cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
ANALISIS RESPON SEISMIK NONLINIER DI KABUPATEN BANTUL AKIBAT GEMPA BANTUL 2023 Endarina, Nurul Dwi; Mase, Lindung Zalbuin; Nurfikri, Muharram; Misliniyati, Rena; Hardiansyah, Hardiansyah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5182

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan gempa yang tinggi akibat aktivitas tektonik zona subduksi di selatan Pulau Jawa, sehingga analisis respon seismik berbasis kondisi tanah lokal menjadi penting untuk mendukung perencanaan struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon seismik nonlinier tanah akibat Gempa Bantul 2023 melalui parameter Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi. Metodologi penelitian menggunakan model atenuasi NGA-Subduction untuk menghasilkan percepatan spektral sebagai target spectral matching, yang selanjutnya digunakan sebagai input motion dalam analisis respon tanah satu dimensi nonlinier menggunakan perangkat lunak DeepSoil Versi 7. Data tanah diperoleh dari hasil Standard Penetration Test (SPT) pada empat titik penelitian, serta klasifikasi kelas situs ditentukan berdasarkan nilai Vs30. Hasil penelitian menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 259–412 m/s dengan dominasi kelas situs D dan satu titik kelas C, nilai PGA permukaan sebesar 0,047–0,063 g, serta faktor amplifikasi antara 0,91–1,25. Respon spektra di permukaan umumnya meningkat pada periode pendek dibandingkan input motion, namun masih berada di bawah spektra desain SNI 1726:2019. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi tanah lokal berperan signifikan dalam memodifikasi respon gempa dan berkontribusi dalam pengembangan analisis bahaya seismik berbasis lokasi spesifik
ANALISIS EKOHIDRAULIK VEGETASI RIPARIAN TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI WAY BATANGHARI BERDASARKAN INDEKS MAKROINVERTEBRATA Rolia, Eva; Christi, Desma Andiestya; Prawati, Eri
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5222

Abstract

Kondisi vegetasi riparian yang berfungsi sebagai penyangga bagi lingkungan perairan sangat mempengaruhi kualitas ekosistem sungai. Degradasi vegetasi riparian dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan keanekaragaman hayati perairan, termasuk makroinvertebrata yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi vegetasi riparian dengan komposisi makroinvertebrata di Sungai Way Batanghari, Kota Metro. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif korelasional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling di tiga lokasi yang memiliki variasi kondisi vegetasi riparian. Data yang diperoleh meliputi pengukuran kepadatan, tajuk, dan persentase tanaman asli dari vegetasi, serta komposisi makroinvertebrata yang dianalisis menggunakan Indeks Biotilik (FBI) untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Biotilik memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan kualitas air, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,926. Sementara itu, persentase semak dan pohon menunjukkan hubungan yang lemah hingga sedang dengan kualitas air, tetapi tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vegetasi riparian yang lebih padat berkontribusi pada peningkatan keberagaman makroinvertebrata dan kualitas air, serta bahwa Indeks Biotilik dapat digunakan sebagai indikator biologis yang efektif untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan dan restorasi ekosistem sungai yang berkelanjutan.
STUDI NUMERIK PERILAKU SAMBUNGAN HAUNCHED BOLTED EXTENDED END PLATE AKIBAT BEBAN SIKLIK BERDASARKAN VARIASI SUDUT Ananda Fersanti, Syarifah Nur’ain; Suswanto, Budi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5183

Abstract

Sambungan merupakan komponen penting dalam struktur baja, memainkan peran signifikan dalam menentukan kinerja struktural secara keseluruhan, terutama di bawah beban siklik akibat efek seismik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut haunch pada perilaku sambungan pelat ujung yang diperpanjang dengan baut dan haunch di bawah beban siklik menggunakan metode elemen hingga. Analisis dilakukan dengan memodelkan tiga variasi sudut haunch, yaitu 25°, 35°, dan 45°, menggunakan perangkat lunak ABAQUS. Pemodelan mencakup elemen padat tiga dimensi, perilaku material elastis-plastik, dan interaksi kontak dengan kendala pengikat di dalam sambungan. Hasil validasi terhadap data eksperimental menunjukkan bahwa model numerik menunjukkan kesesuaian yang baik dalam merepresentasikan respons struktural. Hasil menunjukkan bahwa semua spesimen menunjukkan perilaku nonlinier yang stabil dengan respons histeresis yang relatif simetris dan tidak ada degradasi kekuatan yang signifikan. Variasi sudut haunch secara signifikan memengaruhi kapasitas, kekakuan, dan daktilitas sambungan. Spesimen dengan sudut penopang 35° menunjukkan kinerja paling optimal, mencapai kapasitas beban maksimum 758,48 kN, momen maksimum 586,24 kN·m, dan kekakuan awal tertinggi 184,26 kN/mm, serta kapasitas deformasi yang baik yang ditunjukkan oleh rotasi maksimum 0,0051 rad. Spesimen dengan sudut penopang 45° menunjukkan kekakuan awal yang relatif tinggi sebesar 178,34 kN/mm; namun, memiliki kapasitas yang lebih rendah dan kemampuan deformasi yang lebih terbatas. Sementara itu, spesimen dengan sudut penopang 25° menunjukkan kekakuan dan kapasitas terendah, meskipun menunjukkan kecenderungan yang lebih besar untuk deformasi plastis. Distribusi tegangan maksimum terkonsentrasi di daerah penopang, pelat ujung, dan di sekitar lubang baut, menunjukkan peran dominan komponen-komponen ini dalam mekanisme transfer gaya. Secara keseluruhan, sudut penopang 35° memberikan keseimbangan terbaik antara kekuatan, kekakuan, dan daktilitas, dan mampu mempertahankan kinerja struktural optimal di bawah beban siklik
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN LINGKUNGAN DI PROVINSI LAMPUNG Jaya, Redhinansyah Kurniawan; Sulistiyorini, Rahayu; Helmi, Masdar; Herizon, Ahmad; Zakaria, Ahmad
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5223

Abstract

Jalan lingkungan merupakan sarana transportasi utama di kawasan permukiman yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan sosial ekonomi. Kondisi jalan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi transportasi di lingkungan perumahan. Sebaliknya, kerusakan jalan dapat menghambat aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan lingkungan di lima kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Jalan Kelurahan Bumi Kedamaian (Bandar Lampung), Jalan Kelurahan Banjar Agung (Lampung Selatan), Jalan Desa Candi Mas (Lampung Utara), Jalan Kelurahan Teluk Dalam (Lampung Tengah), dan Jalan Desa Banjar Agung (Tulang Bawang). Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan metode persentase tingkat kerusakan, yang dikategorikan menjadi tiga klasifikasi, yaitu rusak ringan (10–25%), rusak sedang (25–55%), dan rusak berat (>55%). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh variasi tingkat kerusakan di setiap lokasi penelitian. Nilai tertinggi sebesar 100% ditemukan di Jalan Kelurahan Banjar Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang menunjukkan kondisi rusak berat dan memerlukan perbaikan segera. Sementara itu, tingkat kerusakan terendah sebesar 5% ditemukan di Jalan Desa Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, yang masih tergolong baik dan layak digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kerusakan jalan lingkungan di Provinsi Lampung bervariasi antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan strategi perbaikan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, meliputi perbaikan lapisan permukaan (overlay) pada jalan rusak ringan, penambalan (patching) dan perbaikan drainase pada jalan rusak sedang, serta rekonstruksi total pada jalan rusak berat
ANALISA RUANG PARKIR KENDARAAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JENDERAL AHMAD YANI KOTA METRO Leni Sriharyani; Wahyu Pambudi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2015): November 2015
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v5i1.148

Abstract

Kota Metro saat ini menjadi salah satu kota di Provinsi Lampung yang sedang berkembang pesat. Sebagai pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah kota Metro sudah tentu seharusnya memiliki fasilitas parkir yang memadai untuk menampung kendaraan pengunjung maupun karyawan rumah sakit. Tetapi RSUD Ahmad Yani belum memiliki lahan yang cukup untuk tempat parkir pengunjung, banyak kendaraan milik pengunjung rumah sakit yang parkir dibahu jalan. Hal tersebut menimbulkan kemacetan bagi pengendara lain yang melintasi jalan Jenderal Ahmad Yani.Survey dilakukan selama 7 hari. Pengamatan dilakukan selama 16 jam yaitu pukul 06.00 – 22.00 WIB. Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Jenderal Ahmad Yani Kota Metro ini meliputi survei Cordon Count atau medirikan pos – pos pencatat terpisah, dimana masing – masing pos menghitung jumlah kendaraan yang datang dan meningglkan areal parkir setiap interval waktu tertentu. Selain itu dilakukan juga survei Patrol Survey yaitu dengan melakukan pencatatan langsung nomor polisi kendaraan yang masuk dan keluar dari lokasi pada waktu interval waktu tertentu.Dari hasil analisa terhadap kapasitas kendaraan parkir pada Rumah Sakit Umum Daerah Jenderal Ahmad Yani Kota Metro selama satu minggu diperoleh jumlah akumulasi parkir kendaraan terpadat. Untuk kendaraan roda empat sebesar 76 kendaraan sedangkan untuk kendaraan roda dua sebesar 434 kendaraan. Untuk satuan ruang parkir kendaraan yang ada saat ini ialah 31 kendaraan untuk kendaraan roda empat dan 450 kendaraan untuk kendaraan roda dua. Dari nilai akumulasi parkir kendaraan tersebut diatas dapat dilihat bahwa kapasitas parkir kendaraan roda empat sudah melebihi kapasitas sedangkan untuk kapasitas parkir kedaraan roda dua masih dapat menampung jumlah kendaraan yang ada.evosgaming slot login
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA RUAS JALAN AHMAD YANI KOTA METRO Feby Aristia Putri; Lucky Agung Raf’i
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i2.4191

Abstract

Persimpangan jalan merupakan salah satu tempat terjadinya konflik lalu lintas. Bertambahnya jumlah kendaraan tanpa diiringi oleh peningkatan lebar jalan bisa menyebabkan terjadinya kepadatan lalu lintas dan akumulasi kendaraan di persimpangan jalan, terutama pada waktu jam sibuk. Simpang tak bersinyal sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani merupakan lokasi kompleks perkantoran dan rumah sakit serta pull bus dan swalayan, sehingga pada jam tertentu arus lalu lintasnya sangat padat. Kinerja suatu simpang sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi simpang dan parameter yang digunakan untuk menilai kinerja simpang tak bersinyal. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi kinerja simpang tak bersinyal pada ruas Jalan Ahmad Yani serta menyajikan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah yang ada di simpang tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Nilai derajat kejenuhan tertinggi pada pagi hari waktu interval 06.00-07.00 jumlah 1,25, dan di siang hari waktu interval 12.00-13.00 jumlah 0,81, dan di sore hari waktu interval 16.00-17.00 jumlah 1,11. Lalu nilai tundaan tertinggi pada pagi hari waktu interval 07.00-08.00 jumlah 25,81, dan di siang hari waktu interval 12.00-13.00 jumlah 25,00, dan di sore hari waktu interval 17.00-18.00 jumlah 27,26. Setelah diterapkannya alternatif menghilangkan hambatan samping dari tinggi ke rendah, dan pelebaran sisi pendekatan simpang. Nilai derajat kejenuhan tertinggi pada pagi hari waktu interval 06.00-07.00 jumlah 1,09, dan di siang hari waktu interval 12.00-13.00 jumlah 0,70, dan di sore hari waktu interval 16.00-17.00 jumlah 0,97. Lalu nilai tundaan tertinggi pada pagi hari waktu interval 06.00-07.00 jumlah 24,87, dan di siang hari waktu interval 12.00 sampai 13.00 jumlah 28,74, dan di sore hari waktu interval 17.00-18.00 jumlah 21,67.
OPTIMALISASI DRAINASE PADA KAWASAN BOOSTER PUMP STATION MENGGUNAKAN SOFTWARE SWMM 5.2 Cahya Sujatmiko; Farida Juwita; Anwar Anwar; Dicky Setiawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5177

Abstract

Sistem drainase yang efektif dan efisien menjadi aspek krusial dalam pengelolaan kawasan yang memiliki potensi risiko genangan air, Booster Pump Station (BPS) merupakan fasilitas yang umumnya terletak di daerah dengan dataran yang memiliki elevasi cukup rendah. Keberadaan BPS rawan terhadap masalah genangan air akibat curah hujan yang tinggi dan kurang optimalnya sistem drainase yang ada. Penelitian ini dilakukan pada kawasan Booster Pump Station dengan tujuan mendapatkan dimensi saluran, debit maksimum, tinggi muka air dan simulasi aliran air menggunakan software SWMM 5.2. Penelitian ini meliputi analisis hidrologi berupa perhitungan curah hujan menggunakan data curah hujan dari tahun 2004 sampai dengan 2023 pada stasiun curah hujan Cisalak Baru, Banjar Irigasi dan Cicinta. Perhitungan curah hujan rata-rata menggunakan metode Poligon Thiessen, curah hujan rancangan dihitung dengan Metode Log Pearson III sedangkan debit rancangan menggunakan metode Rasional. Debit saluran dan kecepatan aliran dihitung menggunakan persamaan manning. Dari penelitian ini didapatkan hasil debit rancangan untuk periode kala ulang 25 tahun adalah 0,64 m3/det. Dimensi saluran yang didapatkan untuk kala ulang 25 tahun adalah 0,70 m x 0,80 m sampai dengan 0,90 m x 0,90 m. Tinggi muka air maksimum yang didapatkan untuk kala ulang 25 tahun adalah 0,78 m. Simulasi aliran air didapatkan hasil ketinggian maksimum pada kala ulang 100 tahun terjadi pada menit ke 24 sedangkan debit maksimum pada kala ulang 25 tahun terjadi pada menit ke 24.
CRITICAL PATH ANALYSIS MENGGUNAKAN PRIMAVERA P6 STUDI KASUS PROYEK JEMBATAN PILE SLAB XYZ Ranto Tumangger; Tanya Audia Balqis
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5178

Abstract

Penjadwalan proyek konstruksi merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen proyek untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, efisien, dan sesuai dengan rencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjadwalan proyek pembangunan jembatan pile slab pada proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dengan bantuan aplikasi Primavera P6. Metode penelitian yang digunakan meliputi penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), identifikasi item pekerjaan, penentuan hubungan antar kegiatan, perhitungan produktivitas dan durasi pekerjaan, serta analisis jalur kritis. Data yang digunakan berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, dan gambar perencanaan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis terdiri dari rangkaian aktivitas utama yang meliputi pekerjaan mobilisasi, pekerjaan tanah, pekerjaan struktur bawah (tiang pancang dan pile head), pekerjaan struktur atas (deck slab dan plat injak), serta pekerjaan tambahan seperti median barrier dan finishing. Aktivitas pada jalur kritis memiliki nilai total float nol sehingga setiap keterlambatan akan berdampak langsung terhadap durasi total proyek. Dengan demikian, penerapan metode CPM menggunakan Primavera P6 dapat membantu dalam mengidentifikasi aktivitas kritis dan menjadi dasar dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek konstruksi secara lebih efektif dan efisien.
PERKUATAN BALOK BETON BERTULANG AKIBAT TEGANGAN TARIK MENGGUNAKAN SERAT SABUT KELAPA Diana Permatasari; Yusuf Amran; Chica Oktavia
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5179

Abstract

This study aims to examine the effect of horizontally arranged coconut coir fibers with varying spacing on the flexural tensile strength of concrete. The research was conducted experimentally in a laboratory using a planned concrete strength of fs 45 MPa. The test specimens were concrete beams measuring 15 × 15 × 60 cm with a total of 9 specimens, consisting of normal concrete, concrete with coconut coir fibers spaced at 2.5 cm, and concrete with coconut coir fibers spaced at 5 cm. Flexural tensile strength testing was carried out at the age of 28 days using the two-point loading method in accordance with SNI 4431:2011.The results indicate that the addition of horizontally arranged coconut coir fibers significantly increases the flexural tensile strength of concrete. Concrete with a fiber spacing of 2.5 cm showed an increase in flexural tensile strength of 47.6% compared to normal concrete, while concrete with a fiber spacing of 5 cm exhibited an increase of 13.9%. Closer fiber spacing provides a more optimal improvement in flexural tensile strength due to the ability of the fibers to restrain and distribute tensile stresses within the concrete. This study demonstrates that coconut coir fiber has strong potential as an environmentally friendly and sustainable concrete admixture
ANALISIS RESPON SEISMIK NONLINIER DI KABUPATEN BANTUL AKIBAT GEMPA BANTUL 2023 Nurul Dwi Endarina; Lindung Zalbuin Mase; Muharram Nurfikri; Rena Misliniyati; Hardiansyah Hardiansyah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5182

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan gempa yang tinggi akibat aktivitas tektonik zona subduksi di selatan Pulau Jawa, sehingga analisis respon seismik berbasis kondisi tanah lokal menjadi penting untuk mendukung perencanaan struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon seismik nonlinier tanah akibat Gempa Bantul 2023 melalui parameter Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi. Metodologi penelitian menggunakan model atenuasi NGA-Subduction untuk menghasilkan percepatan spektral sebagai target spectral matching, yang selanjutnya digunakan sebagai input motion dalam analisis respon tanah satu dimensi nonlinier menggunakan perangkat lunak DeepSoil Versi 7. Data tanah diperoleh dari hasil Standard Penetration Test (SPT) pada empat titik penelitian, serta klasifikasi kelas situs ditentukan berdasarkan nilai Vs30. Hasil penelitian menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 259–412 m/s dengan dominasi kelas situs D dan satu titik kelas C, nilai PGA permukaan sebesar 0,047–0,063 g, serta faktor amplifikasi antara 0,91–1,25. Respon spektra di permukaan umumnya meningkat pada periode pendek dibandingkan input motion, namun masih berada di bawah spektra desain SNI 1726:2019. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi tanah lokal berperan signifikan dalam memodifikasi respon gempa dan berkontribusi dalam pengembangan analisis bahaya seismik berbasis lokasi spesifik