cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
Analisis Perkembangan Kasus COVID-19 Berkaitan dengan Kebijakan Pemerintah di Pulau Jawa Charvia Ismi Zahrani; Setia Pramana
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.224

Abstract

AbstractCOVID-19 is a serious problem that faced by almost all countries in the world. Since announced as a pandemic by WHO on March, the number of positive COVID-19 cases in Indonesia has reached 287,008 patients until the end of September 2020. COVID-19 cases dispersion depends on the local government policies and the awareness of the public to obey. About 60 percent of positive cases and 65 percent of death cases were in Java. Therefore, the aim of this study is to analyze the growth of the COVID-19 case in Java from March to September 2020 in relation to the local government policies. The results showed that six provinces in Java had the same pattern. The large-scale social restriction (PSBB), which was implemented since April 10 2020, seen to be able to contain the dispersion of cases because from April to June the positive cases did not increase significantly. A very high increase occurred in August and September, this was probably due to the easing of the PSBB become new-normal where various public places and facilities have been reopened. Meanwhile, death cases, the number is very high in mid-April and June and late July to September 2020. For cured cases, there was a significant increase in late August to September 2020. The importance of information about the growth of the COVID-19 cases can help government to formulate strategies and policies to prevent the dispersion of COVID-19.Keyword: COVID-19, Pandemic, Java, cases growth AbstrakCOVID-19 merupakan suatu masalah serius yang sedang dihadapi oleh hampir seluruh negara. Sejak diumumkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret lalu, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 287.008 pasien hingga akhir September. Penyebaran kasus COVID-19 sangat bergantung pada kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk mematuhinya. Sebesar 60 persen kasus positif dan 65 persen kasus meninggal berada di Pulau Jawa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan kasus COVID-19 di Pulau Jawa sejak Bulan Maret-September 2020 dikaitkan dengan kebijakan pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam provinsi memiliki pola yang sama. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan sejak 10 April 2020 terlihat dapat menahan penyebaran kasus karena pada bulan April-Juni 2020 kasus positif tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan yang sangat tinggi terjadi pada bulan Agustus dan September 2020, hal ini mungkin disebabkan oleh dilonggarkannya kebijakan PSBB menjadi PSBB Transisi dimana berbagai tempat dan fasilitas umum telah dibuka kembali. Sementara untuk kasus meninggal, angka tertinggi terjadi pada pertengahan April dan Juni serta akhir Juli hingga September 2020. Untuk kasus sembuh, terjadi peningkatan yang signifikan pada akhir Agustus hingga September 2020. Pentingnya informasi tentang perkembangan kasus COVID-19 ini dapat membantu pemerintah daerah untuk membuat strategi dan kebijakan untuk mencegah penyebaran rantai virus COVID-19.Kata Kunci: COVID-19, Pandemi, Jawa, perkembangan kasus 
Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Bhakti Mulia Tahun 2019 Siva Maulia Fauziah; Nanda Aula Rumana; Deasy Rosmala Dewi; Laela Indawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.205

Abstract

AbstractMedical records are important units in hospitals; therefore, the organization of medical records must be managed by personnel who are competent in their fields.  The purpose of this research is to know the description of the characteristics and performance of officers.The research method uses descriptive quantitative analysis, the number of respondents was 26 officers.  The results of the study, obtained by officers in the medical record unit who came behind medical record education (35%), the last education was SMA/SMK (50%), never attended training (75%), the average length of service of the officer was 38 months, average age of officers 24 years, gender of female officers (63%), high knowledge (100%).  In the case mix unit, there were officers who did not graduate from medical records (44.4%), the last education was a diploma (44.4%), never attended training (88.9%), the average length of work 24 months a month, the sex of female officers (100%), average age of staff 24 years, high knowledge (100%).  In the TPP unit, officers who have not graduated from medical records (100%), the last education of officers are SMA / SMK (100%), never attended training (100%), the average length of service of officers is 18 months, the sex of female officers (100%), high knowledge (55.6%).  The average performance of officers in the medical record unit (55.41%), case mix (56.29%), and TPP (55.18%).  It is recommended to Bhakti Mulia Hospital to provide education or training to officers on medical record knowledge, officers can manage time so that they can complete work on time.Keyword: characteristic, performance, medical record officers.AbstrakRekam medis adalah unit penting di rumah sakit, oleh karena itu penyelenggaraan rekam medis harus dikelola oleh personil-personil yang kompeten dibidangnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui gambaran karakteristik dan kinerja petugas. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif, jumlah responden sebanyak 26 petugas. Hasil penelitian, didapat petugas di unit rekam medis yang berlatang belakang pendidikan rekam medis (35%), pendidikan terakhir adalah SMA/SMK (50%), tidak pernah mengikuti pelatihan (75%), rata-rata lama bekerja petugas adalah 38 bulan, rata-rata usia petugas 24tahun, jenis kelamin petugas perempuan (63%), pengetahuan tinggi (100%). Pada unit casemix terdapat petugas bukan lulusan rekam medis(44,4%),  pendidikan terakhir adalah diploma (44,4%), tidak pernah mengikuti pelatihan(88,9%), rata-rata lama bekerja petugas 24 bulan, jenis kelamin petugas perempuan(100%), rata-rata usia petugas 24 tahun, pengetahuan tinggi(100%). Di unit TPP petugas yang bukan lulusan rekam medis (100%), pendidikan terakhir petugas adalah SMA/SMK (100%), tidak pernah mengikuti pelatihan(100%), rata-rata lama bekerja petugas adalah 18 bulan, jenis kelamin petugas perempuan (100%), pengetahuan tinggi(55,6%). Rata-rata kinerja petugas di unit rekam medis (55,41%), casemix (56,29%), dan TPP (55,18%). Disarankan kepada Rumah Sakit Bhakti Mulia agar memberikan edukasi atau pelatihan kepada petugas tentang pengetahuan rekam medis, petugas dapat memanajemen waktu agar dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.Kata Kunci: karakteristik, kinerja, petugas rekam medis.
Analisis Desain Formulir General Consent Rawat Inap (Studi Kasus di Lab RMIK Unjaya) Kori Puspita Ningsih; Zakya Sinta Mahbubah
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.242

Abstract

AbstractOne of the forms that show the patient's consent or the patient's family and is related to the patient's right to obtain health services in the hospital is general consent. This study aims to determine the general consent function of inpatients and to analyze the design of the general consent form from physical, anatomical, and content aspects. This research is a descriptive study, with a case study approach in the Laboratory of Medical Records and Health Information (D-3), Faculty of Health, Jenderal Achmad Yani University, Yogyakarta. The results showed that general consent was used as material for inpatient registration practice for students of the RMIK Study Program (D-3). This activity is carried out to achieve the competence of Medical Record Management, which is carried out by the roleplay method. The results of the analysis of general consent on the physical, anatomical, and content aspects show that it is necessary to redesign general consent on the anatomy and content aspects, including: (1) changes in the placement of items on gender and blood group (2) additional information on how to fill in the checklist form on the instruction placed at the top of the form, (3) confirmation of important information by giving a Bold sign, (4) the name and logo of the hospital is updated (5) the identity of the person in charge is completed with gender, place of birth date and name, while the address of the immediate family is deleted, (6) additional information related to patient rights and obligations and other witness signatures.Keyword: design analysis, general consent, inpatients AbstrakSatu diantara formulir yang menunjukkan persetujuan pasien atau keluarga pasien dan berkaitan dengan hak kewajiban pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah general consent. Penelitian ini bertujuan mengetahui fungsi general consent pasien rawat inap dan menganalisis desain formulir general consent dari aspek fisik, anatomi dan isi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus di Laboratorium Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D-3) Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan general consent digunakan sebagai bahan praktik pendaftaran pasien rawat inap mahasiswa Program Studi RMIK (D-3). Kegiatan tersebut dilakukan mencapai kompetensi Manajemen Rekam Medis yang dilaksanakan dengan metode roleplay. Hasil analisis general consent pada aspek fisik, anatomi dan isi menunjukkan perlu dilakukan desain ulang general consent pada aspek anatomi dan isi meliputi: (1) perubahan pada penempatan item pada jenis kelamin dan golongan darah (2) penambahan informasi cara pengisian ceklist formulir pada instruction yang diletakkan di bagian atas formulir, (3) penegasan informasi penting dengan pemberian tanda Bold, (4) nama dan logo rumah sakit diperbaharui (5) identitas penanggungjawab dilengkapi dengan jenis kelamin, tempat tanggal lahir, dan nama sedangkan alamat keluarga terdekat dihapus, (6) penambahan informasi terkait hak dan kewajiban pasien dan penambahan tanda tangan saksi.Kata Kunci: analisis desain, general conset, rawat inap
Evaluasi Standar Pelayanan Minimal Rekam Medis di RSUD Panembahan Senopati Bantul Kori Puspita Ningsih; Sigid Nugroho Adhi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.221

Abstract

AbstractOne of the vital parts of the hospital is the medical record. The minimum service standard for medical records is a reference in managing medical records. The results of preliminary data collection at Panembahan Senopati Bantul Hospital did not reveal that there were incomplete medical records within 1x24 hours. This shows that Panembahan Senopati Bantul Hospital has not reached the standard of Permenkes No. 129 of 2008. The purpose of this study is to meet the minimum service standards for medical records. Descriptive research method with a qualitative approach. Primary data were obtained from interviews with informants. Secondary data were obtained from observation and documentation study related to the SPM report in the field of medical records. The results showed that the Panembahan Senopati Bantul Regional Hospital conducted a study of SPM medical records by utilizing data from the RS SIM. The SPM report of medical records to the Head of Quality and Clinical Audit Section to be used as a data source for making RS SPM reports. Of the four indicators of SPM medical records, there are 2 indicators (50%) that have not reached the standard, namely completeness of medical records and informed consent. Efforts are made to improve the completeness of medical records and informed consent is to provide feedback to doctors every 3 months through the medical service sector and the medical committee regarding the results of completing medical records and complete components according to the doctor's name.Keyword: evaluation, minimum service standards, medical recordAbstrakSatu diantara bagian vital rumah sakit adalah rekam medis. Standar pelayanan minimal rekam medis merupakan acuan dalam pengelolaan rekam medis. Hasil pengambilan data awal di RSUD Panembahan Senopati Bantul diketahui bahwa terdapat rekam medis yang tidak lengkap dalam waktu 1x24 jam. Hal ini menunjukkan RSUD Panembahan Senopati Bantul belum mencapai standar Permenkes No 129 Tahun 2008. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi standar pelayanan minimal rekam medis. Metode penelitian desktiptif dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan informan. Data sekunder diperoleh dari observasi dan studi dokumentasi terkait laporan SPM bidang rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan RSUD Panembahan Senopati Bantul melalukan kegiatan pengumpulan data SPM rekam medis dengan memanfaatkan data dari SIM RS. Laporan SPM rekam medis kepada Kepala Seksi Mutu dan Audit Klinik untuk digunakan sebagai salah satu sumber data pembuatan laporan SPM RS. Dari keempat indikator SPM rekam medis terdapat 2 indikator (50%) yang belum mencapai standar yaitu kelengkapan rekam medis dan informed consent. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis dan informed consent adalah dengan memberikan feedback kepada dokter setiap 3 bulan sekali melalui bidang pelayanan medis dan komite medis terkait hasil kelengkapan rekam medis dan komponen yang tidak lengkap per nama dokter.Kata Kunci: evaluasi, standar pelayanan minimal, rekam medis
Pengembangan dan Uji coba Media Pembelajaran Praktikum Laboratorium Manajemen Rekam Medis Berbasis Video Tutorial Puput Sugiarto; Hidayatul Maula; Dian Wara Dewi; Nadzia Farahdin Agnur
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.230

Abstract

AbstractThe Implementation of learning on Prodi D3 RMIK Poltekkes Kemenkes Semarang includes learning in the classroom, laboratory, and field with learning methods that have been developed. Practical learning both in laboratory and field are important things that must be considered in vocational education. Therefore, it is necessary to emphasize practical learning both laboratory and field. It’s also necessary to develop the laboratory practicum learning tool related to medical record management on Prodi D3 RMIK. The research method that we used was research and development method (R&D). This research step includes analysis of needs, design, validation design, and trial of the design result. This research aims to produce certain products and test the effectiveness of these products. In this research, we made a video tutorial for medical record management practicum. The results of the 3 video research have been validated by experts with conclusions, all the three of them are “valid” and “very valid” in material testing and media testing. From the practicality test toward the videos, we got “practical” and “very practical” as the result. Meanwhile from the effectiveness test toward the videos, we got “effective” as the result.Keywords: tutorial video, practicum, medical record managementAbstrakPelaksanaan pembelajaran pada Prodi D3 RMIK Poltekkes Kemenkes Semarang meliputi pembelajaran teori klasikal, praktik laboratorium, dan lapangan dengan metode pembelajaran yang telah dikembangkan. Pembelajaran praktik di laboratorium dan lapangan merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam pendidikan vokasional. Oleh karena itu, perlu adanya penekanan pembelajaran praktik baik laboratorium maupun lapangan. Diperlukan pula pengembangan media pembelajaran praktikum laboratorium terkait manajemen rekam medis pada Prodi D3 RMIK. Metode penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Tahapan pada penelitian ini meliputi analisis kebutuhan, perancangan desain, validasi rancangan, dan uji coba hasil perancangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk baru atau hasil modifikasi serta menguji keefektifan dari produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa video tutorial praktikum manajemen rekam medis. Hasil penelitian 3 video telah mendapatkan validasi oleh ahli atau pakar dengan kesimpulan valid dan sangat valid dalam uji materi dan uji media. Uji praktikalitas terhadap video diperoleh hasil praktis dan sangat praktis. Uji keefektivitasan terhadap video diperoleh hasil efektif.Kata Kunci : video tutorial, praktikum, manajemen rekam medis 
Pengaruh Riwayat Kontak dan Karakteristik Anak pada Kasus Tuberkulosis di Kota Salatiga Tahun 2017 Namira Wadjir Sangadji; Hari Kusnanto
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.216

Abstract

AbstractTuberculosis (TB) cases in children in Salatiga City have exceeded the national indicator limit in the last three years. History of contact with adult TB, social and environmental are important indicators in increasing TB cases in children. This study, researchers aimed to analyze the effect of contact history and characteristics of children on TB cases in children in Salatiga City 2015-2016. Researchers used a matched case control. The sampling method that is used in this study was a 1: 1 total sampling of 65 cases compared to 65 controls so that a total of 130 children were obtained. Bivariate analysis shows that the variables that affect pulmonary TB cases in children in Salatiga City are low family income (Odds Ratio: 2.45; 95% Confident Interval: 1.17 - 5.48; p-value: 0.01) and caregiver education (Odds Ratio: 2.77; 95% Confident Interval: 0.15 - 0.57; p-value: 0.001). The variables most associated with pulmonary TB in children in the City of Salatiga in 2015 - 2016 were caregiver education and family income.Keyword: pulmonary tuberculosis in children, caregiver education, family IncomeAbstrakKasus tuberkulosis (TB) pada anak di Kota Salatiga telah melebihi batas indikator nasional dalam tiga tahun terakhir. Riwayat kontak dengan TB dewasa, pengaruh sosial dan lingkungan merupakan indikator penting dalam peningkatan kasus TB anak. Pada penelitian ini, peneliti bertujuan untuk menganalisis pengaruh riwayat kontak dan karakteristik anak pada kasus TB anak di Kota Salatiga Tahun 2015 – 2016. Peneliti menggunakan desain penelitian matched case control. Penelitian ini mengaplikasikan metode total sampling dalam pengambilan sampel dengan komposisi perbandingan 1:1 dari 65 kasus dibandingkan dengan 65 kontrol yang keseluruhannya berjumlah 130 anak.  Berdasarkan hasil analisis bivariat. Pendapatan keluarga yang rendah (Odds Ratio : 2.45 ; 95% Confident Interval : 1,17 – 5,48 ; p-value  : 0,01) dan rendahnya tingkat pendidikan pengasuh (Odds Ratio : 2,77 ; 95% Confident Interval : 0,15 – 0,57; p-value  : 0,001) memengaruhi kasus TB paru anak di Kota Salatiga tahun 2015-2016. Tingkat pendidikan pengasuh dan penghasilan keluarga merupakan variabel yang paling berhubungan dengan TB paru pada anak di Kota Salatiga tahun 2015-2016.Kata Kunci: tuberkulosis paru pada anak, pendidikan pengasuh, penghasilan keluarga
Tinjauan Pelaksanaan Review Rekam Medis dalam Rangka Persiapan Akreditasi Rumah Sakit Berdasarkan Standar Akreditasi SNARS-1 di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Novi Mulyani Putri; Witri Zuama Qomarania; Hosizah Hosizah
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.251

Abstract

AbstractSultan Thaha Saifuddin Hospital is heading towards the implementation of SNARS-1. The first phase of accreditation in 2016 uses the 2012 version with only four services (SKP, HPK, KPS, PPI) so that there is no medical record review assessment as in the MIRM 13.4 SNARS-1 assessment element. Currently, Sultan Thaha Saifuddin Hospital must adjust the medical record review with the MIRM standard on SNARS-1. Field Study Practices at the Sultan Thaha Saifuddin Hospital, Tebo Jambi Regency on April 1, 2019 to April 20, 2019 with the aim of knowing the implementation of medical record reviews based on the SNARS-1 accreditation standard. Methods of data collection are carried out by observation and interviews using observation sheets and interview guides. The results of the field study practice are: there is a team responsible for reviewing medical records called the medical record committee; there is an SPO regarding medical record review; review of medical records using an open, closed, and recapitulation review form; There was an increase in the quality of medical records based on the results of reviews between period 1 and period 2, namely from 89.65% to 96.8% on timeliness, an increase from 95.4% to 97.6% in legibility, and an increase from 97, 6% to 99.2% on completeness of medical records. The implementation of reviewing medical records at Sultan Thaha Saifuddin Hospital is in accordance with the applicable SPO. The implementation of the review is also in accordance with the SNARS-1 assessment elements.Keyword: medical record, completness, Accreditation Assessment SNARS-1                                                                AbstrakRSUD Sultan Thaha Saifuddin sedang menuju implementasi SNARS-1. Akreditasi tahap pertama tahun 2016 menggunakan versi 2012 baru sebatas empat pelayanan (SKP, HPK, KPS, PPI) sehingga belum ada penilaian review rekam medis seperti pada elemen penilaian MIRM 13.4 SNARS-1. Saat ini, RSUD Sultan Thaha Saifuddin harus menyesuaikan review rekam medis dengan standar MIRM pada SNARS-1. Praktik Belajar Lapangan dilakukan di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Kabupaten Tebo Jambi pada tanggal 01 April 2019 sampai 20 April 2019 dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan review rekam medis berdasarkan standar akreditasi SNARS-1. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan lembar observasi dan panduan wawancara. Hasil praktik belajar lapangan yaitu: terdapat tim yang bertanggung jawab pada review rekam medis disebut panitia rekam medis; terdapat SPO tentang review rekam medis; review rekam medis menggunakan form review terbuka, tertutup, serta rekapitulasi; terdapat kenaikan kualitas rekam medis berdasarkan hasil review antara periode 1 dan periode 2 yaitu dari 89,65% menjadi 96,8% pada ketepatan waktu, terjadi kenaikan  dari 95,4% menjadi 97,6% pada keterbacaan, serta terjadi kenaikan dari 97,6% menjadi 99,2% pada kelengkapan rekam medis. Pelaksanaan review rekam medis di RSUD Sultan Thaha Saifuddin telah sesuai dengan SPO yang berlaku. Pelaksanaan review juga telah sesuai dengan elemen penilaian SNARS-1.Kata Kunci: rekam medis, kelengkapan, akreditasi SNARS-1
Analisis Sentimen Pro dan Kontra Masyarakat Indonesia tentang Vaksin COVID-19 pada Media Sosial Twitter Fajar Fathur Rachman; Setia Pramana
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.223

Abstract

AbstractIn order to accelerate the handling of the spread of COVID-19 in Indonesia, the Government of the Republic of Indonesia has issued a discourse on vaccination for the Indonesian people at the end of 2020. Although the government has not officially released the schedule or procedure for the vaccinations, the discourse is considered controversial so that it has invited many groups of people to give their opinions in various media. This opinion must be considered as material for evaluation so that the vaccination discourse that will be carried out can run well. By utilizing data from social media twitter, this study aims to analyze the public's response to the vaccination discourse by classifying these responses into positive and negative responses. Furthermore, there will also be grouping of public opinion using the Latent Dirichlet Allocation (LDA) method to find out what topics of conversation are often discussed by the community regarding the vaccination discourse. The results of the analysis show that the public gives more positive responses to the discourse (30%) than the negative responses (26%). The words with the most frequent appearances also indicate that there are more words with a positive sentiment than the words with a negative sentiment. The LDA model that was built can also capture the topics discussed by the community regarding the vaccination discourse, such as public talks about vaccine controversies which are considered hasty, halal certification of vaccines and public doubts about the quality of the vaccine to be used.Keyword: COVID-19, Latent Dirichlet Allocation (LDA), sentiment analysis, twitter, vaccineAbstrakDalam rangka melakukan percepatan penanganan penyebaran COVID-19 di Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan wacana vaksinasi untuk masyarakat Indonesia pada akhir tahun 2020 mendatang. Meskipun pemerintah belum secara resmi merilis jadwal maupun prosedur vaksinasi yang akan dilakukan, wacana tersebut dinilai kontroversial sehingga mengundang banyak kalangan untuk memberikan pendapatnya di berbagai media. Pendapat tersebut haruslah dipertimbangkan sebagai bahan evaluasi sehingga rencana vaksinasi yang akan dilakukan dapat berjalan dengan baik. Dengan memanfaatkan data dari media sosial twitter, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap wacana vaksinasi dengan cara mengklasifikasikan respon tersebut ke dalam respon positif dan negatif. Selanjutnya juga akan dilakukan pengelompokkan opini masyarakat menggunakan metode Latent Dirichlet Allocation (LDA) untuk mengetahui topik pembicaraan yang sering dibahas oleh masyarakat terkait dengan wacana vaksinasi tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat lebih banyak memberikan respon positif terhadap wacana tersebut (30%) dibandingkan dengan respon negatifnya (26%). Kata-kata bersentimen yang paling sering muncul juga mengindikasikan lebih banyak kata yang bersentimen positif dibandingkan dengan kata yang bersentimen negatif. Model LDA yang dibangun juga dapat menangkap topik yang dibicarakan masyarakat terkait wacana vaksinasi tersebut seperti pembicaraan masyarakat mengenai kontroversi vaksin yang dinilai terburu-buru, sertifikasi halal vaksin dan keraguan masyarakat terhadap kualitas vaksin yang akan digunakan.Kata Kunci: COVID-19, vaksin, analisis sentimen, Latent Dirichlet Allocation, twitter 
Literature Review: Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis di Rumah Sakit Alfita Dewi; Ilma Nuria Sulrieni; Chamy Rahmatiqa; Fajrilhuda Yuniko
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.234

Abstract

AbstractThe quality of medical records describes the quality of health services provided. The return of the medical record file starts from the file being in the treatment room until the file is returned to the medical record unit. Incomplete and not immediately filled out medical resumes cause delays in returning medical records. Therefore, the return of the medical record system is quite important in the medical record unit. This study is a literature review, to see the causes of delays in returning medical records at hospitals in Indonesia. Sources of data come from published research literature, with a total of 18 research articles. Data collection was carried out from March to June 2020. The factor causing the delay in returning medical records was the highest due to the input component. From all journals, 100% of the delays in returning medical records were caused by the input component (Man, Money, Materials, Method, Machine) and 33.3% by the process component. Of the input components, 83.3% were caused by Man factors, 77.8% Method factors, 33.3% Materials factors, 27.8% Machine factors, and 5.5% Money factors. Each hospital must have a clear and firm policy in overcoming delays in returning medical records, with clear and firm policies, the causative factors such as Man, Money, Material, Method, Machine can be minimized and the accuracy of returning medical records can be maximized.Keywords: return, incompleteness, medical records, literature, reviewAbstrakMutu rekam medis menggambarkan mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. Pengembalian Rekam Medis dimulai dari berkas tersebut berada diruang rawat sampai berkas tersebut kembali ke unit rekam medis. Pengisian resume medis yang tidak lengkap dan tidak segara dilakukan menyebabkan keterlambatan pengembalian rekam medis. Maka dari itu, pengembalian rekam medis sistem yang cukup penting di unit rekam medis. Penelitian ini merupakan literature review, untuk melihat penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis di Rumah Sakit di Indonesia. Sumber data berasal dari literatur hasil penelitian yang telah dipublikasikan, dengan jumlah artikel penelitian sebanyak 18 artikel. Pengambilan data dilakukan dari bulan Maret-Juni 2020. Faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis tertinggi disebabkan oleh komponen input.  Dari semua jurnal sebanyak 100% keterlambatan pengembalian rekam medis disebabkan oleh komponen input (Man, Money, Materials, Methode, Machine) dan sebanyak 33,3% oleh komponen proses. Dari komponen input tersebut, sebanyak 83,3 % disebabkan oleh faktor Man, 77,8% faktor Methode, 33,3% faktor Materials, 27,8% faktor Machine, dan 5,5% faktor Money. Setiap rumah sakit harus memiki kebijakan yang jelas dan tegas dalam mengatasi keterlambatan Pengembalian Rekam Medis, dengan kebijakan yang jelas dan tegas, faktor penyebab seperti Man, Money, Material, Method, Machine dapat di minimalisir dan ketepatan Pengembalian Rekam Medis dapat dilakukan secara maksimal.Keywords: keterlambatan, pengembalian, rekam medis, literature review 
SILACAK: Bagaimana Penggunaan Aplikasi Pelacakan Kasus Kontak Erat COVID-19 di Indonesia Taufiq Hamzah Sitompul; Popy Meilani; Syefira Salsabila; Lalu Lian Hariwangi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 2 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i2.357

Abstract

AbstractCOVID-19started outbreaks in Indonesia from March 2020, with a large spread rate making not only Indonesia, but all exposed countries in the world find the difficulties to deal with it. The advance of technology has been used to overcome the COVID-19 cases. The Ministry of Health supported by Health Information System Programme (HISP) Indonesia adopted the DHIS2 platform in the development of a contact tracing application called SILACAK. In this study, we will discuss the development of the SILACAK application which is used as a COVID-19contact tracing application in Indonesia. The method in this study is a qualitative method with an action research approach. The use of SILACAK starts from the primary healthcare level by utilizing health workers and collaboration with volunteers and The Indonesian National Military and The Indonesia National Police. The use of SILACAK was used in stages and in July 2020 it was used by 34 provinces. Currently SILACAK is used as a tool for tracking and monitoring close contact, in which close contact tracing (at least 80%) and the ratio of close contact to confirmation cases are used as a national reference (1:15).  However, for some regions there are those that cannot exceed this provision because tacthe number of close contacts does not exceed the specified limit. So that, another assessment was also carried out to see the performance of contact tracing, which consisted of: close contacts who conducted entry and exit tests, close contacts who were monitored and completed the monitoring.Keyword: SILACAK, DHIS2, COVID-19, contact tracing applicationAbstrakCOVID-19 memasuki Indonesia di bulan Maret 2020, dengan laju penyebaran yang besar membuat tidak hanya Indonesia tapi seluruh negara yang terpapar di dunia merasa kesulitan dalam menghadapinya. Kecanggihan teknologi dimanfaatkan untuk menanggulangi COVID-19. Kementerian Kesehatan didukung oleh Health Information System Programme (HISP) Indonesia mengadopsi platform DHIS2 dalam pengembangan aplikasi Pelacakan Kasus Kontak COVID-19 yang disebut SILACAK. Dalam penelitian ini akan membahas perkembangan aplikasi SILACAK yang digunakan sebagai aplikasi pelacakan kontak COVID-19 di Indonesia. Metode dalam penelitian ini dengan metode kualitatif dengan pendekatan action research. Pemanfaatan SILACAK dimulai dari level puskesmas dengan memanfaatkan tenaga Kesehatan dan berkolaborasi dengan relawan serta TNI dan POLRI. Penggunaan SILACAK digunakan secara bertahap dan di bulan Juli 2020 dimanfaatkan oleh 34 provinsi.  Saat ini SILACAK dijadikan sebagai alat untuk pelacakan dan pemantauan kontak erat, yang mana pelacakan kontak erat (minimal 80%) dan rasio kontak erat dengan kasus konfirmasi yang dijadikan sebagai acuan Nasional (1:15). Namun beberapa daerah belum bisa memenuhi angka tersebut di karena kan angka dari jumlah kontak eratnya tidak memenuhi sampai angka tersebut. Sehingga dalam menilai suatu kinerja dari keberhasilan pelacakan kontak suatu daerah juga dapat mempertimbangkan dari kontak erat yang dilakukan entry tes dan exit tes, kontak erat yang dilakukan pemantauan dan menyelesaikan pemantauannya.Kata Kunci: SILACAK, DHIS2, COVID-19, aplikasi pelacakan kontak