cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2022)" : 7 Documents clear
PERBANDINGAN AKURASI PENGUKURAN PANJANG KERJA MENGGUNAKAN METODE RADIOGRAFI DAN ELEKTRONIK PADA PERAWATAN ENDODONTIK Badi Soerachman; Atia Nurul Sidiqa; Hartanto Endrowahyudi
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.2034

Abstract

Latar belakang: perawatan saluran akar bertujuan untuk menghasilkan kondisi lingkungan saluran akar yang sehat melalui proses penyembuhan akibat perawatan kontinu jaringan periradikuler yang mengalami infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perawatan saluran akar adalah akurasi pengukuran panjang kerja. Metode yang umum digunakan dalam menentukan panjang kerja adalah radiografi dan elektronik. Metode radiografi dipengaruhi kualitas foto radiografi, sedangkan metode elektronik penggunaannya mudah namun tidak dapat memberikan informasi mengenai bentuk akar, jumlah akar, dan arah lengkung akar yang akurat. Tujuan : penelitian ini membandingkan tingkat akurasi pengukuran panjang kerja yang diukur dengan metode radiografi dan elektronik. Metode : sebanyak 30 gigi permanen rahang bawah yang telah diekstraksi dengan saluran akar tunggal, lurus, dan apikal telah tertutup dengan  sempurna dipotong horizontal pada garis servikal (cementoenamel junction) dengan menggunakan carborundum kemudian dipreparasi menggunakan File K #10 dan #15 secara berurutan. Sampel gigi kemudian dilakukan pengukuran panjang saluran akar dengan metode radiografi parallel, electronic apex locator (SybronEndo) dan pengukuran aktual yang kemudian diamati dengan menggunakan kamera lensa makro 100 mm. Data kemudian dilakukan analisis statistik dengan uji t Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa keakuratan pengukuran panjang kerja dengan metode elektronik terdapat pada sebanyak 17 sampel dari 30 sampel (56.7%) sedangkan pengukuran dengan metode radiografi hanya 1 sampel dari 30 sampel (3.3%). Kesimpulan : pengukuran panjang kerja dengan menggunakan metode radiografi dan elektronik memiliki akurasi yang sama. Kedua metode pengukuran menunjukkan nilai yang lebih mendekati panjang kerja aktual. Penelitian lebih lanjut secara in vivo perlu dilakukan karena hal ini menjadi keterbatasan yang dapat mempengaruhi ketepatan pengukuran dengan alat elektronik.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA PROFESI KEDOKTERAN GIGI DKI JAKARTA TERHADAP PENERAPAN FOTOGRAFI DENTAL DI KLINIK Jonathan Steven; Sri Lestari; Caesary Cloudya Panjaitan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.1911

Abstract

Latar belakang: Salah satu bentuk penerapan “digital dentistry” adalah fotografi dental, yaitu sebuah pencitraan biomedik yang dapat merepresentasikan gambaran rongga mulut seperti keadaan aslinya. Fotografi dental merupakan hal yang sangat esensial karena dapat diterapkan dalam aspek berikut, seperti rekam medis, medicolegal, odontologi forensik, pemeriksaan, penegakan diagnosis dan rencana perawatan, edukasi (bagi mahasiswa dan pasien), publikasi ilmiah (penelitian dan studi kasus), dan komunikasi (dokter gigi, perawat, tekniker, dan pasien). Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mahasiswa program profesi fakultas kedokteran gigi (FKG) tentang fotografi dental. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan melibatkan 197 mahasiswa program profesi FKG yang tersebar di DKI Jakarta, meliputi Universitas Trisakti, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Yarsi, dan Universitas Indonesia. Kuesioner (google form) berjumlah 29 pertanyaan, yang terdiri atas 14 pertanyaan pengetahuan dan 15 pernyataan sikap. Aspek pengetahuan dan sikap dikategorikan sebagai berikut: baik, cukup, dan kurang. Hasil: Sebanyak 66% mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik terhadap fotografi dental, diikuti oleh 27% mahasiswa dengan pengetahuan cukup, dan 7% mahasiswa dengan pengetahuan kurang. Kemudian, mayoritas mahasiswa memiliki sikap baik (96%) terhadap fotografi dental. Kesimpulan Sebagian besar mahasiswa program profesi fakultas kedokteran gigi di DKI Jakarta memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik tentang fotografi dental. Untuk memaksimalkan penerapan fotografi dental dalam kegiatan klinik, fotografi dental perlu diintegrasikan dalam kurikulum kedokteran gigi.
KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL PADA PASIEN RSGM FKG UPDM (B) PADA PERIODE NOVEMBER-DESEMBER 2019: SURVEI CPITN Desy Fidyawati; Veronica Septnina
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.1959

Abstract

Latar belakang: Inflamasi periodontal mengenai jaringan pendukung gigi meliputi ligamen periodontal dan kerusakan tulang alveolar. Tanda klinis yang umumnya dijumpai diantaranya  warna kemerahan pada gingiva, disertai perdarahan, resesi gingiva dan kegoyangan gigi. Evaluasi kondisi jaringan periodontal  untuk mengamati gambaran klinis dan kondisi jaringan periodontal dapat diukur pada individu dan komunitas dengan menggunakan indeks Community Periodontal Index of Treamnet Needs (CPITN) Tujuan: Penelitian ini bertujuan menunjukkan bahwa prevalensi dan keparahan penyakit periodontal dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, gingivitis memiliki prevalensi yang lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita, hal ini dapat disebabkan adanya perbedaan kebiasaan yang mempengaruhi terjadinya gingivitis. Metode penelitian: Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan menggunakan penilaian survei CPITN, untuk menilai kebutuhan perawatan antara laki-laki dan perempuan pada pasien (usia 20-30 tahun) yang berobat di RSGM UPDM (B) pada kurun waktu November-Desember 2019. Hasil penelitian: Berdasarkan penilaian CPITN, score 1 untuk laki-laki 35% (14 subyek), perempuan 25% (10 subyek); score 2, laki-laki 12,5% (5 subyek), perempuan 22,5% (9 subyek); score 3, laki-laki dan perempuan 2,5% (1 subyek). Kesimpulan: Kebutuhan perawatan periodontal terbanyak adalah pada skor 1 untuk laki-laki sebanyak 14 subyek (35%) dan perempuan 10 subyek (25%), yang artinya dibutuhkan peningkatan OH, melalui oral prophylaksis. Untuk Skor 2, jumlah wanita lebih banyak, yang artinya dibutuhkan peningkatan OH dan tindakan pembersihan karang gigi.
PENATALAKSANAAN TRAUMA PADA GIGI ANTERIOR DESIDUI (LAPORAN KASUS) Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Putri Kusuma Wardani Mahendra
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.2052

Abstract

Latar Belakang : Trauma gigi sering terjadi pada anak - anak, sekitar 30-40% anak-anak setidaknya mengalami satu kali trauma injuri pada gigi desidui. Trauma gigi yang paling banyak dialami pada masa anak-anak adalah intrusi gigi. Perawatan pada gigi desidui yang mengalami traumatic injury harus dilakukan bukan hanya karena alasan estetik atau fungsional, melainkan traumatik injuri gigi desidui dapat berdampak pada perkembangan dari benih gigi permanen. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui penatalaksaan traumatik injuri gigi anterior desidui dengan intrusi apeks ke arah palatal disertai luksasi. Laporan kasus : seorang anak perempuan berusia 3 tahun datang bersama orang tuanya dengan keluhan anak jatuh tertimpa kursi. Gigi depan goyang dan berdarah.  Hasil pemeriksaan klinis didapatkan intrusi apeks ke arah palatal pada gigi 51 disertai luksasi derajat 2. Penalataksaan pada kasus ini adalah dengan melakukan ekstraksi gigi 51 dengan anestesi infiltrasi. Dua minggu setelah pencabutan, luka sudah menutup tetapi belum sempurna dan tidak ada komplikasi. Kesimpulan : Penalataksanaan kasus trauma gigi desidui harus mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kondisi gigi permanen. Pencabutan menjadi pilihan perawatan yang tepat untuk kondisi gigi desidui anterior yang mengalami trauma dengan kondisi intrusi apeks mengarah ke palatal dan disertai dengan luksasi derajat 2, karena dapat membahayakan kondisi gigi permanen.
PENGARUH AIR REBUSAN SERAI DAPUR (Cymbopogon Citratus) TERHADAP PERUBAHAN WARNA RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Elin Hertiana; Nadya P Suharyanto
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.2286

Abstract

Latar belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah terutama spesies tanaman yang digunakan sebagai bahan masakan, minuman maupun obat-obatan, salah satunya adalah serai dapur. Serai dapur (Cymbopogon citratus) memiliki kandungan kimia yang terdiri dari alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, fenol, steroid dan minyak atsiri. Air rebusan serai dapur dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, menjaga sistem pencernaan, mencegah diabetes dan sebagainya. Dalam bidang kedokteran gigi, serai dapur dapat digunakan sebagai bahan desinfeksi gigi tiruan karena dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Beberapa tanaman herbal yang mengandung flavonoid dan tanin terbukti menyebabkan perubahan warna resin akrilik. Perendaman gigi tiruan dalam air rebusan serai dapur  dapat membuat senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya dapat terserap dan menempel dalam rongga-rongga resin akrilik karena adanya sifat penyerapan air dan porositas dari resin akrilik. Tujuan: Menjelaskan pengaruh air rebusan serai dapur (Cymbopogon citratus) terhadap perubahan warna resin akrilik polimerisasi panas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain pretest-post test with control group. Sampel akrilik berukuran 10 x 10 x 2 mm sebanyak 24 buah dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu 3 kelompok perendaman serai dapur dan 3 kelompok perendaman aquades selama 3 hari, 5 hari dan 7 hari. Uji statistik yang digunakan adalah paired t-test dan independent t test. Hasil: Terdapat perubahan nilai value pada 3 hari dan nilai value, chroma serta hue pada 5 hari dan 7 hari perendaman dalam serai (p0.05). Kesimpulan: Perendaman resin akrilik polimerisasi panas dalam air rebusan serai dapur (Cymbopogon citratus) dapat menyebabkan perubahan warna.
GAMBARAN PENGETAHUAN PENERAPAN CUCI TANGAN DAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA MAHASISWA PROFESI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI DKI JAKARTA Rania Nabilavashti; Sri Lestari; Caesary Cloudya Panjaitan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.1910

Abstract

Latar belakang: mahasiswa profesi kedokteran gigi merupakan salah satu petugas kesehatan yang harus memenuhi kriteria standar dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, antara lain melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI). Penerapan PPI seperti cuci tangan menurut WHO dan penggunaan APD merupakan hal yang penting untuk mencegah penyebaran infeksi silang dan Health-care Associated Infection (HAIs). Tujuan: untuk mengetahui gambaran pengetahuan penerapan cuci tangan dan alat pelindung diri pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi DKI Jakarta. Metode: penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan metode cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form yang berisi 14 pertanyaan mengenai pengetahuan penerapan cuci tangan menurut WHO dan 15 pertanyaan mengenai penggunaan APD dengan 197 responden dari mahasiswa program profesi angkatan 2016 dan 2017 FKG DKI Jakarta. Hasil: tingkat pengetahuan penerapan cuci tangan menurut WHO dengan kategori baik sebanyak 44,7%, kategori cukup 53,8%, dan kategori kurang 1,5%. Tingkat pengetahuan penggunaan APD dengan kategori baik sebanyak 62,4%, kategori cukup 36,5% dan kategori kurang 1%. Kesimpulan: tingkat pengetahuan responden terbanyak untuk penerapan cuci tangan menurut WHO adalah kategori cukup, yaitu sebesar 53,8%. Tingkat pengetahuan responden terbanyak untuk penerapan alat pelindung diri adalah kategori baik, yaitu sebesar 62,4%.
BEHAVIORAL MANAGEMENT IN DENTAL TREATMENT FOR CHILDHOOD AUTISM: (CASE STUDY) Muhammad Chair Effendi; Sri Susilawati; Mirna Febriani; Agus Susanto; Lisda Damayanti; Anne Agustina S; Inne S. Sasmita
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.1948

Abstract

Background: Autism Spectrum Disorder (ASD) or autism is a disorder that occurs during brain development characterized by deficiencies in social behavior and nonverbal interactions such as lack of eye contact, facial expressions, and body movements before a child is three years old. Autism Spectrum Disorder (ASD) is not a single disorder and is generally considered a multi-factorial disorder caused by the interaction of genetic and non-genetic factors. Lack of social behavior includes avoiding eye contact, difficulty controlling emotions or understanding the emotions of others, and limiting the range of activities and interests. Case report: A patient, female, 7 years and 4 months complained that the maxillary front teeth shake and want to be removed. Patients are suspected of having symptoms of autism since the age of 2 years and have started screening at that age until finally diagnosed with autism. Autism in patients, in this case, is suspected of autism from genetic factors. Conclusion: People with autism require special examination and treatment regarding the health of their teeth and mouth. These actions require cooperation between dentists and pediatricians or psychologists or other related disciplines so that the desired end results can be achieved as well as possible.

Page 1 of 1 | Total Record : 7