cover
Contact Name
suhartini
Contact Email
tiensahmad1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
direktorat@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
ISSN : 23561718     EISSN : 26852195     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menggambarkan Media informasi kesehatan scopenya meliputi; keperawatan, kebidanan, analis kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020): Mei" : 23 Documents clear
IDENTIFIKASI KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH PADA PETUGAS OPERATOR SPBU 34-42115 KOTA SERANG Diana Rinawati; Barlian Barlian; Ghina Tsamara
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.195

Abstract

Darah adalah alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya keseluruh tubuh yang bersifat cair. Didalam tubuh darah berperan utama sebagai alat transportasi oksigen dari sel ke paru-paru serta untuk pertahanan tubuh manusia terhadap zat asing. Timbal (Pb) dalam darah diikat oleh eritrosit, yang dibagi menjadi dua yaitu ke jaringan lunak dan ke jaringan keras. Petugas SPBU sebagai salah satu kelompok yang mempunyai risiko tinggi untuk terpapar timbal secara langsung. Paparan timbal dapat berasal dari emisi kendaraan yang datang maupun uap yang berasal dari bensin saat pengisian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan pemeriksaan sampel darah petugas Petugas Operator SPBU 34-42115 Kota Serang guna mengetahui konsentrasi logam berat (Pb). Alat yang pergunakan dalam mengidenetifikasi Pb dalam darah adalah ICP-OES (Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry) dengan panjang gelombang 283,3 nm. Hasil penelitian dengan mengidentifikasi tujuh sampel menunjukkan bahwa sampel darah yang telah diuji tidak terdeteksi kadar timbal dalam darah tersebut dengan masa kerja <4 tahun. Sesuai dengan Peraturan Nasional dan Internasional mengenai timbal Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. 01/MEN/1997 mengenai nilai Ambang Batas Bahan-Bahan Kimia, nilai ambang batas paparan timbal dan persenyawaan anorganiknya di tempat kerja adalah sebesar 0,05 mg/m3.
GAMBARAN PERLAKUAN MOBILISASI DINI TERHADAP INVOLUTIO UTERI PADA POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM KAB TANGERANG TAHUN 2016 Suyatini Suyatini; endang suartini
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.196

Abstract

Background This study is still high Postpartum mothers through Sectio Caesarea at Tangerang District General Hospital 2016 (65.9%) and the implementation of early mobilization by 67% and not mobilization (33%) as a problem is whether early mobilization has an influence on the involution uterine postpartum mothers with Sectio Caesarea research objective is to obtain an information depiction of early mobilization against involution uterus, results penelitian can be inmanfaatright by hospitals and other researchers design study a descriptive to look at the picture of early mobilization terhadap involution of the uterus research performed in Tangerang District Public Hospital in September to November 2016 population of this study was Postpartum mothers with Sectio Caesarea in Tangerang District General Hospital, while samples were taken using Non Probability Sampling (Non Random) using Accidental Sampling with inclusion criteria Postpartum mothers with Sectio Caesarea who were treated for at least 3 days and maternal exclusion criteria Postpartum suffering from Chronic disease, data were collected using observation sheets, data were processed and analyzed by Univariate and Bivariate. results Early Showed Mobilization have an impact on involution uteri, discussion connect with expert opinion and factors physiological reproductive and opinions of researchers, the advice given to the hospital and midwife in the inpatient unit. Keywords: Early Mobilization, Uterine Involution, Pre and Post, Average, Caesarean Section
PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU MENGGUNAKAN MEDIA POLKESBAN KOMPRESI SIMULATOR PADA SISWA SMA DI KOTA TANGERANG Siti Wasliyah; Bangun Wijonarko
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.197

Abstract

Out-Hospital Cardiac Arrest (OHCA) is a cardiac arrest event that occurs outside the hospital. Patients who experience OHCA rely on the community to provide support as the closest person when the attack occurs. The simulation training method is considered as one of the most effective and most frequently used methods for teaching CPR actions. In the implementation of the simulation needed appropriate media in the form of phantom that has been designed in such a way as to resemble the human condition. Phantom media is considered more expensive and less efficient when used as outdoor media, so this study provides an alternative substitute media in the RJP training simulation in the form of Polkesban Compression simulator. This research is a quasi-experimental study with a pretest and postets group design approach, aimed at identifying the effect of the Polkesban Compression Simulator on the Ability to Perform RJP in High School Students in the city of Tangerang. The study was conducted in June - November 2019 with a population of high school students in Tangerang City. The sampling method used was consecutive sampling totaling 50 people. The results showed there was an increase in ability in each intervention and control group, and there were significant differences in the measurements before and after the intervention (P value 0,000). In the statistical test of the two groups, the p value was 0.016 (P value ≤ 0.005), so it can be concluded that there were significant mean differences between the phantom group and PKS group, where the average PKS group was higher than the Phantom group.
KARAKTERISTIK IBU BERDASARKAN PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) UNTUK MENSTIMULASI ANAK PRA SEKOLAH Erien Luthfia; Hadi Kusuma Atmaja
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.199

Abstract

Masa pra sekolah merupakan masa awal pengembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat tercapai secara optimal dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak, terutama bisa dilakukan oleh ibu. Studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Sandik Batu Layar Lombok Barat tentang penggunaan alat permainan edukatif dengan mewawancarai 10 ibu, hasil yang di dapatkan, 7 ibu memberikan alat permainan edukatif kepada anaknya dengan memperhatikan fungsi dan manfaat alat permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu yang menggunakan APE untuk menstimulai anak pra sekolah Tahun 2019. Desain penelitian yaitu metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak pra sekolah. Teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh dengan besar sampel 45 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden paling banyak berada pada usia 20-35 tahun (71.1%), berpendidikan menengah (SMP/SMA/sederajat) sebanyak 64.4%, dan sebanyak 66.7% responden adalah ibu bekerja. Pengetahuan responden pada kategori baik sebanyak 64.4%. Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik responden yang menggunakan APE untuk menstimulasi anak pra sekolah adalah usia 20-35 tahun, berpendidikan menengah, bekerja, dan tingkat pengetahuannya baik. Untuk itu disarankan kepada Ibu agar terus meningkatkan pengetahuan tentang alat permainan edukatif melalui berbagai sumber informasi yang benar.
PENGARUH PENGGUNAAN KURSI PERSALINAN BC-MK15 TERHADAP KETIDAKNYAMANAN BIDAN DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN Hani Sutianingsih; Johanes C Mose; Farid Husin
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.200

Abstract

Midwife has risks in their work, such as at first stage delivery care, they have risk of unnatural work posture, while in the second and third stage midwife experiences a body irregularity which can be seen in the spinal segment and postural instability. Unusual work postures continuously can cause musculoskeletal disorders (MSD). The etiology of musculoskeletal disorders is very complicated and controversial, so the lack of information can lead to more difficult risk management, but by detecting discomfort is very useful as an indicator of the risk of musculoskeletal disorders, thus minimizing the discomfort may contribute to reducing risk of musculoskeletal disorders, since both are known associated with exposure to the musculoskeletal system by biomechanical loads. The importance of the ergonomics aspect for the midwife to reduce the discomfort of the body in doing it’s work, is strongly supported by the appropriate facilities such as the BC-MK15 birth chair. This research is quasi experimental with simple random sampling, subject is divided into two groups, intervention and control (22 midwives each group) who work at Puskesmas Garuda, Puter and Ibrahim Adji Bandung. Discomfort scoring using Body Part Discomfort Scale (BPDS). Statistical test using Kolmogorov -Smirnov analysis to see the difference of discomfort between treatment and control group for each stage of delivery care, and Chi-Square test to see the effect between the two study groups also Mann-Whitney test to see the discomfort diffrences between each group for the whole stage of delivery care (stage I-III). The significance level been decided for p <0.05 . The results showed that there was an effect of the use of the BC-MK15 birth chair to the midwife discomfort level for each body part in every stage during delivery care, and there was a lower median rate of discomfort in the intervention group compare to the control group The conclusion was the use of BC-MK15 birth chairs can decrease midwife discomfort for every stage during delivery care in the intervention group compare to the control group.
UMUR AKSEPTOR MEMPENGARUHI EFEK SAMPING PEMAKAIAN KONTRASEPSI IUD erna mesra
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.202

Abstract

Gerakan KB Nasional untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) terwujudnya masyarakat sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Pengendalian kelahiran dengan kontrasepsi. Kontrasepsi IUD adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan. Di Indonesia penggunaan suntik KB terbanyak 47,94% , pil KB, ketiga spiral atau IUD (Intra Uterine Device) implan, kondom, terakhir adalah Metode Operasi Wanita dan Metode Operasi Pria.1 Metode konstrasepsi IUD dinilai efektif/ kontrasepsi jangka panjang, dapat digunakan dalam waktu lama. Tujuan penelitian untuk mengetahui distribusi akseptor KB IUD yang mengalami efek samping dan faktor dominan yang berhubungan dengan efek samping KB IUD. Disain penelitian cross sectional sampel 84 responden. Kesimpulan kejadian efek samping 30.3%, ada hubungan bermakna umur, paritas, pekerjaan, pengetahuan dan lama pemakaian, variabel paling dominan adalah umur p value 0,000 dan OR 19,39.Pengaruh umur > 35 tahun mempunyai peluang terjadi efek samping 19,39 kali dibandingkan dengan umur < 35 tahun. Saran untuk perempuan / akseptor umur > 35 tahun dan tidak menginginkan anak lagi agar mempertimbangkan memilih kontrasepsi Mantap untuk mengakhiri proses reproduksi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK USIA SEKOLAH TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH Dwi Aprilina Andriani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.203

Abstract

Penularan infeksi virus dengue terjadi melalui vektor nyamuk genus Aedes (terutama A. Aegypti dan A. Albopictus). upaya pencegahan demam berdarahdengan cara promosi kesehatan di sekolah mempunyai efek yang besar. Peran media dalam pembelajaran khususnya dalam pendidikan anak usia dini didasari oleh apa yang mereka lihat, dengar, atau pun alami. Oleh karena itu penerimaan pesan pembelajaran melalui pendengaran dan memungkinkan penciptaan pesan belajar melalui visualisasi atau media audio visual. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan pretest-posttest with control group. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2018 pada 46 responden. Hasil uji t-test independent menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan anak usia sekolah (p = 0,025) dan tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap anaku usia sekolah (p = 0,510) tentang penyakit demam berdarah.
PENGARUH PENERAPAN MODUL KONSELING NIFAS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN KONSELING BIDAN Risna Fazlaini
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.205

Abstract

One of the competencies of midwife is responsible to give care during the postpartum period according to women’s individual need. In providing postpartum care, midwives should be able to detect of complications, thereby reducing morbidity and maternal mortality. Counseling is one of the interventions that can be given to the mother. Postpartum counseling module is a module that was designed and compiled based on literature review as a guide to help midwives provide counseling on postpartum mothers. The aim of the study is to analyze the effect of implementation of postpartum counseling module to increase knowledge, attitudes and counseling skills of midwives. The study is analitic with quasi experimental with pretest-posttest control group design. A sample size of 42 people that divided into two groups, 21 people in intervention group and 21 people in control group using stratified random sampling technique in the period January 16-February 25, 2017 conducted in Tegal. Data were analyzed by using t-test to examine the average increase scores of knowledge, attitudes and skills before and after training module on intervention group and before and after submission of KIA book in the control group. Mann-Whitney test to analyzed the comparison of the average increase score of knowledge, attitude and skills of midwives between the two groups. Instrument which is used in this study were questionnaire to measure knowledge and attitudes and observation sheet to assess the counseling skills of midwives The result showed that the average increase in score of knowledge 50% (p<0,05), attitude 40% (p<0,05), and midwife counseling skill 99,7% (p<0,05) in the treatment group is higher than control group with percentage increase of 0% (p>0,05) on knowledge, 0% (p>0,05) on attitude and 0% (p>0,05) on skills. The conclusion is score of knowledge, attitudes and skills of midwife counseling in the treatment group higher than control group. The optimal use of the postpartum counseling module by midwife is expected to improve the quality care in counseling during postpartum period. Keyword: Attitude, Counseling, Module, Knowledge, Skill, Postpartum
PENDAMPINGAN PSIKOEDUKASI: PENGUATAN CARING OLEH CAREGIVER KELUARGA TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Ira Kusumawaty
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.206

Abstract

Keluarga sebagai caregiver berperan krusial dalam mendampingi penderita gangguan jiwa dalam menjalani kehdupan sehari-hari. Namun demikian, diketahui bahwa peran yang dijalani keluarga tersebut masih belum optimal, sehingga diperlukan pendampingan psikoedukasi. Pendampingan psikoedukasi menjadi penting untuk memperkuat caring pada caregiver keluarga ketika merawat anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Metode kuasi eksperimen, one group pre test-post test, dengan intervensi pendampingan psikoedukasi terdiri atas 3 sessi, dilakukan dengan mengunjungi 32 keluarga penderita di rumahnya. Setiap keluarga dikunjungi 3 kali dalam 3 bulan dan keluarga mendapatkan penyuluhan menggunakan media audiovisual disertai diskusi serta mendemonstrasikan cara merawat penderita gangguan jiwa. Pemutaran video secara berulang meningkatkan pengetahuan keluarga sehingga mereka mampu mengidentifikasi permasalahan gangguan jiwa, ditunjukkan dengan meningkatnya pengetahuan seluruh responden dan diketahui bahwa pendampingan psikoedukasi keluarga berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa, dengan p value 0.0001. Terjadi peningkatan prosentase keluarga yang mampu mendemonstrasikan cara merawat penderita dengan baik, yang semula berjumlah 59,38% meningkat menjadi 76,50% setelah pendampingan psikoedukasi keluarga. Dapat disimpulkan bahwa pendampingan psikoedukasi dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor caregiver keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa.
FAKTOR PREDISPOSISI, PEMUNGKIN DAN PENDORONG DALAM PENINGKATAN PARTISIPASI LAKI-LAKI PADA KEGIATAN POSYANDU DI KABUPATEN LEBAK Rery Kurniawati Danu Iswanto; Nintinjri Husnida; Hani Sutianingsih
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.207

Abstract

Abstrak Rery Kurniawati Danu Iswanto, Nintinjri Husnida, Hani Sutianingsih* Korespondensi: bundamanua@yahoo.com Suatu model promosi, edukasi, dan perubahan perilaku kesehatan akan efektif jika didukung oleh partisipasi aktif dari peran laki-laki. Akan tetapi, posyandu sebagai layanan kesehatan terdepan bagi ibu dan anak pada umumnya di masyarakat hanya dikelola oleh sumber daya perempuan mulai dari tenaga kesehatan, kader, dan sasarann. Berdasarkan hal tersebut diteliti suatu model layanan posyandu yang melibatkan laki-laki dalam setiap aspeknya baik tenaga kesehatan, kader, maupun sasarannya. Salah satu teori perubahan perilaku yang relevan dalam menggambarkan rangkaian upaya perubahan perilaku kesehatan mulai dari perencanaan sampai dengan menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat adalah teori perubahan perilaku oleh L. Green (1979). Dengan model pendekatan ini diharapkan akan menguatkan layanan posyandu dan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Desain penelitian ini adalah analisis kualitatif melalui beberapa tahap penelitian. Tahap pertama akan dilakukan studi pendahuluan pada beberapa posyandu dimana subyek penelitian tinggal untuk menggali karakteristik sosial masyarakatnya. Selanjutnya melakukan diskusi fokus grup untuk menggali faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong dalam kaitannya dengan partisipasi laki-laki di posyandu. Tahap ketiga disusun suatu model atau skema pendekatan teori Green (1979) dalam peningkatan partisipasi laki-laki berdasarkan dari data penelitian. Adapun data diolah dan disajikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan faktor predisposisi responden sebagai kader posyandu, pekerjaan pokok responden adalah untuk menafkahi keluarga, sebagai pengisi waktu luang, dan motivasi. Sebagai sasaran posyandu, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Faktor enabling ditemukan sebagai kader posyandu: sarana/prasarana dan kompensasi. Sebagai sasaran posyandu: jadwal posyandu. Dan faktor pendorong sebagai kader posyandu, dukungan puskesmas/dinas kesehatan dan dukungan tokoh masyarakat. Sebagai sasaran posyandu, dukungan keluarga dan dukungan pekerjaan. Kata Kunci : Faktor Predisposisi, Faktor Pemungkin, Faktor Pendorong, Partisipasi Laki-laki, Posyandu Referensi : 11 (1993-2014) *Dosen Jurusan Kebidanan Rangkasbitung Poltekkes Banten

Page 1 of 3 | Total Record : 23