cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
BIMBINGAN ROHANI ISLAM DAN PERASAAN TENANG LANSIA (Study Kasus Lansia PKH Kecamatan Trucuk Klaten) Neni Nuryati
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.472 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.151-07

Abstract

Bimbingan Rohani Islam dan Perasaan Tenang Lansia. Penelitian ini dilakukan karena melihat realita banyaknya lansia PKH yang merasa gelisah dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, lansia tersebut merasa bahwa dirinya kurang dalam segala hal. Padahal dari segi materi lansia PKH sudah mendapatkan jaminan antara lain jaminan kesehatan, jaminan pangan dan jaminan pemenuhan kebutuhan sehari- hari dengan adanya program dari pemerintah ini. Ternyata semua pemenuhan kebutuhan lansia yang bersifat material itu tidaklah cukup untuk melengkapi kebutuhan rohaniahnya. Sehingga peneliti tertarik untuk menerapkan bimbingan rohani islam yang berfokus pada nila- nilai iman untuk menciptakan perasaan tenang pada lansia PKH, antara lain: iman kepada Allah, iman kepada malaikat Allah, iman kepada rasul Allah, iman kepada kitab Allah, iman kepada hari kiamat, dan iman kepada takdir Allah. Dalam penelitian ini, lansia PKH atau klien akan diajak untuk memahami makna rukun iman dan mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari- hari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus yaitu meneliti sebuah kasus tertentu dan dengan tema tertentu. Cara mengumpulkan data dengan wawancara, dokumentasi dan angket. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dengan bimbingan rohani Islam dapat meningkatkan perasaan tenang lansia PKH sehingga lansia tersebut lebih sejahtera dalam hal materi maupun non materi. Kata kunci: bimbingan rohani Islam, perasaan tenang, lansia
EFEKTIFITAS PENJARA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SOSIAL Pajar Hatma Indra Jaya
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.133 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.091-06

Abstract

Penjara merupakan institusi yang diharapkan berperan untuk melakukan transformasi seorang kriminal menjadi warga negara yang baik. Namun ternyata banyak narapidana melakukan kejahatan kembali setelah keluar dari penjara. Bahkan tidak jarang penjara berfungsi menambah ilmu kejahatan bagi para narapidana. Tulisan ini memberikan analisis tentang kekuranganpenjara di Indonesia yang menyebabkan ketidakefektifan lembaga tersebut untuk memutus rantai kejahatan dan masalah sosial. Untuk itu intervensi yang diberikan lapas kepada para narapidana tidak bisa parsial, namun multidisiplin. Keterampilan dan pendidikan diberikan kepada narapidana agar mereka mempunyai bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan uang yang halal. Bimbingan dan konseling diberikan agar seorang narapidana menemukan rasa ketuhanan dan keagamaan sehingga menjadi pribadi yang religious. Selain intervensi di dalam penjara dibutuhkan intervensi sosiologi di luar penjara dalam tahap terminasi, berupa penyaluran dan garansi untuk melunturkan label atau steriotip negatif yang melekat dalam diri mereka sebagai mantan narapidana.
MASYARAKAT MUSLIM THAILAND DAN DAMPAK PSIKOLOGIS KEBIJAKAN ASIMILASI BUDAYA Bayu Mitra Adhyatma Kusuma
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.275 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.131-06

Abstract

Thailand merupakan sebuah negara berpenduduk mayoritas Budha dengan sebagian kecil lainnya beragama Islam dan Konghucu. Lebih dari itu Budha juga ditetapkan sebagai agama resmi negara. Muslim di Thailand pada umumnya tinggal di wilayah selatan khusunya provinsi Pattani, Yala, Narathiwat ditambah sebagian Satun dan Songkhla. Sebagaimana kondisi masyarakat minoritas pada umumnya, Melayu Muslim di Thailand kerap mendapatkan tindakan diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu bentuk diskriminasi terberat yang dialami oleh minoritas Melayu Muslim di Thailand adalah kebijakan asimilasi budaya yang diterapkan secara paksa oleh pemerintah Thailand sejak rezim Jenderal Phibul Songkhram, dimana dalam kebijakan tersebut Thai Budha ditetapkan sebagai identitas dan budaya tunggal Thailand. Kebijakan asimilasi budaya adalah bentuk nyata perang psikologi melalui kekerasan kultural yang dilakukan untuk menghapus budaya Melayu Islam di seluruh wilayah Thailand. Dalam kebijakan tersebut terdapat larangan penggunaan nama, bahasa dan identitas Melayu Islam lainnya dalam kehidupan masyarakat. Terlebih untuk dapat diterima di sekolah negeri dan bekerja instansi pemerintah, identitas Melayu Muslim relatif harus ditanggalkan. Kondisi tersebut mengakibatkan masyarakat Melayu Muslim mengalami culture shock berat yang membuat mereka menjadi sangat tertekan. Lebih dari itu kebijakan asimilasi budaya juga menciptakan stigma bahwa Melayu Muslim adalah kelompok kriminal dibalik jubah agama yang kemudian memunculkan kecurigaan terutama dari etnis Thai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif dan menggunakan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman.     Kata Kunci: Muslim Thailand, Dampak Psikologis, Kebijakan Asimilasi Budaya
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA SMP N 15 YOGYAKARTA Amani Amani
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.513 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.151-02

Abstract

Motivasi belajar adalah sesuatu penggerak atau dorongan untuk mencapai tujuan belajar yang sedang direncanakan, baik itu secara intrinsik maupun ekstrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara guru BK dalam memberikan motivasi belajar terhadap siswa SMP N 15 Yogyakarta. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah diperoleh data dari lapangan, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajiaan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru BK untuk memotivasi belajar siswa dengan memberikan pemahaman arti penting belajar dan tugas kepada siswa, meningkatkan atribusi yang dimiliki oleh siswa, mengembangkan tujuan belajar dan efikasi diri, memberikan informasi cara belajar yang efektif terhadap seluruh siswa, yaitu cara menghafal, membaca dan mencatat, membantu siswa mengorganisasi materi pelajaran dan cara menghadapi ujian dengan memberikan tips, cara meningkatkan kesadaran metakognitif & cara menyusun jadwal belajar. Kata Kunci: Guru BK, Motivasi Belajar Siswa
MENGGAGAS KONSELING BERWAWASAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA Casmini Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.927 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.091-01

Abstract

Manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagaiabdullhatau hamba Allah SWT, dan sebagaikhalfahatau wakil Allah di muka bumi. Predikat pertama menunjukkan kelemahan, kekecilan, keterbatasan, dan ketergantungan manusia kepada yang lain, sehingga setiap manusia berpotensi untuk mempunyai masalah. Predikat kedua menunjukkan kebesaran manusia dan sekaligus besarnya tanggungjawab dalam menjalani kehidupan di muka bumi. Kedua predikat yang melekat pada diri manusia mensiratkan tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam setiap langkah kehidupannya. Realitas kehidupan dalam konteks sebagai makhluk yang lemah (abdun), manusia akan menjalani kehidupan yang manis, lapang dan kemudahan dan sebaliknya akan mengalami kehidupan yang pahit, sempit, dan berat. Realita manusia dalam kondisi diri yang tak berdaya, maka orang membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya membutuhkan dokter dalam memulihkan kondisi kesehatan dan membutuhkan konselor, psikolog atau bahkan psikiater dalam kondisi mental yang kacau (gangguan jiwa). Upaya memperoleh bantuan dari konselor, psikolog atau psikiater bertujuan untuk memulihkan rasa percaya dirinya, meluruskan cara berpikir, berpandangan secara realistis, mampu melihat kenyataan yang sebenarnya, dan mampu mengatasi problema dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan.Terdapat empat dasar filosofis dalam konteks bimbingan dan konseling dalam perspektif keilmuan maupun ajaran Islam. Pertama, bahwa kodrat kejiwaan manusia membutuhkan bantuan psikologis. Kedua, gangguan kejiwaan yang berbeda-beda membutuhkan terapi yang tepat. Ketiga, meski manusia memiliki fitrah kejiwaan yang cenderung kepada keadilan dan kebenaran, tetapi daya tarik kepada keburukan lebih banyak dan lebih kuat, sehingga motif kepada keburukan akan lebih cepat merespon stimulus keburukan dan mendahului respon motif kepada kebaikan. Keempat, keyakinan bahwa agama (keimanan) merupakan bagian dari struktur kepribadian, sehingga getar batin dapat dijadikan penggerak tingkah laku (motif) kepada kebaikan.
PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI GUNA MENINGKATKAN EFIKASI DIRI DAN OPTIMISME PADA MAHASISWA AKTIVIS ORGANISASI DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Slamet Slamet
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2644.81 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.111-05

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menguji efektifitas AMT terhadap optimisme dan efikasi diri mahasiswa organisasi (ormawa) di UIN Sunan Kalijaga. AMT merupakan salah satu kegiatan pelatihan bagi peningkatan motivasi berprestasi (need for achievement) dalam diri seseorang. Karakteristik sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa internal; badan otonom dan eksekutif, senat di BEM (badan eksekutif mahasiswa) yang terpilih untuk mengikuti program pelatihan AMT di Kaliurang yaitu para ketua senat: BEM (badan eksekutif mahasiswa) dan BOM (badan organisasi mahasiswa), baik tingkat universitas, fakultas, dan prodi. Bersedia mengikuti pelatihan untuk dapat menjadi peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Kelompok eksperimen kuasi ini berjumlah 25 orang mendapat perlakuan berupa pelatihan AMT selama 2 hari. Desain yang digunakan adalah one group multiple pre-testpost-test design. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala efikasi diri dan skala optimisme. Skor efikasi diri sebelum dan setelah pelatihan yaitu nilai p menunjukkan angka 0.145 yang berarti bahwa p>0.05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil skor efikasi diri. Skor optimisme sebelum dan sesudah pelatihan, nilai p menunjukkan angka 0.024 yang berarti bahwa p<0.05 yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tingkat optimisme sebelum dan setelah pelatihan. Hasil analisis pada kelompok eksperimen mempertegas bahwa adanya perbedaan yang signifikan (p=0,024) antara kondisi pre-test dan posttest hanya pada sikap terhadap optimisme saja, sementara pada skor efikasi diri tidak mengalami tingkat perubahan yang signifikan.
PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA DITINJAU DARI RELIGIUSITAS A. Said Hasan Basri
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.776 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.142-05

Abstract

Abstract This research aimed to examine the correlation between religiosity and the academic procastination. This study also intended to reveal the difference of college student’s religosity and the academic procastination observed from gender, etnics, and programs of study. Purposive sampling was used in this study. The subjects of this study were college students in faculty of Dakwah dan Komunikasi. They were male and female which at least 2011 to 2013 of entering years. There were 185 colleges students involved in this research, 67 males and 118 females. The results of the Pearson Correlation Analysis indicated that there were a significant and negative correlation between religiosity and the the academic procastination. With ”r” scores was 0.410, and“p”< 0.01 was 0.000. The results of independent-sample t test also indicated that there were difference between religiosity and academic procastination observed from studies program. The religiosity of PMI program was the higher than others (KPI, BKI, MD and IKS). And the higher of academic procastination was the IKS program study. Key words: Religosity, Academic Procastination.
PERAN SUAMI DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH (STUDI KASUS DUA KELUARGA DI PADUKUHAN PAPRINGAN, CATURTUNGGAL, SLEMAN, YOGYAKARTA) Mohamad Abdul Azis
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.385 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.152-05

Abstract

Peran suami dalam membentuk keluarga sakinah sangatlah kompleks, tidak hanya berperan dalam ranah lahiriyah saja, akan tetapi juga batiniah. Tetapi akhir-akhir ini banyak kasus-kasus dimana suami tidak berfungsi sebagaimana perannya dalam keluarga. Suami sebagai kepala keluarga yang semestinya mampu melindungi dan mengayomi istri dan anak, akan tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Kurangnya kasih sayang suami pada keluarga sehingga kebutuhan lahir batin seorang istri dan anak tidak tercapai. Hal ini yang akan menjadi menarik bagaimana peran suami dalam membentuk keluarga agar menjadi keluarga sakinah.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya upaya bimbingan dan konseling yang dilakukan suami dalam menjalankan perannya sebagai seorang pemimpin, teladan serta suami yang bertanggungjawab dalam keluarga, meskipun dalam implementasinya peran yang mereka lakukan ada yang sifatnya kuratif ada yang bersifat preventif dalam membentuk keluarga sakinah. Kata kunci: Peran Suami, Keluarga Sakinah
RESENSI BUKU: PENELITIAN TINDAKAN BIMBINGAN DAN KONSELING (Dengan Pendekatan Islami Dilengkapi dengan Latihan Membuat Proposal) Zaen Musyirifin
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.44 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.131-08

Abstract

Judul buku                 : Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (Dengan  Pendekatan Islami Dilengkapi dengan Latihan Membuat Proposal)Penulis                        : Drs. Ridwan, M.Pd.Penerbit                     : ALFABETATebal                          : xx + 166Cetakan pertama       : Oktober 2012Kota terbit                  : Bandung
ANALISIS STRATEGI PENYEBARAN AGAMA-AGAMA DI INDONESIA DARI PRA HINGGA ERA MODERN DENGAN PENDEKATAN TEORI PERMAINAN MATEMATIKA Abror Sodik; Muhammad Wakhid Musthofa
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.257 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.151-08

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural yang multietnik, multiras, dan multiagama. Hubungan harmonis antar dan intern umat beragama menjadi hal yang sangat penting dalam negara yang multi agama seperti halnya Indonesia ini agar tidak terjadi konflik berlatar belakang agama. Salah satu hal yang dapat memicu konflik berlatar belakang agama adalah masalah penyebaran ajaran agama. Artikel ini akan mengkaji analisis strategi penyebaran ajaran agama di Indonesia dari pra hingga era modern dengan menggunakan teori permainan matematika. Dengan pendekatan tersebut akan diperoleh strategi terbaik bagi masing-masing agama yang akan menghasilkan penambahan pemeluk agama sebanyak-banyaknya dan juga meminimalkan konflik. Hal ini akan menguatkan kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia.Kata Kunci: strategi penyebaran ajaran agama, teori permainan, strategi terbaik.

Page 10 of 23 | Total Record : 230