cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2024)" : 7 Documents clear
Analisa Kinerja Rantai Pasok: Studi Kasus Keberhasilan Pemenuhan Kebutuhan Vaksin di Industri Farmasi XYZ Charlie, Vandie; Sriwidodo, Sriwidodo; Roestan, Mas Rahman; Nurrasjid, Evi Sylvia; Kustiyawan, Iwa
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.53408

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas industri farmasi XYZ dalam memenuhipermintaan fasilitas kesehatan selama tahun 2023. Latar belakang penelitiandidasarkan pada kebutuhan akan perencanaan produksi vaksin yang tepat guna danefisien untuk mengatasi fluktuasi permintaan. Metode produksi melibatkan data forecastfasilitas kesehatan untuk mengarahkan rencana produksi dengan mempertimbangkanlead time yang bervariasi berdasarkan jenis vaksin. Strategi produksi untuk pemenuhanpermintaan mencapai persentase yang tinggi dengan rata-rata sebesar 92%mencerminkan kemampuan industri XYZ dalam menjaga ketersediaan vaksin secarakonsisten. Strategi perencanaan produksi yang efektif juga terlihat dalam penanganankekurangan produk dengan mengalokasikan stok dari bulan sebelumnya atau menundapengiriman ke bulan berikutnya. Kesimpulannya, industri XYZ berhasil menghadapitantangan produksi vaksin dengan baik, menunjukkan komitmen dalam memenuhikebutuhan fasilitas kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Implementasi Manajemen Risiko pada Cold Room Penyimpanan Bahan Baku Produk Biologi Farmasi Sebagai Langkah Penjaminan Kualitas Sulaeman, Luthfi Ihsan; Roestan, Mas Rahman; Nurrasjid, Evi Sylvia; Kustiyawan, Iwa
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.53415

Abstract

Sebagai langkah awal penjaminan kualitas produk biologi farmasi, salah satu fokusutama adalah menjaga stabilitas bahan baku sejak proses penyimpanan. Suhu menjadiparameter lingkungan kritis yang berpotensi memengaruhi kualitas, sehingga kondisipenyimpanan dari mulai bahan baku harus dipastikan sesuai spesifikasi. Sebagai upayamitigasi risiko, sangat esensial untuk menilai dan mengevaluasi kesesuaian suhupenyimpanan bahan baku produk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memastikankeberlanjutan kualitas bahan baku dan menilai risiko selama periode penyimpananbahan baku pada cold room. Penelitian ini dilakukan dengan menempatkan sensorsuhu secara representatif di berbagai area cold room I (CR I) penyimpanan bahan bakusuhu beku -20°C dengan toleransi (-10°C sampai -25°C) dan cold room II (CR II)penyimpanan suhu dingin (2°C sampai 8°C). Pengukuran suhu dilakukan sepanjang hariselama satu bulan, dan data hasil pengukuran dicatat menggunakan sistem pencatatanterintegrasi untuk melihat tren perubahan suhu pada cold room sebagai pertimbanganevaluasi penilaian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren suhu pada CR Iterkesan fluktuatif di antara -24,9°C sampai dengan -13,3°C dikarenakan adanyakegiatan defrost. Sedangkan pada CR II terjadi penurunan suhu dari 4,2°C menuju 2,1°Cdikarenakan terjadi penumpukan embun beku. Meskipun demikian berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan kondisi suhu penyimpanan pada CR I dan CR II masihsesuai dengan rentang spesifikasi. Akan tetapi, diperlukan kajian mengenai carapengendalian kestabilan suhu yang optimal seperti optimasi metode defrost kombinasikipas dan kompresor, penerapan sistem dual fan, dan Pemantauan suhu real timedengan sistem sensor terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk mencegah risiko.
Formulasi Sediaan Lip cream dari Ekstrak Bunga Kembang Sepatu ( Hibiscus rosa sinensis L.) Sebagai Zat Warna Alami Soyata, Amelia; Hodijah, Siti; Suhendri, Martin
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.51674

Abstract

Lip Cream ialah pewarna bibir yang dibuat dengan bentuk semi padat dengan warna menarik. Bahan alam dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lipcream, salah satunya bunga kembang sepatu. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) menjadi sediaan lip cream. Jenis penelitian digunakan ialah penelitian kuantitatif dimana dilaksanakan dengan eksperimental menggunakan ekstrak, formulasi sediaan, dan pemeriksaan fisik sediaan. Dari hasil penelitian dimana sudah dilaksanakan pembuatan Formulasi Lip Cream dari Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosasinensis L.) bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami dengan konsentrasi 10% berwarna ungu muda, konsentrasi 15% berwarna ungu tua dan lip cream dengan konsentrasi 20% menghasilkan warna merah maron keunguan. Dapat disimpulkan bahwa Ekstrak Bunga Kembang Sepatu menghasilkan warna merah maron keunguan. Selanjutnya, pengujian organoleptik sediaan Lip Cream bermaksud menggambarkan warna, aroma serta tekstur melalui panca indera. Dari tabel, hasil pemeriksaan organoleptik 4 sediaan. Lip Cream dengan Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) memperlihatkan sediaan Lip Cream mempunyai aroma Vanilla. Dimana warna dihasilkan dari F0 ialah putih, F1 ialah ungu muda dengan tekstur yang halus, F2 ialah ungu tua serta warna untuk F3 ialah merah maron keunguan bertekstur halus. Dimana hasil diperoleh sama dengan ekstrak Hibiscus rosa sinensis L pada F3, yaitu merah maron keunguan. Pada tes uji iritasi sediaan lip cream menggunakan kelinci albino mengakibatkan iritasi eritema yang hampir tidak terlihat. Dan untuk uji hedonik sediaan lip cream yang paling disukai penelis adalah formulasi (F3) dengan persentase 76,67%. 
Formulasi dan Evaluasi Granul Instan Ekstrak Etanol Daun Kenikir (Cosmos caudatus) sebagai Antioksidan Pratama, Reza; Pahlevi, Muhamad Reza; Santoso, Rahmat; Rafli, Tri Muhamad
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.53782

Abstract

Meningkatnya polusi udara dapat menyebabkan masyarakat rentan akan terpaparnya penyakit yang diakibatkan oleh paparan dari radikal bebas. Radikal bebas adalah senyawa elektron atau atom yang tidak memiliki pasangan, oleh sebab itu diperlukan senyawa yang bisa menangkal radikal bebas yaitu antioksidan. Antioksidan adalah senyawa inhibitor yang berfungsi salah satunya yaitu melindungi sel dari serangan radikal bebas dengan cara mendonorkan atau menerima salah satu elektron dari radikal bebas. Daun kenikir adalah tumbuhan yang secara empiris sering digunakan sebagai sayuran yang berpotensi memiliki khasiat antioksidan. Penelitian ini ingin menghasilkan suatu formula pada sediaan granul instan menggunakan ekstrak etanol pada daun kenikir dengan yang memenuhi syarat fisik dan memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan memformulasikan ekstrak dengan eksipien pengikat, pengisi, peningkat kelarutan dan pemanis. Penelitian ini dilakukan di lab farmasetik Universitas Bhakti Kencana. Hasil dari evaluasi sediaan granul instan dari ekstrak daun kenikir menunjukan semua formula memenuhi syarat uji fisik granul. Hasil pada uji kualitatif menggunakan plat KLT menunjukan hasil positif antioksidan pada ekstrak dan sediaan granul instan dengan timbulnya bercak kuning setelah di semprot DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazy). Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun kenikir dengan nilai IC50 yaitu 50,98 μg/mL, sediaan granul dengan pengikat PVP sebesar 58,54 μg/mL dan sediaan granul dengan pengikat CMC sebesar 59,59 μg/mL. Dimana hasil tersebut termasuk kedalam nilai IC50 dengan kategori kuat. 
Formulasi dan Uji Fisik Sediaan Spray Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Pohpohan (Pilea Trinervia) Sirait, Septilina Melati; Nurdiansyah, Adi; Octafiani, Nurrahma; Nahya, Nahya; Sauqi, Dimas Rizky
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.52600

Abstract

Pada umumnya, sediaan handsanitizer sering dibuat dalam bentuk sediaan spray agar lebih efektif menyerap ke kulit. Sediaan handsanitizer dari bahan tanaman menjadi salah salah satu trend formulasi sekarang ini. Indonesia memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi, namun tak hanya untuk dikonsumsi, banyak juga yang dapat dijadikan sebagai obat untuk penyembuhan penyakit salah satunya adalah daun pohpohan. Daun pohpohan (Pilea trinervia) merupakan bagian dari tanaman yang digunakan sebagai lalapan karena mempunyai cita rasa yang khas. Namun, daun pohpohan diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Daun pohpohan merupakan salah satu dari keanekaragaman hayati yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sediaan handsanitizer. Ekstrak daun pohpohan diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, tannin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sediaan hand sanitizer dari ekstrak daun pohpohan. Ekstraksi terhadap serbuk kering dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan heksan, etil asetat dan metanol. Sediaan akan diformulasikan dalam bentuk spray hand sanitizer. Spray hand sanitizer dibuat dengan zat aktif ekstrak daun pohpohan dengan penambahan gliserin untuk membantu memudahkan alkohol untuk dioleskan ke kulit dan juga berfungsi sebagai pelembab pada kulit tangan.  Bahan – bahan yang digunakan yaitu antara lain gliserin, tween 80, natrium benzoate, mentol dan peppermint oil. Uji fisik yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji pH dan uji viskositas. Uji organoleptik menunjukkan sediaan berwarna hijau muda keruh dan berbau mint khas daun poh -pohan, pH yang dihasilkan yaitu 4,5 dan uji viskositas yaitu 3 cPs. Hasil pengujian menyatakan bahwa pengujian fisik telah memenuhi syarat untuk menghasilkan sediaan spray handsanitizer yang baik. 
Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Tiga Jenis Simplisia Jahe (Gajah, Emprit, Merah) untuk Pengobatan Tradisional Chinese Medicine (TCM) Maisyah, Aini; Jafar, Garnadi; Khiong, Tjia Khie
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.54494

Abstract

Jahe merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Rimpang jahe diketahui mempunyai banyak khasiatnya terhadap kesehatan. Jahe sering dijumpai dalam racikan  pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM). Hal ini ada kaitannya dengan kandungan antioksidan pada jahe. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan pada simplisia tiga jenis simplisia jahe (gajah, emprit, merah). Metode Tiga jahe diberikan perlakuan yaitu sortasi basah dan kering, pembuatan simplisia, karakterisasi simplisia, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil rendemen simplisia tiga jahe (gajah 19,00%, emprit 15,26%,  merah 12,61%), pengujian  kadar air simplisia dari tiga jahe (gajah 7,315 %, emprit 7,439%,  merah 8,576 %) selanjutnya pada penentuan uji aktivitas antioksidan jahe gajah 77,03%, jahe emprit 61,91%, jahe merah 67,94%. aktivitas Aktivitas antioksidan dari ketiga jahe  dengan metode DPPH  menunjukkan nilai inhibitory concentration (IC50 ) mempunyai kategori kuat yaitu ada diantara 50-100 µg/ml.
Pengujian Kelembapan Produk Pelembap “X” Menggunakan Metode Konduktansi Listrik Dengan Instrumentasi Corneometer CM 825 Rizaldi, Fiqri Taufiq; Wardhana, Yoga Windhu
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.53249

Abstract

Produk pelembap bibir digunakan sehari-hari untuk melindungi serta menjaga kelembapan bibir mulai dari sinar matahari, cuaca buruk hingga suhu ruangan dingin. Sebagai sebuah produk kosmetika pelembap bibir memiliki klaim yang bervariatif, termasuk kemampuan menjaga tingkat hidrasi yang dapat menjadi nilai jual suatu produk. Sebuah metode uji diperlukan untuk mengetahui pengukuran dari perubahan tingkat hidrasi secara signifikan, sehingga dapat menjadi pertimbangan penggunaan produk pelembap salah satunya pelembap bibir. Saat ini tersedia berbagai metode pengukuran tingkat hidrasi dengan berbagai tingkat akurasi serta luaran dari pengujian. Corneometer CM 825 dianggap memiliki tingkat akurasi yang baik karena dapat mengukur secara spesifik pada stratum corneum serta menjadi standar pengujian hidrasi hingga saat ini dibandingkan dengan metode pengukuran lain di pasaran. Pada pengujian kali ini ditujukan untuk mengetahui tingkat hidrasi dari pengaplikasian produk pelembap bibir “X” dengan menggunakan instrumentasi Corneometer CM 825 yang memanfaatkan konduktansi listrik. Dilakukan pengujian produk yang diaplikasikan pada bibir kemudian diamati mulai dari sebelum pemakaian (T0), 15 menit (T15M), 2 jam (T2H), 3 jam(T3H) hingga 5 jam (T5H) setelah pengaplikasian yang dilakukan dengan desain single blind study pada 21 orang subjek wanita rentang usia 21-33 tahun. Digunakan metode statistik One Way Anova dengan tingkat kepercayaan hingga 95%, hasil penelitian menunjukan P<0,05 yang menandakan bahwa secara signifikan pengaplikasian produk pelembap bibir “X” mampu menahan kelembapan bibir hingga 5 jam yang dibandingkan dengan sebelum pemakaian (T0).

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue