cover
Contact Name
novri hardian
Contact Email
novri.hardian@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
admin_fdk@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi
ISSN : 26851881     EISSN : -     DOI : -
Al-Hikmah: Jurnal Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang diterbitkan kali pertama pada bulan Apil 2009. Sejarah pemilihan nama Al-Hikmah terinspirasi dari “Bayt al-Hikmah” yang menjadi pusat intelektual dan keilmuan pada masa keemasan Islam. Jurnal Al-Hikmah ini bertujuan membangkitkan kemajuan intelektual Islam terutama dalam bidang Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi melalui publikasi ilmiah. Jurnal Al-Hikmah ini menerima dan menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi atau yang terkait dengannya. Jurnal Al-Hikmah ini diterbitkan secara berkala setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
OPTIMALISASI MASJID DALAM MENUNJANG PERADABAN ISLAMI Harahap, Asrul; bukhari, bukhari
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 6 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.517

Abstract

Upaya dalam memajukan Islam sangat diperlukan adanya semangat berbasis masjid. Hal ini bercermin pada Islam masa Rasulullah SAW. Ketika Rasulullah SAW dengan sahabat Hijrah ke Madinah maka yang pertama sekali dibangun adalah masjid, sebagai benteng pertahanan yang kokoh untuk menangkis serangan kaum kafir Quraisy, tempat untuk mencerdaskan, dan tempat menyusun strategi pertahanan dan kemajuan serta kemakmuran umat.Hal ini sangat penting untuk menjadikan pusat kegiatan. Dengan demikian masjid menjadi dua faktor kekuatan bagi diri umat Islam itu yaitu kekuatan jiwa berhubungan dengan sang Khalik dan kekuatan sosial dalam bermasyarakat dan bernegara sebagai penyeimbang kehidupan dunia dan akhirat.
NARKOBA DAN PERSPEKTIF DAKWAH Darizal Dahlan
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume I Nomor 2 Tahun 2004
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.998

Abstract

Writer explains about drug andits danger, as Dakwah  concept in fighting against narkoba and as contemplation with presumably assist to improve awareness of people through dakwah activity.The discussion talks about: 1. congeniality of Narkoba2. Islamic law in seeing of produce and sell drug 3. Islamic law penalization in consumingdrug 4. Drug in dakwah perspective
The Hikmah Method in Al-Qur'an Ibrahim Cek Nuh; Usman Haji Thalib
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 2 Nomor 2 Tahun 2005
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.1010

Abstract

One of the Islamic Dakwah methods that is used in inviting people to do somethings by implementing "Hikmah" which means wisdom. The word "hikmah" is used in the holy Quran only several times. Therefore, it makes "ulama" or scholars work hard to get its meanings so that dai (the callers) know it clearly Thus they are able to call like what Quran instructions stated and they can finally reach the goal The word hikmah, as the linguists say, has a number of meanings namely justce nowledge, patienoe. every speech related to the fact etc Whatever the meanrgs it had better for the caller who uses hikmah as his method keep reating the people gently, changing something gradualy and making prority fasks
TEKNOLOGI ERA GLOBALISASI ANTARA HARAPAN DAN TANTANGAN usman usman
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 4 Nomor 1 Tahun 2007
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.1029

Abstract

Television or Google-Box is one of the mass media becoming furniture which atmost occupying collective imagination room of society. Realized or not, telecasteffectively alter not even public opinion about something, however also alter someone life style or society. Display hardness becoming the part of pre eminent broadcast a mumber of television station have been long enough been felt concerned about by many people, especially the parent. Their assume, display  hardness on television can push someone (their child) becoming less sensitive to hardness that happened around them. Even, non improbability, the hardness they will practice in life of reality to friend play just or conducive to whom earn them do. Its death a child fin) Katapang can become strong sample to the truth of the ascription At least the "Smack Down" have deputized various event presenting was displayed in television
Sasaran dan strategi Dakwah Nagari Awis Karni
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume I Nomor 1 Tahun 2004
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.993

Abstract

The target of dakwah is in society, that why the analysis weared sociology. We need to know how picture aboutMinangkabau village( that call nagari) society now. Later, after earning pictuæ about Minangkabau nagari society, we can apply dakwah strategy to the nagari society.The writer tries to analyze the change of nagari society at present, and what to do with dakwah strategy in nagari development.
The Reformulation of Dakwah Science and its Parts Syukriadi sambas
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 2 Nomor 1 Tahun 2005
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.1004

Abstract

Nowadays Islamic Dakweh has existed as a part of Islamic Studies. But, t was not clear enough how this science was buit or structured.This article answers theproblems of Dakwah structure asa part of Islamic Sciences, from its ontologic,epistemologic and axiologic point of view "The tree ol Dakwah Science is a tree in Islamic Sciences park The writer divides Dakwah Science into two main parts, those are Dawah B Ahsan al-Qawl and Dawah Bi Ahsan al Amal, which are divided again into Irsyad Islam internalization and transmission), Tabligh Islam (transmission dan diffusion), Tadbir Islam (transformation institutionalization and management of Islamic Institution) Tathwir/Tamkin Islam (transformation empowering) This article could be as a bridge of formufton in Dakwah Science and its parts
KEPEMIMPINAN DAN OPTIMALISASI FUNGSI MASJID Rahima Zakia
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 3 Nomor 2 Tahun 2006
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.1022

Abstract

kepemimpinan sebagai pengikat sosial. dan juga karena kemampuan pembina atau pemimpin masjid menghubungkan kondisi Masjid merupakan salah satu institusi keagamaan yang potensial dikembangkan umat Islam di seluruh pelosok tanah air. Masjid memiliki posisi yang sangat penting dalam upaya membentuk, membina mengembangkan nilai-nilai kepribadian islami kepada individu dan umat Untuk difungsikan secara optimal sosial dan kebutuhan masyarakat dengan berbagai kegiatan masjid dan Fungsi masjid yang demikian komplek berbagai kebutuhan umat baik dalam aspek ibadah maupun pembinaan dan pengembangan potensi umat. Semua itu tentu akan dapat dirasakan dan dinikmati sebagaimana diharapkan jika dikelola denga baik. Mengelola masjid berarti mengupayakan optimalisasi fungsi masjid, untuk itu diperlukan adanya pengelola atau pemimpin masjid yang memiliki kemampuan dalam memimpin dan menggerakkan orang untuk menjalankan berbagai aktivitas masjid
Pendekatan Sosiologis dan Antropologis dalam Penyebaran Agama Oleh Wali Songo Mardena, Yully; Bukhari, Bukhari
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 6 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.523

Abstract

Walisongo means guardian of Nine, namely Nine people who love and are loved by Allah, preach spreading Islam in areas that have not embraced Islam on Java. Era Walisongo is the era of the end of Hindu-Buddhist domination in the culture of the archipelago to be replaced with Islamic culture. They are a symbol of the spread of Islam in Indonesia. Especially in Java. Of course many other characters also play a role. The sociology of da'wah is the study of the relationships between the process of da'wah and social processes, while the anthropology of da'wah concentrates the process of da'wah in its cultural aspects. There are a number of Walisongo propaganda movements that use sociological and anthropological approaches including: First, through the Sufistic approach. Walisongo made a sufistic approach to preaching, including Sunan Bonang and Sunan Kalijaga. The process of assimilating Hindu Buddhist religious traditions such as Sradha (meruwat ceremony of spirits after twelve years of death). A new tradition of Islam was born called Nyradha or Nyadran (the ceremony of sending prayers to spirits). Second, Da'wah through assimilation of education. Da'wah through assimilation of education through Islamic boarding schools, magicians and colleges through langgar, tajuk, mosques and children's games. Walisongo formulated the values of monotheism and Shiva-Buddha (adwayasashtra) with the teachings of Islamic monotheism adopted by Sufi teachers. Third, Da'wah through art and culture. Cultural art was used as an effective means of da'wah by Walisongo in the dissemination of various values, understandings, concepts, ideas, views and ideas originating from Islamic teachings. Assimilation through cultural arts is done like changing the puppet about the gods with the genealogy of the prophet Adam. Da'wah Walisongo is flexible by incorporating Islamic teachings into existing traditions so as not to erase traditions that have become a habit of the people at that time. After entering Islam, new Islamic law is taught. The next task of the preacher is to improve da'wah in the community.
DAKWAH DAN SENI BERBICARA salmadanis salmadanis
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 3 Nomor 1 Tahun 2006
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.1017

Abstract

disebut dengan juru dakwah (al-Da'i). Untuk Al-Qur'an adalah kitab dakwah yang mencakup didalamnya unsur- unsur yang mengintari dakwah, sepertijuru dakwah, penerima dakwah, metode dakwah, dan media dakwah. Dakwah dengan segala unsurnya merealisasikannya kepada masyarakat diselenggarakan oleh al- da'i yang telah memenuhi kriteria-kriteria denganitu untuk mempergunakan cara-cara tertentu, sesuai dengan kondisi sosial-budaya masyarakat. aktifitas yang dilakukan oleh setiap muslim yang takterpisahkan satu sama lain, masing-masing unsur dalam dakwah mendapat perhatian dan sorotan dalam al-Qur'an secara sistematis dan sesuai dengan masyarakat yang adalah kesatuan suatu Dakwah seperangkat dengan sesuai kemampuannya, bertujuan menjadikanseluruh umat manusia meyakini dan mengamalkan ajaran Islam denganbaik dan bertanggungjawab serta diiringi dengan akhlak mulia demimemperoleh kebahagiaan sekarang dan yang akan datang. kondisisosial mengintarinya. Dakwah sebagai ujung tombak bagi pengembangan Islam diwujudkan keberbagai segi kehidupan manusia. Melaksanakannya dalam artian umum adalah kewajiban bagi setiap pribadi muslim.
PELAKSANAAN HUKUM PADA MASA KHULAFA AL-RASYIDIN Rasyidin Imran
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 4 Nomor 2 Tahun 2007
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.1035

Abstract

Kehidupan sosial masyarakat di zaman Khuiafa al-Rasyidin berbeda dengankehidupan masyarakat di zaman Rasulullah SAW.Hal ini wajar karenamasyarakat mengalami perkembangan. Dengan demikian pula hukum Islammengalami perkembangan sesuai perkembangan zaman. Ketika meluasnya kekuasaan Islam pada waktu itu, para sahabat Nabi berpencar ke segala penjuru negeri, mereka memasuki kota-kota besar yang sudah ditaklukkan di bawah pemerintahan Islam. Di antara mereka ada yang menduduki jabatan gubernur atau qadhi (hakim) Islam atau jabatan-jabatan penting lainnya. Di situlah mereka semua menyebarkan ajaran-ajaran Rasululah SAW. Merekamegeluarkan fatwa-fatwa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan penuh keikhlasan.

Page 5 of 13 | Total Record : 125