cover
Contact Name
La Ode M. Firman
Contact Email
teknobiz@univpancasila.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobiz@univpancasila.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 20885784     EISSN : 26209675     DOI : -
Jurnal Teknobiz dipublikasikan sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. Lingkup Jurnal Teknobiz meliputi bidang energi baru terbarukan, dan manufaktur. Bidang energi baru terbarukan yang dibahas mengenai sistem dan alat teknologi konversi yang mampu mengkonversi sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, biomassa, dam lain-lain untuk dapat dimanfaatkan energinya ke bidang sektor yang lain. Bidang manufaktur yang dibahas meliputi bidang material, tribologi, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
Pengaruh Jumlah Saluran Udara Masuk Terhadap Distribusi Suhu Pada Ruang Pengering Tipe Rak Bertingkat Ridwan, Ridwan; Apriansa, Farul
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 1 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i1.6537

Abstract

Sistem pengeringan merupakan salah satu alat pengolahan pasca panen yang banyak digunakan untuk memperpanjang umur simpan/mengawetkan, dan mempertahankan kualitas produk. Salah satu bentuk atau model pengering yang banyak digunakan adalah tipe rak bertingkat (tray dryer). Kualitas produk yang dikeringkan sangat dipengaruhi oleh distribusi temperatur (suhu) yang terjadi dalam ruang pengering. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh jumlah saluran udara masuk terhadap distribusi suhu pada ruang pengering. Disimulasikan 3 model atau jumlah saluran udara masuk yakni: satu saluran (model-1), dua saluran (model-2), dan tiga saluran (model-3). Pembuatan Model dan simulasi menggunakan perangkat Lunak SolidWorks (flow Simulation). Laju aliran udara pada setiap model pipa saluran masuk adalah 0.5 m/detik, dan suhu elemen pemanas (heater) 200 oC. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dari ketiga model tersebut menghasilkan distribusi temperatur yang merata dengan baik adalah model-2, dibanding model-3 dan model-1. Pada model pipa-2 rentang suhu pada ruang pengering terendah dan tertinggi hanya 2,21 oC, sementara pada model saluran pipa-3 sebesar 7.95 oC, dan pada model pipa-1 terdapat rentang suhu sebesar 12.9 oC. Jumlah pipa saluran masuk sangat mempengaruhi distribusi temperatur/suhu pada ruang pengering
Analisis Penetrasi Sambungan Las Gas Metal Arc Welding Material Spcc Untuk Aplikasi Bracket Hanger Muffler Rohman, Rohman; Abdulah, Amri; Sofyan, Muhammad Faizal
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 1 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i1.6538

Abstract

Pengelasan (Welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa logam tambahan dan menghasilkan sambungan yang kontinu. Bracket Hanger Muffler digunakan untuk menahan knalpot pada mobil agar tidak jatuh. Dalam Penelitian ini dibuat spesimen Bracket Hanger Muffler menggunakan pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) pada material baja karbon rendah yaitu SPCC dengan thickness 1.0 mm disambung dengan rod yang memiliki diameter 10 mm dan di las menggunakan kawat las tipe ER 70S – 6 dengan diameter 1.2 mm variasi arus 90 A,110 A Serta 130 A lalu dilakukan pengujian penetrasi atau makro etsa sesuai standar ISO 17639:2003. Hasil Penelitian yang didapat dari pengujian kedalaman penetrasi (macro test) memiliki nilai yang optimum pada arus 110 A dengan hasil kedalaman penetrasi 0.78 mm atau 48,75% dan 1.05 mm atau 65.63% dari thickness part, sedangkan untuk nilai kedalaman penetrasi terendah yaitu pada 90 A dengan nilai 0 mm atau 0 % dan 0.18 mm atau 11.25% dari thickness part dan untuk keadalaman penetrasi yang tertinggi yaitu pada 130 A dengan kedalaman penetrasi 3.06 mm atau 191.25% dan 2.07 mm atatu 129.37% dari thickness part
Rancang Bangun Inovasi Alat Pembersih Lubang Vacuum Flutting Mesin Corrugator BHS Shanti Kumbarasari; Muchtarom, Anwar; Hakim, M.Afrizan
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 1 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i1.6539

Abstract

Kemasan merupakan pembungkus produk agar kualitas, performa produk dapat terjaga. Salah satu kemasan yang digunakan yaitu jenis corrugated box. Corrugated box berbahan baku kertas bergelombang (corrugated fiberboard atau flute). Kemasan corrugated box terdiri dari satu atau lebih lapisan kertas brown kraft dan kertas perantara yaitu kertas bergelombang. Pembuatan pencetakan kertas corrugated box pada penelitian ini menggunakan mesin corrugator BHS, dimana untuk mencetak permukaan bergelombang menggunakan media lem yang dipanaskan mencapai 180oC yang dinamakan proses flutting. Proses flutting ini memberikan efek sisa-sisa serpihan kertas dan lem yang menempel pada lubang vacuum flutting mesin corrugator. Selama ini pembersihan serpihan kertas dan lem menggunakan kunci L yang membutuhkan waktu 5 jam 25 menit untuk 16 lubang berdiameter 20 mm dengan panjang 2700 mm. Agar proses pembersihan lubang lebih cepat dan efektif maka diperlukan alat inovasi pembersih lubang vacuum flutting mesin corrugator . Alat pembersih lubang vacuum flutting menggunakan sumber daya angin yang berasal dari kompresor yang bertekanan angin 7,5 bar dan menghasilkan putaran output 12.541 rpm. Alat pembersih lubang vacuum yang berdimensi Ø 19 mm dengan panjang hexagonal shaft 72 mm dilengkapi dengan archimedes screw turbin sebagai pendorong ,memutar blade dan sandpaper yang berfungsi sebagai pembersih serpihan kertas dan lem yang berada di dinding lubang vacuum flutting mesin corrugator. Waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan serpihan kertas dan lem pada lubang yaitu 51 menit 46 detik. Penggunaan alat inovasi pembersih lubang vacuum flutting mesin corrugator BHS dapat digunakan sebagai tools preventive maintenance sehingga produktifitas dapat berjalan dengan optimal.
Perencanaan dan Perhitungan Beban Pendinginan untuk Lobby Lift Hotel Luas 58m2 Yusrizal; Setiono, Iwan; Amanah, Ayu; Purnama, Dewa Tri Kusuma
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 1 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i1.6540

Abstract

Fungsi utama sistem pengkondisian udara secara garis besar yaitu untuk memberikan kondisi nyaman yang dibutuhkan oleh penghuni yang ada didalamnya (comfort air conditioning). Sistem pendinginan udara telah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi bangunan-bangunan besar. Pemilihan alat pengkondisian udara yang tidak tepat dengan kebutuhannya akan mengakibatkan pemborosan, baik itu energi maupun biaya yang cukup mahal. Perencanaan sistem tata udara diperlukan oleh seorang perancang untuk mengestimasi beban pendingin yang cukup akurat sebagai dasar untuk memperkirakan berapa besar kapasitas peralatan tata udara yang akan digunakan suatu ruangan. Pada penelitian ini terdapat beberapa langkah penelitian untuk menghitung beban pendinginan menggunakan metode CLTD. Metode ini diperkenalkan oleh ASHRAE pada tahun 1977. Dalam perhitungan ini,beban pendinginan dibagi menjadi dua yaitu, beban kalor ruangan (room total heat gain) dan beban kalor peralatan pengkondisian udara. Beban ruangan terdiri dari beban eksternal dan internal yang didalamnya terdapat beban kalor sensibel dan laten. Berdasarkan hasil perhitungan beban pendinginan menggunakan metode CLTD pada laporan ini dihasilkan total beban pendinginan sebesar 33.067 Btu/h. Dari perhitungan diatas, didapatkan beban pendinginan total sebesar 33.067 Btu/h dengan besar faktor keamanan sebesar 3.306,7 Btu/h, maka total beban pendinginan yang diperlukan adalah 36.373,7 Btu/hr. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa unit FCU yang cocok untuk beban sebesar 36.373,7 Btu/h adalah FCNQ36MV14 dengan kapasitas 36.000 Btu/h.
Analisis Pengaruh Gap Medan Magnet dengan Variasi Diameter Penampang dan Lilitan Kumparan Terhadap Performa yang dihasilkan pada Energy Harvesting Linier Elektromagnetik Ahmad Faishal Mufadhol, Ahmad Faishal Mufadhol; Suyitno, Budhi Muliawan; Rahmalina, Dwi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 2 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i2.7175

Abstract

Perkembangan teknologi Energy Harvesting kini kian berkembang pesat dengan beragam variasi mekanisme, salah satunya adalah linier elektromagnetik generator. Mekanisme ini memiliki keunggulan dari segi mekanisme yang sederhana, namun secara desain masih perlu dikaji lebih lanjut dikarenakan banyak parameter yang mempengaruhi energi listrik yang dihasilkan. Secara teoritis linier elektromagnetik generator dipengaruhi oleh medan magnet, jumlah lilitan kumparan dan penampang kumparan yang dilewati medan magnet. Dalam studi ini uji eksperimental akan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh medan magnet melalui gap magnet ke variasi jumlah kumparan dan luas penampang kawat lilitan. Magnet yang digunakan adalah neodymium N40 dengan variasi jarak 28,5mm dan 30,5mm, lalu variasi kumparan 50 lilitan dan 100 lilitan dengan variasi diameter penampang 0,3mm, 0,5mm, dan 0,7mm. Pengujian menemukan performa tertinggi berdasarkan tegangan tercapai di 423,63mV dengan variabel jarak medan magnet 28.5mm, diameter penampang 0,3mm, dan jumlah lilitan kumparan 100 lilitan. Namun berdasarkan perhitungan daya, performa tertinggi tercapai di 0,127Watt dengan variabel jarak medan magnet 28.5mm, diameter penampang 0,7mm, dan jumlah lilitan kumparan 100 lilitan. Setiap variabel memiliki peran penting dalam meningkat performa linier elektromagnetik.
Rancang Bangun Sambungan Baut pada Body dan Base Alat Press Kopi Pramudi, Ganjar; Muslim, Riyadi; Hidayat, Rahmat
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 2 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i2.7176

Abstract

Kopi adalah salah satu minuman yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia sebab rasa serta aromanya. Alat yang difokuskan ini adalah alat press kopi manual. Alat ini ditujukan untuk memodifikasi bagian press kopi dan meningkatkan kinerja dari alat seduh kopi manual dari segi teknis dan pengoperasian yang ideal dan optimal untuk menghasilkan kopi espresso. Alat yang dibuat adalah alat press kopi manual. Inovasi dari alat press kopi yaitu menggunakan desain yang tidak ada dipasaran dengan mengembangkan desain yang ergonomis, sehingga mudah digunakan dan nyaman saat proses pengepresan. Alat press kopi ini dengan harga terjangkau yang dapat bersaing di pasaran, dan sudah menggunakan sistem portafilter yang bisa dipasang dengan mudah. Alat press kopi ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat efisiensi pada pengguna apabila penggunaan alat press kopi manual digunakan dalam intensitas yang tinggi di kedai kopi. Alat press kopi dibuat dari bahan yang mudah dimanufaktur dan menggunakan sambungan baut agar mudah dilepas pasang dan dapat dibawa bepergian dengan mudah. Menggunakan sambungan baut M6 pada sambungan body dan base, sambungan baut M8 pada sambungan bracket chamber dan base, sambungan M5 pada Pin penekan, penekan, sambungan handle press dan body. Gaya yang bekerja 1446,2 N menggunakan ukuran baut M6 yaitu dengan diameter 6 mm. Beban tarik maksimal baut 17.690,76 N lebih besar dari gaya yang bekerja 1446,2 N maka baut sudah sangat aman digunakan.
Analisis Pengaruh Pulse On-Time Pada Wire Electrical Discharge Machine (WEDM) Terhadap Kekerasan Mikro Produk Chuck TFV Hariri, Hasan; Prasetyo, Eko; Hermawan, Rudi; Iman, Dwi Hariyanto; Pane, Erlanda Augupta
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 2 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i2.7177

Abstract

Chuck TVF merupakan bagian yang membantu proses perakitan mesin korek api gas. Dibuat menggunakan Wire Electrical Discharge Machine (WEDM), sebuah teknologi yang mengubah energi listrik menjadi panas untuk membuat produk logam. Parameter pulse on-time pada proses WEDM dapat mempengaruhi kualitas produk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pulse on-time produk chuck TFV mempengaruhi kekerasan mikro. Pulsa on-time yang digunakan pada WEDM adalah 7 μs, 3 μs, 4 μs, dan 5 μs. Hasil uji kekerasan mikro dengan alat Vickers Hardness Tester menunjukkan nilai kekerasan mikro tertinggi sebesar 275,6 HV pada pulse on-time 7 μs. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pulse on-time yang digunakan maka semakin tinggi pula nilai kekerasannya.
Perhitungan Pipa Kondenser pada PLTU dengan kapasitas 10 MW pada PT XYZ Nursiwan; Ruhama, Ade; Hasibuan, Ahmad Ilzam Anshori; Shidiq, Muhammad Hafizh; Ubaidillah, Reza
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 2 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i2.7178

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relative sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem perpindahan panas tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor. Pada penelitian ini dilakukan analisa perhitungan jumlah tube dan diameter tube pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah jumlah tube 663 buah, diameter tube 40 mm, panjang tube 2,5 m.
Desain Pre-Filter dan Optimasi Tekanan, Jumlah Filter, Operasional Guide Vane Terhadap Konsumsi Listrik Kompresor Roni Eko Yuwono; Setiawan, Indra Chandra
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 2 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i2.7179

Abstract

Kompresor sentrifugal digunakan untuk aplikasi di dunia industri. Kompresor udara menyumbang sebagian besar energi yang dikonsumsi, dimana energi tersebut merupakan konsumsi listrik yang digunakan untuk menjalankan kompresor dan biaya perawatannya, salah satunya adalah biaya konsumsi filter hisap. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan terus-menerus untuk menekan biaya operasional pabrik, salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi filter hisap melalui penambahan filter hisap dan diperoleh konsumsi listrik kompresor yang optimal. Metode yang digunakan dalam percobaan adalah dengan memvariasikan parameter tekanan (MPa), jumlah filter hisap dan operasional guide vane sebagai parameter independent dibandingkan dengan Aliran Udara (m3/jam), Arus (A) dan daya motor (kW) sebagai parameter dependent parameter. Dianalisis untuk mendapatkan nilai yang paling optimal. Desain pre-filter hisap dapat memperpanjang masa pakai filter utama hisap dari masa pakai sebelumnya yaitu 2160 jam menjadi 8640 jam. Jadi persentase kenaikannya sebesar 300%, melebihi target biaya Perusahaan sebesar 30%. Berdasarkan metode Taguchi, nilai parameter paling optimal pada tekanan 0,6 MPa; Filter (Main-filter + Pre-filter); Pengoperasian guide vane 70% dari daya spesifik optimum. Dan kondisi ini tidak menyebabkan penurunan tekanan
Design Diameter Keluar Subsonic Diffuser Menggunakan Analisa Perhitungan Numerik Puji, Puji Ruswanto; Raharjo, Bambang; Arifin, Samsul; Nur Kholik, M Robiansyah
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 2 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i2.7180

Abstract

Karakteristik aliran dan kinerja subsonic diffuser dengan fokus pada optimalisasi geometri dan penerapan teknik kontrol aliran pasif. Subsonic diffuser memainkan peran krusial dalam berbagai aplikasi aerodinamika, namun masih menghadapi tantangan dalam hal separasi aliran dan pemulihan tekanan yang efisien. Studi ini dilakukan melalui pendekatan analisa perhitungan numerik untuk mengetahui kebutuhan besar diameter keluar yang optimal dari subsonic diffuser sehingga didapatkan nilai efisiensi yang diinginkan. Sehinga dengan diameter aliran keluar diffuser = 6.4 cm dan diameter aliran masuk diffuser = 4 cm diperoleh, sonic velocity = 314,3 m/s, efisiensi konversi energi dengan mach number diperoleh = 0.8, perubahan suhu dan temperature dimana suhu awal (T1) = 313 K, diperoleh suhu akhir (T2) = 322 K , tekanan awal (P1) = 110 kPa , tekanan akhir (P2) = 150 kPa, kecepatan aliran gas masuk / In (C1) = 250 m/s, kecepatan aliran gas keluar / exit (C2) = 97,5 m/s, massa jenis udara pada saluran masuk gas ideal p1=1.244 kg/m dan massa jenis udara pada saluran keluar gas ideal p2=1.19 kg/m.