cover
Contact Name
Ellysa Nursanti
Contact Email
jtmi@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtmi@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri
ISSN : 24607975     EISSN : 25493426     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI), diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri S-2 Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang, JTMI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Redaksi menerima naskah makalah ilmiah yang erat hubunganya dengan bidang keilmuan Teknik dan Manajemen Industri. Ruang Lingkup materi: Ergonomics Quality and Reliability Maintenance and Safety Risk and Decision Making Production System Manufacture Engineering Strategic Management Optimization Model Simulation Operation Management Supply Chain Management Inventory and Warehousing Human Resource Management Marketing Management Green and Lean Industrial System.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Dampak Aksi Terorisme Dan Upaya Deradikalisasi Penanganan Atas Kondisi Sosial Ekonomi Nugi Mohammad Nugraha; Vincentia Wahju Widajatun; Abdul Rozak
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i1.262

Abstract

Pemerintah dan masyarakat meyakini bahwa fenomena terorisme belum akan hilang dengan begitu mudahnya. Perlu upaya dalam menangani permasalahan ini secara sistematis dan komprehensif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, faktor faktor tersebut adalah pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat dan inflasi. Penelitian ini menggunakan data pergerakan nilai tukar, inflasi dan IHSG pada bulan terjadinya aksi terorisme tahun 2000 hingga 2018. Analisis data dengan menggunakan regresi linier berganda.Nilai tukar mempunyai pengaruh yang signifikan dan inflasi tidak mempunyai pengaruh.
Analisis Beban Kerja Menggunakan Metode Nasa - Task Load Index Pada Karyawan Telkom Applied Science School Bandung Santika Sari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i2.272

Abstract

Telkom Apllied Science Schoolmerupakan salah satu fakultas pada universitas telkom yang memiliki jumlah progam studi lebih banyak dibandingkan dengan fakultas lain. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan beban kerja pada karyawan bidang akademik pada fakultas tersebut untuk mengetahui seberapa besar beban kerja mental yang dialami oleh karyawan dan faktor apa yang mempengaruhi beban kerja tersebut. Pengukuran beban kerja pada karyawan bidang akademik ini dapat menentukan langkah yang tepat untuk menjaga produktivitas kerja. Salah satu metode yang dapat mengukur beban kerja mental adalah NASA-TLX. Metode ini membagi beban kerja menjadi 6 aspek elemen kerja. Dalam pengukurannya metode NASA TLX dibagi menjadi dua tahap, yaitu melakukan perbandingan tiap skala dan melakukan pemberian nilai terhadap pekerjaan. Hasil dari perhitungan NASA-TLX pada karyawan bidang akademik berada pada tingkat beban kerja yang berat. Elemen beban kerja yang paling dominan pada karyawan tersebut adalah temporal demand dan effort
Perancangan Design Tata Letak Fasilitas SPBG Dengan Menggunakan Metode Konvensional Berbasis 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Mohammad Rachman Waluyo; Lilik Zulaihah; Akalily Mardhiyya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i2.274

Abstract

Perancangan fasilitas merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kinerja suatu perusahaan. Hal ini disebabkan oleh tata letak fasilitas yang kurang baik akan menyebabkan pola aliran bahan yang kurang baik dan perpindahan bahan, produk, informasi, peralatan dan tenaga kerja menjadi relatif tinggi yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian dan menambah biaya operasional. Hal ini dibuat untuk menciptakan kelancaran aliran bahan, sehingga nanti dapat diperoleh aliran bahan yang efisien dan kondisi kerja yang teratur.Permasalahan layoutSPBG merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari oleh pemilik SPBG dalam operasinya. Jauhnya jarak perpindahan material dari departemen kerja yang satu dengan departemen kerja lainnya akan mempengaruhi totalitas perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total perpindahan minimum sehingga nantinya diperoleh final layout yang terbaik dan dapat meminimalkan biaya. Penelitian ini menerapkan metode 5R pada penyusunan tata letak fasilitas SPBG di Pondok Labu untuk memperoleh tata letak yang lebih rapi, yaitu Ringkas,Rapi, Resik, Rawat dan Rajin.
Pengukuran Kinerja Perusahaan Jasa Transportasi Niaga Darat Menggunakan Metode Baldrige Excellence Framework (Studi Kasus pada PT. Galena Perkasa Sidoarjo) Dwi Indra Prasetya; Fourry Handoko; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i2.275

Abstract

Ketatnya persaingan usaha di era globalisasi ini, mengharuskan pelaku usaha untuk terus memperbaiki kinerjanya, tidak hanya meningkat tapi sebisa mungkin unggul (excellence), tidak terkecuali usaha di bidang jasa transportasi niaga darat (land freight forwarder). Berdasarkan laporan keuangan selama tiga tahun terakhir, menunjukkan tren kinerja keuangan perusahaan cenderung menurun. Hal ini disebabkanoleh banyak faktor, baik secara eksternal maupun internal perusahaan. Hasil observasi di lapangan membuktikan penyebab penurunan kinerja keuangan lebih didominasi oleh faktor internal. Untuk proses perbaikan internal, diperlukan langkah awal pengukuran pencapaian kinerja saat ini. Dikarenakan saat ini perusahaan tidak mempunyai alat ukur kinerja secara menyeluruh dan berorientasi kinerja unggul (performance excellence), maka metode pengukuran kinerja pada penelitian ini menggunakan alat ukur berbasis Baldrige Excellence Framework kriteria Bisnis. Selain hasil observasi, instrumen utama penelitian ini adalah hasil survei kuesioner terhadap karyawan perusahaan. Berdasarkan hasil survei kuesioner didapatkan tingkat pencapaian kinerja berbasis Baldrige Excellence Framework kriteria Bisnissaat ini sebesar 750 poin dengan prosentase pencapaian secara keseluruhan sebesar 74% yang artinya perusahaan berada pada tingkat Pemimpin Bisnis (Business Leader) dengan kategori Unggulan (Excellent).
Analisis Predictive Maintenance Mesin Overhead Crane PT. Bromo Steel Indonesia Sofian Hadi; Dayal Gustopo Setiadjit; Dimas Indra Laksmana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i2.276

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada proses produksi di PT. Bromo Steel Indonesia yaitu kerusakan pada mesin overhead crane.Kerusakan yang terjadi pada mesin tersebut, mengakibatkan dampak buruk bagi perusahaan, dimana terhentinya proses produksi. Tujuan dalam penelitian ini adalahmemperbaiki Standart Operating Prosedure.Berdasarkan hasil penelitian dalam memperbaikiStandard Operating Procedure (SOP) dalam hal perawatan dan pemeliharaan mesin dengan metode Risk Based Maintenance yang berdasarkan pemilihan komponen kritis dari frekuensi kerusakan, mahalnya harga komponen, skala probabilitas dan identikasi resiko, kemudian dianalisis dalam risk register, untuk dilakukan mitigasi resiko dari hasil rating risk. Hasil penelitian ini memperbaiki sistem perawatan di PT Bromo Steel Indonesia dengan melihat skala prioritas kerusakan mesin sehingga pihak perusahaan dapat menentukan kebijakan dalam meminimalisir kerugian dari resiko yang akan terjadi.
Penerapan Mesin Roaster Kacang Tanah Untuk Peningkatan Produksi Pada Home Industry Kacang Goreng Sanny Andjar Sari; Julianus Hutabarat; Salammia LA; Sri Indriani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i2.278

Abstract

Home industry yang terletak di Jl. Sidoluhur RT 07 RW 01, Kepanjen – Malang, bergerak dalam industry olahan pangan yaitu kacang goreng. Pada proses pembuatan kacang goreng salah satu tahapannya yaitu proses penyangraian, dimana pada proses penyangraian tersebut masih menggunakan wadah yang terbuat dari tanah liat dengan bahan bakar kayu sehingga membutuhkan waktu sangat lama yaitu 1 – 2 jam untuk 2 kg kacang tanah sedangkan permintaan pasar dalam sehari dapat mencapai 30kg kacang tanah.Posisi penyangraian kacang tanah beban terberat terdapat pada punggung pekerja karena dilakukan dengan duduk yang sangat rendah, sehingga bagian punggung pekerja akan mudah sakit dan lelah, wadah penyangrai kacang dengan bahan bakar kayu untuk saat ini masih sangat sederhana sehingga tidak dapat memenuhi jumlah permintaan konsumen karena proses penyangraianmenggunakan wadah penyangrai dari bahan tanah liat yang berbahan bakar kayu tersebut sangat lama. Karyawan yang bekerja di home industry tersebut hanya ada 2 orang sehingga untuk dapat menghasilkan produksi dalam jumlah yang banyak akan kekurangan tenaga.
Implementasi Green Supply Chain Management Pada Kelompok Usaha Mikro Ellysa Nursanti; Sibut; Fuad Achmadi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i2.279

Abstract

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan produk, Kelompok Usaha Pengrajin Kerudung Sulam dan Bordir di Malang, Bhakti Collection, harus dapat meningkatkan kualitas produk dan melakukan evaluasi efisiensi sehingga produk memiliki kualitas dan harga yang mampu bersaing di pasar. Di dalam kegiatan produksinya, UKM Bhakti Collection ini melibatkan banyak pihak-pihak lain, diantaranya yaitu stakeholder internal maupun eksternal. Selama ini kegiatan usaha di UKM ini tidak pernah melakukan komunikasi koordinasi terintegrasi (supply chain) dengan para stakeholdernya, walaupun secara proses bisnis terlibat. Dengan adanya tuntutan konsumen untuk dapat menyediakan barangkerudung sulam bordir dengan kualitas yang bagus, update model, harga bersaing, banyak pilihan, mudah didapatkan, cepat secara time to market, maka hal ini memaksa pihak UKM untuk dapat merancang mendesain sistem tata kelola komunikasi koordinasi rantai pasok (supply chain) antar setiap pihak stakeholder yang terlibat sehingga UKM ini dapat meningkatkan performa usahanya, baik dari segi produktivitas, efektifitas dan efisiensi. Supply Chain Management yang diterapkan harus dapat berwawasan lingkungan, menurunkan pemakaian sumber daya, energi dan mengurangi waste, sehingga dapat diwujudkan green supply chain management yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan peningkatan keuntungan yang berkelanjutan bagi unit usaha tersebut.
Simulasi Penjadwalan Teller PT Bank ABC Untuk Memangkas Waktu Tunggu Antrian Nasabah Ella Levana Puspanegara; Abraham Lomi; Julianus Hutabarat
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i1.2622

Abstract

Salah satu masalah yang sering muncul dalam industri perbankan ialah permasalahan mengenai waktu antrian.Antrian timbul ketika jumlah fasilitas pelayanan jasa lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah orang yang memerlukan pelayanan.Dalam penelitian ini PT. Bank ABC mencoba untuk menjadwalkan sistem antrian dengan mengubah jumlah loket pelayanan. Teknik data dilakukan dengan metode observasi yaitu pengumpulan data dengan mengamati secara langsung terhadap objek penelitian dan diolah menggunakan software ARENA. Data yang didapatkan, CustomerNumber in sejumlah(860, 863, 872, 875, 869) dannumber out sejumlah(832, 818, 820, 834, 817). Flow time (8.208, 15.306, 18.972, 13.608, 16.242) dan waiting time (5.39, 12.45, 16.14, 10.81, 13.40). Number waiting dalam jumlah orang (10, 23, 30, 20, 25).Didapatkan gambaran pemakaian waktu yang minimal dengan hasil yang cukup untuk setiap customer.Jumlah tellerefisien yang dibutuhkan pada sistem saat ini adalah cukup sebanyak 5 teller saja.
Pengaruh Variabel Pemahaman K3 dan Kepatuhan K3 terhadap target Zero Accident Nureni Kenpurwastuti; Dayal Gustopo Setiadjit; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i1.2623

Abstract

PT. Malidas Sterilindo di Kabupaten Sidoarjo telah beberapa kali berhasil mendapatkan penghargaan zero accident (kecelakaan nilhil) dari Pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 2011 hingga tahun 2019. Perusahaan ini menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mempertahankan zero accident. Dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa unsafe condition, unsafe action, nearmiss, dan accident yang dapat menyebabkan gagalnya zero accident yang diprogramkan perusahaan. Penelitian ini menganalisis pengaruh antara pemahaman K3 dan kepatuhan pada K3 terhadap zero accident. Dilakukan survey terhadap 100 responden dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 30 pertanyaan.Teknik analisis data adalah dengan uji korelasi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zero accident dipengaruhi secara positif signifikan oleh variabel pemahaman K3 dan variabel kepatuhan pada k3 dengan kontribusi sebesar 34,9%. Pemahaman K3 (X1) berpengaruh positif terhadap Kepatuhan pada K3 (X2) dengan koefisien regresi sebesar 64,1%. Pemahaman K3 (X1) berpengaruh positif terhadap Zero accident (Y) dengan koefisien regresi sebesar 57,6%. Kepatuhan pada K3 (X2) berpengaruh positif terhadap Zero accident (Y) dengan koefisien regresi sebesar 50,3%. Selanjutnya hasil dari penelitian ini digunakan untuk membuat usulan program dalam rangka mempertahankan kecelakaan nihil melalui konsep continuous improvement (perbaikan berkelanjutan) dengan menggunakan metode PDCA (Plan-Do-Check-Action).
Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Produksi Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Proses Produksi Botol (PT. XY Pandaan – Pasuruan) Abdul Wahid
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i1.2624

Abstract

Peranan mesin sangat vital pada seluruh proses produksi, sehingga keadaan mesin harus selalu dalam keadaan yang optimal, terutama mesin Krones karena pada mesin ini terjadi proses perubahan preform menjadi botol. Tingginya waktu downtimeakan berpengaruh terhadap target produksi yang sering tidak tercapai. Pengukuran nilai efisiensi ini hanya memperhatikan target produksi. Untuk mengetahui efisiensi dari mesin perlu adanya aspek availability, performance, dan quality.Kegiatan perawatan mengalami perkembangan seiring perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi menjadi Total Productive Maintenance (TPM).Tujuan dari TPM adalah melakukan minimalisasi kerugian dari sistem manufaktur sehingga mengurangi biaya produksi dengan melakukan pendekatan Overal Equipment Effectiveness (OEE).Perhitungan nilai OEE mempertimbangkan aspek availability, perfomance, dan quality.Selain itu, untuk mengetahui besarnya kerugian produksi, maka dilakukan analisis terhadap six big losses yang pada dasarnya merupakan kerugian dari ketiga aspek OEE.Dengan analisis ini, nantinya dapat diketahui akar penyebab masalah-masalah yang terjadi pada mesin Krones sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan. Tujuan dari Penelitian di PT XY Pandaan adalah menghitung OEE dari mesin Krones, menentukan six big losses, dan mencari penyebab masalah dengan fishbonedan melakukan proses perbaikan.

Page 11 of 13 | Total Record : 128