cover
Contact Name
Very Sukma Firmansyah
Contact Email
demangfedia@lkp3i.my.id
Phone
+628111211132
Journal Mail Official
verynuni@lkp3i.my.id
Editorial Address
Jl. Kolam Renang No. 42 Kab. Purwakarta Kode Pos 41119 Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 20897731     EISSN : 26848929     DOI : https://doi.org/10.47601/pedagogiana
Core Subject : Education,
Pedagogiana Jurnal Pendidikan Dasar is published twice a year in April and Mei online writing conceptual notions studies and application of theories practitioners writing and research results and teaching in the field of knowledge elementary education. The Jurnal Pedagogiana is published by the Institute for the Study and Professional Development of Indonesian Educators Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS X TEI I SMK NEGERI I KARAWANG TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018 SARAGIH, FARIDAWATY
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.62

Abstract

Fakta di lapangan mata pelajaran kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang di yang dianggap sulit bagi sebagian siswa. Banyaknya konsep kimia yang bersifat abstrak yang harus diserap siswa dalam waktu relatif terbatas, siswa cenderungbelajar dengan hafalan daripada secara aktif sehingga siswa tidak mampumengaplikasikan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa tidak mendapatkan materi secara konkret (nyata). Hal inilah yang menyebabkanrendahnya minat siswa dalam belajar kimia, sehingga diperlukan suatu terobosanyang dapat membantu siswa dalam prose belajar mengajar. Oleh karena itu,penelitian ini dilakukan agar pembaharuan dalam proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan dasar dari hasil penelitian yang benar. Penelitian ini berdasarkan hipotesa bahwa bila proses pembelajaran dilakukan dengan metode IBL akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri I Karawang pada kelas X TEI I tahun pelajaran 2017-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar dalam materi larutan elektrolit dan nonelektrolit di kelas X TEI I dimana sebelum dilakukan pembelajaran dengan IBL nilai rata rata sebesar 57,00, kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 71,50 dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 81,5
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIS SISWA KELAS X MM-1 SMKN 1 BOGOR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY AL AMIN, SOLIHIN
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajar matematis siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor melalui model pembelajaran discovery. Jenis penelitian ini adalah Penelitian indakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor. Insrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket respon siswa, dan tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajar matematis siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor dilakukan melalui pembelajaran matematika dengan model discovery learning yang dilakukan dengan 5 langkah yaitu: : (1) stimulation (stimulasi/pemberian ragsangan, (2) problem statement (penyataan/identifikasi masalah), (3) data collection (pengumpulan data), (4) data processing (pengolahan data), (5) generalization (menarik kesimpulan atau generalisasi). Setelah dilakukan pembelajaran dengan model discovery learning, kemampuan prestasi belajar matematis siswa mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan persentase skor rata-rata tiap indikator kemampuan prestasi belajar matematis siswa dari siklus I ke siklus II yaitu: (a) Memberikan penjelasan sederhana dengan memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, dan menjawab pertanyaan yang membutuhkan penjelasan meningkat dari 83,33 % pada siklus I menjadi 88,72 pada siklus II (b) Mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi, meningkat dari 87,80 % pada siklus I menjadi 89,63 % pada siklus II (c) Membuat kesimpulan dengan mempertimbangkan nilai keputusan, meningkat dari 84,15 % pada siklus I menjadi 89,94% pada siklus II. Angket respon siswa menunjukan siswa memberikan respon positif terhadap kegiatan pembelajaran dengan model discovery learning. Pada siklus I menunjukkan kesukaan terhadap penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran matematika adalah sebesar 66% dengan kualifikasi baik, dan pada siklus II menjadi 71,3% dengan kualifikasi baik atau meningkat sebesar 5,3%. Aktifitas siswa menunjukkan kesungguhan dan kemampuan berpikir dengan menguasai soal-soal berpikir kritis matematis yang diberikan pada siklus I adalah sebesar 68% dengan kualifikasi baik, dan pada siklus II menjadi 81,6% dengan kualifikasi baik atau meningkat sebesar 13,6%.
PENERAPAN METODE TUGAS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN ANIMASI 3 DIMENSI DI KELAS XII MULTIMEDIA SMKN 1 KOTA BOGOR SUTIAWAN, IWAN
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajar matematis siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor melalui model pembelajaran discovery. Jenis penelitian ini adalah Penelitian indakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor. Insrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket respon siswa, dan tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajar matematis siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor dilakukan melalui pembelajaran matematika dengan model discovery learning yang dilakukan dengan 5 langkah yaitu: : (1) stimulation (stimulasi/pemberian ragsangan, (2) problem statement (penyataan/identifikasi masalah), (3) data collection (pengumpulan data), (4) data processing (pengolahan data), (5) generalization (menarik kesimpulan atau generalisasi). Setelah dilakukan pembelajaran dengan model discovery learning, kemampuan prestasi belajar matematis siswa mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan persentase skor rata-rata tiap indikator kemampuan prestasi belajar matematis siswa dari siklus I ke siklus II yaitu: (a) Memberikan penjelasan sederhana dengan memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, dan menjawab pertanyaan yang membutuhkan penjelasan meningkat dari 83,33 % pada siklus I menjadi 88,72 pada siklus II (b) Mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi, meningkat dari 87,80 % pada siklus I menjadi 89,63 % pada siklus II (c) Membuat kesimpulan dengan mempertimbangkan nilai keputusan, meningkat dari 84,15 % pada siklus I menjadi 89,94% pada siklus II. Angket respon siswa menunjukan siswa memberikan respon positif terhadap kegiatan pembelajaran dengan model discovery learning. Pada siklus I menunjukkan kesukaan terhadap penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran matematika adalah sebesar 66% dengan kualifikasi baik, dan pada siklus II menjadi 71,3% dengan kualifikasi baik atau meningkat sebesar 5,3%. Aktifitas siswa menunjukkan kesungguhan dan kemampuan berpikir dengan menguasai soal-soal berpikir kritis matematis yang diberikan pada siklus I adalah sebesar 68% dengan kualifikasi baik, dan pada siklus II menjadi 81,6% dengan kualifikasi baik atau meningkat sebesar 13,6%.
PENGUNAAN METODE TANYA JAWAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEMBACA DAN MENULIS LAMBANG BILANGAN PADA SISWA KELAS II.A SDN MEKARSARI 06 KECAMATAN TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI DI SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2017/2018 SOLIHATI, RUNAH
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 8 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.65

Abstract

Metode tanya jawab termasuk metode yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Bertanya memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pertanyaan yang tersusun dengan baik dan tehnik pengajuan yang tepat akan meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar, membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap permasalahan yang sedang dibicarakan, mengembangkan pola berpikir dan belajar aktif siswa dan memusatkan perhatian murid terhadap masalah yang sedang dibahas. Menurut Drs. Soetomo metode Tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan/memberikan pertanyaan kepada siswa dan siswa menjawab, atau sebaliknya siswa bertanya pada guru an dan guru menjawab peranyaan siswa. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara melakukan teknik tes dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh data hasil belajar materi membaca dan menulis lambang bilangan siswa setelah proses pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari pembelajaran setelah diterapkannya metode tanya jawab pada tes formatif siklus I, dan siklus II. Tingkat hasil belajar membaca dan menullis lambang bilangan pada siswa kelas II.A SDN Mekarsari 06 Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, sebelum diterapkannya metode tanya jawab masih sangat rendah belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan untuk mata pelajaran membaca dan menulis lambang bilangan yaitu ≥65. Hasil peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mateamtika dengan metode tanya jawab sudah mencapai indikator. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar materi membaca dan menulis labang bilangan yang mengalami peningkatan dari mulai pra tindakan ke siklus I, dari siklus I ke siklus II
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL IPA PADA SISWA KELAS VII SMPN 2 CIKARANG BARAT KABUPATEN BEKASI MELALUI METODE DISKUSI DI SEMESTER 1 TAHUN 2018/2019 PRIYANTO, EDI
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 8 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.67

Abstract

The aim to be achieved in this research is to find out the extent to which the improvement of science learning outcomes for science object material and its measurement by applying the direct instruction learning model through the discussion method. The source of the data for this research is the seventh grade students of SMPN 2 Cikarang Barat, Bekasi Regency, with a total of 26 students. This research was carried out in semester 1 of the 2018/2019 academic year for 4 months. The data collected is quantitative and qualitative data. Quantitative data is data obtained from formative test results in each cycle. While qualitative data in the form of observations in each learning cycle. The data obtained is then converted to the success criteria to determine whether student learning outcomes can be seen how the improvement. The results of the study on the application of direct instruction learning models through discussion methods to improve science learning outcomes for science object materials and their measurements, in the pre-cycle 58.27 with 11 completed from 26 students, increased in the first cycle of meeting 1 which was 63.27 with 12 students who completed, in the first cycle of meeting 2, namely 68.27 with 13 students who completed, then in the second cycle of meeting 1 it increased again, namely 74.81 with 16 students who completed from 26 students, in the second cycle of meeting 2 it increased again, namely 87.50 with 24 students who finished from 26 students of class VII SMPN 2 Cikarang Barat Bekasi Regency. While the percentage of completeness also increased from pre-cycle 42.31%, increased in the first cycle of the first meeting of 46.15%, in the first cycle of the second meeting of 50%, increased to 61.54% in the second cycle of meeting 1 and increased again to 92 ,31% in the second cycle of meeting 2. From the research data, it was found that there was an increase in learning outcomes of science learning materials for science objects and their measurements in class VII students of SMPN 2 Cikarang Barat, Bekasi Regency after the application of the direct instruction learning model through the discussion method so that it was feasible to be applied in SMPN 2 Cikarang Barat Bekasi Regency.
MENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMKN 1 CIKAMPEK TAHUN PELAJARAN 2018/2019 MAKMUR, MAKMUR
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 8 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.68

Abstract

The success of education in educational units is strongly influenced by the role of the principal as a researcher in the learning leadership of teachers. The principal in the education unit has a strategic role in determining the success and failure of teachers in learning in which there is a learning evaluation system. the author is interested in conducting School Action Research (PTS) entitled "Improving the Quality of Learning Through Academic Supervision at Smkn 1 Cikampek". Based on the background of the problems that have been described, the problems that arise can be identified by the authors as follows: 1) The low interest in student learning, as evidenced by the results of daily test scores that do not meet the KKM; 2) Only 15% of students have a high interest in learning, as evidenced by the number of library visitors on average 70 to d. 80 students/day; 3) Only 35% of students have moderate interest in learning, as evidenced by the number of students who submit practical/cocurricular assignments less than half the number of students per class; and 4) Only 65% ​​of students have low interest in learning. So, the authors set several formulations of the problem, among others; 1) Can the academic supervision of teachers improve their performance?; 2) Can academic supervision change the interest and willingness to carry out good learning in accordance with the rules and steps of the teaching and learning process?, 3) Can this supervision change the learning culture in the classroom to be better with active, creative, effective and effective learning patterns? pleasant?. An activity is impossible without a goal. Likewise, this research was carried out with the objectives of: 1) Improving the quality of student learning; 2) Increase students' interest in learning 3) Improve the ability of teachers in the implementation of learning so that it is in accordance with predetermined standards. The results of the presentation of success in cycle 1 are the average success of planning 71.98%, implementation 72.44%, assessment 81.3%, and follow-up 59.76%, while in cycle II the average success of planning is 92.44% , 93.81% implementation, 90.56% assessment, and 83% follow-up.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SUMBANG KATA DAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DESLYANI, YAYOEK
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 8 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.69

Abstract

Model pembelajaran sumbang kata merupakan pengembangan dari salah satu strategi pembelajaran kooperative yang telah dimodifikasi dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa. Menurut Jabrohim dkk. (2003:31-33) menulis puisi bermula dari proses kreatif, yakni mengimajikan atau mengembangkan fakta-fakta empirik yang kemudian diwujudkan dalam bentuk puisi. Selanjutnya, untuk menuangkannya menjadi sebentuk puisi, terlebih dahulu memahami unsur-unsur pembentuk puisi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini,menggunakan instrumen berbentuk tes dan nontes pada siklus. Analis data dalam Penelitian Tindakan Kelas peneliti menggumpulkan dan mengolah data secara kuantitatif dari format observasi dan format penilaian (unjuk kerja) dari setiap siklus sehingga dapat mengetahui prosentase peningkatan hasil belajar yang kemudian dideskrifsikan untuk diambil suatu kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi pada pokok bahasan : Membaca dan Menulis Puisi dengan menggunakan Model Pembelajaran Sumbang Kata dan Multimedia. Penelitian dilakukan terhadap siswa Kelas VIII.3 di SMP Negeri 1 Sukatani, Kabupaten Bekasi. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan teknik eksperimen. Data perkembangan diperoleh melalui observasi sikap dan evaluasi hasil belajar. Instrumen utama dalam penelitian ini menggunakan instrumen Lembar Kerja Siswa dan lembar observasi sikap. Indikator keberhasilan siswa adalah Kemampuan Menulis Puisi di atas KKM (75). Rata-rata Kemampuan Menulis Puisi diawal siklus sebesar 40,67, siklus 1 sebesar 55,33, siklus 2 sebesar 69,16, dan siklus 3 sebesar 79,67. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa Kemampuan Menulis Puisi dapat ditingkatkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Sumbang Kata dan Multimedia. Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dijadikan bahan referensi untuk meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi siswa. Penggunaan Model Pembelajaran Sumbang Kata dan Multimedia dalam meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi dapat terus dikembangkan.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN MEMAHAMI PENYUSUNAN GERAK RITMIK DENGAN PENERAPAN PENGAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM BASED INTRUCTION ) PADA SISWA KELAS IX.3 DI SMP NEGERI 7 TAMBUN SELATAN KABAPUTEN BEKASI KASIM, MOHAMAD
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 8 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.70

Abstract

Pada tingkatan SMP secara umum menunjukan penguasaan materi yang masih tergolong rendah pada mata pelajaran Penjaskes. Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyak factor antara lain,cara guru mengajar yang tidak dikaitakan dengan kehidupan nyata dan materi yang tidak secara langsung dikonstuk oleh siswa akan mengakibatkan siswa sulit untuk menguasai suatu materi serta kurangnya pemberian motivasi pada siswa yang dilakukan oleh guru. Untuk menanggulangi hal tersebut diatas, diperlukan suatu model pembelajaran yang lebih menarik dimana siswa akan termotivasi untuk belajar dan materi yang akan dikaitkan dengan kehidupan nyata sehingga siswa dapat mengkonstruk materi dengan kemampuannya sendiri. Hal tersebut dapat terwujud dalam suatu model pembelajaran berdasarkan masalah. Penelitian dilaksanakan berdasarkan pada beberapa pertanyaan penelitian yaitu : 1) Bagaimana aktifitas guru dalam pembelajaran dengan penerapan pembelajaran berdasarkan masalah 2) Bagaimana aktifitas siswa dalam pembelajaran dengan penerapan pembelajaran berdasarkan masalah 3) Bagaimana pencapaian hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX.3 SMP Negeri 7 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi pada materi pokok Penyusunan Gerak ritmik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan disain one-shot case studydesign.Penelitian dilakukan selama tiga pertemuan dengan menggunakan beberapa metode penelitian, yaitu; metode observasi digunakan untuk mengetahui aktifitas yang dilakukan guru dan siswa dan metode tes digunakan untuk mengetahui keberhasilan siswa. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa: 1) Pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan aktifitas guru 2) Pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan aktifitas siswa 3) Pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF UNTUK PENEMUAN FAKTA DAN OPINI DENGAN PENGGUNAAN TEKNIK OPQRST PADA SISWA KELAS XII TKR 2 SMK NEGERI 1 CILAMAYA PURNAMAWATI, MUTIA
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 8 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.71

Abstract

Berdasarkan hasil observasi penulis di kelas XII SMK Negeri 1 Cilamaya penulis mengetahui bahwa keterampilan membaca pada siswa masih cukup rendah, karena siswa hanya tertarik membaca ketika ditugaskan oleh gurunya. Siswa masih kesulitan memahami suatu teks, sehingga hanya membaca tanpa mendapatkan pemahaman. Beberapa kegiatan sudah dilakukan oleh guru agar siswa tertarik untuk membaca, tetapi nampaknya guru belum menemukan metode yang tepat untuk membimbing siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca intensif untuk penemuan fakta dan opini dengan penggunaan teknik OPQRST pada siswa kelas XII TKR 2 SMK Negeri 1 Cilamaya?. selanjutnya tujuan dari penelitian adalah 1) Mendeskripsikan kemampuan membaca intensif siswa 2) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca intensif setelah menggunakan teknik OPQRST. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitaf sederhana dengan perhitungan persentase. Hasil dari analisis penelitian adalah sebagai berikut: terdapat peningkatan keterampilan membaca intensif untuk menemukan fakta dengan menggunakan teknik OPQRST, pada siswa kelas XII TKR 2 SMK 1 Cilamaya. Hal ini dapat dibuktikan dengan analisis data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II yang sangat meningkat dibandingkan pretest. Nilai rata-rata yang diperoleh saat pretest adalah 64,30 atau 54,23%. Nilai yang didapat belum mencapai KKM, kemudian dilakukan tindakan pada siklus I dengan teknik OPQRST sehingga nilai rata-rata yang didapat lebih tinggi dari nilai rata-rata pretest yaitu 74,36 atau 63.65%. Nilai rata-rata pada siklus I belum mencapai KKM, tetapi pada siklus II nilai rata-rata siswa berhasil mencapai KKM dengan nilai rata-rata 82,5 atau 95,96%. Respon siswa terhadap pembelajaran membaca intensif untuk menemukan fakta dengan menggunakan teknik OPQRST sangat baik, terbukti dari hasil yang didapat siswa selama pretest, siklus I, dan siklus II selalu mengalami peningkatan. Dengan demikian, teknik OPQRST dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca intensif untuk menemukan fakta.
MENINGKATKAN KINERJA GURU KELAS MELALUI SUPERVISI PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SDN MEKARSARI 05 TAMBUN SELATAN KABUPETEN BEKASI TAHUN 2017 SUHARTINI, HENI
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 8 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.72

Abstract

Tujuan penelitian untuk meningkatkan kinerja guru kelas melalui supervisi penerapan media pembelajaran di SDN Mekarsari 05 Tambun Selatan Kabupeten Bekasi di tahun 2017. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah dengan dua siklus dan masing-masing siklus melalui empat tahapan, yaitu perencanaan (planning), Tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflection). Teknik pengambilan data penelitian dilakukan dengan cara observasi dan penilaian langsung terhadap peningkatan kinerja guru kelas, Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, kualitatif. Pada siklus I pertemuan 1 kinerja guru kelas melalui supervisi penerapan media pembelajaran berada pada persentase 42,59%, dan siklus I pertemuan 2 kinerja guru kelas melalui supervisi penerapan media pembelajaran berada pada persentase 51,85% hasil ini masih jauh dari target minimal ≥70% sehingga perlu dilakukan siklus II. Pada siklus II pertemuan 1 terjadi peningkatan kinerja guru kelas melalui supervisi penerapan media pembelajaran menjadi 66,67% dan meningkat lagi pada siklus II pertemuan 2 terjadi peningkatan kinerja guru kelas melalui supervisi penerapan media pembelajaran menjadi 83,33%, hasil ini telah melebihi dari target yang ingin di capai yaitu peningkatan kinerja guru kelas melalui supervisi penerapan media pembelajaran minimal ≥70%. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa upaya peningkatan peningkatan kinerja guru kelas melalui supervisi penerapan media pembelajaran telah berhasil dan dapat diterapkan di SDN Mekarsari 09 Tambun Selatan Kabupeten Bekasi.