Articles
325 Documents
“Pemeriksaan Kesehatan dan Tekanan Darah pada Masyarakat di Wilayah Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ngawi”
A. F, dr. Sp.JP, Abraham Ahmad
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.164 KB)
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup kompleks. Menurut Riskesdas(2013), sebanyak 36,8% penduduk terdiagnosa hipertensi oleh tenaga kesehatan, sedangkan 63,2% sisanyamengkonsumsi obat hipertensi tanpa terdiagnosa terlebih dahulu. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukanRiskesdas (2013), prevalensi hipertensi di Indonesia selalu mengalami peningkatan. Menurut Badan PusatStatistik Kabupaten Ngawi (2016), penyakit darah tinggi primer atau yang biasa disebut hipertensi primermenduduki posisi pertama dari sepuluh penyakit terbanyak dengan jumlah 53.475 orang di Kabupaten Ngawi.Oleh karena itu, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak baik pemerintah, masyarakat, serta tenaga kesehatanuntuk membantu menurunkan angka tersebut. Berdasarkan analisis situasi di atas, pemeriksaan kesehatan dantekanan darah sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gejala, komplikasi,pencegahan, dan terapi hipertensi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pemeriksaan kepadamasyarakat. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat dihadiri oleh 33 orang tenaga kesehatan. Tenagakesehatan berasal dari dokter dan mahasiswa kedokteran (DM). Kegiatan berjalan dengan lancar. Para pesertaantusias untuk bertanya dan berdiskusi mengenai materi yang disampaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwapengetahuan yang ingin disampaikan oleh kami berhasil ditangkap oleh peserta. Program ini diharapkan dapatdilakukan secara berkala sehingga terus menambah kompetensi tenaga kesehatan di lingkungan PondokPesantren Al-Hidayah, Ngawi.
Pemeriksaan Kadar Asam Urat di Wilayah Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ngawi Tahun 2018
dr., Sp.U, Dwimantoro Iman Prilistyo;
Bintarti, Tri Wahyuni
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.019 KB)
Perdarahan Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, secara garis besar diharapkan dapat meningkatkanpelayanan kesehatan pada masyarakat tentang Pemeriksaan Kadar Asam Urat di Wilayah PondokPesantren Al-Hidayah Ngawi Tahun 2018. Intervensi dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan denganmetode pelaksanaan yaitu dengan pemeriksaan darah kadar asam urat. Dengan metode ini maka diharapkan pelayanan, pengetahuan dan wawasan akibat asam urat yang tinggi dapat ditingkatkan. Kegiatandilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2018 bertempat di lapangan PP Al-Hidayah, Sondriyan, Kendal, Ngawi.Peserta pemeriksaan berjumlah 39 orang yang berasal dari sekitar PP Al-Hidayah. Peserta wanita sebanyak24 orang dan pria sebanyak 15 orang. Dari pemeriksaan kadar asam urat di dapatkan 9 orang dengan kadarasam urat yang tinggi. Harapan untuk kedepannya, dapat dilakukan pemeriksaan berkala terhadap wargaPP Al-Hidayah Ngawi terkait penyakit degeneratif.
Pendidikan Kesehatan tentang Menarche pada Santri di Yayasan Nurul- Haqq Sidoarjo
-, Yurike Yurike;
Wardani, Erika Martining
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.096 KB)
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masadewasa yang ditandai dengan munculnya menstruasi pertama kali atau menarchepada remaja perempuan. Perubahan-perubahan fisik ini seperti menarche akanmengakibatkan kecemasan pada remaja putri, sehingga perlu diberikan pendidikankesehatan yang tepat untuk mengatasi kecemasan tersebut. Pendidikan kesehatantidak selalu identik dengan ceramah dan tanya jawab, saat ini banyak metodependidikan kesehatan yang lebih menarik dan tidak monoton misalnya melaluipermainan. Salah satu bentuk permainan yang dapat digunakan adalah bermainkartu kwartet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan santriwati tentang menarche. Metode pendidikan kesehatanmenggunakan permainan kartu kwartet menarche. Pengetahuan santriwati diukurdengan melakukan pre test dengan mengisi kuesioner sebelum penyuluhan dan posttest setelah penyuluhan. Tingkat pengetahuan santriwati dapat diukur denganmembandingkan hasil pre test dan post test. Hasil luaran dari pengabdianmasyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan santriwati mengenaimenarche (pada pre test 62,5% tingkat pengetahuan sedang, 37,5% tingkatpengetahuan kurang) menjadi (post test 50% tingkat pengetahuan sedang, 50%tingkat pengetahuan baik). Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapatmeningkatkan status kesehatan santriwati di Yayasan Nurul-Haqq Sidoarjo
POST NATAL EXERCISES SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN MIKSI DAN DEFEKASI MASA NIFAS DI RT 6 RW II KELURAHAN BALAS KLUMPRIK KECAMATAN WIYUNG
SST,M.Kes, Yasi Anggasari;
SST,M.Kes, Ika Mardiyanti
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.807 KB)
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan danpemahaman tentang penyebab masalah miksi dan defekasi serta post natal exercises sebagai upayapemulihan miksi dan defekasi masa nifas di RW II Kelurahan Balas Klumprik Surabaya. Rencanaluaran yang ditergetkan adalah publikasi dalam jurnal dan peningkatan pemahaman dan ketrampilantentang ketidaknyamanan ibu nifas dan post natal exercises.Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW II Kelurahan Balas KlumprikSurabaya. Pengenalan tentang penyebab masalah miksi dan defekasi ini bertujuan meningkatkanpemahaman dan ketrampilan mereka untuk mengatasi masalah miksi dan defekasi sedangkan postnatal exercises bertujuan untuk mengembalikan kekencangan otot perut, vagina dan panggulyang meregang akibat proses kehamilan dan persalinan, sehingga dapat meringankanketidaknyamanan pada masa nifas.Intervensi dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 metode yaitu memberikanpenyuluhan tentang masalah miksi dan defekasi selama masa nifas serta mengajari tentang post natalexercises. Penyuluhan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi.Tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre test berupa kuisioneryang akan diisi oleh responden untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden mengenai masalahmiksi dan defekasi pada masa nifas. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan. Sedangkanuntuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden mengenai masalah miksi dan defekasi padamasa nifas dapat diketahui dengan membandingkan hasil post tes yang telah diisi oleh respondensetelah penyuluhan dilakukan dengan hasil pre test.Berdasarkan hasil pretest dan post test yang diikuti oleh 20 responden dapat dinyatakan bahwahasil pre test tentang tingkat pengetahuan responden mengenai post natal exercises dalam mengatasimiksi dan defekasi didapatkan sebesar 6 responden (30%) mengerti tentang masalah miksi dandefekasi pada masa nifas sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 18 responden (90%) yangmengerti tentang masalah miksi dan defekasi pada masa nifas.
OPTIMALISASI POLA ASUH ANAK DENGAN HYPNOPARENTING DI WONOKROMO SURABAYA
SST,M.Kes, Annif Munjidah;
S. Kep. Ns., M. Kes, Nur Hidaayah
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (79.004 KB)
Salah satu akar dari permasalahan anak yang ditemukan berasal dari pola pengasuhan.Menyambut hari anak Nasional (HAN ) pemerintah menghimbau agar ada upaya optimalisasipada pengasuhan anak terkait tumbuh kembang, kesejahteraan dan perlindungan. Fenomenayang ditemukan penulis di Wonokromo saat melakukan penelitian pada bulan Maret-Mei2018 tentang pijat Tui Na untuk mengatasi masalah gizi, ternyata sebagian besar balitamenangis dan menolak saat dilakukan pemijatan bahkan saat pemijatan dilakukan oleh ibunyasendiri. Dari fenomena tersebut penulis berupaya mencarikan solusi dengan memberikanpenyuluhan terkait pola asuh menggunakan hypno, Kegiatan pengabdian pada masyarakat inidilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam menerapkanhypnoparentingMetode yang dilakukan adalah mengadakan penyuluhan, demonstrasi pada ibu balita diposyandu RW 3Wonokromo Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan jangka waktu 1,5bulan dimulai 2 Mei 2018 sampai dengan 25 Juni 2018.Hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan yang telahdipublikasikan di jurnal, peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang hypnoparentingdalam pola asuh anak.
PEMBENTUKAN KADER RAPID SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF (DIABETES MELLITUS) DI KELURAHAN WONOROMO SURABAYA
-, UMDATUS SOLEHA;
-, SITI NURJANAH
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.897 KB)
Degenerative diseases can occur to anyone, either because of age and poor lifestyle. Degenerativediseases suffered by many people include hypertension, coronary heart disease, diabetes mellitus,osteoarthritis, osteoporosis etc. Community service activities undertaken in Wonokromo VillageSurabaya has the aim of increasing the role of the community in preventing the occurrence ofdegenerative diseases through the establishment of "RAPID" Cadre for the community. Through theRAPID Cadre, the community will have adequate knowledge, be able to be positive and have positivebehaviors in health care. Through community service activities formed RAPID Cadre, where this cadrewill actively play a role in the prevention of various degenerative diseases that can be suffered bysociety. The establishment of this cadre begins by debriefing the cadre about the knowledgepreviously pre-tested. Demonstration of the cadres with adequate knowledge, is expected to be ableto become educators or community counselors in improving their health and prevent variousdegenerative diseases. The presence of RAPID Cadres can help to improve prevention and healthpromotion.
PEMERIKSAAN KESEHATAN KADAR GULA DARAH SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF KESEHATAN MASYARAKAT DUSUN SUREN DESA BLULUK LAMONGAN
Setiawan, Arif Helmi;
Bistara, Dhifran Nobel
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 2 (2018): December
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.708 KB)
Latar belakang : Penyakit diabetes mellitus saat ini banyak dikaitkan dengan perubahan polahidup, status sosial ekonomi dan faktor keturunan. namun dalam beberapa dekade terakhir inikurang gizi pada usia dini yang kronis sebagai penyebab terjadinya berbagai penyakit kronistermasuk penyakit diabetes mellitus, penyakit jantung dan hipertensi. Tujuan :Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkatkesehatan masyarakat dusun Suren Bluluk melalui pemeriksaan kadar gula darah dan konsultasikesehatan sebagai upaya promotif dan preventif. Metode : Metode yang dilakukan adalah memberikan pelayanan kesehatan berupa melaluipemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah serta konsultasi kesehatan dengan tahapan prakegiatan, kegiatan inti dan post kegiatan.. Hasil : Hasil pemeriksaan dan konsultasi kesehatan terhadap 145 patisipann masyarakat dusunSuren desa Bluluk dan sekitarnya didapatkan karakteristik jenis kelamin terbanyak yang hadir87 orang (60%) laki-laki, dengan usia masyarakat yang hadir terbanyak 88 orang (61%) berusia41-59 tahun dengan domisili sebagian besar berasal dari dusun Suren desa Bluluk Lamongansebanyak 63 orang (43%). sedangkan hasil skrining pemeriksaan kesehatan ditemukan 51 orang(35%) dikategorikan pra hipertensi dan 80 orang (55%) kadar gula darah acak bukan diabetes. Kesimpulan : Peningkatan status kesehatan masyarakat secara optimal dilakukan denganmeningkatkan pemahaman tentang penyakit, kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat dankemudahan akses layanan kesehatan.
Pemeriksaan Kesehatan Tentang Gula Darah Dan Tekanan Darah Sebagai Peningkatan Kualitas Kesehatan
Bistara, Difran Nobel;
Hatmanti, Nety Mawarada
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.27 KB)
Pembangunan kesehatan Indonesia diarahkan guna mencapai pemecahan masalah kesehatan untukhidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Masalahkesehatan dapat dipengaruhi oleh pola hidup, pola makan, lingkunga kerja, olahraga dan stress. Perubahangaya hidup terutama di kota-kota besar menyebabkan meningkatnya prevalensi penyakit (Waspadji dkk,2015). Pada kondisi-kondisi tertentu pemeriksaan glukosa darah dan tekanan darah menjadi sangat pentinguntuk dilakukan dengan segera. Misalnya saja pada pasien dengan kondisi kritis, dimana gula darah dantekanan darah pasien dapat dengan cepat berubah akibat stress maupun medikasi. Pada pasien-pasientersebut dibutuhkan analisis glukosa yang cepat untuk mempertahankankan kontrol glikemik yang ketat(Holtzinger et al., 2013).Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Masjid Ahmad Yani Surabaya didapat data yang menyimpangterkait dengan pola makan dan pola hidup di masyarakat sekitar masjid. Hasil observasi dan wawancarapada jamaah masjid dan warga sekitar masjid menyatakan bahwa banyak warga dan jamaah masjid tidakmengetahui tanda-tanda gejala semisal kencing manis, kolesterol dan asam urat. Permasalah yang seringdiderita menurut wawancara adalah hipertensi, asam urat, parkinson, kanker payudara, asma dll.Berdasarkan analisis situasi yang didukung dalam hasil pengkajian dari salah satu pengurus MasjidAhmad Yani Surabaya bahwa di masjid tersebut belum pernah dilakukan pengontrolan dan pengecekangula darah, asam urat dll. Maka kami sebagai tim berencana untuk memberikan pengetahuan danmengajarkan Pola Hidup yang baik dan Sehat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatanjamaah masjid dan warga sekitar masjid yang ada di Masjid Ahmad Yani Surabaya sehingga menurunkanterjadinya berbagai macam penyakit yang ada di masjid dan masyakarat sekitarnya.Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini berupa intervensi pendidikan kesehatanberupa pengecekan gula darah.
Self Management Support Program pada penderita Diabetes dengan pendekatan Diabetes Support Group di RSI Surabaya
Noventi, Iis;
Khafid, Muhamad
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.144 KB)
Pasien dengan diabetes yang lama sangat beresiko terjadinya komplikasi apalagikurangnya pengetahuan dan ketrampilan dalam pencegahan dan penatalaksanaan polahidup sehat yang akan semakin memperparah kondisi. Tujuan dari pengabdianmasyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan komplikasidiabetes mellitus di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Surabaya. Metode yang digunakan adalah Pertama, penyuluhan tentang pengetahuan untuk mengenali faktorresiko dan pencegahan secara dini terjadinya komplikasi. Kedua, Self ManagementSupport Program dengan pendekatan Diabetes Support Group merupakan tindakanlanjutan setelah melalui proses edukasi, pasien diberikan ketrampilan dan pengetahuanagar bisa secara mandiri melakukan penatalaksanaan terhadap penyakit yangdideritanya dengan lebih konsisten melalui pembentukan kelompok diskusi yang salingmendukung Ketiga, keluarga sebagai support system bisa bersama – sama dengan pasiendan edukator untuk membuat program secara mandiri dalam penatalaksanaanpenanganan penyakitnya di rumah.Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat terutama penderitadiabetes dan keluarga sebagai support system dapat mengetahui dan memahami tentangpendeteksian gejala awal dan pencegahan komplikasi secara dini serta menambahketrampilan pengetahuan penatalaksanaan untuk pencegahan dan mengaplikasikanpemberian insulin, perawatan kaki, senam untuk diabetisi, pertolongan pertama saatterdapat gejala hipoglikemia sebelum di bawa ke sarana pelayanan kesehatan atauRumah Sakit. Dengan di adakan kelas edukasi ini para diabetisi bisa saling support, salingberbagi pengalaman, dan para diabetisi bisa berdiskusi tentang program yang dibutuhkan untuk bersama – sama dengan edukator menentukan fitur kegiatan sampaidengan para diabetisi paham dan bisa mengambil keputusan dan menangani bila terjadikeluhan dan pencegahannya.
PERILAKU KEBERSIHAN DIRI DALAM MENCEGAH PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN AMANATUL UMMAH SURABAYA
Wijayanti, Lono;
-, Rusdianingseh
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (32.451 KB)
Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di pondok pesantren. Merekamenganggap kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dantidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit, daribeberapa penyakit kulit seperti skabies paling sering diakibatkan dari perilakuyang tidak sehat. Di indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslimterbanyak di dunia, terdapat 14.798 pondok pesantren dengan prevalensi skabiescukup tinggi (Depkes, 2007). Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdianmasyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidupbersih dan pencegahan penyakit skabies di Pondok Pesantren Amanatul Ummah.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Surabaya.Metode yang dilakukan adalah mengukur pemahaman santri tentangpenularan penyakit kulit Skabies, serta memberikan penyuluhan mengenaipemahaman santri tentang perilaku hidup bersih dan penyakit skabies. Penyuluhanmenggunakan metode ceramah dan tanya jawab.Tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre testberupa kuisioner yang akan diisi oleh responden untuk mengetahui tingkatpengetahuan responden mengenai perilaku hidup bersih dan tentang penyakitskabies. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan. Sedangkat untukmengetahui peningkatan pengetahuan responden mengenai pemahaman hidupbersih dan tentang penyakit skabies dengan membandingkan hasil post tes yangtelah diisi oleh responden setelah penyuluhanBerdasarkan hasil pretest dan postest terhadap 58 responden, didapatkanhasil pre test sebanyak 18 responden (31 %) tahu tentang pengetahuan perilakuhidup bersih. Sedangkan berdasarkan hasil post test yang mengetahui mengenaiperilaku hidup bersih sebanyak 52 responden (90 %)Tingkat pengetahuan responden mengenai penyakit skabies sebanyak 58responden, dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang responden yangmengetahui mengenai penyakit penyakit skabies sebanyak 9 responden (16%).Sedangkan berdasarkan hasil post test sebanyak 50 responden (86 %).