cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
Evaluasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Daniel Happy Putra
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.201

Abstract

 Abstract Smoking was one of the risk factors of cardiovascular disease in Indonesia. The risk of smoking behavior cause Indonesia to compose a national scale program aimed at suppressing a community smoking behavior, that is non smoking zone. Health faculty of University of Indonesia as one of the state universities in Indonesia already considered the importance of the issuance of rules regarding the restriction of smokers in campus environment. The Indonesian university's non-smoking regulations have begun to be implemented since 2011. The purpose of this research was to analyze the implementation of a non-smoking area in the Faculty of Public Health University of Indonesia, both from the socialization, supervision, and coaching. Research is done with a qualitative approach using the Rapid Assessment Procedure. Based on the research results a non-smoking area concept in the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia has been conducted in several public areas such as libraries, learning parks and building borders. Although the regulations have been there for a long time there was still remains a breach of the implementation of the program. The offender consists of various students, lecturers, education personnel and hygiene officers. Based on the research results no penalty given to the violator caused the absence of a deterrent effect in the implementation of a non-smoking area program in a campus environment, this is a setback compared to several years when the rule started to take effect. There was a need to strengthened the implementation of no smoking zone in term of socialization supervision, or coaching in Faculty of Public Health Universitas Indonesia to improve the effectiveness of program in the later days. Keyword: Smoking ,Non Smoking Zone, Program Evaluation, Non-communicable diseasesAbstrakMerokok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular di Indonesia. Bahaya dari perilaku merokok ini menyebabkan Indonesia menyusun sebuah program berskala nasional yang ditujukan untuk menekan perilaku merokok di lingkungan masyarakat yaitu kawasan tanpa rokok. Universitas Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia pada fakultas kesehatan sudah mempertimbangkan akan pentingnya penerbitan aturan mengenai pembatasan perokok di lingkungan kampus. Aturan tentang kawasan tanpa rokok di Universitas Indonesia sudah mulai diterapkan sejak tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan kawasan tanpa rokok di lingkungan  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia baik dari sisi sosialisasi, pengawasan serta pembinaan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain Rapid Assesment Procedure. Berdasarkan hasil penelitian konsep kawasan tanpa rokok di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia telah dilakukan di beberapa tempat umum seperti perpustakaan, taman belajar dan perbatasan gedung. Walaupun peraturan telah ada sejak lama tetap ada kendala berupa pelanggaran terhadap pelaksanaan program tersebut. Pelanggar aturan terdiri dari berbagai kalangan baik mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun petugas kebersihan. Berdasarkan hasil penelitian tidak ada hukuman yang diberikan kepada pelanggar menyebabkan tidak adanya efek jera dalam pelaksanaan program kawasan tanpa rokok di lingkungan kampus, hal ini merupakan kemunduran dibandingkan dengan beberapa tahun mulai berjalannya aturan tersebut. Perlu diadakan penguatan dalam pelaksanaan program kawasan tanpa rokok baik dari segi sosialisasi, pengawasan ataupun pembinaan di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk meningkatkan efektivitas program di kemudian hari.Kata Kunci: Merokok, Kawasan Tanpa Rokok, Evaluasi Program, Penyakit tidak menular 
Analisis Kepuasan Pengguna SIMPUS Menggunakan Metode EUCS di Puskesmas Banguntapan II Imaniar Sevtiyani; Findy Fatikasari
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.219

Abstract

AbstractOne of the keys to the successful implementation of information systems lies in the satisfaction of users of the information system. Banguntapan II Primary care has implemented the Digital Government Service (DGS) information system to help health service activities, but in its implementation it still not optimal and there are still obstacles that affect user satisfaction of the DGS system. This study aims to determine the effect of user satisfaction with the DGS system using the End User Computing Satisfaction (EUCS) method at Banguntapan II Primary Care. This research is an observational quantitative study using 30 respondents. Processing data using the Partial Least Square method with the SmartPLS application. The results of this research show that the variables that affect the user satisfaction of the DGS system at Banguntapan II Primary care are the format variable (T =2,504) and the timeliness variable (T =2,265) with α = 5%. Thus, the format and timeliness aspects of the DGS system at Banguntapan II Primary Care need to be improved so that it is in line with user expectations and can affect user satisfaction so that the service quality of Banguntapan II Primary Care can increase.Keyword: user satisfaction, end user satisfaction, primary care health information management systemAbstrakFaktor kesuksesan implementasi sistem informasi terletak pada kepuasan pengguna sistem informasi. Puskesmas Banguntapan II Bantul sudah mengimplementasikan sistem informasi Digital Government Service (DGS) untuk membantu aktivitas pelayanan kesehatan, namun dalam penerapannya masih belum optimal dan masih terdapat kendala yang dapat mempengaruhi kepuasan pengguna sistem DGS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan pengguna sistem DGS dengan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di Puskesmas Banguntapan II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan jumlah sampel 30 responden yang diambil dengan total sampling. Pengolahan data menggunakan metode Partial Least Square dengan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitia n menunjukkan variabel yang mempengaruhi kepuasan pengguna sistem DGS di Puskesmas Banguntapan II adalah variabel format (T=2,504) dan variabel timeliness (T=2,265) dengan α=5%. Dengan demikian, aspek format dan timeliness sistem DGS pada Puskesmas Banguntapan II perlu untuk ditingkatkan agar sesuai dengan harapan pengguna dan dapat mempengaruhi kepuasan pengguna sehingga mutu pelayanan Puskesmas Banguntapan II dapat meningkat.Kata Kunci: kepuasan pengguna, end user satisfaction, SIMPUS
Pengelompokan Daerah Rawan Demam Berdarah Dengue di Provinsi DKI Jakarta Afifatul Ilma Widyatami; Dwi Ari Suryawan
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.241

Abstract

AbstractIndonesia is the country with the highest cases of dengue fever in Southeast Asia, according to The World Health Organization (WHO) from 1968 to 2009. DKI Jakarta with high population density and flood intensity being cautioned for being aware of cases of dengue fever, because it may make growth in dengue mosquitoes spreading. Data show that almost every year DKI Jakarta is in the top 10 provinces with the highest cases of dengue fever. By using the clustering method, it is possible to make groups of data with similar characteristics into specific classes. Data used is secondary data from 2016 which is collected from the website https://data.jakarta.go.id/. The result from clustering can be used to decide which zone needs special treatment based on numbers of dengue fever cases, prone to flood, areas wide, total population, temporary landfills, and green space numbers variables. From the analysis, we can conclude that DKI Jakarta has 19 sub-districts with high risk, 10 sub-districts with medium risk, and 15 sub-districts with low risk.Keyword: dengue fever, cluster analysis, DKI Jakarta AbstrakIndonesia merupakan negara dengan kasus demam berdarah dengue tertinggi di Asia Tenggara sejak tahun 1968 hingga tahun 2009 berdasarkan data World Health Organization (WHO). DKI Jakarta dengan kepadatan penduduknya yang tinggi dan intensitas banjir yang cukup tinggi menjadi perhatian agar dapat waspada terhadap kasus demam berdarah dengue, dikarenakan dapat memicu perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah dengue. Data profil kesehatan Republik Indonesia menunjukan bahwa hampir setiap tahunnya provinsi DKI Jakarta memasuki 10 besar provinsi di Indonesia dengan kasus demam berdarah dengue terbanyak.  Dengan menggunakan metode klaster, dapat dilakukan pengelompokan data dengan karakteristik yang memiliki kemiripan menjadi kelas-kelas tertentu. Data yang digunakan merupakan data sekunder pada tahun 2016 yang dikumpulkan melalui website https://data.jakarta.go.id/. Hasil dari analisis klaster dapat digunakan untuk menentukan daerah mana yang masuk ke dalam kategori yang perlu penanganan khusus berdasarkan variabel jumlah penderita demam berdarah dengue, jumlah rw rawan banjir, luas wilayah, jumlah penduduk, tempat pembuangan sementara dan jumlah ruang terbuka hijau. Dari analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa di DKI Jakarta terdapat kecamatan dengan tingkat kerawanan tinggi sebanyak 19 kecamatan, 10 kecamatan dengan tingkat kerawanan sedang dan 15 kecamatan dengan tingkat kerawanan rendah.Kata Kunci: demam berdarah, analisis klaster, DKI Jakarta
Studi Kesiapan Pengguna Dalam Implementasi Mobile Health untuk Monitoring Pelayanan Kehamilan Sandra Hakiem Afrizal
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.226

Abstract

AbstractNowadays, Personal Health Record (PHR) implementation in developing country has proven to improve the quality of care as well as patient empowerment. Since women in reproductive age has been noticed as frequent user of social media, internet and mobile applications, so that the pregnant patient seems to be a potential user of mobile Pregnancy Monitoring System (mPMS). However, readiness towards the mHealth implementation amongst women during antenatal period is less known. The aim of this study is to describe readiness towards a mobile pregnancy monitoring system implementation from the perspectives of pregnant mother. A qualitative study using in-depth interview was conducted during antenatal care (ANC) visit in a Primary Health Care of South Tangerang District, an urban area in Banten Province-Indonesia.  Seven informants including pregnant women from first, second, and third trimester were purposively recruited. The interview was audiotape, transcribed verbatim and analyzed using thematic analysis. Pregnant women showed their attention in the use of mHealth for antenatal monitoring. However, some barriers such as lack of technology capability, lack of trust to technology, poor internet access were found and may lead them to be inadequately ready to adopt mHealth for antenatal care. As conclusions, this study has described the mHealth readiness and identified potential barriers toward the mHealth implementation amongst user.Keywords: readiness, mobile pregnancy monitoring system, mobile health, antenatal care, primary health care AbstrakPelaksanaan Personal Health Record (PHR) di negara berkembang terbukti mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta meningkatkan peran pengguna untuk melakukan pengawasan secara individu. Penelitian terdahulu menyimpulkan bahawa Wanita di usia reproduktif dianggap sebagai pengguna media sosial, internet, dan aplikasi selule yang aktif, sehingga ibu hamil sangat berpotensi untuk menggunakan suatu Sistem Pemantauan Kehamilan berbasis mobile. Saat ini kesiapan terhadap implementasi mHealth di kalangan wanita yang terlibat dalam proses antenatal di layanan primer seperti Puskesmas masih belum banyak diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali kesiapan penerapan sistem pemantauan kehamilan berbasis mobile dari perspektif pengguna yang terlibat dalam proses pelayanan antenatal di Puskesmas. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dilakukan pada saat kunjungan antenatal care (ANC) di Puskesmas Kota Tangerang Selatan, di Provinsi Banten-Indonesia. Tujuh   informan termasuk ibu hamil trimester I, II, dan III dipilih secara purposif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ibu hamil di wilayah Kota Tangerang Selatan umumnya telah siap dalam penggunaan mHealth beberapa faktor yang mempengaruhi kesiapan tersebut diantaranya adalah faktor sosial seperti individu dan dukungan lingkungan, serta faktor teknikal. Sebagai kesimpulan, penelitian ini telah mendeskripsikan kesiapan implementasi mHealth dalam pelayanan antenatal dan mengidentifikasi potensi hambatan dalam implementasi mHealth.Kata Kunci: kesiapan, sistem monitoring pelayanan ibu hamil, mobile health, antenatal care, puskesmas
Literature Review: Peran CPPT dalam Meningkatkan Komunikasi Efektif Pada Pelaksanaan Kolaborasi Interprofesional di Rumah Sakit Ari Sukawan; Lilik Meilany; Asyahria Nur Rahma
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.239

Abstract

AbstractEffective communication between health professionals is the main key in the implementation of interprofessional collaboration, so hospitals must have solutions that communication is not interrupted on one side. To facilitate the communication process in monitoring the patient's medical history, every care professional is required to make a medical record. This study uses a Literature Review design with the PICO Framework. Search articles using the Google Scholar database, Garua Referral Digital (Garuda), and Proquest using keywords such as medical records, interprofessional collaboration, effective communication, and keywords with synonyms for the main keywords. The inclusion criteria are articles related to the role of medical records in the implementation of interprofessional collaboration, methods used to improve effective communication in the implementation of interprofessional collaboration, factors that affect communication in the implementation of interprofessional collaboration, articles in Indonesian and English, and published in 2015-2020. The exclusion criteria are criteria that do not want to be raised, among others, a review of direct verbal communication between professions, a review of interprofessional readiness in collaborating. The results of the study found medical records as effective communication can integrate or compile patient health service data in a comprehensive manner as a source of information for health professionals when making a health decision and actions to patients next. The conclusion is the form of medical records that describes collaboration between health professionals is an Integrated Progress Patient Note or CPPT.Keywords: medical records, interprofessional collaboration, effective communicationAbstrakKomunikasi efektif diantara para profesional kesehatan merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kolaborasi interprofesional sehingga rumah sakit wajib memiliki solusi agar komunikasi tidak terputus di satu pihak. Untuk mempermudah proses komunikasi dalam memantau riwayat kesehatan pasien, setiap profesional pemberi asuhan diwajibkan untuk membuat rekam medis. Penelitian ini menggunakan desain Literature Review dengan Framework PICO. Pencarian artikel menggunakan database Google scholar, Garua Rujukan Digital (Garuda) dan Proquest dengan menggunakan kata kunci seperti rekam medis, kolaborasi interprofesi, komunikasi efeketif serta kata kunci dengan sinonim dari kata kunci utama. Kriteria inklusi yaitu artikel yang berkaitan dengan peran rekam medis pada pelaksanaan kolaborasi interprofesional, metode yang digunakan dalam meningkatkan komunikasi yang efektif pada pelaksanaan kolaborasi interprofesional, faktor yang mempengaruhi komunikasi pada pelaksanaan kolaborasi interprofesional, artikel berbahasa indonesia dan inggris dan terpublikasi pada tahun 2015-2020. Adapun kriteria eksklusi yaitu kriteria yang tidak ingin diangkat antara lain tinjauan komunikasi verbal langsung antar profesi, tinjauan kesiapan interprofessional dalam berkolaborasi. Hasil penelitian ditemukan Rekam medis sebagai media komunikasi efektif yang dapat mengintegrasikan atau menyatukan data pelayanan kesehatan pasien secara komprehensif sebagai sumber informasi bagi profesional pemberi asuhan sehingga dapat memudahkan dalam pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan berikutnya terhadap pasien. Simpulan penelitian ini adalah lembar rekam medis yang menggambarkan kolaborasi antara para profesional kesehatan yakni pada lembar catatan perkembangan terintegrasi atau CPPT.Kata Kunci: rekam medis, kolaborasi interprofesional, komunikasi efektif
Evaluasi Manfaat Penerapan Rekam Medis Elektronik di Negara Berkembang: Systematic Literature Review Diva Rizky Amanda Tiorentap
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.218

Abstract

                                                             AbstractElectronic medical record is one of the advances in information technology in health services. The positive impacts include benefits that can be viewed from economic aspects, clinical aspects, and aspects of access to clinical information. Furthermore, electronic medical records have an important role in improving the quality of health systems around the world. Therefore, it is hoped that the application of electronic medical records can be carried out in developing countries which generally have low levels of health. The purpose of this study is to describe the benefits of implementing electronic medical records in developing countries in economic, clinical and information access aspects. This research is a systematic review (Systematic Review). Based on the PRISMA method that has been carried out, results can be obtained from a total of 175 journal articles and proceedings identified, 50 of which were excluded due to duplication of data, then 104 others did not meet the inclusion and exclusion criteria. So that only 21 journal articles were used in the literature study. The results showed that the application of medical data in developing countries was not yet in all three aspects. Some of the economic benefits are savings, effectiveness, cost efficiency; increased billing, etc. Clinical benefits improve service quality, satisfaction, and patient safety. The benefits of access to information include increasing the accessibility of data and information, supporting decision making, and supporting patient confidentiality.Keywords: implementation, electronic medical records, developing countries                                                             AbstrakRekam medis elektronik merupakan salah satu bentuk bukti kemajuan teknologi informasi dalam layanan kesehatan. Bentuk dampak positifnya diantaranya manfaat yang dapat ditinjau dari aspek ekonomi, aspek klinis, dan aspek akses informasi klinis. Selanjutnya rekam medis elektronik memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas sistem kesehatan di seluruh dunia. Oleh karena itu, penerapan rekam medis elektronik juga diharapkan dapat dilakukan di negara berkembang yang pada umumnya memiliki tingkat kesehatan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manfaat penerapan rekam medis elektronik di negara berkembang dalam aspek ekonomi, aspek klinis, dan aspek akses informasi. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis (Systematic Review). Berdasarkan metode PRISMA yang telah dilakukan, dapat diperoleh hasil yakni dari total 175 jurnal artikel dan prosiding yang diidentifikasi, 50 jurnal diantaranya dikeluarkan karena terjadi duplikasi data, selanjutnya 104 jurnal lainnya tidak memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Sehingga hanya 21 jurnal artikel yang digunakan dalam studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat penerapan rekam medis elektronik di negara berkembang belum merata pada ketiga aspek. Beberapa manfaat ekonomi adalah penghematan, efektifitas, efisiensi biaya; peningkatan akurasi penagihan, dsb. Manfaat klinis diantaranya meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan, dan keselamatan pasien. Manfaat akses informasi diantaranya meningkatkan meningkatkan aksesibilitas data dan informasi, mendukung pengambilan keputusan, serta menunjang kerahasiaan pasien.Kata Kunci: penerapan, rekam medis elektronik, negara berkembang
Evaluasi Usability Electronic Integrated Antenatal Care (e-iANC) Hosizah Hosizah; Fachmi Tamzil; Mulyo Wiharto
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.227

Abstract

AbstractElectronic Integrated Antenatal Care (e-iANC) is a web-based application that can be used by midwives in antenatal care (ANC) data and information management. Currently, e-iANC is being developed so that it can be used in the public primary healthcare at sub-district level. To ensure that e-iANC is used by end users, it was needed to test e-iANC using the System Usability Scale (SUS) instrument. The e-iANC test had been conducted in a structured and accurate manner by using SUS’ ten statements on 22 purposive samples. The results obtained were 83.1 scores, which means that the e-iANC application was declared acceptable (acceptable) and good ratings in grade A and B. The e-iANC application could be developed and used as a tool for midwives in ANC.Keyword: Electronic Integrated Antenatal Care, e-iANC, System Usability Scale (SUS), midwifeAbstrakElectronic Integrated Antenatal Care (e-iANC) merupakan aplikasi berbasis web yang dapat digunakan bidan dalam manajemen data dan informasi pelayanan antenatal (ANC). Saat ini e-iANC sedang dikembangkan agar dapat digunakan dalam lingkup lebih luas yaitu di puskesmas tingkat kelurahan dan kecamatan. Untuk menjamin e-iANC dapat dimanfaatkan bidan sebagai pengguna akhir diperlukan pengujian menggunakan SUS’s instrument (System Usability Scale). Pengujian e-iANC telah dilaksanakan secara sistematis dan terukur secara akurat menggunakan 10 pernyataan untuk menilai sampel sebanyak 22 orang yang diambil secara purposive. Hasil pengujian e-iANC diperoleh skor penilaian 83,1 yang berarti aplikasi e-iANC acceptable atau dapat diterima pengguna akhir dan dalam grade A dan B dengan rating excellent. Hal ini berarti aplikasi e-iANC dapat terus dikembangkan dan dijadikan alat bantu bidan dalam melakukan ANC.Kata Kunci: Electronic Integrated Antenatal Care, e-iANC, System Usability Scale (SUS), bidan 
Literatur Review: Mengapa Rekam Medis Tidak Lengkap? Sri Sugiarsi; Rohmadi Rohmadi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.212

Abstract

AbstractMedical records are a source of important medical data and information to present a patient's medical history and status, therefore medical records must be complete. However, incomplete medical records were still found. The purpose of this study was to find the causes of incomplete medical records. This study uses a literature review approach with the PICO framework. Literature search using the Google Scholar database. The keywords and Boolean operators used in this study are "medical records" AND completeness of OR quantitative analysis. The inclusion criteria were inpatient medical records, research journals published in 2017 - 2020, in Indonesian language, research design; quantitative and qualitative, the indicators used are completeness, causal factors. And as an exclusion criterion, articles are incomplete and cannot be downloaded. The results of the study found that the model causes the medical record to be incomplete; where the dominant factor is the doctor, and the second factor is the medical record form design. Followed by the next factor is a method in the form of policy and SOP, a mechanism in the form of a structured monitoring & evaluation system. The conclusion of this study is doctors and form design as the most dominant cause of incomplete medical records.Keywords: literature review, PICO, medical record, incompleteAbstrakRekam medis merupakan sumber data dan informasi medis yang penting untuk menyajikan riwayat medis dan status pasien, oleh karena itu rekam medis harus lengkap dan benar. Namun demikian masih ditemukan catatan medis yang tidak lengkap dan tidak benar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penyebab rekam medis tidak lengkap. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan framework PICO. Pencarian artikel menggunakan database Google Scholar. Keyword dan Boolean operator dalam penelitian ini adalah “rekam medis” AND kelengkapan OR analisis kuantitatif. Kriteria inklusi adalah rekam medis rawat inap, jurnal penelitian yang dipublikasikan tahun 2017 – 2020, berbahasa Indonesia, rancangan penelitian; kuantitatif dan kualitatif, indikator yang digunakan kelengkapan, faktor penyebab. Dan sebagai kriteria eksklusinya adalah artikel tidak lengkap dan tidak bisa  diunduh. Hasil penelitian ditemukan model penyebab rekam medis tidak lengkap; dimana faktor dominan adalah dokter, dan sebagai faktor kedua adalah desain formulir rekam medis. Disusul faktor berikutnya adalah metode berupa kebijakan dan standard operating procedure, machine berupa sistem monitoring & evaluasi yang terstruktur. Simpulan penelitian ini adalah dokter dan desain formulir sebagai faktor penyebab paling dominan rekam medis tidak lengkap.Kata Kunci: literatur review, PICO, rekam medis, tidak lengkap  
Kerangka Kerja Optimalitas Sistem Atrian Pelayanan Kesehatan Ade Heryana; Erlina Puspitaloka Mahadewi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.245

Abstract

AbstractIndonesia health system just facing the surge of health service due to Covid-19 pandemic i.e. diagnostic, cases tracing, treatment and immunization that unbalance with existing capacity. The requisition of non-physical queue health services more increasing due to and after Covid-19 pandemic. This condition opposite with inevitability queue problem in health services. The queues control related to health services quality and cost efficient. This paper aims to propose framework for queue system optimization with deliberates quality and cost controlling. Literature study and health system observation were conducted to build the optimization framework for resources allocation. It’s suggest that this framework would applied in order to queues controlling in health services.      Keyword: queuing theory, health services, system optimization, determining model  AbstrakSistem kesehatan Indonesia sedang menghadapi lonjakan permintaan layanan kesehatan terkait Covid-19 seperti diagnostik, pelacakan kasus, pengobatan dan vaksinasi pada akhir tahun 2020 yang tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Selama dan pasca pandemik tuntutan untuk memberikan pelayanan yang tidak menimbulkan antrian fisik semakin tinggi. Kondisi ini bertolak belakang dengan keniscayaan pelayanan kesehatan yang tidak mungkin terhindar dari masalah antrian. Pengendalian antrian berkaitan dengan atribut kualitas dan efisiensi biaya pelayanan kesehatan. Paper ini bertujuan mengusulkan kerangka kerja optimalitas sistem antrian yang mempertimbangkan kendali mutu dan kendali biaya. Studi pustaka dan observasi dilakukan untuk membangun kerangka kerja dalam rangka alokasi sumber daya pelayanan yang optimal. Diharapkan kerangka kerja ini dapat digunakan industry pelayanan kesehatan dalam pengendalian antrian.  Kata Kunci: teori antrian, pelayanan kesehatan, sistem optimasi, model penentuan
Analisis Kepuasan Dengan Metode CSI dan IPA Terhadap Pelayanan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan Di RS. Dr Soetarto Yogyakarta Zakharias Kurnia Purbobinuko; Riska Wurianing
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.220

Abstract

AbstractBased on the hospital minimum service standards, the time limit for distributing outpatient medical record is ≤10 minutes. In fact, it is often time for outpatient medical record distribution to exceed this time limit. This study seeks to assess the satisfaction level of doctors and nurses for the provision of outpatient medical record at dr Soetarto Hospital Yogyakarta. A descriptive method used with a quantitative approach; the research design used was cross sectional. The sampling technique was saturated samples. The independent variables, namely five quality dimensions, including reliability, responsiveness, certainty, empathy and appearance. The dependent variable is the level of satisfaction of doctors and nurses. Furthermore, CSI (Customer Satisfaction Index) and IPA (Importance Performance Analysis) were carried out. The study results indicate the CSI in of the five dimensions of quality; reliability:75.53%, responsiveness: 77.03%, assurance: 78.25%, empathy: 80.68%, tangible: 77.83%. Based on the CSI score, the five dimensions are included in the criteria: satisfaction with service. The highest level of satisfaction in the empathy dimension (80.68%) was the attention or concern of medical record officers to doctors and nurses regarding the outpatient medical record provision. The lowest level of satisfaction on the reliability dimension (75.53%) namely the ability of medical record officers to provide reliable and accurate outpatient medical record. Quadrant I (top priority for improvement) include speed of medical record officers in providing medical record files, mastery of medical record management, and responsiveness or ability of officers to respond to complaints from doctors and nurses.Keywords: satisfaction level, provision of medical rcord, CSI, IPAAbstrakBerdasarkan standar pelayanan minimal rumah sakit, mengacu Kepmenkes RI tahun 2008, batas minimal waktu  pendistribusian rekam medis rawat jalan adalah ≤10 menit. Kenyataannya sering kali lamanya pendistribusian rekam medis rawat jalan lebih dari batas minimal ini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji  tingkat kepuasan dokter dan  perawat terkait pelayanan penyediaan rekam medis rawat jalan di RS dr Soetarto Yogyakarta. Metode deskriptif digunakan dengan pendekatan kuantitatif, cross sectional sebagai rancangan penelitian yang digunakan. Pengambilan sampel menggunakan total populasi.  Variabel bebas yaitu 5 dimensi kualitas meliputi; keandalan, ketanggapan, kepastian, empati dan penampilan. Tingkat kepuasan dokter dan perawat merupakan variabel terikat dari penelitian ini. Selanjutnya dilakukan analisis CSI (Customer Satisfaction Index) dan IPA (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan Customer Satisfaction Index ditinjau dari kelima dimensi kulaitas; realibility: 75,53%, responsiveness: 77,03%, assurance: 78,25%, empathy: 80,68%, tangible: 77,83%. Berdasar nilai CSI kelima dimensi masuk dalam kriteria: kepuasan terhadap pelayanan. Kesimpulannya adalah tingkat kepuasan tertinggi pada dimensi empathy (80,68%) meliputi; perhatian atau kepedulian petugas rekam medis kepada dokter dan perawat terkait penyediaan rekam medis rawat jalan. Tingkat kepuasan terendah pada dimensi reliability (75,53%) meliputi kemampuan petugas rekam medis untuk menyediakan rekam medis rawat jalan secara terpercaya dan akurat. Hal-hal yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki terletak di kuadran I meliputi; kecepatan petugas rekam medis untuk menyediakan rekam medis rawat jalan, penguasaan manajemen rekam medis rawat jalan, serta sikap tanggap atau kemampuan petugas dalam merespon  keluhan dari dokter dan perawat.Kata Kunci: tingkat kepuasan, penyediaan rekam medis, CSI, IPA

Page 11 of 19 | Total Record : 182