Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Articles
3,397 Documents
Advantages and Disadvantages of Problem Based Learning Models
Deby Rakhmawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.527 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66052
Pada zaman era globalisasi seperti sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat cepat dan makin canggih. Manusia yang mampu mengikuti perkembangan zaman sekarang ini adalah manusia memiliki keterampilan 4C yaitu keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration). Lembaga Pendidikan perlu mengembangkan model pembelajran inovatif untuk meningkatkan keterampilan 4C peserta didik. Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan adalah Problem Based Learning. Oleh karena itu penulis membahas mengenai kelebihan dan kekurangan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) sehingga para pendidik mengetahui menggunakan dan menggembangkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dalam praktik di kelas.
Improving Thematic Learning Outcomes Through Problem Based Learning (PBL) Approach 2nd Grade Elementary School Students
Rohyat Suparni
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.29 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66284
Tujuan penelitian ini adalah meningkatan hasil belajar Tematik melalui penerapan pendekatan Problem Based Learning siswa kelas II SDN Mekarlaksana. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan model spiral C. Kemmis & Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes dan teknik non tes. Instrumen penelitian dengan menggunakan butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis Diskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan pendekatan Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya hasil belajar tema Keselamatan di Rumah dan di Perjalanan dari berdasarkan ketuntasan pra siklus, siklus 1, siklus 2 sebesar 35%, 60% dan 90%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik.
Improving Student Learning Outcomes Through Problem Based Learning Model
Agus Geger Putranto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.77 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66154
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia tema energi dan perubahannya dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SD Negeri 3 Jatiroto pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa sebanyak 9 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan tes hasil belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 56%, dan siklus II meningkat menjadi 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Realistic Mathematics Education (RME) As Alternative Approach In Mathematics Learning
Retno Wulandari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.575 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68513
Matematika pada umumnya dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan. Proses pembelajaran yang hanya didominasi ceramah membuat siswa kesulitan dalam memahami konsep matematika. Pasifnya siswa dan pembelajaran yang kurang bermakna berakibat pada kurang maksimalnya pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan adanya inovasi dalam pembelajaran matematika. Tujuan artikel ini adalah untuk memaparkan 1) Realistic Mathematics Education (RME), 2) RME pada proses pembelajaran. Hasilnya adalah 1) RME merupakan pendekatan yang bersifat kontekstual untuk membangun pengetahuan siswa, 2) RME dapat digunakan sebagai pendekatan yang berpusat pada siswa dengan guru sebagai mediator dan fasilitator. Kesimpulannya adalah RME dapat digunakan sebagai pendekatan pada pembelajaran matematika untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang lebih baik.
Efforts to Increase Student Learning Motivation Through Role Playing Method in Citizenship Education Learning
Iqomatush Sholihah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.136 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66068
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Metode Bermain Peran Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas IV SDN 4 Sekuro pada pelajaran Pendidikan kewarganegaraan dengan menggunakan metode pembelajaran bermain peran sebagai pilihan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dikriptif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa rata-rata tingkat motivasi siswa pada siklus I di kelas IV SDN 4 Sekuro pada pelajaran PKn adalah 54,37 %, dan pada siklus 2 naik menjadi 78,75% . Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 52,25 masih di bawah KKM yang ditetapkan yaitu 65 dan pada siklus 2 menjadi 68,25 sudah di atas KKM. Dalam hal ini motivasi siswa untuk melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran sangat antusias, karena apabila siswa memerankan adegan dengan baik guru selalu memberikan pujian sehingga siswa yang lain berkeinginan ikut memerankan dengan baik
Improving Student Learning Outcomes Through Audio Visual Media
Mohammad Syaifudin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (519.661 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66300
Pada era pandemi akibat Covid-19 peserta didik mengikuti pembelajaran lewat online (BDR). Hal ini mengakibatkan rendahnya hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik di kelas menjadi rendah juga terjadi karena guru kurang inovatif dalam menggunakan model pembelajaran. Hasil belajar peserta didik perlu ditingkatkan agar mendapatkan prestasi yang bagus dan sekolah semakin berkualitas. Seorang pendidik harus bisa menerapkan media pembelajaran yang inovatif. Dengan menerapkan media pembelajaran yang inovatif siswa akan lebih fokus dan aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Salah satu media inovatif yang dapat digunakan adalah menggunakan media audio visual. Tujuan menggunakan media audio visual adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Improving Learning Outcomes in Neighboring Country Natural Appearance Materials Applying Picture and Picture Learning Models for Class VI Students in Semester I SD Negeri Karangpelem 3
Ika Purnamasari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (552.019 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66170
Penelitian ini bertujuan mengetahui Peningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Kenampakan Alam Negara Tetangga Menerapkan Model Pembelajaran Picture And Picture Pada Siswa Kelas VI Semester I SD Negeri Karangpelem 3. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas VI Semester I di SD Negeri Karangpelem 3 dengan jumlah siswa 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis komparatif, yakni membandingkan hasil pembelajaran antar siklus. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan penerapan model pembelajaran picture and picture dengn menggunakan media peta dari sterofom dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa menunjukkan dari 24 siswa terdapat 8 siswa atau 33% yang mencapai ketuntasan pada kondisi awal atau pra siklus,pada siklus I meningkat menjadi 11 siswa atau persentase 45% dan pada siklus II meningkat menjadi 14 siswa 75%, pada siklus III ketercapaian ketuntasan siswa meningkat menjadi 22 siswa atau 91%. Peningkatan hasil belajar siswa dari kondisi awal hingga siklus III sebesar 59%.
Planting the Character of Love for the Environment Through the GO GREEN SCHOOL Movement
Novi Lestari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (637.603 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68541
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Lingkungan sekolah sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan tentunya akan memicu prestasi siswa. Lingkungan sekolah yang asri memiliki manfaat yang cukup besar bagi keberlangsungan hidup para peserta didik di sekolah. Go Green School adalah konsep yang mengajak seluruh warga sekolah untuk membentuk gaya hidup agar lebih peduli dan melestarikan lingkungan. Adapun tujuan kegiatan aktualisasi ini yang dilaksanakan di lingkungan adalah untuk menanamkan karakter cinta lingkungan kepada siswa. Selain itu untuk membangun sikap kepedulian siswa akan pentingnya menjaga dan mencintai lingkungan sekolah. adapun metode yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Dari hasil pembahasan dalam penulisan ini dapat disimpulkan bahwa penanaman karakter cinta lingkungan melalui gerakan Go Green School mengalami peningkatan.
21st Century Teacher Knowledge About Technology Pedagogical Content Knowledge (TPACK)
Sartono Sartono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (828.728 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66104
Guru abad 21 harus memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan dalam menggunakan berbagai perangkat teknologi. Artikel ini bertujuan untuk mendefinisikan, menjelaskan tentang pengukuran, dan menjelaskan tentang pengembangan technological pedagogical content knowledge (TPACK). Penulisan artikel menggunakan metode kajian pustaka dari buku, artikel jurnal, dan dokumen lain yang berkaitan dengan topik pembahasan. Hasil kajian mendapati bahwa, TPACK merupakan salah suatu jenis pengetahuan baru yang harus dikuasi guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi dengan baik dalam pembelajaran, pengukuran TPACK merupakan aktivitas penilaian tingkat penguasaan TPACK yang dilakukan menggunakan TPACK framework, dan pengembangan TPACK merupakan kelanjutan dari proses pengukuran yang dilakukan untuk meningkatkan penguasaan TPACK. TPACK dapat dijadikan sebagai kerangka kerja untuk mendesain kurikulum pendidikan guru yang lebih sesuai dengan era dan tuntutan pembelajaran Abad 21.
Improving The Quality Of Learning IPS Through The Two Stay Two Stray Model with Powerpoint Media at SDN Bendan Ngisor, Semarang City
Afrinia Nur Fatimah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (536.187 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68391
Pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kehidupan di masyarakat. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil refleksi diri dalam pembelajaran IPS pada kelas VB SDN Bendan Ngisor Kota Semarang di mana perlu adanya peningkatan. PTK ini terdiri empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi menggunakan tiga siklus, dengan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian guru dan 37 siswa SDN Bendan Ngisor. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru pada siklus I memperoleh kategori baik, pada siklus II dan pada siklus III memperoleh kategori sangat baik. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I memperoleh kategori cukup, pada siklus II memperoleh kategori baik, dan pada siklus III memperoleh kategori sangat baik. Hasil belajar ranah pengetahuan siswa pada siklus I memperoleh kategori cukup, pada siklus II dan pada siklus III memperoleh kategori baik.