cover
Contact Name
Herry Nur Hidayat
Contact Email
herrynh@hum.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
herrynh@hum.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Published by Universitas Andalas
ISSN : 20988746     EISSN : 23027142     DOI : -
WACANA ETNIK diterbitkan oleh Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau bekerja sama dengan Jurusan Sastra Daerah Universitas Andalas. Terbit dua kali setahun, April dan Oktober. Terbit pertama kali pada 2010.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
Gajah Mada dalam Kaba Bujang Jauh: Struktur dan Relasi-Relasi Tokoh A la Lévi-Strauss Tienn Immerry
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v1.i1.8

Abstract

Sutan Nadal as the main character of this tale became the Prime Minister of Majapahit kingdom in Java. He was known as Gajah Mada. This is interesting to be studied since the origin of Gajah Mada has not been known yet. This Minangkabau classical tale, in Lévi-Strauss structuralism context, should not been put in controversy based on the history and reality. The story, which is believed by certain society and regarded as a true story, could be regarded as a tale by other societies.The sintagmatic relation—relation of characters with others in the story—shows paradigmatic relation—relation of the various characters in the same level. The analysis of the story also found two bundles of relations. They are a bundle of aristocracy relation and a bundle of government relation between Minangkabau and Majapahit kingdom. The analysis of the relation of the characters and bundles of relations reveal the surface structure which shows relations among elements that could be built based on the external characters or empirical characters of the relation, such as family stucture of each characters.The ‘Bujang Jauh’ tale contain the culture of Minangkabau culture which has been extinct. Based on the tale, it is known that a certain society has a whole social system in which all the members have the same tradition and language. Culture is not so simple which is happen instantly. Each society has different culture.
NAMA-NAMA TEMPAT MAKAN KHAS MINANGKABAU DI KOTAMADYA BUKITTINGGI Sandra Mulyana Rahmat
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v6.i1.66

Abstract

This paper describes the meaning of the eatery names in Bukittinggi. Data provide with simak method. The basic technique is sadap and the advanced technique is simak libat cakap technique and simak bebas libat cakap technique continued with an interview. Data were analyzed with padan technique.The results show that the names of eatery in the Bukittinggi have different meanings, namely based on the background of owner origin, the unique characteristic, similarity, and an abbreviation. The use of these meanings can be classified in the form of lexical and referential meanings.
Syair “Nazam Usiat”: Gaya Bahasa dan Isi Welmi Dia Wati
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v3.i1.32

Abstract

Nazam Usiat is one of Mesjid Syeikh Sa’id Al-Khalidi Bonjol manuscripts collection. Besides stories, this manuscript contains Islamic advices and azimat. This article describe research result of metaphoric languages style and content analysis of Syair Nazam Usiat. The result shows that this manuscript use metaphor, simile, and unique diction. Otherwise, this text tells about Adam and Eve story, heaven and hell, and several advices in controlling lust.  
KEPUSTAKAAN ILMU TRADISIONAL: SUMBANGAN NASKHAH-NASKHAH ILMU BEDIL MELAYU Wan Mohd Dasuki Wan Hasbullah
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v5.i1.56

Abstract

Di Malaysia, genre kepustakaan ilmu tradisional Melayu secara relatifnyaboleh dikatakan baharu, selepas ia diperkenalkan oleh Harun Mat Piahpada dekad terakhir kurun ke-20. Genre yang diguna pakai dalam menelaahbidang kesusasteraan tradisional ini mempertegaskan tentang konsep ilmuorang Melayu yang terkandung di dalam naskhah-naskhah mereka, sebagaisuatu korpus karya yang bersifat ilmu pengetahuan dan juga pedoman(treatise) yang mengandungi kepercayaan dalam konteks pengamalanilmu-ilmu tersebut. Salah satu cabang karya kepustakaan ilmu tradisionalyang dirujuk adalah ilmu yang berkait dengan penggunaan senjata apiatau dinamakan sebagai ilmu bedil. Kalau hendak dibandingkan dengannaskhah-naskhah ilmu yang lain, setakat ini naskhah ilmu bedil masihterlalu kecil liputannya. Justeru, kertas kerja ini akan memperkatakanbeberapa hal berkenaan naskhah ilmu bedil Melayu dan potensinyadalam memperkayakan konsep dan konteks kepustakaan ilmu tradisional.
UNSUR-UNSUR MAGIS DALAM LIRIK LAGU MINANGKABAU Nindie Cecioria
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v2.i2.22

Abstract

Minangkabau people believe in magical practice. This believeness also reflected on their songs. This article describes that matter through song lyrics. Using sociological approach with library research and interview, the result shows that Minangkabaukabau song (Gasiang Tangkurak, Sampelong, Limau Kiriman Urang, and Kasiak Tujuah Muaro) have magical practice contents. Those contents also reflect one of cultural tradition of Minangkabaukabau people.
PEMIKIRAN DAN PEMAKNAAN (KAJIAN SEMIOTIK) LIRIK LAGU-LAGU THE TERIGGAS OF SAMBAS KARYA MUL’AM HUSAIRI WALID Agus Syahrani; MUHAMMAD SAIFUL HAQ
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v4.i1.48

Abstract

This study was conducted on a prominent humanist from Sambas, Pontianak, West Kalimantan to demonstrate his skill and effort in maintaining the Sambas Malay culture, especially through his singing.He is also an expert in playing the traditional Malay instruments, namely rumian, drums, violin, harp, and others. Arising from the awareness on the importance of art conservation, especially Sambas Malay culture in particular, and regional Malay culture in general, he has established a working team to train and engage the young children in playing the drums. Based on his own collection, as well as his expertise in the field of Malay arts, he was appointed as a guest writer at the Academy of Malay Studies, University of Malaya. Therefore, this study will be focusing on his involvement in the field of art of music, throughout the Province of Sambas, West Kalimantan, Indonesia to the moment he successfully sustained the production of a compact disc entitled ‘The Terrigas of Sambas’ (Ngayatte 'ge song' Mare ') which load the songs as listed below:ALO’ GALING LASSOUNG LABBANALON-ALONTA’ALLAW BINATIKANNANG URRANG TUECA’ UNCANGTANDA’ SAMBASKAPAL BELONCIK-CIK PERIOUKBATU BALLAH
KABA: Sebuah Penelusuran Bibliografi dan Pemetaan Kajian Imam Gozali
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v3.i2.34

Abstract

Kaba adalah salah satu genre sastra yang cukup populer di Minangkabau.  Genre sastra ini sejak zaman kolonial hingga sekarang masih menjadi objek kajian yang menarik dari para peneliti di bidang kesusasteraan. Akan tetapi, belum ada penelitian yang menyajikan informasi tentang apa saja hasil kajian-kajian yang telah dilakukan peneliti terdahulu terhadap kaba. Hal ini memungkinkan terjadinya tumpang tindih kajian terhadap satu objek. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi terhadap hasil penelitian yang pernah dilakukan terhadap kaba.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelusuran kepustakaan. Teknik penelitiannya dengan cara mengumpulkan bibliografi kaba sebanyak-banyaknya dari pelbagai perpustakaan dan sumber-sumber penelitian terdahulu yang terkait dengan objek. Selanjutnya, data tersebut dipetakan menurut kajian kritik teks, kajian kritik sastra, penelitian kaba terkait bidang linguistik dan penelitian kaba sebagai sastra lisan.Dari penelitian ini disimpulkan bahwa, kaba sudah ditulis oleh orang Minangkabau sejak tahun 1831 dan penelitian terhadap jenis sastra ini sudah dilakukan oleh sarjana Belanda sejak tahun 1881. Pada pemetaan kajian yang  dilakukan, penelitian kaba dengan kajian kritik teks masih jarang dilakukan oleh para peneliti karena naskah kaba banyak berada diluar negeri, sehingga membutuhkan waktu dan dana yang besar untuk melakukan penelitian. Pada kajian kritik sastra penelitian kaba masih bersifat struktural dan belum ada kajian yang mendalam. Selanjutnya pada bidang linguistik,penelitian kaba masih sedikit sekali dilakukan oleh para peneliti. Dan pada pemetaan penelitian kaba sebagai sastra lisan yang perkembangannya sudah sampai kepada perekaman, arah penelitian kaba bisa dikembangkan kepada objek kaba rekaman dalam bentuk kaset maupun video compact disk (VCD).
Konflik Tokoh dalam Kaba Siumbuik Mudo Charisma Pratama
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v2.i2.24

Abstract

This article describes character confict analysis of kaba Siumbuik Mudo. On this object, there is manjapuik malu or manjapuik baleh which reflect the main character’s pride. Using structural and qualitative method, the result shows that the main characters (Umbuik Mudo and Puti Galang Banyak) has high ego which brings conflicts on them.
TRADISI MINTA HUJAN ARMAROHIMIN Ilham Halid
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v2.i1.16

Abstract

Tradisi Minta Hujan Armarohimin adalah sebuah tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Nagari  Taram. Tradisi minta hujan mungkin dimiliki di daerah lain, akan tetapi menurut anggapan penulis Tradisi Minta Hujan Armarohimin hanya ada di Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota. Keberadaan tradisi ini tidak terlepas dari perkembangan ajaran Islam di Nagari Taram. Tradisi ini langsung dibawa dari Mekah pada waktu salah seorang ulama yang berasal dari Nagari Taram yaitu, Haji Kamin pergi menunaikan ibadah haji. Sehingga masyarakat Taram dalam memohon untuk diturunkannya hujan tidak melakukan shalat sunat Istisqa, akan tetapi melakukan Tradisi Armarohimin.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Armarohimin dan penjelasan tentang kepercayaan masyarakat berkaitan dengan tradisi ini.Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data tentang Armarohimin dan kepercayaan masyarakat yang berkembang di Nagari Taram. Data didapat dengan melakukan wawancara dengan informan yang mengetahui tentang Armarohimin dan masyarakat sekitar. Selain itu, juga dilakukan studi kepustakaan guna mengumpulkan referensi untuk menunjang keilmiahan dari penelitian ini.Penelitian ini dilakukan juga menganalisis tentang fungsi dari tradisi Armarohimin bagi masyarakat Nagari Taram. Analisis tersebut menggunakan teori folklor yang kemukan oleh Bascom, bahwa bahwa folklor memiliki fungsi-fungsi bagi masyarakat pendukungnya.Setelah seluruh data dianalisis, ditemukan bahwa Tradisi Armarohimin ini tidak sepenuhnya bebas dari kepercayaan masyarakat setempat terhadap takhyul. Hal ini disebabkan oleh kepercayaan lama masyarakat sebelum kedatangan Islam yang banyak mengandung takhyul dan magik. Kedatangan agama Islam ternyata tidak mampu menghilangkan kepercayaan lama tersebut, bahkan kepercayaan lama mampu berpadu dengan agama Islam dan menghasilkan sebuah tradisi baru, seperti tradisi balimau.Keadaan tersebut melahirkan kelompok masyarakat yang menerima dan menolak tradisi Armarohimin. Kelompok-kelompok ini membenarkan pendirian mereka dengan pemahaman masing-masing.Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Tradisi Minta Hujan Armarohimin merupakan sebuah ritual agama Islam yang masih dipengaruhi oleh kepercayaan lama sebelum kedatangan agama Islam yang masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Nagari Taram.
TEKS KLASIK SEBAGAI SUMBER PENGEMBANGAN LEKSIKOGRAFI MINANGKABAU Rona Almos; Pramono Pramono; Herry Nur Hidayat; Seswita Seswita
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v6.i2.70

Abstract

The extinction of regional languages is a phenomenon that needs to be examined and addressed seriously and wisely. Minangkabau language is also feared to be extinct. The Minangkabau language has undergone a change that occurs in the direction of reducing vocabulary. Classic vocabulary, for example, has been replaced by a new vocabulary and even completely disappeared.This study will specifically find out the kinds of Minangkabau classical texts originating from text edits. Data sources were obtained from the results of research on philology and folklore, namely the edits of manuscripts and folklore documentation. The Lexicon of Minangkabau classical texts in this paper are grouped into three groups, namely, nouns, verbs, and adjectives. Keywords: classical text, Minangkabau, vocabulary, manuscript

Page 7 of 14 | Total Record : 133