cover
Contact Name
R. Umi Baroroh
Contact Email
barorohty@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpba2015@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al Mahara: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
ISSN : 24775827     EISSN : 24775835     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Mah?ra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab (p-ISSN: 2477-5827; e-ISSN: 2477-5835) adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Al-Mah?ra memiliki visi menjadi jurnal internasional yang terindeks scopus dengan artikel yang berbahasa Arab. Jurnal ini memfokuskan cakupannya pada isu-isu pembelajaran bahasa Arab di Sekolah, Madrasah dan/atau Pesantren di Asia Tenggara.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2020)" : 8 Documents clear
The Implementation of Sharf Learning Using KH. Muhammad Yusuf's Method at Terbuka Junior High School Wanar Lamongan / Penerapan Pembelajaran Sharf dengan Menggunakan Metode KH Muhammad Yusuf di SMP Terbuka Wanar Lamongan Fivi Nur Alifah; Muhammad Thohir
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2020.062.04

Abstract

A lot of sentence changes in Arabic make it difficult for students to interpret Arabic texts, students lack understanding about the meaning of words that have changed from the original form to another form. The purpose of this study is to find out in depth about the sharf learning process at The Open Junior High School by using the KH Muhammad Yusuf sharf method, and also to find out the supporting factors and inhibiting factors in this method. This study used a descriptive qualitative method with data sources, namely direct interviews with teachers at SMP located in the village of Wanar, Lamongan Regency. The results of this study are the students required to memorize a wazan along with examples in one day. The focus of the material on the four bina’ which are most often found in Arabic texts. The supporting factors in this study are sharf books, teachers, and boarding schools. While the inhibiting factors in this study are student motivation and student background at the previous level of education. Keywords: Learning Arabic, Sharf, KH Muhammad Yusuf Method Abstrak Perubahan kalimat yang banyak dalam bahasa Arab membuat siswa kesulitan dalam mengartikan teks yang berbahasa Arab, siswa kurang memahami tentang arti kata yang telah berubah dari bentuk asal ke bentuk lain. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui secara mendalam tentang proses pembelajaran sharf di SMP Terbuka dengan menggunakan metode sharf KH Muhammad Yusuf, dan ingin mengetahu faktor-faktor pendukung serta factor penghambat dalam metode ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desrkriptif dengan sumber data yaitu wawancara langsung terhadap guru di SMP Terbuka yang terletak di desa Wanar Kabupaten Lamongan. Hasil dari penelitian ini adalah siswa di wajibkan menghafalkan satu wazan beserta contohnya dalam waktu satu hari. Serta fokus materi pada empat bina’ yang paling sering di temukan di tek-teks berbahasa Arab. Adapun faktor pendukung dalam pembelajaran ini adalah kitab sharf, guru, dan asrama pesantren. Sedangkan faktor penghambat dalam pembelajaran ini adalah motivasi siswa serta latar belakang siswa pada jenjang sebelumnya. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Arab, Sharf, Metode KH Muhammad Yusuf
Ahdāfu Ta’līmi al-lughah al ‘arabiyāh fī manhaji alfaīn wa tsalātsata ‘asyara (dirāsah tahlīlīyah ‘ala ma’āyīr ‘ālamīyah: aurūbīyah wa amrīkīyah) Umi Hanifah; Zainal Abidin Hajib
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2020.062.01

Abstract

One of the determinants of the success of learning Arabic for non-Arabic is the clarity of learning objectives according to their level. In this study, the reseacher described the goal of learning Arabic for non-Arabic in the West (Europe and America), and in Indonesia according to the 2013 curriculum. This paper uses a qualitative approach. Data obtained from various sources of literature and related documents. After describing the goal of learning Arabic for non-Arabic in European, American and Indonesian, the reseacher analyzed it with descriptive analysis. The results show that the purpose of learning Arabic in Indonesia as stated in the 2013 curriculum has not yet referred to a certain level, while the goal of learning Arabic in the West has been formulated according to its position as a foreign language and according to each level. It is hoped that this study will initiate curriculum developers in Indonesia, to formulate the objectives and standards of learning Arabic in accordance with its position as a foreign language in Indonesia according to its level. So that learning Arabic in Indonesia can be equal to learning Arabic at the international level as in Europe and America. Keywords: 2013 Curriculum, Indonesia and the West, Learning Arabic, Learning Objectives Abstrak Salah satu faktor penentu suksesnya pembelajaran bahasa Arab untuk non-Arab-adalah tujuan pembelajaran yang jelas dan sesuai dengan levelnya. Problematika yang terjadi di Indonesia selama ini adalah, rendahnya kemampuan para pendidik dalam merumuskan tujuan pembelajaran bahasa Arab untuk non-Arab secara tepat. Dalam kajian ini, penulis mendeskripsikan tujuan pembelajaran bahasa Arab untuk non-Arab, di Barat (Eropa dan Amerika), dan di Indonesia (kurikulum 2013). Dengan demikian, kajian ini sangat penting bagi para pendidik bahasa Arab dalam memahami bagaimana merumuskan tujuan pembelajaran bahasa Arab untuk non-Arab. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Setelah mendeskripsikan tujuan pembelajaran bahasa Arab untuk non-Arab di Barat (Eropa dan Amerika) dan di Indonesia, penulis menganalisisnya dengan deskripstif analisis. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia sebagaimana tertera dalam kurikulum 2013 belum mengacu pada tingkatan atau level tertentu. Sedangkan tujuan pembelajaran bahasa Arab di Barat, telah dirumuskan sesuai dengan posisinya sebagai bahasa Asing dan sesuai dengan level masing-masing. Diharapkan kajian ini dapat menginisiasi para pengembang kurikulum di Indonesia, untuk merumuskan tujuan pembelajaran bahasa Arab dan standarisasinya sesuai dengan posisinya sebagai bahasa Asing di Indonesia dan sesuai dengan levelnya, sehingga pembelajaran bahasa Arab di Indonesia dapat sejajar dengan pembelajaran bahasa Arab level internasional sebagaimana di Eropa dan Amerika. Kata Kunci: Indonesia dan Barat, Kurikulum 2013, Pembelajaran bahasa Arab, Tujuan Pembelajaran
The Material Analysis and Learning Method of Nahwu in the Book of Qawa'id Al-Asasiyyah Li Al-Lughah Al-'Arabiyyah Muhammad Iqbal Zamzami; Dailatus Syamsiyah
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2020.062.06

Abstract

The learning materials are knowledge, behavior, and competence that students must learn to achieve the established standards of competence. A learning method is used as lesson materials presented to students in the class, both individually and in groups. These are essential learning components to discuss, for the right learning methods will make it easier for students to receive the given learning materials. It aims to know the material's content and the methods of learning Nahwu book Qawa 'id Al-Asasiyyah Li Al-Lughah Al-Arabiyyah. The study is a library study (library research), a descriptive-analytical nature, Focusing on the aspects of selection, graduations, presentations, and repetitions in the material presented. The study's result is that the book Qawa 'id Al-Asasiyyah Li Al-Lughah Al-Arabiyyah uses deductive methods in its Nahwu learning methods. From the selection aspect, the book's vocabulary has a purpose to Apply Nahwu to Arabic verse, verse The Quran, and specific themed readings. From the gradations' aspect, in the gradations aspect typology of straight gradations, only a few subchapters use varying shades. As for the aspect of the presentation, the learning representation aspects more on an I 'rab analysis on a fair reading text of a manuscript, a magazine newspaper, a Qur 'an, and so on. Then on the aspect of the rehearsal, using a matter of evaluation tools. There is a supplement of I 'rab to reinforce the subject of qawa'id. Keywords:The learning materials, Nahwu learning method, Book Qawa 'id Al-Asasiyyah Li Al-LughahAl-Arabiyyah. Abstrak Materi pembelajaran merupakan pengetahuan, perilaku, dan kemahiran yang harus dipelajari oleh siswa untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Metode pembelajaran dimanfaatkan guru sebagai alat penyajian materi pelajaran kepada siswa di dalam kelas baik secara individu maupun kelompok. Dua hal tersebut merupakan komponen pembelajaran yang penting untuk dibahas, karena metode pembelajaran yang tepat akan memudahkan siswa dalam menerima materi pembelajaran yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi materi dan metode pembelajaran Nahwu kitab Qawa’id al-Asasiyyah li al-Lughah al-‘Arabiyyah. Jenis penelitian adalah kajian pustaka (library research) yang bersifat deskriptif – analitis, dengan fokus kajian pada aspek seleksi, gradasi, presentasi dan repetisi dalam penyajian materi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kitab Qawa’id al-Asasiyyah li al-Lughah al-‘Arabiyyah menggunakan metode deduktif (qiyasi) dalam metode pembelajaran Nahwunya. Dari aspek seleksi, kosakata kitab memiliki tujuan untuk mengaplikasikan ilmu Nahwu pada syair Arab, ayat Al-Qur’an dan bacaan bertema tertentu. Dari aspek gradasi, secara umum kitab ini menggunakan tipologi gradasi lurus, hanya pada beberapa sub bab menggunakan gradasi putar. Sedangkan dari aspek presentasi, strategi pembelajaran yang digunakan pada kitab lebih berfokus pada analisis i’rab pada sebuah teks bacaan baik berupa naskah, koran majalah, Al-Qur’an, dan lain lain. Kemudian pada aspek repetisi, menggunakan alat evaluasi yang berupa soal-soal dan latihan. Selain berupa soal dan latihan, ada suplemen berupa i’rab untuk menguatkan materi tentang qawa’id. Kata kunci: Materi, Metode Pembelajaran Nahwu, Kitab Qawa’id al-Asasiyyah li al-Lughah al-‘Arabiyyah.
Development of E-Module Media in Learning Arabic for Class X Students of MAN 4 Ngawi Muarifatul Maulidiana; Nasiruddin Nasiruddin
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2020.062.07

Abstract

Learning Arabic at MAN , Ngawi only uses LKS or student worksheets as a learning media and uses the lecture method. The students are bored, sleepy, and lack understanding of the material delivered by the teacher. This study aims to develop Arabic electronic module media, find out the media's quality, and determine students' responses to the media. This study uses the type of research and development of the Borg and Gall model. The quality of the product was assessed by one material expert, one media expert, one Arabic teacher, and responded by five students in a limited trial and 26 students in an extensive trial. The instrument used in this study was a questionnaire to see product quality and student questionnaire responses to the product. Data analysis techniques using qualitative and quantitative. The results of this research and development are in the form of Arabic electronic module media. The quality of Arabic electronic module according to material expert, media expert, Arabic teacher successively got a percentage of 88,00%(Very Good), 91,25% (Very Good) and 86,66% (Very Good). While the students' responses to the Arabic electronic module in the limited trial and the extensive trial successively got a percentage of 80,00% (Agree) and 90,23% (Strongly Agree). Based on these results, it can be concluded that Arabic electronic module media is suitable for use as a media for learning Arabic. Keywords: Development, Electronic Module Media, Arabic Learning Abstrak : Pembelajaran bahasa Arab di MAN 4 Ngawi hanya menggunakan LKS sebagai media pembelajaran dan menggunakan metode ceramah. Hal ini membuat peserta didik cenderung bosan, ngantuk, dan kurang memahami materi yang disampaikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media e-modul bahasa Arab, mengetahui kualitas media, dan mengetahui respon siswa terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan model Borg and Gall. Kualitas produk dinilai oleh satu ahli materi, satu ahli media, satu guru bahasa Arab dan direspon oleh 5 siswa pada uji coba terbatas dan 26 siswa pada uji coba luas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket untuk melihat kualitas produk dan angket respon siswa terhadap produk tersebut. Teknik analisa data menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa media ­e-modul bahasa Arab. Kualitas e-modul bahasa Arab menurut ahli materi, ahli media dan guru bahasa Arab secara berturut-urut memperoleh persentase sebesar 88,00% (kategori Sangat Baik), 91,25% (kategori Sangat Baik), dan 86,66% (kategori Sangat Baik). Sedangkan respon siswa terhadap e-modul bahasa Arab pada uji coba terbatas dan uji coba luas secara berturut-urut memperoleh persentase sebesar 80,00%(kategori Setuju) dan 90,23% (kategori Sangat Setuju). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media e-modul layak digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Arab. Kata Kunci : Pengembangan, Media E-Modul, Pembelajaran Bahasa Arab.
Development and Maintenance of Arabic through Education in Islamic Education Institutions in Indonesia/ Pengembangan Dan Pemertahanan Bahasa Arab Melalui Pendidikan Di Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia Sembodo Ardi Widodo
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2020.062.03

Abstract

Arabic grew and developed in various parts of Indonesia along with the entry of Islam into the archipelago. The entry of Islam in Indonesia brought Islam's teachings as contained in Arabic, which was integrated into Islamic law. This research is oriented to describe the development of the Arabic language, spread and maintain it in various educational institutions, both formal and non-formal in Indonesia, and map it anthropologically. This research is library research using a descriptive-qualitative approach. Sources of data in this study come from classical and contemporary books related to the development of Arabic in Indonesia. This research data analysis technique refers to Miles and Huberman's analysis model, which consists of several stages, starting from data reduction, data presentation, and verification or concluding. The results of this study indicate that the entry of Islam and scholars in Indonesia has contributed significantly to Arabic use. Besides, madrasah, pesantren, and course institutions as formal and non-formal institutions substantially contribute to the spread and maintenance of Arabic in Indonesia. Pesantren emphasizes two development functions, namely the development of a comprehensive academic aspect through various sciences related to Arabic and cultural aspects through the lives of students and kyai in the pesantren. Meanwhile, madrasas tend to play a role in developing and disseminating Arabic in an academic-communicative manner. Meanwhile, learning Arabic in a language village as implemented in Pare Kediri emphasizes the practical aspects of mastering Arabic in everyday life. The Arabic learning process is taught by including language skills, which include listening skills, speaking skills, reading skills, and writing skills. Anthropologically, it is known that the development of Arabic through cultural teaching occurs in Islamic boarding schools and madrasas, which are now included in formal education. Through cultural learning, it occurs in community-managed language villages that fall into the category of non-formal education. Keywords: Progress, development, development, maintenance, Arabic Abstrak Bahasa Arab tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Indonesia seiring dengan masuknya agama Islam ke Nusantara. Masuknya agama Islam di Indonesia membawa ajaran Islam di mana terkandung di dalamnya bahasa Arab yang menyatu dalam syariat Islam. Penelitian ini diorientasikan untuk mendeskripsikan perkembangan bahasa Arab, upaya penyebaran dan pemertahannya di berbagai lembaga pendidikan baik formal maupun non formal di Indonesia sekaligus memetakannya secara antropologis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini bersumber pada kitab klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Arab di Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari beberapa langkah yang dimulai dengan proses reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya agama Islam dan ulama di Indonesia turut membawa andil yang besar pada eksistensi penggunaan bahasa Arab. Selain itu, madrasah, pesantren dan lembaga kursus sebagai lembaga formal dan non formal yang memiliki kontribusi yang kuat pada penyebaran dan pemertahanan eksistensi bahasa Arab di Indonesia. Pesantren menekankan pada dua fungsi pengembangan, yaitu pengembangan pada aspek akademis secara komprehensif melalui berbagai ilmu yang terkait dengan bahasa Arab dan aspek budaya melalui kehidupan santri dan kyai di pesantren. Sedangkan madrasah cenderung berperan dalam pengembangan dan penyebaran bahasa Arab secara akademis-komunikatif. Sementara itu, pembelajaran bahasa Arab di kampung bahasa seperti yang dilaksanakan di kampung Pare Kediri lebih menekankan pada aspek penguasaan bahasa Arab secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pembelajarannya, bahasa Arab diajarkan dengan mencakup unsur keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Adapun secara antropologis, diketahui bahwa pengembangan bahasa Arab melalui teaching cultures terjadi di pesantren dan madrasah yang sekarang ini masuk dalam kategori pendidikan formal, sedangkan lewat learning cultures terjadi di kampung bahasa yang dikelola masyarakat yng masuk dalam kategori pendidikan non-formal. Kata Kunci: Perkembangan, Pengembangan, Pemertahanan, Bahasa Arab
Al Mahārah At Tawāshuliyyah Ladā At-Thalabah Bī Ma’hadi Dāril Qur’ān Wal Hadīst Al Majīdiyyah Asy Syāfi‘iyyah Fansyuūr (Musykilātu Tathbīqiha Wa Istirātijiyyātu Hulūliha) Doni Handriawan; Abd Rauf Tan Sri Hassan; Nurul Jum’ah
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2020.062.02

Abstract

This research aims to analyze the problems in implementing communicative skill in this Institution and finds out its strategies to solve the problem. This research is a field research, using the observation method, interview and documentary data collection. In analyzing the data, researcher established several analytical stages; data collection, reduction, review and evaluation. The results of this research indicated problems that students face in practicing speaking skill; 1) Today, the Sheikhs are rare in using Arabic in teaching, and 2) the students themselves were eager to learn Arabic language than communication. They were shy in practicing it because of concerning about making mistakes, and worried about criticism. As for the challenges in training communicative skill are encouraging students and motivating them to prefer using actual language (speech and writing skill) over non-actual language (listening and reading skill). Researcher obtained some suggested strategies in building linguistic environment for Arabic speaking skill, which motivate students to practice and encourage them to speak in Arabic without worry of making errors in grammar, as well as building and reviving the Arabic Communities program. Keywords: Communicative Skill, Language Environment, Problems, and Strategies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai problem yang dihadapi dalam meningkatkan keterampilan komunikasi di Ma’had ini dan mengungkap berbagai strategi yang ditempuh untuk mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Adapun dalam menganalisis data, maka peneliti menempuh beberapa tahapan analisis mulai dari koleksi data, reduksi, review dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa masalah yang dihadapi oleh para mahasantri dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi bahasa Arab mereka antara lain; Saat ini beberapa Masyaikh justru jarang menggunakan bahasa Arab dalam menjelaskan materi, para mahasantri lebih gandrung mempelajari Qowa’id (gramatika) dan mengabaikan aspek komunikasi. Selain itu, mereka cendrung malu karena khawatir melakukan kesalahan dalam berbahasa dan mereka takut dikritik. Sehingga tantangan terbesar melatih kemampuan komunikasi bahasa Arab di Ma’had ini adalah bagaimana mendorong dan memotivasi mereka untuk menggunakan bahasa yang produktif (keterampilan berbicara dan menulis) daripada keterampilan yang reseptif (keterampilan mendengar dan membaca). Peneliti mengemukakan beberapa rekomendasi tentang strategi membangun lingkungan berbahasa untuk menunjang kemampuan berbicara bahasa Arab di Ma’had ini yaitu memotivasi mahasantri untuk terus berlatih dan tidak takut salah (keliru gramatikal) dalam berkomunikasi. Kemudian membentuk kembali kelompok atau komunitas bahasa Arab sebagai wadah sharing dan diskusi serta praktik berkomunikasi. Kata Kunci: Keterampilan Berbicara, Lingkungan Berbahasa, Permasalahan, and Strategi.
Character Education Model in Arabic Learning at Madrasah Aliyah / Model Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Noza Aflisia; Aan Hasanah
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2020.062.05

Abstract

Character education that is integrated in learning changes the mindset towards learning that is only in the cognitive realm. The emergence of character education makes character an important aspect of learning. Besides the material presented, there are characters that are formed and the expectations of the behavior of students that change for the better. This research aims to analyze the character education model in Arabic learning materials and Arabic learning activities at Madarsah Aliyah. This library research uses references from various data, books and journal articles. Data collection techniques by reviewing and analyzing data by collecting data, identifying and understanding, analyzing, presenting and concluding. The results showed that the character education model in Arabic learning materials: kalām material in the form of the story of the Prophet's shahabah, figures who have influence in the development of Islam, science, heroes, kitābah material by asking students to write texts related to the morals of parents, morals towards the environment, respect for teachers, qira’ah material taken from the reality of social life that occurs in the community, inspiring young figures, motivational stories, istimā 'material in the form of stories of prophets and clerical figures, poetry, Arabic songs. The characters education model in learning Arabic at Madarsah Aliyah are inculcation, role model, facilities, and skills development. Keywords: Education, Character, Arabic Abstrak Pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran mengubah pola pikir terhadap pembelajaran yang hanya pada ranah kognitif saja. Kemunculan pendidikan karakter menjadikan karakter salah satu aspek penting yang dituju dalam pembelajaran. Disamping materi yang disampaikan ada karakter yang terbentuk dan harapan tingkah laku peserta didik yang berubah ke arah lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan karakter dalam materi pembelajaran bahasa Arab dan kegiatan pembelajaran Bahasa Arab di Madarsah Aliyah. Penelitian kepustakaan (Library Research) ini menggunakan rujukan dari berbagai data, buku dan artikel Jurnal. Teknik pengumpulan data dengan penelaahan dan analisis data dengan mengumpulkan data, mengidentifikasi dan memahami, menganalisis, penyajian dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan karakter dalam materi pembelajaran bahasa Arab : materi kalām berupa kisah sahabat Nabi SAW, tokoh yang memiliki pengaruh dalam pekembangan Islam, ilmu pengetahuan, pahlawan, materi kitābah dengan meminta siswa menuliskan teks terkait akhlak terhadap orang tua, akhlak terhadap lingkungan, hormat pada guru, materi qira’ah diambil dari realitas kehidupan sosial yang terjadi ditengah masyarakat, tokoh muda menginspirasi, cerita motivasi, materi istimā’ berupa kisah para nabi dan tokoh ulama, puisi, lagu Arab. Model pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Arab di Madarsah Aliyah yaitu inkulkasi, teladan, fasiliti, dan pengembangan keterampilan. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Bahasa Arab
What is the Effect of Learning from Home Policy on the Perspectives of Islamic Boarding School Graduates (Pesantren) on Digital Learning in Higher Education ? Nuril Mufidah; Lubna Farah Khan
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2020.062.08

Abstract

This article aims to describe the impact of government policies on learning from home and the effects on student perspectives on learning Online learning. The method used is descriptive qualitative with observation instruments, online surveys, discussion group forums with the research subjects of students majoring in Arabic language education graduates of Islamic boarding schools in 2019 at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. Research results are utilized on campus e-learning, which is integrated with SIAKAD and other applications such as WhatsApp and Zoom as well as Google Meet for teleconference facilities during student presentations and discussions. Islamic boarding school graduate students can take online lectures well. The student's perspective on online lectures after the learning from home policy is not suitable due to internet connection constraints and lectures using the assignment method only. Keywords: Learning from Home; online; digital learning; students perspective, higher education Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak kebijakan pemerintah pada pembelajaran dari rumah dan pengaruhnya terhadap perspektif mahasiswa dalam pembelajaran Online. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen observasi, survei online, forum diskusi kelompok dengan subjek penelitian mahasiswa jurusan bahasa Arab lulusan pesantren tahun 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan kampus memanfaatkan e-learning kampus yang terintegrasi dengan SIAKAD dan aplikasi lain seperti WhatsApp dan Zoom serta fasilitas Google Meet untuk telekonferensi untuk presentasi dan diskusi. Mahasiswa alumni pondok pesantren bisa mengikuti perkuliahan online dengan baik. Perspektif mahasiswa terhadap perkuliahan online setelah kebijakan belajar dari rumah kurang baik. Hal ini karena kendala koneksi internet dan perkuliahan hanya menggunakan metode tugas. Kata Kunci: Belajar dari rumah; online; pembelajaran digital; perspektif mahasiswa, pendidikan tinggi

Page 1 of 1 | Total Record : 8