cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENERAPKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMPN 8 BANDA ACEH Taslima Taslima
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.676 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.152-03

Abstract

The purposes of this study were to know teachers’ strategy in promoting the school environment sanitation and to identify the shortcomings arised when attempts to do so. The analysis method used were descriptive qualitative, and data collection techniques were observation, interview, documentation, and literature study. Furthermore, the objects of this research were 1 principal, counseling teachers, and students of SMPN 8 Banda Aceh. The result revealed teacher’s strategy in promoting the school environment sanitation were through group guiding, group counseling, orientation services, and information services. The shortcomings arose in new academic year when new students were recruited. These freshmen had to adapt to school policies, including on school environment sanitation. These adaptation process surely would take times.Keywords: counseling guidance teacher, cleanliness, school environment.
PEMAHAMAN NILAI-NILAI QONAAH DAN PENINGKATAN SELF ESTEEM MELALUI DISKUSI KELOMPOK (Studi Pada Anak-Anak Yatim Panti Asuhan Nurul Haq Yogyakarta) Ani Ani
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.93 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.131-05

Abstract

Anak asuh memerlukan adanya suatu bimbingan untuk dapat mengembangkan self esteemnya. Apabila kebutuhan harga diri mereka dapat terpenuhi secara memadai, maka mereka akan memperoleh sukses dalam menampilkan perilaku sosialnya, tampil dengan kayakinan diri (self-confidence) dan merasa memiliki nilai dalam lingkungan sosialnya. Untuk memenuhi kebutuhan dan  self esteem tersebut maka diperlukan beberapa intervensi dengan berbagai bentuk seperti dukungan sosial, kognitif dan behavioral, bimbingan atau konseling kelompok, kebugaran fisik dan strategi spesifik lainnya. Hasil analisis  data menggunakan SPSS for Windows versi 16, diperoleh t hitung sebesar -6,68 dan signifikansi 0,000. Berdasarkan data di atas, maka kriteria uji hipotesis terpenuhi yaitu t hitung > t tabel sebesar -6,68 > 1,69 dan taraf signifikansi atau p < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman nilai-nilai qanaah melalui diskusi kelompok berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan self esteem anak asuh di Panti Asuhan Nurul Haq. Kata Kunci : Qanaah, Diskusi kelompok, Self Esteem
KONSELING BEHAVIORISTIK DALAM MEMBENTUK PERILAKU MANDIRI MERAWAT DIRI PADA TUNAGRAHITA Umul Sakinah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.165 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.151-06

Abstract

Mental retardation as a mental disability that affects the brain's working system intellectually, impaired motor sensors which resulted in limitation in living the life in social environment. This makes it difficult to mental retardation limitation to live independently, especially in taking care of yourself. From the background of the problem, the need for the formation of behavior in an effort to take care of yourself for mental retardation using the behavioristik approach to counseling, specifically using the technique of classical conditioning. The object of this writing is mental retardation along with analysis of the behavioristik counseling who became an settlement approach. The result of this writing recommends the use of behavioristik classical conditong as analysis counselling in helping form a mental retardation behavior of self help in caring for yourself. Kata kunci: Mental retardation, behavioristik counseling, self-sufficiency taking care of yourself
HUBUNGAN ANTARA PENGASUHAN ISLAMI DENGAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA Early Maghfiroh Innayati
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.963 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.091-05

Abstract

This research was aimed to determining the relationship between Islamic adolescent rearing practices with self identity and the different self identity between boys and girls. Several hypothesis were set as follow was : (1) there is a relationship between Islamic adolescent rearing practices with self identity, (2) there is a difference between boys and girls in terms of self identity.The subject involved 200 adolescent ; 110 boys and 90 girls, using purposive random sampling. The data were obtained by using Islamic adolescent rearing ractices scale (SPI) and self identity scale (SID). Data analysis used product moment and t-test.The first hypothesis was analysis using product moment. The result shows that Islamic adolescent rearing practices influenced self identity (r=0,549 ; =0,000). The second analysis showed that there was not a significant differences of self identity between boys and girls (t=-0,497 ; p=0,620), although mean value self identity of girls (210,25) was higher than boys (208,26).
KONSELING SEBAGAI SUATU SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH Abror Sodik
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.756 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.131-01

Abstract

Konseling sebagai inti atau jantung dari program bimbingan merupakan bagian integral atau salah satu komponen di dalam sistem pendidikan sekolah. Untuk memahami secara mendalam fungsi konseling sebagai salah satu komponen dalam sistem pendidikan sekolah, konseling itu sendiri harus dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu konselor, klien, tujuan konseling, teknik konseling, dan suasana lingkungan. Apabila unsur-unsur tersebut dikaji mendalam, dapat menghasilkan sembilan langkah pokok yang merupakan bagian yang tak terpisahkan di dalam proses konseling, yaitu: kelengkapan subjek pengubah (konselor), hubungan awal antara konselor dengan klien, pengkajian keadaan klien, penetapan apa yang perlu diubah, penetapan tujuan perubahan, rencana usaha pencapaian tujuan, pelaksanaan usaha, penilaian dan penerimaan umpan balik, dan tindak lajut. Dengan penerapan secara sistematis kesembilan langkah pokok tersebut dalam keseluruhan proses konseling, memungkinkan konselor dengan efektif dan efisien dapat membantu klien memikirkan jalan keluar atau alternatif bantuan yang sesuai dengan keadaan dan kompleksitas masalah kliennya.  Kata kunci: Layanan Konseling, Sistem Pendidikan Sekolah
OUTBOUND SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX TAHUN AJARAN 2014/2015 SMP MUHAMMADIYAH 3 DEPOK Al Riza Ayurinanda
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.078 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.151-01

Abstract

 Latar belakang penelitian ini adalah melihat kondisi psikologis siswa dalam belajar dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Setiap lembaga pendidikan mempunyai metode atau cara yang berbeda-beda juga dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan karena salah satu lembaga pendidikan yaitu SMP Muhammadiyah 3 Depok menggunakan permainan outbound sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui kegiatan outbound yang dilakukan di alam terbuka fasilitator outbound dan guru pendamping memberikan dorongan motivasi terhadap siswa untuk lebih giat dalam belajar. Sehingga pemberian motivasi yang dilakukan lebih menarik dan mudah diterima oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang metode, tujuan dan manfaat outbond yang digunakan sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX tahun ajaran 2014/2015 SMP Muhammadiyah 3 Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah 8 siswa kelas IX tahun ajaran 2014/2015 SMP Muhammadiyah 3 Depok, 1 Guru BK SMP Muhammadiyah 3 Depok, 1 Guru wali kelas IX SMP Muhammadiyah 3 Depok dan 1 Fasilitator Outbound. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode outbound yang digunakan berbentuk permainan kelompok, petualangan individu dan pemberian pesan.  Tujuan outbound adalah: ice breaker (memecah kebekuan), membangun kerja sama kelompok, membantu siswa untuk lebih bersemangat, membantu siswa untuk mampu memperbaiki teknik pengembangan diri, dan membantu siswa mampu berfikir tentang cara menyelesaikan masalah dengan baik. Manfaat outbound yang dirasakan siswa: mampu melahirkan semangat kompetisi yang sehat dan membangun rasa percaya diri yang kuat. Kata kunci: Outbound, Motivasi Belajar.
EFEKTIVITAS OUT BOUND SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN (STUDI PADA OUT BOUND MAHASISWA JURUSAN BKI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA) Nailul Falah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.396 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.111-04

Abstract

Suksesnya sebuah pembelajaran terletak pada strategi dan metode yang tepat, metode ini adalah kemampuan yang bisa dipelajari, salah satu metode pembelajaran yang ditawarkan adalah Outbound yaitu metode pembelajaran berbasis alam terbuka dengan cara-cara yang kreatif dan atraktif, sehingga belajar menjadi aktivitas yang nyaman dan sangat menyenangkan. Tujuan dari outbound ini adalah untuk melatih pengenalan dan membangun kepercayaan diri dalam belajar, membangun motivasi belajar dan berkomunikasi dengan individu lain. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas outbound sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa-mahasiswi Jurusan BKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outbound memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam konseling individu dan kelompok, outbound meningkatkan motivasi belajar dalam bentuk perubahan kearah ketekunan belajar, menyukai tantangan dan penetapan prestasi.
PENGARUH STATUS ORANGTUA DAN LINGKUNGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN Unggul Pradana Kusuma
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.539 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.142-04

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara status orang tua dan lingkungan terhadap prestasi belajar siswa. Alat statistik yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status orang tua dan persepsi siswa terhadap lingkungan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Persepsi siswa tentang lingkungan memiliki pengaruh lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh status siswa orang tua. Bagi siswa yang berprestasi tinggi, karena siswa akan menyeimbangkan kondisi ekonomi orang tuanya masing-masing dan lebih mampu menerapkan pengetahuan yang didapat dari gurunya. Kata kunci: Status Orang Tua, Lingkungan, Prestasi Belajar.
EFEKTIFITAS TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK KOTA SAMARINDA (STUDI KASUS MELALUI PENDEKATAN KONSELING ANAK) Sai Handari
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.514 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.152-04

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik bermain peran (role play) untuk meningkatkan keterampilan sosial anak di Kota Samarinda. Desain penelitian ini ialah pre-eksperimen dengan pendekatan one-shot case study. Penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan  dokumentasi sebagai alat pengumpulan data dengan analisis data menggunakan triangulasi yang dilakukan di Kota Samarinda. Adapun hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat keterampilan sosial anak di setiap kecamatan berbeda-beda, namun data menunjukkan ada sekitar dua hingga tiga orang yang mengalami kurangnya keterampilan sosial di setiap kelas; (2) pelaksanaan kegiatan bermain peran dilaksanakan pada sekolah yang memiliki kurikulum dengan pendekatan sentra pada proses belajar. Pada sekolah dengan pendekatan kelompok, kegiatan bermain peran yang dilakukan tidak menggunakan skenario pada pelaksanaannya; dan (3) kegiatan bermain peran untuk meningkatkan keterampilan sosial anak dilakukan selama lima kali dengan berbagai persiapan. Anak yang belum terbiasa melakukan permain peran dengan skenario merasa canggung pada awalnya namun pada pertemuan-pertemuan selanjutnya materi yang disampaikan dengan teknik bermain peran dapat diinternalisasikan anak pada kehidupan sehari-hari. Perlakuan bermain peran dilakukan tidak setiap hari, hal ini dilakukan untuk melihat keefektifitasan kegiatan yang dilakukan. Pada akhir pertemuan, anak yang mengikuti kegiatan bermain peran mengalami berbagai perubahan pada aspek keterampilan sosial.  Kata Kunci: Role Play, Keterampilan Sosial, Anak Usia Dini
DEVELOPMENT OF ISLAMIC COUNSELING CONCEPT (Spiritual Issues in Counseling) Muhamad Rifa’i Subhi
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.282 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.131-07

Abstract

Perdebatan panjang yang terjadi dalam pengembangan konsep konseling islam oleh para ahli dari berbagai negara menjadi isu aktual yang menarik untuk dibahas. Hal ini memperjelas kemana arah pengembangan konsep konseling islam, sehingga ditemukan ciri khas dari apa yang sebenarnya dikaji dalam konseling islam. Penelitian ini membahas tentang perdebatan tersebut yang bertujuan untuk memetakan konsep konseling islam dari berbagai ahli, dengan menggunakan 3 artikel utama dari 3 tokoh yang memiliki pendekatan berbeda dalam mengembangkan konsep konseling islam. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis isi (content analysis), yakni proses penguraian data, pengkonsepan, dan penyusunan kembali dengan cara baru. Langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis isi meliputi, Open coding, axial coding, dan selective coding.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan konsep konseling islami merupakan suatu hal yang baru dalam dunia konseling. Oleh karena itu, sudah sewajarnya apabila dalam proses pengembangannya menuai pro dan kontra dari pihak-pihak pendahulu yang sudah memiliki metodologi dan konsep keilmuan yang sudah teruji, baik secara teoritis maupun praktis. Pihak-pihak yang kontra dengan pengembangan ini ialah mereka yang tidak mengakui adanya dimensi spiritualitas yang menjadi sasaran utama dalam konsep konseling islami, beberapa diantaranya ialah Freudian, Adlerian, dan lain-lain. Adapun pihak yang terus memperjuangkan pengembangan konsep konseling islami ialah para cendekiawan muslim yang sebagian besar berasal dari Afrika Selatan, Asia, dan Amerika. Dalam mengembangkannya pun tidak sedikit dari mereka yang menemukan hasil yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh penggunaan sudut pandang atau pendekatan yang berbeda dalam merumuskan konsep konseling islami. Keadaan seperti ini semakin memperkuat posisi pengembangan ini sebagai isu dalam dunia konseling. Kata Kunci: Konsep, Konseling, Konseling Islam.

Page 9 of 23 | Total Record : 230