cover
Contact Name
agus wahyudi
Contact Email
aguswahyudi@unusa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jic@unusa.ac.id
Editorial Address
UNUSA Kampus B Jalan Jemursari No 51-57 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Civilization
ISSN : 26571021     EISSN : 26571013     DOI : https://doi.org/10.33086/jic
Journal of Islamic Civilization (JIC) dikelola oleh Pusat Pengembangan Masyarakat dan Peradaban Islam (PPMPI-UNUSA), dan diterbitkan oleh Unusa Press dengan nomor ISSN : 2567-1021 dan e-ISSN : 2567-1013. Fokus JIC adalah terkait dengan studi tentang masyarakat Islam yang terdiri dari studi Budaya dan peradaban Islam, Tasawuf dan Teologi, Politik, Ekonomi Islam, Yurisprudensi, Pendidikan Islam, dan multidisiplin ilmu lain yang terkait dengan studi masyarakat Islam. JIC mengundang peneliti, akademisi, dan praktisi untuk menulis artikel dan mengirimkannya ke dewan redaksi JIC yang akan terbit pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization" : 8 Documents clear
Examining the History of Divine Religion: Theological Relations of Judaism, Christianity and Islam according to William Montgomery Watt Anshori
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.2687

Abstract

This paper discusses the thoughts of Montgomery Watt about Islamic studies, especially Watt's opinion regarding the relationship between the three divine religions (Judaism, Christianity, and Islam). This study aims to show that not all orientalists are subjective in studying Islam. Watt, for example, in his research tries to be objective by taking sources from Islam itself. The research method used in this study is descriptive analysis, which is a qualitative research method concerning library research sources. Then the data was analyzed using Huberman & Miles data analysis, which went through three stages: data reduction, data presentation, and conclusions or verification. The study results show that Watt and Muslims have the same opinion regarding the theological relations of the divine religion, Judaism, Christianity, and Islam. The similarity is in terms of the essence of the samawi religion brought by Ibrahim, also called millah Ibrahim Hanifa. Tulisan ini membahas mengenai pemikiran Montgomery Watt dalam kaitannya dengan kajian Islam, khususnya pendapat Watt mengenai hubungan antara ketiga agama samawi (Yahudi, Kristen dan Islam). Tujuan penelitian ini untuk menunjukkan bahwa tidak semua orientalis bersikap subyektif dalam mengkaji Islam. Watt misalnya yang dalam penelitiannya berusaha bersikap obyektif dengan mengambil sumber-sumber dari Islam itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini ialah deskriptif-analisis, yaitu metode penelitian kualitatif dengan merujuk pada sumber-sumber kepustakaan (library research). Kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis data Huberman & Miles yang melewati tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Watt dan umat Islam memiliki pendapat yang sama mengenai relasi teologis agama samawi, Yahudi, Kristen dan Islam. Persamaan tersebut ialah dari segi esensi agama samawi yang dibawa oleh Ibrahim atau disebut juga millah Ibrahim Hanifa.
Contribution of the Ansor Youth Movement in the Indonesian National Movement in 1934-1950 Hartono; Subekti, Arif
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.3215

Abstract

As an NU wing organisation, GP Ansor was born with various dynamics of its long journey. The birth of GP Ansor was inspired by the spirit of nationalism to achieve Indonesian independence. GP Ansor was born with two main missions, namely religious and national missions. This article aims to examine the history of the birth of GP Ansor and his various contributions in the journey of the Indonesian nation. The method used in this research is the historical research method. This method consists of, Heuristics, Source Criticism, Interpretation and Historiography. The sources used in this research are scientific articles, archives, documents, books, newspapers, thesis and other relevant sources. These sources are analysed and studied in depth to obtain a clearer picture. The results of this study concluded that GP Ansor is an organisation that has a major contribution to the Indonesian national movement. GP Ansor made various efforts to win and defend Indonesia's independence.  These efforts were carried out intensively, consistently and continuously as a tangible proof of GP Ansor's contribution in fulfilling his national mission. Sebagai organisasi sayap NU, GP Ansor lahir dengan berbagai dinamika perjalanannya yang panjang. Kelahiran GP Ansor diilhami oleh semangat nasionalisme untuk meraih kemerdekaan Indonesia. GP Ansor lahir dengan mengemban dua misi utama yakni misi keagamaan dan kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk menelisik sejarah kelahiran GP Ansor dan berbagai kontribusinya dalam perjalanan bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Metode ini terdiri atas, Heuristik, Kritik Sumber, Intepretasi dan Historiografi. Sumber-Sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel ilmiah, arsip, dokumen, buku, surat kabar, skripsi dan sumber-sumber lain yang relevan. Sumber-sumber tersebut dianalisi dan dikaji secara mendalam untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa GP Ansor adalah organisasi yang memiliki kontribusi besar dalam pergerakan kebangsaan Indonesia. GP Ansor melakukan berbagai upaya di dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Upaya tersebut dilakukan secara intensif, konsisten dan berkesinambungan sebagai bukti nyata kontribusi GP Ansor dalam menjalankan misi kebangsaannya. 
The Islam Wasathiyah of KH. Abdurrahman Wahid in the Islamic Political Arena Raha Bistara; Fuady, Farkhan
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.3611

Abstract

Indonesia as a pluralistic country and has a variety of cultures, ethnicities, races, religions and so on. Making it a pluralistic country and it is important to maintain the unity and integrity of the nation. In dealing with the plurality of the Islamic concept of wasathiyah, it is important to implement it today. Moreover, political issues, especially Islam, will be more complex. Seeing this, Abdurraman Wahid as a Muslim scholar paid attention to creating an atmosphere of peace in the midst of differences. By using qualitative methods and library research approach. This means that this research is a library research, where the data source comes from the library. The analysis used is descriptive and historical analysis, it is useful to provide a clearer picture of the concept of Islam wasathiyah Abdurrahman Wahid. The results of this study found that Abdurrahman Wahid argued that Washatiyah Islam was middle, not extreme. Meanwhile, Abdurrahaman Wahid's Islamic politics is also very relevant to be applied in Indonesia. Even though Indonesia is a plural country that has various religions. To achieve moderate and fair conduct in the life of the nation and state is a mandatory requirement in efforts to maintain peace in Indonesia in particular and world peace in general. Indonesia sebagai negara yang majemuk dan memiliki berbagai macam budaya, suku, ras, agama dan lain sebagainya. Menjadikanya negara yang plural dan penting untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Dalam menghadapi kemajemukan konsep Islam wasathiyah menjadi penting untuk di implementasikan dimasa sekarang. Telebih lagi mengenai permasalahan politik khususnya Islam akan lebih kompleks. Melihat tersebut Abdurraman Wahid sebagai cendekiawan muslim memberikan perhatian untuk menciptakan suasana damai ditengah perbedaan. Dengan menggunakan metode kualiatif dan pendekatan library reaserch. Berarti penelitian ini merupakan penelitian pustaka, yang mana sumber data bersumber dari pustaka. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan historis, hal tersebut berguna untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai konsep Islam wasathiyah Abdurrahman Wahid. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dipaparkan Abdurrahman Wahid berpendapat bahwa Islam washatiyah merupakan tengah-tengah, tidak bersikap ektrim. Sedangkan Gagasan politik Islam Abdurrahaman wahid juga sangat relevan diterapkan di Indonesia. Walaupun Indonesia sebagai negara plural yang memiliki berbagai agama. Sehingga bersikap moderat dan berlaku adil dalam hidup berbangsa dan bernegara menjadi syarat wajib dalam upaya menjaga perdamaian di Indonesia khususnya dan perdamaian dunia pada umumnya.
A Systematic Review Trend of Learning Methods for Reading the Kitab Kuning at Pesantren (2000-2022) Muhamad Arif; Makmur Harun; Mohd Kasturi Nor bin Abd Aziz
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.3578

Abstract

This research provides a critical analysis of several methods for learning to read the yellow book (Kitab Kuning), as well as research results published in national and international databases of journals and proceedings. Regarding the study results that generate discussions on one or two methods for reading the yellow book. Starting with this, researchers are interested in conducting critical analysis with the aid of unrecorded space and the necessity for more research using a systematic literature review. As a fresh (targeted) perspective taken by academics on how Islamic educational institutions (Islamic boarding schools-non-Islamic boarding schools) established the yellow book reading method in the 21st century. In addition, researchers need precise data on the performance of the yellow book reading approach based on 21st-century study findings. This study employs qualitative methods in conjunction with a systematic literature review approach, including collecting online article data from many national and international databases. Scopus, Sciencedirect, Emerald, Crossref, and Google Scholar are other examples. The researchers employed a variety of keywords, including "the yellow book (kitab kuning) reading technique/ yellow book (kitab kuning) method", " yellow book (kitab kuning)", "Islamic boarding school/pesantren", and "how to read the yellow book (kitab kuning)/how to read the yellow book (kitab kuning)" with a range of years. 2000-2022. The outcomes of this study indicate that the yellow book reading technique in the twenty-first century is undergoing rapid advances, such as the process of maximizing a mix of ancient and modern ways, such as the Al-miftah lil ulum, Ibtida'I, Tamyiz, and Amtsilati methods. With traditional procedures, such as: sorogan, bandongan, mudzakarah, muhafadzah, talaqqi, halaqah and tarqib. Penelitian ini akan menyampaikan analisis kritis dari berbagai metode belajar baca kitab kuning, sebagaimana hasil riset yang sudah terpublikasikan pada data base jurnal/procedding nasional dan internasional. Tentang temuan hasil penelitian yang kecenderungan melakukan pembahasan pada satu atau dua metode baca kitab kuning. Berawal dari sinilah peneliti berminat untuk melakukan analisis kritis dengan dukungan adanya ruang kosong yang belum tertulis dan perlu adanya riset lanjutan (menggunakan: systematic literature review). Sebagaimana sudut pandang baru (terfokus) yang diambil peneliti tentang bagaimana trand metode baca kitab kuning yang dikembangkan oleh lembaga pendidikan islam (pesantren-non pesantren) di abad 21. Selain itu, peneliti ingin mendapatkan data akurat dari keberhasilan metode baca kitab kuning berdasarkan hasil riset di abad 21. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan systematic literature review, yaitu dengan menggumpulkan data artikel publikasi secara online di beberapa databesed nasional dan internasional. Seperti; Scopus, Sciencedirect, Emerald, crossreff dan Google Scholar. Beberapa kata kunci yang dilakukan peneliti adalah “metode baca kitab kuning/ kitab kuning method”, “kitab kuning/ Kitab Kuning”, “tradisi pesantren/ pesantren tradition” dan “cara baca kitab kuning/ how to read the Kitab Kuning” dengan rentang tahun 2000-2022. Temuan riset ini adalah adanya trand metode baca kitab kuning di abad 21 mengalami perkembangan yang cukup pesat seperti proses optimalisasi dari kombinasi metode tradisional dan modern seperti metode Al-miftah lil ulum, Ibtida’I, Tamyiz dan Amtsilati. Dengan metode tradisional, seperti: sorogan, bandongan, mudzakarah, muhafadzah, talaqqi, halaqah dan tarqib.
Implementation of Mujahadah and Syaja'ah Personal Morals in the Perspective of Islamic Education Reni Sasmita; Waharjani
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.3635

Abstract

This research aims to examine and describe how students practice mujahadah and syaja'ah morals. The method used in this study is a qualitative method with a library approach. The morals of mujahadah and syaja'ah need to be instilled in a Muslim. By having the behavior of mujahadah and syaja'ah, Muslims will have the fighting spirit (to be serious) and the courage to carry out all good deeds, both in being severe in fighting lust, doing Amar ma'ruf, and leaving nahi mungkar. They will also have courage in defending the truth, separating the rights from vanity, and fighting against the passions and jihad in the way of Allah. As for implementing mujahadah and syaja'ah morals in oneself, children have a strong determination (determination) in studying and carrying out worship and avoiding prohibitions, the courage to express their opinions in public, and the courage to fight evil that occurs around them. As a result, people with mujahadah and syaja'ah morals are also optimistic, patient, responsible, never giving up, trusting, and sincere. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memaparkan implementasi akhlak mujahadah dan syaja’ah dalam diri peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Akhlak mujahadah dan syaja’ah perlu untuk ditanamkan dalam diri seorang muslim. Dengan memiliki perilaku mujahadah dan syaja’ah maka umat Islam akan memiliki daya juang (bersungguh-sungguh ) dan memiliki keberanian dalam melaksanakan segala amalan-amalan kebaikan, baik  dalam bersungguh-sungguh dalam melawan hawa nafsu, mengerjakan amar ma’ruf dan meninggalkan nahi mungkar, memiliki kebranian dalam membela kebenaran, memisahkan yang hak an batil dan keberanian dalam berperang melawan hawa nafsu dan berjihad di jalan Allah. Adapun implementasi dari akhlak mujahadah dan syaja’ah dalam diri adalah anak memiliki kesungguhan (tekat) yang kuat dalam menuntut ilmu maupun melaksanakan ibadah-ibadah dan menjauhi larangannya, memiliki keberanian dalam mengungkapkan keberanian dan berpendapat di depan umum, dan berani dalam melawan kemungkaran yang terjadi di sekitarnya. Sehingga orang yang memiliki akhlak mujahadah dan syaja’ah juga memiliki optimis yang tinggi, sabar, bertanggung jawab, pantang menyerah, tawakal dan ikhlas.
Comparative Study of Hamka and Quraish Shihab's Interpretation: Application of Gadamer's Hermeneutics in Qs. Al-Maidah [5]: 51 Luthfi, I'syatul; Raisa Zuhra Salsabila Awaluddin; Safri Nurjannah; Moh. Isbat Alfan Ghoffari
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.3584

Abstract

Hamka and Quraish Shihab have a different understanding of the interpretation of QS. al-Maidah [51]. Hamka interprets this verse as an absolute prohibition of making non-Muslims as leaders. While Quraish Shihab interprets this verse not as an absolute prohibition, so that Quraish Shihab argues may make non-Muslims as leaders with certain conditions. This article will analyze the factors causing the differences in their interpretations with Gadamer's hermeneutic approach. Gadamer's hermeneutics is chosen because for Gadamer the result of understanding or interpretation is strongly influenced by the author's pre-understanding and context. In analyzing an interpretation, Gadamer considers four things, namely Consciousness Influenced by History, Pre-understanding, Hermeneutic Circle and assimilation and Application. After analyzing the interpretations of Hamka and Quraish Shihab using Gadamer's Hermeneutics theory, it can be concluded that the differences in their interpretations are influenced by the context of their lives and different educational backgrounds. Hamka lived when political relations in Indonesia between Muslims and non-Muslims were tense. Meanwhile, Quraish Shihab lived when politics in Indonesia was no longer heated and the lives of Muslims and non-Muslims in Indonesia were harmonious. Analysis of interpretation by considering the author's horizon encourages the creation of objectivity in assessing a work of interpretation. Hamka dan Quraish Shihab memiliki pemahaman yang berbeda mengenai penafsiran QS. al-Maidah [51]. Hamka menafsirkan ayat ini sebagai larangan mutlak menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin. Sedangkan Quraish Shihab menafsirkan ayat ini bukan sebagai larangan mutlak, sehingga Quraish Shihab berpendapat boleh menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin dengan syarat tertentu. Artikel ini akan menganalisis faktor-faktor penyebab perbedaan penafsiran mereka dengan pendekatan hermeneutika Gadamer. Hermeneutika Gadamer dipilih karena bagi Gadamer hasil pemahaman atau  interpretasi sangat di pengaruhi oleh pra-pemahaman dan konteks pengarang. Dalam menganalisis sebuah interpretasi, Gadamer mempetimbangkan empat hal, yaitu Consciousness Influenced by History, Pre-understanding, Hermeneutic Circle and assimilation and Application. Setelah menganalisis penafsiran Hamka dan Quraish Shihab menggunakan teori Hermeneutika Gadamer dapati disimpulkan bahwa perbedaan penafsiran mereka dipengaruhi oleh  konteks kehidupn dan backroug pendidikan yang berbeda. Hamka hidup saat hubungan politik di Indonesia antar Muslim dan non-Muslim tengah tegang. Sedangkan Quraish Shihab hidup di saat politik di Indonesia tidak lagi memanas dan kehidupan muslin dan non-muslim di Indonesia sudah harmonis. Analisis penafsiran dengan mempertimbangkan horizon pengarang mendorong terciptanya objektif dalam menilai sebuah karya tafsir.
Declining Muslim Religious Levels in the Middle East and North Africa Region Tasya Rachmadila Ramadhani; Anshori, Isa
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.3745

Abstract

At present it seems that the religiousness of Muslims is decreasing more and more. This can be seen from the increasing number of Muslims with liberal views and also by the increasing number of atheism, especially in the Middle East and North Africa. The causes and how the decline in the quality of reverberation, especially in areas where the majority are Muslim, will be discussed in this article. This research will use the literature study method by looking for various sources of available statistical data and surveys. Even though the countries in the region are Islamic countries, the research results show that even though the number of Muslim populations is increasing every year, the religiousness of the people in the region has decreased dramatically, especially after the end of the Arab Spring in 2011. Di masa sekarang tampaknya kereligiusan umat muslim semakin lama semakin menurun. Hal ini dapat terlihat dari semakin banyaknya umat muslim yang berpandangan liberal dan juga dengan meningkatnya jumlah ateisme khususnya di kawasan timur tengah dan afrika utara. Penyebab dan bagaimana turunnya kualitas bergama khususnya di kawasan yang mayoritas beragama islam tersebut akan menjadi pembahasan dalam artikel ini. Penelitian ini akan menggunakan metode studi literatur dengan mencari berbagai sumber data statistik dan survei yang telah tersedia. Walaupun negara-negara di kawasan tersebut adalah negara islam, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlah populasi umat muslim setiap tahunnya semakin bertambah banyak, tetapi kereligiusan masyarakat di kawasan tersebut semakin menurun secara dramatis terutama setelah berakhirnya arab spring pada tahun 2011.
A New Approach to Counseling Relations in Islamic Boarding Schools Based on the Ta'limul Muta'alim Book: An Emansipatory Hermeneutical Study Fitriyah, Fifi Khoirul; Chuma, Mohamed; Sodikin, Mokhamad; Muhammad Afwan Romdloni; Asma’ul Lutfauziah
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.3634

Abstract

Living in an Islamic boarding school has its challenges, especially for students. Various studies on indigenous counseling, but no one has examined the culture of Islamic boarding schools. This study aimed to analyze and create the construct of counseling relationships in Islamic boarding schools to support a part of the indigenous counseling construction in the Islamic field. The research method used was a hermeneutic study using an emancipatory approach. Data analysis used the stages compiled by Paul Ricoeur. The primary data was a book of Ta'limul Muta'alim by Az-Zarnuji. The study results found elements of counseling relationships between counselors and students in Islamic boarding schools. It is not only counselors who have to manage attitudes in counseling relationships but also students. This finding was different from the previous concept of counseling relationships through a humanistic approach that the counselor must accept students unconditionally. On the other hand, empathy is an essential key in counseling relationships, so it aligns with the concept of humanistic counseling. The contribution of this research is to provide new insights into the form of counseling relationships in indigenous counseling at Islamic boarding schools. This finding is a series of constructions to create an indigenous counseling model and determine the counselor criteria in Islamic boarding schools. The structure is beneficial for counseling practice in Indonesia through the counselor’s role in Islamic boarding schools. Tinggal di pondok pesantren memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi para santri. Berbagai kajian tentang konseling indigenous, namun belum ada yang meneliti tentang budaya pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuat konstruk hubungan konseling di pondok pesantren untuk mendukung bagian dari konstruksi konseling indigenous di bidang keislaman. Metode penelitian yang digunakan adalah studi hermeneutik dengan pendekatan emansipatoris. Analisis data menggunakan tahapan yang disusun oleh Paul Ricoeur. Data primer berupa kitab Ta'limul Muta'alim karya Az-Zarnuji. Hasil penelitian menemukan unsur-unsur hubungan konseling antara konselor dan santri di pondok pesantren. Bukan hanya konselor yang harus mengelola sikap dalam hubungan konseling tetapi juga santri. Temuan ini berbeda dengan konsep sebelumnya tentang hubungan konseling melalui pendekatan humanistik bahwa konselor harus menerima santri tanpa syarat. Di sisi lain, empati merupakan kunci penting dalam hubungan konseling, sehingga sejalan dengan konsep konseling humanistik. Kontribusi penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan baru tentang bentuk hubungan konseling dalam konseling adat di pondok pesantren. Temuan ini merupakan rangkaian konstruksi untuk membuat model konseling indigenous dan menentukan kriteria konselor di pesantren. Struktur tersebut bermanfaat bagi praktik konseling di Indonesia melalui peran konselor di pesantren.

Page 1 of 1 | Total Record : 8