cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
ANALISIS RESPON SEISMIK NONLINIER DI KABUPATEN BANTUL AKIBAT GEMPA BANTUL 2023 Endarina, Nurul Dwi; Mase, Lindung Zalbuin; Nurfikri, Muharram; Misliniyati, Rena; Hardiansyah, Hardiansyah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5182

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan gempa yang tinggi akibat aktivitas tektonik zona subduksi di selatan Pulau Jawa, sehingga analisis respon seismik berbasis kondisi tanah lokal menjadi penting untuk mendukung perencanaan struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon seismik nonlinier tanah akibat Gempa Bantul 2023 melalui parameter Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi. Metodologi penelitian menggunakan model atenuasi NGA-Subduction untuk menghasilkan percepatan spektral sebagai target spectral matching, yang selanjutnya digunakan sebagai input motion dalam analisis respon tanah satu dimensi nonlinier menggunakan perangkat lunak DeepSoil Versi 7. Data tanah diperoleh dari hasil Standard Penetration Test (SPT) pada empat titik penelitian, serta klasifikasi kelas situs ditentukan berdasarkan nilai Vs30. Hasil penelitian menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 259–412 m/s dengan dominasi kelas situs D dan satu titik kelas C, nilai PGA permukaan sebesar 0,047–0,063 g, serta faktor amplifikasi antara 0,91–1,25. Respon spektra di permukaan umumnya meningkat pada periode pendek dibandingkan input motion, namun masih berada di bawah spektra desain SNI 1726:2019. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi tanah lokal berperan signifikan dalam memodifikasi respon gempa dan berkontribusi dalam pengembangan analisis bahaya seismik berbasis lokasi spesifik
ANALISIS EKOHIDRAULIK VEGETASI RIPARIAN TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI WAY BATANGHARI BERDASARKAN INDEKS MAKROINVERTEBRATA Rolia, Eva; Christi, Desma Andiestya; Prawati, Eri
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5222

Abstract

Kondisi vegetasi riparian yang berfungsi sebagai penyangga bagi lingkungan perairan sangat mempengaruhi kualitas ekosistem sungai. Degradasi vegetasi riparian dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan keanekaragaman hayati perairan, termasuk makroinvertebrata yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi vegetasi riparian dengan komposisi makroinvertebrata di Sungai Way Batanghari, Kota Metro. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif korelasional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling di tiga lokasi yang memiliki variasi kondisi vegetasi riparian. Data yang diperoleh meliputi pengukuran kepadatan, tajuk, dan persentase tanaman asli dari vegetasi, serta komposisi makroinvertebrata yang dianalisis menggunakan Indeks Biotilik (FBI) untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Biotilik memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan kualitas air, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,926. Sementara itu, persentase semak dan pohon menunjukkan hubungan yang lemah hingga sedang dengan kualitas air, tetapi tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vegetasi riparian yang lebih padat berkontribusi pada peningkatan keberagaman makroinvertebrata dan kualitas air, serta bahwa Indeks Biotilik dapat digunakan sebagai indikator biologis yang efektif untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan dan restorasi ekosistem sungai yang berkelanjutan.
STUDI NUMERIK PERILAKU SAMBUNGAN HAUNCHED BOLTED EXTENDED END PLATE AKIBAT BEBAN SIKLIK BERDASARKAN VARIASI SUDUT Ananda Fersanti, Syarifah Nur’ain; Suswanto, Budi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5183

Abstract

Sambungan merupakan komponen penting dalam struktur baja, memainkan peran signifikan dalam menentukan kinerja struktural secara keseluruhan, terutama di bawah beban siklik akibat efek seismik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut haunch pada perilaku sambungan pelat ujung yang diperpanjang dengan baut dan haunch di bawah beban siklik menggunakan metode elemen hingga. Analisis dilakukan dengan memodelkan tiga variasi sudut haunch, yaitu 25°, 35°, dan 45°, menggunakan perangkat lunak ABAQUS. Pemodelan mencakup elemen padat tiga dimensi, perilaku material elastis-plastik, dan interaksi kontak dengan kendala pengikat di dalam sambungan. Hasil validasi terhadap data eksperimental menunjukkan bahwa model numerik menunjukkan kesesuaian yang baik dalam merepresentasikan respons struktural. Hasil menunjukkan bahwa semua spesimen menunjukkan perilaku nonlinier yang stabil dengan respons histeresis yang relatif simetris dan tidak ada degradasi kekuatan yang signifikan. Variasi sudut haunch secara signifikan memengaruhi kapasitas, kekakuan, dan daktilitas sambungan. Spesimen dengan sudut penopang 35° menunjukkan kinerja paling optimal, mencapai kapasitas beban maksimum 758,48 kN, momen maksimum 586,24 kN·m, dan kekakuan awal tertinggi 184,26 kN/mm, serta kapasitas deformasi yang baik yang ditunjukkan oleh rotasi maksimum 0,0051 rad. Spesimen dengan sudut penopang 45° menunjukkan kekakuan awal yang relatif tinggi sebesar 178,34 kN/mm; namun, memiliki kapasitas yang lebih rendah dan kemampuan deformasi yang lebih terbatas. Sementara itu, spesimen dengan sudut penopang 25° menunjukkan kekakuan dan kapasitas terendah, meskipun menunjukkan kecenderungan yang lebih besar untuk deformasi plastis. Distribusi tegangan maksimum terkonsentrasi di daerah penopang, pelat ujung, dan di sekitar lubang baut, menunjukkan peran dominan komponen-komponen ini dalam mekanisme transfer gaya. Secara keseluruhan, sudut penopang 35° memberikan keseimbangan terbaik antara kekuatan, kekakuan, dan daktilitas, dan mampu mempertahankan kinerja struktural optimal di bawah beban siklik
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN LINGKUNGAN DI PROVINSI LAMPUNG Jaya, Redhinansyah Kurniawan; Sulistiyorini, Rahayu; Helmi, Masdar; Herizon, Ahmad; Zakaria, Ahmad
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5223

Abstract

Jalan lingkungan merupakan sarana transportasi utama di kawasan permukiman yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan sosial ekonomi. Kondisi jalan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi transportasi di lingkungan perumahan. Sebaliknya, kerusakan jalan dapat menghambat aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan lingkungan di lima kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Jalan Kelurahan Bumi Kedamaian (Bandar Lampung), Jalan Kelurahan Banjar Agung (Lampung Selatan), Jalan Desa Candi Mas (Lampung Utara), Jalan Kelurahan Teluk Dalam (Lampung Tengah), dan Jalan Desa Banjar Agung (Tulang Bawang). Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan metode persentase tingkat kerusakan, yang dikategorikan menjadi tiga klasifikasi, yaitu rusak ringan (10–25%), rusak sedang (25–55%), dan rusak berat (>55%). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh variasi tingkat kerusakan di setiap lokasi penelitian. Nilai tertinggi sebesar 100% ditemukan di Jalan Kelurahan Banjar Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang menunjukkan kondisi rusak berat dan memerlukan perbaikan segera. Sementara itu, tingkat kerusakan terendah sebesar 5% ditemukan di Jalan Desa Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, yang masih tergolong baik dan layak digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kerusakan jalan lingkungan di Provinsi Lampung bervariasi antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan strategi perbaikan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, meliputi perbaikan lapisan permukaan (overlay) pada jalan rusak ringan, penambalan (patching) dan perbaikan drainase pada jalan rusak sedang, serta rekonstruksi total pada jalan rusak berat