cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2015): Juni" : 14 Documents clear
FENOMENA TAWURAN ANTAR PELAJAR DAN INTERVENSINYA Basri, A. Said Hasan
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.811 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan pelajar. Hal ini telah menimbulkan keprihatinan dan keresahan terhadap calon-calon generasi penerus bangsa ini. Oleh sebab itu, artikel ini akan mengeksplorasi apa dan bagaimana, sekaligus menawarkan intervensi sebagai solusi alternatif dalam menangani tawuran antar pelajar. Analisis yang dalam terhadap akar permasalahan yang menjadi faktor penyebab tawuran akan menjadi titik tolak untuk merumuskan solusi yang tepat sebagai alternatif dalam penanganan tawuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab tawuran antar pelajar secara umum dapat dikategorikan menjadi dua. Pertama, faktor internal pelajar sebagai remaja, yang tidak lepas dari aspek-aspek psikologis yang melingkupi kehidupannya sebagai remaja. Kedua, adalah faktor eksternal dari luar diri remaja yang berupa kondisi lingkungan sosial di sekitar remaja. Melalui faktor-faktor inilah kemudian alternatif solusi yang bisa ditawarkan adalah pendekatan kesehatan mental. Pendekatan kesehatan mental yang paling tepat adalah intervensi primer atau tindakan preventif dengan memodifikasi lingkungan dan memperkuat kapasitas sasaran (remaja sebagai pelajar).  Kata Kunci: Tawuran antar pelajar, intervensi (penanganan)
Menilik Keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam dengan Perspektif Filsafat Sistem Jasser Auda Suwartini, Sri
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.729 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Bimbingan Konseling Islam (BKI), oleh banyak orang masih dianggap sebagai bentuk Islamisasi Bimbingan Konseling. BKI dianggap sama saja dengan keilmuan berlabel Islam lainnya yang sekedar gagap dan latah menghadapi masifnya keilmuan Barat. Bahkan kemudian secara administratif BKI menjadi disiplin yang berpotensi konfliktual karena dianggap mampu berdiri di persimpangan beberapa fakultas. Hal ini kemudian memunculkan harapan untuk adanya pengkajian lebih dalam agar menilik kembali BKI secara lebih fundamental. Tulisan ini hanyalah langkah kecil untuk sekedar peduli dengan wacana tersebut. Dengan menerapkan pendekatan Filsafat Sistem yang digagas Jasser Auda, tulisan ini berupaya menemukan kembali BKI pada aspek mendasarnya. Filsafat Sistem sebenarnya digunakan untuk kajian hukum/syariah. Filsafat sistem yang digagas Auda merupakan bentuk filsafat kontemporer sebagai respon terhadap tumpulnya dua filsafat sebelumnya yaitu filsafat modern dan postmodern. Pendekatan filsafat sistem ini coba penulis terapkan untuk melihat seberapa kontributif pendekatan filsafat tersebut untuk menganalisa BKI. Filsafat sistem Islam yang digagas Auda dicirikan dengan enam fitur yang diyakini efesien untuk menganalisis sistem dalam Islam, termasuk BKI yang juga berangkat dari semangat keislaman. Keenam fitur tersebut yang meliputi: Sifat kognitif, Keutuhan (wholeness), Keterbukaan, Hirarki yang saling terkait, Multi-dimensional, Selalu Bertujuan (purposefulness), menjadi kerangka acuan dalam tulisan ini.Kata Kunci: Bimbingan Konseling Islam, Filsafat Sistem
PENYESUAIAN DIRI: SEBAGAI UPAYA MENCAPAI KESEJAHTERAAN JIWA Choirudin, Muchamad
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.829 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Kehidupan masyarakat di era globlalisasi semakin kompleks dan majemuk, tuntutan untuk bisa mengikuti arus kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, industrialisasi yang serba instans dan begitu cepat tidak bisa dielakkan. Keanekaragaman kehidupan tersebut tidak saja membawa dampak posistif bagi perkembangan individu, tetapi juga membawa problem sosial bahkan spiritual. Sebagai akibatnya individu dalam masyarakat dituntut untuk membuat berbagai macam bentuk penyesuaian diri yang terkadang sulit untuk dilakukan. Kesulitan untuk melakukan penyesuaian diri tersebut bisa menimbulkan kebingungan, kecemasan, ketakutan dan frustasi bagi individu dalam masayarakat, bahkan menimbulkan konflik diri maupun konflik antar pribadi dan gangguan-gangguan emosional yang akan mudah menjadi tempat bertumbuhnya penyakit-penyakit mental. Maka diperlukan suatu upaya untuk membuat penyesuaian diri dalam rangka mencapai kesejahteraan jiwa.  Kata kunci: penyesuaian diri, kesejahteraan jiwa
Hypnocounseling Sebagai Metode Terapi Bimbingan Dan Konseling Islam (Studi Pada Lembaga Indonesian Hypnocounseling Association Budi Sarwono Yogyakarta) Falah, Nailul; Sandiah, Fauzan Anwar; Mulyani, Rina
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.609 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Perkembangan psikologis dan kesehatan mental menjadikan  penerapan hypnocounseling berbasiskan bimbingan dan konseling Islam sangat diperlukan. Asumsi ini berasal dari perkiraan rasional antara jumlah populasi penduduk Islam di Indonesia dengan data mengenai kesehatan mental penduduk Indonesia secara umum. Terdapat sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk Indonesia beragama Islam. Asumsi sederhana ini mengundang para praktisi yang bergerak pada upaya membantu individu untuk semakin merespon perkembangan zaman dengan cara mengembangkan metode-metode penanganan layanan konseling yang lebih efektif dan tetap sesuai dengan nilai-nilai agama sebagai konsekuensi dari karakteristik manusia Indonesia. Aplikasi hypnocounseling dalam Bimbingan dan Konseling Islam menjadi keunggulan baru. Proses hypnocounseling dapat dilakukan selama proses assesment sekaligus sebagai metode preventif, kuratif dan pengembangan. Dengan hypnocounseling, selain dapat melaksanakan bimbingan dan konseling, konselor dapat memberikan terapi dan arahan-arahan kepada klien dengan efektif karena proses ini dilakukan dengan menyampaikan sugesti-sugesti positif secara langsung pada pikiran bawah sadar sebagai pusat kendali klien.  Kata kunci: hypnocounseling, terapi dalam BKI
KOLABORASI GURU BK, GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, DAN WALI KELAS DALAM MENGATASI PERILAKU BERMASALAH SISWA Musyirifin, Zaen
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.847 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjabarkan pengaplikasian Bimbingan dan Konseling Islam di sekolah dengan bentuk kolaborasi guru BK, guru PAI dan wali kelas dalam mengatasi perilaku bermasalah siswa di SMK PIRI Yogyakarta. Bahasan diakukan dengan cara berfikir mendalam dengan memaknai tujuan Bimbingan dan Konseling Islam dalam memberdayakan fitrah-fitrah individu (jasmani, rohani, nafs, dan iman), agar fitrah-fitrah yang ada pada individu berkembang dan berfungsi dengan baik dan benar sesuai tuntutan Allah dan Rasul-Nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan mekanisme kolaborasi guru BK, guru Pendidikan Agama Islam dan wali kelas dalam mengatasi perilaku bermasalah siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) Kolaborasi yang dilakukan oleh guru BK, guru Pendidikan Agama Islam dan wali kelas dengan menggunakan catatan-catatan hasil kolaborasi yang diketahui oleh personal BK (tertulis) dan koordinasi lisan (tidak tertulis). Koordinasi lisan ini belum sepenuhnya dapat mengatasi perilaku bermasalah siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta karena masih terdapat guru kelas dan wali kelas yang tidak komunikatif. 2) Mekanisme kolaborasi penanganan siswa bermasalah berawal dari guru Pendidikan Agama Islam sebagai informator tentang keadaan siswanya terutama masalah akhlak, setelah itu wali kelas sebagai penerima informasi dari guru Pendidikan Agama Islam menyampaikan kepada guru BK dan menjadi mediator antara siswa dan guru BK. Kemudian guru BK menjadi pembimbing dan fasilitator dalam melakukan tindak lanjut penanganan siswa bermasalah. Mekanisme kolaborasi tersebut sangat membantu guru BK dalam melakukan tindak lanjut penanganan perilaku bermasalah siswa.  Keyword: Kolaborasi guru BK, guru Pendidikan Agama Islam, Wali Kelas, dan Perilaku Bermasalah Siswa
IMPLIKASI PEMAKNAAN "CANTIK" TERHADAP PELAKSANAAN TATA TERTIB MAHASISWA Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.463 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Pemaknaan “cantik” bagi mahasiswa mempengaruhi gaya berbusana dan terkait dengan pelaksanaan tata tertib berbusana mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna cantik dan implikasinya dalam berbusana sebagai wujud dari pelaksanaan tata tertib mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subyek penelitian berjumlah 165 mahasiswa dan subyek khusus untuk diobservasi dan wawancara mendalam 10 mahasiswa, berfokus pada mahasiswi yang memiliki kriteria modis, jilbaber dan yang berbusana wajar. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa makna cantik pada kecantikan luar (outer beauty), kecantikan dalam (inner beauty) serta keseimbangan antara kecantikan luar (outer beauty) dan kecantikan dalam (inner beauty). Pemaknaan ini berimplikasi pada gaya berbusana dan mencerminkan perilaku dalam melaksanakan tata tertib. Gaya berbusana mahasiswi diwujudkan pada kriteria menyesuaikan tata tertib, berbusana hanya untuk penampilan dan berbusana mengikuti hukum Islam tanpa harus melanggar tata tertib.  Kata kunci: Pemaknaan Cantik, Pelaksanaan Tata Tertib Mahasiswa
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK DI LUAR SEKOLAH Kalida, Muhsin
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.144 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Tulisan ini mengulas pentingnya sebuah pembelajaran kreatif, baik di sekolah maupun luar sekolah, dalam rangka meningkatkan minat membaca anak-anak. Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menekankan kepada bagaimana guru atau tutor memfasilitasi kegiatan belajar, sehingga suasana belajar menjadi kondusif dan nyaman, hal ini menuntut pendidik mengemas bahan pembelajaran, sehingga anak-anak dapat terangsang untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan menyenangkan, terutama membaca. Oleh karena itu dalam proses belajar dan pembelajaran, perlu adanya rekayasa sistem lingkungan yang mendukung, artinya menyiapkan kondisi lingkungan yang kondusif, termasuk diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang baik, tepat dan mencukupi. Penulisan karya ini didukung aktivitas penulis dan dengan hasil observasi (observation), wawancara (interview), dokumentasi (documentation) dan focus group discussion (FGD), baik di dalam maupun luar negeri. Adapun model-model pembelajaran kreatif yang terkait dengan meningkatkan minat membaca anak, yang dilaksanakan oleh lembaga di luar sekolah diantaranya program parenting, sekolah menulis, praktek buku, melestarikan permainan tradisional, mengenal reptil, menulis mimpi dan teater anak.  Kata kunci: Model Pembelajaran Preatif, Minat Membaca Anak
IMPLIKASI PEMAKNAAN "CANTIK" TERHADAP PELAKSANAAN TATA TERTIB MAHASISWA Casmini Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.463 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.121-04

Abstract

Pemaknaan “cantik” bagi mahasiswa mempengaruhi gaya berbusana dan terkait dengan pelaksanaan tata tertib berbusana mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna cantik dan implikasinya dalam berbusana sebagai wujud dari pelaksanaan tata tertib mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subyek penelitian berjumlah 165 mahasiswa dan subyek khusus untuk diobservasi dan wawancara mendalam 10 mahasiswa, berfokus pada mahasiswi yang memiliki kriteria modis, jilbaber dan yang berbusana wajar. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa makna cantik pada kecantikan luar (outer beauty), kecantikan dalam (inner beauty) serta keseimbangan antara kecantikan luar (outer beauty) dan kecantikan dalam (inner beauty). Pemaknaan ini berimplikasi pada gaya berbusana dan mencerminkan perilaku dalam melaksanakan tata tertib. Gaya berbusana mahasiswi diwujudkan pada kriteria menyesuaikan tata tertib, berbusana hanya untuk penampilan dan berbusana mengikuti hukum Islam tanpa harus melanggar tata tertib.  Kata kunci: Pemaknaan Cantik, Pelaksanaan Tata Tertib Mahasiswa
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK DI LUAR SEKOLAH Muhsin Kalida
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.144 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.121-05

Abstract

Tulisan ini mengulas pentingnya sebuah pembelajaran kreatif, baik di sekolah maupun luar sekolah, dalam rangka meningkatkan minat membaca anak-anak. Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menekankan kepada bagaimana guru atau tutor memfasilitasi kegiatan belajar, sehingga suasana belajar menjadi kondusif dan nyaman, hal ini menuntut pendidik mengemas bahan pembelajaran, sehingga anak-anak dapat terangsang untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan menyenangkan, terutama membaca. Oleh karena itu dalam proses belajar dan pembelajaran, perlu adanya rekayasa sistem lingkungan yang mendukung, artinya menyiapkan kondisi lingkungan yang kondusif, termasuk diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang baik, tepat dan mencukupi. Penulisan karya ini didukung aktivitas penulis dan dengan hasil observasi (observation), wawancara (interview), dokumentasi (documentation) dan focus group discussion (FGD), baik di dalam maupun luar negeri. Adapun model-model pembelajaran kreatif yang terkait dengan meningkatkan minat membaca anak, yang dilaksanakan oleh lembaga di luar sekolah diantaranya program parenting, sekolah menulis, praktek buku, melestarikan permainan tradisional, mengenal reptil, menulis mimpi dan teater anak.  Kata kunci: Model Pembelajaran Preatif, Minat Membaca Anak
FENOMENA TAWURAN ANTAR PELAJAR DAN INTERVENSINYA A. Said Hasan Basri
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.811 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.121-06

Abstract

Tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan pelajar. Hal ini telah menimbulkan keprihatinan dan keresahan terhadap calon-calon generasi penerus bangsa ini. Oleh sebab itu, artikel ini akan mengeksplorasi apa dan bagaimana, sekaligus menawarkan intervensi sebagai solusi alternatif dalam menangani tawuran antar pelajar. Analisis yang dalam terhadap akar permasalahan yang menjadi faktor penyebab tawuran akan menjadi titik tolak untuk merumuskan solusi yang tepat sebagai alternatif dalam penanganan tawuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab tawuran antar pelajar secara umum dapat dikategorikan menjadi dua. Pertama, faktor internal pelajar sebagai remaja, yang tidak lepas dari aspek-aspek psikologis yang melingkupi kehidupannya sebagai remaja. Kedua, adalah faktor eksternal dari luar diri remaja yang berupa kondisi lingkungan sosial di sekitar remaja. Melalui faktor-faktor inilah kemudian alternatif solusi yang bisa ditawarkan adalah pendekatan kesehatan mental. Pendekatan kesehatan mental yang paling tepat adalah intervensi primer atau tindakan preventif dengan memodifikasi lingkungan dan memperkuat kapasitas sasaran (remaja sebagai pelajar).  Kata Kunci: Tawuran antar pelajar, intervensi (penanganan)

Page 1 of 2 | Total Record : 14