cover
Contact Name
Ellysa Nursanti
Contact Email
jtmi@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtmi@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri
ISSN : 24607975     EISSN : 25493426     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI), diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri S-2 Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang, JTMI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Redaksi menerima naskah makalah ilmiah yang erat hubunganya dengan bidang keilmuan Teknik dan Manajemen Industri. Ruang Lingkup materi: Ergonomics Quality and Reliability Maintenance and Safety Risk and Decision Making Production System Manufacture Engineering Strategic Management Optimization Model Simulation Operation Management Supply Chain Management Inventory and Warehousing Human Resource Management Marketing Management Green and Lean Industrial System.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Identifikasi Permasalahan Penjualan Dengan Metode SWOT Pada UKM Gula Merah Lenny Herawati; Dayal Gustopo; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i1.2625

Abstract

Hasil produksi pada UKM ini adalah gula merah, dimana usaha kecil menengah seringkali menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan usahanya.Tak terkecuali usaha gula merah milik UKM bapak Khoiru dimana usaha tersebut merubah produknya dari gula merah curah menjadi gula merah cetak.Beberapa kendala tersebut seperti persaingan semakin ketat, perubahan teknologi menjadikan permasalahan pada pemasaran produk gula merah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi UKM saat ini .Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu pekerja bagian produksi dan manajemen pada UKM. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah random sampling yaitu pengambilan sampel anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut, Sampel dalam penelitian ini adalah 113 orang dengan perincian 100 orang konsumen dan 13 orang manajemen UKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi awal yaitu UKM pada kuadran 4, merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan dimana UKM menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.Posisi ini membuktikan bahwa UKM lemah dan menghadapi tantangan besar. Dari hasil identifikasi didapatkan angka nilai -171,6 untuk internal dan -133,65 untuk faktor eksternal. Nilai -171,6 diperoleh dari jumlah total nilai strength dikurangi jumlah total nilai weakness, angka -171,6 diperoleh dari jumlah total nilai opportunitydikurangi dengan jumlah total nilai threat.
Aplikasi Metode Six Sigma Untuk Peningkatan Kualitas Dan Penjualan Kerajinan Cor Kuningan Tradisional Majapahit MojokertoYang Ramah Lingkungan Sutrisno Harianto; Ellysa Nursanti; Dimas Indra Laksmana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i1.2626

Abstract

Kerajinan cor kuningan tradisional Majapahit merupakan salah warisan budaya bangsa yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.Keunikan dan kualitas menjadi ciri khas dari produk kerajinan ini.Pusat pengerajin cor kuningan tradisional Majapahit berada di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.Untuk meningkatkan penjualan kerajinan cor kuningan tradisonal Majapahit diperlukan upaya-upaya teknis aplikatif tentang peningkatan kualitas produk yang ramah lingkungan.Metode peningkatan kualitas salah satunya adalah Six Sigma.Six Sigma memiliki fokus untuk mengurangi tingkat cacat, dengan mencapai standar 3,4 cacat perjuta peluang, Six Sigma memiliki 5 fase, Define, Measure, Analyze, Improvement dan Control (DMAIC). Pada penelitian ini, Six Sigma diterapkan pada bagian proses produksi kerajinan cor kuningan mulai dari pembuatan master cetakan, persiapan peleburan bahan baku, proses pengecoran, pendinginan, pelepasan cetakan, dan finishing. Dengan tujuan meningkatkan kualitas dengan cara mengatasi dan mengurangi banyaknya cacat yang timbul. Hasil penelitian adalah peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan adanya pengurangan jumlah cacat produk kerajinan cor kuningan dari nilai mean154,8 berkurang menjadi 59,5. Sedangkan dari hasil perhitungan nilai sigma cacat produk kerajinan cor kuningan dari tingkat sigma 1,7625 atau berada pada kondisi level 2 sigma meningkat menjadi 3,725 atau berada pada kondisi level 4 dengan kemungkinan kerusakan sebesar 235.000 untuk sejuta kali proses produksi. Kemampuan proses produksi dalam batas spesifikasi yang diinginkan pelanggan dan memiliki kapabilitas yang cukup baik tetapi masih diperlukan perbaikan untuk mencapai tingkat industri kecil yang berkelas dunia.
Strategi Perbaikan Kecacatan Produk Menggunakan FMEA dan AHP Untuk Produksi Cut Rag Tobacco Danis Harianto; Julianus Hutabarat; Fuad Achmadi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i1.2627

Abstract

CRT (Cut Rag Tobacco) adalah campuran tembakau dengan bahan lain yang nantinya dijadikan isi dari rokok. Keluhanyang dikumpulkan selama Januari–September 2019 didapatkan keluhan terbesar yaitu adanya FM (Foreigh Matter) yang terdapat pada CRT yang diproduksi oleh PT.ABC.Keluhandari konsumen tersebut harus segera ditanggulangi agar kepuasan konsumen terjamin.Untuk mencari keluhan yang prioritasnya tertinggi yang harus segera ditanggulangi digunakan metode FMEA.setelah diketahui prioritas kecacatan yang harus diperbaiki maka untuk pengambilan keputusan menggunakan AHP untuk pengambilan keputusan agar pengambilan keputusan lebih terstruktur dan sesuai target. Dari FMEA didapatkan perbaikan untuk mengurangi FM besek yang terdapat pada raw materialrajangan yang digunakan untuk memproduksi rokok kretek. Antisipasi dari proses produksi sendiri sudah ada dengan adanya mesin sorter yang diharapkan bisa menghilangkan besek dari tembakau yang nilainya efektifitas masih dibawah 80 %. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan agar nantinya mesin sorter dapat reject FM besek. Dari hasil pemilihan prioritas perbaikan dan perbandingan setiap kategori perbaikan yaitu efektifitas reject FM Besek, waktu proses, efektifitas rejecttembakau dan biaya. Pemilihan kategori reject FM besek tertinggi dengan 50.11%, dan nilai tertinggi untuk efektifitas rejectFM besek adalah upgrade mesin smart sorter dikarenakan dapat meningkatkan efektifitas reject FM besek sebesar 91.44%.
Peningkatkan Efisiensi Proses Transformasi Material Melalui Evaluasi Pengembangan Stasiun Kerja Proses Produksi (Paper Pallet) Pandiono; Dayal Gustopo Setiadjit; Fuad Achmadi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v7i1.3208

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan efisiensi proses transformasi material melalui evaluasi pengembangan stasiun kerja proses produksi paper pallet di PT xxx. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu; 1) melakukan observasi terhadap postur tubuh pada operator cutting maupun grooving hasilnya diukur melalui simulasi pada Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dengan indikasi bahwa operator dalam kondisi High Risk untuk terkena Musculoskeletal disorders (MSDs), 2) simulasi menggunakan software Mannequin Pro diketahui beban torsi pada masing-masing operator mesin cutting dan groove relatif tinggi yaitu sebesar 8 Nm dan 36 Nm, dan 3) melakukan redesain stasiun kerja dengan dimensi tinggi mesin menjadi 89 cm. Hasil penelitian menunjukkan perancangan baru memberi peningkatan efisiensi pada waktu kerja pembuatan pallet sebesar 4.6 menit/pallet, penurunan pada skor RULA di masing- masing tubuh operator mesin cutting maupun mesin groove pada skor low Risk berarti operator terbebas dari resiko Musculoskeletal disorders (MSDs), uji Sofware mannequin pro didapat beban torsi masing masing operator sebesar 2 Nm. Signifikansi hasil penelitian ini adalah perancangan stasiun kerja baru dapat menurunkan potensi terjadinya Musculoskeletal disorders (MSDs), beban torsi operator dapat meningkatkan waktu pembuatan paper pallet sebesar 96%.
Penerapan Six Sigma pada Perbaikan Kualitas Produk Batako Menggunakan Design of Experiment Response Surface Methodology (RSM) dengan Control SOP David Nasrun; Fuad Achmadi; Julianus Hutabarat
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v7i1.3357

Abstract

CV. Souru Blok adalah perusahaan manufaktur (Bahan Konstruksi) yang bergerak dalam bidang pembuatan batako (berbahan dasar pasir). Perusahaan berkeinginan untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan untuk menciptakan masa depan perusahaan yang lebih baik. Namun dalam kenyataan yang dialami perusahaan, terdapat berbagai kasus terjadinya cacat pada proses produksi. Untuk dapat mencapai target kualitas yang diinginkan oleh perusahaan, serta untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap produk Perusahaan, maka dibutuhkan perbaikan terhadap proses produksi batako dengan menggunakan pendekatan six sigma agar dapat memenuhi kriteria standar yang diinginkan oleh konsumen. Pada penelitian ini akan menggunakan metode Define Measure Analyze Improve Control (DMAIC) yang diintegerasikan dengan Respone Surface Metodology (RSM) dan Kontrol Standard Operational Prosedure (SOP). Dari ketiga faktor, yaitu Komposisi Pasir Laut (PL), Komposisi Pasir Sungai (PS), dan komposisi Semen: Pasir yang berpengaruh terhadap terhadap jumlah produk, yaitu komposisi PS dan komposisi S:P saja yang mempunyai pengaruh paling besar atau berpengaruh nyata terhadap produksi batako tersebut. Titik optimum yang diprediksi dari komposisi PS dan komposisi S:P yang menghasilkan produk yang paling maksimum yaitu, untuk komposisi PS = 1 (100%) dan komposisi S:P = 0,10 (1:10) mampu menurunkan jumlah cacat produk dari 9,96 % menjadi 0,003% dan meningkatkan nilai sigma dari 2,97 menjadi 4,25. Dari hasil eksperimen maka menghasilkan SOP dengan instruksi kerja 100 % bahan baku pasir menggunakan pasir sungai dan perbandingan material 1:10 (Semen:Pasir).
Pengendalian Kualitas Produk dengan Menggunkan Metode Six Sigma (DMAIC) untuk Meminimumkan Waste di Perusahaan Rokok Bima Mandiri Rembang Kabupaten Pasuruan Muhammad Husen
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v7i2.3353

Abstract

Kualias merupakan sebuah kunci untuk dapat bersaing dalam dunia industri[16]. pengendalian kualitas sangat diperlukan untuk menekan jumlah produk cacat yang di hasilkan oleh perusahaan, sehingga mengurangi kerugian yang dialami oleh perusahaan. Perusahaan rokok bima mandiri rembang pasuruan merupakan perusahaan yang memproduksi rokok salah satunya adalah rokok inno. Banyaknya produk cacat yang dihasilkan oleh perusahaan sehingga perusahaan harus melakukan suatu peningkatan kualitas dengan menggunakan suatu metode untuk menekan jumlah cacat yang terjadi. Banyaknya produk cacat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Untuk itu, diperlukan suatu metode yang dapat menurunkan produk cacat rokok yang nantinya dapat meningkatkan kualitas produksi perusahaan[12]. Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) merupakan suatu metode yang digunakan didalam penelitian ini. Berdasarkan langkah langkah tersebut didapatkan hasil cacat yang sering terjadi adalah rokok kurang padat sebanyak 289 batang dengan perentase 25%, sobek pada batang rkok sebanyak 227 batang dengan petsentase 20% dan batang rokok mengelupas sebanyak 208 batang dengan persentase 18%. Faktor Penyebab cacat antara lain manusia, mesin, metode dan material. Setelah pelaksanaan perbaikan dengan metode six sigma, diperoleh hasil perbandingan sebagai berikut: sebelum perbaikan nilai DPMO sebesar 113988,1 dan nilai Sigma Level sebesar 2,722. Setelah dilakukan perbaikan diperoleh penurunan nilai DPMO menjadi 76488,1 dan Sigma Level sebesar 2,94715. Untuk mencapai target six sigma maka perusahaan diharapkan mampu melaksanakan perbaikan dengan fokus pada faktor faktor yang menyebabkan terjadinya cacat produk dan selalu melakukan kontrol secara berkala untuk mengurangi cacat produk yang dihasilkan. Langkah perbaikan yang dilakukan di perusahaan rokok bima mandiri rembang kabupaten pasurusan adalah manusia: mengadakan pelatihan pada operator mesin dan karyawan secara berkala; metode: pemeriksaan terhadap bahan baku, mesin pencacat serta sisa lem di dalam dot; mesin: pemeriksaan terhadap komponen mesin; material: mengolah kembali bahan baku yang kurang halus serta pengguaan kualitas lem yang lebih baik.
Studi Peningkatan Kualitas Produksi Silver Foil Dengan Menggunakan Metode Green Six Sigma riwayati triswanti; Ellysa Nursanti; Fourry Handoko
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silver Foil adalah salah satu material yang digunakan oleh perusahaan rokok untuk membungkus batangan rokok, salah satu peusahaan yang memproduksi silver foil adalah PT. Megahjaya Cemerlang (MGJ), akan tetapi MGJ mempunyai sedikit masalah pada kualitas silver foil nya. Masalah kualitas itu antara lain; ketidaksesuaian ukuran, adanya cacat warna, gulungan yang kendor, foil mengelupas, berkerut serta bergaris dan juga core yang tidak sesuai. Komplain silver foil tersebut bukan hanya dari pengecekan pada saat penerimaan silver foil oleh pelanggan dan tetapi juga pada saat digunakan untuk proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh peningkatan kualitas produksi silver foil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah DMAIC. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa peningkatan kualitas produksi silver foil dengan menggunakan metode DMAIC dapat mengurangi jumlah cacat produk dari 7% menjadi 4,5% dan juga meningkatkan nilai sigma dari 1,91 menjadi 2,4 melalui penerapan green six sigma diperoleh efisiensi penggunaan bahan baku sebesar RP.71.910.000 selama 22 hari
Analisa Risiko Lift (Elevator) dengan Metode FMEA Bambang Priambodo; Ellysa Nursanti; Dimas Indra Laksmana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v7i2.3654

Abstract

Balistha Gapala Nandya adalah perusahaan jasa dalam pengadaan dan maintenance lift (elevator). Masalah yang terjadi adalah munculnya kerusakan pada lift yang menggangu pengguna dalam mengoperasikannya. Jenis lift yang digunakan adalah Bed Elevator (rumah sakit) dirumah sakit XYZ untuk mengangkut pasien dengan tempat tidur dan perawat. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai risiko pada lift dengan menggunakan metode FMEA untuk dilakukan perbaikan. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi nilai risiko kerusakan dan keparahan pada komponen lift. Penilaian risiko dilakukan untuk mendapatkan nilai RPN (Risk Priority Numbers) pada komponen lift. Dari hasil analisis FMEA diperoleh rangking/RPN tertinggi kerusakan komponen lift yaitu main supply switch (RPN=480), control system (RPN=192).
Analisis Kepuasan Optimalisasi Kinerja Jaringan Berbasis Load Balancing dan Wifi-Offload Menggunakan Uji T Paired (Studi Kasus pada UPN Veteran Jakarta) Fajar Rahayu I Mariati; Mohammad Rachman Waluyo; Teris Ekamila Wahyundari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i2.3010

Abstract

Penggunaan WiFi merupakan salah satu teknologi yang tepat untuk melakukan pembelajaran di lingkungan universitas. Karena itu, sarana dan prasarana telekomunikasi haruslah mumpuni dalam memenuhi kebutuhan untuk berkomunikasi dengan cepat, dan tanpa batas. Semua pengguna jaringan WiFi di lingkungan Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jakarta, dapat berkomunikasi tanpa lagi menunggu antrian. Tantangan utama pada sistem komunikasi nirkabel adalah sumber daya yang tidak dapat mengimbangi akan lonjakan trafik yang terjadi akibat penggunaannya, maka fenomena bottleneckterjadi. Pada ruang dosen Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta belum terdapat hotspot yang mumpuni dalam menyediakan jaringan wifi yang menyebabkan surfing. Oleh karena itu solusi pemerataan trafik yang ada pada setiap segmen berbasiskan data pengguna Wifi dan jumlah user yang mengakses setiap harinya dan orientasi akhirnya bagaimana kepuasan optimalisasi kinerja jaringan berbasis Load Balancing dan Wifi-Offload menggunakan Uji T Paired. Dari pengujian dengan SPSS untuk Uji Normalitas didapat nilai Sig= 0,434 > 0,05 dan 0,344 > 0,05 berarti sebaran datanya normal sedangkan untuk pengujian t Test didapat penambahan fasilitas hotspot terjadi peningkatan sebesar 99,323, peningkatan sebesar itu secara statistik bisa dikatakan benar-benar meningkat maka diperoleh nilai t sebesar -3,279 dengan nilai signifikansi = 0,003 < 0.05 berarti ada perbedaan. Bisa disimpulkan bahwa sebaiknya diberikan fasilitas tambahan mempengaruhi peningkatan rata-rata pemakaian sebesar 99,323 dimana peningkatan yang terjadi antara 37,464 sd 161,181.
Implementasi Kesiapan UKM di Kota Malang di Era Revolusi Industri 4.0 Priska Wulan Ndari; Fuad Achmadi; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i2.3011

Abstract

Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang mencatat bahwa sampai dengan Maret tahun 2020 terdapat sekitar 118.000 UKM dengan berbagai level. Di sisi lain, berdasarkan data pelatihan start up digital. Digital Lounge Telkom Malang yaitu 92 UKM di Kota Malang terdapat kendala dalam kesiapan industri 4.0. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi kesiapan UKM di Kota Malang di Era Revolusi Industri 4.0. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu dipilih UKM klaster menengah berteknologi digital 4.0. Jumlah sample yang diambil sebanyak 50 UKM. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pengukuran indeks kesiapan industri 4.0.Berdasarkan hasil kuesioner disimpulkan bahwa dari 50 responden, hanya sebagian kecil responden yang siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 sisanya tidak siap, siap bersyarat dan kesiapan dasar. Kesiapan UKM di Kota Malang di era 4.0 sangat didominasi oleh usia muda yang tanggap terhadap teknologi internet of thing, jenis kelamin laki-laki serta pemilik UKM belum pernah mengikuti pelatihan

Page 12 of 13 | Total Record : 128