cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
Evaluasi Manfaat Penerapan Telemedicine di Negara Kepulauan: Systematic Literature Review Herwando Herwando; Taufiq Hamzah Sitompul
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 2 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i2.261

Abstract

AbstractTelemedicine is the use of medical information exchanged from one site to another through electronic communication to improve the clinical health status of patients. Telemedicine can be one of the solution options to overcome the limitations of health workers. This study aims to describe the benefits of implementing Telemedicine in archipelagic countries. This type of research is a Systematic Literature Review with literature sourced from Elsevier, Garuda, IEEE Xplore, NCBI, PubMed, ProQuest, ResearchGate, Science Direct, and Springer. Literature selection using PRISMA, obtained 257 scientific articles consisting of duplicate data 15, did not enter the topic 73, did not meet the inclusion & exclusion criteria 154, did not meet the minimum standard of SRQR 4 and only 10 were used. The results of the analysis obtained are 5 of the 19 archipelagic countries that are related, namely Cape Verde, the Philippines, Indonesia, Papua New Guinea, and Sao Tome & Principe. Furthermore, improving access to care in the form of eliminating trips that are burdensome for patients, making it easier for patients to access health services through patient devices. The nearest Telemedicine satellite device. Then the timeliness in treatment is to facilitate the diagnosis of patients and patient health care. Then the increase in patient satisfaction and involvement of patient satisfaction and patient involvement. Meanwhile, the increase in demand and cost-effectiveness is obtained in the form of efficient services, increasing patient expectations. The benefits of implementing Telemedicine are mostly in Cape Verde and the least in Papua New Guinea. Keywords: telemedicine, telemedicine application, archipelago country AbstrakTelemedicine sebagai penggunaan informasi medis yang dipertukarkan dari satu situs ke situs lain melalui komunikasi elektronik untuk meningkatkan status kesehatan klinis pasien. Telemedicine bisa menjadi salah satu opsi solusi mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manfaat penerapan Telemedicine di negara kepulauan. Jenis penelitian Sytematic Literature Review dengan literatur bersumber dari Elsevier, Garuda, IEEE Xplore, NCBI, PubMed, ProQuest, ResearchGate, Science Direct, dan Springer. Seleksi literatur menggunakan PRISMA, diperoleh 257 artikel ilmiah terdiri dari duplikasi data 15, tidak masuk topik 73, tidak masuk kriteria inklusi & eksklusi 154, tidak masuk standar minimal SRQR 4 dan hanya 10 yang digunakan. Hasil analisis yang diperoleh ada 5 dari 19 negara kepulauan yang terkait yakni Cape Verde, Filipina, Indonesia, Papua New Guinea, dan Sao Tome & Principe.Selanjutnya pada peningkatan akses perawatan berupa menghilangkan perjalanan yang memberatkan pasien, memudahkan pasien mengakses layanan kesehatan melalui perangkat pasien/perangkat satelit Telemedicine terdekat. Lalu ketepatan waktu dalam perawatan yakni memudahkan penegakan diagnosis pasien dan perawatan kesehatan pasien. Kemudian peningkatan kepuasan dan keterlibatan pasien adanya kepuasan pasien dan keterlibatan pasien. Sedangkan pada peningkatan permintaan dan hemat biaya diperoleh berupa layanan yang efisien, meningkatnya ekspektasi pasien. Adapun manfaat penerapan Telemedicine paling banyak di negara Cape Verde dan paling sedikit di Papua New Guinea.Kata Kunci: telemedicine, penerapan telemedicine, negara kepulauan
Implementasi Sistem Rujukan Layanan Kesehatan: Systematic Literature Review Sri Rahayu; Hosizah Hosizah
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 2 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i2.312

Abstract

AbstractThe Health Care Referral System is a service system that controls the delegation of authority and responsibility for health problems which is carried out reciprocally vertically or horizontally, in the sense of a unit with less capability to a more capable unit. The purpose of this study was to determine the implementation of the health service referral system in terms of regulations, health personnel resources and infrastructure. This research is a systematic review (Systematic Literature Review). The data synthesis process was carried out by comparing 15 literatures that met the quality assessment as well as inclusion and exclusion criteria with the database sources used, namely, Google Scholar, Pubmed, ScienceDirect. The data is processed and presented in tabulated form. The results showed that several countries such as Indonesia, Iran, Northern Tanzania, Riyadh, Ghana, Zambia and Hoduras from the articles reviewed used a referral system starting from the basic level (Primary), secondary level (Secondary) and tertiary level (Tertiary). Judging from the three aspects of the implementation of the health service referral system reviewed, it shows that there are problems in its implementation, including; the regulatory aspect found only 2 literatures that discussed regulations in the implementation of the referral system, the aspect of health personnel resources was found to be unavailability of health workers in health services causing patient referral and infrastructure aspects found obstacles in inadequate infrastructure resulting in referral.Keywords: implementation, referral system, health care AbstrakSistem Rujukan Pelayanan Kesehatan merupakan sistem pelayanan yang mengendalikan pelimpahan wewenang serta tanggung jawab atas permasalahan kesehatan yang dilakukan secara timbal balik secara vertikal ataupun horizontal, dalam makna dari unit yang berkemampuan kurang ke unit yang lebih, terjangkau dan rasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi sistem rujukan layanan kesehatan dilihat dari aspek regulasi, sumber daya tenaga kesehatan dan sarana prasarana. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis (Systematic Literature Review). Proses data sintesis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan 15 literature yang memenuhi penilaian kualitas serta kriteria inklusi dan ekslusi dengan sumber database yang digunakan yaitu, Google Scholar, Pubmed, ScienceDirect. Data diolah dan disajikan dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukan beberapa negara seperti Indonesia, Iran, Tanzania Utara, Riyadh, Ghana, Zambia dan Hoduras dari artikel yang direview menggunakan sistem rujukan yang dimulai dari tingkat dasar (Primary), tingkat menengah (Secondary) dan tingkat tersier (Tertiary). Dilihat dari ketiga aspek implementasi sistem rujukan layanan kesehatan yang direview menunjukkan adanya permasalahan dalam pengimplementasiannya diantaranya; aspek regulasi ditemukan hanya 2 literature yang membahas regulasi dalam pengimplementasian sistem rujukan, aspek sumber daya tenaga kesehatan ditemukannya ketidaktersediaan tenaga kesehatan di layanan kesehatan sehingga menyebabkan terjadinya rujukan pasien dan aspek sarana prasarana ditemukannya hambatan pada infrastruktur yang tidak memadai sehingga menyebabkan terjadinya rujukanKata Kunci: implementasi, sistem rujukan, layanan kesehatan
Tinjauan Karakteristik Pasien dengan Kasus Positif COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Matraman Edi Kurnianto; Daniel Happy Putra; Puteri Fannya; Deasy Rosmala Dewi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 2 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i2.270

Abstract

AbstractCOVID-19 is an infectious disease caused by the acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2). COVID-19 causes respiratory tract infections ranging from the common cold to serious illnesses such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). This study aim is to determine the characteristics of patients with positive cases of COVID-19 at the Matraman District Health Center. The characteristics data that collected as a variable are symptoms, age, gender and residence. This research uses a descriptive analysis research method with a quantitative approach. There are 495 data collected from epidemiological investigation forms. The sampling technique used in this study is simple random sampling with a checklist sheet collecting data method. Based on the results of data collection and analysis the majority of symptoms characteristic found in this research this positive case of COVID-19 researches at the Matraman District Health Center, the major characteristics of symptoms in COVID-19 patients are patients with mild symptoms (59%); 31-45 years old are the majority of patients (29%), woman is the majority of gender characteristic (62%), and most of the cases founded in the Pisangan Baru district. It is to be expected that health services can provided education to every community regarding health protocols especially for a group at risk to prevent and slowing down the rate of virus transmission in the Matraman area.Keywords: COVID-19, characteristics of positive patients, epidemiology AbstrakCOVID-19 adalah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus-2 (SARS-CoV-2). COVID-19 menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan dari flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien dengan kasus positif COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Matraman. Karakteristik yang dilihat pada penelitian ini adalah gejala, umur, jenis kelamin dan tempat tinggal. Metode penelitian ini dengan menggunakan analisis deskriptif pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah formulir penyelidikan epidemiologi sebanyak 495 formulir. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian adalah simpel random sampling dengan menggunakan lembar checklist. Berdasarkan hasil pengumpulan dan danalisis data didapatkan hasil yaitu  karakteristik gejala pada pasien COVID-19 pada penelitian ini adalah gejala ringan (59%); umur 31-45 tahun adalah mayoritas penderita covid 19 (29%), jenis kelamin mayoritas adalah perempuan (62%) dan mayoritas kasus terjadi di daerah Pisangan Baru (35%) Pelayanan kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada setiap masyarakat terkait tentang protokol kesehatan kepada kelompok-kelompok yang berisiko untuk pencegahan dan memperlambat laju transmisi virus di wilayah Matraman.Kata Kunci: Covid-19, karakteristik pasien positif, epidemiologi
Prosedur dan Jenis Permintaan Visum et Repertum di Rumah Sakit: Literature Review Dies Puji Ramadhani; Ida Sugiarti
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 2 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i2.302

Abstract

AbstractVisum et repertum (VeR) is a medical certificate used for judicial needs in the form of a written report made by a doctor containing the results of the examination. VeR is one of the five legal pieces of evidence in court. Making a VeR that is not following hospital procedures can lead to the submission of evidence in court proceedings. This study aims to determine the standard procedure for implementing medical information for VeR and the types of cases for which a VeR is requested. This type of research is a literature review using Google Scholar and Garuda databases with a boolean system strategy. The flow of the implementation of patient medical information for VeR begins with the police submitting a letter of request for VeR to the hospital administration by bringing the requirements of an official request letter from the director of the hospital. The visa request letter and the report are placed in the Medical Record Installation for further processing by the Medical Record. The types of cases requested for VeR are divided into two, namely for living victims and dead victims. Living victims are divided into injuries, sexual crimes, and psychiatric.Keywords: literature review, visum et repertum (VeR), fixed procedure, type of request. AbstrakVisum et repertum (VeR) merupakan surat keterangan medis yang sifatnya dipergunakan untuk kebutuhan peradilan berupa laporan tertulis yang dibuat oleh dokter yang memuat hasil pemeriksaan. Visum et Repertum merupakan salah satu dari lima alat bukti yang sah di pengadilan. Pembuatan visum et repertum yang tidak sesuai dengan prosedur tetap rumah sakit dapat menghambat penyampaian bukti dalam proses pengadilan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui prosedur tetap pelaksanaan pelepasan informasi medis untuk keperluan visum et repertum serta jenis permintaan visum et repertum. Jenis penelitian adalah literature review menggunakan database Google Scholar dan Garuda dengan strategi boolean system. Alur pelaksanaan pelepasan informasi medis pasien untuk keperluan visum et repertum dimulai dengan pihak kepolisian menyerahkan surat permintaan visum et repertum ke bagian tata usaha Rumah Sakit dengan membawa persyaratan surat permohonan resmi dari kepolisian kepada direktur Rumah Sakit. Surat permintaan visum et repertum tersebut didisposisikan ke Instalasi Rekam Medis untuk selanjutnya diproses. Jenis kasus yang dimintakan visum et repertum dibagi menjadi dua, yaitu untuk korban hidup dan korban mati. Korban hidup terbagi menjadi perlukaan, kejahatan seksual, dan psikiatrik.Kata Kunci: literature review, visum et repertum, prosedur tetap, jenis permintaan
Perancangan Sistem Informasi Posyandu Sebagai Upaya Digitalisasi Data Posyandu di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Timur Putu Ika Farmani; I Nyoman Mahayasa Adiputra; Putu Ayu Laksmini
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 2 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i2.311

Abstract

AbstractMaternal mortality and stunting descent acceleration is one of effort to increase quality and competitive human resources. Posyandu become one of the efforts that can reduce these two indicators through activities that involve the community. Therefore, the quality and accuracy of recording and reporting posyandu data is an important thing. This study aims to design a toddler Posyandu information system as an effort to overcome recording, reporting, and digitizing posyandu data problems. Case study research was design at the UPTD of PHC II East Denpasar Health Service used to design a web-based information system with Waterfall method. Primary data was obtained through interviews with PHC officers and secondary data by reviewing recording and reporting documents. The design stages included defining requirements, system design, implementation and unit testing, and integration and system testing.  Total of 240 toddler visited data from posyandu were used for the system testing. The result show that the posyandu information system design help cadres to reduce repetitive data recording incident, can increase the uniformity and punctuality of reporting by cadres, help PHC officers to integrate posyandu data that can be used for nutritional surveillance reporting, and also store the activities posyandu data in digital form. The conclusion of this study is the posyandu information system can be a recording and reporting solution by cadres and PHC officers. Keywords: posyandu, information system, digitalizing, design AbstrakPercepatan penurunan kematian ibu dan stunting menjadi salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. Posyandu menjadi salah satu upaya yang dapat menurunkan dua indikator tersebut melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat. Oleh karena itu kualitas dan ketepatan pencatatan dan pelaporan data posyandu menjadi hal yang penting. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi posyandu balita sebagai upaya mengatasi permasalahan pencatatan, pelaporan, dan digitalisasi data posyandu. Rancangan penelitian studi kasus di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Denpasar Timur mengunakan perancangan sistem informasi berbasis web dengan metode Waterfall. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petugas puskesmas dan data sekunder dengan menelaah dokumen pencatatan dan pelaporan. Tahapan perancangan meliputi mendefinisikan kebutuhan, desain sistem, implementasi dan pengujian unit, dan integrasi serta pengujian sistem. Sebanyak 240 data kunjungan balita dari posyandu digunakan untuk uji coba sistem. Hasil penelitian menunjukkan perancangan sistem informasi posyandu membantu kader untuk mengurangi kegiatan pencatatan data yang berulang-ulang, dapat meningkatkan keseragaman dan ketepatan waktu pelaporan oleh kader, membantu petugas puskesmas untuk mengintegrasikan data posyandu yang bisa digunakan untuk pelaporan surveilans gizi, serta menyimpan data kegiatan posyandu dalam bentuk digital. Simpulan dalam penelitian ini adalah sistem informasi posyandu dapat menjadi solusi pencatatan dan pelaporan oleh kader dan petugas puskesmas.Kata Kunci: posyandu, sistem informasi, digitalisasi, perancangan 
Contamination Risk in Indonesian Youtube Videos on Personal Protective Equipment for Corona Virus Disease Laksita Barbara; Mareta Dea Rosaline; Akhiyan Hadi Susanto
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 2 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i2.246

Abstract

AbstractThere are numbers of Indonesian Youtube Videos that show steps to wear and remove Personal Protective Equipment (PPE) for Corona Virus Disease (COVID19). However, the conformity with the current guidelines remains unknown. This paper aims to determine the validity of these videos based on the World Health Organization (WHO) guidelines. We searched on the Youtube website for videos in donning and doffing PPE for droplet precaution and selected the videos using inclusion and exclusion criteria. Included videos were then evaluated with a checklist derived from WHO course on donning and doffing PPE for COVID-19 and WHO recommendation on PPE for Covid-19. The search that was undertaken resulted in 66 videos, and 40 videos were included for evaluation. There is no significant difference in the donning and doffing score between account types (personal, organizational/institutional, news). The average number of viewers of all videos is more than 2700 viewers. The average score of donning is less than 70% of the total score, and the average doffing score is under 65%. The vast majority of the videos do not follow the WHO recommendation on the PPE type and use more equipment than recommended. There are several contamination risks shown by the videos. Indonesian Youtube videos on PPE procedures for COVID-19 must be selected carefully to be used as an instructional or educational media since most of it presents a high risk of cross-contamination.Keyword: personal protective equipment, audiovisual, cross-contamination, trainingAbstrakTerdapat video dalam Bahasa Indonesia yang terkait cara memakai dan melepaskan Alat Pelindung Diri (APD) untuk Corona Virus Disease (COVID19). Namun, kesesuaian video terhadap pedoman terkini belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan validitas video berdasarkan pedoman World Health Organization. Kami menelusuri Youtube untuk memperoleh video instruksi mengenakan dan melepas APD pencegahan kontaminasi droplet dan menyeleksi video tersebut berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Video yang telah diseleksi kemudian dievaluasi menggunakan checklist yang diturunkan dari langkah-langkah yang ditunjukan dalam kursus APD COVID-19 yang disediakan oleh WHO, serta rekomendasi APD dari WHO. Penelusuran Youtube menampilkan 66 video, dan dipilih 40 video yang sesuai dengan kriteria kelayakan. Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam skor mengenakan dan melepaskan APD antara akun personal, organisasi/institusi, dan berita. Rata-rata jumlah penonton video adalah lebih dari 2700. Skor rata-rata pemakaian APD kurang dari 70% dari skor total, dan skor pelepasan APD kurang dari 65%. Sebagian besar video tidak mengikuti rekomendasi WHO dalam pemilihan tipe PPE dan menggunakan alat yang lebih banyak dari yang direkomendasikan. Terdapat sejumlah risiko kontaminasi yang dapat diobservasi dari langkah-langkah yang ditunjukan dalam video. Video Youtube prosedur APD untuk COVID-19 perlu diseleksi dengan cermat untuk digunakan sebagai media instruksi maupun pendidikan karena sebagian besar menunjukan risiko tinggi kontaminasi silang.Kata Kunci: alat pelindung diri, audiovisual, kontaminasi silang, pelatihan
Penyediaan Rekam Medis Guna Mendukung Standar Akreditasi MIRM 13 Di RSUD Panembahan Senopati Bantul Kori Puspita Ningsih; Endang Purwanti; Rahayu Iskandar
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 10, No 1 (2022): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v10i1.381

Abstract

AbstractThe accreditation standard for Medical Record Information Management (MIRM) 13 regulates the provision of medical records. The regulation aims to ensure the continuity of patient health documentation. This study describes the condition of medical records starting from numbering, ordering, and making and retrieving medical records to support patient care documentation according to hospital accreditation standards in the MIRM chapter 13. This type of research is descriptive with a retrospective approach. The results showed that Panembahan Senopati Hospital Bantul already has Medical Record Service Guidelines and Standard Operating Procedures regulations. The regulation provides medical records for numbering, ordering, and creating and retrieving medical records to support patient service documentation. Panembahan Senopati Hospital Bantul implements an automated unit numbering system with the support of an RS SIM. They set the medical order after the patient goes home, both outpatient and inpatient. Making and retrieving medical records is part of implementing the unit numbering system. New patients make medical records when served at the registration section, while medical records take from the filing section for old patients. If medical records were not ready at the return visit, the professional HIM used a follow-up outpatient medical record form and combined it after the medical records were prepared. The regulation and the medical supply system show that Panembahan Senopai Hospital, Bantul, has implemented the MIRM standard 13 ep 1-5. However, implementation constraints are still on the MIRM 13 ep 4.Keywords: provision, numbering, assembling, retrieval, medical recordsAbstrakDalam standar akreditasi Manajemen Informasi Rekam Medis (MIRM) 13 mengatur penyediaan rekam medis. Rerulasi tersebut bertujuan menjamin kesinambungan dokumentasi kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penyediaan rekam medis mulai dari penomoran, urutan rekam medis, pembuatan dan retrieval rekam medis guna mendukung dokumentasi pelayanan pasien sesuai standar akreditasi rumah sakit pada bab MIRM 13. Jenis penelitian dekriptif dengan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Panembahan Senopati Bantul sudah memiliki regulasi berupa Pedoman Pelayanan Rekam Medis dan Standar Prosedur Operasional yang mengatur penyediaan rekam medis untuk penomoran, urutan rekam medis, pembuatan dan retrieval rekam medis guna mendukung dokumentasi pelayanan pasien. RSUD Panembahan Senopati Bantul menerapkan sistem penomoran unit yang sudah terotomatisasi dengan dukungan SIM RS. Pengaturan urutan rekam medis dilakukan setelah pasien pulang baik rawat jalan maupun rawat inap. Pembuatan dan retrieval rekam medis merupakan bagian dari implementasi sistem penomoran unit. Pasien baru dibuatkan rekam medis saat di layani di bagian pendaftaran, sedangkan untuk pasien lama diambilkan rekam medis dari bagian filing. Apabila rekam medis tidak ditemukan pada saat kunjungan ulang maka petugas menggunakan formulir rekam medis rawat jalan lanjutan dan formulir tersebut akan digabungkan setelah rekam medis ditemukan. Adanya regulasi dan sistem penyediaan rekam medis tersebut menunjukkan RSUD Panembahan Senopai Bantul telah mengimplemantasikan standar MIRM 13 ep 1-5. Namun masih terdapat kendala implementasi pada standar MIRM 13 ep 4.Kata kunci: penyediaan, penomoran, urutan, retrieval, rekam medis
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Kebutuhan Pekerjaan di Sektor Kesehatan Ana Lailatul Fitriyani; Setia Pramana
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 10, No 1 (2022): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v10i1.374

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic had become a global crisis that had a widespread impact on other sectors such as the economic and labor markets. The health sector is one of the sectors affected by COVID-19 in terms of labor demand. In addition to the need for health labor for handling COVID-19 and the demand for health labor in other job positions, technical and non-technical roles are still needed during the pandemic. Several big data sources can be used as proxies to see the impact of the COVID-19 pandemic. This study aims to obtain an overview of the effect of the COVID-19 pandemic on the workforce needs in the health sector, especially in the Java-Bali region. The data was sourced from online job vacancy sites with web scraping methods. Data on the number of job advertisements originating from online job vacancy sites was used to see the changes in labor demand for companies in the health sector. The analysis results show that the pandemic impacted the decrease in job advertisements in the health sector in the Java-Bali region. Furthermore, there was a clear relationship between the decline in the number of job advertisements with the stringency index of governments’ policies designed to stop the spread of COVID-19. In 2021, vacancies for technical job positions such as doctors, nurses, dentists, and pharmacists are still widely offered and tend to increase compared to the previous year. Meanwhile, non-technical job vacancies such as receptionist, administration, and marketing tend to decrease in 2021.Keyword: big data, health sector, job vacancy  AbstrakPandemi COVID-19 telah menjadi krisis global yang memberikan dampak luas pada sektor lainnya seperti sektor ekonomi dan pasar tenaga kerja. Sektor kesehatan merupakan salah satu sektor yang terdampak dari sisi permintaan tenaga kerja. Selain kebutuhan tenaga kesehatan untuk penanganan COVID-19, permintaan tenaga kesehatan pada posisi pekerjaan yang lain baik posisi pekerjaan teknis maupun non-teknis tentunya masih tetap dibutuhkan selama masa pandemi. Beberapa sumber big data terbukti dapat menjadi proksi yang baik untuk melihat dampak pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dampak pandemi COVID-19 terhadap kebutuhan tenaga kerja di sektor kesehatan khususnya di wilayah Jawa-Bali dengan menggunakan pendekatan big data. Data yang digunakan bersumber dari situs lowongan kerja online dengan metode pengumpulan data web scraping. Data jumlah iklan lowongan yang berasal dari situs lowongan kerja online digunakan untuk melihat bagaimana gambaran perubahan permintaan tenaga kerja pada perusahaan di sektor kesehatan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak terhadap penurunan jumlah iklan lowongan kerja pada sektor kesehatan di wilayah Jawa-Bali. Terdapat hubungan yang jelas antara penurunan jumlah iklan lowongan kerja dengan indeks keketatan kebijakan pemerintah yang dirancang untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Pada tahun 2021, lowongan posisi pekerjaan teknis seperti dokter, perawat, dokter gigi, dan apoteker masih banyak ditawarkan dan cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan lowongan posisi pekerjaan non-teknis seperti resepsionis, administrasi dan marketing cenderung menurun di tahun 2021.Kata Kunci: big data, lowongan pekerjaan, sektor kesehatan 
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Rekam Medis Dengan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan di Puskesmas Cihideung Kota Tasikmalaya Tahun 2021 Andi Suhenda; Ari Sukawan; Yesi Muslihah
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 10, No 1 (2022): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v10i1.390

Abstract

AbstractHuman resource planning should be the concern of every organization, one method that can be used in planning human resource needs is the health workload analysis method. The preliminary study results at Cihideung Health Center did not have officers with a medical record education background, and no person was in charge of reporting activities. The lack of officers in the storage department overwhelmed the officers and made medical record documents pile up in the storage room when the officers did not come to work. The purpose is to determine the need for medical record personnel at Cihideung Health Center, Tasikmalaya City, in 2021 with quantitative research methods and descriptive research designs. The sample in this study is primary data in the form of the average time of medical record service activities and secondary data on standard operating procedures, working day calendars, and the number of patient visits in 2018-2020 at Cihideung Health Center with a technique using purposive sampling. Based on the calculation results, in the registration section, it takes one officer; there are four officers. The storage section requires one officer; there is one officer. The reporting section requires one officer, and currently, no person is in charge of reporting activities. The research concludes that there are no officers with a medical record education background, so it is better for Cihideung Health Center to propose to the Health Office to recruit officers with a medical record education background.Keywords: puskesmas, medical record technician, health workload analysis  AbstrakPerencanaan sumber daya manusia harus menjadi perhatian setiap organisasi, salah satu metode yang dapat digunakan dalam perencanaan kebutuhan sumber daya manusia adalah metode analisis beban kerja kesehatan. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Cihideung belum ada petugas berlatar pendidikan rekam medis dan belum adanya penanggung jawab untuk kegiatan pelaporan. Selain itu, kurangnya petugas di bagian penyimpanan membuat petugas kewalahan dan membuat dokumen rekam medis menumpuk di ruang penyimpanan ketika petugas tidak masuk kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kebutuhan tenaga rekam medis di Puskesmas Cihideung Kota Tasikmalaya Tahun 2021 menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif . Sampel dalam penelitian yaitu data primer berupa rata-rata waktu kegiatan pelayanan rekam medis dan data sekunder standar prosedur operasional, kalender hari kerja serta jumlah kunjungan pasien tahun 2018-2020 di Puskesmas Cihideung dengan teknik menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil perhitungan, di bagian pendaftaran dibutuhkan 1 orang petugas, petugas yang ada 4 orang. Bagian penyimpanan dibutuhkan 1 orang petugas, petugas yang ada 1 orang. Bagian pelaporan dibutuhkan petugas 1 orang dan saat ini belum ada penanggungjawab untuk kegiatan pelaporan. Kesimpulan yang didapat dari penelitian yaitu belum adanya petugas yang berlatar belakang pendidikan rekam medis, maka sebaiknya Puskesmas Cihideung mengusulkan kepada Dinas Kesehatan untuk perekrutan petugas yang berlatar pendidikan rekam medis.Kata Kunci: Puskesmas, Tenaga Rekam Medis, Analisis Beban Kerja Kesehatan
SIMRS Network Security Simulation Using Snort IDS and IPS Methods Wahyu Wijaya Widiyanto
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 10, No 1 (2022): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v10i1.396

Abstract

AbstractHospital information systems have an essential role in clinical and administrative services. This triggers an innovation that supports an integrated quality measurement data management system by integrating the Hospital Management Information System (SIMRS). SIMRS can be implemented locally or in the cloud, using the network to exchange data and information. Along with the current development of Information Technology, information security is very important, especially on a network connected to the internet. But what is unfortunate is that developments in the security system itself do not accompany the imbalance between each technological development. This study aims to overview techniques for securing network computers from various attacks through network security simulations. The research method used is using Snort as a detector to perform security on computer networks, while as a system for detecting and preventing intruders on computer network servers using the Intrusion Detection Systems (IDS) and Intrusion Prevention Systems (IPS) methods. This study concludes that the IDS system with Snort simulated can detect attacks with the same average accuracy value of 99.97% and produce an average server response time value by good snort rules (1 client is 0.50 seconds, 2 clients are 0.32) seconds.Keywords: network security, snort, IDS, IPS  AbstrakSistem informasi rumah sakit memiliki peran penting dalam pelayanan klinis dan administrasi. Hal ini memicu inovasi yang mendukung sistem pengelolaan data pengukuran mutu yang terintegrasi dengan mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Implementasi SIMRS dapat dilakukan secara lokal maupun cloud, keduanya menggunakan jaringan untuk bertukar data dan informasi. Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi saat ini, keamanan suatu informasi menjadi sangat penting terutama pada suatu jaringan yang terkoneksi dengan internet. Namun yang disayangkan, ketimpangan antara setiap perkembangan teknologi tersebut tidak dibarengi dengan perkembangan sistem keamanan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang teknik pengamanan jaringan komputer dari berbagai jenis serangan melalui simulasi keamanan jaringan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan Snort sebagai pendeteksi untuk melakukan pengamanan pada jaringan komputer, sedangkan sebagai sistem untuk mendeteksi dan mencegah penyusup pada server jaringan komputer menggunakan metode Intrusion Detection Systems (IDS) dan Intrusion Prevention Systems (IPS). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem IDS dengan simulasi Snort dapat mendeteksi serangan dengan nilai akurasi rata-rata yang sama yaitu 99,97%, dan menghasilkan nilai rata-rata waktu respon server dengan aturan snort yang baik (1 client adalah 0,50 detik, 2 client adalah 0,32) detik.Kata Kunci: keamanan jaringan, snort, IDS, IPS