cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,015 Documents
Derivasi Bahasa Korea (파생어 pasaengeo) pada Cerita Anak berjudul “벽운마을의 산신제 (Byeogunmaeure Sansinje / Mountain God Festival in Byeokwoon Village)” Ni Gusti Ayu Dhyani Widyadari; Ypsi Soeria Soemantri; Wagiati; Puspa Mirani Kadir
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1843

Abstract

Proses derivasi dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari maupun berbagai jenis media yang salah satunya adalah cerita anak. Dalam bahasa Korea, derivasi merupakan salah satu bagian dari kata kompleks atau 복합어 (bokhabeo). Salah satu unsur pembentuk kata derivasi dalam bahasa Korea adalah afiks. Bahasa Korea memiliki beragam jenis afiks, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis afiks derivatif apa saja yang terdapat dalam cerita anak Korea yang berjudul “벽운마을의 산신제 (Byeogunmaeure Sansinje / Mountain God Festival in Byeokwoon Village)”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan yang didapatkan dari penelitian ini berupa 12 macam afiks derivatif yang terdapat pada 25 data berupa kata berafiks yang yang didominasi oleh sufiks sebanyak 11 data dan 1 data prefiks. Jenis prefiks yang ditemukan yaitu hanya prefiks derivatif verba sedangkan untuk sufiks ditemukan semua jenisnya yaitu sufiks derivatif nomina, verba, ajektiva, dan adverbia.
Lakon Komedi Televisi “Lapor Pak!” di Trans7 (Kajian Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk) Hajarulhuda Dewi Anjani; Munirah; Akram Budiman Yusuf
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1846

Abstract

ABSTRAK Lakon komedi “Lapor Pak!” merupakan acara hiburan di salah satu siaran pertelevisian di Indonesia yang mengusung konsep komedi varietas. “Lapor Pak!” tidak hanya ditayangkan di Trans7, melainkan video tersebut diunggah di akun Youtube Trans7 agar dapat dinikmati dan ditonton ulang oleh masyarakat. Penelitian ini merupakan analisis wacana pada lakon komedi “Lapor Pak!” yang memiliki tujuan untuk mengungkapkan wacana kritik sosial yang terdapat pada lakon tersebut menggunakan model Teun A. Van Dijk. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik baca markah, teknik simak, dan teknik catat, Data pada penelitian ini, yaitu transkrip potongan video lakon komedi televisi “Lapor Pak!” yang diunggah di Youtube pada tanggal 09 dan 10 Februari 2022 yang telah disegmentasi sesuai dengan kebutuhan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lakon komedi “Lapor Pak!” membahas mengenai kasus-kasus yang terjadi di tengah masyarakat yang disuguhkan dengan unsur komedi masa kini yang membuat program ini digemari oleh masyarakat. Kasus yang diangkat berasal dari peristiwa di dunia nyata baik pada berita di media televisi, surat kabar, maupun media sosial. Lapor Pak membawa rincian cerita secara langsung dengan sistematis, disisipkan segmen interogasi sebagai bentuk bincang-bincang kepada bintang tamu di luar dari kasus yang diangkat menyerupai talk show. Walaupun Lapor Pak membahas konflik yang sedang terjadi, bahasa yang digunakan dapat dimengerti oleh berbagai kalangan. Karena, lakon komedi “Lapor Pak!” menggunakan bahasa yang informal maupun formal tergantung situasinya, tidak luput dari penggunaan bahasa gaul, dan mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing serta bahasa daerah pada beberapa percakapan antartokoh. Kata Kunci: Lapor Pak, Lakon Komedi, Analisis Wacana Kritis
Efektifitas Media Youtube dalam Pembelajaran Puisi Rakyat Kelas VII SMPN 18 Kota Jambi Kiki Oktaviana; Albertus Sinaga; Akhyaruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan media youtube youtube yang digunakan dalam pembelajaran puisi rakyat kelas VII di SMPN 18 Kota Jambi Tahun Ajaran 2021/2022. penelitian ini dilaksanakan di kelas VII di SMPN 18 Kota Jambi Tahun Ajaran 2021/2022. Waktu penelitian dilakanakan pada semester ganjil bulan september 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan cara wawancara dengan guru bidang studi bahasa Indonesia ( sebagai data utama) dan wawancara dengan siswa dan siswi yang terdiri dari 10 orang ( sebagai data utama).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi atensi media youtube lebih mudah dipahami, lebih menarik untuk dipelajari, lebih mudah dimengerti, lebih cepat memahaminya, untuk masa wabah covid ini sangat membantu sekali, karena siswa lebih terjaga kesehatannya, siswa dapat lebih mengenal kemajuan teknologi dan pembelajaran lebih menjadi tidak membosankan. Fungsi afektif media youtube, siswa merasa efektif dari segi pembelajarannya yang sangat membantu dalam memahami pembelajaran puisi rakyat dalam menggunakan media youtube. Akan tetapi siswa merasa kurang efektif karena tidak semua siswa memiliki keleluasaan dalam masalah ekonomi, karena sebagian siswa memiliki keterbatasan, seperti tidak memiliki handphone, tidak mampu membeli paket internet, serta jaringan yang kurang mendukung fungsi kognitif media youtube siswa lebih mengapresiasi pembelajaran puisi rakyat, siswa dapat mengetahui praktik dari teori yang dipelajari, siswa lebih komunikatif dan siswa dapat mencocokkan teori dengan praktik. Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari siswa merasa sangat senang dengan menggunakan media youtube dalam pembelajaran puisi rakyat, karena menurut mereka, siswa dapat melihat secara langsung ekspresi yang dibawakan pada video yang diberikan. Sebagian juga berpendapat bahwa mereka senang karena mereka tidak perlu membaca, cukup mereka dengarkan dari video yang diberikan, karena tidak semua siswa yang suka membaca.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Web (E-Learning); Kajian Fenomenologi Dhea Hastuti; Fatmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1878

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya pemanfaatan sejumlah aplikasi pembelajaran untuk mendukung pembelajaran daring. Pembelajaran berbasis web e-learning dilaksanakan di SMK PGRI Pekanbaru karena adanya Covid-19. Fokus masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penggunaan media e-learning pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis web e-learning di SMK PGRI Pekanbaru. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Wahyuningsih & Makmur pembelajaran dalam e-learning dan teori pembelajaran berbasis web e-learning Rusman, dkk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yaitu mendeskripsikan segala bentuk tindakan dan fenomena yang dilakukan oleh subjek yang diteliti dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis web e-learning. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teori Stevick-Cosizzi-Kenn. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran berbasis web e-learning yang dilaksanakan di SMK PGRI Pekanbaru belum terlaksana dengan efektif karena terpengaruh oleh jaringan internet yang tidak baik. Media pembelajaran web e-learning yang digunakan adalah Whatsapp, Google Classroom, Gmail, Google meet, Zoom. Guru mendapatkan pengalaman yang berbeda saat menggunakan aplikasi web e-learning. Kelebihan pembelajaran berbasis web e-learning bisa dilaksanakan di mana saja dan kapan saja. Kekurangannya tidak dapat bertatap muka secara langsung. Pelajaran Bahasa Indonesia yang mudah diajarkan melalui web e-learning adalah teks biografi, teks eksposisi, dan cerita rakyat. Materi yang sulit diajarkan yaitu debat dan drama. Google Classroom merupakan aplikasi web e-learning yang direkomendasikan oleh guru di SMK PGRI Pekanbaru. Pembelajaran berbasis web e-learning memberikan pengalaman dan inovasi baru bagi guru dalam mengajar.
Analisis Campur Kode pada Percakapan Mahasiswa Pascasarjana Linguistik Universitas Hasanuddin Angkatan 2020 di Grup Whatsapp A. Murni Al; Mardi Adi Armin; Ery Iswary
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1882

Abstract

Di dalam berkomunikasi, tak jarang penutur menggunakan dua bahasa atau lebih untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sosiolinguistik merupakan sub-disiplin dari ilmu linguistik yang berfokus untuk mengkaji hubungan bahasa dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis atau bentuk campur kode dalam media grup Whatsapp. Objek fokus dari penelitian ini adalah percakapan mahasiswa program Pascasarjana Linguistik Universitas Hasanuddin Angkatan 2020 di grup Whatsapp. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari percakapan mahasiswa di grup Whatsapp. Data dianalisa dengan menggunakan metode simak dan metode catat. Metode simak dilakukan dengan mengamati percakapan para mahasiswa di grup Whatsapp tersebut. Kemudian, penulis menggunakan metode catat yaitu metode yang dilakukan untuk mencatat percakapan yang terjadi. Data dikategorikan berdasarkan jenis-jenis yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa sangat sering menggunakan campur kode (code-mixing) untuk berinteraksi satu sama lain. Adapun tujuan dari penggunaan campur kode tersebut yaitu untuk 1) memberitahukan sesuatu, 2) menegaskan sesuatu, 3) menjelaskan sesuatu, dan 4) menghibur.
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Menulis Teks Prosedur dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas VII SMPN Satu Atap Punaga Kabupaten Takalar Rosmianti; Munirah; Abd. Rahman Rahim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prototipe, membuktikan validitas, membuktikan kepraktisan, dan mengetahui efektivitas bahan ajar interaktif menulis teks prosedur dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode R&D (Research and Development) menggunakan model pengembangan 4-D (Four-D Models). Subjek penelitian yakni Validator ahli materi, validator praktisi, guru, kepala sekolah, dan peserta didik kelas VII. Teknik analisi data pada penelitian ini : prototipe, analisis validasi, analisis kepraktisan, analisis keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Prototipe yang dihasilkan yakni defenisi teks prosedur, sruktur teks prosedur, unsur kebahsaan teks prosedur, jenis-jenis teks prosedur, langkah-langkah menyusun teks prosedur, contoh-contoh teks prosedur secara kontekstual, tugas mandiri dan tugas kelompok, tes formatif. Modul interaktif menulis teks prosedur dinyatakan valid. Modul interaktif menulis teks prosedur dinyatakan parktis. Modul interaktif menulis teks prosedur dinyatakan efektif.
Minat dan Motivasi Belajar Keterampilan Berbahasa Siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) Kelas XII Mipa 4 MAN 2 Kota Makassar (Studi Kasus) Hasnah; Andi Sukri Syamsuri; Munirah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat dan motivasi siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) dalam belajar keterampilan berbahasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian sekaligus menjadi data dan sumber data adalah siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) kelas XII MIPA 4 MAN 2 Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Minat belajar dapat dilihat dari empat indikator utama yakni perasaan senang, ketertarikan siswa, perhatian siswa, dan keterlibatan siswa. Berdasarkan indikator tersebut, minat belajar keterampilan berbahasa pada siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) kelas XII MIPA 4 khsususnya pada AF berada pada kategori baik. Hal tersebut dapat dilihat dari skor penilaian lebih dominan berada pada angka 3 (B) dengan jumlah skor 47,40% yang dipilih oleh 9 orang responden dengan total pertanyaan 15 butir dan total frekuensi 64. Sedangkan skor dominan kedua yakni nilai 4 (SB) dengan jumlah skor 41,48% dengan selisih 5,92% yang memiliki jumlah frekuensi 56. Sementara skor 2 (KB) yaitu 11,11% yang memiliki jumlah frekuensi 15. Hal ini tentu memiliki selisih yang jauh lebih besar dibandingkan (SB). 2) Motivasi belajar keterampilan berbahasa siswa AF sebagai siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) memiliki 5 indikator utama yakni (1) tekun dalam belajar, (2) ulet dalam menghadapi masalah, (3) berminat dalam berbagai masalah pelajaran, (4) mandiri, dan (5) teguh pendirian. Hasil penelitian menunjukkan motivasi yang dimiliki siswa AF dalam belajar keterampilan berbahasa juga berada pada kategori baik. Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa motivasi belajar keterampilan berbahasa siswa berada pada kategori angka 3 (B) dengan skor 52,59% dengan hasil frekuensi 71 kali pemilihan kategori tersebut. Jauh di atas nilai 4 (SB) yang hanya memiliki skor 33,33% dengan pemilihan kategori hanya 45 kali. Sementara kategori 2 (KB) hanya mendapat skor 13,9% dengan total pemilihan hanya 19 kali.
Unsur Kohesi dan Koherensi dalam Berita Online (Kasus Tugas Analisis Wacana Mahasiswa Semester IV Pendidikan Bahasa dan Sastra Inonesia) Ainul Hufyati; Abd. Rahman Rahim; Sitti Aida Azis
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1925

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tugas mahasiswa dalam menentukan jenis kohesi dan koherensi dalam berita online. Sumber data dalam penelitian ini adalah data tugas mahasiswa semester IV kelas A Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu mengumpulkan pekerjaan mahasiswa, memilih, mengumpulkan hasil, dan menganalisis. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu membaca dan merangkum serta memfokuskan pada unsur kohesi dan koherensi, kemudian melakukan penyajian data, dan penarikan kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa mahasiwa lebih banyak menentukan unsur kohesi dibandingkan dengan koherensi. Beberapa unsur kohesi yang ditentukan dalam wacana berita di antaranya kohesi gramatikal yaitu 1) referensi yang meliputi kata saya, dia, beliau, kita, ini, itu. 2) substitusi, meliputi kata pengunjukrasa yang menggantikan kata sebelumnya, yaitu puluhan mahasiswa karena keduanya saling berkaitan. 3) konjungsi terbagi menjadi tiga yaitu konjungsi koordinatif ditandai dengan adanya kata hubung dan, kemudian. Konjungsi subordinatif yang ditandai dengan munculnya kata hubung ketika, jika, dengan, tanpa, hingga. Dan konjungsi antarkalimat ditandai dengan adanya kata hubung apalagi, namun, oleh karena itu, selain itu. Kemudian pada unsur kohesi leksikal terdapat hiponim yang ditandai dengan munculnya kata dari satu provinsi ke provinsi lain, dari kabupaten ke kabupaten lain, kemudian hiponim yang ditandai dengan adanya kota Saudi, Iran, Suriah, Libya, bahkan Mesir yang merupakan hiponim dari hipernim Negara jazirah Arab. Dan hiponim yang dibuktikan dengan munculnya kata dikukus, dipais, dibakar. Sedangkan koherensi yang ditentukan dalam wacana yaitu meliputi hubungan makna penambahan “dan”, hubungan makna sebab “karena”, dan hubungan makna kewaktuan “beberapa saat kemudian”. Kata Kunci : Kasus Tugas Analisis, kohesi dan Koherensi.
Kesantunan Tuturan Penolakan pada Masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Nurullita Rahmadani Pratiwi; Fatmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1928

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesantunan tuturan penolakan pada masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Terbatasnya kemampuan penulis untuk mengkaji ruang lingkup pragmatik ini, penulis membatasi kajian penelitian ini pada bentuk-bentuk penolakan dan skala kesantunan. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk-bentuk tuturan penolakan masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan ? (2) Bagaimana skala kesantunan tuturan penolakan masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan ? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi tentang bentuk-bentuk tuturan penolakan (2) untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi tentang skala kesantunan tuturan yang dilakukan oleh masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Kartomihardjo (dalam Nadar 2013:98) dan Leech (dalam Rahardi 2005:66—68). Pendekatan penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode konten analisis. Berdasarkan analisis data mengenai kesantunan tuturan penolakan pada masyarakat Jawa di SP 5 desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan terdapat 50 data yang tersebar dalam 8 indikator bentuk-bentuk tuturan penolakan dan 5 indikator skala kesantunan. Sifat-sifat khas Jawa harus dilengkapi dengan adanya kajian tentang kesantunan berbahasa yang tidak lepas dari budaya penuturnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari segi bentuk tuturan penolakan yang paling sering digunakan pada masyarakat Jawa adalah penolakan dengan menggunakan alasan yang ditemukan adalah 22 data. Selanjutnya, dari segi skala kesantunan yang lebih banyak atau dominan digunakan adalah skala ketidaklangsungan yang (santun : 30 data) (tidak santun : 8 data) Jadi yang ditemukan adalah 38 data.
Pemakaian Umpatan dalam Bahasa Luwu pada Mahasiswa IPMIL Raya Unhas: Kajian Sosiolingustik Asria Sadda; Muhlis Hadrawi; Muhammad Nur
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1931

Abstract

This research was inspired by the phenomenon of curse words use in Tana Luwu which its region has special dialect or language variety. This research aimed to describe forms and functions of curse words used in the form language in Tana Luwu. The present research was sourced from students from Tana Luwu who join Student Association of Luwu in Hasanuddin University. This research used descriptive method with qualitative analysis. The research results showed that curse words used in the form of language in Tana Luwu refer to seven references, namely animal, body parts/condition of body parts, impurity, supernatural creatures, diseases, adjectives, and condition. Meanwhile, the functions of the term are classified into four things, namely as the expression of annoyance, anger and exasperation, as greeting to be intimate, as expression of condition suddenly occurring, or unexpectedly happening, and as a form of satire.