cover
Contact Name
Nelly Budiharti
Contact Email
iijti@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iijti@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20878869     EISSN : 26153866     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September. Berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik Industri. Makalah yang masuk ditelaah oleh mitra bestari yang kompeten di bidang teknik dan manajemen industri.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
PENENTUAN HARGA PRODUK KERAJINAN ROTAN BERBASIS AKTIVITAS Ratih Ardia Sari; Ceria Farela Mada Tantrika; Rio Prasetyo Lukodono; Sri Widiyawati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v8i1.665

Abstract

Kerajinan rotan sintetis merupakan salah satu usaha kecil menengah yang berkembang di kota Malang. Produk dari kerajinan ini bervariasi mulai dari furniture (sofa, meja makan, kursi, meja) sampai pada kerajinan kecil (tempat air mineral, vas, tempat tisu) dengan berbagai bentuk dan warna. Inovasi produk sangat dibutuhkan agar usaha ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Inovasi produk dimunculkan dari variasi produk. Variasi produk yang cukup banyak menjadikan usaha ini harus dapat menentukan harga pokok produksi setiap produknya agar dapat memperoleh laba yang terus meningkat. Penjualan produk ini cenderung mengalami kenaikan terutama pada musim liburan, tetapi saat ini profit yang didapatkan tidak sebanding dengan peningkatan penjualan. Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan ketidaktepatan penentuan harga pokok produksi. Selain itu, penentuan harga dihitung dengan menggunakan metode konvensional tanpa mempertimbangkan biaya overhead untuk masing-masing variasi produk. Oleh karena itu diperlukan perhitungan harga pokok produksi yang lebih sesuai dengan keadaan di dalam usaha kecil menengah ini. Penentuan harga pokok produksi dapat dilakukan berbasis aktivitas atau biasa disebut Activity-Based Costing (ABC). Cost driver dari usaha kerajinan rotan adalah waktu proses per unit barang (jam tenaga kerja / produk), luas lahan (m2), dan massa bahan baku utama plastik rotan (kg). Cost pool dari usaha kerajinan ini adalah biaya listrik, biaya penyusutan fasilitas, biaya bahan baku penolong. Biaya listrik dihitung berdasarkan waktu proses per unit barang (jam/unit), biaya penyusutan fasilitas (luas lahan), dan biaya bahan baku penolong dihitung berdasarkan massa bahan baku utama plastik. Dari hasil penentuan harga dengan metode ABC didapatkan bahwa terdapat perbedaan harga sebesar 9%. Penentuan harga pokok produksi saat ini lebih rendah dibandingkan dengan harga pokok produksi metode ABC. Laba yang diperkirakan oleh usaha ini lebih besar dibandingkan dengan laba metode ABC yang lebih realistis. Terdapat beberapa produk yang penentuan harga produksinya lebih rendah bila dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk produksi
PENERAPAN PENGGUNAAN SERBUK BIJI KELOR SEBAGAI KOAGULAN PADA PROSES KOAGULASI FLOKULASI LIMBAH CAIR PABRIK TAHU DI SENTRA INDUSTRI TAHU KOTA MALANG Harimbi Setyawati; ST. Salamia LA; Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v8i1.669

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung bahan-bahan organik yang sangat tinggi. Senyawa-senyawa organik di dalam limbah cair tersebut berupa protein, karbohidrat, lemak dan minyak. Berdasarkan analisa limbah cair industri kecil tahu di karangploso diketahui bahwa limbah cair industri tahu mengandung COD (1247 mg/l), BOD (997 mg/l), TSS (587,5 mg/l) dan pH 3,7. Oleh sebab itu, limbah cair tersebut harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan untuk mengurangi kandungan pencemar yang menyertai limbah tersebut. Salah satu koagulan alternatif yang dapat digunakan adalah serbuk biji kelor. Kegiatan pengabdian ini menggunakan serbuk biji kelor dengan kadar air 10 %. Variasi dosis koagulan yang digunakan 2000, 3000, 4000, 5000 mg/500 ml limbah cair tahu, ukuran koagulan 70 mesh dengan pH awal adalah 3,7. Waktu pengandukan optimum yang diperoleh adalah 2-3 menit dengan penurunan COD 280 mg/L, BOD 112 mg/L, TSS 100,4 pada dosis koagulan 2000 mg/500 ml, dan ukuran partikel koagulan 70 mesh dengan pH akhir adalah 3,9 , sehingga dapat disimpulkan bahwa biji kelor dapat digunakan sebagai koagulan yang efektif karena persentase penurunan yang diperoleh di atas 50 %.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PRODUK SCREW PAN M5X13MM PADA MESIN JBF-06403 DI BAGIAN FORMING DENGAN METODE DEFINE, MEASURE, ANALYZE, IMPROVE, CONTROL (DMAIC) ( STUDI KASUS PT GARUDA METALINDO ) Popy Yuliarty; Abdul Kholiq
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v8i1.671

Abstract

PT. GM merupakan perusahaan yang memproduksi baut dan mur. Program improvement quality control circle dilakukan setiap tahun untuk menjaga kualitas dan mengurangi produk defect, namun masih belum maksimal karena tidak konsisten dalam mejalankan program tersebut sehingga defect yang terjadi pada proses pembuatan baut screw pan m5x13mm masih sangat tinggi. Penyebab defect pada ini di dominasi oleh 2nd punch patah sebesar 38% dan 2nd punch retak sebesar 26 % yang akan dikualifikasikan sebagai Critical To Quality/CTQ. Untuk meminimalkan jumlah produk defect dan sekaligus meningkatkan kualitas produk, maka dilakukan penelitian dengan topik meminimalkan produk defect. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui penyebab defect utama dan memberikan usulan perbaikan yang dapat meminimalkan defect. Metode six sigma digunakan dalam upaya meningkatkan kualitas produk melalui tahap DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Hasil penelitian ini adalah pemacahan masalah yang akan dibuat dengan metode 5W + 1H. Penyebab defect sebanyak empat jenis yaitu 2nd punch patah, 2nd punch retak, dies kotor, dan flange miring.Usulan perbaikan untuk tiap defect adalah sebanyak 5 rencana.
PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP IMPULSE BUYING DENGAN NICHE MARKET SEBAGAI MODERASI PADA INDUSTRI JASA PENDIDIKAN Pranakusuma Sudhana; Lukmandono Lukmandono; Rony Prabowo
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v8i1.673

Abstract

Pendidikan merupakan suatu industri jasa yang cukup penting, namun tidak banyak diteliti. Sebagai penyedia jasa, perguruan tinggi perlu melakukan berbagai usaha untuk dapat bersaing, salah satunya adalah marketing mix. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa variabel-variabel 7P marketing mix secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying yang telah banyak mendukung penjualan barang dengan dimoderasi oleh keunikan suatu program studi yang diistilahkan dengan niche market. Hasil analisis data menggunakan metode SEM terhadap responden siswa-siswi SMA yang telah menghadiri pameran pendidikan menyimpulkan bahwa hipotesis tersebut ditolak. Karena keputusan untuk memilih suatu program studi bukan merupakan proses yang mudah untuk dipahami dan tidak dapat terjadi secara tiba-tiba (impulsif), perguruan tinggi disarankan untuk melakukan usaha-usaha lain yang bersifat konstan dalam upaya menarik minat dan meyakinkan calon mahasiswa (prospek).
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN SISWA SMK PGRI SINGOSARI KABUPATEN MALANG MELALUI PELATIHAN SOFTWARE ETAP Lauhil Mahfudz Hayusman; Taufik Hidayat; I Made Wartana; Teguh Herbasuki
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v8i1.675

Abstract

Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah sekolah yang berbasis praktek, yang mempersiapkan peserta didiknya dengan latihan-latihan keterampilan, pengembangan bakat dan pendidikan karakter untuk siap bekerja, bekerja mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Agar bisa bekerja secara efektif dan dapat bersaing di dunia kerja, lulusan SMK juga harus memiliki kompetensi / “nilai tambah”. Hal tersebut bisa tercapai dengan peran aktif guru dalam mengembangkan keahlian dan keterampilannya dalam menunjang proses belajar mengajar di kelas, salah satu nilai tambah yang harus dimiliki oleh siswa adalah kamampuan dalam penggunaan software aplikatif. Salah satu software yang banyak dipakai di kalangan industri, praktisi dan akdemisi yaitu software ETAP. ETAP adalah software yang digunakan untuk melakukan pemodelan, perencanaan dan evaluasi sistem kelistrikan yang ada di suatu industri, jaringan tenaga listrik dan pembangkit yang dapat bekerja secara offline dengan data-data real (data lapangan) sebagai input sehingga ketika merancang menggunakan ETAP, seorang engineer dapat mengambil keputusan sesuai dengan data atau hasil analisis yang didapat. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 21 Siswa dari Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan, Paket Keahlian Teknik Otomasi Industri dan dilaksanakan selama 3 hari
MEMBATIK DI DESA TORONGREJO KOTA BATU Sumanto Sumanto; Hardiyanto, Hardiyanto,; Basuki Widodo; Nyoman Sudiasa
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v8i1.677

Abstract

Desa Torongrejo juga mempunyai Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) yang mencoba membantu untuk meningkatkan kemandirian masyarakat Desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, LPMD bersinergi dengan Karang Taruna Desa Torongrejo Kota Batu. Salah satu program kerja dari karang taruna ini adalah meningkatkan kemandirian usaha di mana masing-masing anggota dapat menciptakan usaha baik perorangan maupun kelompok. Salah satu keterampilan yang diharapkan dapat meningkatkan kemandirian tersebiut adalah usaha pembuatan batik. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Batu yaitu melestarikan warisan budaya bangsa yaitu batik. sehubungan dengan hal ini pemerintah Kota Batu telah membagikan kain batik khas Kota Batu kepada siswa-siswi sebagai seragam sekolah dari tingkat SD/MI sampai dengan tingkat SMA/SMK/MA. Salah satu kendala yang dihadapi oleh Karang Taruna untuk mewujudkan target ini adalah tidak adanya instruktur membatik. Melihat kondisi seperti ini maka Tim Pengabdi Kepada Mayarakat ITN Malang di bawah LPPM ITN Malang mengadakan pelatihan pembuatan batik bagi Anggota Karang Taruna Desa Torongrejo Kota Batu pada tanggal 13 Agustus 2017 yang diikuti oleh 13 peserta dari 20 yang diharapkan. Pelatihan diikuti dengan antusias oleh peserta, terbukti dengan waktu yang panjang mereka dengan sabar dan teliti dapat menyelesaikan satu lembar kain batik sebagai hasil pelatihan membatik
SERBUK BIJI KELOR SEBAGAI KOAGULAN PADA PROSES KOAGULASI FLOKULASI LIMBAH CAIR PABRIK TAHU Harimbi Setyawati; Mawan Kriswantono; Dinda An Nisa; Rakhmawati Kriswantono
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung bahan-bahan organik yang sangat tinggi. Senyawa-senyawa organik di dalam limbah cair tersebut berupa protein, karbohidrat, lemak dan minyak. Berdasarkan analisa limbah cair industri kecil tahu di karangploso diketahui bahwa limbah cair industri tahu mengandung COD (1247 mg/l), BOD (997 mg/l), TSS (587,5 mg/l) dan pH 3,7. Oleh sebab itu, limbah cair tersebut harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan untuk mengurangi kandungan pencemar yang menyertai limbah tersebut. Salah satu koagulan alternatif yang dapat digunakan adalah serbuk biji kelor. Penelitian ini menggunakan serbuk biji kelor dengan kadar air 10 %. Variasi dosis koagulan yang digunakan 2000, 3000, 4000, 5000 mg/500 ml limbah cair tahu, ukuran koagulan 70 mesh dengan pH awal adalah 3,7. Waktu pengandukan optimum yang diperoleh adalah 2-3 menit dengan penurunan COD 280 mg/L, BOD 112 mg/L, TSS 100,4 pada dosis koagulan 2000 mg/500 ml, dan ukuran partikel koagulan 70 mesh dengan pH akhir adalah 3,9 , sehingga dapat disimpulkan bahwa biji kelor dapat digunakan sebagai koagulan yang efektif karena persentase penurunan yang diperoleh di atas 50 %.
PENERAPAN MESIN PENGOLAHAN BUAH KELAPA UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI KELOMPOK TANI DI KELURAHAN RAMPAL CELAKET MALANG Sanny Andjar Sari; Prima Vitasari; Candra Dwiratna Wulandari; Anis Artiyani; I Nyoman Sudiasa
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Bersahaja merupakan Urban Farm yang berada di tengah perkotaan,terletak di wilayah RW 01 Kelurahan Rampal Celaket Kota Malang. Kelompok tani yang bergerak di bidang tanaman organik dengan cara memanfaatkan pekarangan di lingkungan rumah tempat tinggal anggota. Selain tanaman organik pada Kelompok Tani Bersahaja juga menghasilkan berbagai macam produk olahan buah kelapa diantaranya berbagai macam kue dari buah kelapa.Kemitraan dan kerjasama dijalin oleh kelompok Bersahaja dengan berbagai kelompok antara lain dengan Kelompok Tani Sengguruh. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan serta kesadaran yang semakin tinggi dari masyarakat akan manfaat tanaman organik khususnya di wilayah Malang raya, telah banyak masyarakat baik secara individu maupun kelompok/organisasi PKK, pemuda, atau kelurahan yang datang untuk belajar budidaya tanaman hortikultura organik. Media yang digunakan adalah campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang, tanpa menggunakan pupuk kimia serta tidak menggunakan pestisidaPada kegiatan pengabdian ini akan dibuat mesin pengolahan buah kelapa yang menggunakan motor listrik untuk menggerakkan motor mesin pengolahan buah kelapa Dengan adanya mesin pengolahan buah kelapa ini diharapkan dapat mempercepat waktu proses pengolahan buah kelapa
IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC SEBAGAI PENENTU JUMLAH KONSUMSI KALORI PENDERITA DIABETES MELITUS Yosep Agus Pranoto; Hani Zulfia Zahro; Suryo Adi Wibowo
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan asupan kalori dalam tubuh dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemas dan kinerja otak juga semakin menurun. sebaliknya kelebihan kalori dalam tubuh, maka akan mengakibatkan kegemukan (obesitas). hal ini merupakan masalah besar bagi penderita diabetes melitus, karena salah satu hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan penderita diabetes melitus ini adalah menjaga asupan kalori yang masuk kedalam tubuh melalui terapi diet dan menjaga pola makan. Broca merupakan metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan kalori bagi diabetasi. Pada beberapa kasus tertentu, penghitungan kalori menggunakan metode broca menghasilkan jumlah kalori dengan nilai batas minimal dan batas maksimal sehingga dapat menyebabkan ketidakpastian jumlah kalori yang dikonsumsi oleh diabetasi. Fuzzy logic merupakan boolean logic yang ditingkatkan. fuzzy logic menggunakan tingkat nilai kebenaran dari segala hal untuk menggantikan boolean logic dengan menggunakan fuzzy logic diharapkan dapat mengatasi ketidakpastian jumlah kalori yang harus dikonsumsi oleh diabetasi. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai yang sama antara output program dengan analisis perhitungan manual baik pada metode broca maupun pada fuzzy logic. pada perhitungan fuzzy logic tidak menghasilkan nilai kalori maksimum dan nilai kalori minimum seperti pada metode broca
ANALISA PENGARUH KAIN GILINGAN ROKOK KRETEK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK Kiswandono Kiswandono; Agus Subagyo
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil dari produk tekstil seperti benang maupun kain telah merambah banyak hal dalam pemanfaatkannya. Salah satunya adalah penggunaan kain cotton 100% sebagai alas giling pada industri pembuatan rokok atau sigaret. Pada pembuatan rokok secara manual (man made), kain giling ini terpasang pada alat giling rokok. Penggunaan pati kentang diharapkan dapat memberi alternatif sebagai salah satu bahan utama dalam penganjian kain giling rokok, karena pada kenyatanya selama ini kebanyakan menggunakan kanji sintetis. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah menentukan apakah variasi tetal lusi memberi pengaruh terhadap uji kekuatan sobek serta kekuatan tarik dan mulur kain. Selain itu juga mencari variasi tetal lusi terbaik dari keseluruhan pengujian. Analisa data statistic yang digunakan yaitu statistic deskriptif, stastistik inferensial (Anova) serta uji Ftest dan ttest. Adapun sampel yang dipersiapkan yakni kain cotton 100% dengan konstruksi anyaman polos dan variasi besarnya tetal lusi seharga 60, 70 dan 90 per inchi. Dengan menggunakan analisa varians dapat diketahui bahwa variasi tetal lusi memberi pengaruh signifikan terhadap uji kekuatan sobek serta kekuatan Tarik dan mulur kain. Selanjutnya dengan uji Ftest diketahui bahwa data penelitan yang didapatkan kesemuanya data homogen. Bahwa fariasi tetal lusi ketika sebesar 90 merupakan tetal terbaik untuk mendapatkan kain yang lebih kuat, pengujian kekuatan sobek dan kekuatan mulur mendapatkan hasil tertinggi. Dari penelitian ini disarankan menggunakan kain cotton 100% dengan tetal lusi senilai 90 per inchi karena bertambah kuat, durasi pemakain kain giling rokok menjadi bertambah lama sehingga meringankan beban biaya produksi

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Inovatif Vol. 15 No. 1 Vol 14 No 2 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 2 Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1 Vol 13 No 2 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 2 Vol 13 No 1 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 1 Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2 Vol 12 No 1 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 1 Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2 Vol 11 No 1 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 1 Vol 10 No 2 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 2 Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1 Vol 9 No 2 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 2 Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1 Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Inovatif Industri Vol 8 No 2 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 2 Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1 Vol 8 No 2 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8 No 1 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1 Vol 7 No 2 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6 No 2 (2016): inovatif Vol. 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2016): Inovatif Vol. 6 No. 1 Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2 Vol 5 No 1 (2015): inovatif Vol. 5 No. 1 Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2 Vol 4 No 1 (2014): inovatif Vol. 4 No. 1 Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 2 (2013): inovatif Vol. 3 No. 2 Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1 Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2 Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1 Vol 1 No 2 (2011): inovatif Vol. 1 No. 2 Vol 1 No 1 (2011): inovatif Vol. 1 No. 1 More Issue