cover
Contact Name
Ummul Khair
Contact Email
ummulkhair1213@gmail.com
Phone
+6281271801504
Journal Mail Official
estetik@iaincurup.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. AK Gani No. 01 Curup, Rejang Lebong Bengkulu
Location
Kab. rejang lebong,
Bengkulu
INDONESIA
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia
ISSN : 26221810     EISSN : 26221829     DOI : http://doi.org/10.29240/estetik
ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) of Curup. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year; in May and November. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching. Articles can be written in English, Indonesian or Malay
Articles 164 Documents
Pengembangan Modul Perkuliahan Sastra: Solusi Pembelajaran Efektif di Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup: Solusi Pembelajaran Efektif di Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup Ummul Khair; Siti Zulaiha; Clarisa Aurelia Putri
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Perkuliahan Apresiasi Sastra Berbasis Cerita Kearifan Lokal pada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup. Pengembangan modul ini didasarkan pada kebutuhan akan bahan ajar yang kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa, serta kurikulum terbaru yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Selanjutnya, subjek penelitian yang diambil terdiri dari 5 dosen dan 20 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perencanaan desain modul, validasi ahli materi, bahasa dan media, serta uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa dosen dan mahasiswa memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap modul ajar apresiasi sastra yang memuat nilai-nilai kearifan lokal. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat layak. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata penilaian ahli materi sebesar 89%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 90%. Uji coba juga menunjukkan bahwa modul ajar apresiasi sastra ini efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman mahasiswa terhadap karya sastra lokal Bengkulu, seperti Danau Dendam Tak Sudah, Pesona Rejang dan Asal-usul Bengkulu. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam perkuliahan. Modul ini juga mampu meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Penelitian ini ikut memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal di perguruan tinggi. Selanjutnya, penelitian ini juga dapat dijadikan referensi bagi pengembangan bahan ajar inovatif di bidang bahasa dan sastra Indonesia.
Representasi Trauma, Kehilangan, dan Proses Pemulihan Diri dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Analisis Psikologi Sastra. Izza Safarina; Syafi’ Junadi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16411

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi trauma, kehilangan, dan proses pemulihan diri tokoh utama dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna melalui pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kutipan kta, kalimat, dan paragraf dalam novel yang berkatan dengan pegalaman trauma, kehilangan, dan pemulihan diri, serta didukung oleh sumber pustaka yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca intensif, pencatatan, dan pengklasifikasian data sesuai fokus penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengaitka temuan tekstual dengan konsep psikologi sastra, psikologi trauma, psikoanalisis, dan psikologi humanistik. Hasil peelitian menunjukkan bahwa trauma tokoh utama direpresentasikan secara laten dan simbolik melalui ehampaan emosional, konflik batin, serta kecnderungan destruktif. Kehilangan berperan sebagai pemicu krisis eksistensial yang memperdalam konflik psikologis dan memengaruhi struktur kepribadian tokoh. Sementara itu, proses pemulihan diri digambarkan secara bertahap melalui tindakan ederhana dan refleksi terhadap pengalaman hidup, tanpa menghapus trauma sepenuhnya. Penelitian ini menegaskan bahwa novel tersebut tidak hanya mempresentasikan penderitaan psikologis sastra. Khususnya yang berkaitan dengan representasi kesehatan mental dalam karya sastra Indonesia kontemporer. Kata Kunci: psikologi sastra; trauma; kehilangan; pemulihan diri; novel Indonesia kontemporer Abstract: This study aims to describe the representation of trauma, loss, and the main character's process of self-recovery in Brian Khrisna's novel *Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati* through a literary psychology approach. This study uses a qualitative descriptive method. The research data consist of words, sentences, and paragraphs in the novel that are related to experiences of trauma, loss, and self-recovery, supported by relevant literature sources. Data collection techniques were conducted through intensive reading, note-taking, and classifying data according to the research focus. Data analysis was carried out by linking textual findings with the concepts of literary psychology, trauma psychology, psychoanalysis, and humanistic psychology. The results of the study indicate that the main character's trauma is represented latently and symbolically through emotional emptiness, inner conflict, and destructive tendencies. Loss acts as a trigger for an existential crisis that deepens psychological conflict and influences the character's personality structure. Meanwhile, the process of self-recovery is depicted gradually through simple actions and reflection on life experiences, without completely erasing trauma. This study affirms that the novel not only presents psychological suffering in literature, particularly related to the representation of mental health in contemporary Indonesian literary works. Keywords: literary pschology; trauma loss; self-healig; contemporary Indonesian novel
Struktur Negasi Bahasa Rejang Musi di Kabupaten Rejang Lebong Herman Gusmanto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16444

Abstract

Abstrak: Bahasa Rejang Musi merupakan salah satu dialek bahasa Rejang yang termasuk dalam rumpun Austronesia yang memiliki sistem negasi yang relatif kompleks dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, posisi, dan cakupan negasi dalam bahasa Rejang Musi di Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kerangka linguistik struktural. Data dikumpulkan melalui teknik Simak Libat Cakap (SLC), teknik Sadap, Simak Libat Bebas Cakap (SLBC), dan teknik Catat dari empat informan penutur asli di Desa Tabarenah, Kecamatan Curup Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan bentuk negasi, terdiri atas enam negasi tunggal (coa, iso, ati, buye, jibeak, cigei) dan tiga negasi kompleks (coa bakea, coa nyut, coa kulo). Analisis sintaksis menunjukkan bahwa konstituen negatif cenderung menempati posisi sebelum unsur yang dinegasikan. Variasi posisi ini memungkinkan perbedaan cakupan negasi terhadap predikat, proposisi, maupun keterangan sehingga memengaruhi fokus semantik kalimat. Hasil penelitian ini memperkaya kajian tipologi bahasa daerah serta memberikan kontribusi terhadap dokumentasi linguistik bahasa Rejang. Kata Kunci:  Bahasa Rejang Musi, Cakupan Negasi, Posisi Negasi, Sintaksis, Wujud Negasi. Abstract: The Rejang Musi language is one of the dialects of the Rejang language belonging to the Austronesian language family, which possesses a relatively complex negation system compared to Indonesian. This study aims to describe the forms, positions, and scope of negation in the Rejang Musi language in Rejang Lebong Regency. This research employs a qualitative descriptive method within a structural linguistic framework. The data were collected using the Simak Libat Cakap (SLC) technique, the Sadap technique, Simak Libat Bebas Cakap (SLBC), and the Note-taking technique from four native speaker informants in Tabarenah Village, Curup Utara District. The results show that there are nine forms of negation, consisting of six single negations (coa, iso, ati, buye, jibeak, cigei) and three complex negations (coa bakea, coa nyut, coa kulo). The syntactic analysis indicates that negative constituents tend to occupy a position before the element being negated. This positional variation allows differences in the scope of negation toward predicates, propositions, and adverbial elements, thereby influencing the semantic focus of the sentence. The findings of this study enrich the typological studies of regional languages and contribute to the linguistic documentation of the Rejang language. Keywords: Negation Form, Negation Position, Negation Scope, Rejang Musi Language, Syntax
Tipologi Metafora Warna Lintas Bahasa pada Idiom Bahasa Arab, Jerman, dan Indonesia: Analisis Linguistik Kognitif dan Skrip Budaya Ruston Kumaini; Muhammad Qozwaeni; Fathan Jihadul Islam; Sayyef
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16607

Abstract

Kajian ini didasarkan pada asumsi bahwa warna sebagai kategori perseptual bersifat universal, tetapi makna simbolik dan idiomatik yang dilekatkan padanya dibentuk oleh pengalaman budaya yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif serta metode analisis kontrastif. Data penelitian berupa sekitar 110 idiom yang mengandung tujuh kategori warna utama, yaitu putih, hitam, merah, hijau, biru, kuning, dan abu-abu. Data diperoleh dari kamus idiom dan sumber leksikal otoritatif dalam ketiga bahasa, kemudian dianalisis menggunakan kerangka Conceptual Metaphor Theory untuk mengidentifikasi pemetaan antara ranah sumber dan ranah sasaran, serta pendekatan cultural scripts untuk menafsirkan pengaruh nilai budaya dalam pembentukan makna idiomatik. Tipologi metafora warna yang ditemukan dalam penelitian ini terjadi pada ranah idiomatik bahasa Arab, Jerman, dan Indonesia melalui proses pemetaan konseptual yang merefleksikan interaksi antara pengalaman embodied yang bersifat universal dan konstruksi budaya yang bersifat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora warna memperlihatkan dua pola utama, yaitu kesamaan konseptual yang bersifat universal dan variasi idiomatik yang dipengaruhi oleh konteks budaya. Misalnya, warna putih umumnya memetakan konsep moralitas dan kemurnian, sedangkan warna hitam sering dikaitkan dengan kejahatan, penderitaan, atau penyimpangan sosial. Meskipun demikian, setiap bahasa memperlihatkan perluasan makna yang khas sesuai dengan latar historis, religius, dan sosial masyarakat penuturnya.