tebar yang sama yaitu 1.000.000 ekor larva memiliki jumlah produksi yang berbeda yaitu yang menggunakan probiotik yaitu menghasilkan produksi sebanyak 2.000 kg sedangkan yang tidak menggunakan probiotik produksi yang dihasilkan hanya 1.500 kg. Terdapat 40% dari jumlah sasaran yang sudah mulai menerapkan inovasi yang telah diberikan pada minggu terakhir kegiatan dempond dilakukan.
Aspek Biologi Cakalang (Katsuwonus pelamis, Linnaeus 1758) di Sulawesi Tenggara Tyas Dwi Bekti Diningrum; Heri Triyono; Meuthia Aula Jabbar
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i2.195

Abstract

Penelitian dilakukan bulan Maret hingga Mei 2019 di Perairan Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan cakalang yang meliputi hubungan panjang-bobot, sex ratio, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Lc, Lm serta mengetahui daerah penangkapan dan musim penangkapan ikan cakalang. Metode yang digunakan adalah accidental sampling untuk penentuan responden yang diwawancarai, metode simple random sampling untuk menentukan ikan contoh. Perhitungan Lc menggunakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang berat ikan cakalang jantan besifat isometrik dengan persamaan W= 0,0189L3, sedangkan pola pertumbuhan cakalang betina bersifat alometrik negatif dengan persamaan W = 2,83L1,69. Nisbah kelamin didominasi oleh Jantan dengan perbandingan 1 : 0,4. Tingkat Kematangan Gonad didominasi oleh ikan immature (TKG I dan II). Didapatkan Lm = 47,73 cm (34,10 – 66,78). Lc < Lm pada alat tangkap purse seine dan Lc > Lm pada alat tangkap pancing tonda dan huhate. Cakalang paling banyak tertangkap di Laut Banda pada musim barat (September-Februari) dan di Teluk Bone saat musim timur (Maret-Agustus). Sumberdaya perikanan cakalang diindikasi mengalami overfishing dilihat dari banyaknya ikan immature yang tertangkap dan nilai Lc (purse seine) yang lebih kecil dari pada Lm nya. Penulis merekomendasikan agar nelayan beralih alat tangkap dari purse seine ke pancing tonda atau huhate.
Pemanfaatan Media Teknologi Informasi dalam Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan (Kasus Penyuluh Perikanan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali) Nila Sylvi Ratnadila; Andin H Taryoto; Ani Leilani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i2.128

Abstract

Proses pembelajaran adalah salah satu komponen utama dari kegiatan Penyuluhan. Maka penting bagi penyuluh untuk memberikan informasi yang tepat kepada target penyuluh. Teknologi dan informasi adalah dua elemen utama yang mendukung kegiatan penyuluhan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan dari teknologi informasi oleh penyuluh. Penelitian ini pada dasarnya merupakan kualitatif dan deskriptif. Data dan informasi yang dikumpulkan khususnya dengan observasi dan mengisi kuesioner. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Tabanan, Bali. Ditemukan bahwa penyuluh perikanan menerapkan media teknologi informasi dalam melaksanakan kegiatan mereka; tiga media utama yang paling banyak digunakan untuk penyuluhan adalah internet, media cetak, dan cyber extension.
Analisis Usaha Beberapa Produk Olahan Perikanan di Cv. Fania Food Kota Gede Daerah Istimewa Yogyakarta Anwar Akbar Amdar; Pigoselpi Anas; Tatty Yuniarti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i2.196

Abstract

Peningkatan angka konsumsi ikan nasional yang telah menyentuh 50 kg per kapita per tahun pada tahun 2018, memberikan dampak positif pada usaha pengolahan perikanan. Tingginya permintaan memberikan dampak bagi pelaku usaha perikanan dalam peningkatan kesejahteraan serta membuka lapangan kerja di masyarakat. Dalam rangka meningkatan angka konsumsi ikan, maka dilakukan diversifikasi olahan untuk meningkatkan cita rasa serta nilai jual pada olahan tersebut. Berbagai diversivikasi olahan telah terkenal ditengah masyarakat diantaranya produk olahan bakwan bandeng, bakso bandeng, nugget bandeng, kaki naga, otak-otak bandeng, galantin, otak-otak ikan dan lain lain. Tujuan kajian adalah untuk membandingkan analisa usaha tujuh olahan perikanan pada CV. Fania Food Kota Gede, Yogyakarta. Kajian dilakukan dengan metode survei dan magang di CV. Fania Food selama 21 hari dan dilakukan studi literatur sebagai data sekunder pada isi kajian. Analisa usaha yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa semua produk olahan dapat dinyatakan layak dengan nilai R/C ratio diatas 1 yaitu bakwan (1,38), bakso (2,01), nugget (1,16), kaki naga (1,37), otak-otak ikan (2,23), galantin (1,85),  otak-otak bandeng (1,73). Produk dengan pendapatan lebih besar dari biaya produksi yaitu produk olahan otak-otak ikan dengan nilai R/C ratio 2,23, adapun produk dengan keuntungan tertinggi yaitu otak-otak bandeng dengan keuntungan Rp 20.937.482 dalam satu bulan produksi.
Penyuluhan Metode Demonstrasi Cara Diversifikasi Olahan Ikan Tuna (Thunnini) Pada Pengolah Di Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara Sarni Malagapi; Tatty Yuniarti; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i2.217

Abstract

Kabupaten Pulau Morotai memiliki potensi perikanan yang mumpuni dalam bidang penangkapan dan pengolahan. Potensi perikanan dapat dikembangkan dengan cara meningkatkan peranan sumber daya manusia yang menjadi motor penggerak bagi aspek perikanan. Tujuan penelitian adalah mengamati perubahan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan serta tingkat adopsi inovasi Poklahsar Datepi mengenai diversifikasi produk olahan perikanan dengan bahan baku ikan tuna melalui penyuluhan. Penelitian dilakukan mulai tanggal 02 Maret sampai dengan tanggal 15 Mei 2020. Tahapan penyuluhan diawali dengan penetapan lokasi dan dan sasaran penyuluhan, sosialisasi kegiatan penyuluhan, penyuluhan diversivikasi olahan ikan menggunakan metode demonstrasi cara, pengamatan difusi, dan adopsi, serta evaluasi penyuluhan. Hasil penelitian kegiatan penyuluhan menunjukkan pada penyuluhan pembuatan diversifikasi produk olahan yaitu krispi ikan tuna terdapat peningkatan aspek pengetahuan sebesar 37 %, aspek sikap sebesar 14 % dan pada demonstrasi pembuatan nugget, terjadi peningkatan pada aspek pengetahuan sebasar 26,41 %, aspek sikap sebesar 13,6 %. Perubahan pada aspek keterampilan menunjukkan kondisi keterampilan sebelumnya cukup terampil menjadi terampil dalam pemilihan bahan baku sampai membentuk olahan krispi dan nugget. Diversifikasi olahan ikan tuna berupa nuget dan krispi ikan tuna dapat diterima dengan baik oleh poklahsar.