cover
Contact Name
Pandan Yudhapramesti
Contact Email
pandanpramesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kajian.jurnalisme@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kajian Jurnalisme
ISSN : 25490559     EISSN : 25491946     DOI : -
Jurnal Kajian Jurnalisme (JKJ), ISSN 2549-0559 (cetak), ISSN 2549-1946 (online), diterbitkan oleh Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Indonesia pertama kali pada bulan Juli 2017. Pada edisi pertama Jurnal Kajian Jurnalisme terbit dalam format online dan cetak. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mengharuskan setiap jurnal yang diterbikan oleh lembaga pendidikan tinggi harus disajikan dalam bentuk elektronik journal, pada edisi kedua dan seterusnya, jurnal ini terbit sepenuhnya dalam format jurnal elektronik atau format online menggunakan Open Journal System (OJS). Jurnal Kajian Jurnalisme bergabung dengan Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI), terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME" : 7 Documents clear
Konstruksi Makna Aksi Massa 212 Bagi Wartawan Detik.com Mohammad Fariansyah; Dadang Rahmat Hidayat; Achmad Abdul Basith
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.25487

Abstract

Aksi mobilisasi massa Islam atau aksi massa 212 memiliki nilai berita tinggi untuk diberitakan media massa. Detik.com merupakan media yang menaruh porsi besar dalam pemberitaan aksi massa 212. Dalam praktik lapangan, wartawan Detik.com mendapatkan sentimen dan intimidasi dari peserta aksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan wartawan Detik.com peliputan aksi massa 212. Pengalaman wartawan yang terlibat sebagai subjek penelitian, mengungkapkan tantangan dan pemaknaan wartawan Detik.com. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengetahui peristiwa dari sudut pandang pelaku. Analisis juga ditunjang dengan pengamatan langsung pada Aksi Bawaslu dan Aksi Kawal MK. Hasil penelitian menunjukan adanya tantangan teknis, sentimen dan intimidasi dalam peliputan; dan wartawan Detik.com memaknai aksi massa 212 sebagai peliputan aksi massa dengan identitas Islam, peliputan gerakan politik dan peliputan aksi damai. Simpulan dari penelitian ini adalah para informan memaknai aksi massa 212 berdasarkan kesengajaan dan kesadaran tindakan yang direfleksikan dari pengalaman liputan yang mereka lalui.
Motif Pelanggan Dalam Menggunakan Kompas.id Sebagai Layanan Media Digital Berbayar Hikma Dirgantara; Dandi Supriadi; Abie Bisman
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.23837

Abstract

Media digital berbayar hadir sebagai salah satu upaya media mendapatkan pemasukan di luar dari iklan, yakni melalui biaya iuran pelanggan. Perkembangan media digital berbayar turut didorong jengahnya masyarakat dengan kebanyakan media daring saat ini, mulai dari keberadaan iklan digital yang mengganggu hingga kualitas konten yang ada. Kompas.id merupakan salah satu media yang menerapkan konsep media digital berbayar di Indonesia. Kompas.id tidak menampilkan iklan digital dan mengklaim memiliki konten yang lebih berkualitas. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui motif para pengguna yang rela membayar dalam menggunakan Kompas.id sementara informasi serupa sebenarnya bisa didapat secara gratis. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data primer penelitian ini didapatkan dari hasil keusioner yang disebarkan ke 348 responden dengan teknik sampling acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65.80% responden memiliki motif berlangganan Kompas.id yang tinggi. Motif utama pelanggan berbayar berlangganan Kompas.id didorong kuat oleh motif navigability. Motif modality kemudian menjadi motif kedua yang mendorong pelanggan berlangganan. Sementara motif interactivity dan agency tidak cukup kuat mendorong pengguna untuk berlangganan Kompas.id.
Pemaknaan Etika Jurnalisme Warga oleh Jurnalis Warga NETCJ di Wilayah Solo Cindy Mutia Annur; Pandan Yudhapramesti
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.22167

Abstract

Sifat jurnalisme warga yang terbuka dan bebas dilakukan oleh siapa saja, menjadikannya tantangan tersendiri bagi pelakunya. Meski belum ada kumpulan prinsip atau aturan tertulis secara resmi mengenai etika jurnalisme warga, setidaknya jurnalis warga dapat memaknai etika jurnalisme yang berlaku saat ini sebagai pedomannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemaknaan etika jurnalisme warga oleh jurnalis warga NETCJ di wilayah Solo, karena wilayah Solo merupakan wilayah paling banyak dan aktif mengirimkan liputan jurnalisme warga. Melalui metode penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi, serta teori interaksi simbolik, penelitian ini bertujuan untuk menggali motif, pengalaman, dan kesepakatan mereka dalam menerapkan etika jurnalisme warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika jurnalisme warga dimaknai sebagai aspek moralitas dan kualitas. Aspek moralitas berkaitan dengan sopan santun dan etika, sedangkan aspek kualitas berkaitan dengan mutu konten yang dinilai berdasarkan aturan dalam jurnalistik.
Daya Tahan Parahyangan TV Sumedang Sebagai TV Lokal Di Tengah Perkembangan Digital Ade Nasihudin Al Ansori; Andika Vinianto
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.23793

Abstract

Menjamurnya lembaga penyiaran di daerah tentunya harus disertai kemampuan media dalam mempertahankan keberadaannya. Mengingat persaingan yang tinggi tidak hanya antar media lokal tapi juga media swasta nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi manajemen PAR TV dalam mempertahankan eksistensinya sehingga mereka menjadi salah satu media lokal yang tetap aktif hingga kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Objek penelitian adalah stasiun TV lokal di Sumedang, Parahyangan TV (PAR TV). Hasil penelitian ini adalah, strategi bisnis yang digunakan PAR TV adalah (1) fokus terhadap konten kearifan lokal, (2) melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, (3) meningkatkan kualitas siaran dengan melakukan pelatihan rutin terhadap karyawan, (4) menjalin komunikasi yang baik dengan pusat, dan (5) menentukan target-target yang harus dicapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi utama yang dilakukan PAR TV berupa pemfokusan pada program dengan konten bermuatan seni, budaya, dan kearifan lokal.
Konvergensi Media Surat Kabar Harian Lokal Jateng Pos Ahsani Taqwim Aminuddin; Nurul Hasfi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.25070

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan media massa mulai mengikuti perkembangan teknologi terkait adanya pergeseran pola konsumsi media ke media digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya konvergensi media pada surat kabar harian lokal Jateng Pos di Semarang, Jawa Tengah. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus instrumental tunggal, dimana peneliti mengidentifikasi dan menganalisis satu isu spesifik. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber, buku, artikel, serta literatur terkait lainnya. Dengan menggunakan konsep konvergensi media dari Siapera dan Veglis, penelitian ini menunjukkan bahwa Jateng Pos mengadopsi empat tipe konvergensi media yang berkaitan satu sama lain: a) konvergensi teknologi dengan mengelola media online (jatengpos.co.id) dan hadir di media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook; b) konvergensi konten yang mengombinasikan bentuk tulisan, foto dan video; c) konvergensi bisnis, dimana keterhubungan tanpa batas di Internet menambah mitra bisnis (pengiklan) bukan hanya dari Jawa Tengah, tapi seluruh Indonesia; serta d)  konvergensi profesional dengan cara mempersiapkan SDM yang mampu memproduksi dan mendistribusikan berbagai macam konten yang dibutuhkan berdasarkan platformnya.
Konstruksi Pemberitaan Kebakaran Hutan dan Lahan pada Tribun Jambi Elfride Isai Maranatha; Ika Merdekawati Kusmayadi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.23894

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan isu yang serius di Indonesia saat ini. Media massa mempunyai peran strategis dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Penelitian ini ingin mengetahui konstruksi pemberitaan karhutla yang dilakukan Tribun Jambi dan dianalisis menggunakan analisis bingkai model Robert M. Entman. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam mengidentifikasi masalah, Tribun Jambi melihat masalah kebakaran hutan dan lahan sulit dipadamkan karena titik api yang terus yang meluas. Dalam memperkirakan penyebab masalah, Tribun Jambi melihat bahwa faktor berkurangnya curah hujan didukung dengan tindakan masyarakat dan perusahaan yang terus membakar lahan. Dalam membuat keputusan moral, Tribun Jambi menggiring pembaca untuk menilai pemerintah secara positif, dengan memberi informasi terkait tindakan yang dilakukan pemerintah dalam memadamkan titik-titik api. Dalam menuliskan penekanan penyelesaian, Tribun Jambi menyampaikan bahwa penegakan hukum perlu dilakukan pemerintah setegas-tegasnya agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi. Simpulannya, dalam membingkai berita, Tribun Jambi belum berimbang, dan lebih condong ke pemerintah.
Penggunaan Infografis pada Akun Instagramtirtoid sebagai Strategi Cross-media Retno Nurul Aisyah; Efi Fadilah; Nuryah Asri Sjafirah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.22276

Abstract

Strategi cross-media (penyilangan media) adalah strategi diversifikasi dan pengintegrasian yang dilakukan oleh media massa di platform media lainnya termasuk media sosial. Tirto.id merupakan salah satu media massa yang menerapkan strategi ini dengan menggunakan infografis di akun Instagram-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan infografis pada akun Instagramtirtoid sebagai strategi cross-media melalui metode studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan kebijakan Tirto.id menggunakan infografis di Instagram dilatarbelakangi empat pertimbangan; segmentasi khalayak, sifat dan karakter platform, kemudahan produksi, dan  karakter perusahaan. Keempat pertimbangan ini sesuai dengan konsep dasar strategi cross-media yang menekankan pada kesesuaian pilihan media dan konten yang disajikan. Dalam proses produksi konten infografis, ada enam tahapan yang dilaksanakan Tirto.id. Tirto.id memberikan karakter khas pada infografisnya yang dilandaskan pada prinsip dan etika jurnalistik. Tirto.id menggunakan prinsip reuse, repackaging, dan recreate dalam pendistribusian dan pengembangan konten infografis di Instagram yang pada dasarnya membangun praktik agenda setting.   Strategi cross-media menggunakan Instagram ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan sumber Daya Manusia (SDM) tim produksi, penguatan brand, dan terbukanya peluang baru pemasaran. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7