cover
Contact Name
Very Sukma Firmansyah
Contact Email
demangfedia@lkp3i.my.id
Phone
+628111211132
Journal Mail Official
verynuni@lkp3i.my.id
Editorial Address
Jl. Kolam Renang No. 42 Kab. Purwakarta Kode Pos 41119 Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 20897731     EISSN : 26848929     DOI : https://doi.org/10.47601/pedagogiana
Core Subject : Education,
Pedagogiana Jurnal Pendidikan Dasar is published twice a year in April and Mei online writing conceptual notions studies and application of theories practitioners writing and research results and teaching in the field of knowledge elementary education. The Jurnal Pedagogiana is published by the Institute for the Study and Professional Development of Indonesian Educators Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK DI SMP NEGERI 1 SETU KAB. BEKASI DIAN NURJANAH, RADEN
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.51

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tindakan sekolah yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dan siklus II terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan non tes. Alat yang digunakan dalam pengambilan data berupa instrumen supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, kegiatan perencanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh data sebesar 89,5%, sedangkan pada tahap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sebesar 65,63%. Pada tahap penilaian hasil belajar diperoleh data sebesar 56,11% dan pada tahap tindak lanjut hasil belajar sebesar 54%. Dari siklus I dapat dilihat bahwa, kemampuan guru dalam tahap pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut masih sangat lemah, di bawah target yang sudah ditetapkan, yaitu sebesar > 75%. Pada siklus II setelah dilakukan tindakan diperoleh data sebesar 92,44% pada tahap perencanaan, 87,27% tahap pelaksanaan, 80,66% pada tahap penilaian, dan 88,8% pada tahap tindak lanjut. Ada peningkatan secara signifikan dari proses yang telah dilakukan, sehingga penelitian ini dihentikan cukup dua siklus karena tingkat ketercapaian yang sudah ditetapkan terlampuai, yaitu > 75%. Dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik simpulan bahwa supervisi secara edukatif kaloboratif dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) DAN MEDIA BENDA ASLI HARINI, YETTI
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar tabung, kerucut dan bola siswa kelas IX.H SMP Negeri 6 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi melalui dengan penerapan strategi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan media benda asli. Penelitian dilakukan terhadap siswa Kelas IX.H di SMP Negeri 6 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan teknik eksperimen. Data perkembangan diperoleh melalui observasi sikap dan evaluasi hasil belajar bangun ruang sisi datar Instrumen utama dalam penelitian ini menggunakan instrumen lembar observasi . Indikator keberhasilan siswa adalah hasil belajar matematika di atas KKM (75). Rata-rata hasil belajar matematika diawal siklus sebesar 50,93, siklus 1 sebesar 65,17, siklus 2 sebesar 74,80, dan siklus 3 sebesar 80,50. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa hasil belajar Tabung, Kerucut dan Bola dapat ditingkatkan dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan Media Benda Asli. Dari Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini, diharapkan dapat dijadikan bahan referensi untuk meningkatkan ketrampilan siswa. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dalam meningkatkan Hasil Belajar Tabung, Kerucut dan Bola dapat terus dikembangkan.
PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI PEMBINAAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA DI SMP NEGERI 5 CIKARANG SELATAN KABUPATEN BEKASI TAHUN PELAJARAN 2019-2020 SRIYANTO, JOKO
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.53

Abstract

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) merupakan suatu cara bagi seorang kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesinya. Penulis melakukan penelitian di SMP Negeri 5 Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode action research dalam mata pelajaran. Peneliti melakukan pembinaan terhadap guru tentang implementasi manajemen dalam proses pembelajaran di sekolah. Implementasi dari konsep di atas terlihat pada perkembangan kemampuan dan aktivitas guru dari tiap siklus yang dilaksanakan. Hal ini tampak pada awal pembelajaran pada siklus 1, khususnya pada tahap eksplorasi, yaitu pemberian pengetahuan kognitif tentang manajemen terhadap guru untuk menunjang proses pembelajaran, kemudian pada siklus 2, pendalaman materi dilaksanakan dengan cara pemahaman lebih dalam terhadap konsep-konsep manajemen, dalam hal ini kepala sekolah berperan sebagai falisitator, selanjutnya pada siklus 3, kepala sekolah sebagai pendorong kreativitas guru dengan peningkatan pemahaman pada pelaksanaan praktek dilapangan, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengevaluasiaan dalam proses belajar mengajar. Perubahan yang signifikan terlihat dari tahap perencanaan yang awal persiapan mengajar hanya 20 % tetapi pada tahap berikutnya meningkat menjadi 60 % dan di siklus 3 sampai mencapai 80%. Pada tahap pelaksanaan juga ada peningkatan dari mulai tahap apersepsi, kemudian penyampaian kegiatan inti dan kegiatan penutup, setelah melalui pembinaan pada siklus 1, siklus 2 dan siklus 3, mengalami peningkatan terutama dalam praktek pelaksanaan pembelajaran, dari 40 % dari 5 orang jumlah guru yang mempraktekkan prinsip-prinsip manajemen, menajdi 80 % melaksanakannya. Penelitian ini membuktikan bahwa pembinaan oleh kepala sekolah terhadap peningkatan kinerja guru berpengaruh, dan pada akhirnya akan mempengaruhi peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA “KERLIP SI PEMBANDING JITU” PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI MEKARSARI 01 KEC.TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI IROWATI, IROWATI
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.54

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa penggunaan alat peraga “Kerlip Si Pembanding Jitu” dapat meningkatan hasil belajar matematika Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri Mekarsari 0. Subjek yang diteliti adalah kelas IV SD Negeri Mekarsari 01 sebanyak 24 siswa meliputi proses dan hasil belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Mekarsari 01 sebanyak 24 siswa dan guru kelas IV. Tempat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas IV SDN Negeri Mekarsari 01 karena kelas tersebut merupakan kelas peneliti melaksanakan tugasnya. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan September-oktober 2019. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari tiga siklus. Untuk mendapatkan data, teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan tiga metode yaitu (1) Tes, (2) Observasi, dan (3) Wawancara. Sedangkan alat pengumpulan data adalah (1) Butir soal tes (2) Lembar Observasi, dan (3) wawancara. Setelah diadakan Penelitian Tindakan Kelas ternyata penggunaan alat peraga Kerlip Si Pembanding Jitu” dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari peningkata nilai rata-rata dari sebelumnya 9,76 menjadi 14,76, sehingga ada peningkatan 5,00. Demikian juga dengan penggunaan alat peraga “Kerlip Si Pembanding Jitu” ini dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV di SD Negeri Mekarsari 01. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata tes dari sebelumnya 6,17 menjadi 8,11, sehingga ada peningkatan 2,1. Penelitian ini berhasil karena melewati batas kreteria keberhasilan yaitu 80 %.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MEMILIH DAN MENGGUNAKAN METODE-METODE PEMBELAJARAN MELALUI PEMBINAAN PROFESI DI SD NEGERI MEKARWANGI 04 CIKARANG BARAT KABUPATEN BEKASI TAHUN PELAJARAN 2019-2020 SUPRIATIN, HADIJAH
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memilih dan menggunakan metode-metode pembelajaran melalui pembinaan profesi oleh kepala sekolah. Penulis melakukan penelitian di SD Negeri Mekarwangi 04 Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode action research dalam mata pelajaran. Peneliti melakukan pembinaan terhadap guru tentang memilih dan menggunakan metode-metode pembelajaran di sekolah. Implementasi dari konsep di atas terlihat pada perkembangan kompetensi guru dari tiap siklus yang dilaksanakan. Subyek penelitian adalah guru-guru SD Negeri Mekarwangi 04 Cikarang Barat. Instrumen penelitian yang digunakan lembar penilaian dan lembar observasi kegiatan. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kompetensi guru dalam hal: 1) pemahaman tentang metode-metode pembelajaran; 2) pelaksanaan metode-metode pembelajaran, 3) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan metode pembelajaran..Peningkatan yang signifikan terlihat dari tahap perencanaan yang awal persiapan mengajar hingga tahap pelaksanaan, setelah melalui pembinaan pada siklus 1, siklus 2 dan siklus 3. Penelitian ini membuktikan bahwa pembinaan profesi oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam memilih dan menggunakan metode-metode pembelajaran, dan pada akhirnya akan mempengaruhi peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan
PELAKSANAAN IN HOUSE TRAINING (IHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RPP KAMILUDIN, JAJANG
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.57

Abstract

Tujuan penelitian tindakan sekolah yang dilakukan ini secara umum adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan guru kelas SD di SD Negeri 1 Lembang Kecamatan Lembang dalam menyusun rencana proses pembelajaran melalui IHT. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Dalam pelaksanaan penelitian tindakan sekolah yang menjadi subjek adalah guru kelas sebanyak 13 (tigabelas) orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah (PTS), dengan pendekatan kualititatif dengan menyajikan data hasil penelitian secara deskriftif berupa pemaparan dari data diteliti dengan membandingkan kondisi sebelum tindakan dengan setelah tindakan dilaksanakan. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah dengan melakukan observasi terhadap kegiatan guru dalam menyusun RPP, dan melakukan wawancara dengan guru dalam membahas masalah-masalah yang dialami oleh guru dan tentang tanggapan guru terhadap pelaksanaan IHT dalam penyusunan RPP. Instrumen penilaian yang digunakan untuk penilaian penyususnan RPP berdasarrkan pada kelengkapan komponen-komponen RPP menurut Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang Standar Proses dalam persiapan perencanaan pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Kemampuan guru di SD Negeri 1 Lembang Kecamatan Lembang dalam menyusun RPP berdasarkan hasil observasi awal masih rendah, RPP yang disusun guru dalam setiap komponennya belum sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses dalam perencanaan proses pembelajaran yang mencakup silabus dan RPP, sehingga hasilnya masih banyak kekurangan; (2) Proses pelaksanaan penelitian dengan melaksanakan kegiatan IHT dalam upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP yang dilakukan oleh kepala sekolah di SD Negeri 1 Lembang Kecamatan Lembang berlangsung selama dua siklus. Guru diberikan bimbingan dan arahan dalam menyusun RPP yang lengkap dan sistematis berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2016, tentang standar proses dalam perencanaan proses pembelajaran. Guru menunjukkan keseriusan dalam usahanya untuk memahami cara menyusun RPP yang baik. Informasi ini diperoleh peneliti dari hasil pengamatan pada saat pada saat melakukan tindakan peneltian dan wawancara dengan guru perihal tanggapannya terhadap pelaksanaan kegiatan IHT penyusunan RPP. Guru merasa termotivasi dan dapat memahami dengan baik dalam menyusun RPP; (3) Pelaksanaan penelitian dengan melaksanakan kegiatan IHT penyusunan RPP dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP yang lengkap dan sistematis. Data ini diperoleh dari hasil hasil penilaian RPP yang disusun oleh guru pada siklus kesatu dan siklus kedua. Kemampuan guru dalam menyusun RPP pada siklus kesatu berdasarkan nilai rata-rata komponen RPP 78,01% dan pada siklus kedua naik menjadi 86,52%. Jadi, terjadi peningkatan 8,51% dari siklus kesatu. Berdasarkan keberhasilan pencapain nilai setiap kompenen RPP yang dicapai oleh masing-masing guru berdasarkan indikator keberhasilan penelitian ini pada siklus kesatu baru mencapai 72,09%, sedangkan pada siklus kedua naik menjadi 91,67%. Penelitian ini telah mencapai indikator keberhasilan penelitian
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN REALISTIK MATEMATIK AIP, AIP
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika melalui Pembelajaran Matematika Realistik pada siswa kelas VI SDN 2 Tegalsari Kecamatan Tegalwaru. Hasil belajar yang digunakan meliputi hasil belajar kognitif dan sikap siswa selama mengikuti pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas. Desain penelitian ini menggunakan modifikasi model Kemmis & McTaggart dalam 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VI SDN 2 Tegalsari Kecamatan Tegalwaru yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data adalah tes dan observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar Matematika siswa kelas VI SDN 2 Tegalsari Kecamatan Tegalwaru dapat meningkat setelah diberi tindakan melalui penerapan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik yang menggunakan masalah nyata dalam kehidupan, menggunakan alat peraga, mendiskusikan hasil, menemukan konsep, kemudian guru memperkenalkan prosedur baku/rumus dan mengaitkan konsep lain dalam matematika yang berhubungan. Siswa tidak langsung mendapatkan rumus tetapi terlebih dahulu siswa telibat langsung melakukan pengamatan menggunakan alat peraga dan diskusi kelompok sehingga menemukan konsep. Hasil belajar kognitif pada pra tindakan menunjukkan bahwa sebanyak 3 siswa (20%) telah mencapai KKM kemudian pada siklus I meningkat menjadi 8 siswa (53,33%) dan pada siklus II meningkat menjadi 12 siswa (80%). Hasil rata-rata sikap siklus I mencapai 58,33% sedangkan siklus II diperoleh hasil rata-rata sikap sebesar 77,5%. Dengan demikian, Pembelajaran Matematika Realistik dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas VI SDN 2 Tegalsari Kecamatan Tegalwaru.
PENERAPAN MODEL MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) GURU UNTUK MENINGKATKAN CAPAIAN MUTU SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 CIBITUNG KABUPATEN BEKASI TAHUN PELAJARAN 2019-2020 SANI SAMOSIR, SANI PALESTINA SAMOSIR
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.59

Abstract

Pada awal pengamatan terhadap administrasi sekolah dan administrasi guru diperoleh nilai rata-rata nilai adalah 62,96 atau ada 10 orang dari 30 guru sudah tuntas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan belum tuntas, karena guru yang memperoleh nilai 75 hanya sebesar 33,33 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Setelah melalui 3 siklus tindakan monev yang diakukan oleh kepala sekolah diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 82,22% dan 30 orang guru sudah mencapai ketuntasan dalam meningkatkan capaian mutu sekolah. Maka secara kelompok ketuntasan telah mencapai 100 % (termasuk kategori tuntas). Adanya peningkatan hasil pembinaan ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam menerapkan pembinaan melalui penerapan model monitoring dan evaluasi (monev) sehingga guru menjadi lebih memahami tugasnya sehingga dapat meingkatkan kecapaian mutu sekolah. Di samping itu ketuntasan ini juga dipengaruhi oleh kerja sama dari kepala sekolah dengan guru dalam merencanakan dan melaksanakan program pembelajaran masing masing. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa penerapan model monitoring dan evaluasi (monev) dapat meningkatkan capaian mutu sekolah. Hasil Penelitian Tindakan Sekolah ini dapat dijadikan bahan referensi untuk meningkatkan capaian mutu sekolah. Penerapan model monitoring dan evaluasi (monev) dalam meningkatkan capaian mutu sekolah dapat terus dikembangkan.
PENERAPAN BIMBINGAN BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERKARAKTER DI SMP NEGERI 1 TAMBELANG, KABUPATEN BEKASI TAHUN PELAJARAN 2019-2020 SITI FATONAH, SITI FATONAH
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.60

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) memperoleh gambaran penerapan bimbingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru menyusun RPP berkarakter; (2) melihat partisipasi dan aktivitas guru dalam mengikuti kegiatan bimbingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru menyusun RPP berkarakter; (3) mengetahui peningkatan kompetensi guru menyusun RPP berkarakter melalui bimbingan berkelanjutan; (4) melihat respon yang muncul dari guru dalam kegiatan bimbingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru menyusun RPP berkarakter. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). PTS dapat diartikan sebagai penelitian tindakan / action research yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kwalitas proses dan prestasi belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah guru di SMP Negeri 1 Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tahun pelajaran 2019 – 2020, semester ganjil. Berjumlah 30 orang guru , dengan perincian jumlah guru laki-laki 13 orang, guru perempuan berjumlah 17 orang. Instrumen penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) wawancara; (2) observasi ; (3) diskusi. Hasil dari penelitian ini yaitu sebagai berikut : (1) Partisipasi dan aktivitas guru dalam mengikuti kegiatan bimbingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru menyusun RPP berkarakter cukup tinggi dan bersemangat; (2) Melihat respon yang muncul dari guru dalam kegiatan bimbingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru menyusun RPP berkarakter; (3) Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru; (3) Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus ke siklus. Pada siklus 1 nilai rata-rata komponen RPP 79% dan pada siklus 2 = 93%. Jadi, terjadi peningkatan 14% dari siklus 1
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR PROYEKSI ORTOGONAL MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MESIN MELALUI PENERAPAN MODEL BELAJAR CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SISWA KELAS X TP 1 KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 1 KARAWANG TAHUN P SLAMET RAHARJO, SLAMET RAHARJO
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.61

Abstract

Selama ini pembelajaran yang berlangsung di SMK Negeri 1 Karawang, khususnya pada Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan masih menggunakan metode ceramah dan demontrasi. Secara umum guru menerangkan, memberi contoh/demonstrasi, meberi tugas untuk latihan, memberi tugas untuk praktek, sedangkan siswa memperhatikan , mendemonstrasikan dengan pengawasan guru, lalu diakhiri dengan siswa mengerjakan tugas prakteknya, sehingga hasilnya kurang memuaskan. Penelitian ini dilakukan agar pembaharuan dalam proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan dasar dari hasil penelitian yang benar. Penelitian ini berdasarkan hipotesa bahwa bila proses pembelajaran dilakukan dengan metode CTL akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkan dalam kehidupan mereka (Sanjaya 2008). Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Karawang, pada kelas X TP 1, Kompetensi keahlian Teknik Pemesinan pada tahun pelajaran 2016-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar dalam pelajaran Gambar Teknik Mesin dalam Materi Menggambar Proyeksi Ortogonal di kelas X TP 1 pada SMK Negeri 1 Karawang, sebelum dilakukan pembelajaran dengan CTL nilai rata rata sebesar 59,38 , kemudian meningkat pada siklus I menjadi 72,19 dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 82,81