cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
MAKNA HIDUP BAGI NARAPIDANA Siti Thohurotul Ula
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.866 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.111-02

Abstract

Menjalani kehidupan sebagai seorang narapidana merupakan suatu bentuk kehidupan yang syarat akan penderitaan. Seorang yang mengalami krisis akan makna dalam kehidupannya, narapidana belum bisa menerima keadaan yang dihadapi, masih mengalami Shock mental, merasa tidak berdaya, bersalah, menyalahkan hidup, berpandangan negatif terhadap masa depan, dan tidak mampu menggali arti dalam hidupnya. Ketika harus menjalani pidana di LP, mereka merasa terkekang karena jauh dari cinta kasih orang-orang terdekatnya. Dalam situasi krisis seperti itu, keberadaan agama yakni pelatihan dzikir sangat penting adanya. Pelatihan Dzikir dapat menjadi resource bagi kebermaknaan hidup pada diri narapidana. Setting penelitian ini di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Wirogunan Kelas IIA Yogyakarta. Desainnya penelitiannya kuantitatif melalui eksperimen. Sebanyak 48 narapidana dari 318 orang terpilih sebagai sampel melalui purposive sampling. Kebermaknaan hidup diidentifikasi sebagai variabel terikat, sedangkan pelatihan dzikir sebagai variabel bebas. Metode pengumpulan data menggunakan skala model likert, yaitu skala kebermaknaan hidup disusun berdasarkan konsep kebermaknaan hidup dari Viktor Emile Frankl. Observasi dan wawancara digunakan sebagai pendukung, ditambah dengan angket evaluasi pelatihan dzikir dan lembar catatan harian dzikir. Hasilnya ternyata; (1) pelatihan dzikir belum mampu meningkatkan kebermaknaan hidup warga binaan, hal initerlihat dari nilai t yang hanya mencapa -0,934, dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0.05, yakni 0,355. Maka dari itu Ha ditolak. Artinya, tidak ada perbedaan kebermaknaan hidup antara hasil pre test dan post tes. (2) Tidak ada perbedaan kebermaknaan hidup antara warga binaan laki-laki dan perempuan setelah pelatihan dzikir dibuktikan bahwa nilai rata-rata kebermaknaan hidup warga binaan laki-laki adalah 68,5 sedangkan perempuan adalah 66,833. Diketahui bahwa nilai t dengan asumsi kedua sampel memiliki varian yang sama yakni 0,789, dengan P (sig) = 0,434. Karena P (sig) 0,355 > 0,05, maka Ha ditolak. Meskipun hipotesis penelitian secara kuantitatif tidak terbukti secara signifikan bukan berarti hasil penelitianmenolak teori bahwa dzikir tidak berpengaruh terhadap kebermaknaan hidup. Hal ini diketahui melalui hasil wawancara, observasi dan angket evaluasi pelatihan dzikir serta lembar catatan harian dzikir. Ternyata pelatihan dzikir mampu meningkatkan kebermaknaan hidup narapidana atau warga binaan laki-laki maupun perempuan.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEDISIPLINAN PADA TATA TERTIB SISWA SMP NEGERI 3 KALASAN Tathik Ambarkati; Nurjannah Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.231 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.142-02

Abstract

AbstrakPentingnya Kecerdasan emosional diri pada siswa menunjang tentang adanya peraturan tata tertib sekolah berkaitan dengan kedisiplinan dalam mentaatinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kecerdasan emosional dan kedisiplinan pada tata tertib siswa serta adakah hubungan antara keduanya atau tidak. Variabel kecerdasan emosional menggunakan indikator yang dikemukakan Daniel Goleman yakni mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membina hibungan. Sedangkan variabel kedisiplinan pada tata tertib menggunakan aspek-aspek dari Hurlock yakni peraturan, hukuman, penghargaan, dan konsistensi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan jumlah populasi kelas VII, VIII dan IX adalah 384 siswa sehingga disebut penelitian populasi. Pengumpulan data menggunakan alat ukur psikologi yaitu skala/kuesioner kecerdasan emosional dan  kedisiplinan pada tata tertib. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan korelasi product moment pearson dengan program SPSS versi 16 menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,574 dan nilai koefisien signifikansi 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Kecerdasan emosional dengan Kedisiplinan pada tata tertib di SMP N 3 Kalasan.Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kedisiplinan, Tata Tertib Sekolah
METODE KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI KONFLIK PERTEMANAN ANTAR SISWA KELAS X MAN 2 SLEMAN (STUDI KASUS TERHADAP 2 SISWA) Zakka Nurlatifah Khasanah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.046 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.152-02

Abstract

This study aims to determine the methods used by counseling teachers in dealing with student friendship conflicts. This research is descriptive qualitative with case study research. The data source of this research is counselor guidance and counseling is Yuni Heru Kusumawardani, guidance and counseling teacher Mr. Ruba'i and two students of class X MAN 2 Sleman. Data collection was done by interview method, documentation and observation. The results showed that the method of individual counseling to cope with conflicts friendship between students of class X MAN 2 Sleman is a directive method and eclectic method. The directive method is given to the PPA at the first meeting until the third, whereas APE is given at the first and second meeting, the directive method is used when the counseling teacher searches the data or digs the information about the problem that is being experienced by the student, in this directive method the counseling guidance teacher can make a diagnosis related to the problems experienced by the students at that time. Furthermore, the eclective method is given to the PPA at the fourth to sixth meetings, whereas the APE is given at the third and fourth meetings, the eclective method is used when the counseling teacher checks by hearing what statements and decisions or commitments the student will make on the method This counseling teacher's eclectic counseling can conduct joint evaluations with the students.Keywords: Individual Counseling, Conflict Friendship
PENINGKATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA BIMBINGAN PADA KONSELOR SEKOLAH DI MAN LAB. UIN YOGYAKARTA Nailul Falah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.951 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.131-04

Abstract

Substansi bimbingan dan konseling adalah untuk memfasilitasi satuan pendidikan dalam mewujudkan proses pendidikan dengan memperhatikan dan menjawab ragam kemampuan, kebutuhan, dan minat sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, bimbingan dan konseling juga dimaksudkan untuk memfasilitasi guru bimbingan dan konseling (guru BK) atau konselor sekolah untuk menangani dan membantu siswa yang secara individual mengalami masalah psikologis atau psikososial, seperti sulit berkonsentrasi, rasa cemas, dan gejala perilaku menyimpang lainnya.Peningkatan kapasitas guru BK dalam hal pemanfaatan media aplikasi dalam memudahkan perluasan akses layanan BK di sekolah menjadi signifikan untuk dilakukan. Salah satu perangkat sederhana yang dapat dimanfaatkan adalah ketersediaan fasilitas media layanan BK. Menurut sifat bantuan yang diberikan dapat dibedakan antara teknik pemberian informasi, teknik mendorong aktivitas tertentu dan teknik penyembuhan. Teknik-teknik tersebut perlu bantuan media, misalnya dalam teknik pemberian informasi yang dapat diberikan dengan cara lisan baik individu atau kelompok juga dapat menggunakan media seperti papan bulletin, liflet, brosur, prospectus sekolah, buku pedoman, video, dan sebagainya Kata Kunci: Layanan BK, Media BK
MODEL KONSELING SELF-DISCLOSURE PADA REMAJA (STUDY KASUS ORANG TUA BERCERAI) Maya Amelisa
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.389 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.151-05

Abstract

Dalam pengungkapan-diri (Self-Disclosure) ini, konselor menjelaskan bagaimana ia pernah merasakan seperti yang dirasakan oleh klien dengan mengutip sebuah contoh dari kehidupan pribadinya. konselor tidak masuk ke datail dan mempertahankan fokusnya tetap pada klien.Sehingga klien mengerti bahwa konselor pernah memiliki pengalaman serupa dan benar-benar memahami bagaimana perasaannya. Dalam pengungkapan-diri ini, konselor menjelaskan bagaimana ia pernah merasakan seperti yang dirasakan oleh klien dengan mengutip sebuah contoh dari kehidupan pribadinya. konselor tidak masuk ke datail dan mempertahankan fokusnya tetap pada klien. klien sekarang mengerti bahwa konselor pernah memiliki pengalaman serupa dan benar-benar memahami bagaimana perasaannya. tulisan ini akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan keterbukaan diri dan manfaat keterbukaan diri bagi remaja. Kata Kunci : Self disclosure, Remaja Orang Tua Bercerai.
MERUNUT KIAT AL-QUR AN DAN AL-HADIS TENTANG CARA HIDUP SEHAT: MODUL BAGI PARA KONSELOR MUSLIM M. Fajrul Munawir
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.959 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.091-08

Abstract

Al-Qur an dan al-Hadis adalah kitab suci umat Islam yang berisi di dalamnya petunjuk hidup umat Islam. Salah satu petunjuknya adalah tuntunan menjalani hidup secara sehat baik fisik maupun psikis. Tetapi petunjuk tersebut saat ini seolah terabaikan dan terpinggirkan di mata umat Islam. Deskripsi tentang ayat-ayat dan Hadis-hadis tentang bagaimana menghadapi dan menyelesaikan soal kesehatan fisik dan psikis dalam paparan ini memberikan rangsangan kembali kepada umat Islam untuk kembali ke rumah besarnya yaitu al -Qur an dan al-Hadis sekaligus memberikan tugas khusus bagi para konselor muslim untuk ikut mempopulerkan kembali khazanah umat Islam yang selama ini terdiam dan terpendam di dalam tumpukan almari dan rak perpustakaan.
KEPUASAN SISWA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMKN 1 BADEGAN PONOROGO Any Susilowati
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.298 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.111-08

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling sebagai bagian dari pendidikan pengembangan diri siswa di sekolah perlu dievaluasi agar dapat terukur dengan jelas tingkat keberhasilannya. Salah satu elemen evaluasi yang sangat penting adalah tingkat kepuasan siswa, sejauhmana siswa telah merasakann kepuasan terhadap layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikan oleh guru BK. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan, dan bagaimana kepuasan siswa terhadap masing-masing aspek, yaitu (1) pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri, (2) fasilitas sarana pendukung BK, serta (3) kapasitas dan kemampuan guru BK. Desain penelitiannya adalah survei dengan melibatkan 300 siswa sebagai subjek penelitian yang diambil dengan stratifed cluster random sampling dari kelas X, XI dan XII, masing-masing tingkatan ada 10 kelas dan masing-masing kelas diambil 10 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara umum puas dengan keberadaan BK, yakni sebesar 78%. Sedangkan hasil dari masing-masing aspek; (1) pelayanan bimbingan dan konseling sebesar 30%, (2) terhadapfasilitas sarana pendukung BK sebesar 10%, serta (3) terhadap kapasitas dan kemampuan guru BK sebesar 38%. Hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, siswa SMKN 1 Badegan merasa puas dengan keberadaan BK di sekolahnya, karena prosentase jawaban yang menunjukkan tingkat kepuasan lebih besar dripada yang tidak puas.
UPAYA PROSOSIAL PENGASUH MUDA RUMAH TAHFIDZ YATIM DAN DHUAFA AL-FALAH KOTAGEDE YOGYAKARTA Fahmi Husein; Abdullah Abdullah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.444 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.142-08

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah ketertarikan peneliti terhadap sikap prososial yang ditunjukkan oleh seorang pemuda berusia 26 tahun. Seorang pengasuh tunggal di Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah mampu menolong, mengurus dan mendidik dan 18 orang anak yatim dan kaum dhuafa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui upaya prososial pada pria muda, dengan batasan rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimanakah upaya yang dilakukan pengasuh Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah Kotagede, Yogyakarta dalam membentuk perilaku prososial pada anak asuhnya ?. (2) Hambatan apa saja yang dihadapi oleh pengasuh Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah Kotagede, Yogyakarta dalam membentuk perilaku prososial pada anak asuhnya serta bagaimana upaya yang dilakukan pengasuh tersebut dalam mengatasinya?. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu dengan hasil bahwa adanya perilaku prososial dengan peran aktif dalam menolong, menjaga dan mendidik anak asuh dan ada usaha-usaha tertentu dalam membentuk perilaku prososial anak asuh serta adanya hambatan dalam membentuk perilaku prososial anak asuh di Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah Kotagede, Yogyakarta. Kata Kunci: Upaya Prososial, Pengasuh Muda Rumah Tahfidz
LIMA PILAR RUKUN ISLAM SEBAGAI PEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIM Nurjannah Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.702 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.111-03

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjabarkan cara atau metode canggih dalam menggapai kepribadian muslim sejati menggunakan lima pilar Rukun Islam yang terdiri dari syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji. Bahasan dilakukan dengan cara berfikir mendalam dengan mensinergikan dan memaknai lima pilar Rukun Islam menggunakan cara kerja psikologi dalam membentuk kepribadian muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rukun Islam merupakan salah satu pendekatan yang diciptakan Allah untuk membentuk kepribadian muslim, dengan cara memberikan beberapa latihan dasar supaya terbentuk habit atau pembiasaan yang nantinya melahirkan sifat dan perilaku positif yang menetap. Latihan dasar yang disediakan Allah untuk membentuk sifat dan perilaku positif tersebut, diawali dengan latihan lisan (syahadat), dilanjutkan dengan latihan jiwa raga (shalat), diikuti dengan latihan kepemilikan materi (zakat), disertai dengan latihan pengendalian nafsu dan syahwat (puasa), diakhiri latihan paripurna mencakup keempatnya yakni (haji). Lima pilar Rukun Islam akan benar-benar efektif menghasilkan sosok kepribadian muslim yang prima bagi pengamalnya ketika lima pilar tersebut dilaksanakan dengan menyatukan sisi syari dan hakiki.
BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAGI SISWA PEMEGANGKARTU MENUJU SEJAHTERA (KMS) DI SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA Yudiana Tri Aryati
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.652 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.142-03

Abstract

Abstrak Latar belakang masalah penelitian ini adalah adanya masalah kurang motivasi belajar yang dihadapi oleh para siswa pemegang KMS di SMP Negeri 15 Yogyakarta khususnya dikelas delapan pada tahun pelajaran 2015/2016, maka diperlukan upaya untuk meningkatakn motivasi belajar siswa pemegang KMS mengunakan metode bimbingan dan konseling, agar siswa mampu mengatasi masalah kurang motivasi belajar. Oleh karena itulah, penyusun tertarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana metode bimbingan dan konseling untuk meningkatakan motivasi belajar bagi siswa pemegang KMS di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Bagaimana metode Bimbingan dan Konseling Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Bagi Siswa Pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) Di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah Guru BK serta Siswa pemegang KMS di SMP N 15 Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu data yang dikumpulkan diolah dan disajikan, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan : metode bimbingan dan konseling untuk meningkatkan motivasi belajar bagi siswa pemegang KMS di SMP Nebgeri 15 Yogyakarta dapat digolongkan menjadi dua, pertama: metode bimbingan kelompok yang meliputi: program home room, Diskusi kelompok, kegiatan Kelompok. Kedua : metode bimbingan individual (konseling individu) yang meliputi : konseling direktif dan non-direktif. Kata kunci : Metode Bimbingan dan Konseling, Motivasi Belajar.

Page 8 of 24 | Total Record : 237