cover
Contact Name
Arman Rifat Lette
Contact Email
lette.arman@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
vinsenmaking@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
ISSN : 26214091     EISSN : 25809784     DOI : -
Core Subject : Health,
CHMK NURSING SCIENTIFIK JOURNAL memuat naskah ilmiah hasil penelitian atau hasil pemikiran dalam bidang keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
GAMBARAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS DENGAN PENDEKATAN TEORI MODEL PROMOSI KESEHATAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN ANGKATAN VIII STIKes CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG emanuel watorasak
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.381 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v2i2.287

Abstract

Abstrak: Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan suatu penyakit yang menular Penyakit HIV ditularkan melalui Hubungan seksual dengan bergonta ganti pasangan ,Ibu dan bayinya, darah dan produk darah yang tercemar  HIV/AIDS, Pemakaian alat kesehatan yang tidak steril. Untuk kasus HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur jumlah penderita dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dimana pada tahun 2013 terdapat 178 kasus, tahun 2014 sebanyak 219 kasus pada tahun 2015 meningkat drastis menjadi 744 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana  gambaran perilaku pencehagan HIV/AIDS dengan pendekatan teori model promosi kesehatan pada mahasiswa keperawatan dan kebidanan  angkatan VIII STIKes CHMK. Desian penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan teori health promotion model. Populasi dalam penelitian ini adalah 275 responden. Sampel yang diambil sebanyak 175 responden dengan menggunakan random sampling.  Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku pencegahan responden untuk faktor interpersonal baik (96%), faktor situasional baik (98%), faktor komitmen baik (97%) dan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada responden baik (99%). Saran peneliti agar pembaca bisa mempraktikkan perilaku pencegahan HIV dalam kesehariannya.Kata Kunci: Perilaku pencegahan HIV/AIDS, Teori model promosi kesehatan
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK PRASEKOLAH Violita Siska Mutiara
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 2 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.669 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v1i2.293

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik anak pra sekolah di PAUD X Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orangtua balita dikelas B2, B4 dan B5 di PAUD X sebanyak 66 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer dengan kuesioner pola asuh yang diberikan kepada orang tua untuk diisi sesuai pola asuh yang dilakukan sehari-hari, sedangkan pengumpulan data perkembangan motorik dilakukan dengan observasi langsung menggunakan formulir Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan: (1) Dari 66 responden, terdapat 51,5% yang menerapkan pola asuh demokratis; (2) Dari 66 responden, terdapat 74,2% anak perkembangan motoriknya dalam kategori normal dan (3) Diketahui terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik anak di PAUD X Kota Bengkulu dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan pada pihak sekolah untuk dapat memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan motorik anak dan dapat meningkatkan pengetahuan orangtua dengan melakukan seminar atau penyuluhan serta pembagian selebaran (leaflet) tentang dampak pola asuh yang kurang baik terhadap perkembangan motorik anak, sehingga orangtua dapat merubah pola asuh yang diberikan pada anak sesuai dengan pola asuh yang dianjurkan. Kata kunci : Pola Asuh, Perkembangan Motorik
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI BALITA YANG BERKUNJUNG KE PUSKESMAS RIMBO KEDUI KABUPATEN SELUMA Nurul Khairani
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 2 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.617 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v1i2.294

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan status sosial ekonomi keluarga dengan status gizi balita yang berkunjung ke Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma.Jenis penelitian ini adalah Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita yang berkunjung ke Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma pada bulan Januari-April 2017 berjumlah 162 orang dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Jumlah  sampel  yang digunakan sebanyak 62 orang ibu. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji  statistikChi-Square(χ2) melalui Program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 62 orang ibu yang memiliki balita terdapat 52 ibu (83,9%) yang memiliki balita dengan status gizi baik, terdapat 32 ibu (51,6%) berpengetahuan baik dan terdapat 31 ibu (50,0%) dengan status sosial ekonomi keluarga sejahtera. Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita yang berkunjung ke Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma dengan kategori hubungan sedang, ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi keluarga dengan status gizi balita yang berkunjung ke Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan kepada pihak Puskesmas agar lebih meningkatkan kegiatan seperti penyuluhan dan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang status gizi balita terutama pada kasus gizi buruk dan gizi kurang. Kata kunci:pengetahuan ibu, status sosial ekonomi, status gizi balita  
OPTIMALISASI PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING TERSTRUKTUR DAN TERINTEGRASI Petrus Kanisius Siga Tage
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 1 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.245 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v2i1.334

Abstract

ABSTRAK Implementasi mengenai discharge planning merupakan kebijakan yang utuh, terintegrasi, dan berkelanjutan sejak pasien masuk rumah sakit, dirawat, serta sampai pasien berada dirumah dan benar-benar tidak membutuhkan perawatan. Tujuan dari penulisan adalah untuk melakukan analisis implementasi discharge planning di Rumah Sakit Umum X Kota Depok. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan pilot study yang dilaksanakan dari analisis situasi, pembuatan plan of action, implementasi, evaluasi dan analisis gap dengan menggunakan literature review. Analisis masalah dilakukan melalui diagram fish bone dan analisis prioritas masalah dilakukan dengan menggunakan analisis CARL. Masalah utama adalah belum optimalnya pelaksanaan discharge planning yang terstruktur dan terintegrasi. Implementasi dilaksanakan dengan pendekatan pilot study. Implementasi yang dilakukan adalah pembuatan panduan dan format discharge planning, sosiliasi, uji coba panduan dan format discharge planning, serta evaluasi. Hasil uji coba didapatkan bahwa perawat telah melakukan discharge planning terstruktur dan terintegrasi dengan capaian sebesar 92% berdasarkan pengisian format yang ada. Diperlukan rencana tindak lanjut dari pihak manajemen Rumah Sakit Umum X di Kota Depok untuk menerapkan pelaksanaan discharge planning terstruktur dan terintegrasi. Kata kunci: discharge planning, keperawatan ABSTRACT Implementation of discharge planning is a complete, integrated, and sustainable policy since the patient is admitted to hospital, treated, and until the patient is at home and really does not need treatment. The purpose of writing is to conduct analysis of discharge planning implementation at the Regional General Hospital X in Depok City. The methodology used is pilot study approach which is carried out from situation analysis, plan of action plan, implementation, evaluation and gap analysis by using literature review. Problem analysis was done through fish bone diagram and problem priority analysis was done by using CARL analysis. The main problem is the not yet optimal implementation of structured and integrated discharge planning. Implementation is done by pilot study approach. Implementation is the making of guidance and format of discharge planning, sociation, pilot study and format of discharge planning, and evaluation. The result of the experiment shows that the nurse has done structural and integrated discharge planning with achievement 92% based on the filling of the existing format. A follow-up plan from the management of X General Hospital in Depok City is required to implement a structured and integrated discharge planning. Keywords: discharge planning, nursing DAFTAR PUSTAKA Langhorne, P., Jepsen, B. G., & Larsen, T. (2014). Early home-supported discharge after stroke: a brief report on the practical implementation. International Journal of Rehabilitation Research, 37(2), 192-194. Joint Commission International. (2017). Accreditation Standards For Hospitals, 6th Edition. Diunduh dari https://www.jointcommissioninternational.org/assets/3/7/JCI_Standards_Only_6th_Ed_Hospital.pdf . (2017). Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1. Diunduh dari: http://www.pdpersi.co.id/kanalpersi/manajemen_mutu/data/snars_edisi1.pdf (2012). Instrumen Akreditasi Rumah Sakit Standar Akreditasi Versi 2012 Nordmark, S., Zingmark, K., & Lindberg, I. (2016). Process evaluation of discharge planning implementation in healthcare using normalization process theory. BMC medical informatics and decision making, 16(1), 1. Alper, E., O’Malley, T. A., Greenwald, J., Aronson, M. D., & Park, L. (2015). Hospital discharge and readmission. UpToDate website: Available at: http://www. uptodate. com/contents/hospital-discharge-and-readmission. Accessed August, 14. Yam, C. H., Wong, E. L., Cheung, A. W., Chan, F. W., Wong, F. Y., & Yeoh, E. K. (2012). Framework and components for effective discharge planning system: a delphi methodology. BMC health services research, 12(1), 396. Meyers, L. (2017). The Effectiveness of Discharge Planning in Mental Health: An Integrative Review of Literature. Hunter, T., & Birmingham, J. (2013). Preventing readmissions through comprehensive discharge planning. Professional case management, 18(2), 56-63. Wickramasinghe, N., Kent, B., Moghimi, F. H., Stien, M., Nguyen, L., Redley, B., ... & Botti, M. (2014). Using technology solutions to streamline healthcare processes for nursing: the case of an Intelligent Operational Planning Support Tool (IOPST) solution. In Lean Thinking for Healthcare (pp. 405-430). Springer New York. Horwitz, L. I. (2017). Self-care after hospital discharge: knowledge is not enough. Lancaster, G. A., Dodd, S., & Williamson, P. R. (2004). Design and analysis of pilot studies: recommendations for good practice. Journal of evaluation in clinical practice, 10(2), 307-312. Thabane, L., Ma, J., Chu, R., Cheng, J., Ismaila, A., Rios, L. P., ... & Goldsmith, C. H. (2010). A tutorial on pilot studies: the what, why and how. BMC medical research methodology, 10(1), 1.g Anne Lacey, E. (1994). Research utilization in nursing practice—a pilot study. Journal of advanced nursing, 19(5), 987-995. Bose, T. K. (2012). Application of fishbone analysis for evaluating supply chain and business process-a case study on the St James Hospital. International Journal of Managing Value and Supply Chains (IJMVSC), 3(2), 17-24. Arian, M., Mortazavi, H., TabatabaiChehr, M., Navipour, H., & Vanaki, Z. (2016). Institutionalizing the educational role of nurses by Deming cycle (PDCA). Quarterly Journal of Nursing Management, 4(4), 45-57. Zurlo, A., & Zuliani, G. (2018). Management of care transition and hospital discharge. Aging clinical and experimental research, 1-8. Lowthian, J. A., McGinnes, R. A., Brand, C. A., Barker, A. L., & Cameron, P. A. (2015). Discharging older patients from the emergency department effectively: a systematic review and meta-analysis. Age and ageing, 44(5), 761-770. Arendts, G., MacKenzie, J., & Lee, J. K. (2006). Discharge planning and patient satisfaction in an emergency short‐stay unit. Emergency Medicine Australasia, 18(1), 7-14. Cajanding, R. J. (2017). Effects of a structured discharge planning program on perceived functional status, cardiac self-efficacy, patient satisfaction, and unexpected hospital revisits among filipino cardiac patients: a randomized controlled study. Journal of Cardiovascular Nursing, 32(1), 67-77. Majothi, S., Jolly, K., Heneghan, N. R., Price, M. J., Riley, R. D., Turner, A. M., ... & Fitzmaurice, D. A. (2015). Supported self-management for patients with COPD who have recently been discharged from hospital: a systematic review and meta-analysis. International journal of chronic obstructive pulmonary disease, 10, 853. Collins, S. P., Pang, P. S., Fonarow, G. C., Yancy, C. W., Bonow, R. O., & Gheorghiade, M. (2013). Is hospital admission for heart failure really necessary?: the role of the emergency department and observation unit in preventing hospitalization and rehospitalization. Journal of the American College of Cardiology, 61(2), 121-126. Hesselink, G., Zegers, M., Vernooij-Dassen, M., Barach, P., Kalkman, C., Flink, M., ... & Suñol, R. (2014). Improving patient discharge and reducing hospital readmissions by using Intervention Mapping. BMC health services research, 14, 389-389. Bailey, S., Wilson, G., & Yoong, W. (2015). What factors affect documentation by midwives? A prospective study assessing relationship between length of shift, workload and quality of note keeping. Midwifery, 31(8), 787-792. Wong, E. L., Yam, C. H., Cheung, A. W., Leung, M. C., Chan, F. W., Wong, F. Y., & Yeoh, E. K. (2011). Barriers to effective discharge planning: a qualitative study investigating the perspectives of frontline healthcare professionals. BMC health services research, 11(1), 24 Gonçalves‐Bradley, D. C., Lannin, N. A., Clemson, L. M., Cameron, I. D., & Shepperd, S. (2016). Discharge planning from hospital. The Cochrane Library. Jackson, C., Shahsahebi, M., Wedlake, T., & DuBard, C. A. (2015). Timeliness of outpatient follow-up: an evidence-based approach for planning after hospital discharge. The Annals of Family Medicine, 13(2), 115-122. Brooke, B. S., Stone, D. H., Cronenwett, J. L., Nolan, B., DeMartino, R. R., MacKenzie, T. A., ... & Goodney, P. P. (2014). Early primary care provider follow-up and readmission after high-risk surgery. JAMA surgery, 149(8), 821-828. Miyata, C., Arai, H., & Suga, S. (2015). Characteristics of the nurse manager’s recognition behavior and its relation to sense of coherence of staff nurses in Japan. Collegian, 22(1), 9–17. http://doi.org/10.1016/j.colegn.2013.10.004 MacLeod, L. (2012). A Broader View of Nursing Leadership: Rethinking Manager-Leader Functions. Nurse Leader, 10(3), 57–61. http://doi.org/10.1016/j.mnl.2011.10.003 Hariandja MTE (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta. Wexley, K. N., & Yukl, G. A. (1984). Organizational behavior and personnel psychology. Richard D. Irwin. Phillips, C. O., Wright, S. M., Kern, D. E., Singa, R. M., Shepperd, S., & Rubin, H. R. (2004). Comprehensive discharge planning with postdischarge support for older patients with congestive heart failure: a meta-analysis. Jama, 291(11), 1358-1367 Hager, J. S. (2010). Effects of a Discharge Planning Intervention on Perceived Readiness for Discharge.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MERAWAT BAYI DENGAN STATUS KESEHATAN BAYI POST PERAWATAN NICU DI RSUD W. Z. JOHANNES KUPANG Florentianus Tat
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 1 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.919 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v2i1.335

Abstract

Abstrak This study entitled the relationship between mother's knowledge level and mother's behavior in caring for infant health status of post-nursing baby NICU in Prof. Dr. W. Z. Johannes Hospital in Kupang-NTT, Indonesia, which is motivated by the still high morbidity and mortality of infants and children. Infant mortality can occur at home or in health facilities. Families especially mothers have an important role to prevent infant mortality and death including after treatment at NICU. The objectives of the study looked at the relationship between mother's knowledge level and mother's behavior in caring for infants on post-nurse health status of NICU "in RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Methods of quantitative research with cross-sectional approach, on 39 respondents of mothers who have children treated in NICU, data collection using questionnaires, analysis of dektriptif and simple linear regression. The majority of researches were age <20 and> 35 years (54%), elementary school education (46%). work of housewife (69%), baby is male (77%), infant weight enough category 2000 - 2500 gram (54%), length of day care category enough 3-6 days (54%), mother's knowledge in care of infants sufficient category (53%), mother's behavior in caring for good category baby (87%). The conclusions of maternal knowledge in treating infants after NICU care were categorized as good (53). Maternal behavior in caring for infants after NICU care is included in either category (87%). Infant health status in terms of infant weight after NICU treatment included in the category is quite good (2000 - 2500 grams). There is a significant relationship between knowledge and behavior of maternal care with infant health status in terms of infant weight (p = 0.000). *) Keywords: Knowledge, Behavior, infant health status. DAFTAR PUSTAKA Depkes RI. 2009. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008. Pusat Data Kesehatan: Jakarta. Dinas Kesehatan Kota Kupang. 2010. Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2013. Tersedia di web dinkes.kotakupang.web.id. diakses pada tanggal 23 Oktober 2015. Ekayanti Hafidah Ahmad,dkk. 2012. Faktor determinan status kesehatan bayi neonatal di Rskdia siti fatimah makassar. Jurnal KesMas UAD. Vol. 6, No. 3, September 2012 : 144-211. Diakses tanggal 23 Oktober 2015. Kuswanti, Ina. 2014. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Keterampilan Menyusui Pada Ibu Post Partum Ditinjau Dari Paritas. Jurnal Kesehatan “Samodra Ilmu” Vol. 05 No. 02 Juli 2014. Diakses tanggal 23 Oktober 2015. Asrining S., dkk, 2003, Perawatan Bayi Risiko Tinggi, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Arikunto, S. 2006. Prosedur Pnelitian: suatu Pendekatan Praktek. Edisi. Revisi VI. Rineka Cipta: Jakarta Bherman, Richard E, dkk. 1999. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Vol.1. EGC: Jakarta Meadow, Roy & Simon Newell. 2005. Lecture Notes Pediatrika: Edisi Ketujuh. Erlangga: Jakarta Suriadi & Rita Yuliani. 2010. Buku Pegangan Pediatric Klinik: Asuhan Keperawatan Pada Anak. Sagung seto: Jakarta Wong, Dona L. 2008. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatric. EGC: Jakarta
HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN STADIUM GAGAL GINJAL KRONIK PADA PASIEN DEWASA YANG BEROBAT DI UNIT HEMODIALISA RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU TAHUN 2017 Vike Pebri Giena
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 1 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.936 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v2i1.352

Abstract

Penelitian ini untuk mempelajari hubungan hipertensi dengan stadium gagal ginjal kronik pada pasien dewasa yang berobat di unit hemodialisa RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dewasa yang menderita gagal ginjal kronik di di unit hemodialisa RSUD dr. M. Yunus Bengkulu dari 22 Mei sampai 5 Juni 2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling yang didapatkan 33 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari dokumentasi pasien dewasa di unit hemodialisa RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Analisis data dalam penelitian ini adalah uji statistik menggunakan uji chi-square untuk mengetahui keeratan hubungannya digunakan uji Contingency Coeffisien (C) dan untuk mengetahui resikonya menggunakan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian di dapatkan dari 33 pasien, Sebanyak 17 pasien (51.5%) mengalami gagal ginjal kronik stadium I sedangkan 16 pasien (48.5%) mengalami gagal ginjal kronik stadium II. Sebanyak 20 pasien (60.6%) yang mengalami hipertensi sedangkan sebanyak 13 pasien ( 39.4%) yang tidak mengalami hipertensi. Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan stadium gagal ginjal kronik pada pasien dewasa yang berobat di unit hemodialisa RSUD dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2017 dengan kategori hubungan sedang. Responden dengan hipertensi memiliki resiko mengalami gagal ginjal kronik stadium 1 sebesar 7.7 kali lipat dibandingkan dengan kemungkinan mengalami stadium gagal ginjal kronik stadium 2. Diharapkan agar masyarakat dapat merubah pola hidup yang salah menjadi pola hidup sehat yang dilakukan sedini mungkin dan menambah pengetahuan kesehatan khususnya tentang penyakit hipertensi dan gagal ginjal kronik dari petugas kesehatan dan informasi kesehatan lainnya.
AKTIVITAS FISIK DAN KEJADIAN OBESITAS SENTRAL PADA WANITA DI KELURAHAN TANAH PATAHKOTA BENGKULU Nurul Khairani
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 1 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.789 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v2i1.354

Abstract

AKTIVITAS FISIK DAN KEJADIAN OBESITAS SENTRAL PADA WANITA DI KELURAHAN TANAH PATAHKOTA BENGKULU NurulKhairani,Santoso Ujang Effendi, Lara Wirda Utamy Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Tri Mandiri SaktiBengkulu Email :nrlkhairani@yahoo.com ABSTRAK Obesitassentral(obesitas abdominal) adalah kumpulan lemak abdominal berlebih yang terdapat di daerah abdomen. Obesitas sentral dapatmenyebabkangangguankesehatan, seperti Diabetes Mellitus tipe 2, Dislipidemia, penyakitKardiovaskular, Hipertensi, Kanker, Sleep apnea, danMetabolikSindrom. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuihubunganaktivitasfisikdengankejadianobesitassentralpadawanitausia 25-54 tahun di Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu. JenispenelitianiniadalahSurveyAnalitikdenganmenggunakandesainCross Sectional.Populasidalampenelitianiniadalahseluruhwanitausia 25-54 tahun yang berdomisilidi RT 02 Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu padabulan April 2017 yang diketahuiberjumlah 34 orang. TeknikpengambilansampelpadapenelitianinimenggunakanTotal Samplingdandiperolehsampelsebanyak 34 orangwanita.Pengumpulan data dalampenelitianmenggunakan data primer dan data sekunder.Data primer diperolehdaripengukuranlingkarpinggangdanwawancaralangsungdenganresponden. Teknikanalisis data dilakukandengananalisisunivariatdanbivariatdenganujistatistic Chi-Square(χ2) melalui program SPSS. Hasilpenelitiandidapatkan bahwa dari 34 orang wanitausia 25-54 tahun, terdapat 13 orang wanita (38,2%) yang melakukanaktivitasfisikringan, 19 orang wanita (55,9%) yang mengalamiobesitassentral, dan adahubungan yang signifikanantaraaktivitasfisikdengankejadianobesitassentral (p=0,039). Diharapkan bagi masyarakat terutama wanita untuk lebih meningkatkan aktivitas fisik agar terhindar dari obesitas sentral dan bagi pihakPuskesmasdapatlebihsering mengadakan program yang bersifat promotif dan preventif tentang pentingnya aktivitas fisik dan bahaya obesitas sentral. Kata Kunci: aktivitasfisik, obesitassentral, wanita ABSTRACT Central obesity (abdominal obesity)is a collection of abdominal fat excess in the abdominal area. Central obesity can cause health problems, such asDiabetes Mellitus type 2, Dyslipidemia, Cardiovascular disease, Hypertension, Cancer, Sleep Apnea, and Metabolic Syndrome. This study was aimed to know the relationship between physical activities with central obesity in women (25-54 years) in Tanah PatahVillage of Bengkulu. The type of studywas Analytical Survey and used Cross Sectional design. The population in this study was all women aged 25-54 years who lived in RT 02 Tanah PatahVillage of Bengkulu in April 2017 which amounted to 34 women. Sampling technique in this study was Total Sampling. The total of samplewas 34 women. The data collection in the study used primary data and secondary data. Primary data obtained from measurement of waist circumference and interview. Data analysis techniques wereunivariate and bivariate analysis with Chi-Square (χ2) through SPSS program. The results obtained that from of 34 women aged 25-54 years, there were 13 women (38.2%) who performed light physical activity, there were 19 women (55.9%) who had central obesity, and there was a significant relationship between physical activity with central obesity. It was expected for the peoples especially women to increase physical activity to avoid the danger of central obesity and for Public Health Center to conduct promotive and preventive programs about the importance of physical activity and the danger of central obesity more frequently. Keywords:centralobesity, physicalactivity, women DAFTAR PUSTAKA Kemenkes RI. (2015). Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta. Sudargo, T., Freitag, H., Rosiyani, et al. (2014). Pola Makandan Obesitas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Suiraoka, IP. (2012). Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuha Medika. (2014). Obesitas, Diabetes Mellitus, & Dislipidemia: Buku Ajar Ilmu Gizi . Jakarta: EGC. Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta. Kemenkes RI. (2009). Faktor Risiko Obesitas Sentral pada Orang Dewasa di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan DKI Jakarta. Bogor: Institut Pertanian Bogor. (2010). Asupan Energi dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Sentral Pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Ujung Pandang Baru Kecamatan Tallo Kota Makassar. Media Gizi Pangan. Tchernof, A., & Despres, JP. (2013). Pathophysiology of Human Visceral Obesity. Physiol Rev. Trisna, I., & Hamid, S. (2009). Faktor-faktor yang BerhubungandenganObesitasSentralpadaWanitaDewasa (30-50 Tahun) di KecamatanLubukSikapangTahun 2008. JurnalKesehatanMasyarakat, Maret-September 2009;03(2). Gibney, M. J., Margetts, B. M., Kearney, J. M., et al. (2009). GiziKesehatanMasyarakat. Jakarta: EGC (2007). Obesitas Sebagai Faktor Risiko Beberapa Penyakit. Jakarta: Pustaka Popular. Pujiati, S. (2010). Prevalensi dan Faktor Risiko Obesitas Sentral pada Penduduk Dewasa Kota dan Kabupaten Indonesia Tahun 2007. Depok: Tesis Fakultas Kesehatan Masyarakat UniversitasIndonesia. Auliyah, A. (2012). Hubungan Indeks Massa Tubuh, Persen Lemak Tubuh, Aktivitas Fisik, dan Faktor Lainnya dengan Obesitas Sentral pada Pegawai Satlantas dan Sumda di Polresta Tahun 2012. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia .
PENGARUH METODE CERAMAH DAN DEMONSTRASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN WANITA USIA SUBUR (WUS)MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)DI PUSKESMAS BAKUNASEKOTA KUPANG   Maria Lupita Nena Meo
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 1 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.419 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v2i1.355

Abstract

PENGARUH METODE CERAMAH DAN DEMONSTRASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN WANITA USIA SUBUR (WUS)MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)DI PUSKESMAS BAKUNASEKOTA KUPANG Rosydah Agusriami Idris Maria Lupita Nena Meo S.Kep.,Ns.,M.Kep Yulia M.K Letor S.Kep.,Ns.,MAN Prodi Ners Stikes Citra Husada Mandiri ABSTRAK Latar Belakang: Angka kejadian kanker payudara setiap tahunnya semakin meningkat, salah satu cara untuk mendeteksi lebih dini adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang efektif untuk dilakukan pada wanita usia subur (WUS). Fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini adalah kurangnya pengetahuan dan informasi tentang SADARI sehingga menyebabkan kanker payudara terdeteksi pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan WUS melakukan SADARI di Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Metode: Peneltian ini merupakan penulisan quasy eksperiment dengan menggunakan tehnik purposive sampling dengan sampel sebanyak 72 responden. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan checklist keterampilan SADARI, analisis data menggunakan uji statistik Man Whitney. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji man whitney didapatkan nilai r=0,000 dengan koefisien korelasi 0,05. yang artinya ada pengaruh metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan WUS melakukan SADARIdi Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Saran: Puskesmas Bakunase Kota Kupang agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan WUS melakukan SADARI melalui metode ceramah dan demonstrasi yang efektif. Kata Kunci: Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Wanita Usia Subur (WUS), Kanker Payudara ABSTRACT Background: The incidence of breast cancer each year was increased, one way to detect early was by breast self-examination (SADARI) which effective to be done on eligible women (WUS). The phenomenon that occurs in society today was the lack of knowledge and information about SADARI which caused breast cancer was detected at an advanced stage. The purpose of this study was to find the effect of lecture method and demonstration on knowledge and skills of WUS to do SADARI at Bakunase Public Health Center of Kupang City. Method: This study was quasy experiment writing used purposive sampling technique with 72 respondents. Instrumentation of data collection used knowledge questionnaire and check skill of SADARI, data analysis used Man Whitney statistical test. Result: Based on the results of statistical tests used whitney man test obtained r = 0,000 with a correlation coefficient of 0.05. which means that there was an influence of lecture method and demonstration on knowledge and skills of WUS doing SADARI at Bakunase Public Health Center of Kupang City. Suggestion: Bakunase Public Health Center of Kota Kupang in order to increase knowledge and skills of WUS to do SADARI through effectively lecture method and demonstration . Keywords: Breast Self-Examination (SADARI), Eligible Women (WUS), Breast Cancer
HUBUNGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN USIA LANSIA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANO, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR Maria Getrida Simon
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.405 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v2i2.371

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai angka harapan hidup yang tinggi, panjangnya harapan hidup masyarakat Indonesia akan menyebabkan peningkatan populasi lanjut usia (lansia) , semakin bertambah tuanya umur akan terjadi penurunan fungsi tubuh yang merupakan salah satu proses penuaan. Proses penuanan merupakan hal yang normal yang tidak bisa dihindari, ini merupakan hal alami yang dialami setiap manusia yang berusia diatas 60 tahun. Harapan setiap lansia, di usia tuanya para lansia tetap bisa hidup bahagia, damai dan bahagia menikmati masa pensiun bersama anak dan cucunya. Penelitian ini mengunakan desain penelitian deskriptif, penelitian ini mendiskusikan tentang kualitas hidup lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran kualitas hidup lansia yang dihubungakan dengan personal karakteristik lansia (Usia). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 lansia, dari posyandu wilayah kerja puskesmas Mano. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari 8 dimensi kualitas hidup lansia. Penelitian ini menggunakan uji statistik ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagaian besar domain kualitas hidup lansia tidak ada hubungan yang bermakna dengan karakteri usia lansia tapi ada dua domain yang berdasarkan hasil analisa statistik ada hubungan yang bermakna antara domain kesehatan dan domain kemandirian, pengendalian hidup dan kebeasan dengan usia lansia. Kata kunci: Kualitas Hidup, Lansia, Puskesmas Mano
STUDI FENOMENOLOGI: EKSPLORASI KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL PASIEN CA. MAMMAE DI RSUD PROF. DR. W.Z JOHANNES KUPANG Sr. Maria Laly
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.595 KB) | DOI: 10.37792/thenursing.v2i2.391

Abstract

ABSTRACT Self-esteem is an individual’s assessment, feelings and opinion, both positive and negative towards his/herself. Self-esteem is often disrupted by adolescent due to a changing self-concept. The factors that can influence adolescent self-esteem include age, gender, education, traumatic experiences and self-ideals. The purpose of this research was to determine the factors that influence adolescent self-esteem (ages 12-22 years). The method of research is descriptive; and data were collected by using questionnaires. The samples in this study were 66 respondents. Chosen of through total sampling. Based on the results of the Chi-Square test there was influence of the factors of age, sex, education, traumatic experiences and self-ideals to ward self-esteem with p-value<0,05. Most respondents (51.5%) had low self-esteem. The results of logistic regression analysis showed that the most dominant factors affecting self-esteem was self-ideals with p-value= 0.012 <0.25, with OR = 8.473 and C, I = 1.604-44.746. From the results of this study, it is expected that prison officials give more attention to psychological problems of inmates, recognize and carry out processing by offering mentoring, phycology assessment and spiritual guidance for youth by a psychiatrist priests based on inmates religion while in prison in order to improve and maintain high self-esteem. Keywords: Self-esteem, age, gender, educational, traumatic experiences, self-ideal