cover
Contact Name
Ummul Khair
Contact Email
ummulkhair1213@gmail.com
Phone
+6281271801504
Journal Mail Official
estetik@iaincurup.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. AK Gani No. 01 Curup, Rejang Lebong Bengkulu
Location
Kab. rejang lebong,
Bengkulu
INDONESIA
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia
ISSN : 26221810     EISSN : 26221829     DOI : http://doi.org/10.29240/estetik
ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) of Curup. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year; in May and November. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching. Articles can be written in English, Indonesian or Malay
Articles 164 Documents
Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi, Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara lizaryani_25; Syahriandi; Trisfayani
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14594

Abstract

Kesalahan berbahasa merupakan keadaan penggunaan bahasa yang menyimpang dari tata bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan berbahasa tataran fonologi pada anak TK Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, rekam, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang kesalahan berbahasa tataran fonologi yang dilakukan pada anak TK Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, maka dapat disimpulkan bahwa kesalahan berbahasa yang  sering terjadi pada anak TK Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara adalah berupa penghilangan fonem, penggantian fonem, dan penambahan fonem. Secara keseluruhan penulis menemukan 45 kesalahan berbahasa terutama yang berkaitan dengan tataran fonologi yang masih mengalami sejumlah masalah dalam pengucapan fonem dengan benar. Tiga kategori utama kesalahan berbahasa yang ditemukan adalah penghilangan fonem sejumlah 9 kesalahan, penggantian fonem 24 kesalahan berbahasa, dan penambahan fonem sejumlah 12 kesalahan berbahasa.
Sosiospritualisme dalam Lagu-Lagu Tradisional Etnik Madura Fahrus Refendi; Imam Suyitno; Nita Widiati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14859

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna sosiospiritual yang termaktub dalam lirik lagu-lagu tradisional etnik Madura sebagai representasi nilai religius masyarakat penuturnya. Melalui teori semiotika Roland Barthes, penelitian ini menganalisis makna denotatif, konotatif dan mitologis yang terdapat dalam teks lagu guna menyingkap konstruksi spiritualitas yang hidup dalam budaya Madura. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa simbol-simbol seperti laut, aktivitas berladang, ungkapan peribahasa dan tanda-tanda kosmik berupa bulan dan bintang merefleksikan nilai-nilai spiritual yang berkaitan dengan etos kerja, kekuatan doa dan sikap pasrah terhadap kehendak Tuhan. Temuan penelitian menegaskan bahwa lagu-lagu tradisional etnik Madura berfungsi sebagai pedoman etis dan spiritual dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menghadirkan sudut pandang baru dengan menempatkan lagu-lagu tradisional Madura sebagai teks religius yang memiliki kekayaan makna. Kata Kunci: Lagu Madura, Semiotika, Makna Abstract: This study aims to uncover the socio-spiritual meanings embedded in traditional songs of the Madurese ethnic community as representations of the religious values upheld by its speakers. Employing Roland Barthes’ semiotic theory, the research analyzes the denotative, connotative, and mythological meanings articulated within the song lyrics in order to reveal the construction of spirituality inherent in Madurese culture. The findings demonstrate that symbols such as the sea, agricultural activities, proverbial expressions, and cosmic signs—namely the moon and stars—reflect spiritual values associated with work ethic, the power of prayer, and an attitude of surrender to the will of God. The study affirms that traditional Madurese songs function as ethical and spiritual guidelines within the social life of the community. By positioning Madurese traditional songs as religious texts endowed with rich layers of meaning, this research offers a novel perspective in the study of local cultural expressions. Keywords: Madurese Song, Semiotics, Meaning  
Kesantunan Berbahasa pada Percakapan Pedagang dan Pembeli Di Pasar Tradisional Arengka Pekanbaru Eka Setia Pratiwi; Rinanda Setyanisa Guntoro; Dedek Dwi Suci Ramadhani
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15332

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan bagian penting dalam komunikasi sosial karena berfungsi menjaga keharmonisan hubungan antarindividu, termasuk dalam aktivitas transaksi jual beli di pasar tradisional. Interaksi antara pedagang dan pembeli membutuhkan penggunaan bahasa yang santun agar proses komunikasi berlangsung lancar dan tidak menimbulkan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Arengka Pekanbaru, menganalisis faktor sosial budaya yang memengaruhi penggunaan bahasa santun, serta menelaah implikasi sosial penggunaan kesantunan berbahasa dalam aktivitas transaksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan lisan dalam interaksi jual beli yang diperoleh melalui observasi langsung, rekaman percakapan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teori kesantunan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesantunan positif dan kesantunan negatif digunakan secara dominan dalam interaksi pasar. Kesantunan positif tampak melalui penggunaan sapaan akrab seperti kak, buk, dek, dan pak, sedangkan kesantunan negatif terlihat melalui penggunaan ungkapan mitigasi seperti “maaf ya, bisa kurang sedikit?”. Penggunaan kesantunan berbahasa dipengaruhi oleh faktor usia, kedekatan interpersonal, dan status sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesantunan berbahasa memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran transaksi, membangun hubungan sosial yang harmonis, serta meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan di pasar tradisional.
Pengembangan E-modul Menulis Teks Berita Berbasis Project Based Learning bagi Peserta Didik SMP Kelas VIII Siti Samhati; Muhammad Fuad; Sumarti; Mulyanto Widodo; Hana Riana; Dede Putri
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15338

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan menuntut adanya inovasi pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Salah satu tantangan yang dihadapi guru bahasa Indonesia adalah rendahnya kemampuan menulis teks berita peserta didik SMP yang disebabkan oleh rendahnya minat, kurangnya media pembelajaran menarik, serta metode pengajaran yang masih konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan e-modul interaktif berbasis project based learning (PjBL) terhadap peningkatan kompetensi menulis teks berita peserta didik SMP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan dua kelas (eksperimen dan kontrol) syang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji-t independen dan n-gain score untuk mengukur peningkatan hasil belajar secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan peningkatan rata-rata nilai sebesar 27%, menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita. Siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi, kreativitas, dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi e-modul berbasis projek dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran menulis yang berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya pengembangan e-modul yang lebih adaptif dan interaktif serta pelatihan guru dalam penerapan pembelajaran berbasis projek digital di sekolah.
Dialektika Ragam Bahasa: Diglosia Jawa-Indonesia dalam Lirik Pop Koplo Denny Caknan Nadha Salsabila; Fina Zaidatul Istiqomah
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15828

Abstract

Penelitian ini mengkaji dialektika diglosia Jawa-Indonesia dalam lirik lagu pop koplo karya Denny Caknan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik bahasa (dominasi ragam Ngoko untuk keakraban), menganalisis mekanisme diglosia, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya diglosia dalam lirik lagu Denny Caknan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode Analisis Wacana Kritis (CDA) teori Norman Fairclough terhadap lirik Denny Caknan sebagai cerminan negosiasi identitas sosial dan kultural di era digital. Hasil menunjukkan penggunaan bahasa dalam lagu Denny Caknan menggunakan bahasa bahasa Jawa (Ngoko), bahasa Indonesia dan krama. namun, dominan bahasa digunakan ialah campuran. Selanjutnya bentuk-bentuk diglosia yang terdapat dalam lagu Denny Caknan ialah Pergantian H-L, Insertion atau Campur Kode, Jawa Ngoko sebagai L, Indonesia sebagau H, Hybrid Jawa-Indonesia, dan Diglosia Fungsional. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya diglosia ialah faktor sosial dan identitas budaya, faktor komunikasi audiens, faktor estetika dan nilai emosi, faktor industri musik pop koplo dan faktor digital dan media sosial.
Analisis Penyimpangan Etik dalam Bahasa Iklan Kuliner di Youtube dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Anisa Kapeanis; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyimpangan etik dalam bahasa iklan kuliner di YouTube serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bentuk, fungsi, dan makna penggunaan bahasa iklan yang menyimpang dari norma dan etika berbahasa, khususnya aspek diksi, gaya bahasa, dan tindak tutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pisau analisa pisau analisa etika komunikasi, semantik, dan pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan transkripsi terhadap iklan kuliner yang diunggah di YouTube pada periode Januari 2024 hingga Januari 2025. Data penelitian terdiri atas 40 iklan kuliner namun dalam penelitian ini yang di tampilkan hanya 5 data, yang dianalisis berdasarkan indikator penyimpangan etik meliputi klaim berlebihan, penyamaran fakta atau informasi menyesatkan, serta manipulasi emosi dan stereotip sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan etik dalam bahasa iklan kuliner di YouTube dominan ditandai oleh penggunaan diksi hiperbolis, gaya bahasa manipulatif, dan tindak tutur persuasif yang menyiratkan jaminan tanpa dasar faktual. Penyimpangan etik digunakan sebagai strategi untuk menarik perhatian, membangun citra produk, dan menggugah emosi audiens secara tidak proporsional. Praktik tersebut mencerminkan pergeseran fungsi bahasa iklan dari media informasi menjadi alat pembentuk persepsi dan emosi konsumen, yang berdampak pada citra bahasa Indonesia dan kesantunan berbahasa di ruang digital. Peneliti menyimpulkan bahwa bahasa iklan kuliner di YouTube masih memerlukan penguatan prinsip etika komunikasi agar tidak menyesatkan publik. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII untuk menumbuhkan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi teks iklan di media digital.
Lanskap Linguistik di Kawasan Wisata Cagar Budaya Kota Medan Fathul Jannah Harahap; Mulyadi; Tasnim Lubis
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk penggunaan bahasa, serta fungsi simbolik pada lanskap linguistik di kawasan wisata cagar budaya Kota Medan, khususnya Istana Maimoon dan Rumah Tjong A Fie. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lanskap linguistik. Data penelitian berupa teks dan elemen visual yang terdapat pada tanda-tanda lanskap linguistik di ruang publik kawasan wisata cagar budaya Kota Medan. Sumber data berupa papan nama, petunjuk arah, tanda informasi, tanda larangan dan imbauan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi foto, dan wawancara dengan pengelola kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap linguistik di kawasan wisata cagar budaya Kota Medan terdiri atas lanskap linguistik khusus dan lanskap linguistik umum. Lanskap linguistik khusus memuat informasi yang berkaitan dengan identitas dan sejarah kawasan wisata, sedangkan lanskap linguistik umum berkaitan dengan petunjuk, larangan, dan imbauan bagi pengunjung. Bentuk bahasa yang digunakan meliputi monolingual, bilingual, dan multilingual. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa nasional yang ingin ditegaskan di ruang publik. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa internasional untuk memberikan akses informasi bagi wisatawan mancanegara. Sementara itu, penggunaan tulisan Arab Melayu di Istana Maimoon dan bahasa Mandarin di Rumah Tjong A Fie berfungsi sebagai bahasa komunitas yang merepresentasikan keberadaan, identitas, dan latar belakang sosial budaya komunitas Melayu dan Tionghoa yang terkait dengan kawasan cagar budaya tersebut. Fungsi simbolik lanskap linguistik ditunjukkan melalui penggunaan warna hijau dan kuning di Istana Maimoon, warna putih dan hitam di kedua kawasan, serta warna merah pada tanda larangan dan peringatan, serta melalui penggunaan jenis huruf serif, sans-serif, script, dan handwriting yang merepresentasikan identitas, nilai, dan citra kawasan wisata cagar budaya Kota Medan. Berdasarkan temuan penelitian, lanskap linguistik di kawasan cagar budaya Kota Medan mencerminkan relasi antara bahasa, identitas komunitas, dan fungsi ruang publik dalam membangun makna sosial dan budaya kawasan wisata tersebut.
Pengembangan Model Pembelajaran Literasi dengan Pendekatan Deep Learning untuk Siswa SMP Elif Maziyah; Ribut Wahyu Eriyanti; Arif Budi Wurianto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16192

Abstract

: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran literasi berbasis pendekatan deep learning bagi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 13 Gresik sebagai respons atas rendahnya kemampuan literasi membaca dan menulis yang masih didominasi pembelajaran prosedural. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran literasi deskripsikreatif (Deskripsi Kontekstual, Reflektif, dan Produktif) yang secara sistematis mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning dalam satu desain pembelajaran operasional. Model ini memposisikan membaca dan menulis sebagai satu kesatuan proses berpikir reflektif dan produktif. Produk pengembangan berupa RPP, bahan ajar kontekstual, LKPD, dan instrumen evaluasi literasi. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan persentase rata-rata 93,67%, sementara implementasi terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan literasi dan motivasi belajar siswa. Guru menilai model mudah diterapkan dan mendukung pembelajaran yang transformatif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran literasi Bahasa Indonesia yang lebih mendalam, bermakna, dan kontekstual, sejalan dengan arah Kurikulum Merdeka.
Analisis Gaya Bahasa dalam Puisi ”Syiwa-Nataraja” Karya Sanusi Pane dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Menengah Atas Ratna Sophia; Ahmad Syaeful Rahman; Bustomi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16205

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa menggunakan pendekatan stilistika, mendeskripsikan fungsi dari gaya bahasa dilihat dari majasnya, mendeksripsikan adanya pengaruh estetika dan ekspresi pada puisi, dan dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Puisi ”Syiwa-Nataraja” karya Sanusi Pane adalah puisi yang mengandung makna tentang perjalanan spiritual, refleksi tentang pencarian makna dan kemerdekaan diri yang ditemukan adanya gaya bahasa jenis bahasa figuratif atau majas diantaranya ditemukan delapan jenis majas dengan jumlah keseluruhan 77 data, yang meliputi majas perbandingan berupa metafora sebanyak 29 data, personifikasi 10 data, simile 3 data, hiperbola 12 data, dan alusi 4 data; majas penegasan berupa repetisi 10 data dan paralelisme 8 data; serta majas pertentangan berupa paradoks sebanyak 1 data. Hasil penelitian ini memiliki relevansi yang kuat untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, khususnya pada kelas XI dalam materi apresiasi puisi yang tercantum pada Bab 5 Kurikulum Nasional, yaitu “Mengembangkan Apresiasi Puisi Bertema Kehidupan Bermakna”. Analisis gaya bahasa dalam puisi “Syiwa-Nataraja” dapat dimanfaatkan sebagai materi ajar kontekstual untuk membantu peserta didik memahami peran majas dalam membangun makna dan keindahan puisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bentuk deskriptif-analitic (trick description). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif dengan meneliti karya sastra untuk menemukan makna di dalamnya dan didukung dengan menggunakan analisis content (isi-makna). Sumber datanya adalah puisi ”Syiwa-Nataraja” karya Sanusi Pane menggunakan teknik catat sebagai teknik pengumpulan data dan dilengkapi dengan langkah-langkah analisis stilistika Leech dan Short.
Representasi Budaya Film Komang dalam Kajian Semiotika yang Menyoroti Tanda dan Simbol Aluk Nur’ Aini; Asngadi Rofiq
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16295

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi budaya dalam film Komang melalui pendekatan semiotika. Fokus penelitian diarahkan pada pembacaan tanda dan simbol yang muncul dalam narasi serta elemen visual film. Kajian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotatif, konotatif, dan kontruksi mitos budaya. Data ini dikumpulkan melalui Teknik simak dan catat terhadap adegan yang memuat simbol budaya, ekspresi visual, dialog, serta konteks dramatik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Komang merepresentasikan budaya Bali melalui simbol seperti upacara adat, pakaian tradisional, dan relasi keluarga yang mengandung makna denotatif, konotatif, dan mitos, serta mencerminkan nilai spiritualitas, keharmonisan, dan peran adat. Pada tingkat konotasi, simbol tersebut mencerminkan nilai kebersamaan dan identitas lokal. Sementara itu, pada tingkat mitos, representasi tersebut membentuk pemaknaan budaya Bali sebagai sesuatu yang sakral dan diwariskan secara turun-temurun. Representasi budaya dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi juga memperkuat pesan moral dan pandangan hidup masyarakat Bali. Dengan demikian, film Komang menghadirkan makna budaya yang dapat dipahami dan ditafsirkan secara lebih mendalam oleh penonton.