cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Hubungan SPL dan Salinitas Terhadap Hasil Tangkapan Cakalang pada KM. Samudra Jaya di Laut Maluku Priyo Adi Pamungkas; Afriana Kusdinar; Sugianto Halim
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i1.199

Abstract

Upaya memprediksi daerah penangkapan ikan  cakalang dilakukan melalui pendekatan fisik parameter oseanografi. Penelitian bertujuan menentukan hubungan suhu permukaan laut (SPL) dan salinitas terhadap jumlah dan ukuran panjang, menganalisa komposisi jumlah dan ukuran layak tangkap dan tidak layak tangkap ikan cakalang, mengetahui sebaran suhu permukaan laut dan salinitas di Laut Maluku. Penelitian ini dilakukan dengan metode experimental fishing melalui pengambilan data secara in-situ, dan analisa data citra satelit Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Salinitas yang diperoleh dengan mendownload dari laman http://oceancolor.gsfc.nasa.gov dan http://peta.maritim.BMKG.id/statistic. SPL di Laut Maluku pada bulan Desember 2018 berkisar 29-30°C dengan suhu dominan 30°C, kisaran SPL Januari 2019 28-30°C dengan suhu dominan 29°C, bulan Februari 2019 berkisar 29-30°C dengan suhu dominan 29°C dan untuk bulan Maret berkisar 28-31°C dengan suhu dominan 28°C. Kemudian, salinitas bulan Desember 2018-Januari 2019 berkisar 33,5-34°/∞, bulan Februari-Maret berkisar 33,5-35°/∞.Ikan  cakalang sering tertangkap pada kisaran suhu 28-30°C dan salinitas 30-33°/∞. Ikan  cakalang berukuran besar lebih lebih dominan tertangkap pada suhu 28-28,9°C memiliki ukuran 36,4 cm dan salinitas 32 dengan ukuran 37,6 cm. Suhu dan salinitas tidak berpengaruh terhadap jumlah dan ukuran panjang ikan cakalang dari hasil tangkapan di Laut Maluku. Dengan masing-masing memiliki nilai r=0,024, r=0,030 untuk suhu terhadap jumlah dan ukuran panjang ikan dan untuk nilai r= 0,030, r= 0,028 untuk salinitas terhadap jumlah dan ukuran panjang ikan.
Perilaku Pembudidaya Rumput Laut Pada Dempond Pembibitan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Muhammad Anas; Walson Halomoan Sinaga; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i3.223

Abstract

Pelaku usaha perikanan di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara teriri dari penangkapan ikan dan pembudidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mempelajari perilaku pembudidaya rumput laut sebelum dan sesudah dilaksanakannya penyuluhan mengenai produksi rumput laut menggunakan metode dempond; 2) menganalisis usaha budidaya rumput laut dan 3) mempelajari perubahan fungsi kelompok setelah dilaksanakannya penyuluhan. Penelitian dilakukan mulai tanggal 2 Maret sampai dengan 15 Mei 2020. Pengambilan data dilakukan secara Purposive sampling, dengan metode observasi dan wawancara. Data terdiri dari data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil produksi rumput dari 225 menjadi 500 gr. Terjadi peningkatan aspek pengetahuan mengenai peran fungsi kelompok sebagai organisasi kegiatan bersama, dan melengkapi administrasi kelompok. Hasil evaluasi aspek perilaku terhadap pembudidaya di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan penggunaan bibit berkualitas mengalami peningkatan aspek pengetahuan sebesar 14 %, aspek sikap sebesar 91 %, dan aspek keterampilan sebesar 33 %.
Dampak Sosial Ekonomi Pengembangan Budidaya Rumput Laut Kultur Jaringan di Desa Agel, Kabupaten Situbondo Wiwien Mukti Andriyani; Ujang Komarudin; Febriko Sapto Dwiyanto
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i3.197

Abstract

Kultur jaringan rumput laut menimbulkan harapan baik pembudidaya rumput laut terhadap kelangsungan usaha budidaya rumput laut di Desa Agel, Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi budaya terhadap budidaya rumput laut kultur jaringan dan Strategi pengembangan budidaya rumput laut kultur jaringan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Agel, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Metode pengumpulan data untuk mengkaji dampak sosial ekonomi digunakan metode survei. Sampel diambil dengan simple random sampling. Analisis untuk mengkaji dampak sosial ekonomi budaya digunakan  analisis regresi, dan untuk merumuskan strategi pengembangan budidaya rumput laut menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian terkait analisis sosial ekonomi pembudidaya rumput laut menunjukkan korelasi antara karakteristik sosial ekonomi budaya pembudidaya terhadap program budidaya rumput laut kultur jaringan. Secara ekonomi usaha budidaya rumput laut kultur jaringan lebih meningkatkan pendapatan pembudidaya dan ekonomi masyarakat sebesar 50-75%, dan peningkatan pelaku usaha mencapai 85% dengan adanya peningkatan Laju pertumbuhan rumput laut kultur jaringan 1,4-9,3%, dengan produksi 2-8 ton.siklus-1, serta peningkatan produktivitas 80%. Sedangkan untuk strategi pengembangan budidaya adalah peningkatan strategi manajemen usaha budidaya rumput laut kultur jaringan dengan melihat kesesuaian lahan budidaya, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, pemberdayaan kelembagaan usaha rumput laut, dan peningkatan sumber modal usaha budidaya rumput laut.
Strategi Komunikasi dalam Penerapan Teknologi Usaha Perikanan di Pesisir Selatan Kabupaten Pangandaran Ani Leilani; Nia Nurfitriana; Adang Kasmawijaya
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i3.214

Abstract

Dalam mendukung perkembangan usaha perikanan masyarakat, kegiatan pendampingan oleh pemerintah daerah baik berupa informasi teknologi dan peningkatan keterampilan pelaku usaha merupakan salah satu solusi dalam membantu meningkatkan usaha perikanan yang dilakukan oleh masyarakat di pesisir selatan Pangandaran. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik internal dan eksternal pelaku usaha perikanan, mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan dalam penerapan teknologi pelaku usaha perikanan dan mengetahui efektivitas penerapan teknologi yang diberikan kepada masyarakat pesisir Pangandaran. Metode yang digunakan meliputi metode survei dan diskusi terbatas (Focus Group Discussion) serta pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik internal dan eksternal pelaku usaha perikanan di pesisir selatan Pangandaran memiliki pengaruh secara simultan dengan penerapan teknologi karena f hitung sebesar 2,50 > f tabel sebesar 2,537 dan nilai signifikasi sebesar 0,098 < 0,1 dengan tingkat kepercayaan sebesar 90 %. Penerapan teknologi berpengaruh terhadap strategi komunikasi yang diterapkan pelaku usaha perikanan karena t hitung sebesar 2,307 > t tabel sebesar 2,048 dan nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 %. Strategi komunikasi berpengaruh terhadap motivasi pelaku usaha perikanan karena t hitung sebesar 5,574 > t tabel sebesar 2,048 dan nilai signifikasi sebesar 0,03 < 0,05 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 %.
Pengaruh waktu pemberian karbon terhadap kualitas air volume bioflok dan dampaknya terhadap produksi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) pada budidaya sistem bioflok Azam Bachur Zaidy; Yuke Eliyani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i1.240

Abstract

Tujuan  penelitian ini menganalisis waktu pemberian karbon terhadap  kualitas air, volume bioflok  dan kinerja produksi.  Percobaan  rancangan acak lengkap, dengan tiga perlakuan teknologi bioflok dengan pemberian karbon setiap hari (BD), teknologi bioflok dengan pemberian karbon setiap minggu (BM) dan pemeliharaan di air jernih sebagai kontrol (NB). masing-masing perlakuan  dengan 3 ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan kadar amonia dan nitrit ketiga perlakuan tidak berbeda nyata  dan masih dalam rentang yang layak untuk pertumbuhan ikan. Volume bioflok pada   BD lebih  tinggi dan beda nyata dibandingkan NB .  Laju pertumbuhan  biomas akhir dan kelangsungan hidup ketiga perlakuan tidak berbeda nyata.  Kelangsungan hidup cukup tinggi antara 94,67 -  99,33%, sedangkan biomas akhir tertinggi pada BD dan terendah pada NB. Walaupun laju pertumbuhan  dan biomas akhir tidak berbeda nyata, tetapi   biomas akhir  BD  40,95% lebih tinggi dari biomas  NB dan biomas BM lebih tinggi 19.5% dari NB.   Konversi pakan   BD dan BM lebih rendah   dan berbeda nyata dengan NB.
Tinjauan Kualitas Air Terhadap Tingkat Kelayakan Teluk Pangandaran Untuk Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Yuke Eliyani; Iin Siti Djunaidah; Dinno Sudinno
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i3.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan teluk Pangandaran untuk budidaya Vaname (Litopenaeus vannamei) ditinjau dari nilai parameter kualitas air. Lokasi penelitian adalah di Kecamatan Cijulang, Cimerak serta Cikangkung Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan metode survei. Hasil analisis kualitas air untuk parameter suhu, pH, TSS, NO2, NO3, DO, BOD5, serta PO4-P masing – masing sebesar 24-24,5 oC; 7,62 – 7,90 ppm; 0,004 – 0,009 ppm; 0,176 – 0,269 ppm; 4,3 – 6,6 ppm; 0,070 – 0,980 ppm; 0,0122 – 0,00415 ppm. Bedasarkan nilai-nilai parameter tersebut, kualitas air ketiga lokasi penelitian masih layak untuk budidaya Vaname, namun harus disertai dengan tambahan input teknologi pengelolaan kualitas air.
Kinerja Usaha Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) di Kelompok Tani Lele “Mutiara” Desa Kaligelang, Taman, Pemalang Ani Lutfiyanah; Iin Siti Djunaidah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i3.211

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Lele “Mutiara” Desa Kaligelang, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang dengan tujuan untuk mengetahui sistem produksi dan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan melalui magang pada tanggal 12 September 2020 sampai dengan 11 Oktober 2020. Data dianalisis secara deskrptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pada sistem produksi budidaya ikan lele terdapat beberapa tahap yaitu persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, pemeliharaan ikan, pengendalian hama dan penyakit, hingga tahap pemanenan. Dalam usaha budidaya ikan lele dengan menggunakan teknologi bioflok, dalam satu siklus pada kolam berukuran 8 m2 rata-rata jumlah produksi mencapai 825 kg dengan SR 92,5% dan produktivitas kolam 102,9 kg.m-2. Budidaya ikan lele khususnya pembesaran ini layak dijadikan usaha dengan indikator kelayakan usaha yaitu BEP = 33,5 kg, PP=1,4 tahun, ROI = 53,37%, dan R/C = 1,53. Pendapatan yang diperoleh yaitu sebesar Rp.17.100.000 dengan keuntungan Rp. 5.951.094 dan biaya produksi Rp. 11.148.906 per siklus.
Evaluasi Konservasi Mangrove Berdasarkan Tingkat Partisipasi Masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Laras Ega Pratiwi; Djoko Suprapto; Wiwiet Teguh Taufani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i1.159

Abstract

Pulau Pramuka dijadikan salah satu zona pemukiman taman nasional. Perkembangan pembangunan menyebabkan berkembangnya aktivitas ekonomi, jasa dan pertumbuhan pendudukan yang berdampak pada menyempitnya tutupan lahan ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove sehingga dilakukan beberapa upaya konservasi mangrove. Kawasan konservasi ini kemudian dikembangkan menjadi wisata tracking mangrove dengan landasan RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi upaya konservasi mangrove berdasarkan tingkat partisipasi masyarakat di Pulau Pramuka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan uji regresi korelasi untuk mengetahui hubungan antara upaya konservasi dan partisipasi. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara dengan bantuan kuesioner menggunakan teknik accidental sampling kepada 91 masyarakat, 30 pengunjung dan 9 pengelola. Upaya konservasi yang dilakukan dengan patokan RPJMD Jakarta tahun 2017-2022 perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan dibeberapa bagian. Upaya yang dilakukan perlu diimbangi dengan partisipasi karena saling berhubungan. Terdapat hubungan yang lemah antara upaya dan partisipasi oleh masyarakat dengan r : 0.451 dengan kontribusi hubungan sebesar 18,7% , sedangkan hubungan yang sangat kuat oleh pengunjung dengan r : 0.874 dengan kontribusi hubungan sebesar 90,5%. Faktor utama yang mempengaruhi partisipasi adalah pengetahuan dan kurangnya pelibatan masyarakat dalam program konservasi, seperti perencanaan dan evaluasi. Tingginya kontribusi pengunjung dalam upaya konservasi dikarenakan program konservasi yang dilaksanakan memiliki target pasar yaitu pengunjung, sehingga partisipasi pengunjung lebih besar dibandingkan partisipasi masyarakat.
Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Melalui Optimalisasi Fungsi Wahana Pembelajaran Kelompok Nayu Nurmalia; Ani Lutfiyanah; Minarni Minarni; Agus Prastiyo; Muhammad Arya Pratama Putra; Nisfi Darwita; Welas Ayu
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i3.224

Abstract

Fungsi wahana pembelajaran kelompok akan berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas pembudidaya ikan pada saat terjadi peningkatan aspek pengetahuan dan sikap mengenai fungsi kelompok dan administrasi kelompok. Kondisi terkini adalah penerapan fungsi kelompok yang belum optimal dikarenakan kerja sama antar anggota kelompok belum berjalan baik, serta kurangnya pengetahuan dan sikap mengenai fungsi kelompok dan administrasi kelompok. Hal ini terlihat pada (1) kelompok Mina Mukti dan Cipta Rasa Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat; (2) kelompok Mina Harapan, Kedung Bulus dan Rukun Makmur Kecamatan Pangadegan Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah; dan (3) kelompok Pokdakan Mina Mulya Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aspek sikap dan pengetahuan mengenai fungsi kelompok dan administrasi kelompok melalui penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai tanggal 19 Februari sampai dengan 19 Mei 2018. Metode pengambilan data primer melalui wawancara dengan alat bantu kuesioner. Data sekunder didapatkan dari laporan tahunan dinas, studi literatur dan internet Hasil kegiatan penyuluhan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif, kuantitatif dan deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadi peningkatan aspek pengetahuan sebesar 26%-40% dan aspek sikap antara 10%-18%.
Deteksi Spesies Megalocytivirus pada Budidaya Ikan Laut di Kepulauan Riau Achmad Bahtiar Rifai; Anak Agung Gede; Lucky Putra P Kusuma; Yani Maulani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i3.127

Abstract

Penyakit yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi adalah virus dan salah satunya adalah Megalocytivirus. Megalocytivirus mempunyai tiga spesies yaitu Infectious Spleen and Kidney Necrosis Virus (ISKNV), Red Sea Bream Iridovirus (RSIV), dan Turbot Redy Body Iridovirus (TRBIV). Gejala klinis pada ikan yang terinfeksi Megalocytivirus pada umumnya terlihat dari perubahan tingkah laku yaitu nafsu makan berkurang, berenang lemah, dan malas bergerak. Tubuh ikan yang terinfeksi terlihat lebih gelap baik pada permukaan tubuh sirip, dan bagian ekor. Metode uji yang digunakan pada penelitian ini adalah pengambilan sampel, pengujian histopatologi, deteksi spesies Megalocytivirus dengan polymerase chain reaction (PCR). Sampel ikan yang menunjukan gejala klinis diambil dari beberapa kabupaten/kota yang ada di kepulauan Riau antara lain Batam, Tanjungpinang, Bintan, Tanjung Balai Karimun dan Natuna. Sampel ikan adalah ikan kakap dan kerapu dari keramba jaring apung dan hatchery. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi spesies Megalocytivirus pada budidaya ikan laut yang ada di Kepulauan Riau. Pada uji histopatologi ditemukan lesio berupa badan inklusi, nekrosa, melano makrofag center pada hati, ginjal dan limpa. Badan inklusi dan nekrosa yang menyebar pada organ tersebut merupakan karakteristik Megalocytivirus. Hasil identifikasi PCR dengan menggunakan gen Major Capsid Protein pada panjang amplikon 777 bp berhasil mendeteksi Megalocytivirus. deteksi spesies Megalocytivirus dibeberapa Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau menunjukan semua sampel ikan air laut terinfeksi ISKNV, sedangkan untuk spesies RSIV dan TRBIV tidak berhasil dideteksi pada penelitian ini. Infeksi Mengalocytivirus sudah menyebar pada budidaya ikan laut diseluruh kabupaten/Kota di Propinsi Kepulauan Riau. Spesies Megalocytivirus yang terdeteksi di Kepulauan Riau adalah ISKNV.