cover
Contact Name
Langgeng Prima Anggradinata
Contact Email
langgeng@unpak.ac.id
Phone
+62251-8338650
Journal Mail Official
jurnalsalaka@unpak.ac.id
Editorial Address
Jalan Pakuan No. 1, Tegallega, Kota Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia
Published by Universitas Pakuan
ISSN : -     EISSN : 2684821X     DOI : https://doi.org/10.33751/jurnal%20salaka
Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia adalah jurnal bahasa, sastra, dan budaya Indonesia yang memuat makalah, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian bahasa, sastra, dan budaya dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa. Jurnal Salaka: Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia menerbitkan hasil penelitian dengan berbagai metode, baik kualitatif maupun kuantitatif, dan berbagai pendekatan dan teori bahasa, sastra, dan budaya dan berfokus pada kajian bahasa, sastra, dan budaya.
Articles 84 Documents
GERAKAN LITERASI BACA-TULIS (GLBT) DALAM MEMBANGUN EKOSISTEM SEKOLAH LITERAT (ESL) PADA SMA DI KABUPATEN GARUT Deni Hadiansah; R. Supyan Sauri
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.873 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v3i1.3319

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Gerakan Literasi Baca-Tulis (GLBT) di SMA Al-Qomariyah Kabupaten Garut. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus (case study) melalui teknik observasi, dokumentasi, wawancara, kuesioner, riset terfokus, dan telaah data sekunder dari berbagai sumber yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa SMA Al-Qomariyah Kabupaten Garut telah melaksanakan GLBT secara terbatas meliputi tahap pendahuluan, pembiasaan, pengembangan, pembelajaran, dan evaluasi. Dari seluruh tahapan, ditemukan beberapa kendala yaitu keterbatasan fasilitas perpustakaan, keterbatasan sumber bacaan, dan keterbatasan anggaran. Adapun solusi untuk mengatasinya meliputi sosialisasi secara masif kepada siswa, menyusun dan mengirimkan proposal bantuan, optimalisasi peran perpustakaan, dan memperkuat sinergitas komite sekolah dengan masyarakat. Meski hasilnya belum optimal, tetapi program GLBT telah menjadi langkah awal demi membangun Ekosistem Sekolah Literat (ESL). Kata Kunci: literasi; perpustakaan; sumber bacaan.
MODEL KAJIAN SASTRA BANDINGAN BERPERSPEKTIF LINTAS BUDAYA (STUDI KASUS PENELITIAN SASTRA DI ASIA TENGGARA) Langgeng Prima Anggradinata
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.618 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v2i2.2486

Abstract

Kajian sastra bandingan pernah menjadi kajian yang sangat berkembang dan memberi sumbangsih pada ilmu pengetahuan sastra. Namun, kini, kajian sastra bandingan berkurang peminat karena para peneliti lebih memilih metode, konsep, atau teori yang lebih mutakhir. Artikel ini bertujuan membahas metode kajian sastra bandingandan menemukan model kajian sastra bandingan, khususnya di Asia Tenggara. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan membandingkan penelitian sastra bandingan yang telah dilakukan di Asia Tenggara. Artikel ini meninjau metode kajian sastra bandingan yang dilakukan oleh peneliti di Asia Tenggara. Hasilnya, kajian sastra bandingan cukup berkembangan jika diperkaya metode, konsep, perspektif, dan teori baru, misalnya kajian lintas budaya, teori-teori kritis, dll. Dalam menggunakan kajian sastra bandingan, pengkaji  dapat mencari persamaan satu karya sastra dengan karya sastra lain. Kemudian, pengkaji  dapat melihat perbedaan kedua karya sastra itu. Pada tahap terakhir, pengkaji  dapat menganalisis kedua karya sastra itu dengan pendekatan, konsep, atau teori tertentu, misalnya pendekatan lintas budaya. Kata kunci: Asia Tenggara; lintas budaya; sastra bandingan.  
STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP (TINJAUAN KONSEPTUAL) Agatha Trisari
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.897 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v3i1.3315

Abstract

Artikel ini bertujuan menguraikan pokok pemikiran konseptual teori struktur naratif Vladimir Propp. Pokok pemikiran Propp dituangkan dalam bukunya yang berjudul Morfology of the Folktale. Analisis yang dilakukan menitikberatkan pada fungsi pelaku. Menurut Propp, suatu fungsi adalah tindakan seorang tokoh yang dibatasi dari segi maknanya. Dari teori Propp ini, diketahui terdapat unsur yang tetap dan unsur yang berubah.  Unsur yang tetap adalah perbuatan atau tindakan, sedangkan Unsur yang berubah adalah pelaku atau penderita.  Unsur yang tetap tersebut merupakan unsur yang penting dalam teori Propp.  Terdapat empat hal yang panting dalam teori ini.  Pertama, Fungsi Pelaku merupakan unsur-unsur yang tetap, Konstan dalam cerita, tanpa menghiraukan bagaimana dan oleh siapa fungsi-fungsi tersebut dipenuhi.   Kedua, jumlah fungsi dalam cerita adalah tetap (31 fungsi).   Ketiga, urutan fungsi pelaku senantiasa sama. Keempat, cerita dongeng  dipandang  dari  sudut  struktur  adalah  satu  tipe.   Melalui   analisis fungsi pelaku pada lima cerita  rakyat  Jambi  dapat  diketahui  beberapa  hal, (1)  Jumlah  fungsi  pelaku;  (2)  urutan  fungsi  pelaku  dan  kerangka  urutan  fungsi  pelaku;  (3) penyebaran  fungsi-fungsi  di antara  pelaku; (4)  skema  pergerakan  ceritaKata kunci: fungsi pelaku; penyebaran fungsi pelaku; Propp; skemapergerakan cerita; struktur naratif.
NARASI CITRA PEREMPUAN DALAM CERPEN “RACUN UNTUK TUAN” KARYA IKSAKA BANU: KAJIAN FEMINISME POSKOLONIAL Yacub Fahmilda; Tiaraizza Cempaka Putri
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.652 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v3i1.3321

Abstract

Isu perempuan di negara bekas jajahan tidak pernah bisa berhenti didiskusikan. Narasi perempuan sebagai subjek selalu bergeser tergantung pada narator dalam teks-teks yang menarasikannya. Narasi pada teks-teks mengonstruksi identitas perempuan apalagi menjadi media untuk menyuarakan sudut pandangnya terhadap praktik kolonialisme. Tokoh perempuan dalam “Racun untuk Tuan” (RUT) dan pengarang sebagai narator yang tidak pernah merasakan penjajahan sekaligus bertemu dengan sosok nyai selama kolonialisme berlangsung dimungkinkan memiliki kesan serta imajinasi yang berbeda. Cerpen RUT terbitan tahun 2010 merupakan hasil generasi pembaca buku sejarah dan pewaris traumatis bangsa jajahan. Hal dilematik tersebut menjadi diskusi utama dalam tulisan ini dengan menganalisis teks RUT sebagai representasi teks yang telah merekonstruksi kisah kolonialisme dan citra perempuan. Berdasar beberapa hal tersebut, tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana citra perempuan dinarasikan oleh pengarang dalam RUT. Untuk mengurai diskusi tersebut, penelitian ini mengunakan metode deskriptif-analitis. Data pada penelitian ini berupa kutipan-kutipan RUT yang menggambarkan posisi pengarang, tokoh Belanda, dan tokoh nyai. Kumpulan kutipan tersebut dianalisis melalui teori feminisme poskolonial untuk melihat bagaimana pengarang melalui tokoh Belanda menarasikan perempuan dalam cerpen. Hasil penelitian ini diungkapkan bahwa pengarang yang tidak mengalami praktik penjajahan dan bertemu dengan tokoh nyai mampu menyuarakan pandangannya melalui cerpen. Tokoh Belanda dipinjam oleh pengarang sebagai narator untuk mendeskripsikan identintas tokoh nyai. Pengarang memosisikan diri sebagai tokoh Belanda untuk menyuarakan apa yang dimungkinkan para pegawai Belanda alami selama kolonialisme. Dengan demikian, pengarang di negara bekas jajahan mampu merekonstruksi kisah dan citra perempuan selama kolonialisme melalui pembacaan buku sejarah dan perenungan ke bentuk cerpen.
PENGARUH LATAR SOSIAL PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA Siti Ulumiah; Prapto Waluyo; Dedi Yusar
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v2i2.2487

Abstract

Dalam suatu karya sastra, latar sosial memiliki peran yang penting karena karya sastra merupakan gambaran kehidupan suatu masyarakat. Di dalam kehidupan masyarakat, terdapat konflik sosial terhadap lingkungan dan antar-individu. Oleh karena itu, penulis tertarik meneliti latar sosial dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Penulis meneliti hubungan antara unsur latar sosial dengan tokoh. Hubungan ini didasari dari hubungan tokoh utama dan latar sosial. Sebagai tokoh utama, perilaku Ikal dipengaruhi latar sosial dari lingkungan sekitarnya. Selain itu, perilaku tokoh Ikal juga dipengaruhi oleh tokoh lain di dalam novel ini. Kajian ini menggunakan analisis unsur-unsur pembangun cerita, yaitu unsur instrinsik (tokoh, alur, dan latar). Hasil dari analisis menunjukkan bahwa latar sosial pada kelompok kelas bawah memengaruhi karakter tokoh, khususnya tokoh utama, Ikal. Karena kemiskinan, ia tidak bisa dengan mudah meraih mimpinya seperti orang-orang. Ia harus membanting tulang terlebih dahulu agar apa yang ia inginkan bisa tercapai. Sekolah Muhammadiyah memberi pengaruh yang positif bagi setiap langkah hidupnya. Kemiskinan dan kesengsaraan mampu memberi pengaruh yang baik baginya.Kata Kunci: Andrea Hirata; Laskar Pelangi; latar sosial; tokoh dan penokohan.
EFEK PENGHILANGAN TOKOH BU SALEHA DARI CERPEN “DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI” (2017) KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA KE DRAMA “DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI” KARYA GUSMEL RIYADH Rifda Nur Hamidah
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.787 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v3i1.3316

Abstract

Alih wahana merupakan sebuah usaha untuk memperpanjang masa sebuah karya sastra. Perubahan bentuk tersebut dapat membuat sebuah karya menjadi kaya akan bentuk. Cerpen “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” karya Seno Gumira Ajidarma merupakan cerpen yang populer sehingga telah banyak mengalami alih wahana ke dalam bentuk drama, film, dan layar lebar. Dalam drama “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” karya Gusmel Riyadh terdapat beberapa perbedaan dengan cerpennya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya perubahan karena dihapuskannya tokoh Bu Saleha. Perubahan tersebut berpengaruh pada dua hal, yaitu perubahan latar tempat tinggal Zus dan perubahan tokoh yang menemani Pak RT untuk menegur Zus. Perubahan-perubahan ini pun memiliki dampak dan kesan yang berbeda. Kata kunci: Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Bu Saleha, Perubahan, Efek Perubahan, Cerpen, Drama
ANALISIS GANGGUAN MEKANISME BERBICARA PADA ANAK CADEL Elin Priyatin Jaelani; Triyanto Triyanto
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.401 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v2i2.2488

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bentuk gangguan reseptif simbol, gambar, dan suara pada anak AA dan (2) mendeskripsikan bentuk gangguan ekspresif (produktif) dalam gangguan fonologis AA. Berdasarkan rumusan masalah, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang merupakan studi kasus pada anak yang masih mengalami fase cadel. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari tuturan subjek penelitian. Dalam penelitian ini, subjek adalah seseorang yang berinisial AA. AA berusia 4 tahun. Ia berbicara cadel. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah alat bantu yang berupa alat tulis sebagai alat dalam penggunaan teknik simak libat cakap (SLC), rekam, dan catat dalam proses pengambilan data di lapangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk-bentuk gangguan dari data-data tersebut dapat disimpulkan sebagai bentuk gangguan reseptif pada AA tidak terdapat gangguan dalam persepsi sensoris (pengenalan simbol-simbol), visual (gambar), maupun auditorik (suara). Gangguan ekspresif dalam fonologis yang ditemukan berupa penggantian yang diikuti oleh penghilangan. Penambahan bunyi dan ketidakteraturan bunyi tidak ditemukan dalam tuturan AA. Kata kunci: cadel; fonologis; gangguan mekanisme berbahasa.
GAYA BAHASA PADA KALIMAT-KALIMAT DALAM CERPEN “PENJAHIT KESEDIHAN” KARYA AGUS NOOR SUATU KAJIAN STILISTIKA Wiwik Srini Ganiwati
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.715 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v3i1.3317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh pemahaman mendalam tentang gaya bahasa yang terdapat pada cerpen berjudul “Penjahit Kesedihan” karya Agus Noor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data-data penelitian ini adalah gaya bahasa, dengan langkah penelitian membaca keseluruhan cerpen yang berjudul “Penjahit Kesedihan” karya Agus Noor secara berulang-ulang dan mencatat kalimat-kalimat yang menyatakan pemakaian gaya bahasa. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menyimpukan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerpen “Penjahit Kesedihan” karya Agus Noor ditemukan lima gaya bahasa, yaitu:  1) Gaya Bahasa  Simbolik, 2) Gaya Bahasa Hiperbola, 3)  Gaya Bahasa Personifikasi, 4) Gaya Bahasa Simile, 5) Gaya Bahasa Sindiran. 
METAFORA DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA (ANALISIS STILITIKA) Wiwik Srini Ganiwati
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.011 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v2i2.2539

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang metafora yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data penelitian ini  adalah metafora yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, ditemukan 76 kalimat yang mengandung metafora dan 87 metafora yang terdapat dalam kalimat: (1) analisis metafora berdasarkan sumbernya  menurut Kovecses terdiri dari 9 metafora dari sumber tubuh manusia, 6 metafora dari sumber binatang, 10 metafora dari sumber tanaman, 2 metafora dari sumber pembangunan, 1 metafora dari sumber permainan dan olah raga, 3 metafora dari sumber uang dan transaksi ekonomi, 18 metafora dari sumber cahaya dan kegelapan, 17 metafora dari sumber kekuatan, 23 metafora dari sumber arah dan gerakan. Sedangkan, (2) metafora berdasarkan maknanya menurut Murray Knowles dan Rosamund Moon terdiri dari 76 kalimat yang mengandung metafora, 82 kata yang mengandung makna literal dan 86 metafora yang mengandung makna non-literal. Selanjutnya, 3) metafora berdasarkan fungsinya menurut F.R. Ankersmit dan J.J. A. Mooij terdiri dari 76 kalimat yang mengandung metafora, 37 metafora yang memiliki fungsi emotif, 5 metafora memiliki fungsi persuasif dan 44 metafora memiliki fungsi kognitif.Kata kunci: Andrea Hirata; Laskar Pelangi; metafora; stilistika.
RAGAM BAHASA, PENGAYAAN, DAN IMPLIKASINYA Dadan Suwarna
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.809 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v3i1.3318

Abstract

Ragam bahasa memberi pengayaan pada bahasa Indonesia karena munculnya variasi kebahasaa dan beragam istilah. Keberagaman istilah itu memperkaya kata atau ekspresi bahasa Indonesia. Namun, pengayaan memiliki masalah. Masalah itu adalah keberterimaan penggunanya, misalnya, pilihan dan tingkat ia diproses, sebut saja secara adopsi ataukah translasi. Pilihan itu kemudian memenpatkan hal sepele, tetapi memiliki beragam konsekuensi. Efek di baliknya adalah kesesuaian fonetis ataukah fonologis. Artikel ini lebih mendeskripsikan masalah dalam keragaman dan pengayaan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penyerapan dalam bentuk penerjemahan atau adopsi dalam bahasa Indonesia. Namun, penyerapan itu berimplikasi pada ketaksaan, keragaman, dan pengayaan bahasa Indonesia.Kata kunci: ragam bahasa; ragam istilah; serapan bahasa.