cover
Contact Name
Muhammad Rizal
Contact Email
rizalmuhammad08@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andisukainah@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian
ISSN : 24768995     EISSN : 26147858     DOI : -
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian adalah publikasi ilmiah hasil penelitian bidang teknologi pertanian dengan No. P-ISSN 2476 -8995 (Print) dan No. E-ISSN 2614-7858 (Online). Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian diterbitkan dua kali setahun (Februari dan November). Artikel yang dimuat berupa artikel yang merupakan hasil penelitian asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Ruang lingkupnya mencakup Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Ilmu dan Teknologi Pangan, Mekanisasi Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Hasil Perikanan, Teknologi Hasil Peternakan, Teknologi Hasil Perkebunan, Pasca Panen, Gizi dan Pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2022): Februari" : 13 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Daun Kelor (Moringa oliefera) sebagai Pengendali Infestasi Epistylis sp. pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Abdushamad Abdushamad; Subari Yanto; Patang Patang
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.21357

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak daun kelor (Moringa oliefera) terhadap infestasi Epitylis sp. pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Unit percobaan adalah satu perlakuan yang diberikan ekstrak daun kelor (Moringa oliefera) dengan konsentrasi 62,5 ppm dan satu perlakuan tanpa pemberian ekstrak daun kelor sebagai kontrol. Parameter pengamatan yaitu survival rate, penurunan jumlah Epitylis sp. pada ikan nila, dan gerak ikan nila. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sampling dan metode observasi. Data dianalisis dengan metode Uji t (T-test) jika data berdistribusi normal, dan apabila data tidak berdistribusi normal maka akan dilakukan uji Non-parametrik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kelor (Moringa oliefera) memiliki pengaruh terhadap infestasi Epistylis sp. pada ikan Nila (Oereochromis niloticus) pada interval waktu 18 jam setelah pemberian ekstrak. Pemberian ekstrak daun kelor juga dapat menurunkan jumlah Epistylis sp. dan dapat mempertahankan kelangsungan hidup ikan serta dapat memperbaiki aktivitas gerak ikan nila.
Pengaruh Ketebalan Tumpukan Biji Kakao Tanpa Testa Terhadap Efektifitas Pengepresan Untuk Menghasilkan Lemak Kakao. Amiruddin Hambali; Reski Praja Putra; Ninik Rahayu Ashadi
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.31807

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah lemak yang dihasilkan setiap lapisan atau tumpukan pada suhu ruang dan suhu 60°C serta mengetahui besar tekanan yang dibutuhkan untuk pengepresan pada tiap lapisan/tumpukan biji kakao. Prosedur kerja yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Pengupasan Testa Kakao, (2) Pengeringan dan Pengpresan Nib Kakao dengan perlakuan 3 lapis nib kakao, 5 lapis nib kakao, dan 7 lapis nib kakao, (3) Analisa Kadar Lemak/minyak, (4) Analisa Kadar Air. Hasil penelitian menunjukkan jumlah persen lemak/minyak yang dihasilkan berdasarkan efektifitas pengempaannya ialah pada 3 lapis atau tumpukan suhu ruang sebesar 22%. Pengepresan pada suhu 60°C dapat lebih mudah mengeluarkan lemak nib kakao dari yang sebelumnya (suhu ruang) yang sulit untuk dipisahkan. Besar tekanan dipengaruhi oleh tebal lapisan atau tumpukan nib kakao. Pada 3 dan 5 lapis/tumpukan nib kakao diperoleh sampai tekanan 25 ton, sedangkan 7 lapis atau tumpukan sampai 28 ton (terlampir pada hasil penelitian). Kesimpulan yang di peroleh dari penelitian ini (1) Tebal lapisi tumpukan nib kakao berbanding lurus terhadap jumlah (%) minyak kakao yang dihasilkan pada pengepresan suhu ruang dan suhu 60°C. Makin tebal lapisan nib kakao, rendemen lemak diperoleh semakin rendah. (2) Pengepresan nib kakao pada suhu ruang menghasilkan minyak 17% - 22% pada tekanan mininal 8 ton dan maksimal 28 ton. (3) Pengepresan padatan nib kakao suhu 60°C dapat mengeluarkan minyak/lemak 16% - 24%, dari padatan nib kakao hasil pengempaan suhu ruang dengan tekanan minimal 8 ton dan maksimal 28 ton. (4). Rendemen pengepresan dicapai 45%, jumlah tersebut sama/mendekati rendemen industri.
Penagaruh Lama Waktu Perendaman Umbi Gadung (Dioscorea Hispida Dennst) Terhadap Fisiko-Kimia Tepung Umbi Gadung Fitri Fitriani; Husain Syam; Ratnawaty Fadilah
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.22383

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman terhadap sifat-fisiko kimia tepung umbi gadung.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu  0 jam perendaman, 48 jam perendaman, 72 jam perendaman, dan 96 jam perendaman dengan konsentrasi garam 5 % pengeringan menggunakan cabinet dryer suhu 60 ͦc selama 4 jam. Variabel yang diamati yaitu analisis kandungan proksimat tepung umbi gadung yaitu rendemen, viskositas, kadar air, kadar pati, amilosa, amilopektin dan asam sianida (HCN). Data diperoleh dengan menggunakan SPSS versi 22.Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan). Hasil penelitian lama waktu perendaman menunjukkan bahwa perlakuan perendaman 96 jam merupakan perlakuan terbaik untuk dilanjutkan kedalam pembuatan tepung. Perlakuan berpengaruh nyata terhadap rendemen 8,10 %, viskositas 8,13 rpm, kadar air 6,40 %, kadar pati 16,10 %, amilosa 9,09 %, amilopektin 7,01 %, asam sianida (HCN) 10,50 ppm. Secara keseluruhan tepung umbi gadung yang dihasilkan telah memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan.
Model Matematika Lapisan Tipis Pengeringan Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Eka Nurmuliana; Jamaluddin Jamaluddin; Amirah Mustarin
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.21675

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan bertujuan mengetahui model matematika pengeringan lapisan tipis dalam memaksimalkan pengembangan yang dapat mengidentifikasi karakteristik Mahkota Dewa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan memiliki perlakuan ketebalan pengirisan yaitu: 3 mm, 5 mm dan 7 mm, alat pengering yang digunakan cabinet dryer,  dengan suhu 40OC, dengan lama pengeringan yang berbeda yaitu: ketebalan 3 mm selama 14 jam, ketebalan 5 mm selama 16 jam dan ketebalan 7 mm selama 17 jam. Data hasil pengamatan dianalisis dengan pendekatan matematis untuk menyelesaikan perhitungan model matematika, nilai moisture ratio diterapkan pada berbagai model matematika yaitu: model Newton, Henderson-Pabis, Page, Midili-Kucuk, Logarithmic dan model Modified Page,  dilakukan curve fitting menggunakan analisis regresi non linear dengan program Microsoft Excel Solver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan model Midili-Kucuk merupakan model yang memiliki tingkat akurat dalam mengidentifikasi karakteristik pengeringan Mahkota Dewa, berdasarkan nilai konstanta yang dihasilkan dan nilai kesesuaian dari hasil prediksi model matematika dan hasil eksperimen proses pengeringan untuk setiap perlakuan. Ketebalan 3 mm memiliki nilai R2 0,999497, nilai EF 0,999497, nilai X2 0,000044, nilai RMSE 0,006476 dan nilai SSE 0,000629, ketebalan 5 mm memiliki nilai R2 0,999739, nilai EF 0,999710, nilai X2 0,000023, nilai RMSE 0,004701 dan nilai SSE 0,000375, ketebalan 7 mm memiliki nilai R2 0,979195, nilai EF 0,978261, nilai X2 0,002054, nilai RMSE 0,044046 dan nilai SSE 0,034922. 
Rancang Bangun Mesin Sortasi Buah Jeruk Manis Berdasarkan Warna Berbasis Arduino Nano Irwan Iwan; Lahming Lahming; Jamaluddin Jamaluddin; Nunik Lestari
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.19297

Abstract

Proses sortasi buah jeruk pada tingkat petani dan industri saat ini masih dilakukan secara manual oleh tangan manusia. Sortasi dengan cara ini memiliki beberapa kekurangan, sehingga dibutuhkan bantuan mesin sortasi untuk menjawab kekurangan-kekurangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang bangun mesin sortasi buah jeruk manis berdasarkan perbedaan warna yang berbasis Arduino Nano. Mesin sortasi ini dirancang menggunakan sensor warna Tcs 230 yang dikontrol oleh mikrokontroler Arduino Nano berbasis chip ATmega 328p, dan dilengkapi dengan LCD untuk menampilkan keterangan hasil sortasi. Penelitian ini menggunakan sampel buah jeruk manis dengan warna bervariasi antara hijau hingga kuning. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan sortasi warna sebesar 80%, sedangkan 20% buah gagal disortasi berdasarkan warnanya. Kegagalan tersebut disebabkan oleh warna pada buah yang sangat beragam sehingga sensor warna tidak dapat mendeteksi/menentukan warna buah tersebut, akibat nilai RGB yang tidak diprogramkan dalam mikrokontroler. Hal lain yang menjadi penyebab tidak efektifnya kerja mesin sortasi adalah karena jarak buah dengan sensor warna kurang diatur dengan baik sehingga sensor tidak fokus, dan menyebabkan cahaya yang keluar-masuk serta ketidaktepatan posisi buah akan mempengaruhi  akurasi hasil identifikasi pembacaan warna buah.
Inovasi Pembuatan Nugget Ikan Gabus Berbasis Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Bebas Gluten Besse Sri Muliani; Muhammad Rais; Indrayani Indrayani
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.23203

Abstract

This study aims to determine the level of preference of panelists (community and students as well as autistic children) and to determine the effect of adding seaweed and snakehead fish to increase protein content, fiber content, water content in fish nuggets. This research is an experimental study using a completely randomized design with a factorial pattern consisting of 3 treatments with 3 replications, namely: (N1) 0% seaweed porridge and 60% snakehead fish surimi, (N2) 10% seaweed porridge and surimi. snakehead fish 59% and (N3) seaweed porridge 20% and snakehead fish surimi 49%, as well as spices and other additives 31%.Parameters observed included hedonic tests (color, texture, aroma, and taste) as well as protein content, fiber content, and water content. The data obtained from the results of this study were analyzed using SPSS software version 22 using the analysis of variance (ANOVA) technique followed by Duncan's further test. The results showed that the treatment (N2) of 10% seaweed porridge and 59% snakehead fish surimi gave a significant effect on the treatment and was the most preferred nugget by the panelists (community, students, and autistic children) and had an effect on protein content with a value of 29.15 %, 2.91% fiber content, and 48.2% water content in seaweed fish nuggets and was the best treatment.
Penentuan kriteria desain pengukus singkong menggunakan Fuzzy-QFD R. Arief Firmansyah; Khoirul Hidayat
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.30237

Abstract

Krepek tette is one of the traditional chips from Pamekasan. Generally, this product is a famous souvenir from the city. This product is usually produced by a small-medium enterprise (SME). In the krepek tette industry, the steaming process is dependent on wood as fuel. The condition makes the steaming process contributes significantly to the resulting carbon footprint. To support sustainable development goals (SDGs), explicitly ensuring sustainable consumption and production pattern. The production process technology in SMEs needs to be upgraded to achieve sustainable production. One of the solutions is to re-design the steamer for the steaming process of raw cassava. To achieve a good steamer design, gathering information about customer need is a fundamental step to accomplish. The research aims to investigate criteria steamer design that meets customer needs. The survey gathered data about customer requirements and pointed to employees in the krepek tette industry located in central production, Blumbungan sub-district, Pamekasan. All qualitative data were analyzed using fuzzy logic to quantify the value of customer requirements and engineering characteristics. House of Quality, the first matrix of QFD, was used to obtain engineering characteristics priority. There was 12 attribute of customer requirements; however, one attribute failed to meet minimum customer importance weight criteria. Translating customer requirements to engineering characteristics obtain ten attributes. Using fuzzy logic to rank engineering characteristics that meet customer requirements, obtain eight attributes for the design criteria of cassava steamer. The attributes were ignition system used heat element, stainless steel, the design used modular systems, used LPG fuel, input, and output process from the same side, temperature and steam disperse equally, and used under steam pressure
Modifikasi Knapsack Sprayer Elektrik Sebagai Penabur Pupuk Padat Hermawansyah Hermawansyah; Lahming Lahming; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.20877

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu teknik budidaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Pemberian pupuk padat pada tanaman yang dilakukan petani masih menggunakan cara konvensional dan membutuhkan waktu yang lama. Perkembangan knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat merupakan inovasi terbaru yang dapat membantu petani dalam proses pemupukan sehingga petani tidak lagi menggunakan cara yang konvensional dalam melakukan pemupukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur kinerja alat yang dirancang. Penelitian ini adalah penelitian modifikasi, pada penelitian ini dilakukan modifikasi knapsack sprayer elektrik sebagai penabur pupuk padat. Data yang dihasilkan dari pengujian alat berupa data kuantitatif dan akan dianalisis secara deskriptif. Pembuatan alat terbagi atas tiga tahapan yaitu tahap pertama, pembuatan rangka dan pemasangan komponen alat. Tahap kedua, perakitan sistem kontrol. Tahap ketiga, proses pemasangan atau penggabungan rangka dan sistem kontrol alat. Knapsack sprayer elektrik dapat berfungsi dengan baik. Knapsack sprayer elektrik dapat menabur pupuk padat dengan volume 16 L dalam waktu yang singkat sehingga memberikan unjuk kerja yang efektif.
Peningkatan Hasil Belajar Pengolahan Tuna Loin Beku Melalui Model “Problem Based Learning” Erna Srifidias Titik; Muhammad Rais; Meilse Rani
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.27222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar pada kompetensi Produksi Olahan Ekspor Hasil Perikanan sub materi Pengolahan Tuna Loin beku pada siswa SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Program Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi). Subjek penelitian merupakan siswa kelas XI APHPi sejumlah 24 siswa. Metode penelitian dilakukan dengan tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus 1 dilaksanakan secara konvensional dan siklus 2 dilaksanakan dengan model Problem Based learning dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) orientasi siswa pada masalah menggunakan video atau animasi, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membantu penyelidikan individual maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran Problem Based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rata - rata nilai tes tulis awal sebesar 6,29 dan mengalami kenaikan setelah menggunakan model Problem Based learning pada siklus 1 yakni 6,81 dan siklus 2 sebesar 7,79.
Pengaruh Suhu dan Waktu Penyimpanan Terhadap Stabilitas Antosianin Ekstrak Kulit Kopi Robusta Ara Nugrahayu Nalawati; Danu Indra Wardhana
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.22539

Abstract

Kopi merupakan komoditas unggulan subsektor perkebunan yang berperan sebagai sumber devisa negara. Buah kopi dengan tingkat kematangan over ripe berpotensi memiliki kandungan antosianin tinggi. Seiring perkembangan teknologi pengolahan kopi, baik skala kecil maupun skala industri akan menghasilkan produk hasil samping yaitu limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi sebesar 35% masih dapat dimanfaatkan karena memiliki kandungan nutrisi tinggi, salah satunya polifenol berupa antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam industri pangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui stabilitas antosianin dari limbah kulit kopi dengan tingkat kematangan over ripe. Antosianin diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan etanol dan aquades (1:1). Ekstrak kulit kopi robusta disimpan pada 3 variasi suhu yang berbeda yaitu 4oC, 27oC, dan 50oC yang diamati setiap minggu selama 4 minggu waktu penyimpanan. Parameter yang diamati berupa kadar antosianin, retensi antosianin, pH, aktivitas antioksidan, dan kapasitas reduksi antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan lama penyimpanan mempengaruhi stabilitas antosianin ekstrak kulit kopi robusta. Semakin tinggi suhu dan lama penyimpanan, maka stabilitas antosianin ekstrak kulit kopi robusta semakin menurun. Perlakuan yang paling dapat menjaga stabilitas antosianin adalah perlakuan suhu 40C pada penyimpanan minggu-1.

Page 1 of 2 | Total Record : 13