cover
Contact Name
Rifa Rahmi
Contact Email
rhyfmy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rhyfmy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Asalmiya Nursing: Journal of Nursing Sciences
ISSN : 23382112     EISSN : 25800485     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Al-Asalmiya Nursing teregistrasi dengan nomor ISSN: 2338-2112. Jurnal ini memuat artikel kesehatan terutama lingkup keperawatan (Keperawatan Anak, Maternitas, Jiwa, Medikal Bedah, Keluarga, Komunitas, Gawat Darurat, dan lain-lain). Al-Asalmiya Nursing merupakan salah satu jurnal yang dimiliki oleh STIKes Al-Insyirah Pekanbaru yang dipublikasi pada bulan Mei dan November setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
GAMBARAN PERAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK USIA SEKOLAH DI WILAYAH KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU: Gambaran Peran Orang Tua Dalam Memberikan Pendidikan Seksual Pada Anak Usia Sekolah Di Wilayah KecamatanTampan Kota Pekanbaru Annovika Putra; Rani Lisa Indra; T. Abdur Rasyid
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 1 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.09 KB)

Abstract

School-aged children are a time when children acquire the basic knowledge to acquire certain skills toward adult life. The child is a weak creature and very vulnerable to be a victims of violence, one of them sexual violence. therefore it is necessary parent role to provide sexual education to children so that sexual violence in children can be prevented. This study aimed to determine the description of the parent’s role (father and mother) in providing sexual education at school-aged children in the sub-district of Tampan in Pekanbaru City. This research used quantitative research with descriptive design. Population in this research was all of parents who have school age children with the number of samples as much as 580 people (290 for mother and 290 for father) taken by using Stratified Random Sampling technique. The data collection tool used questionnaires. Data analysis by using univariate analysis. The results showed that more fathers had less role in providing sexual education to children as many as 190 people (65.5%) while more mothers had good role as many as 175 people (60.3%). This research suggests that parents, especially fathers can increase their role in providing sexual education to children so that children avoid from sexual violence.
GAMBARAN MEKANISME KOPING MAHASISWA DALAM MENYUSUN SKRIPSI DI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES HANG TUAH PEKANBARU Waiez Lavari Lavari; Susi Erianti; Tengku Abdur Rasyid
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 1 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.283 KB)

Abstract

ABSTRACT In the process of writing a Thesis, the students usually have problems and obstacles which impede them to finish it. The way of facing the problem is different depends on the mechanism of coping with the thesis. The research was aimed to find out the mechanism of students in coping with the thesis. It was a quantitative research with descriptive design. The participants were 62 people which were chosen by total sampling technique. The research used questionnaire with 20 questions. The data was analyzed by using univariate analysis. The result showed 64,5 % of female respondents with 22,03 years old in average and 56,5 % respondents used mal-adaptive mechanism of coping . It showed 62,8 % was the female students and 37,2 % was male at Nursing Program Study of STIKes Hang Tuah Pekanbaru. The result recommended the Program Study especially the lecturers to help the students who are writing the thesis by giving motivation and counseling so that the students can finish the thesis well and on time. Keywords: Coping Mechanism, Student, Thesis
PENGARUH EFEK SAMPING PENGGUNAAN KONTRASEPSI TERHADAP KEJADIAN UNMET NEED DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLABANG KABUPATEN BONDOWOSO mayla evitasari; Kholisotin Kholisotin; Yuana Dwi Agustin
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 1 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.908 KB)

Abstract

Unmet need KB merupakan suatu kebutuhan akan alat kontrasepsi yang tidak terpenuhi. PUS dikatakan unmet need KB jika tidak menginginkan anak, menginginkan anak dengan jarak 2 tahun atau lebih tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi, banyak ibu usia subur yang tidak menggunakan kontrasepsi sehingga ibu usia subur tidak termotivasi untuk melakukan penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh efek samping penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian unmet need di wilayah kerja Puskesmas Klabang Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi pendekatan retrospektif dengan jumlah sampel 56 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik sampling jenuh. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 responden terdapat kecenderungan responden yang mengalami efek samping penggunaan kontrasepsi akan melakukan unmet need sebanyak 39 responden (69,6 %). Hasil uji statistik diperoleh ρ = 0,032, sehingga ρ < 0,05, nilai OR = 13,000 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh efek samping penggunaan kontrasepsi dan beresiko melakukan unmet need sebesar 13,0 lebih besar dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami efek samping penggunaan kontrasepsi. Kesimpulan ada pengaruh efek samping penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian unmet need di wilayah kerja Puskesmas Klabang Kabupaten Bondowoso. Kata kunci : Efek samping kontrasepsi, Unmet Need.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP POLISI LALU LINTAS DALAM PEMBERIAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS DI POLRESTA PEKANBARU Nur Izzati Hasanah; Safri Safri; Susi Erianti
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 2 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.814 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v8i2.174

Abstract

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas meningkatkan tingginya angka kematian. Bantuan hidup dasar dapat menekan angka kematian pada korban henti jantung dan henti nafas akibat kecelakaan lalu lintas dan salah satu tugas polisi lalu lintas adalah memberikan penanganan dengan cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di POLRESTA Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan di POLRESTA Pekanbaru dengan populasi 126 orang dan sampel 96 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan kolmogorov-smirnov. Hasil analisa univariat mayoritas responden berusia dewasa awal (26-35 tahun) (58.3%), berjenis kelamin laki-laki (81.2%), berpendidikan perguruan tinggi (66,7%), faktor emosional tinggi (65.6%), pengetahuan cukup (55.2%), pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting (57.3%), pengalaman menangani korban sudah pernah (71.9%), sikap negatif (55.2%). Hasil analisa bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu pengetahuan Pvalue = 0.022, pengalaman menangani korban Pvalue = 0.036. Untuk variebel yang tidak berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu faktor emosional Pvalue = 0.156, pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting Pvalue = 0.638. Diharapkan sikap negatif dan pengetahuan yang cukup dalam pemberian bantuan hidup dasar dapat diperbaiki dengan cara meningkatkan pengalaman dan memberikan pelatihan Daftar Pustaka : 34 (2002-2017)Kata kunci : Sikap, faktor-faktor, polisi lalu lintas, bantuan hidup dasar.
Tersedak Pada Bayi PENGALAMAN IBU DALAM PENANGANAN TERSEDAK PADA BAYI sulis tiana; Dian Roza Adila; Sekani Niriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 2 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.198 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v8i2.176

Abstract

Latar belakang :Tersedak merupakan suatu kondisi adanya hambatan di jalan napas karena benda asing. Penyebab utama tersedak adalah minuman dan makanan. Sistem pernapasan atas pada bayi yang masih relatif sangat kecil, serta bayi belum bisa mengunyah dan menelan dengan baik merupakan faktor resiko terjadinya tersedak pada bayi. Tersedak adalah keadaan kegawatdaruratan yang harus ditangani dengan segera, jika tersedak berlangsung kurang lebih 4 menit, maka bisa berakibat fatal. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengalaman ibu dalam penanganan tersedak pada bayi. Metode :Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 7 orang ibu yang mempunyai anak dengan tersedak pada usia bayi. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Data dianalisa dengan menggunakan analisa collaizi. Hasil :Penelitian ini diperoleh 5 tema terkait pengalaman ibu dalam penanganan tersedak pada bayi yaitu penyebab tersedak, tanda dan gejala tersedak pada bayi, respon psikologis dan penanganan tersedak, waktu penanganan tersedak, serta pencarian pertolongan dan upaya pencegahan tersedak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat terutama ibu dalam penanganan tersedak pada bayi, sehingga ibu dapat melakukan penanganan pertama dengan baik ketika bayi mengalami tersedak, sehingga tidak menimbulkan bahaya yang lebih serius. Daftar pustaka: 44 (2005-2017) Kata kunci: Penanganan, Pengalaman ibu, Tersedak
Efektivitas Pendidikan Seks dengan Peer Education terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Sexual Harrasment Widiana Desrilla; Abdurrahman Hamid; Yuyun Priwahyuni
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 2 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.452 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v8i2.183

Abstract

Remaja memiliki tugas perkembangan remaja mampu melindungi diri sendiri dari ancaman yang membahayakan ataupun yang dapat merugikan remaja, salah satunya adalah sexual harassment. Sexual harasment pada remaja dapat dicegah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja, salah satunya dengan melakukan pendidik sebaya (Peer education). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan seks dengan peer education terhadap pengetahuan remaja putri tentang sexual harrasment. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment, dengan populasi berjumlah 169 orang dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Teknik sampel adalah proporsional random sampling. Analisa data dilakukan univariat dan bivariat dengan uji wilcoxson. Hasil penelitian ini pendidikan seks dengan peer education efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang sexual harassment dengan nilai p-value 0.000. Hasil penelitian ini diharapkan bagi ilmu keperawatan dapat mengembangkan kegiatan promosi kesehatan melalui peer education khususnya disekolah-sekolah terkait masalah sexsual harrasment pada remaja.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG DEMAM DENGAN PENATALAKSANAAN DEMAM PADA ANAK DI PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU Rinanda Aulia
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 2 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.694 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v8i2.184

Abstract

Demam lebih sering terjadi pada anak dibandingkan orang dewasa. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dari 21 Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru, didapatkan jumlah anak yang mengalami demam yang paling terbanyak tercatat di Puskesmas Harapan Raya yaitu 352 orang anak pada tahun 2016 dan tahun 2017 meningkat menjadi 387 orang anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang demam dengan penatalaksanaan demam pada anak diwilayah kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru, jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain retrospektif, dengan populasi adalah ibu yang memiliki anak demam, dengan sampel sebanyak 57 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan penatalaksanaan demam anak dengan hasil uji chi square didapat (p = 0,0024 < 0,05) dan sikap ibu (p = 0,000 < 0,05). Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan pelayanan kepada anak demam, serta memberikan penyuluhan kepada ibu untuk meningkatkan pemahamanan ibu tentang penatalaksanaan demam anak.
HUBUNGAN ILLNESS PERCEPTION DENGAN HEALTH SEEKING BEHAVIOR PASIEN ACUTE CORONARRY SYNDROME DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU: Bahasa Indonesia Engla Dirsa Putri; Asmiyati Asmiyati; Rani Lisa Indra
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 2 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.695 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v8i2.185

Abstract

Acute coronarry syndrome adalah suatu penyakit jantung yang terjadi karena kurangnya suplai oksigen ke otot jantung, dan penyakit ini akan bertambah buruk jika tidak segera diatasi, sehingga perlunya keputusan untuk menuju pelayanan kesehatan (health seeking behavior). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan illness perception dengan health seeking behavior pasien acute coronarry syndrome di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross sectional dan sampel sebanyak 31 responden dengan menggunakan consecutive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan menggunakan jenis tendensi sentral dan distribusi frekuensi, untuk analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan rerata usia responden 50,52 tahun, mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 16 orang (51,6%), pendidikan terakhir SMP 11 orang (35,5%), pekerjaan ibu rumah tangga 14 orang (29,0%), status perkawinan menikah 29 orang (93,5%), illness perception yang positif 16 orang (51,6%), health seeking behavior < 6 jam 16 orang (51,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan illness perception dengan health seeking behavior dengan pasien acute coronarry syndrome dengan p value 0,049 (< 0,05). Kepada pasien acue coronarry syndrome diharapkan untuk tetap mempertahankan illness perception yang positif agar mendapatkan keputusan untuk menuju health seeking behavior. Daftar pustaka : 47 (2003-2017) Kata kunci : Acute coronarry syndrome, illness perception, health seeking behavior
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF ESTEEM ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK NEGERI PEMBINA III PEKANBARU Awaliyah Ulfah Ayudytha; Widya Artika Sari
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 2 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.616 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v8i2.476

Abstract

ABSTRAK Usia dini disebut sebagai golden age atau usia emas, artinya apabila seorang anak mendapatkan pendidikan yang tepat, maka anak akan memiliki kesiapan belajar yang baik sebagai salah satu kunci utama keberhasilan belajar pada jenjang berikutnya. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam kehidupan setiap individu. Peran orang tua dapat tercermin dalam pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat untuk membentuk self esteem yang baik sehingga anak diharapkan mampu bersosialisasi dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki anak di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan self esteem anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina III Kota Pekanbaru. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat melalui uji Pearson Chi-Square dengan menggunakan tekhnik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian adalah Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan self esteem anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina III Kota Pekanbaru, dengan nilai p value=0.000 <0.05. Diharapkan orang tua dapat mengasuh anak secara positif sehingga anak-anak akan memiliki kepribadian yang lebih sabar, mandiri, dewasa dan dapat menghargai diri sendiri dengan baik. Kata Kunci : Pola asuh orang tua, self esteem, anak usia prasekolah THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENT’S CARE PATTERNS AND PRE SCHOOL AGE CHILDREN’S SELF ESTEEM ON TK NEGERI PEMBINA III PEKANBARU ABSTRACT A preschool age is a golden age, meaning that if a child gets the right education, the child will have good learning readiness as one of the main keys to successful learning. Family is the first an foremost environment in every individual’s life. The role of parents can be reflected in parenting. Proper parenting to form good self esteem so that children are expected to be able to socialize and develop all the potential that children have in society. The purpose of this research is to know the relationship between parent’s care patterns and preschool age children’s self esteem in the on TK Negeri Pembina III Pekanbaru. The design of this research is a descriptive clarity with a cross sectional approach. Analysis of what was used was a univariate analysis and bivariat using the pearson chi-square test using the purposive sampling technique. The results of the study are so Ho rejected and Ha is accepted that means there is relationship between parent’s care patterns and preschool age children’s self esteem on TK Negeri Pembina III Pekanbaru, with the value of p value= 0.000 <0.05. For all parents, is expected to be nurturing their children positively so the children will have the personality which is positive, more independent, mature and can they can appreciate theirselves properly. Keywords : Parents’ care patterns, self esteem, preschool children’s
HUBUNGAN LINGKUNGAN PERGAULAN DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA Fitra Mayenti
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 2 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.404 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v8i2.548

Abstract

Remaja dengan perilaku merokok saat ini dianggap sebagai perilaku yang wajar dimasyarakat, tingkat penyebaran perokok saat ini paling tinggi juga terjadi pada anak usia remaja. Perilaku merokok diawali oleh rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya. Mulai merokok terjadi akibat pengaruh lingkungan sosial dan pergaulan dan meniru perilaku orang lain yang merupakan salah satu determinan dalam memulai perilaku merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan pergaulan dengan perilaku merokok remaja di SMP Negeri 35 Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan oktober sampai dengan bulan agustus 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa remaja laki-laki kelas VIII dengan jumlah sampel 92 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diolah secara univariat dan bivariat dengan menggunakan sistem komputerisasi (SPSS 21). Hasil penelitian didapatkan mayoritas 59,8% lingkungan pergaulan responden kategori negatif, dan mayoritas 53,3% responden adalah perokok. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan ada hubungan lingkungan pergaulan dengan perilaku merokok (P value = 0,008). Diharapkan kepada para guru untuk selalu mengawasi lingkungan pergaulan siswa yang lebih baik lagi, serta menerapkan aturan dan sanksi tegas yang harus dipatuhi siswa. ABSTRACT Adolescents with smoking behavior are currently considered to be reasonable behavior in the community, the highest level of smoker spread today also occurs in teenagers. Smoking behavior begins with the curiosity and influence of peers. Starting smoking occurs due to the influence of the social environment and relationships and mimic the behavior of others which is one of the determinants in initiating smoking behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between the social environment and adolescent smoking behavior in Pekanbaru City 35 Middle School. This type of research is quantitative research with a cross sectional approach.The study was conducted in October until August 2018. The population in this study were all students of class VIII male adolescents with a sample of 92 respondents, with purposive sampling sampling technique. Data is processed univariately and bivariately using a computerized system (SPSS 21). The results showed that the majority of 59.8% of the respondents' social environment was in the negative category, and the majority of 53.3% of respondents were smokers. The results of statistical tests using chi square found that there was a relationship between the social environment and smoking behavior (P value = 0.008). It is hoped that the teachers will always supervise the student environment better, and apply strict rules and sanctions that students must obey.

Page 2 of 18 | Total Record : 180