cover
Contact Name
Ummul Khair
Contact Email
ummulkhair1213@gmail.com
Phone
+6281271801504
Journal Mail Official
estetik@iaincurup.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. AK Gani No. 01 Curup, Rejang Lebong Bengkulu
Location
Kab. rejang lebong,
Bengkulu
INDONESIA
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia
ISSN : 26221810     EISSN : 26221829     DOI : http://doi.org/10.29240/estetik
ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) of Curup. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year; in May and November. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching. Articles can be written in English, Indonesian or Malay
Articles 144 Documents
Tren Global dalam Model Pembelajaran Sastra: Analisis Bibliometrik Berdasarkan Database Scopus Hudaa, Syihaabul; Rohmadi , Muhammad; Suhita, Raheni; Suryanto, Edy; Ying, Luo
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.14067

Abstract

This study is based on the importance of literature education in the development of Indonesian culture within the global cybernetics flow. However, Indonesian literature education, which has gained international interest, faces significant challenges. These challenges include the low appreciation for literature and the difficulty of global access. This study aims to analyze global trends in the model of Indonesian literature education using bibliometric methods based on data from the Scopus database. The analysis aims to understand research patterns and international contributions to the development of literature education models. Through the collection and analysis of metadata from over 900 articles, this study found significant developments in publication numbers, increased international collaboration, and emerging trends since 2015. The results indicate that the use of digital technologies, such as interactive learning applications, is crucial in adapting literature education to the existing global trends.
Tindak Tutur Respons Audiens Terhadap Wacana Iklan Anti-Bullying di Youtube: Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah Dasar Titiek Budi Lestari; Benedictus Sudiyana; Veronika Unun Pratiwi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.13760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur respon audiens dan jenis tindak tutur respons audiens terhadap wacana iklan anti-bullying di YouTube dari aspek pola respon, serta mendeskripsikan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menerapkan desain analisis wacana.  Data berupa komentar atau tuturan  audiens terhadap teks iklan anti- bullying yang mencerminkan bentuk dan jenis tindak tutur.  Sumber data dalam penelitian ini adalah iklan anti bullying di chanel YouTube Dit yang berjudul “ Stop Bullying - Stop Kekerasan di Sekolah”, dokumen teks tindak tutur dan guru kelas 6. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, simak-catat dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis model Miles and Hubberman mencakup tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori dan metode. Hasil penelitian (1) terdapat 3 bentuk tindak tutur, yaitu deklaratif (56,76%), interogatif (7,27%), dan imperatif (35,97%).  Sebagaian tindak tutur menunjukkan pola respon positif, yang mendukung kampanye anti-bullying. (2) terdapat 4 jenis tindak tutur audien terhadap iklan anti bullying meliputi tindak tutur asertif (50.16%) yang berfungsi untuk menyatakan, memberitahukan, menjelaskan, mengeluh. Direktif (38,4%) digunakan untuk memerintah, memohon, menanyakan, menyarankan. Komisif (5.02%) dengan fungsi menawarkan, berniat, mengancam. Tindak tutur ekspresif (6%) disampaikan untuk mengucapkan terimakasih, memuji dan mengucapkan selamat. (3) Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pembelajaran bahasa siswa SD, khususnya dalam pengembangan kompetensi pragmatik. Analisis tindak tutur dalam kampanye digital dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk melatih keterampilan bahasa siswa.
Persepsi Mahasiswa tentang Umpan Balik Korektif Tertulis dalam Asesmen Formatif Menulis Esai di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Anisah, Giati; Sumarwati, Sumarwati; Setiawan, Budhi; Suhita, Raheni
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14145

Abstract

Umpan balik korektif tertulis dalam pembelajaran bahasa telah menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kinerja menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri tentang umpan balik korektif tertulis pada asesmen formatif menulis esai. Penelitian ini menggunakan metode mixed methode dengan jenis sekuensial eksplanatori (kuantitatif-kualitatif).Sebanyak 82 mahasiswa berpartisipasi pada penelitian ini. Instrumen pengumpulan data kuantitatif berupa angket dikotomis, sedangkan untuk memperoleh data kualitatif dilakukan wawancara semi terstruktur. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis binomial dengan H0 : p=0,5, dan Ha : p>0,5. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa, respon mahasiswa terhadap umpan balik korektif tertulis adalah 0,57 sehingga p>0,5 dengan demikian dapat diartikan bahwa  mahasiswa memberikan persepsi terhadap umpan balik korektif tertulis. Kendati mahasiswa lebih memercayai umpan balik yang diberikan dosen dibandingkan dari teman sejawat, umpan balik korektif tertulis memiliki peran besar dalam meningkatkan motivasi, menunjukan kesalahan, dan meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa.
Integrasi Artificial Intelligence (AI) sebagai Media Pembelajaran Menulis Ilmiah: Analisis Persepsi dan Hasil Pembelajaran Mahasiswa Safi'i, Imam; Wahdini, Lili
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai media pembelajaran dalam mengembangkan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan eksperimen. Data dikumpulkan melalui kuesioner persepsi mahasiswa dan analisis hasil tulisan ilmiah sebelum dan setelah intervensi AI. Sampel penelitian terdiri dari 100 mahasiswa dari salah satu program studi di salah satu Politeknik Negeri Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran menulis ilmiah. Mereka melaporkan peningkatan dalam kemampuan menyusun struktur tulisan, penggunaan bahasa akademik yang tepat, serta pemahaman tentang konvensi penulisan ilmiah. Analisis hasil tulisan ilmiah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas tulisan setelah penggunaan AI dibandingkan dengan metode konvensional. Integrasi AI sebagai media pembelajaran menulis ilmiah memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa. Rekomendasi diberikan untuk mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan AI secara sistematis dan memberikan pelatihan kepada instruktur untuk mendukung penggunaan AI secara efektif.
Kajian Cerita Rakyat Bugis Makassar untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Pendidikan Nilai Kedamaian Rudyman; Yuni Pratiwi; Wahyudi Siswanto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud nilai kedamaian yang terkandung dalam cerita rakyat Bugis-Makassar yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya memperkuat pendidikan nilai kedamaian melalui pendekatan berbasis budaya lokal. Cerita rakyat Bugis-Makassar yang dikaji dalam penelitian ini ialah cerita rakyat La Upe dan Ibu Tiri, Putri Tandampalik, dan Sawerigading & We Tenriabeng. Dalam menganalisis data, penelitian ini berfokus pada pengklaisifikasian wujud nilai kedamaian menurut Lincoln dan Amalee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan wujud nilai kedamaian yang terkandung dalam cerita rakyat La Upe dan Ibu Tiri, Putri Tandampalik, dan Sawerigading & We Tenriabeng berupa nilai kedamaian menerima diri, menghindari prasangka buruk, menghargai sukuisme, menghargai perbedaan status ekonomi, menghargai perbedaan kelompok, pengelolaan konflik, menolak kekerasan, mengakui kesalahan, dan memaafkan. Wujud nilai kedamaian tersebut dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya sebagai materi ajar dalam menulis cerpen.
Realisasi Prinsip Kesantunan dalam Buku Pelajaran bahasa Indonesia sebagai Ekspresi Fungsi Bahasa di Sekolah Dasar Sriadi; Sudiyana, Benedictus; Suwarto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14728

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar karena berperan membentuk karakter dan etika komunikasi siswa sejak dini. Buku pelajaran bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya menyampaikan materi linguistik, tetapi juga memberikan teladan penggunaan bahasa yang santun. Penelitian ini bertujuan untuk (a) menganalisis prinsip kesantunan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia tingkat sekolah dasar dan (b) mengeksplorasi kontribusi penerapan prinsip kesantunan dalam mendukung fungsi hakiki bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi, yaitu menelaah dialog dan teks pada buku Pelajaran bahasa Indonesia kelas 1, 2 dan 3 SD/MI terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengidentifikasi wujud kesantunan berdasarkan enam maksim    Leech,    kemudian menghubungkannya dengan tiga metafungsi bahasa Halliday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pelajaran telah merealisasikan prinsip kesantunan, terutama maksim penghargaan, persetujuan, dan kesimpatian, yang muncul dalam bentuk ajakan, pujian, ungkapan persetujuan, dan pernyataan empati. Akan tetapi, maksim kemurahhatian dan kerendahan hati relatif jarang ditemukan. Realisasi tersebut mendukung fungsi hakiki bahasa, yaitu merepresentasikan pengalaman belajar (ideasional), membangun hubungan sosial yang harmonis (interpersonal), dan menyusun teks pembelajaran yang runtut serta kontekstual (tekstual). Simpulan penelitian ini adalah prinsip kesantunan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai norma pragmatik, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan yang memperkuat fungsi utama bahasa di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya penulis buku dan guru lebih konsisten mengintegrasikan nilai kesantunan agar siswa memperoleh model komunikasi yang etis, empatik, dan koheren.
Kontruksi Gender dalam Media Daring Indonesia (Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills) Erni Fitriani; Dini Windarini; Sumiati Aghphyra S.; Neneng Hartini; Ari Kartini
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15259

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi gender dalam media daring Indonesia melalui pendekatan analisis wacana kritis model Sara Mills. Fokus penelitian diarahkan pada pemberitaan perceraian antara Andre Taulany dan Erin Wartia yang dimuat di portal berita CNN Indonesia, Detik.com, InsertLive, dan Kompas.com. Bahasa yang digunakan media memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap relasi gender dan peran sosial laki-laki maupun perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap posisi subjek, objek, dan pembaca dalam teks berita serta menunjukkan bagaimana ideologi patriarki bekerja melalui representasi wacana media daring. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model analisis Sara Mills yang menitikberatkan pada relasi antara posisi penulis, tokoh, dan pembaca. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berita daring yang relevan dengan isu perceraian Andre Taulany dan dianalisis berdasarkan struktur naratif dan pilihan bahasa yang digunakan jurnalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki masih digambarkan sebagai pusat kendali narasi, sedangkan perempuan cenderung diposisikan sebagai pihak yang pasif dan kurang mendapat ruang untuk bersuara. Narasi berita lebih menonjolkan sudut pandang hukum dan moral yang berpihak pada figur laki-laki publik. Penelitian ini menegaskan bahwa media daring masih mereproduksi ideologi patriarki melalui bentuk representasi yang tersamar. Analisis Sara Mills memberikan pemahaman bahwa bahasa media bukan hanya alat penyampai informasi, tetapi juga sarana pembentuk realitas sosial. Temuan ini diharapkan dapat memperluas kajian wacana kritis di Indonesia serta mendorong terciptanya praktik jurnalistik yang lebih sensitif terhadap isu kesetaraan gender.  
Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia: Pengembangan Bahan Ajar Teks Berita Berbasis Model IFB (Induktif- Foto -Berkata) Sadatun Wafiroh; Nazla Maharani Umaya
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar teks berita berbasis model IFB (Induktif–Foto–Berkata) guna meningkatkan keterampilan menulis teks berita siswa SMP. Model IFB dikembangkan sebagai respons terhadap rendahnya keterampilan menulis siswa dan penggunaan bahan ajar konvensional yang belum mengintegrasikan media visual serta aktivitas lisan secara optimal. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 3Godong, Grobogan dengan subjek penelitian siswa kelas VII B berjumlah 32 siswa yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan tes keterampilan menulis teks berita. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli, lembar observasi, angket respons guru dan siswa, serta tes pretest–posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar memperoleh skor rata-rata kelayakan sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks berita dengan nilai N-gain sebesar 0,63 kategori sedang-tinggi. Dengan demikian, bahan ajar berbasis model IFB dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita di SMP.
Language Games dalam Pemakaian Bahasa Indonesia di Media Sosial Tiktok Iffah Masfufah; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, makna sosial, serta pemanfaatan language games dalam pemakaian bahasa Indonesia di media sosial TikTok terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMKN 1 Cikulur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori language games Ludwig Wittgenstein, sosiolinguistik, dan pragmatik untuk memahami praktik kebahasaan dalam ruang komunikasi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan angket. Data penelitian berupa unggahan video, caption, dan komentar pengguna TikTok yang dikumpulkan pada periode November hingga Desember 2025, serta data pendukung dari guru dan siswa SMKN 1 Cikulur. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa language games di TikTok muncul dalam bentuk bahasa gaul, modifikasi ejaan, pemendekan kata, penciptaan kata baru, serta penggunaan emoji dan hashtag. Dari aspek fungsi dan makna sosial, language games berfungsi sebagai sarana ekspresi, hiburan, pembangun keakraban sosial, dan penanda identitas kelompok. Selain itu, pemanfaatan language games dalam pembelajaran Bahasa Indonesia mampu meningkatkan motivasi, kreativitas berbahasa, dan pemahaman siswa terhadap variasi bahasa dalam konteks digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa language games merupakan fenomena kebahasaan yang relevan untuk dikaji dan dimanfaatkan secara kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual
Model Perencanaan Program Literasi Madrasah Tsanawiyah: Implementasi di 16 Madrasah Wilayah Kerja 5 Lumajang Puspitasari, Ayu; Hari Sunaryo; Hari Windu Asrini
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15930

Abstract

Penelitian ini mengkaji model perencanaan program literasi yang diimplementasikan di 16 Madrasah Tsanawiyah dalam Wilayah Kerja 5 Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menjawab kesenjangan pemahaman tentang bagaimana madrasah merancang program literasi komprehensif yang mengintegrasikan literasi baca tulis, literasi digital, serta literasi budaya dan kewarganegaraan dalam kerangka pendidikan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, pustakawan, dan siswa, dilengkapi observasi langsung serta analisis dokumen. Temuan mengungkapkan heterogenitas signifikan dalam kualitas perencanaan, dengan lima madrasah mencapai kategori sangat baik melalui dokumentasi sistematis, pelibatan aktif pemangku kepentingan, integrasi anggaran, dan periodisasi terstruktur. Sebaliknya, empat madrasah menunjukkan perencanaan tidak memadai yang ditandai dokumentasi minimal, absennya pustakawan, dan ketiadaan alokasi anggaran. Determinan kualitas perencanaan meliputi kepemimpinan visioner, kompetensi sumber daya manusia, alokasi anggaran memadai, dan kolaborasi antar komponen. Penelitian ini berkontribusi menghasilkan kerangka perencanaan literasi holistik bagi madrasah yang dapat dijadikan model rujukan lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan budaya literasi berkelanjutan.