cover
Contact Name
Musleh
Contact Email
lehbajur@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltafaqquhdafa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah
ISSN : 25283162     EISSN : 25804839     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram (STIS DAFA). Jurnal ini memuat kajian-kajian tentang ilmu syariah yang meliputi sharî‘ah, pemikiran Islam, ekonomi, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Politik Hukum Undang- Undang Otonomi Daerah Dalam Mewujudkan Pemilu Kepala Daerah Secara Demokratis muh amad faozan
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.85 KB)

Abstract

Politik hukum undang-undang pemerintah daerah teradap pemilihan kepela daerah secara demokratis ialah untuk melahirkan kepemimpinan daerah yang cerdas, kuat, memegang teguh kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai Pancasila, tanggung jawab dan amanah, sehingga pemilihan kepala daerah dilakukan secara demokratis. Jadi bisa dikatakan politik hukum undang-undang pemerintah daerah terhadap pemilihan kepala daerah secara demokratis belum stabil dan dinamikanya selalu berubah mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat, kemudian politik hukum undang-undang pemerintah daerah ini termasuk pada politik hukum yang pragmatis Politik hukum yang baik ialah yang berpedoman pada politik hukum nasional Indonesia yang sarat akan nilai-nilai Pancasila. Sehingga untuk kedepannya dalam membuat peraturan perundang-undangan tentang pemilihan kepala daerah harus secara holistic karena dengan adanya pilkada (pemilihan kepala daerah secara langsung) diharapkan dapat menciptakan pemimpin daerah yang berkualitas, bermartabat dan bermoral, sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup secara normal serta layak, sejahtera, adil dan makmur.
Pengaruh PDB (Produk Domestik Bruto), Suku Bunga, dan Inflasi Terhadap Profitabilitas Bank Syariah Periode 2014-2017 Muham Mamed Irsyad; Ahmad Mulyadi Kosim; Mamed Hilman Hakim
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.051 KB)

Abstract

The purpose of this research is to analyze the influence GDP (gross domestic product), interest rate,and Inflation toward ROA (return on asset). The method that writer applied is multiple regression linear.The data are secondary, based on finance report 4 years. The results show that are simultaneous influence of variable GDP (grossdomestic product), Interest Rate,and Inflation toward ROA (return on asset).The result also show there is a significant partially influence toward ROA (returnon asset), whereas Interest Rate has no partially Influence toward ROA (return on asset). The result adjusted R square show that the influence of GDP (gross domestic product), interest rate,and Inflation toward ROA are 94,6%, and the rest 5,4% was affected by othervariables and not included into this regression analysis.
Perkembangan Perbankan Syariah Sebelum dan Sesudah Spin-Off Ari Arian Taga; Kholil Lil Nawawi; Ahmad Mulyadi Kosim
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.399 KB)

Abstract

Di dalam Pasal 68 UUPS, Pasal 40 PBI No. 11/10/ PBI / 2009 dijelaskan bahwa UUS wajib memisahkan UUS menjadi BUS apabila: (a) Nilat aset UUS telah mencapai 50% (lima puluh persen) dari total nilai aset BUK induknya, (a) Paling lambat 15 (lima belas) tahun sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. BUK yang memiliki UUS dapat memisahkan UUS sebelum terpenuhinya kondisi sebagaimana dimaksud dengan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peta turan Bank Indonesia. Pemisahan (Spin-Off) merupakan lembaga baru yang diatur dalam Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang perseroam terbatas (UU Perseroan Terbatas) dan UU Perbankan Syariah. Secara umum, Spin-Off menggambarkan suatu tambahan atau produk derivatif atau turunan atau hasil dari sesuatu tiruan usaha sebelumnya. Istilah Spin-Off sering dihubungkan dengan pembentukan perusahaan baru, di mana termasuk produk barunya adalah hal yang sama atau salinan dari organisasi induk, dan menimbulkan aktivitas ekonomi yang baru. Pemisahan ini bisa berbeda bentuk, tapi umumnya memerlukan perubahan yang penting pada kontrol, risiko, dan distribusi keuntungan. Unsur lainnya yaitu transfer teknologi dan hak kepemilikan dari induk kepada pemilik baru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perkembangan perbankan syariah melalui kinerja keuangan Bank Syariah sebelum dan sesudah Spin-Off. Dalam hal ini objek penelitian yang digunakan penulis adalah Bank BNI Syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data sekunder yaitu laporan yang telah dipublikasi oleh bank tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan Bank BNI Syariah menunjukkan perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah Spin-Off terjadi pada aset, keuntungan bank, dan dana pihak ketiga (DPK). Hal ini dapat dilihat dari perkembangannya setelah melakukan Spin-Off.
Model Pengkaderan Dalam Penciptaan Ahli Hukum Islam Di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Kota Mataram Muh Zainun
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.697 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan model Pengkaderan serta output Ponpes Darul Falah Pagutan dalam sektor keagamaan, sosial dan ekonomi. Penelitian dengan menggunakan desain kualitatif. Validitas temuan akan diupayakan melalui upaya memperbanyak informan serta dilakukan cross check antar teknik pengumpulan data. Ditemukan bahwa kurikulum untuk pendidikan agama mengikuti pedoman yang diberikan oleh kementerian agama disesuaikan dengan pembelajaran kitab klasik. Sistem pengkaderan dengan menggunakan metode modern, penggunaan sarana dan prasarananya. Lingkungan internal telah dikelola dengan baik untuk mendukung kedua pembelajarannya serta dianut manajemen yang terbuka serta mengutamakan profesionalisme walupun nuansa traditional. Terdapat pembagian struktur organisasi yang jelas, baik dalam lingkup yayasan, pendidikan agama dan pendidikan umum. Berdasarkan temuan tersebut, maka model pengkaderan yang dianut lebih relevan dengan model kekinian. Fakta empiris output Ponpes Darul Falah Pagutan mempunyai kontribusi yang luas dalam segala bidang, baik politik, ekonomi, terlebih keagamaan. Saran dalam penelitian ini adalah model pengkaderan yang diterapkan di Ponpes Darul Falah Pagutan perlu diberikan nama, agar seluruh sumber daya lebih oriented dalam melaksanakannya. Perpaduan antara metode pengkaderan traditional dengan kekinian menjadi identitas yang cukup unik di ponpes Darul Falah karena metode Tradisional berbasis budaya dengan terintegrasi metode yang mengasah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Tradisi Keagamaan Masyarakat Pesisir (Studi Kasus Masyarakat Nelayan Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Lenny Herlina
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.148 KB)

Abstract

Tradisi dan perwujudan ajaran agama memiliki keterkaitan yang erat, karena itu tradisi tidak dapat dipisahkan begitu saja dari masyarakat atau lembaga dimana ia dipertahankan, sedangkan masyarakat juga memiliki hubungan timbal balik bahkan saling mempengaruhi dalam agama. Agama mempengaruhi jalannya masyarakat dan pertumbuhan masyarakat mempengaruhi pemikiran terhadap agama. Keberagamaan manusia, pada saat yang bersamaan selalu disertai dengan identitas budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Beberapa sikap keagamaan yang tampak dalam diri seseorang dalam menjalankan tugasnya, diantaranya adalah kejujuran, keadilan, bermanfaat bagi orang lain, rendah hati, bekerja efisien, visi kedepan, disiplin tinggi, dan keseimbangan. Secara umum budaya dapat terbentuk secara prescriptive dan dapat juga secara terprogram sebagai bagian dari proses pembelajaran atau solusi terhadap suatu masalah. Pertama adalah pembentukan atau terbentukanya tradisi keagamaan melalui penuturan, peniruan, penganutan dan penataan suatu tradisi dari atas atau dari luar pelaku budaya yang bersangkutan. Kedua pembentukan budaya secara terprogram melalui proses pembelajaran. Pola ini bermula dari dalam diri pelaku budaya, dan suatu kebenaran, keyakinan, anggapan dasar atau dasar yang dipegang teguh sebagai pendirian, yang kemudian diaktualisasikan menjadi kenyataan melalui sikap dan perilaku
Perspektif islam Tentang Pembagian Pusaka pada Kasus Munasakhat di Desa Kabar Kecamatan Sakra Lombok Timur Syahdan Syahdan
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.067 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang menjadi faktor timbulnya hak dan penghalang mendapatkan hartapeningalan atau pusaka,dan memahami penyelesaian perhitungan baik menurut Islam maupun hukum yang berlaku di Indonesia. Diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan pengkajian selanjutnya untuk melakukan penelitian bagi peneliti tentang harta pusaka atau warisan; dan secara praktis, dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menyelesaikan hukum waris khususnya yang berkaitan dengan munasakhat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) metode observasi, (2) metode wawancara, dan (3) metode dokumentasi.Hasil yang diperoleh adalah terjadinya perbedaan yang cukup jelas pada sistim penyelesaian kasus munasakhat ini, baik secara hukum Islam maupun hukum positif. Konsep penyeselesaian masalah munasakhat pada hukum Islam adalah dengan membuat masalah pertama dan masalah kedua kemudian membuat masalah jami’ah yang merupakan masalah perpaduan antara siham si mayyit kedua, asal masalah pertama dan kedua.Adapun pada hukum positif tanpa membuat masalah jami’ah, namun memperhatikan golongan karena setiap golongan dapat menggugurkan ahli waris golongan setelahnya. Maka pada hukum positif sama sekali tidak membutuhkan adanya masalah jami’ah.
The Abilities of English and Asean Economic Community; The Challenges for Islamic High School Students Abrar Abrar
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.974 KB)

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan sebuah istilah yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Istilah ini seringkali muncul diberbagai macam media baik cetak maupun elektronik. Istilah ini tentu sangat identik dengan istilah yang telah terlebih dahulu lahir dengan sebutan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Jurnal ini mengupas bagaiman a kemapuan bahasa Inggris mahasiswa yang hususnya pada perguruan tinggi islam yang mana akan menjadi tantangan dalam menghadapi masyarakat Ekonomi Asean. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif dengan wawancara perwakilan 5 mahasiswa dan 1 dosen Bahasa Inggris di 5 perguruan islam swasta di pulau lombok. Berdasarkan hasil wawancara pada bulan Desember 2018, bahwa: a. BahasaInggris belum menjadi perioritas dalam pengembangan perguruan tinggi, b. Kemampuan mahasiswa masih lemah dalam bahsa inggris, c. MEA tidak dianggap sebagai tantangan besar dalam pengembangan ekonomi.
Berinvestasi pada Reksadana Syariah ; Suatu Tinjauan Kritis Muhammad Johari
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.465 KB)

Abstract

Investment or asset placement either property or thing as a mean to result income or will increase value in the future known as investing. Return in an investment is influenced by the risks that accompany it. The greater return on offer, it mean is the greater risk, and vice versa. Investments in mutual funds are suitable for novice investors, because it does not require huge funds, also the rate of return is better than saving. Along the improving investment climate and economy in Indonesia, the tendency of society to invest tobe higher, especially in mutual funds. Mutual fund developments can be seen at NAV (net asset value), is one of the benchmarks for monitoring the outcome of a mutual fund. If the total NAV increase, that mean NAV per unit also increased, then the investor will earn huge profits. And if the total NAV decline, that mean the investor will suffer losses.
Perencanaan Keuangan Islam Secara Sederhana Oleh Ibu Rumah Tangga Dalam Bisnis E-Commerce Pada Pengguna Online Shop di Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa muhammad suhri
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.054 KB)

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi dan digitalisasi disemua sektor memaksa semua pelaku industri untuk mengikutinya jika ingin tetap bertahan. Dibalik digitalisasi yang menyasar semua aspek transaksi, sebagai seorang muslim ada aturan dasar yang tetap harus dijadikanpedoman, di antaranya tidak melupakan aspek syariah dalam bermuamalah apalagi diera globalisasi saat ini. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana bisnis e-commerce sebagai bagian dari revolusi industri bersinergi dengan Islamyang diimplementasikan dalam bentuk perencanaan keuangan Islamsecara sederhana. Menggunakan studietnograpi dan metode studi kasus yang berdampingan penelitian ini mengobsevasi dua partisipan sebagai pelaku usaha mikro yang menerapkan e-commerce. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelaku usaha mikro dalam bisnis e-commerce telah menerapkan perencanaan keuangan Islamsecara sederhana melaluipengalokasian anggaran khusus untuk kebutuhan ibadah, seperti zakat, infak dan sedekah dalam perencanaan keuangannya.
Multiplier Efek Wakaf Uang Dalam Mengurangi Kemiskinan di Indonesia Feri Irawan
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.895 KB)

Abstract

Abstrak: Wakaf sebagai salah satu instrument fiskal Islam telah memainkan peranan yang sangat penting di dalam perekonomian. Wakaf tunai atau wakaf uang sebagai suatu instrument yang cukup baru dalam wakaf dan ekonomi Islam, sebagai suatu praktik ibadah dan sasaran pencapaian kesejahteraan sosial. Pengembangan wakaf melalui wakaf uang, dimana manajemennya lebih fleksibel dan menawarkan berbagai pilihan. Wakaf uang memiliki efek penggandaan di dalam perekonomian, melalui efek inilah wakaf ung dapat digunakan sebagai instrument untuk mengurangi kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat. Wakaf uang dapat berperan dalam menunjang proses pembangunan secara menyeluruh, baik pembangunan sumber daya manusia, maupun ekonomi dan sosial. Investasi wakaf uang dapat disalurkan untuk membantu biaya operasional lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan dan sosial. Di sinilah wakaf uang berperan sebagai salah satu sumber pendanaan alternatif untuk peningkatan kesejahteraan umat dan mengurangi kemiskinan di Indonesia.