cover
Contact Name
Sandy Suseno
Contact Email
sandy.suseno@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sangiajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Sangia : Jurnal Penelitian Arkeologi (Journal of Archaeology Research)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 26138999     EISSN : 26543524     DOI : -
This scientific journal is dedicated as a periodical scientific publication in archeology which is expected to be an arena for exchanging ideas and thoughts in the field of archeology. SANGIA comes with a mission to build tradition and academic climate for the advancement of civilization and human dignity.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
TEMBIKAR PADA GUA TENGKORAK 1 DESA WAWONTOAHO KECAMATAN WIWIRANO KABUPATEN KONAWE UTARA (Kajian Ragam Hias) Saputri Handayani; Salniwati Salniwati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1430

Abstract

Di Sulawesi Tenggara banyak tersebar Gua – Gua Prasejarah dengan temuan didalamnya sangat beragam. Salah satu gua tersebut adalah Gua Tengkorak yang terdapat di Wilayah administrasi Desa Wawontoaho Kecamatan Wiwirano Kabupaten Konawe Utara. Di gua tersebut menyimpan banyak tinggalan terutama tembikar. Melihat ragam hias tembikar yang beragam menarik untuk dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan teknik ragam hias tembikar Gua Tengkorak 1. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penalaran induktif. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, data tertulis dan dokumentasi. Ada dua analisis data yang digunakan yaitu (1) Analisis Stilistik dan, (2) Analisis Teknologi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang teknik pembuatan ragam hias serta bentuk ragam hias yang dihasilkan pada tembikar di gua tengkorak 1. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 62. Berdasarkan analisis ragam hias terdapat 6 ragam hias yaitu, garis, bulatan, segitiga, segiempat, titik dan belah ketupat. Sedangkan penerapan teknik ragam hias terdapat 5 teknik yaitu, teknik gores, teknik tempel, teknik tusuk, teknik tekan dan teknik cungkil.
IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA SITUS GUA DOMPO-DOMPO DI DESA SUKARELA JAYA, KECAMATAN WAWONII TENGGARA, KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Muhammad Aldin; Abdul Alim; M. Hafiz Sukri
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1431

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian di Gua Dompo-Dompo, ditemukan tinggalan arkeologis berupa tulang belulang manusia, fragmen gerabah, dan moluska. Adapun lingkungan Gua Dompo-Dompo sendiri berada pada lahan perkebunan masyarakat sekitar. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Apa saja tinggalan arkeologi pada Situs Gua Dompo-Dompo di Desa Sukarela Jaya. (2) Bagaimana fungsi Gua Dompo-Dompo pada masa lalu berdasarkan temuan arkeologinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori sejarah budaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model penalaran induktif. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis reduksi data, analisis morfologi, dan analisis kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Situs Gua Dompo-Dompo memiliki temuan fragmen tembikar, fragmen gelang, dan sisa-sisa tulang belulang manusia, yang menunjukan adanya satu kesatuan fungsional, bahwa pada masa lalu Gua Dompo-Dompo berfungsi sebagai Gua Penguburan.
PENGARUH LINGKUNGAN FISIK TERHADAP PENEMPATAN SITUS-SITUS TRADISI MEGALITIK DI KECAMATAN CIKAKAK, KABUPATEN SUKABUMI Eldi Khairul Akbar; I Wayan Srijaya; Rochtri Agung Bawono
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 1: June 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i1.1681

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai hubungan antara situs megalitik yang berada di Kecamatan Cikakakdengan lingkungan fisik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakter lingkungan fisik yang paling banyak dipilih dan mengetahui pengaruh lingkungan fisik terhadap penempatan situs megalitik yang tersebar di Kecamatan Cikakak. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan penalaran induktif sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis spasial dan analisis kontekstual. Analisis spasial dilakukan dengan menggunakan data koordinat situs dan dihubungkan dengan variabel-variabel lingkungan fisik dalam sebuah peta tematik yang dibuat menggunakan software ArcGis dan analisis kontekstual digunakan untuk mendukung hasil dari analisis spasial.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa karakter lingkungan fisik yang banyak dipilih untuk dijadikan lokasi penempatan situs tradisi megalitik di Kecamatan Cikakak adalah variabel lingkungan dengan rentang ketinggian 500-1000 mdpl, berada pada sebaran jenis tanah latosol, berada pada jenis formasi batuan breksi tapos, berada pada jarak 0-50 m dari sumber air, dan berada pada rentang kemiringan lereng antara 15-25%. Lingkungan fisik yang berpengaruh terhadap penempatan situs-situs tradisi megalitik di Kecamatan Cikakak adalah ketinggian, jenis tanah, jenis batuan, dan sumber air. Kemiringan lereng merupakan variabel lingkungan fisik yang kurang berpengaruh
IDENTIFIKASI KOMPLEKS MAKAM LAMBUTO DI DESA LALONGGOMBU KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN Rovina Rovina; Abdul Alim; Muhammad Hafiz Sukri
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 1: June 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i1.1682

Abstract

Di Sulawesi Tenggara banyak terdapat makam-makam tua dengan bentuk yang sangat beragam. Salah satu makam tersebut adalah makam yang terletak di kompleks makam Lambuto. Berada di wilayah administrasi Desa Lalonggombu, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makam dan nilai budaya yang mempengaruhi makam di kompleks makam Lambuto di Desa Lalonggombu Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penalaran induktif yang bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang dicapai terdiri dari beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis morfologi (bentuk), analisis teknologi (bahan dan teknik pembuatan). dari hasil observasi beberapa temuan makam teridentifikasi sebanyak 19 makam. Berdasarkan hasil analisis dan klasifikasi jenis makam, terdapat 3 jenis makam, yaitu: 1) Makam tipe AB dengan nisan dan nisan berjumlah 6 makam. 2) Kuburan tipe AC dengan nisan tanpa nisan dengan jumlah total 10 kuburan. 3) Makam tipe AD dengan gundukan tanah tanpa jirat dan batu nisan dengan jumlah makam 3 makam dengan proses pembuatan jirat menggunakan teknik susun tanpa mengikat dengan batu alam/batu kali. Melalui bentuk makam dan sejarahnya dapat disimpulkan bahwa kompleks makam Lambuto merupakan makam pada masa Islam yang masih dipengaruhi oleh tradisi megalitik.
IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA GUA KUYA DI DESA PONDOA KECAMATAN WIWIRANO KABUPATEN KONAWE UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Wa Ode Ato; abdul alim; Salniwati Salniwati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 1: June 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i1.1683

Abstract

Situs Gua Kuya merupakan situs prasejarah yang memiliki berbagai tinggalan–tinggalan arkeologis mengenai manusia purba pada masa itu. Berdasarkan rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) Apa saja tinggalan arkeologis yang terdapat di Gua Kuya di Desa Pondoa, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara.(2) Bagaimana Fungsi Gua Kuya berdasarkan tinggalan arkeologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggalan dan melihat fungsi gua berdasarkan tinggalan yang berada pada Situs Gua Kuya. Penelitian ini menggunakan teori sejarah budaya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan penalaran induktif. Pengumpulan data penelitian menggunakan studi pustaka, observasi atau survei lapangan, dokumentasi dan wawancara. Analisis data diterapkan dengan metode sejarah budaya kemudian dilanjutkan analisis kontekstual. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Gua Kuya memiliki 6 buah fragmen tembikar dengan beberapa motif, serta ditemukan 3 buah keramik proselen, dengan motif geometris dan 2 buah motif polos, keramik stoneware berjumlah 8, dan ditemukan juga fragmen tulang yang terdiri dari 1 jenis tulang rahang, framen tengkorak 12, 22 tulang paha, 3 tulang kaki, 20 jenis gigi geraham, 8 jenis gigi taring, 1 jenis gigi seri, ditemukan pula 2 manikmanik yaitu gelang dan manik-manik kalung, serta 2 jenis fragmen molusca atau kulit kerang. Sedangkan untuk fungsi Situs Gua Kuya berdasarkan tinggalan-tinggalannya adalah Situs Gua Kuya pernah menjadi gua hunian dan beralih fungsi menjadi gua penguburan
MAKAM KUNO BELANDA DI KELURAHAN KANDAI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kiki Rukmana; Syahrun Syahrun; Sandy Suseno
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 1: June 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i1.1685

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk serta variasi nisan dan jirat (kijing) makam Belanda di Kelurahan Kandai Kota Kendari. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penalaran induktif yang bersifat deskriptif analitis. Untuk pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi dan wawancara. Sedangkan pengolahan data dilakukan analisis temuan survei dan interpretasi. Berdasarkan hasil temuan makam yang teridentifikasi sebanyak 35 makam dan diklasifikasikan berdasarkan arah hadap dan bentuk nisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah hadap makam terbagi menjadi 4 arah yaitu selatan-utara, utara-selatan, barat-timur, dan timur-barat. 1) Orientasi arah selatan utara terdapat 9 makam dengan bentuk nisan nisan berbentuk segi tiga, kubus, terdapat lobang lonjong, limas, segi panjang, persegi dan berundak menyerupai bunga, menyerupai kubus, dan melengkung. 2) Orientasi utara selatan terdapat 6 makam dengan nisan berbentuk segi tiga, balok, persegi panjang, segitiga, dan kubus. 3) Orientasi barat timur terdapat 17 makam dengan nisan berbentuk segi panjang, segitiga, limas, kubus, melengkung menyerupai bentuk keranda, segi panjang dan pipih, serta menyerupai monument dan berbentuk lingkaran, dan 4) Berorientasi timur barat terdapat 3 makam dengan nisan berbentuk segi panjang berbentuk keranda, berbentuk segitiga, persegi panjang kondisi punggungan berbaring, dan berbentuk kubus.
ANALISIS ARSITEKTUR KANTOR DINAS KEHUTANAN UPT KPH UNIT VI PULAU MUNA DI KELURAHAN RAHA I KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA Rahma Tilan; Sitti Kasmiati; Sandy Suseno
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 1: June 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i1.1686

Abstract

Bangunan purbakala dari masa kolonial Belanda dalam bentuk arsitektur salah satunya bangunan Kantor Dinas Kehutanan UPT KPH Unit IV Pulau Muna menjadi objek dalam penelitian ini merupakan bangunan yang didirikan pada tahun 1931. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk arsitektur bangunan, dan (2) Bagaimana Karakteristik bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan karakteristik dan bentuk arsitektur bangunan tersebut. Penelitian ini menggunakan landasan konseptual dengan metode penelitian yang bersifat deskritif-kualitatif dengan menggunakan bentuk penalaran induktif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dicapai dengan studi pustaka, obersvasi, wawancara secara mendalam dan analisis data yang diterapakan adalah analisis arsitektural, analisis stilistik dan kemudian dilanjutkan dengan analisis morfologi.Berdasarkan hasil penelitian karakteristik bangunan Kantor Dinas Kehutanan UPT KPH Unit IV Pulau Muna memiliki karakteristik yang cukup beragam, seperti atap bangunan yang menggunakan bentuk atap pelana, bukaan-bukaan bangunan yang berukuran besar dan terdapat hiasan yang terletak pada puncak atap bangunan. Berdasarkan bentuk arsitekturnya, bangunan tersebut dipengaruhi oleh gaya arsitektur Indische Empire dan tradisional. Arsitektur Indische Empire terlihat pada denah bangunan yang berbentuk simetris. Arsitektur tradisional tercermin pada penggunaan atap yang berbentuk pelana
TINGGALAN ARKEOLOGIS BENTENG LIWU WAWONO DI KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA Watlada Rauf; Aslim Aslim; Salniwati Salniwati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 1: June 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i1.1687

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Menjelaskan Latarbelakangi Sejarah situs benteng Liwu Wawono di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. (2)Menjelaskan apa saja tinggalan Arkeologi di situs benteng Liwu Wawono (3) Menjelaskan FungsiBenteng Liwu Wawono Sebagai Pertahanan dan pemukimanKesultanan Buton di Mawasangka.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Latar belakangipembangunan Benteng Liwu Wawono yaitu sebagai strategi pertahanan dan keamanan guna melindungi masyarakat dari gangguan serangan yang akan datang (musuh) yang bermukim di Benteng Liwu Wawono. (2) Tinggalan arekeologis yang ada di Benteng Liwu Wawono terdiri atas Makam Kuno, dan Baruga, liang kuno serta temuan-temuan lepas berupa pecahan kramik, moluska dan pecahan gerabah. (3) Fungsi Benteng Liwu Wawono adalah sebagai tempat pertahanan pada Kesultanan Buton di bagianBarat Benteng Keraton Buton guna melindungi dari gangguan serangan musuh yang akan datang. selanjutnya Benteng ini sekarang dijadikan sebagai tempat pemukiman dan perkebunan masyarakat setempat.
ICON KEBO IWA DALAM PERADABAN MASYARAKAT PADANGBULIA Komang Wahyu Rustiani; I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan; Gusti Ayu Kadek Arni Suwedawati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1909

Abstract

Peradaban Manusia menyimpan beragam misteri dari peninggalan-peninggalan masa lampau. Situs berupa batu besar, patung, hingga sarkopagus mengandung jejak histori yang diwarisi masyarakat setempat. Seperti situs bersejarah yang ada di Desa Padangbulia. Eksistensi peninggalan tersebut terpelihara secara alamiah melalui mitos yang bersifat mistis. Salah satu situs dalam peradaban masyarakat Padangbulia yaitu peninggalan Kebo Iwa. Tokoh Kebo Iwa familiar menjadi Ikonik secara mistis sebagai proses pewarisan kelisanan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Mengandung bermacam interpretasi makna berdasarkan paradigma semiotika visual. Proses visualisasi dikolaborasikan antara pengetahuan kedaerahan dengan teknologi sehingga merepresentasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya seperti, karakterisasi tokoh Kebo Iwa yang terdapat dalam cerita kelisanan di beberapa situs purbakala tersebut merepresentasi tokoh yang memiliki karakter kuat secara lahir dan batin, pekerja keras, pengabdian tinggi kepada pemimpin serta nilai etika moral bermasyarakat. Masyarakat lebih mudah mengadopsi karakter kepahlawan sesuai semangat jiwa zaman di era kepemiminan Raja Bali Kuno. Semiotika visual mendeskripsikan konsep dasar salah seorang pakar semiotika terdahulu yaitu Charles Sanders Pierce, dengan memfokuskan pada relasi tipologi tanda antara Ikonisitas, Indeks dan Simbol, sehingga mampu menghasilkan sistem produksi tanda. Selain itu, dalam proses interpretasi tanda visual kemudian dikaji berdasarkan tiga fase analisis ideologi dari Tompson.
STRATEGI PERTAHANAN JEPANG BERDASARKAN TINGGALAN ARKEOLOGI DI KECAMATAN POLEANG SELATAN KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Naswir Naswir; Aswati Aswati; Salniwati Salniwati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa fungsi setiap tinggalan Jepang dan bagaimana strategi pertahanan Jepang berdasarkan tinggalan arkeologi di Kecamatan Poleang Selatan Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan teori Arkeologi, medan pertempuran dan teori Arkeologi Ruang. Metode penelitian berupa kuantitatif sebagai teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Metode kualitatif metode yang dilakuakan dilapangan yaitu survei permukaan, perekaman data setiap tinggalan dan wawancara. Pengolahan dan Analisis data menggunakan analisis data sejarah, analisis morfologi dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggalan arkeologi yang ditemukan di Kecamatan Poleang Selatan berjumlah 42 tinggalan yaitu Wales berumlah 1, Revetment berjumlah 38, Bunker berjumlah 1, dan terowongan buatan Jepang berjumlah 2. Pembangunan setiap tinggalan arkeologis Jepang tersebut menunjukan strategi Jepang dalam menghadapi dan menghalau serangan sekutu. Strategi yang di gunakan Jepang yaitu memabanguna dan menempatkan sarana militer Jepang di area penting dan strategis yaitu area bendara, jety (dermaga) dan jalan utama.