Articles
140 Documents
NILAI RELIGI PADA NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBUR RAHMAN EL SHIRAZY SEBAGAI PEMBELAJARAN SASTRA
Dewi, Sasmala;
Hesti, Hesti;
Salamah, Salamah
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.1.73-84
Penelitian dilakukan terhadap siswa SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung kelas XII semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Tujuan dari penelitian ini adalah mengulas kandungan nilai religi yang terdapat dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy dan menguji kelayakan novel tersebut sebagai materi pembelajaran sastra di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Adapun jumlah responden sebanyak 28 peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, dan 2 orang guru bidang studi Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan data temuan nilai religi dalam novel Bidadari Bermata Bening terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu; nilai aqidah, akhlak, dan syariah. Berikutnya hasil analisis angket penilaian guru terhadap implementasi nilai religi pada novel Bidadari Bermata Bening sebagai materi pembelajaran sastra di SMK, menunjukkan hasil yang sangat baik bahwa 94% guru menjawab sangat setuju jika nilai religi yang terdapat dalam novel Bidadari Bermata Bening pantas dijadikan materi pembelajaran sastra di SMK. Sedangkan hasil analisis angket evaluasi ranah afektif siswa terhadap kesastraan, menunjukkan hasil yang baik, yaitu berada pada rentang angka 70%, sehingga dapat dikatakan minat siswa terhadap pembelajaran sastra di sekolah cukup baik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN ARENDS (TTA) 1998 TERHADAP KEMAMPUAN BERTELEPON DENGAN KALIMAT YANG EFEKTIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 44 PALEMBANG
Lasmi Hartati;
Aruna Asista
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.1.26-36
Model TTA 1998 merupakan model pembelajaran yang bertujuan agar masing-masing anggota kelompok diskusi kesempatan untuk memberikan kontribusi dan pandangan serta pandangan dari anggota lain. Masalah dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh model pembelajaran TTA 1998 terhadap kemampuan bertelepon dengan kalimat yang efektif siswa kelas VII Negeri 44 Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Time Token Arends (TTA) 1998 terhadap kemampuan bertelepon dengan kalimat yang efektif siswa kelas VII SMP Negeri 44 Palembang tahun 2016. Prosedur penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas: Model pembelajaran TTA (X), dan variabel pengaturan: Kemampuan bertelepon dengan kalimat efektif (Y). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 44 Palembang yang berkumpul 276 siswa dan jumlah sampel 68 siswa yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran TTA berjumalah 34 siswa dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional 34 siswa . Teknis analisis data yang digunakan adalah data normalitas, homogenitas, pengujian hipotesis, dan uji t. Hasil pengujian t hitung = 7,67 > ttabel = 1,67, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara model pembelajaran TTA terhadap kemampuan bertelepon dengan kalimat yang efektif siswa kelas VII SMP Negeri 44 Palembang, terbukti kebenarannya dan dapat diterima.
DAMPAK PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI SMA CAHAYA QURAN BOGOR PADA MASA PANDEMI COVID-19
Khaerunnisa Khaerunnisa;
Rina Nuryani;
Wildan Awaludin;
Abu Bakar Fadillah
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.1.56-63
Pandemi covid-19 melanda Indonesia bahkan ke penjuru dunia. Pandemi ini mempengaruhi dunia pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh SMA Cahaya Quran juga warga belajar dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada era pandemic covid-19. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Dalam pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Responden yang menjadi objek penelitian ini ada lima orang yaitu kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat SMA Cahaya Quran. Hasil penelitian menampilkan data berupa kurang setujunya pembelajaran secara jarak jauh, mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua peserta didik, serta tokoh masyarakat. Kekuatan signal serta kurangnya menangkap materi menjadi faktor utama kurangnya semangat belajar peserta didik. Orang tua yang belum memahami materi anaknya pun menjadi hambatan untuk membantu mengajari anaknya dalam belajar. Pantauan guru yang kurang, serta fasilitas dari segi aplikasi yang belum maksimal pun turut andil dalam hambatan pembelajaran jarak jauh.
KRISIS PENCARIAN JATI DIRI PEREMPUAN MODERN MENCARI PEREMPUAN YANG HILANG (TINJAUAN SEMIOTIK KEBUDAYAAN YURI LOTMAN)
Tri Astuti;
Dadi Waras Suhardjono;
Murtini Murtini
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.1.100-110
Sebuah karya sastra tercipta, baik secara langsung atau tidak langsung merupakan kebebasan sikap budaya pengarang terhadap realitas yang dialaminya. Dalam proses penciptaan karya sastra tersebut lebih banyak disebabkan oleh kontinuitas kehidupan yang tidak pernah habis antara nilai sosial dengan nilai ideal dalam diri pengarang. Jati diri perempuan dalam novel Mencari Perempuan Yang Hilang Karya Dr. Imad Zaki yang dialihbahasakan oleh Dr. Zuriyati, M.Pd. dianalisis secara pembacaan mimetik dan pembacaan hermeneutik dengan teori semiotika Yuri Lotman untuk menangkap ikonisitas dan maknanya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode content analysis. Masalah penelitian adalah (1) bagaimanakah penggambaran ikonisitas krisis pencarian jati diri perempuan modern dalam novel MPYH karya Dr. Imad Zaki? (2) Bagaimanakah pemaknaan dengan pembacaan mimetik dan pembacaan hermeneutik pencarian jati diri perempuan modern dalam novel MPYH? Hasil penelitian ini adalah (1) Retorika ikonis krisis pencarian jati diri perempuan modern dalam novel Mencari Perempuan yang Hilang karya Dr. Imad Zaki ditandai dengan tiga hal, yaitu sekularisme, materialisme, dan individualisme. (2) Pemaknaan dengan pembacaan mimetik dan pembacaan hermeneutik pencarian jati diri perempuan modern dalam novel MPYH adalah tipikal perempuan tradisional dan modern dihadirkan dan dioposisikan dalam novel ini sehingga mampu melukiskan krisis pencarian jati diri perempuan dalam masyarakat modern dengan memberikan “rekomendasi” jati diri perempuan modern kebudayaan Arab kepada pembaca. Kesimpulan penelitian adalah novel ini merupakan sebuah bentuk pemikiran sekaligus perenungan yang mampu membuat pembaca berkontemplasi tentang harapan penulis dan pencarian jati diri perempuan modern dalam budaya masyarakat Arab.Kata Kunci: jati diri perempuan, novel, semiotika kebudayaan
PERBANDINGAN KARAKTER TOKOH UTAMA SI KABAYAN JADI DUKUN KARYA MOH. AMBRI DENGAN SI KABAYAN KARYA UTUY TATANG SONTANI
Adawiyah, Siti Robi'ah;
Hartati, Dian
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.1.85-99
Si Kabayan merupakan tokoh populer dalam cerita rakyat Sunda. Banyak sekali versi cerita mengenai Si Kabayan. Seperti novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dengan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani, kedua teks tersebut mengangkat kisah Si Kabayan yang berpura-pura menjadi dukun, namun memiliki karakter dan alur cerita yang berbeda. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan karakter tokoh utama dalam novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dengan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani. Menggunakan penelitian kualitatif metode deskriptif analisis, yaitu menemukan fakta-fakta yang terdapat dalam teks kemudian mendeskripsikan analisis tersebut menjadi sebuah artikel. Subjek penelitian adalah novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani sebagai sumber utama, dan buku-buku penelitian sastra sebagai sumber pendukung. Sedangkan objek penelitian adalah perbandingan karakter tokoh utama dalam novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dengan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah struktur intrinsik dan perbandingan karakter tokoh utama dari novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dengan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani. Dapat disimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel karya Moh. Ambri dengan naskah drama karya Utuy memiliki persamaan dan perbedaan karakter meski sama-sama menggunakan tokoh Si Kabayan. Persamaan karakter tokoh Kabayan adalah pemalas, licik, suka berbohong, rakus, dan angkuh. Sedangkan perbedaan karakter terdapat pada tokoh Kabayan dalam novel, yaitu kasar dan lawak. Persamaan tokoh utama perempuan adalah penurut dan mudah tersulut emosi, sedangkan perbedaan terdapat pada tokoh Saikem dalam novel, yaitu licik.
CYBER SASTRA: POLEMIK DAN RESISTENSI KAPITALISME PADA SASTRA
Cecilia Wuri Prasetyo;
Rianna Wati
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.1.18-25
ABSTRAKDi Era Digitalisasi ini perkembangan teknologi menjadi sangatlah pesat, dan hal ini berpengaruh pula bagi sastra. Kecanggihan internet memunculkan istilah cyber sastra yang memberi pengaruh pada dunia. Gerakan cyber sastra menyebabkan polemik yang berhubungan dengan sebuah bentuk perlawanan kapitalis. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini bahwa sebuah karya sastra tidak jauh dari kapitalisme, dimana dari segala aspek akan dilihat sebagai sebuah keuntungan yang membuat media sosial sebagai ladang mencari eksistensi diri dan media publikasi karya penulis-penulis baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.Kata kunci: cyber, sastra, polemik, resistensi kapitalisme
KONFLIK PSIKIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LUTTE KARYA GITLICIOUS KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
Kartika, Pheni Cahya;
Maulidiyah, Yuli;
Ridlwan, Muhammad
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.1.45-55
Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) bentuk konflik psikologis yang dialami tokoh utama, (2) usaha tokoh utama dalam menyelesaian konflik psikologis yang dialaminya dalam novel Lutte karya Gitlicious. Teori yang digunakan adalah teori psikoanalisis sigmund freud. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini yaitu berupa kata, frasa dan kalimat. Sumber data yang digunakan yaitu novel yang berjudul Lutte karya Gitlicious. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu (1) teknik (2) pustaka baca, dan (3) teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Lutte karya Gitlicious yaitu berupa kecemasan, kebimbangan, pertentangan, dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan. (2) usaha penyelesaian konflik psikologis oleh tokoh utama dalam novel Lutte karya Gitlicious yaitu dengan cara sublimasi, proyeksi, represi, rasionaisasi
PERSEPSI UJARAN DAN EKSPRESI EMOSIONAL DALAM NASKAH DRAMA AYAHKU PULANG KARYA USMAR ISMAIL : KAJIAN PSIKOLINGUISTIK (FERDINAND DE SAUSURE)
Farica Adhani, Farica Adhani;
Faznur, Lutfi Syauki
Pena Literasi Vol 5, No 2 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.2.136-143
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna ujaran dan ekspresi emosional dalam naskah “Ayahku Pulang” karya Usmar Ismail. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, objek dalam penelitian ini adalah sebuah naskah drama yang berjudul “Ayahku Pulang” karya Usmar Ismail. Data penelitian ini diperoleh dari penggambaran makna ujaran sebagai interaksi antar tokoh, cerita, sumber, dan kutipan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik (aspek makna ujaran) yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Teknik analisis data ini dilakukan dengan cara mencatat. Dari hasil pembahasan naskah drama “Ayahku Pulang” karya Usmar Ismail dapat disimpulkan seorang ayah pergi pada hari raya idul fitri Raden Saleh yang tega meninggalkan istri dan anak-anaknya yang masih kecil demi mencari kebahagiaan materi. Raden Saleh pergi dengan keadaan miskin. Anak pertamanya diberi nama Gunarto, kemudian berumur 8 tahun, yang kedua diberi nama Maimun saat masih balita, dan yang ketiga diberi nama Mintarsih dalam kandungan. Aspek makna ujaran yang terdapat dalam naskah tersebut ada 8.Kata Kunci : naskah drama, psikolinguistik, makna ujaran, Sigmund freud
KESALAHAN BERBAHASA PADA BERITA DARING DI WEBSITE MALANG POSCO MEDIA EDISI FEBRUARI 2022
Puspitasari, Rizka Chandra;
Anggraini, Purwati
Pena Literasi Vol 5, No 2 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.2.188-200
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesalahan berbahasa pada berita di website Malang Posco Media. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan pendekatan analisis kesalahan berbahasa menggunakan teori taksonomi kategori linguistik. Fokus penelitian ini yakni kesalahan berbahasa berdasarkan klasifikasi kategori linguistik yang meliputi bidang ejaan dan tanda baca, morfologis, semantik dan sintaksis. Adapun sumber data berupa dua berita yang dimuat di website Malang Posco Media edisi Februari 2022 serta hasil wawancara dengan editor Malang Posco Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan dan tanda baca meliputi kesalahan penulisan angka dengan -an, kesalahan penggunaan tanda koma, kesalahan penulisan lambang, kesalahan penulisan bahasa asing dan kesalahan penulisan hari besar; kesalahan morfologis meliputi konfiks dan kesalahan prefiks; kesalahan sintaksis meliputi kesalahan pemakaian konjungsi, kesalahan penggunaan negasi, kesalahan penempatan preposisi dan kesalahan frasa nomina; dan kesalahan semantik meliputi kesalahan gejala hiperkorek dan kesalahan diksi. Berdasarkan hasil wawancara dengan editor Malang Posco Media, kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan konsisten akibat faktor kompetensi penulis dan editor. Editor dan penulis yang memiliki kendala dalam faktor kompetensi kebanyakan merupakan editor yang belum memiliki banyak pengalaman dan merupakan lulusan baru yang belum pernah bekerja di bidang editor. Namun, hal ini dapat diatasi dengan menyunting ulang berita yang telah diunggah di website Malang Posco Media dengan berita yang telah diperbaiki sehingga layak untuk dibaca. Untuk mengatasi terjadinya faktor kompetensi pada editor, bagi editor yang belum memiliki banyak pengalaman seharusnya didampingi dan diawasi langsung oleh editor senior yang berpengalaman.
IDEOLOGI FEMINISME DALAM NOVEL “MENCARI PEREMPUAN YANG HILANG”
Faznur, Lutfi Syauki;
Zuriyati, Zuriyati;
Rohman, Saifur
Pena Literasi Vol 5, No 2 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/pl.5.2.144-151
Ideologi feminism berhubungan dengan sistem berpikir, kepercayaan, dan simbol-simbol yang berhubungan dengan tingkah laku pembicara kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk membahas dan mengungkap bagaimana ideologi feminism dan seksisme bahasa laki-laki dan perempuan dalam novel Mencari Perempuan Yang Hilang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik catat. Hasil penelitian menggambarkan bahwa tokoh Ahlam merupakan representasi peran perempuan yang kaya raya, lembut juga pesimis. Akan tetapi Ahlam dalam cerita juga menggambarkan wanita yang berani, bisa memimpin, dan berwibawa. Seksisme bahasa yang ditampilkan dalam novel kental sekali pada tokoh Saleh yang mendeskripsikan wanita dengan sebutan “Bunga”, “sungai”, dan “Mutiara”.