cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
Analisis Determinan Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Kejadian DBD di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat Ita La Tho; Fenita Purnama
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.196

Abstract

AbstractIndonesia as a tropical country that has rainfall and high humidity causes the incidence of DHF tends to fluctuate. Reported in 2015, Incidence Rate (IR) with 100,000 population in Indonesia amounted to 50.75 and an increase of up to 78.85 in 2016. Recorded the number of dengue cases from 34 provinces in Indonesia in 2017 as many as 59,047 cases. Although Indonesia has succeeded in reducing the number of DHF cases, DKI Jakarta as the capital of Indonesia still contributes the number of DHF cases by 3,350 cases (IR = 32.29 with 100,000 population) and was included in the top ten provinces with the highest DHF Incidence Rate (IR) in Indonesia. At West Jakarta, the second highest of DHF case was occupied by Cengkareng District with 69 cases. The purpose of the study was to analyze the determinants of knowledge with the Prevention of DHF in the Rawa Buaya Village, Cengkareng District, West Jakarta. This research is an analytic study with cross sectional design. The population is all household heads in Rawa Buaya Sub-district, Cengkareng, West Jakarta. The sample of this research was 210 samples. The result of this research was there was relationship between knowledge with prevention of incident at Rawa Buaya Sub-district, Cengkareng District, West Jakarta with p-value 0.0025, OR value = 3.4738. This means that a good level of knowledge about DHF incidents has a tendency of 3.5 times higher in efforts to prevent DHF incidents.Keywords: Knowledge, DHF incidents, Incidence Rate (IR)AbstrakIndonesia sebagai Negara tropis yang mempunyai curah hujan dan kelembapan tinggi menyebabkan angka kejadian DBD cenderung fluktuatif. Dilaporkan Incidence Rate (IR) per 100.000 penduduk di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 50,75 dan terjadi peningkatan hingga 78,85 di tahun 2016. Tercatat jumlah kasus DBD dari 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2017 sebanyak 59.047 kasus. Meskipun Indonesia telah berhasil menurunkan jumlah kasus DBD namun, DKI Jakarta sebagai ibukota Indonesia masih turut menyumbangkan jumlah kasus DBD sebanyak 3.350 kasus (IR = 32,29 per 100.000 penduduk) dan termasuk kedalam sepuluh besar provinsi dengan Incidence Rate (IR) DBD terbanyak di Indonesia. Di Jakarta Barat, kasus DBD tertinggi kedua diduduki Kecamatan Cengkareng dengan 69 kasus. Tujuan Penelitian untuk menganalisis determinan pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Kejadian DBD di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala rumah tangga di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Sampel penelitian ini berjumlah 210 sampel. Hasil : Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan Kejadian DBD di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dengan  p-value 0,0025, nilai OR = 3,4738. Artinya tingkat pengetahuan yang baik tentang Kejadian DBD memiliki kecenderungan 3,5 kali lebih tinggi dalam upaya pencegahan Kejadian DBD.Kata Kunci : Pengetahuan, Kejadian DBD, Incidence Rate (IR)
Analisis Faktor Kriteria Klinis Pasien dalam Tahap Terminal di RS Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2018 Resia Perwirani; Hosizah Hosizah
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.195

Abstract

AbstractDr. Moewardi Surakarta Hospital has program to improve quality of patient services in terminal conditions. Based on observations, NDR (Net Death Rate) of 67.43‰ far exceeds the Ministry of Health's efficient number of <25‰. In accordance with Kepmenkes 812 of 2007 and PAP7, PAP7.1 SNARS standards for terminal services, terminal patients must be assessed to take care patient's needs. Good assessment must be based on clinical sign of terminal patients. The purpose of research to determine the clinical sign of terminal patients. The study was conducted at the Medical Record Unit of Dr. Moewardi Hospital on July - August, 2019. This research is quantitative with a cross-sectional approach. The instrument was a checklist based on CriSTAL theory. Sample was selected 344 medical records by random sampling method, processed by a factor analysis method to confirm the CriSTAL theory with a model construct consisting of five observable variables and five latent variables using SmartPLS 3.0. The results of analysis state that it is necessary to modify the model by eliminating factors that do not meet the requirements. Clinical Criteria of Terminal Patients are formed from 3 latent variables, namely Clinical deterioration criteria, Findings of Physical Weakness, and Abnormal ECGs, and 34 observable variables namely patient admission via IGD, Behavioral alteration / disability, history of hospitalization and history of ICU.Keywords: factor analysis, clinical sign of terminal stage patients, CriSTAL AbstrakRS Dr. Moewardi Surakarta mempunyai program kerja meningkatkan kualitas pelayanan pasien dalam kondisi terminal. Berdasarkan hasil observasi, angka NDR (Net Death Rate) sebesar 67,43‰ jauh melampaui angka efisien Kementerian Kesehatan sebesar <25‰. Sesuai Kepmenkes 812 tahun 2007 dan Standar PAP7, PAP7.1 dalam SNARS tentang pelayanan dalam tahap terminal, pasien dalam kondisi terminal wajib dilakukan asesmen yang memperhatikan kebutuhan pasien. Assesment yang baik wajib didasarkan pada kriteria klinis pasien tahap terminal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria klinis pasien dalam tahap terminal di RS Dr. Moewardi Surakarta tahun 2018. Penelitian dilaksanakan di unit Rekam Medis RS Dr Moewardi Surakarta bulan Juli – Agustus 2019. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian berupa checklist yang dibuat berdasarkan teori CriSTAL. Sampel 344 rekam medis diambil secara acak, data diolah dengan metode analisis faktor untuk mengkonfirmasi teori CriSTAL dengan konstruk model terdiri dari lima variabel observable dan lima variabel laten menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil analisis faktor menyatakan perlu modifikasi model dengan mengeliminasi faktor yang tidak memenuhi persyaratan. Kriteria Klinis Pasien Terminal terbentuk dari tiga variabel laten yaitu Kriteria perburukan klinis, Temuan Kelemahan Fisik, dan Abnormal EKG, serta 34 variabel observable yaitu cara masuk pasien melalui IGD, Behavioral alteration/disability, riwayat rawat inap dan riwayat ICU.Kata Kunci : analisis faktor, kriteria klinis pasien terminal, CriSTAL
Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang Yuli Mardi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.194

Abstract

AbstractMedical records are very important documents in health care, because the contents contained therein illustrate the patient's disease history, actions, treatment and so on ranging from patients coming to health facilities until patients go home. According to the law, complete medical records must be completed before 24 hours after the completion of outpatient services. To avoid the incompleteness of the contents of the outpatient medical record form, a comprehensive study of the medical record form is carried out. This research was conducted at Aisyiyah Padang General Hospital using a descriptive statistical approach. The object of study was the outpatient medical record form in semester one of 2019. The number of samples studied was 99 forms taken at random from a total of 14,958 forms recorded during the semester. From the results of the research conducted, there were 42 forms or 42.4% incomplete forms. The most incompleteness is found in the signature of the doctor handling the patient, which is 38 forms. From these results, it is expected that later the incompleteness of filling out medical records forms for outpatients in Padang Aisyiyah General Hospital can be minimized.Keyword: medical record, outpatient, descriptive statisticsAbstrakRekam medis merupakan dokumen yang sangat penting dalam asuhan kesehatan, karena isi yang terdapat didalamnya menggambarkan riwayat penyakit pasien, tindakan, pengobatan dan lainnya mulai dari pasien datang ke fasilitas kesehatan hingga pasien pulang. Menurut undang-undang, rekam medis yang lengkap harus selesai diisi sebelum 24 jam sesudah selesainya pelayanan rawat jalan. Untuk menghindari ketidaklengkapan isi formulir rekam medis rawat jalan, dilakukan kajian secara konprehensif terhadap formulir rekam medis tersebut. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit umum Aisyiyah Padang dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Objek yang diteliti adalah formulir rekam medis rawat jalan pada semester satu tahun 2019. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 99 formulir yang diambil secara acak dari total 14.958 formulir yang tercatat pada semester tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat sebanyak 42 formulir atau sebesar 42,4% formulir yang tidak lengkap. Ketidaklengkapan paling banyak terdapat pada bagian tanda tangan dokter yang menangani pasien, yaitu sebanyak 38 formulir. Dari hasil tersebut, diharapkan nantinya ketidaklengkapan pengisian formulir rekam medis pasien rawat jalan di rumah sakit umum Aisyiyah Padang dapat diminimalisir.Kata Kunci: rekam medis, rawat jalan, statistik deskriptif   
Penyusunan Clinical Pathway dan Analisis Biaya Satuan Tindakan Hemodialisis di Rumah Sakit Tebet Tahun 2015 Anggun Nabila
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.180

Abstract

AbstractThe research aimed to describe unit cost and develop clinical pathway of hemodialysis for Chronic Kidney Disease (CKD) patients who used hemodialysis as a therapy at Tebet Hospital in 2015. Research’s method was cross sectional with descriptive analysis. Patients with Chronic Kidney Disease was population of this research and sample was 16 data which CKD patients who used hemodialysis as a treatment in 2015. The result of this research was unit cost that calculated based on hospital perspective. Clinical Pathway was developed based on treatments that patient of Chronic Kidney Disease, from admission until discharge. The admission meant the patient came to hospital and registered themselves to get hemodialysis. After getting registration number, then followed by the other treatments until discharge. Unit cost of single use of hemodialysis was Rp 1.315.644, - Unit cost of hemodialysis for six months with two times a week of hemodialysis was Rp 41.324.355, -. Costs include screening of dialysis indication, single use dialysis, regular medical checkup, and virus marker. There are six type of services on clinical pathway of hemodialysis: Admission, Diagnose, Pre-therapy, Therapy, Follow up, and Discharge. The implication of clinical pathway is needed for quality and cost control.Keyword: unit cost, clinical pathway, chronic kidney disease patients, hemodialysis, hospitalAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran biaya satuan dan menyusun clinical pathway tindakan hemodialisis di Rumah Sakit Tebet tahun 2015. Metode penelitian ini yaitu analisis deskriptif dengan menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal di Rumah Sakit Tebet, sedangkan untuk sampel penelitian ini yaitu pasien gagal ginjal kronik yang menggunakan tindakan-tindakan hemodialisis. Pengambilan sampel berdasarkan jumlah kasus penderita gagal ginjal kronik selama tahun 2015 yaitu sebanyak 16 data. Hasil penelitian berupa deskripsi biaya dihitung berdasarkan perspektif rumah sakit, kemudian dilakukan penyusunan clinical pathway tindakan hemodialisis di Rumah Sakit Tebet. Clinical pathway disusun berdasarkan aktivitas pasien hemodialisis dimulai dari datang melakukan pendaftaran sampai dengan pulang. Pendaftaran agar pasien mendapatkan nomor registrasi atau rekam medis. Setelah melakukan pendaftaran, diikuti pula dengan aktivitas pelayanan lainnya. Biaya yang dikeluarkan rumah sakit untuk satu kali pelayanan hemodialisis dengan single use yaitu Rp 1.315.644, - Dengan asumsi frekuensi hemodialisis rutin 2 kali dalam satu minggu maka biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit yaitu Rp 41.324.355, -. Biaya tersebut mencakup skrinning indikasi dialysis, tindakan dialysis (single use), pemeriksaan lanjutan/regular, dan virus marker. Terdapat enam jenis pelayanan untuk clinical pathway: Admission, Diagnosa, Pra-terapi, Terapi, Follow up, dan Discharge. Penerapan clinical pathway diperlukan sebagai alat kendali mutu dan kendali biaya dalam pemberian pelayanan kesehatan.Kata Kunci: biaya satuan, clinical pathway, penderita gagal ginjal kronik, hemodialisis, rumah sakit
Pelaporan Posyandu Lansia Puskesmas Banguntapan III: Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web Hendra Rohman; Elmy Agnia
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.181

Abstract

AbstractPuskesmas Banguntapan III was the only one that has a working area with one subdistrict that oversees 16 elderly integrated services post. Each integrated services post sends the results of its activities every month to Puskesmas Banguntapan III. Reporting used to use microsoft excel was still found deficiencies, namely inconsistent data, delays in collecting reports, misplaced data, access rights used by all parties, and duplicate data. The aim to design a-based elderly integrated services post reporting information system web at Puskesmas Banguntapan III, especially for elderly patients. The method for developing-based information systems for elderly integrated services post reporting web using the system development life cycle (SDLC). Elderly integrated services post reporting information system displays the patient menu, report printing, graphic printing, backup data, restore data and settings. The results can help organize elderly integrated services post on registration, and make reports as needed sent to the Bantul District Health Office. This information system can facilitate elderly integrated services post cadres in carrying out input data and making reports. Keyword: elderly, integrated services post cadres, electronic medical record AbstrakPuskesmas Banguntapan III merupakan satu-satunya yang memiliki wilayah kerja dengan satu kelurahan yang membawahi 16 posyandu lansia. Setiap posyandu mengirimkan hasil kegiatannya setiap satu bulan ke Puskesmas Banguntapan III. Pelaporan yang digunakan menggunakan microsoft excel yang masih ditemukan kekurangan yaitu data tidak konsisten, keterlambatan pengumpulan pelaporan, salah simpan data, hak akses digunakan semua pihak, dan duplikat data. Tujuannya membuat perancangan sistem informasi pelaporan posyandu lansia berbasis web di Puskesmas Banguntapan III khususnya untuk pasien lansia. Metode pengembangan sistem informasi pelaporan posyandu lansia berbasis web menggunakan system development life cycle (SDLC). Pada sistem informasi pelaporan posyandu lansia ini menampilkan menu pasien, cetak laporan, cetak grafik, backup data, restore data dan pengaturan. Hasilnya dapat membantu penyelenggaraan posyandu lansia pada registerasi, dan pembuatan pelaporan sesuai kebutuhan yang dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Sistem informasi ini dapat memudahkan kader posyandu lansia dalam melaksanakan input data dan membuat laporan.Kata Kunci: lansia, kader posyandu, rekam medis elektronik 
Analisis Pendayagunaan Tenaga Rekam Medis Di Puskesmas Kota Padang Oktamianiza Oktamianiza; Devid Leonard
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.193

Abstract

AbstractUtilization of health workers is an effort to equalize, utilize and develop health workers. The initial survey was conducted at five puskesmas in Padang, namely Pemancungan Puskesmas, Padang Pasir Puskesmas, Air Tawar Puskesmas, Rawang Puskesmas and Ambacang Puskesmas. Researchers found that there are still human health (HR) resources that manage medical record units instead of skilled workers graduating from diploma three (D-III) medical records. Puskesmas which have skilled medical records have not been utilized properly due to uneven distribution. The purpose of this study was to analyze the utilization of medical records personnel in the Padang City Health Center. The study was conducted from 18 May to 3 June 2018. This type of qualitative research was a case study approach. There were 11 informants in the study. The study was conducted with in-depth interviews using in-depth interview guidelines and observation. Data processing and analysis consists of transcription, reduction, coding and categorization. The sampling technique is purposive sampling that is people who know, are involved in the topic of the research being conducted. The results of the analysis showed that the distribution of medical recorders and health information was not evenly distributed, the job description was not in accordance with Permenpan No.30 of 2013, there were still medical record personnel who did not have a medical record education background, namely graduates from high school and lack of training or educational development of the record workers. medical and non-medical records. The City Health Office and the Puskesmas should encourage the distribution of medical record personnel through the Regional Public Service Board (BLUD) by specializing in medical background education. Workers with a high school education background can continue their education through the Past Learning Recognition (RPL) program.Keywords: medical record, utilization, first level health facilities (FKTP)AbstrakPendayagunaan tenaga kesehatan adalah upaya pemerataan, pemanfaatan dan pengembangan tenaga kesehatan. Survei awal dilakukan pada lima puskesmas yang ada di Padang yaitu Puskesmas Pemancungan, Puskesmas Padang Pasir, Puskesmas Air Tawar, Puskesmas Rawang dan Puskesmas Ambacang. Peneliti menemukan masih ada sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang mengelola unit rekam medis bukan tenaga terampil lulusan dari diploma tiga (D-III) rekam medis. Puskesmas yang sudah ada tenaga terampil rekam medis belum didayagunakan secara baik karena distribusi yang belum merata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pendayagunaan tenaga rekam medis di Puskesmas Kota Padang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Mei - 3 Juni 2018. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan case study. Informan dalam penelitian berjumlah 11 orang. Penelitian dilakukan dengan indepth interview menggunakan pedoman wawancara mendalam dan observasi. Pengolahan dan analisa data terdiri dari transkripsi, reduksi, koding dan kategorisasi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yaitu orang yang mengetahui, terlibat terkait topik penelitian yang dilakukan. Hasil analisis didapatkan distribusi tenaga perekam medis dan infomasi kesehatan belum merata, uraian tugas tidak sesuai dengan Permenpan No.30 Tahun 2013, masih ditemukan tenaga rekam medis yang tidak berlatar belakang pendidikan rekam medis yaitu tamatan dari SMA dan minimnya pelatihan atau pengembangan pendidikan terhadap tenaga rekam medis dan non rekam medis. Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas sebaiknya mendorong pemerataan distribusi tenaga rekam medis melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan mengkhususkan penerimaan yang berlatar belakang pendidikan rekam medis. Tenaga yang berlatar pendidikan SMA dapat melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).Kata Kunci: rekam medis, pendayagunaan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)
Analisis Sentimen terhadap Opini Masyarakat dalam Penggunaan Mobile-JKN untuk Pelayanan BPJS Kesehatan Tahun 2019 Mieke Nurmalasari; Nauri Anggita Temesvari; Silvia Ni&#039;matul Maula
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.208

Abstract

AbstractBPJS Kesehatan (Healthcare and Social Security Agency) is trying to improve their services in this digital era by creating mobile-JKN applications. It was expected that BPJS participants can more easily and quickly get access to health services anytime and anywhere through this application. Expectantly, the mobile-JKN could reduce the length of queues at registration and other BPJS healthcare services. This study aims to see whether the community response is positive, negative, or neutral to the mobile-JKN application. Data was collected from Twitter social media tweets by scraping data for 11 months from January to November 2019. Data was analyzed using sentiment analysis. The result of this study was that out of 528 tweets, 222 tweets (42%) were positive, 153 tweets (29%) were neutral and 152 tweets (29%) were negative. The highest percentage was the positive sentiment and the tweets about the ease of helping health services and the effectiveness of services using JKN. Unfortunately, it was still less than 50%. The utilization of mobile-JKN during 2019 based sentiment analysis still less than 50%. It was suggested that more socialization was needed for participants to maximize the use of the JKN mobile application.Keyword: text mining, sentiment analysis, twitter, mobile-JKN, BPJS KesehatanAbstrakBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berusaha meningkatkan layanan mereka di era digital ini dengan membuat aplikasi mobile-JKN. Diharapkan peserta BPJS dapat lebih mudah dan cepat mendapatkan akses ke layanan kesehatan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi ini. Ekspektasinya dengan mobile-JKN dapat mengurangi panjang antrian saat pendaftaran dan layanan kesehatan BPJS lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah respons masyarakat positif, negatif, atau netral terhadap aplikasi mobile-JKN ini. Data dikumpulkan dari tweet media sosial Twitter dengan scraping data selama 11 bulan dari Januari hingga November 2019. Data dianalisis menggunakan analisis sentimen. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dari 528 tweet, 222 tweets (42%) positif, 153 tweets (29%) adalah netral dan 152 tweets (29%) negatif. Persentase tertinggi adalah sentimen positif dan tweet tentang kemudahan membantu layanan kesehatan dan efektivitas layanan menggunakan JKN. Sayangnya, itu masih kurang dari 50%. Pemanfaatan mobile-JKN selama analisis sentimen berbasis 2019 masih kurang dari 50%. Disarankan bahwa diperlukan lebih banyak sosialisasi terhadap peserta untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi seluler JKNKata Kunci: text mining, analisis sentimen, twitter, mobile-JKN, BPJS Kesehatan
Analisis Perbandingan Kelengkapan Rekam Medis Berdasarkan Metode Analisis Kuantitatif dengan Analisis Closed Medical Record Review di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” Mohammad Yusuf Setiawan; Lily Widjaja
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.197

Abstract

AbstractMedical record is a file that contains records and documents about patient identity, examination, treatment, actions and other services that have been provided to patients. Medical records must be made immediately and completed after the patient receives the service. Examination of the completeness and quality of medical records using quantitative medical record analysis methods and Closed Medical Record Review. This study is intended to compare the completeness of the Medical Record Based on Quantitative Analysis Method with the Analysis of Closed Medical Record Review in "Dharmais" Cancer Hospital. The type of this research is analytic descriptive research with cross sectional approach. The sample size in this study was 200 cases of medical records using simple random sampling technique. Data analysis using chi square test. The results of quantitative analysis of medical records showed the completeness of medical records was 82.84%, and incomplete was 17.16%. In the closed medical record review analysis shows the completeness of the medical record of 93.53%, and incomplete of 6.47%. Chi square test results showed that there was no significant difference in the proportion of completeness between the results of the Closed Medical Record Review Analysis and the results of the Quantitative Analysis of medical records (p value = 0.437> 0.05).Keyword:  Medical Record, Quantitative Analysis of Medical Records, Closed Medical Record Review Analysis, Cancer Hospital "Dharmais". AbstrakRekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis harus dibuat segera dan dilengkapi setelah pasien menerima pelayanan. Pemeriksaan kelengkapan dan kualitas rekam medis menggunakan metode analisis kuantitatif rekam medis dan Closed Medical Record Review. Penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan Kelengkapan Rekam Medis Berdasarkan Metode Analisis Kuantitatif dengan Analisis Closed Medical Record Review di Rumah Sakit Kanker “Dharmais”. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel pada penelitian ini adalah 200 kasus rekam medis dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis kuantitatif rekam medis menunjukkan angka kelengkapan rekam medis sebesar 82,84%, dan tidak lengkap sebesar 17,16%. Pada analisis closed medical record review menunjukkan angka kelengkapan rekam medis sebesar 93,53%, dan tidak lengkap sebesar 6,47%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan proporsi kelengkapan antara hasil Analisis Closed Medical Record Review dengan hasil Analisis Kuantitatif rekam medis (nilai p.value=0,437 >0,05).Kata Kunci: Rekam Medis, Analisis Kuantitatif Rekam Medis, Analisis Closed Medical Record Review, Rumah Sakit Kanker “Dharmais”.
Manajemen Resiko Redesign Sistem Penjajaran Rekam Medis dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) kori puspita ningsih; Ulfa Tunnisa; Nyndita Erviana
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.204

Abstract

AbstractThe medical record alignment system at Yogyakarta Condong Catur Hospital uses the Straight Numerical Filing (SNF) storage system. Yogyakarta Condong Catur Hospital uses the SNF system which often causes misfiles. Therefore, it is necessary to redesign the medical record alignment system. In redesign activities, proactive risk management is needed to prevent failures and minimize risks when redesigning the medical record alignment system using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. This study aims to analyze the risk management redesign of medical record alignment from Straight Numerical Filing (SNF) to Terminal Digit Filing (TDF) with the FMEA method. Design research using action research. An instrument to measure the risk management of the medical record alignment system from SNF to TDF by applying the 8 steps of FMEA. After redesigning, the decline in RPN occurred. The highest decrease in RPN in the storage process of failure mode medical record "officers align the medical records not in the TDF order" with the RPN value decreasing from 336 to 72. Thus, it can be concluded after evaluating and monitoring the implementation of the medical record alignment system redesign from SNF to TDF using the method FMEA is able to significantly reduce the risk in the process of receiving medical record requests, taking and storing medical records.Keyword: Risk management, Redesign, Medical record alignment, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)AbstrakSistem penjajaran rekam medis di RS Condong Catur Yogyakarta menggunakan sistem penyimpanan Straight Numerical Filing (SNF). RS Condong Catur Yogyakarta menggunakan sistem SNF yang sering menyebabkan misfile. Oleh karena itu perlu dilakukan desain ulang (redesign) sistem penjajaran rekam medis. Dalam kegiatan redesign diperlukan suatu manajemen resiko yang bersifat proaktif untuk mencegah terjadinya kegagalan dan meminimalkan resiko pada saat redesign sistem penjajaran rekam medis dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen resiko redesign penjajaran rekam medis dari Straight Numerical Filing (SNF) menjadi Terminal Digit Filing (TDF) dengan metode FMEA. Design penelitian menggunakan action research. Instrumen untuk mengukur manajemen resiko redesain sistem penjajaran rekam medis dari SNF menjadi TDF dengan menerapkan ke-8 langkah FMEA. Setelah dilakukan redesign terjadi penurunan RPN. Penurunan RPN tertinggi pada proses penyimpanan rekam medis mode kegagalan “petugas menjajarkan rekam medis tidak sesuai urutan TDF” dengan nilai RPN turun dari 336 menjadi 72. Dengan demikian dapat disimpulkan setelah dilakukan evaluasi dan monitoring implementasi redesign sistem penjajaran rekam medis dari SNF menjadi TDF dengan metode FMEA mampu secara signifikan menurunkan resiko pada proses menerima permintaan rekam medis, pengambilan dan penyimpanan rekam medis. Kata Kunci: Manjemen resiko, Redesign, Penjajaran rekam medis, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Analisis Pemecahan Masalah Rendahnya Cakupan PHBS di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Puteri Fannya; Laela Indawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.199

Abstract

AbstractThe Clean and Healthy Behavior Program (CHBP) is a form of manifestation to increase knowledge, attitudes and behavior in order to be able to implement healthy ways of life in order to improve health. CHBP must start from the household order because a healthy household is an asset for future capital development. This study aimed to look at the problem and find a solution to the problem of the low coverage of CHBP in the working area of the Payakumbuh Health Office . This study was a qualitative study with in-depth interview method. Informants in this study were the Head of Family Health Department, Head of Health Promotion Department, Head of Payakumbuh Health Office, and Head of Padang Karambia Health Center. Data was presented and analyzed using Ishikawa diagrams for analysis of the causes of problems and effectiveness-efficiency methods for problem solving analysis. The results showed that the CHBP target had not been met because there was some problems in 5 aspects: man, money, machine, method, and environment. The priority of solving the problem was training the health promotion officers on effective counseling methods and empowering cadres in the community to conduct CHBP data collection.Keyword: Health Behavior, Cadre, Effectivity-EfficiencyAbstrakProgram Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bentuk perwujudan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara–cara hidup sehat dalam rangka meningkatkan kesehatan. PHBS harus dimulai dari tatanan rumah tangga karena rumah tangga yang sehat merupakan aset modal pembangunan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat permasalahan dan menemukan pemecahan masalah rendahnya cakupan PHBS di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Informan pada penelitian ini adalah Kepala  Bidang Kesehatan Keluarga, Kepala Sesi Promosi Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dan Kepala Puskesmas Padang Karambia. Data disajikan dan dianalisis menggunakan diagram ishikawa untuk analisis penyebab masalah dan metode efektivitas-efisiensi untuk analisis pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target PHBS belum terpenuhi terdapat kendala dari segi man (manusia), money (dana), machine (mesin), methode (metode), dan environment (lingkungan). Prioritas pemecahan masalah adalah  melakukan pelatihan kepada petugas promkes tentang metode-metode penyuluhan yang efektif dan memberdayakan kader di masyarakat untuk melakukan pendataan PHBS. Kata Kunci: PHBS, Kader, Efektivitas-Efisiensi  

Page 10 of 19 | Total Record : 188