cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Pengaruh Kedalaman terhadap Perkembangan Rumput Laut Kotoni Hasil Kultur Jaringan Nico Runtuboy; Slamet Abadi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i3.110

Abstract

Biotrop Bogor berhasil melakukan kultur jaringan bibit rumput laut Kotoni (Kappaphycus alvarezii) hingga skala laboratorium.Perkembangan hingga produksi masal telahberhasil dilakukan oleh BBPBL Lampung. Sebagai komoditas baru, perlu dilakukan uji coba pendahuluan. Salah satu yang telah dilakukan adalah melakukan uji coba pada tahun 2014 untuk mengetahui kedalaman terbaik terhadap perkembangan bibit rumput laut hasil kultur jaringan. Uji coba dilakukan selama VI minggu dengan menggunakan berat awal bibit yang sama yaitu 75 gram pada tiga tingkatan kedalaman perairanberbeda: 10 cm, 30 dan 50 cm. Parameter yang diamati meliputi, perkembangan tanaman, dan sintasan. Hasil pengamatan perkembangan tanaman pada kedalaman 10 cm dari minggu pertama sampai minggu ke VI berat awal 75 gr, 115,80 gr, 157,40 gr, 216,00 gr,303,00 gr, 341,00 gr dan 375,00 gr. Kedalaman 30 cm berat awal 75 gr, 118,60 gr,139,80 gr, 199,00 gr, 254 gr 293 gr dan 304 gr. Kadalaman 50 cm: berat awal 75 gr, 96,6 gr, 122,4 gr, 159 gr,207 gr, 250 gr dan 260,8 gr. Sintasan (SR) pada kedalaman 10 cm dari minggu pertama hingga minggu keempat 100 % dan pada minggu ke lima dan keenam masing-masing 98 %. SR pada kedalaman 30 cm dari minggu pertama hingga keempat 100 % dan minggu kelima dan keenam 96 %. Dan SR pada kedalaman 50 cm dari minggu pertama hingga minggu ke empat 100 % dan pada minggu ke lima 94 % dan 92 %. Berdasarkan hasil perhitungan, melakukan kegiatan produksi dapat melakukan penanaman pada kedalaman antara 10 hingga 30 cm.
Kajian Ekonomi Penggunaan Additive Pada Pakan Ikan dalam Usaha Pembesaran Ikan Mas Asep Ahmad Subagio
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i1.14

Abstract

Pelaksaaan kajian ekonomi penggunaan makanan addittive dalam usaha pembesaran ikan mas dilakukan di Waduk Cirata, Cianjur dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2009. Kajian ini bertujuan untuk menhitung kelayakan usaha pembesaran ikan mas setelah mengalami perubahan teknologi dengan menambah additive pada makanan pelet yang diberikan pada ikan yang dipelihara dalam kantong jaring apung. Pengakajian ini dilakukan menggunakan rancangan kajian sederhana. Perlakuan yang dilaksanakan pada pengakjian ini adalah menambah makanan additive pada pakan/pelet. Dosis additive yang ditambahkan yaitu 5 cc/kg pelet. Selama pengkajian dilakukan sampling sebanyak 5 kali dengan penggunaan sample sebanyak 5 kg, dimana setiap kilogramnya dihitung jumlah biomasanya dan ditimbang berta per ekornya. Sampling dilakukan untuk mengetahui laju pertumbuhan ikan yang selanjutnya dihubungkan dengan tingkat efesiensi pakan yang terserap oleh ikan. Analisa ekonomi yang dilakukan meliputiR/C ratio dan B/C ratio yaitu untuk mengetahui kelayakan usaha pembesaran ikan mas dalam KJA dengan perubahan teknologi berupa penambahan additive pada makanan. Selama pengkajian diukur laju pertumbuhan ikan dengan hasil menunjukan bahwa ikan-ikan yang mendapat perlakuan penambahan additive mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dengan perbedaan angka laju pertumbuhan mencapai rata-rata sebesar 53 gram. Selanjutnya dari sisi analisa R/C ratio dan B/C ratio menunjukan angka yang lebih baik yaitu 1,3 dan 5,3 yang berarti bahwa perubahan teknologi penggunaan additive layak dijadikan sebagai metoda budidaya pembesaran ikan mas yang layak untuk usaha.
Kapasitas Asimilasi Perairan Pesisir Kabupaten Sidoarjo Terhadap Produktifitas Budidaya Udang Dampak Pembuangan Lumpur Lapindo Dinno Sudinno
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v6i1.30

Abstract

Pembuangan Lumpur Lapindo melalui Kali Porong akan berdampak pada ancaman kelangsungan usaha perikanan budidaya tambak udang. Dengan menggunakan pendekatan kesesuaian kualitas air serta kaidah budidaya yang berkelanjutan yang diberikan oleh berbagai pakar. Hasil studi menunjukkan bahwa beban pencemar TSS yang masuk ke perairan pantai Sidoarjo sebesar 5154 Ton/Hari sedangkan kapasitas asimilasi sebesar 2705 ton per hari. Hal ini menunjukkan bahwa perairan pantai Sidoarjo telah tercemar oleh bahan pencemar TSS. Secara kualitatif perairan Sidoarjo mempunyai nilai indeks Diversitas plankton secara keseluruhan tergolong sangat rendah yakni dari 0,2488 sampai 0,7374. berdasarkan hubungan konsentrasi TSS terhadap Kelimpahan plankton, produksi udang diperkirakan mengalami penurunan dari 3515 ton menjadi 3361,3 ton atau sebanyak 153,8 ton.
Karakteristik Organoleptik Filet Ikan Patin (Pangasionodon hypophthalmus) dari Tiga Lokasi Budidaya di Kabupaten Bogor Tatty Yuniarti; Yuke Eliyani; Alvi Nur Yudistira
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.46

Abstract

Hasil olahan ikan Patin (Pangasionodon hypophthalmus) pada umumnya dipasarkan dalam bentuk fillet, baik beku maupun berbalut tepung roti. Kualitas organoleptik fillet patin ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kualitas lingkungan perairan tempat budidaya ikan tersebut, baik fisika maupun kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik organoleptik filet ikan patin secara sensori, yang diperoleh dari tiga lokasi budidaya dengan kualitas air yang berbeda di Kabupaten Bogor. Penelitian berlangsung mulai bulan Maret sampai dengan Juni 2013 bertempat di Desa Bantar Kemang, Desa Ciseeng, serta kolam praktek Pasir Jaya Jurusan Penyuluhan Perikanan. Parameter yang diamati terhadap fillet patin meliputi aroma, rasa, penampakan, serta tekstur. Adapun untuk parameter kualtas air terdiri dari suhu, pH, kecerahan, oksigen terlarut, nitrit, amoniak, serta amonium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakteristik organoleptik illet ikan patin untuk atribut aroma dan rasa dipengaruhi oleh kualitas air.
Analisis Marjin Tata Niaga Ikan Lemadang Dan Ikan Terisi Di Tpi Mina Fajar Sidik, Kec. Blanakan, Kab. Subang, Jawa Barat M Harja Supena
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i2.62

Abstract

Dari sekian banyak jenis ikan hasil perikanan tangkap, ternyata Ikan Lemadang dan Terisi termasuk jenis ikan yang hasil tangkapannya cukup banyak. Disamping itu, kedua jenis komoditas inipun mempunyai nilai yang cukup ekonomis. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan fungsi-fungsi tataniaga seperti : fungsi pertukaran(exchanged function),fungsi fisik (fhysical function), dan fungsi penunjang (facilitating function) agar kondisi ikan tersebut sampai kepada konsumen dalam kondisi segar dan harga yang sesuai.  Penelitian dilakukan di Tempat Pelelangan IKan (TPI) Mina Fajar Sidik Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Ruang lingkup penelitian di fokuskan kepada kedua jenis ikan tersebut yaitu Ikan Lemadang dan Terisi. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis efisiensi tataniaga dilakukan dengan megetahui marjin tataniaga dari kedua jenis ikan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi tataniaga Ikan Lemadang dan Terisi di TPI Mina Fajar Sidik Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tataniaga kedua jenis komoditas ini adalah “tidak efisien”.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, alternative solusi perbaikan terhadap tataniaga Ikan Lemadang dan Terisi adalah perlu dilakukannya pemangkasan terhadap saluran tataniaga Ikan Lemadang maupun Terisi, sehingga tidak terlalu banyak fungsi-fungsi tataniaga yang terjadi pada setiap lembaga tataniaga yang berdampak kepada tingginya harga yang diterima konsumen.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Pembudidaya Ikan Bandeng (Chanos Chanos) dalam Kegiatan Kimbis di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat Aripudin Aripudin; Andin H Taryoto; Maimun Maimun
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i2.73

Abstract

Untuk dapat meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat pesisir dalam menerapkan aplikasi teknologi, maka dilakukan kegiatan Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis a) perkembangan KIMBis Subang; b) karakteristik individu, luas jejaring komunikasi kelompok, motivasi dan partisipasi pembudidaya ikan bandeng; c) hubungan karakteristik individu, luas jejaring komunikasi kelompok dan motivasi pembudidaya ikan bandeng dengan partisipasi dalam kegiatan KIMBis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2016 di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 kelompok pembudidaya ikan bandeng. Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan batas toleransi kesalahan 10%. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi pearson product moment dengan nilai ????=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan program KIMBis Subang dilihat dari luas wilayah binaan telah mencapai 17 Desa di 4 Kecamatan, telah mendapat dukungan pemerintah daerah Kabupaten Subang dan instansi terkait serta respon positif masyarakat yang telah mengikuti kegiatan KIMBis. Sistem budidaya ikan secara polyculture mampu meningkatkan pendapatan pembudidaya serta sedang dirintis pengembangan kawasan budidaya ikan secara polyculture menjadi kawasan Ekowisata Wanamina. Hasil analisis dengan menggunakan korelasi pearson product moment menunjukkan pengalaman, luas jejaring komunikasi dan kebutuhan untuk kesejahteraan berhubungan signifikan dengan partisipasi dalam kegiatan KIMBis.
Komunikasi Penyuluhan pada Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Kearifan Lokal Garudhea Asmara Rona Ranum
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i2.105

Abstract

Pengembangan masyarakat melalui upaya pemberdayaan nilai-nilai kearifan lokal dewasa ini mengalami kemerosotan karena pengaruh globalisasi dan otonomi daerah. Selain itu, terjadi diskomunikasi antara Penyuluh dengan masyarakat menyebabkan penerapan metode penyuluhan di daerah sering tidak efektif. Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan dilakukan untuk mengembangkan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan. Pada dasarnya aktivitas ini adalah proses mentransformasi sumber daya alam yang ada di masyarakat sebagai salah satu upaya juga dalam menanggulangi kemiskinan secara mandiri di wilayah tersebut dengan memanfaatkan nilai-nilai kearifan lokal yang seharusnya dapat menjadi tulang punggung kesuksesan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan melalui penyuluhan di daerah. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan penyuluhan.
Kajian Kelayakan Usaha Pembesaran Ikan Mas (Cyprinus carpio) dalam Keramba Jaring Apung di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Jawa Barat Asep Ahmad Subagio
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v3i2.8

Abstract

Pengkajian kelayakan usaha pembesaran ikan mas (cyprinus carpio) dalam keramba jaring apung telah di lakukan bulan Oktober sampai dengan Nopvember 2008 di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur. Jumlah responden sebanyak 15 orang terdiri dari pemilik usaha pembesaran ikan mas dalam kantong jaring apung sebanyak 2 kantong sampai dengan 20 kantong .Pengkajian ini betujuan untuk menghitun kelayakan usaha pembesaran ikan mas dalam keramba jaring apung .Hasil pengkajian bertujuan bahwa usaha pembesaran ikan mas dalam keramba dilihat dari perhitungan R/C ratio,PP dan IRR menghasilkan angka-angka yang menunjukan bahwa usaha tersebut masih layak untuk di usahakan.
Ujicoba Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Gelidium amansii ) dengan Metode Vertikal Longline Gusti Aries; Iis Jubaedah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v5i1.25

Abstract

Rumput laut merupakan bahan baku bubur kertas (pulp) untuk pembuatan kertas. Jenis rumput laut yang dapat dijadikan bahan baku kertas adalah rumput laut yang mempunyai serat (fiber). Salah satu jenis rumput laut yang mempunyai serat tinggi dan baik adalah jenis Gelidium amansii. Rumput laut Gelidium amansii berasal dari perairan Negara Korea Selatan, yang diintroduksi ke perairan Indonesia untuk dikembangkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan uji pengembangan rumput laut Gelidium amansii dengan menggunakan metode apung sistem longline vertikal agar dibudidayakan di perairan Indonesia. Pertambahan bobot yang tinggi terjadi pada minggu ke-4 pengamatan yaitu antara 1 – 2 gram per titik sedangkan panjang thallus mencapai 7 – 9 cm. Ujicoba ini menggunakan metode apung sistem longline yang dimodifikasi yang dilakukan di perairan pantai selatan Pulau Lombok yaitu perairan Gerupuk Kecamatan Pujut Lombok Tengah Provinsi NTB. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus 2010 sampai dengan bulan Oktober 2010.
Persepsi Nelayan Terhadap Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kabupaten Ciamis Jawa Barat Sopiyan Danapraja; M Fedi A Sondita; Irawan Muripto
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.41

Abstract

Peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kabupaten Kabupaten Ciamis ditujukan untuk meyakinkan masyarakat akan manfaat perlindungan kawasan tersebut. Karenanya peran serta masyarakat harus dilibatkan pada perencanaan, pelaksanaan, pemecahan kendala dan berbagai kemungkinan manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan kawasan konservasi. Tujuan penelitian mengkaji hubungan karakteristik dengan persepsi dan partisipasi masyarakat, persepsi dan partisipasi dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut (KKL) Kabupaten Ciamis. Metode penelitian adalah survei melalui analisis korelasi dan multivariat. Responden 72% di antaranya memiliki persepsi baik (setuju) terhadap pengelolaan KKLD. Persepsi yang baik ditunjukan terhadap program (64,9%), pelaksanaan (55,8%), pemecahan kendala (55,7%) dan manfaat (62%).

Page 9 of 24 | Total Record : 234