cover
Contact Name
Very Sukma Firmansyah
Contact Email
demangfedia@lkp3i.my.id
Phone
+628111211132
Journal Mail Official
verynuni@lkp3i.my.id
Editorial Address
Jl. Kolam Renang No. 42 Kab. Purwakarta Kode Pos 41119 Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 20897731     EISSN : 26848929     DOI : https://doi.org/10.47601/pedagogiana
Core Subject : Education,
Pedagogiana Jurnal Pendidikan Dasar is published twice a year in April and Mei online writing conceptual notions studies and application of theories practitioners writing and research results and teaching in the field of knowledge elementary education. The Jurnal Pedagogiana is published by the Institute for the Study and Professional Development of Indonesian Educators Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI KEGIATAN WORKSHOP HARTINI, HENY
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.41

Abstract

Tujuan penelitian tindakan sekolah yang dilakukan ini secara umum adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah binaan dalam menyusun RPP melalui pelaksanaan kegiatan workshop penyusunan RPP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah (PTS), dengan pendekatan kualititatif dengan menyajikan data hasil penelitian secara deskriftif berupa pemaparan dari data diteliti dengan membandingkan kondisi sebelum tindakan dengan setelah tindakan dilaksanakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri yang merupakan sekolah binaan peneliti yaitu SMPN 3 Babakancikao, SMPN 1 Pondoksalam, SMPN 1 Cibatu, SMPN 3 Cibatu, SMPN 1 Sukatani, SMPN 4 Sukatani. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah dengan melakukan observasi terhadap kegiatan guru dalam menyusun RPP, dan melakukan wawancara dengan guru dalam membahas masalah-masalah yang dialami oleh guru dan tentang tanggapan guru terhadap pelaksanaan supervisi dalam penyusunan RPP. Berdasarkan hasil Penelitian Tinadakan Sekolah (PTS) dapat dilihat hasil penelitian sebagai berikut. (1) Kemampuan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah binaan peneliti dalam menyusun RPP berdasarkan hasil observasi awal masih rendah, RPP yang disusun guru dalam 2setiap komponennya belum sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses dalam perencanaan proses pembelajaran yang mencakup silabus dan RPP, sehingga hasilnya masih banyak kekurangan. (2) Proses pelaksanaan penelitian dengan melakukan supervisi akademik dalam upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP yang dilakukan oleh pengawas sekolah di sekolah Binaan SMP di kabupaten Purwakarta berlangsung selama dua siklus. Guru diberikan bimbingan dan arahan dalam menyusun RPP yang lengkap dan sistematis berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, tentang standar proses dalam perencanaan proses pembelajaran. Guru menunjukkan keseriusan dalam usahanya untuk memahami cara menyusun RPP yang baik. Informasi ini diperoleh peneliti dari hasil pengamatan pada saat pada saat melakukan tindakan peneltian dan wawancara dengan guru perihal tanggapannya terhadap pelaksanaan supervisi oleh pengawas sekolah. Guru merasa termotivasi dan dapat memahami dengan baik dalam menyusun RPP. (3) Pelaksanaan penelitian dengan melakukan supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP yang lengkap dan sistematis. Data ini diperoleh dari hasil hasil penilaian RPP yang disusun oleh guru pada siklus kesatu dan siklus kedua. Kemampuan guru dalam menyusun RPP pada siklus kesatu berdasarkan nilai rata-rata komponen RPP 75,97% dan pada siklus kedua naik menjadi 86,79%. Jadi, terjadi peningkatan 10,82% dari siklus kesatu. Berdasarkan keberhasilan pencapain nilai setiap kompenen RPP yang dicapai oleh masing-masing guru berdasarkan indikator keberhasilan penelitian ini pada siklus kesatu baru mencapai 53,44%, sedangkan pada siklus kedua naik menjadi 91,67%. Penelitian ini telh mencapai indikator keberhasilan penelitian.
PENERAPAN PENDEKATAN LEARNING TOGETHER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU SMP NEGERI 2 TAMBELANG TAHUN PELAJARAN 2019-2020 WINATA, YAHYA
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan Kompetensi Mengajar Guru SMP Negeri 2 Tambelang, Kabupaten Bekasi dengan menerapkan pendekatan Learning Together. Penelitian dilakukan terhadap guru- guru di SMP Negeri 2 Tambelang, Kabupaten Bekasi. Penelitian Tindakan Sekolah ini menggunakan teknik eksperimen. Data perkembangan diperoleh melalui observasi dan evaluasi kinerja . Instrumen utama dalam penelitian ini menggunakan instrumen Lembar Evaluasi dan Lembar Observasi kinerja. Adanya peningkatan nilai hasil kegiatan pembelajaran . Pada siklus 1 terdapat rata-rata nilai kegiatan pembelajaran sebesar 62,30. Pada siklus 2 terdapat nilai rata-rata kegiatan pembelajaran sebesar 71,63 (terjadi peningkatan sebesar 14,97 %). Pada siklus 3 terdapat nilai rata-rata kegiatan pembelajaran sebesar 81,79 (terjadi peningkatan sebesar 31,28 %). Adanya peningkatan hasil kegiatan guru. Pada siklus 1 rata-rata hasil kegiatan guru sebesar 64,87. Pada siklus 2 rata-rata hasil kegiatan guru sebesar 72,22 (terdapat kenaikan 11,33 %). Pada siklus 3 rata-rata hasil kegiatan guru sebesar 85,66 (terdapat kenaikan 32,04 %). Adanya peningkatan hasil kegiatan siswa . Pada siklus 1 terdapat rata-rata hasil kegiatan siswa sebesar 65,50. Pada siklus 2 terdapat rata-rata hasil kegiatan siswa sebesar 71,75 (terdapat kenaikan sebesar 9,54 %). Pada siklus 3 terdapat rata-rata hasil kegiatan siswa sebesar 85,19 (terdapat kenaikan sebesar 30,06 %). Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa Kompetensi Mengajar Guru dapat ditingkatkan dengan menerapkan Pendekatan Learning Together. Dari Hasil Penelitian Tindakan Sekolah ini, diharapkan dapat dijadikan bahan referensi untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru. Penggunaan Metode Learnign Together dalam meningkatkan Kompetensi Mengajar Guru dapat terus dikembangkan. Untuk Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam mencipatakan budaya yang inovatif di tiap sekolah sebagai upaya meningkatkan hasil belajar.
DAMPAK NEGATIF GADGET TERHADAP INTERAKSI SOSIAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA KELAS IX.2 SMPN 1 CIKARANG UTARA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 WARIS, WARIS
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.43

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menguarangi dampak negatif gadget terhadap interaksi sosial di sekolah siswa kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara melalui metode pemberian layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara di semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Untuk menjawab suatu pernyataan maka peneliti mengambil lokasi di 2 SMPN 1 Cikarang Utara Kabuapten Bekasi Provinsi Jawa Barat, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah siswa siswa telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah berjumlah 8 siswa kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara. Instrumen dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara, wawancaran dengan siswa di kelas 7 yang sering terlambat hadir ke sekolah. Jadi hasil penelitian atau bimbingan kelompok yang diberikan pada siswa adalah siswa yang sering terlambat hadir ke sekolah. Bimbingan kelompok ini dilaksanakan 2 siklus, pada prasiklus ditemuai adanya 6 siswa siswa telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial. Pada siklus II tidak ditemuai siswa yang terlambat, namunmasih ada siswa yang masih memiliki masalah 0 siswa siswa telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial, hal ini terjadi karena pengaruh dari teman sebaya, tidak memiliki kesadaran untuk merubah diri menjadi lebih baik, dan memanfaatkan penggunaan gadgat dengan baik sebagai pennjang prestasi belajar. Kesimpulan yang dapat di amil bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dapat mengurangi dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di SMPN 1 Cikarang Utara.
PENERAPAN MODEL WORKSHOP UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENETAPKAN KETUNTASAN BELAJAR MINIMUM (KBM) DI SMP NEGERI 1 SETU, KABUPATEN BEKASI TAHUN PELAJARAN 2019-2020 HUSNY, MOCH MARDYANA
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.44

Abstract

Ketuntasan Belajar Minimum (KBM) adalah nilai minimal yang harus dicapai oleh siswa setelah menempuh pembelajaran. Dengan kata lain, KBM adalah tolak ukur ketuntasan belajar peserta didik. KBM merupakan nilai minimal hasil uji kompetensi yang diberikan oleh guru. Besaran skor KBM ini ditentukan pada awal tahun pelajaran. Jika tidak tercapai maka peserta didik mendapat pembelajaran dan ujian remedial setiap kompetensi dasar yang tidak tuntas. Cara menentukan KBM menggunakan hitungan matematis berdasarkan tiga kriteria. Ketiga kriteria itu adalah input peserta didik, fasilitas dan tingkat kompleksitas materi. Input peserta didik diukur dari nilai rata-rata pada perolehan nilai tingkat sebelumnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam menetapkan KBM melalui Workshop di SMP Negeri 1 Setu, Kabupaten Bekasi dan untuk memenuhi persyaratan angka kredit kenaikan pangkat/golongan dari IVb ke IVc. Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan kesiapan dan kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal dari siklus 1 ke siklus 2. Ketercapaian indikator kinerja terdapat pada tindakan 2. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat meningkatkan kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal di SMP Negeri 1 Setu Kabupaten Bekasi. Dengan demikian, dapat disarankan kepada pengawas atau peneliti yang lain bahwa kegiatan workshop dapat dipakai sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kinerja guru dalam menetapkan Ketuntasan Belajar Minimum (KBM ).
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP BERKARAKTER MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SMP NEGERI 3 SETU KABUPATEN BEKASI TAHUN PELAJARAN 2019-2020 ZALALUL, ZALALUL
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.45

Abstract

Setiap proses kegiatan pasti selalu meliputi tiga kegiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Proses perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama sebagai berikut membuat program tahunan; silabus; program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran, program ulangan/evaluasi. Dari kelima unsur tersebut di atas, silabus dan RPP merupakan persiapan paling minimal seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2019/2020 di SMPN 3 Setu Kabupaten Bekasi, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan silabus dan RPP. Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauhmana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Supervisi akademik secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP di SMP Negeri 3 Setu Kabupaten Bekasi. Ini terbukti dengan meningkatnya jumlah silabus guru yang baik dari 48% menjadi 56% dan 94% setelah supervisi akademik. Selain itu, jumlah RPP yang berkualitas baik juga meningkat dari 54% menjadi 73% dan 97%. Hal ini terlihat baik silabus maupun RPP yang dikumpulkan guru bersifat original dan guru mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang dibuat. Dari hasil perhitungan pada siklus 1 dan Siklus 2, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa silabus dan RPP yang dikumpulkan guru adalah bersifat original. Hal ini terlihat dengan cukup besarnya guru mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang dibuat.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN ROSIDAH, DEDAH
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.46

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini secara adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas IV melalui penggunaan metode eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau classroom action research dengan menyajikan data hasil penelitian secara deskriftif kualitatif berupa pemaparan dari data diteliti saat pelaksanaan tindakan pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 2 Cadassari berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 12 laki-laki dan 14 siswa perempuan. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang merupakan langkah awal proses penelitian ini, maka beberapa kesimpulan dan saran-saran yang merupakan implikasi praktis hasil penelitian. Berdasarkan temuan dan pembahasan pada setiap tindakan dalam penelitian hasil penelitian ini dapat dihasilkan penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan perbaikan pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Cadassari berdasarkan perolehan nilai rata-rata tes hasil belajar siswa pada siklus kesatu mendapat rata-rata 62.31, dan pada siklus kedua nilai rata-rata 74,62. (2) Ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga dapat tercapai sesuai indikator keberhasilan penelitian ini berdasarkan siswa yang mencapai KKM pada siklus kedua sebanyak 23 orang siswa (88,46 %).
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SIFAT DAN PERUBAHAN WUJUD BENDA DI SEKOLAH DASAR MARTINI, CUCU MARTINI
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.47

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses pembelajaran IPA dengan menerapkan metode eksperimen dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam konsep sifat dan perubahan wujud benda dalam pembelajaran IPA kelas IV SDN Sukahaji kecamatan Tegalwaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Kajian yang diangkat dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran siswa dalam mata pelajaran IPA. Siswa yang dijadikan subjek dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Instrument penelitian meliputi Tes Hasil Belajar; Observasi; dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian pada proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di kelas IV SDN Sukahaji Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta dengan menggunakan metode eksperimen dihasilkan bahwa : (1) Hasil belajar siswa kelas IV SDN Sukahaji Kecamatan Tegalwaru dalam pembelajaran IPA sebelum menerapkan metode eksperimen masih sangat rendah. Itu semua dapat dianalisis dari hasil tes akhir pada tahap tindakan awal bahwa ada 15 (32.60%) orang siswa atau sebagian kecil yang dapat dinyatakan mencapai batas lulus, sedangkan sisanya sebanyak 31 (67,40%) orang siswa atau sebagian besar belum mencapai batas lulus pada tahap penjajagan awal ini. Nilai rata-ratanya adalah 55,22. (2) Aktivitas siswa kelas IV SDN Sukahaji Kecamatan Tegalwaru dalam proses pembelajaran IPA setelah menerapkan metode eksperimen nilai aktivitas yang dicapai oleh siswa adalah sebagai berikut : Pada siklus I ialah nilai “baik sekali” (A) = 5 siswa (13,03%), yang mencapai nilai “baik” (B) = 4 siswa (17,40%), yang mencapai nilai cukup/sedang (C) = 18 siswa (58,70%), dan yang mencapai nilai “kurang” (D) = 5 siswa (10,87%). Pada siklus II nilai “baik sekali” (A) = 11 siswa (30,43%) atau kurang dari setengahnya, yang mencapai nilai “baik” (B) = 18 siswa (60,86%) atau lebih dari setengahnya, yang mencapai nilai cukup/sedang (C) = 3 siswa (8,71%) atau sebagian kecil, dan yang mencapai nilai “kurang” (D) = 0 siswa. Dari deskripsi hasil observasi mengenai aktivitas siswa proses pembelajaran dalam mata pelajaran IPA pada siklus kedua sudah mengalami peningkatan yang sangat memuaskan, aktivitas siswa sudah hampir seluruhnya mencapai predikat “baik”. Hasil belajar siswa kelas IV SDN Sukahaji Kecamatan Tegalwaru dalam pembelajaran IPA setelah menerapkan metode eksperimen mengalami peningkatan dari setiap siklusnya. Ini semua dapat dibuktikan dengan nilai rata – rata hasil tes akhir dari setiap siklusnya. Berikut ini nilai rata – rata hasil tes akhir siswa : Pra Siklus 55.22, Siklus I 65.00 dan Siklus ke II 87.20. Persentase kelulusan siswa pada Siklus ke II mencapai 89,13%.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMA 5 SUB TEMA 1 TENTANG SIFAT-SIFAT CAHAYA SUHERMAN, LUKMAN
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.48

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: “untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IV/A SDN Pangkalan pada pembelajaran tema 5 sub tema 1 pada materi sifat-sifat cahaya dengan menerapkan metode eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Reseach). Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas IV/A sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki, dan 14 siswa perempuan. Instrument penelitian ini berupa; tes hasil belajar, lembar observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian tindakan kelas di SDN Pangkalan kelas IV/A Kecamatan Bojong, dapat dilihat hasilnya, yaitu : (1) Hasil belajar siswa setelah menggunakan metode eksperimen dalam materi pembelajaran tema 5 sub tema 1 muatan pelajaran IPA tentang sifat-sifat cahaya di kelas IV/A SDN Pangkalan Kecamatan Bojong selama dua siklus penelitian, dapat dilihat dari data tes formatif mencapai nilai rata-rata yang sudah menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil test kondisi awal pembelajaran yaitu 36,67%. Nilai rata-rata tes formatif setiap siklus yaitu pada siklus kesatu 70,67%, dan siklus kedua 75,00%. Secara umum terjadi peningkatan dan telah mencapai ketuntasan belajar. Ketuntasan belajar siklus kesatu baru mencapai 70,00%, dan siklus kedua meningkat menjadi 90,00%. Pada siklus kedua pembelajaran sudah dianggap berhasil mencapai ketuntasan belajar dari batas minimal yang harus dicapai yaitu 85,00%; (2) observasi keaktifan siswa pada pembelajaran siklus kesatu mencapai nilai rata-rata 70,99% (kategori Cukup). Observasi keaktifan siswa pada pembelajaran siklus kedua mencapai nilai rata-rata 78,21% (kategori baik); (3) Siswa merasa senang dan mendapatkan pengalaman baru selama proses pembelajaran berlangsung, siswa merasa lebih tertarik dan tertantang untuk melakukan pembelajaran tema 5 sub tema 1 muatan pelajaran IPA sifat-sifat cahaya dengan melakukan percobaan dan pengamatan. Dalam memahami konsep-konsep materi IPA dengan pembelajaran yang diterapkan oleh guru siswa merasa lebih mudah dan percaya diri untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. Selain itu siswa lebih memahami materi sifat-sifat cahaya dengan melakukan percobaan dan pengamatan. Secara umum penerapan eksperimen dalam pembelajaran tema 5 sub tema 1 muatan pelajaran IPA sifat-sifat cahaya di kelas IV/A SDN Pangkalan mendapat tanggapan yang positif dari siswa.
ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN STANDAR PENILAIAN BERDASAR PEMETAAN MUTU PENDIDIKAN (PMP) PADA MASA PANDEMI COVID 19 BAGI GURU ASN DAN NON ASN SMPN 4 CIBITUNG NURCHAYATI, SITI NURCHAYATI
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.49

Abstract

Pemetaan Mutu adalah memetakan mutu pendidikan pada satuan pendidikan berdasarkan SNP. Pemetaan mutu dilaksanakan melalui kegiatan evaluasi diri sekolah (EDS) berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Evaluasi Diri Sekolah dimulai dengan penyusunan instrumen, pengumpulan, pengolahan dan analisis data, hingga pembuatan peta mutu. Luaran dari pemetaan mutu adalah: peta capaian standar nasional pendidikan di satuan pendidikan, sebagai baseline, masalah-masalah yang dihadapi, dan rekomendasi perbaikannya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan analisis kebutuhan pelatihan standar penilaian bagi guru ASN dan Non ASN di SMPN 4 Cibitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Penyebaran instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei tipe cross-sectional. Hasil penelitian menunjukan dari 45 guru sebanyak 1 orang (2,2%) masuk dalam kategori menuju SNP 1, lalu 7 orang (15,6%) masuk dalam kategori menuju SNP 2, sebanyak 24 orang (53,3%) masuk dalam kategori menuju SNP 3, dan ada 13 (28,9%) masuk dalam kategori menuju SNP 4 serta tidak ada guru yang masuk dalam kategori SNP. Guru ASN memperoleh nilai 4,49 (menuju SNP 3) dan guru Non ASN 4,34 (menuju SNP 3). Simpulan dari penelitian ini adalah pemenuhan standar penilaian pendidikan guru ASN dan Non ASN SMPN 4 Cibitung masih berada pada kategori menuju SNP 3 sehingga masih memerlukan peningkatan capaian Standar Penilaian Pendidikan melalui pelatihan
UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMP NEGERI 6 CIKARANG UTARA SURACHMANSYAH, NARAWIH
Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 89 (2021): Pedagogiana - Journal of Basic Education
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.50

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran siswa, meningkatkan minat belajar siswa, dan meningkatkan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga sesuai dengan standar yang telah ditetapkan SMP Negeri 6 Cikarang Utara. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi berupa hasil karya penyusunan administrasi mengajar, wawancara dan instrument analisis penilaian. Subyek pada penelitian ini adalah guru SMP Negeri 6 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, yang terdiri dari 13 orang guru pegawai negeri sipil dan 25 orang guru non-pns. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun administrasi mengajar dengan lengkap dan perencanaan mengajar melalui supervisi akademik sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih bermutu. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun administrasi mengajar apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan administrasi mengajar/ RPP dari peneliti sehingga terjadinya peningkatan rata-rata dalam penyusunan administrasi mengajar sebesar 27,91%; (2) kegiatan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan mutu pembelajaran. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam mengajar dari siklus ke siklus sehingga terjadinya peningkatan rata-rata dalam perencanaan pembelajaran sebesar 17,91%.