cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014" : 11 Documents clear
MANAJEMEN DAKWAH RASUL SAW DI MEKKAH Hasan Basri
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v7i2.277

Abstract

Abstrak: Dalam Sirah Nabi saw diketahui bahwa tahapandemi tahapan yang ditempuh oleh Nabi saw dalamdakwahnya merupakan metode (thariqah) dakwah yangsangat jelas dalam rangka menegakkan Islam. Metodeitulah yang harus ditempuh sebagai kewajiban dari Allahswt (QS. al-Hasyr [59]: 7). Awal dakwahnya dimulaidengan menyeru manusia secara individu untuk menerimaIslam dan turut berdakwah, setelah itu mereka dihimpununtuk sama-sama melakukan dakwah berkelompok yangterorganisasi dengan baik. Kutlah ini dibentuk, dipimpin,dan dibina langsung oleh Nabi dalam menapaki langkahdemi langkah perjalanan dakwah. Kelompok dakwah(kutlah dakwah) yang solid ini kemudian terjun kemasyarakat menyampaikan Islam secara terbuka yangdiawali dengan penampakan kutlah, melakukan pergulatanpemikiran. Membongkar kerusakan setiap aqidah dansystem-sistem jahiliyah dan menunjukkan keagunganIslam sebagai tatanan hidup yang haq. Hal inilah yangmembuat Quraisy memusuhi Nabi saw dan dakwahnya.Ketika permusuhan semakin memuncak, Nabi sawmelakukan perjuangan politik untuk mendapatkandukungan riil dari pemegang kekuatan di tengah umat.Kelompok dakwah inilah yang kemudian berhasilmembentuk masyarakat Islam yang unik di Madinah.Kata Kunci: dakwah individu, dakwah jamaah,pertarungan pemikiran, perjuangan politik.
INDUSTRIALISASI MEDIA MASSA DAN ETIKA JURNALISTIK Sri Hadijah Arnus; Achmad Sulfikar
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.616 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.282

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi komunikasi daninformasi yang sejalan dengan perubahan media massadari media konvensional yang tujuannya semata-matauntuk menyampaikan informasi kepada khalayak, kiniberalih ke era industrialisasi, dimana media massa selainmenyampaikan informasi, media massa juga memilikikepentingan ekonomi yaitu memperoleh laba yangsebesar-besarnya dari perusahaan media massa tersebut.Industrialisasi media massa dan majunya teknologikomunkasi dan informasi juga mendorong timbulnyakonvergensi media dan konglomerasi media.Industrialisasi media yang ingin mencari keuntungan yangsebesar-besarnya mengakibatkan media massa kadangmenayangkan berita maupun acara yang tidak sesuaidengan kode etik jurnalistik yang merupakan suatukumpulan etika profesi kewartawanan. Tuntutan di masaindustialisasi media massa saat ini mengakibatkan sulitnyabagi penegakan etika jurnalistik, apalagi kode etik yangdibuat oleh beberapa organsasi pers tidak memilikiimplikasi hukum, akhirnya penerapan kode etik secarategas semuanya dikembalikan kepada masing-masingpribadi yang terlibat dalam aktivitas di institusi mediamassa.Kata Kunci: Industrialisasi, media massa, kode etikjurnalistik.
METODOLOGI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH ZUHAILY Muhammad Hasdin Has
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.074 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.278

Abstract

Abstrak: Kitab tafsir al-Munir fi al-"Aqidah wa al-Syari'ah wa al al-Manhaj karya Syekh Wahba Zuhailyadalah sebuah tafsir modern yang menjawab tantanganzaman ini dan menjadi karya rujukan berbagai universitasdi dunia Islam.Corak dan warna penulisan kitab tafsir ini menawarkansebuah sistem penulisan yang sangat sederhana dan polasusunan redaksi kalimat yang mudah dipahami denganmempertahankan konsistensi serta pemaparan masalahyang sistematis dalam lingkup tema pembahasan yangdiurai dengan kemampuan dan kapabilitas pengetahuanpenulis, yang dimulai dengan menuliskan ayat ayatbahasan dengan tema sentral, mengurai ayat dalambentuk klausa dan frase yang dianggap penting pada subjudul I'rab, balagha, mufradat lugawy, menjelaskanasbab al-nuzul ayat (jika ada riwayat hadis sahih yangmendukung), tafsir dan bayan dan fiqh alhayat (konsephidup) atau hukum.Kata Kunci: Tafsir al-Munir
KEPEMIMPINAN WANITA DALAM RUMAH TANGGA (Telaah Hadis) Sulaemang Sulaemang
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.517 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.283

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas kepemimpinan wanitadalam urusan rumah tangga yang bertujuan untukmengetahui bahwa wanita (isteri) adalah pemimpindalam rumah tangganya. Dengan menggunkanpendekatan historis, sosiologis, dan theologies, penulismenyajikan dan menjelaskan hadis-hadis yang terkaitdengan kepemimpinan wanita dalam rumah tangga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinanwanita yang terkait dengan isteri adalah, bahwa isterisebagai pemimpin dalam rumah tangga karena dia dalamrumah tangga yang dapat memenej dengan baik urusanrumah tangga, mendidik anak dengan sebaik-baiknya,dan memberi nasehat kepada suaminya, selaku tanggungjawabnya sebagai pimpinan dalam urusan rumah tangga.Implikasi penelitian ini adalah bahwa semua orangadalah pemimpin yang masing-masing dibebanitanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkannanti dhadapan Allah swt. Hadis yang dikemukakanmerupakan dasar dalam kegiatan urusan rumah tangga,sekaligus menunjukkan bahwa istri adalah sebagaipemimpin dalam rumah tangganya.Kata Kunci: kepemimpinan wanita, rumah tangga.
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK Nurdin Karim
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.936 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.279

Abstract

Abstrak: Akhlak adalah sebuah pilar utama dalamkehidupan masyarakat sepanjang sejarah. Pendidikandalam bidang apapun harus selalu diselaraskan dengantujuan untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia(aklakul karimah).Dalam proses pembentukan akhlak bagi anak-anak,orang tua hendakya selalu membuka kran komunikasiyang sehat bagi anak. Pendidikan yang menyenangkanbagi anak di rumah akan melahirkan komunikasi yangterbuka bagi orang tua dan anak. Anak akan merasaaman, terlindungi, mendapatkan kasih sayang, cinta,penyang, sopan dan santun manakala orang tuamembesarkan anak dalam lingkungan keluarga yangpenuh dengan kelemahlembutan dan kasih sayang.Sekolah merupakan salah satu institusi yangmenindaklanjuti proses komunikasi orang tua dan anakdalam keluarga. Peran sekolah adalah memfaslitasiproses pembentukan awal yang telah terjadi dalamkehidupan keluarga. Salah satu unsur yang banyakterabaikan dalam proses pembentukan akhlak anakadalah pemerolehan dan penanaman nilai-nilai agamabagi anak-anak di rumah. Nilai-nilai agama menjadiinstrumen yang sangat penting diberikan kepada anakanaksejak dini terutama dalam keluarga sehingga anakanakmemiliki pisau analisa iman sebagai benteng diridalam menangkal kezaliman terutama dalam kekerasandan kebrutalan terhadap anak-anak.Kata Kunci: Orang tua, komunikasi, anak, akhlak
TAUHID SEBAGAI ESSENSI AJARAN ISLAM Tomo Parangrangi
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.664 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.284

Abstract

Abstrak: Tauhid adalah essensi ajaran Islam dan misipara Nabi dan Rasul. Nabi Muhammad saw. hanyapenyempurna dan penutup para Nabi dan Rasul, sebagaipelanjut ajaran tauhid. Allah menyebut para Nabi danRasul, sebagai hamba-Nya yang taat dan selamat disisinya. Karena itu, Nabi gigih memberantas segalamacam bentuk kemusyrikan (polytheisme) seperti yangmenyelimuti masyarakat jahiliyah. Apabila seseorangdalam keadaan syirik, maka akan hancur seluruhamalnya. Para filosof juga dalam proses berpikirnya,pada akhirnya kembali kepada teori keesaan, karenasangat sulit diterima oleh akal sehat bahwa segala yangada, hakikatnya berasal dari sesuatu yang berbilang.Karena itu juga, agama Islam menekankan pemurniancara berpikir dengan berangkat dari tauhid, sekaligusmencela perbuatan syirik, takhayul dan khurafat yaituberupa mitologi dan legenda-legenda karena tidak adamanfaatnya dan menyesatkan.Kata kunci: teologi, tauhid.
DAKWAH DAN JIHAD SEBUAH GERAKAN PERDAMAIAN Akhmad Sukardi
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.753 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.275

Abstract

Abstrak: Kegiatan Dakwah lahir bersamaan dengankehadiran Nabi Muhammad saw., ketikamemperkenalkan sistem Islam sebagai agama paripurna.Tujuannya adalah berupaya untuk melaksanakanIslamisasi, atau sosialisasi ajaran Islam, baik untukkalangan internal maupun eksternal. Dari pandangan ini,maka sangat jauh dari nuansa terorisme, yang merupakangerakan pemaksaan terhadap pihak-pihak lain apalagikalau sampai tertuduh sebagai gerakan ISIS.Ajaran Islam yang memegang prinsip-prinsip toleransidan kebebasan beragama adalah merupakan bukti bahwaIslam bukan agama yang otoriter sebagaimana banyakdituduhkan oleh kaum orientalis. Islam adalah agamadakwah yang sering dipersepsikan sama dengan jihad.Dakwah merupakan panggilan suci untuk menyebarkanagama Islam. Untuk tegaknya ajaran Islam diperlukanjihad untuk merealisasikan ajaran Islam dalammasyarakat. Dengan demikian jihad adalah merupakanpendekatan dakwah.Kata Kunci: dakwah, jihad, gerakan perdamaian.
MEMAHAMI AJARAN FANA, BAQA DAN ITTIHAD DALAM TASAWUF Rahmawati Rahmawati
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.043 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.280

Abstract

Abstrak: Tulisan ini akan membahas sekelumit tentangkonsep fana dan baqa, dari segi pengertian, tujuan dankedudukannya. Juga dibahas sejarah berkembangnya dantokoh yang mengembangkannya, serta rujukannya dalamal-Qur’an dan al-sunnah.Pemahaman terhadap fana dan baqa merupakan dasaruntuk memahami hakikat diri dan hakikat ketuhanan.Paham ajaran ini merupakan peningkatan dari pahammakrifat dan mahabbah. Paham ini mulai dikembangkanoleh Abu Yazid Al Bustami pada abad III Hijriyah yangdipandang sebagai cikal bakal timbulnya ajaran kesatuanwujud atau ittihad.Kata Kunci: Fana, baqa, ittihad
GLOBALISASI KOMUNIKASI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Zulkifli Musthan
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.642 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.285

Abstract

Abstrak: Globalisasi pada hakikatnya adalah proses darigagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untukdiikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatutitik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersamabagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.Globalisasi pendidikan khususnya di Indonesia ditandaioleh ambivalensi yaitu berada pada kebingungan, karenaingin mengejar ketertinggalan untuk menyamai kualitaspendidikan internasional. Kenyataannya Indonesia belumsiap untuk mencapai kualitas tersebut. Padahal kalau tidakikut arus globalisasi ini, Indonesia akan semakintertinggal.Globalisasi pendidikan membawa dampak adanyakesenjangan sosial di dalam dunia pendidikan, karenahanya orang-orang yang mempunyai modal lebih besarsaja yang dapat menikmati kualitas pendidikan denganstandar internasional.Merosotnya kualitas pendidikan tak bisa dipisahkan darikebijakan negara pada sector pendidikan. Menyamakanlembaga pendidikan dengan lembaga keuangan jelasmerupakan keputusan yang keliru. Karena itu, perluadanya perombakan pada kebijakan yang menyangkutmasalah pendidikan dengan menelurkan kebijakankebijakanyang berpihak pada kaum miskin.Komersialisasi pendidikan mutlak harus dihentikan karenahanya memunculkan sekelompok orang yangmenggunakan pendidikan sebagai alat untuk mendapatkankeuntungan.Kata Kunci: Globalisasi komunikasi, pendidikan.
MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Aminudin Aminudin
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.927 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.276

Abstract

Abstrak: Media telah menunjukkan keunggulannya dalammembantu para pendidik atau pengajar dalam prosesmenyampaikan pesan pembelajaran serta lebih cepat danmudah ditangkap oleh anak-anak didik. Media memilikikekuatan-kekuatan yang positif dan sinergi yang mampumerubah tingkah laku mereka ke arah perubahan positif.Al-Fauzan menyebutkan berbagai peranan mediapembelajaran yakni: untuk memperkaya pengalamanbelajar peserta didik, ekonomis, meningkatkan perhatianpeserta didik terhdap pelajaran, mengikutsertakan banyakpanca indera dalam proses pembelajaran, meminimalisirperbedaan persepsi antar guru dan peserta didik,menambah kontribusi positif peserta didik dalammemperoleh pengalaman belajar, dan membantumenyelesaikan perbedaan pribadi antara peserta didik.Al-Fauzan mengklasifikasi media pembelajaran bahasamenjadi tiga jenis, yaitu: media perangkat/peralatan (alajhizah),media materi pembelajaran (al-mawad alta’limiyahal-ta’lumiya), dan kegiatan penunjangpembelajaran (al-nasyathath al-ta’lumiyah).Kata Kunci: Media, pembelajaran bahasa Arab.

Page 1 of 2 | Total Record : 11