cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses" : 52 Documents clear
Karakteristik Register Kemiliteran dalam Wacana Tutur  di Batalyon Kesehatan 1 Kostrad Bogor Annisa Annisa; Sudarya Permana; Chakam Failasuf
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/5ny4nq92

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik register kemiliteran dalam bentuk kata, frasa, kalimat yang mempunyai ciri khas penggunaan bahasa yang singkat, padat, jelas dan tegas. Pada penelitian ini terdapat karakteristik bahasa militer berupa  kosakata menggunakan istilah militer dan medis seperti kosakata dalam bentuk jabatan Padokgi (perwira dokter gigi), Padokzi (perwira dokter gizi), frasa, akronim, singkatan dan kalimat. Dalam komunitas tertentu khususnya militer mempunyai variasi bahasa yang unik dan tidak ditemukan pada komunitas lainnya. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi realis untuk dapat mengetahui bagaimana pola komunikasi dalam sebuah kelompok masyarakat atau komunitas pada kejadian dan fenomena yang nyata. Data yang dihasilkan berupa deskripsi kata, frasa dan kalimat serta jawaban yang diberikan partisipan dalam kegiatan wawancara dan catatan di lapangan. Sumber data dari observasi, wawancara dengan anggota militer 15 orang dari berbagai hierarki kepangkatan dari tamtama 6 orang, dari pangkat bintara 4 orang, dan dari pangkat perwira 5 orang, dokumen resmi militer, buku saku militer, jurnal artikel militer, majalah militer, website militer dan dokumentasi serta foto kegiatan observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, observasi tersamar, wawancara, dokumen terkait militer dan dokumentasi. Hasil penelitan terdapat karakteristik bahasa militer berupa kosakata yang meliputi kata tempat, kata benda, kata kerja, kata dalam bentuk struktur jabatan, akronim, singkatan dan intonasi suara yang tegas.
Sikap Tempo.co terhadap Jokowi Pasca Reshuffle Kabinet Merah Putih: Analisis Wacana Kritis Tabita Eka Ayu Sofia; Nurhayati Nurhayati; Adinda Maghfirah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/2w1ccz60

Abstract

Penelitian ini menganalisis wacana media daring Tempo.co dalam membingkai Joko Widodo (Jokowi) pasca-jabatannya sebagai presiden melalui Analisis Wacana Kritis (AWK) dengan teori Teun A. van Dijk (1988). Fokus penelitian ini adalah membongkar bagaimana struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial digunakan untuk mereproduksi ideologi kritis terhadap politik dinasti dan upaya Jokowi dalam mempertahankan kekuasaannya pasca pemecatannya dari PDIP dan reshuffle Kabinet Merah Putih. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data tiga dimensi Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara makrostruktur, ditemukan tema sentral "Pergeseran Kekuasaan dari Solo ke Hambalang" yang mengonstruksi transisi kekuasaan sebagai proses eliminasi pengaruh aktor lama. Pada tingkat mikrostruktur, penggunaan diksi delegitimasi seperti “terlempar”, “tak dianggap”, dan “orang titipan”, serta metafora secara efektif membentuk citra Jokowi sebagai figur yang mengalami pelemahan kekuasaan. Analisis kognisi sosial mengungkap bahwa media memanfaatkan pengetahuan bersama (shared knowledge) masyarakat mengenai politik keluarga Jokowi. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa manuver politik subjek adalah tindakan yang tidak memiliki legitimasi moral. Secara kontekstual, Tempo.co memposisikan diri sebagai agen kontrol sosial yang kritis terhadap upaya pelanggengan kekuasaan non-institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tempo.co menjalankan peran sebagai agen kontrol sosial yang menggunakan kekuasaan diskursif untuk memastikan bahwa personalisasi kekuasaan tidak melampaui batas demokrasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisisnya pada fase pasca-kekuasaan, yang membuktikan bahwa reproduksi ideologi dan delegitimasi aktor politik tetap bekerja secara intensif meskipun otoritas formal telah berakhir.
Representasi Kritik Sosial Cerpen “Gandasturi” Karya Danarto dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA Siti Karomah; Widowati Widowati; Joko Santoso
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/srgqx475

Abstract

Penelitian bertujuan 1) Mendeskripsikan representasi kritik sosial cerpen “Gandasturi” karya Danarto. 2) Mendeskripsikan implementasi cerpen “Gandasturi” karya Danarto sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan kajian sosiologi sastra. Data penelitian terdiri dari satuan gramatikal yang berisi tentang perilaku tokoh melalui komunikasi/percakapan serta interaksi antartokoh terkait kritik sosial. Sumber data yang digunakan yaitu cerpen “Gandasturi” karya Danarto. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibekali dengan seperangkat konsep kritik sosial, bahan ajar dan sosiologi sastra. Selain itu, agar memperkuat data yang diperoleh digunakan pula kisi-kisi instrumen dan indikator penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian terhadap cerpen “Gandasturi” diperoleh dua kritik sosial yaitu kritik sosial moral meliputi rendahnya sopan santun serta kritik sosial ekonomi meliputi kemiskinan, rendahnya upah pekerja, terbatasnya akses pendidikan. Cerpen “Gandasturi” dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA kelas XI karena cerpen “Gandasturi” telah memenuhi kriteria sebagai bahan ajar sastra berupa bahasa, psikologis, dan latar budaya siswa.
Kajian Learning Obstacle dalam Pembelajaran Ḥarf Al-Jarr di Madrasah Aliyah Hasan Nurudin Rahmi; Asep Sopian; Hikmah Maulani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/vm7qze33

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah dengan kajian khusus terhadap materi ḥarf al-jarr. Permasalahan utama yang ditemukan adalah kesulitan siswa dalam memahami ḥarf al-jarr yang termasuk ke dalam propositional knowledge yang menuntut justifikasi dan pemahaman bertingkat. Kesulitan tersebut muncul karena siswa belum sepenuhnya menguasai konsep isim dan i‘rāb yang menjadi prasyarat dalam memahami materi ḥarf al-jarr. Kondisi ini menunjukkan adanya learning obstacle yang meliputi hambatan epistemologis, ontogenik, dan didaktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk learning obstacle siswa pada materi ḥarf al-jarr serta mengidentifikasi situasi didaktisnya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Didactical Design Research (DDR) dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, yang selama ini lebih banyak digunakan pada bidang lain. Metode yang digunakan adalah paradigma interpretatif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan siswa kelas XI F-3 yang berjumlah 16  orang, dan guru bahasa Arab yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dkk. (2014) yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan ontogenik berupa rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan penguasaan pengetahuan prasyarat, dan perbedaan pengalaman belajar sebelumnya; hambatan epistemologis berupa kekeliruan dalam memahami tanda i‘rāb, kosa kata di dalam soal, dan memahami terjemah dari ḥarf al-jarr; serta hambatan didaktik yang berkaitan dengan penyajian materi yang belum sepenuhnya sesuai dengan kesiapan awal siswa.
Babad dan Epos dalam Novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis Karya Setyo Wardoyo: Analisis Respons Estetik Wolfgang Iser Yustisia Melianasari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/e40y6r34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi babad dan epos dalam novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis karya Setyo Wardoyo berdasarkan teori respons estetik Wolfgang Iser. Sumber dan data penelitian adalah novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis karya Setyo Wardoyo serta teks babad dan epos terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data melalui tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra lama berupa babad (Babad Tanah Jawi) dan epos (Mahabharata, Kakawin Bharatayudha, dan Ramayana) merupakan repertoire yang menjadi dasar penciptaan novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis. Novel tersebut mencoba merekonstruksi citra negatif Ratu Kalinyamat yang tertulis dalam Babad Tanah Jawi maupun mitos terkait tapa wuda asinjang rikma. Babad Tanah Jawi hanya menceritakan sisi rohaniah saja, sedangkan pada novel Ratu Kalinyamat dihadirkan sebagai sosok yang lebih realistis. Ritual kramas dimaknai sebagai sarana penyucian yang terilhami dari tokoh Drupadi dalam wiracarita Mahabharata. Selain itu, formasi cakrabyuha terdapat dalam Kakawin Bharatayudha. Pertikaian antarsepupu terilhami dari kisah Mahabharata antara Pandawa dan Kurawa, sedangkan pertarungan menggunakan perantara diambil dari kisah Rama dan Bali dalam Ramayana. Selain kronik tanah Jawa, novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis juga menceritakan tentang perjuangan Ratu Kalinyamat melawan kolonialisme. Portugis menjuluki Ratu Kalinyamat sebagai Rainha de Japara atau penguasa Jepara dan Rainha de Kalinyamat atau penguasa Kalinyamat.
Analisis Korpus Variasi Bahasa Pendidikan dalam Kartun Ibnu Sina Neneng Arbanisa A. Maro; Mia Nurmala
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/nw9e0n09

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi bahasa pendidikan dalam kartun Ibnu Sina melalui analisis korpus menggunakan AntConc untuk mengidentifikasi frekuensi kosakata, pola konkordansi, kolokasi, serta fungsi register pendidikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis Corpus-Based Research dengan data transkripsi dialog empat bagian Kartun Ibnu Sina. Kosakata pendidikan diidentifikasi secara manual dan divalidasi menggunakan Qāmūs al-Tarbiyah al-Ḥadīs serta Mu‘jam Muṣṭalaḥāt al-‘Ulūm at-Tarbawiyyah wa an-Nafsiyyah. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 52 kosakata pendidikan. Analisis konkordansi mengidentifikasi 11 kata utama, yaitu al-‘ilm, al-ma‘rifah/al-ma‘arif, al-kutub, al-‘ilaj/yu‘alij/ad-dawa’, ya‘rif/ta‘rif, dan bari‘, yang memperlihatkan variasi makna kontekstual. Analisis kolokasi menemukan lima kata dengan hubungan leksikal signifikan, sementara ya‘rif/ta‘rif tidak menunjukkan kolokasi dominan namun tetap berfungsi instruksional. Secara fungsional, variasi tersebut membentuk register pendidikan yang menyampaikan pengetahuan, membangun kompetensi, dan menanamkan nilai edukatif. Temuan ini menegaskan bahwa dialog Kartun Ibnu Sina mencerminkan register pendidikan yang selaras dengan prinsip Arabic for Specific Purposes (ASP).
Pengembangan Media Ajar Canva dan Wordwall pada Pembelajaran Cerpen Siswa SMPN 1 Wita Ponda Husna Wati; Gazali Gazali; Moh. Tahir
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/kk96xg44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berbasis Canva dan Wordwall pada materi cerpen untuk siswa kelas VIII SMPN 1 Wita Ponda. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Subjek penelitian terdiri atas validator ahli, praktisi, dan siswa sebagai pengguna media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh rata-rata skor validasi sebesar  95,7% dengan kategori sangat valid. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kelayakan sebesar  83,33% pada uji coba individu dan 89,7% pada uji coba terbatas, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Media Canva berperan dalam menyajikan materi secara visual, sedangkan Wordwall meningkatkan interaktivitas melalui kuis pembelajaran. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai alternatif inovatif untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa terhadap materi cerpen.
Heteronormativitas Queer dalam Film Omnibus dan Kumcer Sanubari Jakarta Karya Laila Nurazizah Minanto Minanto; Suma Riella Rusdiarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/zqa2zd78

Abstract

Sanubari Jakarta (2012) adalah film omnibus berisi sepuluh film pendek yang telah dialihwahanakan ke dalam bentuk kumpulan cerpen pada tahun yang sama oleh Laila Nurazizah. Penelitian ini membahas isu heteronormativitas queer melalui proses alih wahana dari film omnibus ke kumpulan cerita pendek. Masalah utama dalam penelitian ini adalah representasi tokoh-tokoh queer dalam film ditampilkan sebagai tokoh biner secara heteronormatif melalui perfomativitas gender masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap performativitas gender seringkali dianggap selaras orientasi seksual atau ekspresi gender tertentu. Metode penelitian ini menggunakan analisis naratologi Chatman (1978) untuk memperlihatkan tokoh-tokoh queer ditampilkan baik di dalam film maupun di dalam cerpen, dan menunjukkan pergeseran penokohan melalui proses alih wahana. Penelitian ini juga menggunakan teori performativitas gender dari Butler (1990) untuk mengungkap performativitas gender tokoh-tokoh queer tersebut berkaitan erat dengan heteronormativitas masing-masing. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa proses alih wahana mengukuhkan performativitas gender tokoh-tokoh queer secara heteronormatif.
Translation Equivalence in Horror Movie Ni Gusti Ayu Putu Agustin Ariantini; Made Susini; Dewa Ayu Kadek Claria
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/0wf58766

Abstract

This study aims to analyze how subtitling in Pamali: The Corpse Village preserves elements of fear and cultural meaning through various types of equivalence and pragmatic strategies. Using Baker’s theory of equivalence, this research explores how subtitling influences the audience's experience of horror films. The research employs a descriptive qualitative analysis method. The data consist of dialogues taken from a film that have been translated into English, which are then categorized based on the types of equivalence used in the subtitling. Additionally, this study identifies pragmatic strategies in translating dialogues that contribute to conveying fear to the audience. The findings reveal that seven types of equivalence from Baker are applied in the film’s subtitling. They include Equivalence at Word Level, Equivalence above Word Level, Grammatical Equivalence, Textual Equivalence: Thematic and Information Structure, Textual Equivalence: Cohesion, Pragmatic Equivalence, and Beyond Equivalence. In transferring the source meaning, subtitling through these seven types of equivalence can successfully transfer the core message. In preserving elements of fear and cultural meaning, in some cases, subtitling may lead to some consequences. Subtitling through Equivalence at Word Level may slightly diminish the cultural and horror element inherent in the SL text caused by the occurence of non-equivalence words in the SL texts.  Equivalence above Word Level when working on the translation of idiom by paraphrasing, Grammatical Equivalence focusing on grammatical Person, and Pragmatic Equivalence may also lose the cultural meaning of the SL texts. Textual Equivalence achieved through the change of thematic structure may reduce the element of fear of the movie.
Pasangan Ajasensi dan Ragam Keigo dalam Drama Shoujiki Fudousan: Analisis Pragmatik. Aliza Gibran Lohjinawi; Yuyu Yohana Risagarniwa; Erlina Zulkifli Mahmud
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/6kbq2j03

Abstract

Salah satu jenis analisis percakapan adalah pasangan ajasensi atau adjacency pairs. Pasangan ajasensi dapat ditemukan dalam keigo atau ragam hormat dalam bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis pasangan ajasensi honorifik dan menganalisis jenis honorifik dalam bahasa Jepang di Drama Shoujiki Fudousan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data diambil dari drama Shoujiki Fudousan season 1 (2022) yang terdiri dari 10 episode. Objek kajian berupa pasangan ajasensi dan jenis keigo yang digunakan dalam drama Shoujiki Fudousan. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat. Analisis data menggunakan metode padan pragmatis dan padan referensial. Untuk teknik analisis data menggunakan teknik Teknik Unsur Penentu (PUP). Penyajian data disajikan secara informal. Hasil penelitian menunjukkan dalam drama Shoujiki Fudousan ditemukan 15 jenis pasangan ajasensi yang ditemukan dalam drama Shoujiki Fudousan di antaranya: Memperkenalkan diri-salam; Sapaan-sapaan; Tanya-jawab; Penawaran-penerimaan; Penawaran-penolakan; Permintaan-Penerimaan; Permintaan-Penolakan; Komplain-penerimaan; Komplain-penolakan; Kerja sama-kerja sama ; Pujian-Penerimaan; Teguran-Penerimaan; Teguran-penolakan; Saran-menolak; Permintaan maaf-menolak. Selain itu, ditemukan 125 data keigo yang terdiri atas teineigo (65 data), kenjougo (17 data), dan sonkeigo (43 data). Berdasarkan temuan ini menunjukkan keigo dalam drama tidak hanya berfungsi sebagai penanda kesopanan tetapi juga sebagai pengatur dinamikan percakapan melalui pasangan ajasensi.