cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
jurnal.intake@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
machrus7@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.ft-undar.ac.id/index.php/intake/EditorialTeam
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan
Published by Universitas Darul Ulum
ISSN : 20874286     EISSN : 25806017     DOI : https://doi.org/10.48056/
Jurnal Intake: Jurnal Penelitian Ilmu Teknik Dan Terapan (INtelligent Technology And Knowledge Engineering) Jurnal Intake merupakan publikasi berkala yang diperuntukkan Jurnal Penelitian Ilmu Teknik Dan Terapan. Jurnal Intake dikelola oleh Faklutas Teknik Universitas Darul Ulum Jombang . Publikasi Jurnal dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan ilmu teknik. Berisikan bidang kajian; teknik sipil, teknik mesin, dan teknik informatika dan komputer. Jurnal ini pertama kali terbit pada April 2010, dimana setiap tahunnya terbit dua buah. ISSN Cetak: 2087-4286 ISSN OnLine: 2580-6017 Focus and Scope Fokus Jurnal ini adalah Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Tetapi juga meliputi aspek Desain dan Pengukuran Kerja, Penelitian dan Analisis Operasi, Analisis Ekonomi Teknik, Teknik Fasilitas dan Manajemen Energi, Rekayasa Kualitas & Realibilitas, Faktor Ergonomi dan Manusia, Teknik dan Manajemen Operasi, Manajemen Rantai Pasokan, Teknik Manajemen, Keselamatan, Rekayasa Informasi, Desain dan Pengembangan Produk, dan Desain dan Rekayasa Sistem.
Articles 119 Documents
Analisa Perencanaan Trafo Sisipan T.166 Pada Jaringan Distribusi T.92 di Ds. Selorejo Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang Rukslin; Muhlasin
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2014): Oktober, 2014
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v5i2.70

Abstract

Salah satunya yaitu standart mutu pelayanan terhadap tegangan yang diterima oleh pelanggan, yaitu rugi tegangan harus kurang dari 5%. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka PLN harus mengetahui besarnya susut tegangan, faktor – faktor yang menyebabkan adanya susut tegangan. Dari perhitungan sebelum adanya trafo sisipan dan perbaikan sistem jaringan didapatkan perbedaan antara hasil pengukuran dengan hasil perhitungan tegangan pada tiang ujung : Dari hasil perhitungan diatas diperoleh tegangan paling rendah pada tiang D05C06D02C11D02C09D04 ( 5 tiang arah barat, 6 tiang ke selatan, 2 tiang ke barat, 11 tiang ke selatan, 2 tiang ke barat, 9 tiang ke selatan dan 4 tiang ke barat) dengan tegangan ujung 182,5 Volt. Dari hasil perhitungan diatas pula kita bisa lihat trafo daya tambahan yang harus diberikan yaitu sebesar 100 kVA. Sehingga dapat dikatakan bahwa jaringan JTR Ds. Selorejo Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, jika dilihat dari sisi penyaluran ternyata susut tegangannya lebih dari 5%. Ada perbedaan antara hasil pengukuran (175 Volt) dan perhitungan (182,5 volt) hal ini dimungkinkan karena adanya penyambungan yang kurang baik, pentanahan yang kurang baik atau mungkin ada penggunaan energi listrik yang illegal. Setelah dipasang trafo sisipan T.166 tegangan akan merata dan mempunyai tengan yang baik, dengan tegangan ujung 217,1 Volt pada line D dan 203,0 Volt pada line B.
Pengontrolan Sistem Eksiter Untuk Kestabilan Tegangan Di Sistem Single Machine Infinite Bus (SMIB) Menggunakan Metode PID Alamsyah Ahmad
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2014): Oktober, 2014
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v5i2.71

Abstract

This type of control is often used directly in the voltage control system excitation SMIB system. The function of controlling the excitation voltage to maintain stability in the SMIB system. To get the most reliable control system is needed so that the desired stability can be achieved. By using the software MATLAB and PID method, the system will show the results of the Institute of Electrical excitation at SMIB. Jenis kontrol ini sering digunakan secara langsung dalam sistem eksitasi. Fungsi pengontrolan tegangan eksitasi adalah untuk menjaga kestabilan pada sistem SMIB. Untuk mendapatkan sistem kontrol yang paling andal diperlukannya agar stabilitas yang diinginkan bisa tercapai. Dengan menggunakan metode MATLAB dan PID perangkat lunak, sistem akan menampilkan hasil Institute of Electrical excitation di SMIB.
Kendali Supply Beban Pada Sistem Pembangkit Hybrid Hartawan Abdillah; A.N. Afandi; Aldilla Qurrata A’yun; Sulton Ari wibowo
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v10i2.74

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya dihibridasi dengan sistem pembangkit yang lain yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Angin menjadi salah satu energi alternatif yang menjanjikan di Indonesia. Hibridasi pembangkit listrik adalah menggunakan dua atau lebih pembangkit listrik dengan sumber energi yang berbeda, umumnya dikombinasikan dan disupply dengan PLN atau Genset sehingga diperoleh sinergi yang memberikan keuntungan ekonomis maupun teknis (keandalan sistem supply). Pembangkit Hybrid akan maksimal pemakaianya jika disertai dengan kendali bebannya. Kendali beban bertujuan mengatur pemakaian energi listrik secara efisien agar energi listrik yang dibangkitkan seimbang dengan penggunaan beban yang dikeluarkan sehingga Pembangkit Hybrid tidak akan terjadi Black Out. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan intensitas cahaya matahari mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh sel surya. Intensitas cahaya matahari tertinggi saat pengujian yaitu pada siang hari sebesar 567 Lux dengan nilai tegangan 21.22 V dan arus 0.30 A, sedangkan intensitas cahaya matahari terendah pada sore pukul 17.00 dengan intensitas cahaya matahari 56 Lux dengan nilai tegangan 5.5 V dan arus 0.15 A.
Particle Swarm Optimization (PSO) Sebagai Tuning PID Kontroler Untuk Kecepatan Motor DC Machrus Ali; Izzatul Umami; Hendi Sopian
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2014): Oktober, 2014
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v5i2.75

Abstract

Motor DC yang terhubung dengan seri atau shunt banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Karena memiliki torsi yang relatif tinggi untuk memikul beban dibandingkan dengan motor permanen magnet dengan ukuran yang sama. Motor permanen magnet bersifat linear sedangkan motor DC bersifat non linea. Ketidaklinearan dari motor DC tersebut akan mempersulit dalam aplikasi yang memerlukan kecepatan kontrol secara otomatis. Sayangnya, non linear model dinamik dari motor DC memiliki keterbatasan pada desain dari ragkaian close-loop feedback kontroler. Karakteristik non linear dari motor DC seperti saturasi dan gesekan dapat menurunkan kinerja dari konvensional Kontrol. Pemodelan system pengaturan motor Motor DC harus disesuaikan dengan karakteristik motor DC dan model pengaturannya. Metode kontrol Proporsional-Integral-Derivative (PID) banyak diterapkan di bidang industri. Kontroler ini memiliki parameter-parameter pengontrol, yaitu Kp, Ki, dan Kd. Ketiga parameter tersebut diturunkan dari perhitungan matematis pada metode PID konvensional. Metode osilasi Ziegler-Nichols merupakan sebuah metode penalaan PID yang dapat dilakukan secara otomatis tanpa memodelkan sistem. Paper ini digunakan untuk membandingkan perancangan kecepatan motor DC tanpa controller, dengan manual controller, dengan PID tanpa Artificial Intelegence (AI) dan dengan menggunakan Proporsional-Integral-Derivative (PID) yang dituning dengan 2 (dua) AI. AI yang digunakan adalah Particle Swarm Optimization (PSO). Sistem kontrol kecapatan motor DC yang paling baik adalah kontrol PID-PSO, kemudian dengan kontrol, PID-ZN, PID dan Nonkontrol. Didapatkan nilai; overshoot tanpa kontrol 0 dengan settling time 7,634 detik, overshoot PID standart 1,513 dengan settling time 10 detik, overshoot PID-ZN 1,495 dengan settling time 2,023 detik, overshoot PID-PSO 1,103 dengan settling time 1,32 detik
Studi Analisa Stabilitas Timbunan Dengan Metode Limit Equlibrium Dan Finite Elemen Berdasarkan Kondisi Tanah Di Indonesia Putu Tantri KSari; Yudhi Lastiasih
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.76

Abstract

Kelongsoran timbunan sering terjadi di daerah yang memiliki kontur topografi yang beragam, salah satunya di Indonesia. Ketidakstabilan timbunan memicu berbagai masalah yang perlu diteliti lebih lanjut. Stabilitas lereng menjadi perhatian utama di bidang teknik Geoteknik terutama di daerah yang memiliki beragam topografi. Ada dua metode yang umum digunakan dalam analisis stabilitas tanggul. Limit Equilibrium Method (LEM) secara luas digunakan oleh para penelitia dan perencana dalam melakukan analisis stabilitas lereng. Analisis stabilitas lereng menggunakan Finime Element Method (FEM) juga telah diterima secara luas selama bertahun-tahun. Masing-masing metode memiliki perbedaan dalam memperoleh nilai Angka keamanan (SF). Beberapa penelitian sebelumnya telah dilakukan untuk membandingkan kedua metode yang ada. Hasil yang diperoleh dari perbandingan metode LEM dan FEM masih sangat bervariasi sesuai dengan lokasi review setiap penelitian dan belum menunjukkan hasil yang pasti dan sesuai dengan kondisi tanah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas timbunan untuk melakukan perbandingan pada berbagai kondisi tanah sesuai dengan jenis tanah di Indonesia dengan menggunakan LEM dan FEM. Metode Limit Equlibrium dilakukan dengan membandingkan metode yang dikembangkan sebelumnya: Ordinary / Fellenius, Metode Bishop disederhanakan, Metode Janbu disederhanakan, Spencer Metode, metode Morgenstern-Prince, Metode Lowe-Karafiath. Analisa stabilitas timbunan dengan LEM dan FEM dilakukan dengan menggunakan program bantukomputer. Analisa stabilitas timbunan dalam penelitian ini memperoleh hasil yang variatif. Nilai safety factor pada metode-metode dengan LEM menghasilkan nilai yang berbeda tergantung dari jenis tanahnya. Perbedaan nilai safety factor tersebut disebabkan oleh perbedaan prinsip perhitungan kelongsoran. Rentang perbedaan nilai SF adalah ±2-11% untuk natural slope dan 3-20% untuk timbunan jalan baik pada kondisi muka air tinggi maupun rendah.Nilai SF dengan metode finite element menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan metode limit equilibrium. Perbedaan nilai SF adalah variatif berkisar antara 7-10% tergantung dari jenis tanahnya.
Perbaikan Frekuensi Dan Tegangan Pada Sistem Single Machine Menggunakan Umpan Balik Linear Quadratic Gaussian Dengan Penambahan PID Controller Farid Dwi Murdianto
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v7i1.77

Abstract

Ganguan pada SMIB dapat bersifat ganguan transient ataupun dinamik. Ganguan yang bersifat dinamik mengakibatkan sistem menjadi tergangu dan tidak stabil. Untuk mengatasi hal tersebut perlu untuk mengetahui perilaku sistem dinamik dan sistem kendalinya. Untuk mengatasi ganguan sistem dinamik pada sistem tenaga listrik dilakukan perbaikan frekuensi dan tegangan akibat perubahan beban[2]. Perbaikan frekuensi dan tegangan pada sistem tenaga listrik dilakukan dengan cara menambahkan umpan balik Linear Quadratic Gaussian (LQG). Dengan menambahkan umpan balik LQG pada sistem akan memberikan respon frekuensi dan tegangan menjadi lebih cepat dan lebih stabil. Dengan penambahan PID controller respon tegangan dan frekuensi akan lebih cepat dari kondisi transient menuju steady state.
Desain Optimasi Kecepatan Motor Dc Menggunakan PID (Proportional Integral Derivative) Cotroller Dengan Metode Auto-Tuning Matlab Muhlasin; Machrus Ali; Rukslin
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.78

Abstract

Kekurangnya model dinamis non linier motor DC adalah memiliki keterbatasan pada perancangan pengendali umpan balik loop tertutup rangkaian. Saturasi dan gesekan dapat menurunkan kinerja dan standar kontrol konvensional. Kontroler PID sering digunakan untuk aplikasi kontrol motor karena strukturnya dan algoritma kontrol sederhana yang mudah dimengerti. Parameter Controller umumnya menggunakan Try And Error. Metode ini memiliki hasil yang sukses namun cukup lama dan untuk mendapatkan sistem respon yang memuaskan. Model kontrol kecepatan motor DC ini dirancang dengan menggunakan beberapa kontrol, seperti pengendali PID, PID Ziegler-Nichols dan Auto-tuning PID control Matlab. Hasil kinerja model Kontrol kecepatan motor DC dengan menggunakan Matlab Auto-tuning ditemukan memiliki error steady state terkecil, settling time dan overshoot lebih baik dari PID Controller dan PID-ZN (Ziegler Nichols PID). Dari hasil running program Auto-tuning Matlab dalam penelitian ini adalah pengendali terbaik dengan settling time tercepat yaitu 0.2656 detik dan overshot terkecil adalah 1.0591
Optimisasi Steering Control Mobil Listrik Auto-Pilot Menggunakan Metode Ant Colony Optimization (ACO) Machrus Ali; Izzatul Umami; Hendi Sopian
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.79

Abstract

Steering Control adalah sistem kemudi yang dirancang untuk akurasi pergerakan steer terhadap lintasan kendaraan dan memperingan sistem kemudi. Pada penelitian ini sistem kemudi menggunakan Ant Colony Optimization (ACO). Pada penelitian ini akan dikembangkan model Fully Automatic Steer By Wire System menggunakan 10 Degree Of Freedom (DOF) terdiri dari 7-DOF Vehicle Ride Model dan 3-DOF Vehicle Handling Model. Dari hasil ACO dibandingkan dengan metode PID konvensional didapatkan hasil yang lebih baik. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa Ant Colony Optimization (ACO) pada kecepatan default (13.8 km/h) didapatkan nilai kp = 584,0150, ki = 4,1046, kd = 0,2014 dan mampu mengontrol dengan kecpatan mencapai 69,0 km/h dengan overshot terkecil, yaitu 0,00621 pada C-RMS Error
Unjuk Kerja Metode Imperalistt Competitive Alghorithm (ICA)Dalam Mengoptimalkan Kecepatan Motor DC Yanuangga Gala Hartlambang; Machrus Ali; Agus Raikhani
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.80

Abstract

Imperialist Competitive Algorithm (ICA) merupakan algoritma evolusioner yang terinspirasi dengan kompetisi kekuasaan (imperialist competitive). Algoritma optimasi ICA dikenalkan oleh Esmaeil Atashpaz dan pada tahun 2007. ICA mensimulasikan proses sosial politik dari imperialisme dan kompetisi kekuasaan. Pada Metode ICA ini, seperti algoritma evolusioner lainnya yaitu dengan dimulai dengan inisialisasi populasi awal. Setiap individu dari populasi disebut dengan negara (country). Beberapa negara terbaik dipilh sebagai negara penjajah dan sisanya membentuk koloni yang digunakan oleh penjajah. Negara imperialis bersama-sama dengan koloni yang dimilikinya membentuk beberapa empire (kerajaan). Setelah membentuk empire awal, koloni pada setiap empire bergerak menuju negara imperialis yang relevan. Pergerakan ini adalah model sederhana dari kebijakan asimilasi yang diberikan oleh negara imperialis. Total kekuatan dari sebuah empire tergantung pada kekuatan dari negara imperialis dan kekuatan dari koloninya. Fakta ini dimodelkan dengan mendefinisikan total kekuatan dari sebuah empire merupakan kekuatan dari negara imperialis ditambah dengan presentase dari rata-rata kekuatan koloninya. Penggunaan metode ini didasarkan pada pertimbangan bahwa, ICA merupakan jenis metode optimisasi yang se­der­hana, kemampuan mencapai konvergensi yang cepat, dan menghasilkan solusi yang baik. Ketidaklinearan dari motor DC akan mempersulit dalam aplikasi yang memerlukan kecepatan kontrol secara otomatis. Sayangnya, non linear model dinamik dari motor DC memiliki keterbatasan pada desain dari ragkaian close-loop feedback kontroler. Karakteristik non linear dari motor DC seperti saturasi dan gesekan dapat menurunkan kinerja dari konvensional Kontrol. Pemodelan system pengaturan motor DC harus disesuaikan dengan karakteristik motor DC dan model pengaturannya. Metode kontrol Proporsional-Integral-Derivative (PID) banyak diterapkan di bidang industri. Kontroler ini memiliki parameter-parameter pengontrol, yaitu Kp, Ki, dan Kd. Ketiga parameter tersebut diturunkan dari perhitungan matematis pada metode PID konvensional. Metode osilasi Ziegler-Nichols merupakan sebuah metode penalaan PID yang dapat dilakukan secara otomatis tanpa memodelkan sistem. Sistem kontrol kecapatan motor DC yang dianggap paling baik adalah kontrol PID-ICA, kemudian PID-ZN, kemudian PID dan terakhir Nonkontrol. Hasil running program didapatkan nilai; overshoot tanpa kontrol 0 dengan settling time 7,634 detik, overshoot PID standart 1,513 dengan settling time 10 detik, overshoot PID-ZN 1,495 dengan settling time 2,023 detik, overshoot PID-ICA 1,103 dengan settling time 1,32 detik.
Hubungan Sudut Pahat Dan Kecepatan Potong Terhadap Pemakaian Mata Pahat Pada Pembuatan As-Arbor Mualifi Usman; Ellysa Nursanti; Dimas Indra Laksmana
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.81

Abstract

Sudut pemotongan pahat merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi hasil pengerjaan pembuatan arbor. Kualitas permukaan potong tergantung pada kondisi pemotongan, dengan pemakaian standarisasi sudut pemotongan dan kecepatan potong kemungkinan akan didapat hasil kerataan yang sesuai.Pentingnya penentuan sudut pemotongan pahat dan kecepatan potong yang tepat dapat meminimalisir pemakaian mata pahat, dalam hal ini pada pembuatan arbor dapat dioptimumkan pemakaian mata pahatnya dengan menjaga geometri sudut pahat. Geometri pahat yang optimum memberikan proses pemotongan yang cepat dengan hasil yang halus serta keausan pahat yang minimum.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan sudut pahat dan kecepatan potong terhadap pemakaian mata pahat pada proses pembuatan As-Arbormalalui pendekatan analisa regresi linier berganda.Pengaruh hubungan variabel sudut pahat dan kecepatan potong terhadap penggunaan mata pahat ditunjukkan dengan model rumusan regresi linier berganda yang ditunjukkan oleh . Nilai koefisien determinasi diperoleh 0.783 atau 78,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut pahat dan kecepatan potong semakin besar pula tingkat keausan mata pahatnya.

Page 6 of 12 | Total Record : 119