cover
Contact Name
Fahmi Hafid
Contact Email
poltekita@gmail.com
Phone
+6285255530999
Journal Mail Official
poltekita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 1907459X     EISSN : 25277170     DOI : https://doi.org/10.33860
Core Subject : Health, Science,
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan (e-ISSN: 2527-7170, p-ISSN: 1907-459X) is a peer-reviewed open access scientific journal published by Poltekkes Kemenkes Palu. The scope for Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan includes nutrition, midwifery, nursing, public health, environmental health, food, and nutrition.Each volume of Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is counted in each calendar year that consists of 4 issues. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is published two times per year every February, May, August, and November. Articles could be written in either Bahasa Indonesia or English
Articles 516 Documents
Determinan Kesediaan Masyarakat menerima Vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Tengah Dewi Susetiyany Ichsan; Fahmi Hafid; Kadar Ramadhan; Taqwin Taqwin
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2021): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i1.430

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan kesediaan masyarakat menerima vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Tengah. Penelitian deskriptif analitik desain cross sectional pada Januari tahun 2021. Survei online masyarakat di Sulawesi Tengah dengan 266 orang responden berusia 18 tahun ke atas. Pengumpulan data secara accidental sampling melalui https://ee.kobotoolbox.org/x/aSWgcPdw dan dianalisis menggunakan SPSS 22,0 uji chi square dan regresi logistik kemaknaan p-value 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan responden berjenis kelamin perempuan 68,0%, berumur 20-40 tahun 31,2%, berpendidikan tinggi 39,5%. Status pelajar/mahasiswa 33,5% dan aparatur sipil negara sebanyak 23,3%. Status menikah 51,9%, beragama Islam 80,8%, suku bugis 24,4% dan berada di daerah perkotaan 52,6%. Responden yang memiliki kartu badan penyelenggara jaminan sosial 80,5%. Perilaku pencegahan Covid-19 meliputi; penggunaan masker 99,6% menjaga jarak 95,9% menghindari kerumunan 95,5% dan mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir 96,2%. Responden yang bersedia menerima vaksinasi Covid-19 sebesar 35,3%. Faktor yang mempengaruhi kesediaan masyarakat Sulawesi Tengah menerima vaksinasi adalah faktor umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, agama dan suku. Determinan kesediaan masyarakat menerima Vaksinasi Covid-19 adalah umur dan agama. Kesimpulan; Responden yang bersedia menerima vaksinasi Covid-19 sebesar 35,3% dengan determinan umur dan agama. Disarankan agar sosialisasi untuk divaksinasi Covid-19 fokus pada orang dengan kelompok umur ≤40 tahun dan beragama Islam. Sosialisasi vaksinasi Covid-19 melalui televisi dan media sosial facebook dan Instagram oleh satgas Covid-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan dan Kementerian Kesehatan.
Hubungan Stress Dengan Hipertensi Pasca Gempa dan Tsunami di Lokasi Pengungsian Kelurahan Mamboro Kecamatan Palu Utara Helena Pangaribuan
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2021): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i1.433

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stres dengan hipertensi pasca gempa dan tsunami di lokasi pengungsian Kelurahan Mamboro Kecamatan Palu Utara. Desain Penelitian cross-sectional dengan teknik sampel simple random sampling. Penelitian dilaksanakan diwilayah kerja Puskesmas Mamboro tanggal 02 September hingga 12 Oktober 2019. Jumlah sampel sebanyak 39 responden. Hasil penelitian ditemukan dari 39 responden maka diperoleh bahwa responden yang memiliki tingkat stres tinggi dan hipertensi sebanyak 17 responden, dan tingkat stres rendah dan tidak hipertensi 6 responden. hasil analisis chi square diperoleh nilai ρ = 0,043 (α > 0,05), sehingga secara statistik ada hubungan yang signifikan antara hubungan stres dengan kejadian hipertensi pasca gempa dan tsunami di lokasih pengungsian Kelurahan Mamboro Kecamatan Palu Utara. Disarankan agar meningkatkan pengetahuan dan kemandirian pencegahan hipertensi sedini mungkin. Temuan ini dapat disosialisasikan sebagai upaya manajemen stress untuk mencegah hipertensi sedini mungkin
Effectiveness of Family Empowerment towards Diet Compliance and Family Independence in Caring for Family Members with Diabetes Mellitus: A Systematic Review Angga Miftakhul Nizar; Kusnanto; Lilik Herawati
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2021): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i1.435

Abstract

Diabetes mellitus has now become a major problem in non-communicable diseases whose prevalence continues to increase. Lack of family independence and client non-compliance with the diet program greatly affects blood sugar levels. This study needs to evaluate the effectiveness of family empowerment towards diet compliance and family independence in caring for family members with diabetes mellitus. A systematic review searched five electronic databases (Scopus, sciencedirect, pubmed, research gate, and google scholar) with the last ten years (2011-2021). The quality of the articles used in this study was assessed using the Joanna Briggs Institute Guideline. The prism protocol is also used to review each journal. We found 15 studies out of a total of 5,865 studies that discussed family empowerment in increasing family independence and dietary adherence in family members suffering from diabetes mellitus. Family empowerment is one method that is quite effective in increasing family independence and adherence to diet programs. There are six articles (40%) that state that planned behavior theory is effective in increasing family independence and dietary adherence to family members suffering from diabetes mellitus. From all the articles analyzed, there are several effective theories to empower families to change the behavior of family independence and individual diet compliance, namely the theory of planned behavior. However, this study is not strong enough to provide an assessment that family empowerment based on the theory of planned behavior and empowerment is the best way to increase independence, therefore further research is needed.
The Effectiveness of Spiritual Psychotherapy on Patients with Mental Disorders: A Systematic Review Ahmad Wahyudi; Ah Yusuf; Mundakir
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2021): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i1.436

Abstract

Recently, the research analyzes the relationship between religion and spirituality has grown rapidly.Many mental health clinics have implemented interventions on religious and spirituality-based mental disorders. This article aimed to examine the effectiveness of handling mental-based mental disorders from various studies that have been conducted. Methods: The articles used in this systematic review were searched in the SCOPUS, PROQUEST, SPRINGERLINK, SAGE and SCIENCEDIRECT databases which is published between 2016-2020. The keyword used were "mental disorders" or "mental illness" and “spiritual” or “religious”, with the use of the phrase Boolean Operators. The articles selected according to the inclusion criteria include articles stating the effectiveness of spiritual healing for mental disorders, articles that analyzed mental illness patients in RCT, case-control studies and experiment. The articles obtained then were analyzed with the DSVIA conclusion table (design, sampling, variables, intervention and analysis). Results: There were 15 articles that meet the criteria as a systematic review.Thestudy result showed that there was a relationship between religious/spiritual involvement and mental disorders (positive). The findings from previous research indicated that religion play an important role in many situations because religious beliefs and rules affect people's lives. Conclusions:The majority of the previous literature stated a significant relationship between religious beliefs and practices and mental health.
Analisis Kadar Interleukin-18 (Il-18) Serum dan Laju Filtrasi Glomerulus (GFR) Pada Obesitas Sentral dan Non Obesitas Sentral Chika Pratiwi; Yuyun Widaningsih; Liong Boy Kurniawan
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.451

Abstract

Interleukin-18 adalah proinflmasi dihasilkan di glomerulus, meningkat pada keadaan sindrom metabolik diawali dengan obesitas, diekskresikan setelah cedera iskemik ginjal. IL-18 merupakan biomarker untuk mendiagnosis kerusakan ginjal akut. Laju filtrasi glomerulus (LFG) adalah salah satu biomarker untuk menilai fungsi ginjal. Tujuan menganalisis kadar IL-18 dan LFG pada obesitas dan non obesitas sentral. Penelitian cross sectional, Sampel terdiri atas 40 subjek obesitas sentral dan 33 subjek non obesitas sentral. Kadar IL-18 serum diperiksa dengan kit human IL-18 dengan metode ELISA dan kreatinin serum menggunakan alat Clinical Chemistry Analyzer ABX Pentra. Hasil penelitian tidak terdapat perbedaan bermakna terhadap kadar Interleukin-18 antara kelompok obesitas sentral dan non obesitas sentral (p=0,576) sedangkan nilai LFG pada subjek obesitas sentral memiliki nilai rerata yang lebih tinggi yaitu 103,17 ml/min/1,73m2 dibandingkan dengan subjek non obesitas sentral yaitu 96,47 ml/min/1,73m2 dan secara statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada nilai LFG subyek laki-laki dengan obesitas sentral dan non obesitas sentral (p=0,207). Pada analisis ini tidak ditemukan korelasi antara kadar IL-18 dan GFR pada kelompok obesitas dan non obesitas sentral (r=-0.047 p=0,695).
Pengaruh Cahaya LED Putih di Malam Hari Terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) Otak dan Histopatologi Sel CA3 dan CA1 Hipokampus Pada Tikus Wistar Jantan Hilda Emma Mallisa; Aryadi Arsyad; Irfan Idris
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cahaya LED putih di malam hari terhadap kadar malondialdehyde (MDA) otak dan histopatalogi sel CA3 dan CA1 hipokampus. Jenis penelitian true eksperimental dengan post-test only control group design yang dilakukan pada 24 ekor tikus. Kelompok terbagi berdasarkan waktu paparannya: 15 hari dan 30 hari, masing-masing memiliki kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol: terang-gelap normal (12L:12D) dan kelompok perlakuan: terang-terang (12L:12L) dengan pencahayaan berasal dari lampu LED putih 1500 lux saat malam hari. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA otak pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol dan signifikan (p=0,001). Hasil pemeriksaan histopatologi sel CA3 dan CA1 pada kelompok perlakuan 15 hari didapatkan mengalami kerusakan sedang (50%) hingga berat (50%) sedangkan pada kelompok kontrol 15 hari hanya dominan pada kerusakan ringan (83,3%) dengan hasil yang signifikan (p= 0,011). Pada kelompok perlakuan 30 hari dominan mengalami kerusakan berat (83,3%) sedangkan pada kelompok kontrol 30 hari berada diantara kerusakan ringan (33,3%) hingga sedang (66,7%) dan hasil yang diperoleh signifikan (p=0,012). Cahaya LED putih di malam hari bertindak sebagai stressor apabila intensitas, durasi paparan dan panjang gelombangnya sesuai. Stressor ini meningkatkan produksi ROS dan mengarahkan sel pada stress oksidatif yang ditandai dengan meningkatnya kadar MDA. Peningkatan kadar MDA bersifat neurotoksik pada otak khususnya hipokampus yang mengarahkan sel CA3 dan CA1 pada kerusakan maka perlu adanya pengurangan dalam penggunaan lampu LED pada malam hari
Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Stunting Sony Bernike Magdalena Sitorus; Ni Made Ridla Nilasanti Parwata; Fransisca Noya
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i3.459

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendampingan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini stunting pada baduta di Wilayah Kerja Puskesmas Malei Kecamatan Lage. Jenis penelitian ini adalah quasi experimen dengan menggunakan desain penelitian pre-eksperiment one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader posyandu balita yang tercatat di Wilayah kerja Puskesmas Malei Kecamatan Lage. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 kader, teknik pengambilan sampel dengan cara simpel random sampling. Hasil uji normalitas diperoleh data tidak berdistribusi normal, uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan rerata skor pengetahuan kader sebelum diberikan pendampingan adalah 32,80 (SD=9,768), setelah diberikan pendampingan rerata skor pengetahuan adalah 87,10 (SD=5,677) dan rerata skor tindakan kader sebelum pendampingan 25,83 (SD=19,122), setelah dilakukan pendampingan berupa penyuluhan, demostrasi dan praktikum kepada kader rata-rata skor tindakan meningkat menjadi 79,17 (SD=9,476). Pada hasil uji statistik terdapat perbedaan secara bermakna sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan nilai 0,000, (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh pendampingan terhadap pengetahuan dan tindakan kader dalam deteksi dini stunting
The Effect of Spiritual Guidance of Reproductive Health by Booklets on The Changes of Adolescent's sAttitudes: Dating Status In Premarital Sexual Behavior Sitawati Sitawati; Suriah Suriah; Saidah Syamsuddin; Sutinah Made; Werna Nontji; Muhammad Tamar
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.463

Abstract

The spiritual guidance of reproductive health and safety is oriented towards strengthening moral ​​and religious values ​​in addressing adolescent reproductive health problems with an approach on several aspects, such as preventive, curative, rehabilitative, and developmental. The booklet is a medium of guidance/learning that can attract interest and help teenagers understand the guidance material. This study aimed to determine the effect of the spiritual guidance of reproductive health care professionals by booklets on changes in adolescent attitudes towards dating status in premarital sexual behavior. A combination of qualitative and quantitative experimental research with a pre-experimental design, one group pretest-posttest, with a total sample of 26 adolescents, selected a purposive sampling technique. The spiritual guidance intervention used booklets for six meetings with 60-90 minutes each meeting within 2 months. Data were collected through pre-test and post-tests using interview sheets and Likert scale questionnaires. Data were analyzed qualitatively and statistically tests using the Wilcoxon test. The results showed that the sexual behavior of adolescents in dating was including holding hands, embracing the arms/shoulders and waist, hugging, kissing cheeks and lips, stroking the head, laying on the partner's thighs, and having sex with condoms. Then, from the statistical test, the negative ranks between the pre-test and post-test values were 0. Meanwhile, the positive ranks between the pre-test and post-test values indicated that 24 respondents with a positive value and a mean rank value of 13.00, and 2 respondents with a pre-post value remain the same. The Wilcoxon test shows the p-value (sig) 0.000 <0.05. Thus, the spiritual guidance of reproductive health care professionals using booklets significantly affected changes in adolescent attitudes towards dating status in premarital sexual behavior.
Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan (MT) Anak Balita Pada Masa Pandemi Covid 19 Yusma Indah Jayadi; Aulia Rakhman
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.465

Abstract

Tujuan studi ini untuk mengevaluasi program Pemberian Makanan Tambahan (MT)-anak balita yang telah terlaksana di dua puskesmas Kabupaten Morowali Utara di masa pandemi covid 19. Penelitian ini berjenis kualitatif dilakukan pada 10 sampai 17 Juli 2021 di dua puskesmas di Kabupaten Morowali Utara, yaitu Puskesmas Kolonodale dan UPT Puskesmas Panca Makmur. Subjek dalam penelitian ini adalah tenaga pelaksana gizi, bidan dan kader di kedua puskesmas dengan jumlah informan 6 orang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam menggunakan daftar pertanyaan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah meliputi evaluasi terhadap: (1) Evaluasi terhadap input dilakukan meliputi unsur tenaga, dana, sarana, dan bahan. Evaluasi tenaga membutuhkan pelatihan MT khususnya pemberian MT pada masa pandemi. Pada sarana diperlukan perbaikan kualitas alat khususnya length birth juga penggunaan alat sesuai protokol kesehatan masa pandemi. Adapun bahan telah sesuai dengan pedoman petunjuk teknis namun khusus untuk MT makanan jadi di posyandu, tidak dibagikan dalam keadaan mentah, perlu lebih variatif dan sasaran masih pada seluruh pengunjung posyandu. (2) Evaluasi terhadap proses, yaitu perencanaan kebutuhan makanan tambahan untuk balita di puskesmas perlu dihitung dengan baik agar tepat sasaran dan tidak terdistribusinya biskuit MT pada sasaran yang tidak datang. Pada pemantauan, pencatatan dan pelaporan tidak terdapat pencatatan kenaikan berat badan pada sasaran MT (3) Evaluasi tehadap output tidak terdapat pemantauan kenaikan berat badan pada sasaran MT, namun capaian pemberian MT tercatat telah tercapai. Evaluasi proses dan output telah diupayakan sesuai dengan kondisi input, namun tetap diperlukan perbaikan khususnya kondisi pandemi.
Modal Sosial Balita Dalam Komitmen Kesehatan Program Keluarga Harapan Pada Masa Pandemi Covid-19 Tunjung Senja Widuri; Hario Megatsari
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.466

Abstract

Adanya pandemi Covid 19 berdampak terhadap keberhasilan komitmen kesehatan balita PKH di Kabupaten Nganjuk. Keberhasilan komitmen kesehatan balita PKH pada masa pandemi tidak akan terlepas dari modal sosial. Penelitian bertujuan untuk menganalisis modal sosial balita dalam komitmen kesehatan PKH di Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebesar 93 balita diwakili oleh ibu balita menggunakan purposive sampling. Variabel bebas adalah modal sosial yang terdiri dari elemen kepercayaan, norma, dan jaringan, sedangkan variabel terikat adalah komitmen kesehatan balita PKH. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara modal sosial dengan komitmen kesehatan balita PKH pergi ke fasilitas kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 66 responden (71%) memiliki tingkat modal sosial tinggi, 70 responden (75,3%) memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 67 responden (72%) memiliki tingkat norma tinggi, dan 48 responden (51,6%) memiliki tingkat jaringan rendah. Dan terdapat hubungan antara modal sosial beserta elemen kepercayaan, norma, jaringan terhadap komitmen kesehatan balita PKH