cover
Contact Name
Ellysa Nursanti
Contact Email
jtmi@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtmi@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri
ISSN : 24607975     EISSN : 25493426     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI), diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri S-2 Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang, JTMI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Redaksi menerima naskah makalah ilmiah yang erat hubunganya dengan bidang keilmuan Teknik dan Manajemen Industri. Ruang Lingkup materi: Ergonomics Quality and Reliability Maintenance and Safety Risk and Decision Making Production System Manufacture Engineering Strategic Management Optimization Model Simulation Operation Management Supply Chain Management Inventory and Warehousing Human Resource Management Marketing Management Green and Lean Industrial System.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Perancangan Influence Diagram Perhitungan Dampak Dari Revolusi Industri 4.0 Terhadap Pengangguran Kerja Rio Aurachman
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i2.237

Abstract

Revolusi Industri 4.0 diperkirakan akan memberikan dampak Terhadap Ketenagakerjaan, khususnya pengangguran kerja. Hal yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkanpemahaman kaitan antara variabel di dalam sistem yang mengalami transisi teknologi Industri 4.0 agar dapat dilakukan antisipasi dampak-dampak perkembangan teknologi, khsuusnya pada bidang pengangguran kerja. (2) Penelitian dilakukan dengan melakukan proses pengembangan model matematika, khususnya pada fase model konseptual, menggunakan pendekatan sistem berdasarkan berbagai literatur yang menunjang.Didapatkan hasil bahwa variabel yang dapat dipertimbangan dalam pengambilan keputusan adalah tingkat keterbukaan terhadap teknologi, tingkat pelatihan terkait Industry 4.0 dan tingkat pelatihan untuk model bisnis baru.Kaitan model tersebut dijelaskan menggunakan Influence Diagram. Influence diagram yang dirancang ini dapat menjadi dasar untuk merancang model matematika dan merancang model simulasi. Pendekatan sistem dan management science dalam perumusan kaitan variabel yang telah disebut, menjadi cara baru yang dapat memberikan alternatif solusi atas permasalahan.
Desain Ulang Lemari Arsip Fleksibel Dengan Pendekatan Perancangan Generik Mohammad Rachman Waluyo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i2.238

Abstract

Lemari arsip adalah media untuk penyimpanan barang khusus seperti arsip atau dokumen. Lemari arsip yang telah ada pada saat ini memiliki bentuk, model dan mekanisme yang tidak berubah dari waktu ke waktu sehingga menjadi monoton, kaku dan jauh dari inovasi. Lemari arsip yang ada saat ini pada bagian laci lemari tidak ergonomis dikarenakan laci lemari berat dan sulit untuk dibuka atau dikeluarkan pada saat kondisi laci penuh dengan barang. Permasalahan tersebut membuat peneliti untuk merancang ulang lemari arsip fleksibel yang memiliki inovasi dalam hal bentuk, model dan mekanisme dari produk sebelumnya. Lemari arsip ini bersifat fleksibel dalam hal bentuk dan kegunaannya dikarenakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, keinginan serta situasi dan kondisi dari pengguna. Berdasarkan hasil perhitungan penentuan ukuran produk dengan pendekatan antropometri maka diperoleh hasil sebagai berikut, tinggi lemari adalah 114 cm, panjang laci lemari utama adalah 46 cm, lebar laci lemari utama adalah 52 cm, tinggi laci lemari utama dalah 23 cm, panjang lemari adalah 72 cm, lebar lemari adalah 54 cm, panjang loker lemari inovasi adalah 46 cm dan panjang pegangan laci lemari adalah 11 cm.
Penerapan Sistem Informasi Terintegrasi Untuk Meningkatkan Kenerja UKM Pengrajin Sulam Ellysa Nursanti; Sibut; Fuad Achmadi; D. P. Anugrahing Hapsari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i2.240

Abstract

UKM Pengrajin Sulam Bhakti Collection bergerak di bidang usaha produksi kerudung, pakaian dan mukena sulam, bordir dan permata serta aplikasi lainnya.UKM ini memiliki sejumlah pengrajin dan staf administrasi yang tersebar di wilayah Malang dan Pasuruan.Pesanan diterima oleh Kantor Malang, dibuatkan perencanaan bahan, desain dan penjadwalan kerja, selanjutnya dikerjakan di Pasuruan.Hasil Produksi dari Pasuruan, dikirimkan kembali ke Malang untuk Proses Finishing dan Pengemasan Pengiriman ke konsumen pemesan. Letak kantor yang berbeda terpisah lokasi kota ini menimbulkan kesulitan komunikasi baik antara pihak UKM dengan konsumen pemesan maupun pihak manajemen UKM dengan karyawan pengrajinnya, penerjemahan desain pemesanan, evaluasi dan kontrol selama proses pengerjaan, sehingga beberapa produk akhir tidak lolos QC internal dan waktu proses pengerjaan melebihi standard jadwal yang ditetapkan. Untuk itu diperlukan suatu sistem terintegrasi yang dapat meningkatkan kinerja UKM secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam perancangan sistem informasi ini adalah identifikasi permasalahan, menentukan system requirement checklist, serta pemodelan sistem informasi yang akan dirancang. Model Data dikembangkan dari Data Flow Diagram (DFD) untuk mengetahui proses aliran informasi dari dan ke setiap entitas yang terhubung. Tahap berikutnya adalah System Development yang melibatkan beberapa database terkait.Hasilnya berupa program aplikasi yang berbasis website. Hasil dari sistem informasi terintegrasi ini adalah peningkatan kinerja UKM Bhakti Collection baik dilihat dari waktu proses yang lebih cepat, kualitas produk yang terjaga, komunikasi dan data pelanggan, data transaksi pemesanan dan penjualan terekam dengan baik dan aman, sehingga diharapkan peningkatan kinerja ini dapat meningkatkan potensi peningkatan revenue bagi UKM dalam jangka panjang.
Manajemen Energi Penggunaan Pendingin Udara Pada Gedung Perkantoran Universitas Islam Malang Ainun Zakiyah; Abraham Lomi; Fourry Handoko
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i2.241

Abstract

Pemakaian energi di gedung perkantoran didominasi oleh penggunaan AC (Air Conditioner) sebesar 53%.Penggunaan AC (Air Conditioner) bertujuan untuk memberikan kondisi yang nyaman kepada pegawai sehingga meningkatkan kinerja pegawai.Kondisi pemasangan AC (Air Conditioner) pada gedung perkantoran belum sesuai dengan standart yang ditentukan.Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan pemasangan AC (Air Conditioner) yang sesuai dengan standart ruangan kerja.Berdasarkan Standart Nasional Indonesia (SNI) standart temperature udara 22°C -25°C.Penelitian ini menggunakan pendekatan PDCA untuk mendapatkan efisiensi penggunaan energi. Dengan adanya pemasangan AC (Air Conditioner) otomatis akan meningkatkan penggunaan energi sehingga perlu dilakukan efisiensi penggunaan energi. Efisiensi energi dilakukan dengan pengurangan jam penggunaan AC (Air Conditioner) sehingga konsumsi energi akan berkurang.
Pengembangan Desain Mesin Penghancur Kotoran Kambing Dengan Menggunakan Metode QFD Sanny Andjar Sari; Prima Vitasari; Salammia L. A.
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i2.243

Abstract

Pada umumnya pembuatan pupuk kandang yang terbuat dari kotoran kambing ini memerlukan bahan tambahan seperti : Fermentator, air, daun kering dan juga menggunakan alat seperti : cangkul, plastik, ember, terpal dan penumbuk. Proses pembuatan pupuk kandang yang telah dilakukan para petani di desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan ini tentunya memerlukan waktu yang lama untuk menjadikan kotoran kambing sebagai pupuk, hal ini disebabkan pada proses penghancuran kotoran kambing yang sudah kering ditumbuk secara manual. Tujuan penelitian ini yaitu merancang mesin penghancur kotoran kambing untuk mengoptimalkan proses penghancuran kotoran kambing. Metode yang digunakan untuk merancang mesin penghnacur kotoran kambing yaitu dengan metode Quality Function Deployment (QFD). QFD adalah suatu pendekatan untuk mendesain mesin agar dapat memenuhi keinginan pengguna dalam hal ini peternak kambing. Berdasarkan keinginan pengguna yang diperoleh dari kuesioner diperoleh atribut rancangan, setelah itu ditentukan respon teknis rancangan. Langkah selanjutnya adalah membuat visualisasi rancangan dan prototype mesin. Mesinyang dirancang kemudian diujicoba terhadap responden, hasilnya responden merasa nyaman dan lebih mudah untuk dioperasionalkanDengan menggunakan mesin penghancur kotoran kambing ini akan memudahkan para petani untuk membuat pupuk organik dengan waktu yang lebih singkat atau lebih cepat dari pada sebelumnya
Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mengidentifikasi Dan Menurunkan Waste (Studi Kasus CV Tanara Textile) Catur Kusbiantoro; Ellysa Nursanti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i1.251

Abstract

CV. Tanara Textile merupakan salah satu perusahaan tekstil yang termasuk dalam kelompok industri penyempurnaan kain berupa kain kaos. Pada proses produksi di perusahaan masih ditemukan beberapa waste. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menurunkan waste yang terjadi pada proses produksi maka digunakan pendekatan lean manufacturing. Metode Value Stream Mapping (VSM) digunakan untuk pemetaan aliran produksi dan aliran informasi terhadap suatu produk pada tingkat produksi total, melakukan wawancara untuk pembobotan penyebab 7 waste yang sering terjadi pada proses produksi, VALSAT untuk menganalisa pemborosan dari hasil pembobotan yang selanjutnya melakukan detailed mapping tools, serta analisis FMEA untuk mengetahui penyebab kegagalan prosesyang terjadi di lini produksi lalu menghitung nilai RPN tertinggi. Selanjutnya melakukan usulan perbaikan untuk menurunkan waste unnecessary inventory serta menganalisis perbaikan secara berkelanjutan dengan PDCA. Waste terbesar ada pada Unncessary Inventory sebesar 28,571% faktor penyebabnya adalah penumpukan bahan baku, work in process (WIP), sparepart yang tidak terpakai dan penimbunan pada finished goods Sebelum perbaikan proses produksi 16 hari 9 jam dimana Value Added 6 hari 4 jam dan Lead Time 10 hari 4 jam, setelah perbaikan proses produksi menjadi 14 hari 5 jam dimana Value Added 6 hari 4 jam dan Lead Time 8 hari 1 jam, dengan demikian dapat meningkatkan process cycle efficiency sebesar 17,19% dan menghemat lead time sebesar 2,546% dengan penurunan waste sebesar 8,31%
Penurunan Produk Cacat Dengan Metode Six Sigma Dan Continuous Improvement Di PT. Cakra Guna Cipta Deni Kurniawan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i1.253

Abstract

PT. Cakra Guna Cipta, Malang adalah perusahaan yang memproduksi rokok salah satunya rokok kretek (SKT). Banyaknya produk cacat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Untuk itu, diperlukan suatu metode yang dapat menurunkan produk cacat rokok kretek yang nantinya dapat meningkatkan kualitas produksi sehingga perusahaan dapat memenangkan persaingan. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dan Continuous Improvement. Six Sigma dimulai dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tahap Define menetapkan karakteristik kualitas (CTQ), Measure perhitungan (Analisis Diagram Control P-Chart, DPMO dan Sigma Level). Tahap Analyze menggunakan diagram pareto dan diagram sebab akibat untuk mencari dan menentukan penyebab cacat rokok serta mencari solusi dari masalah tersebut. Tahap Improve menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menurunkan cacat dalam proses produksi. Tahap Control dilakukan uji coba dari rencana perbaikan yang telah ditetapkan. Selanjutnya digunakan metode Continuous improvement melalui tahapan PDCA (Plan, Do, Check, Action). Tahap Plan merencanakan perbaikan pada proses produksi rokok kretek. Tahap Do memberikan solusi perbaikan agar proses produksi dapat berjalan lebih lancar. Tahap Check melakukan pengecekan agar dapat mengetahui sejauhmana rencana yang telah dibuat dapat direalisasikan. Tahap Action merespon seluruh hasil perencanaan, pelaksanaan, dan pengecekan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya permasalahan yang sama. Berdasarkan perhitungan sebelum perbaikan diperoleh DPMO 9823,7 dan Sigma Level 3.84. Setelah dilakukan perbaikan diperoleh penurunan nilai DPMO menjadi 4403,2 dan Sigma Level sebesar 4.12 dan proporsi cacat tertinggi berkurang dari 4.19% menjadi 2%. Berdasarkan tahapan PDCA, peneliti menyarankan perusahaan memberikan operator alat bantu Scrapper untuk meratakan tembakau di atas kain Morisehingga diperoleh kepadatan rokok sesuai standar yang ditetapkan.
Upaya Meningkatkan Penjualan Minyak Kayu Putih Ruu Dengan Metode Marketing Mix, Berdasarkan Analisis SWOT Dan STP Di Wasur Kabupaten Merauke Muhamad Ibnu Baha Udin; Dhayal Gustopo; Ellysa Nursanti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i1.257

Abstract

Kelompok penyuling kayu putih merupakan salah satu UKM yang terletak di daerah Wasur kabupaten Merauke dan memproduksi minyak kayu putih jenis Astromyrthus sympiocarpa yang diberi nama Ruu. Hasil produksi minyak kayu putih Ruu dipasarkan sekitar kampung Wasur dan belum diserap pasar secara maksimum. Tujuan penelitian untuk dapat memetakan posisi UKM minyak kayu putih Ruu dan pasar sasaran yang nantinya dapat meningkatkan penjualan. Hasil penelitian analisis SWOT menunjukan bahwa Ruu berada pada posisi Diversifikasi. Selanjutnya untuk analisis STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) menghasilkan targetinguntuk minyak kayu putih Ruu yaitu jenis kelamin perempuan, kisaran usia antara 17-22 tahun dan memiliki pekerjaan sebagai pelajar/ mahasiswa yang berada pada daerah wilayah kabupaten Merauke. Sedangkan untuk positioning produk Ruu berada diposisi market follower. Pada analisis marketing mix4P ini produk tetap menjaga kualitas dan pengemasan menggunakan botol plastik, sehingga Ruu dapat mengikuti harga pesaing sesuai ukuran botol, memberikan potongan harga dan pemberian komisi bagi agen perantara yang memasarkan produk Ruu. Maka untuk distribusi mengadakan kerjasama dengan agen perantara yang dapat mengantarkan produk Ruu dengan cepat dan tepat waktu serta promosi dapat dilakukan melalui media sosial.
Perancangan Dan Pengembangan Produk Lampu Rumah Berbasis Mikrokontroler Arduino Achmad Fatahilah; Trismawati; Tri Prihatiningsih
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i1.259

Abstract

Lampu adalah alat penerangan yang sangat penting dalam kehidupan. Tingginya kebutuhan manusia akan penerangan lingkungan merupakan aspek yang sangat penting dalam menjalankan aktifitas sehari hari, kepentingan studi dan pekerjaan menuntut manusia untuk tidak pulang ke rumah dengan kesibukan masing-masing yang dapat mengakibatkan lingkungan rumah akan terlihat gelap dikarenakanpenerangan yang tidak aktif. Seiring perkembangannya, terdapat tuntutan penambahan fungsi dari lampu rumah yang ada. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penelitian kali ini peneliti akan membuat produk dari pengembangan lampu rumah yang sudah ada dengan penambahan fungsi sesuai requirement dari penggunanya. Untuk mewujudkan tujuan itu digunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk menganalisis suara konsumen tentang lampu rumah dan keinginan dari konsumen. Hasil penelitian ini adalah produk lampu fathlamp yaitu lampu rumah yang berbasis mikrokontroler arduino. Untuk pengolahnnya digunakan mikrokontroler ESP8266 sedangkan untukoutputnya berupa lampu rumah led 15 watt. Penambahan fungsi pada lampu rumah fathlamp yang dibuat ini adalah dapat menggunakan smartphone android sebagai sakelar lampu yang dihubungkan menggunakan jaringan wifi. Kehadiran lampu fathlamp ini merupakan salah satu terobosan baru dalam upaya memberikan alternatif penggunaan alat penerangan yang hemat energi dan memudahkan pengguna dalam mengontrol lampu rumah pada jarak jauh.
Sosialisasi Pembuatan Sabun Melalui Kegiatan Pelatihan Di Dusun Nampes Desa Baturetno Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Dhayal Gustopo Setiadjit; Ida Bagus Suardika; Ady Utomo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i1.261

Abstract

Peluang pemenuhan kebutuhan sehari-hari di masyarakat untuk produk pembersih (sabun) sesungguhnya dapat dipenuhi secara swa-sembada oleh masyarakat itu sendiri. Untuk mewujudkan kemandirian tersebut. diperlukan suatu kegiatan bagi masyarakat yang bersifat pemberdayaan pengetahuan (transfer of knowledge). Untuk keperluan tersebut diakukan kegiatan pengabdian yang bertajuk sosialisasi pembuatan sabun cair bagi masyarakat, serta merupakan salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen prodi teknik industri ITN-Malang. Hasil dari sosialisasi dan pelatihan tersebut, sebanyak 12 Warga dusun telah mampu untuk memproduksi sabun cair. Profil dari warga yang dilatih adalah mayoritas berprofesi sebagai buruh tani. Pada saat pelatihan masing-masing warga mampu untuk memproduksi 1 liter sabun. Beberapa metode dalam pemberian aroma wewangian turut serta di terapkan dalam proses produksi sabun tersebut.

Page 10 of 13 | Total Record : 128