cover
Contact Name
Fahmi Hafid
Contact Email
poltekita@gmail.com
Phone
+6285255530999
Journal Mail Official
poltekita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 1907459X     EISSN : 25277170     DOI : https://doi.org/10.33860
Core Subject : Health, Science,
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan (e-ISSN: 2527-7170, p-ISSN: 1907-459X) is a peer-reviewed open access scientific journal published by Poltekkes Kemenkes Palu. The scope for Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan includes nutrition, midwifery, nursing, public health, environmental health, food, and nutrition.Each volume of Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is counted in each calendar year that consists of 4 issues. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is published two times per year every February, May, August, and November. Articles could be written in either Bahasa Indonesia or English
Articles 516 Documents
Pemanfaatan Vct Pada Orang Berisiko Tertular HIV/Aids Puskesmas Kota Bandar Lampung Citra Wahyu Citra; Dina Dwi Nuryani; Christin Angelina Febriani
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.473

Abstract

HIV/ AIDS merupakan salah satu penyakit menular yang mengelobal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai pemanfaatan VCT pada orang berisiko HIV/AIDS. Penelitian ini menngunakan jenis penelitian dengan pendekatan desian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang Risiko HIV/AIDS yang terdata di klinik VCT Puskesmas Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung berjumlah 4354. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sehingga jumlah sampel 122 orang. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariate. Ada hubungan antara kerentanan yang dirasakan (p-value = 0,002 dan OR 4,683), bahaya yang dirasakan (p-value = 0,036 dan OR 2,786), manfaat yang dirasakan (p-value = 0,010 dan OR 3,563), hambatan yang dirasakan (p-value = 0.000 dan OR 7,906), isyarat untuk bertindak (p-value = 0,000 dan OR 22,077) dengan Pemanfaatan VCT pada orang berisiko AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Puskesmas Sukaraja dan Simpur Bandar Lampung Tahun 2021. Faktor yang paling dominan adalah isyarat untuk bertindak dengan nilai OR yaitu 13.652.
Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil Nurfatimah Nurfatimah; Priska Anakoda; Kadar Ramadhan; Christina Entoh; Sony Bernike Magdalena Sitorus; Lisda Widianti Longgupa
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.475

Abstract

Pencegahan stunting mulai dari awal kehamilan harus dilakukan agar dapat menurunkan kejadian stunting pada anak. Kejadian stunting dapat terjadi pada masa kehamilan dikarenakan asupan gizi yang kurang saat hamil, pola makan yang tidak sesuai, serta kualitas makanan yang rendah sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku ibu hamil dalam mencegah stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mapane. Desain Penelitian ini cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester II yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mapane, berjumlah 49 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 53.1% responden yang memiliki perilaku yang baik dalam pencegahan stunting. Hasil uji bivariat menunjukan umur >35 tahun (p=0,026), pendidikan perguruan tinggi (p<0,001), ibu bekerja (p<0,001), dan Multigravida (p=0,036) berhubungan dengan perilaku baik dalam pencegahan . Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku ibu hamil yang baik dalam pencegahan stunting berada pada usia >35 tahun, pada tingkat pendidikan perguruan tinggi, pada ibu yang bekerja dan multigravida.
Apakah Pengetahuan dan Dukungan Suami Memengaruhi Rendahnya Penggunaan Metode Kontrasepsi IUD pada Akseptor KB? Christina Entoh; Zulfitriani Zulfitriani; Lisda Widianti Longgupa; Sony Bernike Magdalena Sitorus; Nurfatimah Nurfatimah; Kadar Ramadhan
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.476

Abstract

Intrauterine device (IUD) merupakan alat kontrasepsi Metode Kontrasepsi jangka Panjang (MKJP) yang memiliki efektifitas tinggi dalam mencegah kehamilan, tetapi penggunaan IUD di wilayah puskesmas Mapane hanya 2,3% saja. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD di kelurahan Mapane. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah akseptor KB di Kelurahan Mapane yang berjumlah 336 orang. 77 responden terpilih menggunakan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah penggunaan kontrasepsi IUD, pengetahuan, paritas, dukungan suami, dan informasi tenaga kesehatan. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariate menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pengetahuan kurang 52,0%, primipara 35,1%, suami yang tidak mendukung 49,0% dan yang tidak mendapat informasi tenaga kesehatan 44,3%. Uji chi-square menunjukan pengetahuan yang baik (p=0,003), dan dukungan suami (p=0,015) berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi IUD. Kesimpulan rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD di Kelurahan Mapane dipengaruhi oleh pengetahuan kurang, dan tidak mendapat dukungan suami.
Hubungan Karakteristik Balita dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga di Rumah dengan Kejadian ISPA Gumanti Manalu; Nurmaini; Silaban Gerry
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.479

Abstract

Penyakit Infeksi saluran pernapasan akut berada diurutan pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Terjun, dimana balita merupakan penderita ISPA terbanyak yang mendapat pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan karakteristik balita (umur, status ASI serta status Immunisasi) dan kebiasaan merokok angota keluarga di rumah dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Besar sampel 100 anak balita yang berumur < 5 tahun, distribusi sampel secara proposional, cara pengambilan data purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji che square. Hasil penelitian yaitu kelompok umur balita ≥ 12 Bulan (12 – 59 bulan) sebesar 78%, Mendapat ASI sebesar 71%, status imunisasi tidak lengkap sebesar 59%, terdapat Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga di rumah sebesar 51%, dan ISPA sebesar 34%. Uji Chi-square menunjukkan faktor yang berhubungan signifikan terhadap kejadian ISPA yaitu umur balita p value= 0,041 dengan PR=2,329 (95% CI = 1,122 – 4,834) dan kebiasaan merokok anggota keluarga di rumah p value=0,029, dengan PR = 1,595 (95% CI = 1,107-2,296). Kesimpulan yaitu ada hubungan signifikan antara umur balita dan kebiasaan merokok anggota keluarga di rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Terjun
Potensi Pangan Fermentasi Tempe Dalam Mengatasi Kejadian Stunting di Indonesia Fitri Fujiana; Vinka Theresia Pondaag; Aurelia Afra; Fannia Evy; Dzul Fadly
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.481

Abstract

Prevalensi kejadian stunting di Indonesia masih tinggi. Tingkat penurunan angka stunting cenderung fluktuatif dan belum memenuhi capaian target. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan prevalensi stunting adalah asupan zat gizi yang dikonsumsi balita. Pemanfaatan sumber daya pangan lokal menjadi alternatif, salah satunya adalah pangan fermentasi tempe. Tempe merupakan makanan fermentasi dari kacang kedelai (Glicyne max) dengan bantuan mikroorganisme Rhizopus sp, yang saat ini mulai dikembangkan dengan memanfaatkan jenis bahan baku lainnya. Review ini dilakukan untuk memahami potensi pangan lokal fermentasi tempe terkait dengan upaya penurunan angka stunting di Indonesia. Telah banyak dilakukan pengembangan pangan fermentasi tempe selain dari kacang kedelai. Proses fermentasi tersebut cenderung meningkatkan zat gizi makro dan mikro pangan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang pertumbuhan yang optimal sehingga pada akhirnya mampu mencegah stunting
Uji Efikasi Kapsul Pare-Primakuin dan DHP-Primakuin serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Hidup Pasien Malaria Falsiparum Tanpa Komplikasi di RSUD Manokwari Tahun 2019 Bastiana Marlina Wakum; Delina Hasan; Syamsuddin
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek terapi kombinasi obat antimalaria terhadap kualitas hidup pasien malaria falsiparum. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni (true-experimental). Jumlah sampel sebanyak 134 pasien penderita malaria di RSUD manokwari. Variable penelitian meliputi karakteristik responden, suhu aksila, hemoglobin, Gametosit (/µL darah), gejala klinis responden, Jumlah Parasit Aseksual dan Gametosit, dan Kualitas Hidup SF-36. Analisis data yang digunakan adalah uji che-square dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian yaitu Pengobatan kapsul pare-primakuin mempunyai efikasi terhadap malaria falsiparum tanpa komplikasi dengan nilai ITT sebesar 92% dan PP sebesar 100%. Kualitas hidup pasien malaria falsiparum tanpa komplikasi pada pengobatan DHP-P lebih tinggi dibandingkan dengan KP-P yang ditinjau dari 8 domain yaitu: fungsi fisik, peran fisik, nyeri tubuh, kesadaran secara umum, vitalitas, sungsi sosial, peran emosional dan kesehatan mental. Kesimpulan yaitu Pengobatan DHP-primakuin lebih efektif dibandingkan dengan kapsul pare-primakuin dengan nilai ITT sebesar 96% dan PP sebesar 100%.
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal terhadap Skor Inner Scan Body Composition Monitor pada Wanita Usia Subur Hasriani Saleng; Rahayu Eryanti K; Jumrah Sudirman
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i3.483

Abstract

Osteoporosis merupakan masalah kesehatan dunia dimana saat ini diderita oleh kelompok usia yang lebih muda. Kepadatan mineral tulang merupakan salah satu jenis parameter dalam mengukur status osteoporosis. Semakin rendah kepadatan mineral tulang maka semakin besar risiko osteoporosis. Salah satu faktor risiko rendahnya kepadatan mineral tulang adalah jenis dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan skor Inner Scan Body Composition Monitor dalam kepadatan tulang wanita usia subur. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study, sampel penelitian 46 akseptor dengan teknik sampling yaitu Purposive sampling. Analisis data menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkanhasil untuk Skor Inner Scan Body Composition Monitor pada akseptor baru dengan nilai mean±SD yaitu 2.1429 ± 0.45779 dan nilai min-max adalah 1.40 – 3.00. Sementara pada akseptor lama dengan nilai mean±SD yaitu 2.3840 ± 0.38479 dan nilai min-max adalah 1.50 - 3.20. Pada analisis Bivariat didapatkannilai p= 0.086> 0,05, hal ini menunjukkan tidak Ada hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan skor inner scan bodyatau kepadatan tulang pada akseptor kontrasepsi hormonal. Kesimpulan, lama penggunaan kontrasepsi hormonal tidak mempengaruhi skor Inner Scan Body Composition Monitor pada kepadatan tulang akseptor di Wilayah Kota Makassar
ASI Eksklusif dan Imunisasi Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 9-24 Bulan di Puskesmas Rumah Tiga, Ambon Elpira Asmin; Mujahidah Rofifah Abdullah
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.487

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai dengan usia akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak di kandungan ibu sampai usia anak dua tahun. Berdasarkan data dari Riskesdas 2018 Provinsi Maluku, prevalensi stunting ialah 34,02%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ASI Eksklusif dan Imunisasi dengan kejadian stunting pada anak di Puskesmas Rumah Tiga Kota Ambon. Penelitian ini merupakan pengolahan data sekunder dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak usia 9-24 bulan yang terdata di Puskesmas Rumah Tiga pada tahun 2019-2020 berjumlah 559 anak. Hasil penelitian menunjukan dari 559 anak yang menjadi sampel penelitian, 27,2% anak mengalami stunting dan 72,8% tidak mengalami stunting. ASI Eksklusif dan imunisasi berhubungan dengan kejadian stunting. ASI Eksklusif memiliki cakupan yang masih rendah. Diharapkan adanya program pendampingan untuk ibu menyusui, agar dapat meningkatkan pemberian ASI Eksklusif dan pemberian ASI hingga anak usia 2 tahun. Hal ini setidaknya dapat membantu mencegah stunting pada anak di Puskesmas Rumah Tiga, Ambon
Komposisi Nilai Gizi Pempek Ikan Tenggiri (Scomberomorus Commersonii) Dengan Penambahan Wortel (Daucus Carota) Nur Endah Saputri; Nurul Hidayah; Yuges Saputri Muttalib
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.488

Abstract

Asupan serat pangan pada anak-anak di Indonesia cukup rendah. Modifikasi kudapan atau makanan sepinggan dengan penambahan sayur dapat menjadi salah satu upaya peningkatan asupan serat pangan. Penelitian ini mengkaji karakteristik nilai gizi serta penerimaan sensori pempek ikan tenggiri dengan penambahan wortel. Studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat formulasi pempek, yaitu F1 (0% wortel), F2 (20% wortel), F3 (40% wortel), dan F4 (60% wortel). Penambahan 40% wortel mampu meningkatkan nilai penerimaan sensori terbaik pada warna (6,7±1,7), aroma (5,8±2,4), tekstur (6,7±1,7), dan rasa (6,8±1,6). Kemudian, komposisi nilai gizi pempek dengan penambahan 40% wortel yaitu air (66,52±0,57%), abu (1,77±0,05%), lemak (<0,02%), protein (7,43±0,01%), karbohidrat (24,25±0,63%), dan serat pangan (2,42±0,01%). Penambahan wortel dapat meningkatkan penerimaan sensori serta kadar air dan serat pangan.
Keseimbangan Cairan Dan Status Hidrasi Remaja Di Kawasan Garis Lintang Ekuator 0°, Kota Pontianak, Pada Masa Ekuinoks Vernal, Tahun 2021 Masriani Masriani; Yuges Saputri Muttalib; Andi Eka Yunianto
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.490

Abstract

Fenomena ekuinoks akan menyebabkan perubahan cuaca di daerah ekuator, seperti terjadinya peningkatan suhu walau tidak selalu signifikan. Hal ini mungkin saja mempengaruhi tingkat keseimbangan dan hidrasi tubuh akibat adanya peningkatan pengeluaran cairan yang dipicu oleh suhu lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengukur status hidrasi pada remaja di daerah ekuatorial lintang 0°, selama ekuinoks vernal, tahun 2021. Observasi ini menggunakan metode Simple Random Sampling, dengan melibatkan 51 remaja berusia 19 – 21 tahun di Kota Pontianak. Pengukuran keseimbangan cairan dan status hidrasi dilakukan pada bulan Maret, bertepatan dengan periode ekuinoks vernal, tahun 2021. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kebutuhan cairan rata-rata individu berdasarkan luas permukaan tubuh (Body Surface Area) adalah 2289±227.3 mL dan asupan cairan rata-rata individu adalah 2210±462.6 mL. Kemudian, sebanyak 54,90% responden memiliki keseimbangan cairan berada pada 80% – 120%, berdasarkan asupan terhadap kebutuhan cairan. Demikian juga pada status hidrasi berdasarkan indikator warna urin, yang didominasi oleh status hidrasi baik (72,55%). Kesimpulan yaitu remaja yang berada di daerah ekuatorial lintang lintang 0°, Kota Pontianak, pada periode ekuinoks vernal, tahun 2021, secara umum berada pada tingkat keseimbangan cairan dan status hidrasi tubuh dalam kategori baik.