cover
Contact Name
Sandy Suseno
Contact Email
sandy.suseno@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sangiajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Sangia : Jurnal Penelitian Arkeologi (Journal of Archaeology Research)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 26138999     EISSN : 26543524     DOI : -
This scientific journal is dedicated as a periodical scientific publication in archeology which is expected to be an arena for exchanging ideas and thoughts in the field of archeology. SANGIA comes with a mission to build tradition and academic climate for the advancement of civilization and human dignity.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
PENGARUH ARSITEKTUR KOLONIAL PADA RUMAH ADAT KAMALI BAADIA, KELURAHAN BAADIA, KECAMATAN MURHUM KOTA BAUBAU siswardin siswardin; ishak kadir; salniwati salniwati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 4 No 2: December 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v4i2.1088

Abstract

The Kamali Baadia traditional house as the last palace of the Buton Sultanate, combines the traditional architectural concepts of Buton and Colonial architects, for this purpose the research aims to find out the architectural form, explain the colonial architectural forms that affect the architectural characteristics of the Kamali Baadia traditional house and to determine the significance of the influence of Colonial architecture on the architectural form of the Kamali Baadia traditional house. This type of research is qualitative, primary and secondary data sources, literature studies, observations, interviews and documentation using morphological analysis, technology, style and significance analysis of component changes. The architectural form of the Kamali Baadia traditional house is a stilt house with an L-shaped floor plan arranged two floors facing North. The Kamali Baadia traditional house is divided into three components, namely legs, body and roof. The influence of Dutch colonial architecture on the Kamali Baadia traditional house is the Indische Empire Style architectural style with a floor plan on the first floor, a shield roof, a two-leaf door inside motif and a two-leaf window as well as an internal motif. Significant analysis of the sign by the influence of Dutch colonial architecture Indische Empire Style architecture has not been significant.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN BENTUK PENANGANAN BUNKER PADA MASA PERANG DUNIA II DI KAWASAN LANUD TNI AU HALU OLEO, KECAMATAN RANOMEETO, KABUPATEN KONAWE SELATAN Andi Hardianti Hardianti; Aswati Aswati; sasadara hayunira
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 1: June 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i1.1158

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang kerusakan bunker dan bentuk penangananya di Kawasan TNI AU Haluoleo Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Tujuan dalam penelitian adalah menjelaskan mengenai bentuk kerusakan bunker dan bentuk penangananya terhadap kerusakan bunker. penelitian ini merupakan jenis penelitian analitis deskrptif dengan bentuk penalaran induktif didukung dengan analisis morfologi. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa bentuk kerusakan yang terjadi pada bangunan bunker adalah bentuk kerusakan mekanis. Kerusakan mekanis terbagi menjadi dua bagian yaitu retakan tarik dan retakan tekan. Retakan tekan ditandai dengan adanya retakan horizontal sedangkan retakan tekan ditandai dengan retakan secara vertikal. Upaya penanganan terhadap kerusakan bangunan bunker yaitu dengan melakukan penambahan sloof untuk memperkuat dinding bangunan bunker, penambahan sloof diterapakan pada retakan bangunan bunker sedangkan untuk penangan kerusakan yang disebabkan oleh pelapukan adalah melakukan pembersihan mekanis, pembersihan secara mekanis dilakukan terhadap tumbuhan lumut yang ada pada permukaan dinding bunker serta pada bagian dalam dinding bunker. Kata Kunci : Bunker, Kerusakan, Penanganan, Ranomeeto.
IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA SITUS BENTENG WA SIDAKARI DI DESA KASAKA KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA Rida Rida; Syahrun Syahrun; Salniwati Salniwati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 1: June 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i1.1159

Abstract

Benteng Wa Sidakari merupakan peninggalan warisan leluhur yang menjadi saksi sejarah dan cerminan kehidupan masa lampau Karena memiliki riwayat yang bersejarah dalam melawan serangan pasukan Tobelo. Penelitian ini bertujuan (1) menjelskan mengetahui dan mendeskripsikan benteng Wa Sidakari Benteng Wa Sidakari (2) mengetahui dan mendeskripsikan benteng Wa sidakari berdasarkan tinggalannya. Penelitian ini menggunakan konsep Arkeologi Keruangan dan menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa, observasi lapangan, serta tahap pengolahan data analisis kontekstual dalam menjawab permasalah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggalan arkeologi yang terdapat pada situs Benteng yaitu Benteng Wa Sidakari mempunyai 9 bastion,lubang pengintaian dan 2 makam. Sedangkan untuk fungsi Benteng Wa Sidakari yakni Sebagai tempat pemukiman, dan sebagai tempat pertahanan dan keamanan.
AKULTURASI RAGAM HIAS PADA MAKAM LA ODE-ODE DAN RAJA JIN DI DALAM BENTENG LIPU KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA Rosniati Rosniati; Abdul Alim; Salniwati Salniwati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 1: June 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i1.1160

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang akulturasi ragam hias pada makam La Ode-Ode dan raja Jin di dalam Benteng Lipu Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk Menjelaskan bentuk arsitektur dan makna makam La Ode-Ode dan raja Jin, serta Menjelaskan bentuk akulturasi budaya pada makam La Ode-Ode dan raja Jin. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yang terdiri dari beberapa tahap yaitu studi pustaka berupa buku-buku, jurnal, skripsi, artikel dan ditambah dengan data observasi atau survey lapangan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bentuk arsitektur makam La Ode-Ode dan raja Jin berbentuk persegi panjang dengan bentuk makam raja Jin berbentuk punden berundak serta memiliki bentuk geometris tumpal. Bentuk tumpal memiliki makna kehidupan dan makna punden berundak sebagai tempat pemujaan. Bentuk akulturasi budaya makam terlihat pada motif dan undukan makam.
IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGIS PADA SITUS BENTENG TOMOAHI DI DESA ERINERE KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Sadam Sadam; Syahrun Syahrun; Sandy Suseno
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 1: June 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i1.1161

Abstract

Benteng Tomoahi merupakan peninggalan warisan leluhur yang menjadi saksi sejarah dan cerminan kehidupan masa lampau karena memiliki riwayat yang bersejarah dalam melawan serangan pasukan Tobelo. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui dan menjelaskan apa saja tinggalan yang terdapat pada situs Benteng Tomoahi (2) untuk mengetahui fungsi Benteng Tomoahi berdasarkan tinggalannya. Penelitian ini menggunakan konsep arkeologi keruangan dan menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi lapangan, serta tahap pengolahan data analisis kontekstual dan morfologi dalam menjawab permasalah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggalan arkeologi yang terdapat pada situs Benteng yaitu Benteng Tomoahi mempunyai 3 gerbang, 2 bastion dan temuan lepas berupa pecahan keramik, gerabah dan berbagai macam kulit kerang. Sedangkan untuk fungsi Benteng Tomoahi yakni Sebagai tempat pemukiman, dan sebagai tempat pertahanan dan keamanan.
IDENTIFIKASI TINGGALAN-TINGGALAN ARKEOLOGI BENTENG PATUA DI KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI Wa Ode Sry Hasmita
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 1: June 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i1.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja tinggalan yang terdapat pada Benteng Patua dan fungsi Benteng patua berdasarkan tinggalannya. Penelitian ini menggunakan teori arkeologi ruang dan teori pemukiman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, tekhnik pengumpulan data berupa studi pustaka yaitu pengumpulan literatur, observasi lapangan yaitu survey permukaan, perekaman data dan wawancara, serta tahap pengolahan data, analisis kontekstual dan analisis morfologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggalan arkeologi yang terdapat dalam Benteng Patua berupa Makam, Struktur Masjid, Baruga, Meriam, Lubang Intai, Bastion. Selain itu, terdapat beberapa temuan lepas berupa fragmen keramik dan sampah dapur (moluska) yang tersebar di dalam dan di luar benteng. Adapun fungsi Benteng Patua berdasarkan hasil penelitian yaitu sebagai pertahanan dan pemukiman. Tujuannya dibangun Benteng Patua sebagai pertahanan terakhir saat menghadapi penjajah dan perompak. Oleh karena itu pola benteng ini didesain untuk mampu menghalau siapapun yang akan masuk menyerang ke dalam. Meskipun berada di ketinggian, tetapi untuk memperkokoh pertahanan disekelilingnya diperkuat dengan dinding dari batu karang setinggi 1,5 Meter.
TEMBIKAR PADA GUA LADORI DI DESA BENDEWUTA KECAMATAN OHEO KABUPATEN KONAWE UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA (KAJIAN BENTUK DAN RAGAM HIAS) Aksan Aksan; Syahrun Syahrun
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan ragam hias tembikar di Gua Ladori dan teknik pembuatan ragam hias. Penelitian ini menggunakan teori Sa Huynh-Kalanay, Out Of Taiwan dan Sejarah Budaya. Penelitian kualitatif adalah suatu prosedur pengambilan data yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa studi pustaka dan observasi. Tahap pengolahan data mengunakan analisis morfologi, analisis teknologi dan analisis stilistik. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk-bentuk gerabah yang ditemukan di Gua Ladori. Berdasarkan hasil rekonstruksi yang diambil dari 41 sampel, dari jumlah tersebut terdapat 31 fragmen tembikar yang dapat direkonstruksi 15 diantaranya berupa periuk, 7 diantaranya tutupan, 3 mangkuk, 3 mangkuk berkaki dan 10 diantara tidak dapat di rekonstruksi. Berdasarkan hasil analisis ragam hias tembikar yang terdapat di Gua Ladori berupa geometris yang terdiri dari 6 ragam hias yang dapat diidentifikasi yaitu garis berjumlah 4, belah ketupat berjumlah 12, lingkaran berjumlah 4, empat persegi berjumlah 2 dan segitiga berjumlah 1. Berdasarkan analisis teknik pembuatan ragam hias terdiri dari 4 teknik yaitu teknik tekan berjumlah 22, teknik tusuk berjumlah 2, teknik gores berjumlah 8 dan teknik tempel berjumlah 1.
BENTUK DAN MAKNA RAGAM HIAS NISAN PADA MAKAM MASYARAKAT DESA HENDEA La Ode Sultivan Rahim; Sandy Suseno
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1425

Abstract

Nisan kubur merupakan tanda tentang adanya sebuah peradaban dan kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Begitu pula nisan Mayasa yang dimiliki masyarakat Desa Hendea. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk ragam hias yang ada pada nisan makam masyarakat Desa Hendea dan untuk mengetahui makna yang terkandung di dalam bentuk ragam hias nisan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Arkeologi Sejarah budaya dan Semiotika dalam menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian pada nisan Mayasa menunjukan adanya bentuk ragam hias berupa geometris, dekoratif, dan hewan. Ragam hias geometris mendominasi hiasan pada bagian kepala nisan dan sebagian pada bagian bawah tubuh nisan Mayasa. Ragam hias dekoratif terdapat pada bagian kepala dan sebagian besar mendominasi hiasan pada bagian tubuh Mayasa. Ragam hias hewan terdapat pada tubuh nisan dan berdampingan dengan ragam hias dekoratif. Adapun makna yang terkandung didalamnnya yakni adanya penggambaran bentuk antromorfik laki-laki dan perempuan serta kepercayaan masyarakat Desa Hendea tentang kehidupan setelah kematian.
ANALISIS MINERAL TEMBIKAR DI GUA KUYA DESA PONDOA KABUPATEN KONAWE UTARA Isra Isra; La Ode Ahmad
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1426

Abstract

Dalam penelitan ini fokus pada analisis unsur mineral tembik di situs Gua Kuya Desa Pondoa, Kabupaten Konawe Utara. Dengan tujuan menjawab permasalahan mineral apa sja yang terkandung, jumlah mineral dan kualitas kandungan unsur mineral tembikar dengan mengunakan metode analisis mineralogi. Jenis unsur-unsur yang terdeteksi oleh sinar X melalui analisis XRF dengan lima sampel dengan kriteria motif lingkaran, bulat ganda, garis, titik, menyerupai ujung mata panah, dan bentuk bela ketupat. menghasilkan 17 komposisi kandungan unsur mineral, yaitu Alumenium (A1), Silikon (Si*), Fasfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca*), Titanium (Ti*), Vanadium (V), Chromium (Cr), Mangan (Mn), Ferium/Besi (Fe), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Rubidium (Rb), Europium (Eu), iterbium (Yb) dan Renium (Re). Unsur yang paling dominan adalah unsur Silikon (Si) yang rata-ratanya sacara berturut-turut 45,2%, 43,4%, 43,4%, 44,3%, 47,8% dan unsur besi (Fe) 30,0%, 32,2%, 31,6%, 28,5%, 29,6%. Memberikan gambaran bahwa tembikar tersebut dari analisis laboratorium, menujukan dari sampel berbagai motif, merupakan salah satu gambaran tembikar yang dibuat oleh para pengrajin pada masa lampau. Tembikar-tembikar tersebut dikategorikan sebagai perkakas rumah tangga berupa periuk dan mangkuk yang berfungsi untuk wadah mengolah kebutuhan hidup sehari-hari berkualitas sedang dengan presentasi porositas kandungan mineral 40% keatas.
TINGGALAN KOLONIAL JEPANG DI DESA TANGGETADA KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kadek Dwi Saputra; ASwati Aswati; Sasadara Hayunira
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1427

Abstract

Desa Tanggetada merupakan tempat ditemukannya tinggalan arkeologis yang berupa sisa-sisa bangunan Perang Dunia II yang dibangun Jepang pada masa Perang Dunia II atau Perang Pasifik. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah:( 1) Apa saja tinggalan Kolonial Jepang yang terdapat di Desa Tanggetada Kecamtan Tanggetada Kabupaten Kolaka. (2) Bagaimana fungsi tinggalan Kolonial Jepang yang terdapat di Desa Tanggetada Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggalan-tinggalan apa saja yang ada dan bagaimana fungsi tinggalan Pendudukan Jepang yang ada di lokasi Desa Tanggetada Kecamatan Tanggetada. Dalam penelitian yang dilakukan ini memakai teori arkeologi keruangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggalan Pendudukan Jepang di Situs Desa Tanggetada terdiri atas Bunker berjumlah 4 buah, Revetment berjumlah 4 buah, Tungku berjumlah 1 buah, Sumur berjumlah 1 buah, Pertahanan darat pinggir pantai berjumlah 1 buah. Adapun bunker berfungsi sebagai sarana perlindungan ketika dalam situasi berperang. Revetment pesawat berperan sebagai tempat parkir pesawat sekaligus sebagai pelindung tubuh pesawat dari ledakan bom. Struktur tungku pada penelitian ini berfungsi sebagai sarana untuk memasak makanan dan minuman untuk kebutuhan hidup sehari-hari pasukan Jepang. Sumur berfungsi sebagai tempat pengambilan air, untuk kebutuhan seperti air minum dan mandi pasukan Jepang. Pertahanan darat sepanjang pantai ini berfungsi sebagai pertahanan penyerangan musuh dari laut.