cover
Contact Name
Ummul Khair
Contact Email
ummulkhair1213@gmail.com
Phone
+6281271801504
Journal Mail Official
estetik@iaincurup.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. AK Gani No. 01 Curup, Rejang Lebong Bengkulu
Location
Kab. rejang lebong,
Bengkulu
INDONESIA
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia
ISSN : 26221810     EISSN : 26221829     DOI : http://doi.org/10.29240/estetik
ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) of Curup. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year; in May and November. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching. Articles can be written in English, Indonesian or Malay
Articles 144 Documents
Urgensi Berpikir Kritis melalui Pedagogi Reflektif dalam Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Siswa Kelas 1 SD Clarita Oktavi, Theresia Avila; Yuliana Setiyaningsih; Galih Kusumo; R. Kunjana Rahardi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16314

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar, khususnya pada pembelajaran keterampilan berbahasa yang masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan kondisi aktual pembelajaran keterampilan berbahasa siswa kelas 1 SD serta mengidentifikasi aspek berpikir kritis yang dapat dikembangkan melalui penerapan pedagogi reflektif. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan model pengembangan ADDIE pada tahap analisis, melalui penyebaran angket dan wawancara mendalam kepada guru kelas 1 SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa masih menekankan aspek teknis membaca dan menulis tanpa aktivitas reflektif dan multimodal yang dapat menstimulasi daya nalar siswa. Guru juga menunjukkan kebutuhan tinggi terhadap modul pembelajaran berbasis pedagogi reflektif yang memuat kegiatan refleksi sederhana dan menyenangkan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan refleksi dan multimodalitas untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis sejak dini. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan modul pembelajaran keterampilan berbahasa berbasis pedagogi reflektif yang lebih kontekstual dan aplikatif, serta membuka peluang bagi penelitian lanjutan tentang implementasinya di berbagai jenjang sekolah dasar. Kata Kunci: berpikir kritis, pedagogi reflektif, keterampilan berbahasa, sekolah dasar Abstract. This study is motivated by the low level of critical thinking skills among elementary school students, particularly in language skills instruction that remains conventional and teacher-centered. The study aims to describe the actual conditions of language skills learning in Grade 1 elementary classrooms and to identify aspects of critical thinking that can be developed through the implementation of reflective pedagogy. The research employed a mixed-methods approach within the framework of the ADDIE development model, focusing on the analysis stage. Quantitative data were collected through questionnaires administered to Grade 1 elementary school teachers to map learning conditions and instructional module needs, while qualitative data were obtained through in-depth interviews. Quantitative data were analyzed descriptively, whereas qualitative data were analyzed thematically. The findings indicate that language skills learning still emphasizes technical aspects of reading and writing and has not yet integrated reflective and multimodal activities that can stimulate students’ reasoning abilities. Teachers also expressed a high need for instructional modules based on reflective pedagogy that incorporate simple and engaging reflective activities. The findings further reveal that language skills instruction in Grade 1 elementary classrooms has not sufficiently developed critical thinking skills, particularly students’ abilities to observe, articulate simple reasoning, and reflect on their understanding. Therefore, the development of instructional models that integrate reflection and multimodality is necessary to strengthen students’ critical thinking skills from an early age. This study is expected to serve as a foundation for the development of more contextual and applicable reflective pedagogy-based language skills modules and to open opportunities for further research on their implementation across various levels of elementary education. Keywords: critical thinking, reflective pedagogy, language skills, elementary school
Analisis Bentuk Kohesi dalam Tulisan Pemelajar BIPA KNB INCULS UGM pada Tugas Menulis Ulang Sinopsis Film Pendek Al-Hayat Riska Legistari Febri; Sailal Arimi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kohesi gramatikal dan kohesi leksikal  dalam penulisan ulang sinopsis film pendek Al-Hayat oleh pemelajar BIPA KNB INCULS UGM. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari hasil tulisan pelajar BIPA dalam menulis ulang sinopsis film pendek Al-Hayat. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan struktur kalimat yang menunjukkan keterkaitan bentuk kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dalam tulisan pemelajar BIPA KNB INCULS UGM Tahun 2025. Data penelitian dianalisis dengan mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan dijelaskan melalui teori-teori tentang bentuk-bentuk kohesi dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 bentuk kohesi gramatikal dan 6 bentuk kohesi leksikal dalam tulisan pemelajar dalam menulis ulang sinopsis film pendek. Pemakaian terhadap bentuk kohesi gramatikal ditemukan sekurang-kurangnya 12 bentuk dengan 7 referensi, 2 elipsis, dan 3 konjungsi, sedangkan penggunaan bentuk kohesi leksikal mencakup 2 repetisi, 1 sinonimi, 1 antonimi, 1 superordinasi, dan 1 kolokasi. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa film pendek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran BIPA. Media film berpotensi meningkatkan kemampuan pemelajar, terutama dalam aspek kohesi.
Kajian Semiotika Roland Barthes: Warna Lokal Surabaya dalam Roman Bumi Manusia Karya dalam Roman Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Umbarasari, Thea; Fitri Puspasari; Zamzam Nurhuda
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16471

Abstract

Penelitian ini berjudul “Warna Lokal Surabaya dalam Roman Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer”. Karya sastra merupakan hasil proses kreatif yang mencerminkan kehidupan masyarakat, sedangkan roman berfungsi menampilkan realitas sosial dan budaya tertentu. Roman Bumi Manusia menggambarkan kehidupan masyarakat Surabaya awal abad ke-20 dengan latar sosial dan budaya yang khas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk warna lokal Surabaya yang meliputi aspek mata pencaharian, sistem sosial, budaya, dan bahasa, serta mengungkap makna kultural yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan menganalisis teks Bumi Manusia. Langkah penelitian mencakup membaca teks, mengidentifikasi unsur warna lokal, mengklasifikasikan data, serta menafsirkan makna budaya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penerapan teori tanda Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bumi Manusia menampilkan warna lokal Surabaya melalui sistem kemasyarakatan, adat istiadat, bahasa dialek, dan aktivitas ekonomi masyarakat urban. Roman ini menggambarkan karakter masyarakat Surabaya yang terbuka, berani, dan dinamis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa karya sastra berperan penting dalam melestarikan identitas lokal dan memperkaya kajian sastra Indonesia.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Ulasan Produk Lozy Hijab Official Shop di Platform Shopee -, Riri sabrina; Rika ningsih
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16524

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuat pola transaksi masyarakat berubah dari transaksi langsung menjadi transaksi daring melalui platform e-commerce. Salah satu fitur yang sering digunakan oleh konsumen dalam platform tersebut adalah ulasan produk. Ulasan yang ditulis konsumen tidak hanya berisi informasi mengenai kualitas produk, tetapi juga memuat ungkapan perasaan, sikap, dan penilaian terhadap barang yang mereka terima. Ungkapan tersebut dapat dikaji sebagai bentuk tindak tutur ekspresif dalam kajian pragmatik. Namun, banyaknya ulasan konsumen pada platform e-commerce belum banyak dianalisis dari sudut pandang tindak tutur ekspresif, khususnya untuk mengetahui bentuk-bentuk tuturan yang digunakan konsumen ketika menyampaikan pengalaman mereka terhadap suatu produk. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam ulasan konsumen pada produk Lozy Hijab Official Shop di platform Shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam ulasan konsumen. Sumber data penelitian adalah ulasan konsumen pada produk Lozy Hijab Official Shop di platform Shopee yang dipublikasikan pada tahun 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat dengan mengambil tangkapan layar ulasan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 77 data ulasan yang dianalisis ditemukan lima bentuk tindak tutur ekspresif, yaitu berterima kasih sebanyak 1 data, mengecam sebanyak 2 data, memuji sebanyak 53 data, menyalahkan sebanyak 3 data, dan mengkritik sebanyak 18 data. Bentuk tuturan yang paling dominan adalah tuturan memuji. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen memberikan tanggapan positif terhadap produk yang mereka beli. Ulasan konsumen tidak hanya berfungsi sebagai pengalaman pribadi setelah menggunakan produk, tetapi juga dapat menjadi informasi bagi calon pembeli lain serta bahan evaluasi bagi penjual untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.