cover
Contact Name
inggar prayoga
Contact Email
inggar.prayoga@email.unikom.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipsi@email.unikom.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
ISSN : 20861109     EISSN : 25811541     DOI : -
JIPSi: Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi is an academic journal published two times annually (December and June) by Faculty of Social and Political Studies (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Komputer Indonesia. This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on Political and Communications studies.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2015)" : 10 Documents clear
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DALAM PENYUSUNAN RENCANA UMUM PENANAMAN MODAL: SUATU ANALISIS FORMULASI KEBIJAKAN Sudrajat, Tatang
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.222

Abstract

Penanaman modal merupakan salah satu faktor penting dalam perekonomian daerah. Keberadaan rencana penanaman modal berjangka panjang sangat penting sebagai pedoman pelaksanaannya. Hal ini terkait dengan banyak aspek penanaman modal, diantaranya identifikasi masalah yang dirasakan publik, visi, misi, sasaran, strategi dan kebijakan. Pemerintah kabupaten/kota berperan penting dalam menetapkan rencana umum penanaman modal (RUPM) yang mengacu kepada kebijakan yang telah digariskan di tingkat nasional dan provinsi. Dari perspektif kebijakan publik, langkah yang ditempuh pemerintah kabupaten/kota ini merupakan tahap formulasi kebijakan
MENDONGKRAK KEBERHASILAN PROGRAM TELEVISI DI INDONESIA MELALUI AKUN PADA SITUS JEJARING SOSIAL TWITTER Wulandari, Tine Agustin
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.223

Abstract

Ketika orang mulai bertanya-tanya tentang keakuratan hasil survei rating program televisi, para produser harus menemukan cara baru yang dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan program televisi. Sebuah alat penting untuk mendapatkan data penonton yang lebih baik dan membantu mengidentifikasi perbedaan antara orang yang hanya melihat sebuah program televisi, dan mereka yang terlibat dengan program televise tersebut. Sebagai jaringan informasi yang menghubungkan orang dengan cerita, ide, pendapat, dan berita terbaru bahwa orang-orang peduli, situs jejaring sosial Twitter ternyata dapat digunakan untuk memperoleh gambaranyang lebih akurat mengenai penonton televisi.
MEMETAKAN NARASI ISLAMISME DI MEDAN, SUMATERA UTARA: INVESTIGASI TERHADAP POLA PENYEBARAN DAN PENERIMAAN TERHADAP RADIKALISME Idris, Faisal Nurdin
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.224

Abstract

Dalam studi ini, saya menginvestigasi tiga hal yaitu konstruksi narasi Islamisme, pola penyebaran narasi, dan pola penerimaan narasi di wilayah Medan Sumatera Utara. Dengan memadukan teknik wawancara mendalam dan studi pustaka, saya menemukan bahwa konstruksi narasi Islamisme mencakup kebencian terhadap Yahudi dan Nasrani, penolakan terhadap Ahmadiyah dan aliran sesat dan ketidaksukaan terhadap Islam liberal dan Syiah. Selanjutnya narasi radikalisme memperlihatkan narasi oposisi binari bahwa Islam tidak sesuai dengan demokrasi, penerapan syariah Islam dan negara Islam versus sistem yang berlaku saat ini di Indonesia. Narasi ekstremisme diwujudkan dengan penggunaan kekerasan. Secara umum, narasi terorisme tidak terlalu mendapatkan tempat pada masyarakat Medan. Pola penyebaran narasi meliputi media electronik and cetak, hubungan interpersonal, dan pengajian dan halaqah. Adapun pola penerimaan narasi berupa kesadaran tentang kekacauan dunia dan sistem yang berlaku di masyarakat, perbedaan identitas yang berlandaskan sentimen agama, dan frustasi terhadap lambannya perubahan.
TERPAAN IKLAN MENDORONG GAYA HIDUP KONSUMTIF MASYARAKAT URBAN Solihin, Olih
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.225

Abstract

Semakin leluasanya golongan produsen dalam mengiklankan produk mereka, semakin besar kesempatan mempersuasi calon konsumen untuk membeli setiap produknya. Kesempatan iklan yang begitu besar tersebut karena didukung dengan semakin banyak media massa baik yang konnvesional maupun jenis media baru. Masyarakat urban atau perkotaan merupakan tujuan utama dari golongan pengiklan ini, sebab akses mereka terhadap media massa jauh lebih besar. Akibat terpaan iklan yang begitu gencar dan sporadis tersebut maka konsekuensinya, terjadilah pergeseran gaya hidup di kalangan masyarakat urban, menjadi konsumtif. Selain memenuhi kebutuhan hidup, mereka juga berusaha untuk memenuhi setiap keinginan hidupnya.
STRATEGI KOMUNIKASI PEREMPUAN SEKS KOMERSIAL MELALUI TAKSI GELAP DIKOTA PADANG Roem, Elva Ronaning
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.226

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian yang dilakukan diKota Padang, Provinsi Sumatera Barat dengan meneliti perempuan pekerja seks komersial yang bekerja menggunakan jasa taksi dalam melakukan pekerjaan prostitusi. Dengan mengambil informan perempuan pekerja seks komersial secara snowbal sampling, hasil penelitian menyebutkan, bahwa pekerja seks komersial memakai taksi gelap serta jasa sopir taksi memiliki dua tujuan utama.Pertama, sebagai bentuk strategi komunikasi dalam mempromosikan diri pada pelanggan hidung belang dan transportasi mereka yang efisien dalam hal waktu dan jarak. Kedua adalah aman dari razia aparat berwenang maupun dari preman.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA DOSEN UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA (UNIKOM) Fidowaty, Tatik; Kurniati, Poni Sukaesih
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.227

Abstract

Budaya organisasi yang baik dapat menjadi instrumen keunggulan kompetitif yang utama jika budaya organisasi mampu mendukung strategi organisasi dan mampu menjawab atau mengatasi tantangan lingkungan dengan cepat dan tepat. Budaya organisasi dapat berfungsi sebagai sistem perekat dan acuan prilaku untuk mencapai tujuan organisasi. Sebaliknya budaya organisasi yang buruk akan menghambat jalannya organisasi. Dalam pelaksanaannya masih ada dosen yang menggunakan pola-pola pembelajaran konvensional, memberikan latihan tanpa ada proses belajar mengajar, belum optimal dalam membimbing skripsi, mengajar tidak sesuai dengan silabus. Selain itu masih ada dosen yang mengajar tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, hanya sebagian dosen yang melakukan penelitian, bagi dosen yang aktif dan produktif maka dalam satu tahun bisa melakukan beberapa penelitian tapi bagi yang tidak aktif, dalam satu tahun tidak melakukan penelitian sama sekali. Begitupun juga dengan pengabdian pada masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat masih berkisar mengawas UN, mengawas SNMPTN, dan sejenisnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Teknik penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, observasi non partisipan, studi pustaka, wawancara dan dokumentasi. Kuesioner disebarkan kepada 62 orang dosen Unikom. Metode analisis data yang digunakan peneliti adalah analisa data kuantitatif dengan skala likert. Untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan menggunakan pearson produk moment sedangkan untuk mengetahui besarnya pengaruh menggunakan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa budaya organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja dosen yaitu sebesar 62,25 % dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar budaya organisasi.
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PROMOSI OLEH PENGELOLA INDUSTRI KREATIF FASHION DI KOTA BANDUNG Gumilar, Gumgum
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Instagram sebagai Sarana Promosi oleh Pengelola Industri Kreatif Fashion di Kota Bandung. Penelitian difokuskan pada Pengelola yang menggunakan instagram sebagai sarana promosi, ada tidaknya personil khusus yang mengelola instagram, frekuensi update informasi di instagram, materi promosi, keunggulan yang dipromosikan, penilaian keberhasilan promosi, kriteria dan tingkat keberhasilan promosi melalui instagram. Metode yang dilakukan adalah Survey dengan teknik analisis deskripstif. Teknik Pengumpulan data antara lain penyebaran angket/questioner, wawancara dan studi pustaka. Populasi penelitian adalah 220 pengelola. Sampel diukur dengan rumus Yamane yang menghasilkan ukuran sampel 69, diproporsikan berdasarkan wilayah dan ditentukan dengan cara random. Hasil penelitian memperlihatkan seluruh responden menggunakan media sosial dan instagram merupakan media sosial yang paling banyak digunakan dan dinilai paling efektif oleh Pengelola Industri Fashion di Kota Bandung. Sebagian besar pengelola atau sekitar 97% menyediakan personil dan dana khusus untuk mengelola instagram.78% pengelola melakukan update informasi di instagram setiap hari dan materi yang paling banyak diinformasikan mengenai daftar produk serta kualitas produk menjadi keunggulan yang dipromosikan di instragram.Sebanyak 61% pengelola selalu melakukan penilaian keberhasilan promosi dengan jumlah Friends/Like/Members sebagai kriteria utama penilaian. Promosi melalui instagram dianggap sudah berhasil oleh sekitar 59% pengelola dan dinilai belum optimal oleh 32 % pengelola Industri Fashion di Kota Bandung.
BUREAUCRATIC POLITICAL AND NEUTRALITY OF BUREAUCRACY IN INDONESIA Daniarsyah, Dida
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.229

Abstract

Seiring dinamika reformasi yang telah bergulir sejak 17 tahun lamanya dan di tengah hiruk pikuk-nya praktek perpolitikan yang mewarnai kuatnya peran legislatif yang terpolarisasi kepada kepentingan pragmatis dan bukan polarisasi ideologis, serta aktor legislator yang terbatasi dengan otoritas yang dimilikinya, tentunya mencari jalan untuk mempertahankan dan mengembangankan kekuatan yaitu dengan menggandeng birokrasi. Karena biroksasi merupakan institusi yang menjadi personifikasi negara dalam melaksanakan kebijakan publik dengan makna lain memiliki aspek politik birokrasi. maka muncul pertanyaan dalam situasi atau era seperti ini, manakah yang lebih dominan politik mempengaruhi kinerja birokrasi atau birokrasi yang mempengaruhi politik dalam membuat kebijakan. Dan dapatkah birokrasi memposisikan dalam netralitas politik. Dominasi politik lebih kuat dan kental kepada birokrasi terutama dalam pembuatan kebijakan penyusunan anggaran belanja negara dan melakukan tekanan-tekanan politik kepada eksekutif terkadang membuat kegaduhan dalam eksekutif. Kendati demikian politik birokrasi dapat memainkan perannya sebagai aktor implementasi kebijakan mampu melakukan bargaining seperti halnya kasus konflik internal partai. Lain hal nya masa rezim orde baru birokrasi sangat kuat karena memiliki eksekutif yang memiliki kewenangan penuh/full dalam UUD 45. Berbeda pada era sekarang kekuasaan Presiden atau eksekutif telah diamandemen melalui perubahan UUD 45.
DIVERSIFIKASI MEDIA MASSA DAN DEMOKRASI DI INDONESIA (Penguatan Peran Media Massa serta Masyarakat dalam Mewujudkan Demokrasi) Solihat, Manap
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.230

Abstract

Demokrasi sebagai bentuk ideologi dimana rakyat sebagai pemilik kekuasaan membutuhkan "jembatan" untuk dapat menyalurkan aspirasinya. Media massa memiliki banyak fungsi, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan demokrasi di suatu negara. Upaya mewujudkan Indonesia yang demokratis, maju, adil, dan kuat, merupakan cita-cita reformasi selama ini. Namun nampaknya memang masih jauh dari realitas. Kondisi transisi hingga sekarang masih terasa, keadaannya masih "serba memprihatinkan". Media massa adalah gigamedium yang setiap saat hadir sebagai ruang public yang menjadi cermin bagi siapapun. Dampaknya demikian besar pada keberlangsungan kehidupan manusia. Perkembangan sosial politik di dalam masyarakat bangsa ini tidak bisa dipisahkan dari bagaimana semuanya direpresentasikan di dalam berbagai media komunikasi, khususnya televisi dan internet. Menurut teori normative komunikasi massa modern, yang layak diimpikan untuk kehidupan media massa di suatu negara yang demokratis, sebagaimana halnya Indonesia di masa mendatang adalah terpenuhinya beberapa keadaan diantaranya : (1). Freedom of publication, yang menjamin adanya kebebasan berpendapat, menyampaikan informasi dan mengetahui kebenaran. (2). Plurality of ownership, hal penting untuk mengurangi bisa kepentingan pemilik media. (3). Diversity of information available to public, yaitu keragaman informasi yang disediakan untuk khalayak. (4). Diversity of expression of opinion. memberikan kesempatan akses yang kurang lebih sama kepada berbagai kelompok sosial, minoritas budaya yang ada pada masyarakat. (5). Extensive reach, sistem media massa mampu menjangkau secara luas berbagai khalayak. (6). Quality of information and culture available to public, informasi dan budaya yang disampaikan pada publik terjamin kualitasnya. (7). Terciptanya komitmen media massa Indonesia untuk mendukung sistem politik demokrasi. (8). menghargai privasi dan hak azasi secara umum. Sistem media alternatif yang demokratis dibangun atas landasan lima sektor jenis media, yakni dengan inti sektor media pelayanan publik (public service media), sektor civic media, sektor media swasta yang komersial, sektor media pemasaran sosial, dan media alternatif (cyber media). Jenis sektor media yang kedua adalah civic media, atau media warga. Media jenis ini merupakan media yang mendukung keberadaan organisasi yang ada pada alam demokrasi. Seperti media milik Ormas, LSM, kelompok kepentingan, hingga partai politik. Jenis sektor media yang keempat adalah media pemasaran sosial (social market sector). Jenis sektor media berikutnya adalah media dalam sektor perusahaan swasta. Kemudian sektor media yang terakhir, adalah media alternatif yakni cybermedia. Media jenis ini merupakan media yang menggunakan teknologi internet, ataupun teknologi digital untuk operasionalnya. Keberadaan cybermedia menjadi suatu realitas yang nyata walaupun pada kenyataannya berada pada ruang maya tetapi pengaruhnya kini tak terbantahkan lagi, orang sudah banyak memanfaatkan media ini, dan hal ini kedepan akan semakin kuat kedudukanya.
PERILAKU PEMILIH GOLPUT DALAM PEMILIHAN GUBERNUR (PILGUB) JAWA BARAT TAHUN 2008 (Studi Kasus di Kecamatan Coblong Kota Bandung) Rohmawati, Tatik
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.231

Abstract

Penelitian ini mempunyai fokus tentang perilaku pemilih golput dalam pilgub Jawa Barat. Permasalahan yang terjadi di Kecamatan Coblong adalah wilayah perkotaan yang tingkat golputnya cukup signifikan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti berperan sebagai instrumen penelitian. Adapun metode pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok golput yang terjadi di Kecamatan Coblong didominasi oleh para kaum intelektual yang mempunyai pendidikan cukup dan berpikir idealis. Makna golput yang ditemukan di Kecamatan Coblong adalah mereka yang dengan sengaja tidak menggunakan hak pilih dan dapat dilihat dari surat suara yang tidak sah. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemilih golput di Kecamatan Coblong dapat dilihat dari faktor teknis yang berasal dari pemilih, sikap apatis dan kurangnya sosialisasi Pilgub Jawa Barat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu yang menjadi kelompok golput di Kecamatan Coblong adalah para pendatang seperti mahasiswa dan pedagang. Makna golput yang terjadi di Kecamatan Coblong adalah sekelompok orang yang tidak memberikan aspirasi kepada ketiga kandidat. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku pemilih golput di Kecamatan Coblong dalam pilgub Jabar 2008 adalah faktor teknis seperti administratif dan sikap politis serta sosialisasi Pilgub Jawa Barat yang kurang maksimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10