cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarief.rieffa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ari.setiawan@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 23383372     EISSN : 26559269     DOI : -
Core Subject : Education,
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan publishes high-quality manuscripts of evaluation, assessment, and measurement in varied instructional settings, including economics, mathematics, physics, vocation, engineering, and linguistics with their own particular phenomena, and significant studies that address issues of current education concern. The journal seeks high-quality research on how evaluation, measurement, and assessment can improve educational outcomes; research on how different disciplines can inform theoretical, practical, and political perspectives at the local, provincial, regional and international levels, with an effect on elementary, secondary and tertiary education stages.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2017)" : 17 Documents clear
Pengembangan instrumen tes diagnostik mata pelajaran fisika Diyah Ayu Triumiana; FX Sudarsono
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2056.999 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i2.3374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menghasilkan instrumen uji diagnostik untuk mengetahui kesalahpahaman siswa mengenai materi suhu dan panas kelas XI bahkan semester di SMA Negeri 2 Bantul. Desain penelitiannya adalah penelitian dan pengembangan, menentukan dan pengembangan instrumen uji diagnostik konsep fisika siswa SMA tentang suhu dan panas. Ada dua tahap dalam penelitian. Tahap pertama, secara teoritis, adalah uji validitas konten dengan penilaian ahli di mana para ahli meninjau dan memberikan masukan untuk perbaikan instrumen, dalam hal ini konsultan dan fisikawan. Setelah itu, alat uji coba dilakukan. Tahap kedua adalah uji reliabilitas instrumen. Hasil penelitian ini adalah pemenuhan instrumen uji diagnostik untuk siswa SMA Negeri 2 Bantul. Hasil yang diperoleh dari uji diagnostik suhu dan bahan panas yang diperoleh dapat diterima dengan sedikit revisi. Hasil uji reliabilitas dengan rumus KR-20 diperoleh nilai alpha 0,760 dengan kriteria reliabilitas tinggi. Pada penelitian ini nilai nilai kesulitan butir diperoleh nilai p 0,270 sampai 0,620. Indeks kekuatan berbeda dari 0,243 menjadi 0,578. Dilihat dari distribusi jawaban yaitu persentase pengambil tes yang menanggapi jawaban alternatif, semua pengamat tampaknya telah berfungsi kecuali item nomor satu. Konsep yang membuat kesalahpahaman dalam suhu dan bahan panas meliputi: (a) Mengamati kesalahan pemahaman konsep pada definisi Sub-material panas (b) konsep tipe pemanasan, panas laten dan kapasitas kalor (c) konsep tipe panas, panas laten dan kapasitas, panas laten dan kapasitas panas (d) konsep perubahan bentuk.Development of diagnostic test instrument of physics subject AbstractThe study is aimed at arranging and producing diagnostic test instrument to reveal students misconception in the material of temperature and heat of Class XI even semester at SMA Negeri 2 Bantul. The research design was research and development, examining and developing diagnostic test instruments of high school students physics concepts on temperature and heat. There are two stage in the research. The first stage, theoretically, was content validity test by expert judgment in which the experts reviewed and provided input for the instrument improvement, in this case the consultants and physicists. Afterwards, the instrument trial was conducted. The second stage was the instrument reliability test.The result of this research was the accomplishment of diagnostic test instrument for students of SMA Negeri 2 Bantul. The results gained of diagnostic tests of temperature and heat materials obtained can be received with little revision. Reliability test results with the formula KR-20 obtained alpha value 0.760 with high reliability criteria. In this study the value of grain difficulty value obtained p value of 0.270 to 0.620. The power index differs from 0.243 to 0.578. Judging from the answer distribution that is the percentage of test takers responding to alternative answers, all the observers appear to have functioned except item number one. Concepts that create misconceptions in temperature and heat materials include: (a) Observation the error of understanding concepts on Sub-Material definition of heat (b) concept of heating type, latent heat and caloric capacity (c) the concept of heat type, heat latent and capacity, latent heat and heat capacity (d) the concept of form changing
Upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran jigsaw pada siswa kelas IXB SMP N 9 Yogyakarta Sumarsih Sumarsih; Pardimin Pardimin
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2044.131 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i2.3379

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) mengetahui peningkatan proses belajar sains dengan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan prestasi dalam mata pelajaran sains kelas IXB SMP Negeri 9 yogyakarta (2) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari Model pembelajaran jigsaw dalam meningkatkan motivasi dan (3) mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran jigsaw dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar kelas sains IXB SMP N 9 Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Yogyakarta pada tahun akademik 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class action research / PTK) yang dilakukan dalam dua siklus melalui empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data yang terkumpul diperoleh dari instrumen motivasi belajar, prestasi belajar dan data pengamatan di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sains. Peningkatan motivasi belajar siswa terhadap IPA terlihat dari kenaikan skor, dari 96% siklus I menjadi 100% siklus II, sehingga peningkatan 80% terpenuhi. Peningkatan prestasi belajar dilihat dari hasil pre cycle (27%) sampai post test I (77%). Untuk post test II (82%), peningkatan prestasi belajar juga terlihat dari peningkatan hasil belajar siklus I, 26 siswa menyelesaikan KKM (77%) sampai 28 siswa menyelesaikan KKM (82%).
Pengembangan instrumen pengukuran Nilai tanggung jawab siswa SMK Akhmad Taufik Nurhidayat
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2049.647 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i2.3369

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) dapat menghasilkan instrumen pengukuran nilai tanggung jawab siswa di SMK Negeri 1 Ambal, (2) dapat mengetahui proses pengembangan instrumen pengukuran nilai tanggung jawab siswa di SMK Negeri 1 Ambal, dan (3) dapat mengetahui sejauhmana kecenderungan tanggung jawab siswa SMK Negeri 1 Ambal. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan instrumen non-tes dengan metode research and development berdasar model Borg and Gall yang dimodifikasi. Instrumen ini diujicobakan pada 302 siswa SMK Negeri 1 Ambal terdiri atas 64 pernyataan yang dikelompokkan dalam 32 butir pernyataan valensi dan 32 butir pernyataan faktual. Dari hasil penelitian dihasilkan instrumen pengukuran nilai tanggung jawab siswa di SMK N 1 Ambal berupa 27 butir pernyataan valensi dan 26 butir pernyataan faktual. Dari 8 indikator terbentuk 7 indikator dengan validitas konstrak yang dihasilkan pada butir valensi berupa KMO sebesar 0,792 dan reliabilitas internal alpha 0,816. Pada butir pernyataan faktual dihasilkan KMO 0,770 dan koefisien reliabilitas alpha 0,804. Menggunakan metode konfirmatori dengan Maximum Likelihood dihasilkan kesesuaian goodness of fit test yang signifikan. Kecenderungan nilai tanggung jawab siswa di SMK Negeri 1 Ambal dengan 94,02% siswa memiliki nilai tanggung jawab yang tinggi dan 5,98% siswa memiliki tanggung jawab yang sedang. Sementara tidak ada siswa yang memiliki tanggung jawab yang rendah. The development of an instrument to measure on student responsibilities value  Abstract  The aims of this study are (1) produce instrument of responsibility value at Vocational State High Shool 1 of Ambal, (2) knew process to develop instrument of responsibility value at Vocational State High Shool 1 of Ambal, and (3) knew how responsible of student at Vocational State High Shool 1 of Ambal.This research is research instrument development non-test with the research and development based on the Borg & Gall development model. This instrument tried out to 302 Vocational High School Student 1 of Ambal consists of 64 statement that grouped in 32 statement a valence of grains and 32 grains of factual statement.From the result of trial test then conducted responsibilities value at SMK N 1 Ambal which have 27 items of valensi declaration and 26 items of factual declaration. From 8 indicator, successfully extracted into 7 indicator which conducted validity of valence statement has KMO at 0,792 and internal reliability alpha 0,816. From factual items conducted KMO at 0,770 and internal reliability alpha 0,804. Used confirmatory method successfully shown Maximum Likelihood produced high goodness of fit test that has significant result. The classifications of responsibility value of students at SMK Negeri 1 Ambal with the result 94,02% of learners have high responsibility and 5,98% learners had medium responsibility. While there are no learners who have a low responsibility.
Pengembangan instrumen pengukuran kreativitas menulis cerita fantasi siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Kalasan Yuliana Dwi Astuti; Samsi Haryanto
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.146 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i2.3385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kreativitas menulis cerita fantasi siswa SMP Negeri 2 Kalasan, (2) mengembangkan instrumen pengukuran kreativitas menulis cerita fantasi siswa SMP Negeri 2 Kalasan, dan (3) mengetahui hasil pengukuran tingkat kreativitas menulis cerita fantasi siswa SMP Negeri 2 Kalasan. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Kalasan, Sleman, Yogyakarta, tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Sebagai langkah awal, draft model instrumen disusun berdasarkan teori dan data empirik lapangan dengan 6 indikator yang divalidasi oleh expert judment. Uji coba terbatas dilakukan pada 16 siswa kelas 7A menggunakan angket dengan jumlah 48 butir pernyataan. Setelah direvisi kemudian diujicoba agak luas kepada 32 siswa kelas 7B. Analisis validitas butir menggunakan rumus product moment diperoleh sebanyak 40 butir valid. Koefisien reliabilitas instrumen valensi sebesar 0,848, koefisien reliabilitas instrumen faktual sebesar 0,887 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua instrumen dinyatakan reliabel. Selanjutnya dilakukan uji coba empirik lebih luas kepada 158 siswa. Hasil uji coba empirik ini berupa validitas konstruk. Validitas konstruk dilakukan dengan analisis faktor. Uji validitas konstruk menghasilkan instrumen valensi yang valid 17 butir dengan nilai KMO 0,759, dan nilai reliabilitas 0,795, butir instrumen faktual yang valid 19 butir, dengan nilai KMO 0,785, dan nilai reliabilitas 0,813, nilai reliabilitas total 0,874.dan membentuk 6 faktor dan diberi nama baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas menulis cerita fantasi siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Kalasan, diperoleh skor rerata sebesar 112,28. Nilai rata-rata kreativitas menulis cerita fantasi siswa putri lebih tinggi yaitu mencapai 115,46, dibandingkan siswa laki-laki yang mencapai nilai 112,88.This study aims to: (1) evaluate the creativity of writing fantasy story of SMP Negeri 2 Kalasan, (2) develop the measurement instrument of creativity to write fantasy story of SMP Negeri 2 Kalasan students, and (3) to know the result of the level of creativity to write fantasy story of SMP Negeri 2 Kalasan. The research was conducted at SMP Negeri 2 Kalasan, Sleman, Yogyakarta, academic year 2016/2017. This type of research is Research and Development (R & D). As a first step, the draft instrument model is based on theory and empirical field data with 6 indicators validated by expert judment. A limited trial was conducted on 16 students of grade 7A using a questionnaire with a total of 48 items of statement. After being revised and then tested rather broadly to 32 students of grade 7B. Analysis of the validity of the grains using product moment formula obtained as many as 40 items valid. Valent instrument reliability coefficient of 0.848, the reliability coefficient of factual instrument of 0.887 so it can be concluded that both instruments are declared reliable. Furthermore, empirical test more widely to 158 students. The results of this empirical test in the form of construct validity. The validity of the constructs is done by factor analysis. The validity test of the construct produces a valid valence instrument of 17 items with a KMO value of 0.759, and a reliability value of 0.795, valid factual item 19 grains, with a KMO value of 0.785, and a reliability value of 0.813, a total reliability value of 0.874.dan forming 6 factors and is named new. The results showed that the creativity of writing the fantasy story of seventh grade students of SMP Negeri 2 Kalasan, obtained an average score of 112.28. The average value of creativity writing fantasy story of female students is higher that reach 115,46, compared to male student which reach value 112,88.
Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program kelas inklusi bakat istimewa (BI) seni tari Hastari Murti; Samsi Haryanto
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2157.005 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i2.3375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan program inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dengan beberapa tahapan meliputi pengumpulan data, reduksi data, tampilan data, dan gambar kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber. Kesimpulan masing-masing dimensi dapat dinyatakan sebagai berikut: (1) Evaluasi konteks menunjukkan bahwa program didasarkan pada kebijakan yang kuat dengan formulasi tujuan yang jelas yang sesuai dengan kebutuhan siswa. (2) Evaluasi masukan menunjukkan bahwa perekrutan peserta dilakukan oleh instruktur tari, yang memiliki kualifikasi gelar dalam bidang seni atau pendidikan seni, dengan kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan pribadi. Namun, program tersebut masih kekurangan infrastruktur infrastruktur dan tidak ada kebutuhan keuangan rutin yang dianggarkan dari pemerintah, sehingga program ini tidak maksimal dilaksanakan. (3) Evaluasi terhadap proses menunjukkan bahwa program ini telah digunakan sebagai kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa, dengan koordinator sebagai manajer dan pelaksana juga. Staf sekolah tentang kurikulum juga membantu dalam pelaksanaan program. Proses pembelajaran dilakukan mengikuti rancangan yang direncanakan pada materi, metode dan media pembelajaran. (4) Evaluasi produk menunjukkan prestasi akademik peserta yang baik, yang semuanya kelas IX, lulus ujian nasional dan melanjutkan studi ke sekolah umum atau sekolah menengah kejuruan. Prestasi di bidang non akademik sangat baik dari prestasi seni tari di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.AbstractThis study aimed at evaluating the success of the implementation of the program of inclusion. This study was an evaluation research using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model from Stufflebeam with qualitative approach. Data were collected by means of in-depth interview, observation, and documentation. The data were analyzed using qualitative descriptive technique with some stages including data collection, data reduction, display data, and conclusion drawing. Data validation was carried out by triangulation of the sources. The conclusion on each dimension can be stated as follows: (1)  Evaluation on context shows the program is based on a strong policy with a clear goal formulation that is relevant to students’ needs. (2) Evaluation on input shows that recruitment for participants was carried out by the dance instructors, who have the qualification of the degree in arts or art education, with pedagogical, professional, social, and personal competencies. However, the program still lacks infrastructure infrastructure and no routine financial need budgeted from the government, causing this program not maximally implemented. (3) Evaluation on process shows that this program has been used as a curriculum suitable to the students’ needs, with a coordinator as manager and executor as well. The school staff on curriculum also helped in the implementation program. The learning process was performed following the planned design on the materials, methods and learning media. (4) Evaluation on product shows a good academic achievement of the participants, all of whom were in grade IX, passed the national exam and continued their study to general or vocational high schools. The achievement in the non-academic field is very good from their achievements in dance art in district, provincial and national levels.
Peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran kimia melalui penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) di SMA Negeri 1 Bantul tahun pelajaran 2016/2017 Sumiati Sumiati; Samsi Haryanto
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2037.354 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i2.3380

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia belajar kimia dengan penerapan model Problem based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA-8 SMA N 1 Bantul semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah 34 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, jurnal harian, angket peserta didik, wawancara , dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan motivasi dan hasil belajar konsep kesetimbangan kimia melalui model pembelajaran PBL (Problem BasedLearning) yaitu 77.70 pada siklusI, dan 86.90 pada siklus II. Ketuntasan belajar siklus II mencapai 94.11% telah memenuhi kriteria belajar tuntas dengan nilai lebih atau sama dengan 75 lebih dari 85%. Kesimpulan, penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik dan guru dapat mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas.AbstractThe purpose of this study is to improve the motivation and learning outcomes of learners on chemistry learning chemistry with the application of Problem Based Learning model. This research is a classroom action research with subjects class XI IPA 8 students at SMA N 1 Bantul in the first semester of academic year 2016/2017 with the amount of students 34 peoples that consists of 14 boys and 20 girls. The data collection is done by using observation sheets daily journal, student questionnaire, interviews, documentation and testing. Descriptive data were analyzed qualitatively through several stages of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research Increase The Result of Student’s Learning Equilibrium Chemical Concept Via PBL’s Learning Model (Problem Based learning) the average of the student study result in the first cycle is 77,70, the second is 86,90. The second cycle showed 94.11% met the criteria studied thoroughly with the value of more than or equal to 75 of more than 85%. In conclusion , the use of model Problem Based Learning can improve motivation and learning achievements of learners and teachers can develop and implement the model of learning in the classroom.
Implementasi model pendekatan tutor sebaya sebagai upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar teknologi informasi dan komunikasi (tik) pada siswa kelas VIII Ari Wardhani; Samsi Haryanto
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2049.018 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i2.3370

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Implementasi model peer tutor untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar pada pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), (2) Kelebihan dan kekurangan Model Peer Tutor untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar pelajaran TIK, (3) Efektivitas Model Peer Tutor untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar pelajaran TIK pada semester kedua tahun 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model Peer Tutor, yang ada tahapan dalam setiap langkahnya. Keempat tahap tersebut adalah perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes writting, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa telah mencapai kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Berdasarkan kuesioner yang diharapkan motivasi siswa pada akhir siklus ke 2, meningkat dibandingkan dengan siklus I. Ada 70,6% siswa mendapat kriteria “Very High”. Sementara untuk aspek pencapaian siswa rata-rata skor rata-rata 86 pada akhir siklus ke 2 dan ada 94,1% siswa mencapai Kriteria Kelengkapan Minimum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah proses pembelajaran TIK dengan menerapkan Model Peer Tutor telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, dan prestasi belajar di kelas VIII E SMP Negeri 9 Yogyakarta. Implementation of Peer Tutor Model as Efforts to Improve Motivation and Learning Achievement of Information and Communication Technology (ICT) in Class VIII of Yunior Hight School 9 YogyakartaAbstractThe purpose of this research is to describe (1) The implementation of peer tutor model to improv motivation and learning achievement at Information and Communication Technology (ICT) lesson, (2) The advantages and disadvantages Of Peer Tutor Model to improv motivation and learning achievement of ICT lesson, (3) The effectiveness of Peer Tutor Model to improv motivation and learning achievement of ICT lesson at the second semester of 2016/2017. This study is a Classroom Action Research which the aim was to improve the learning process quality. This study used Peer Tutor model, that there were for stages in every step. The four stage were planning, implementation, observation, and reflection. The data were collected throught observation, writting tests, interviews, questionnaires, and documentation. The results of the study showed the student motivation had achieved the criteria that had been determined by the researcher. Based on the questionnaires that student motivation acpect at the end of 2nd cycle, increased comparing to 1st cycle. There were 70,6% students got “Very High” criterion. Meanwhile, for the student achievement aspect the scorem average was 86 at the end of 2ndCycle and there were 94,1% students reached the Minimum Completeness Criteria. Conclusion of this research was the ICT learning process by implementing Peer Tutor Model had been proved be able to improve learning motivation, learning achievement in class VIII E SMP Negeri 9 Yogyakarta.

Page 2 of 2 | Total Record : 17